MEMBANGUN ALAM KEPULAUAN ARU. MUSTAHIL?

Mengkonsepkan Pembangunan Daerah Tertinggal


2
2 points

Kepulauan Aru adalah daerah kepulauan yang terletak di Indonesia Timur, salah satu kabupaten yang menjadi bagian dari Provinsi Maluku. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 131 Tahun 2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015-2019, Kabupaten Kepulauan Aru menjadi salah satu dari 122 Kabupaten di Indonesia yang ditetapkan sebagai daerah tertinggal. Penetapan suatu daerah dikategorikan sebagai daerah tertinggal berdasarkan beberapa Kriteria, yaitu:

  1. Perekonomian Masyarakat;

  2. Sumber Daya Manusia;

  3. Sarana dan Prasarana;

  4. Kemampuan Keuangan Daerah

  5. Aksesibilitas; dan

  6. Karakteristik Daerah.

Menjadi menarik untuk dikhayalkan kira-kira daerah tertinggal tersebut khususnya pada Kabupaten Kepulauan Aru cocok dengan konsep pembangunan bagaimana dan seperti apa yang akan mendatangkan keuntungan dan pendapatan serta mendukung program pemerintah terhadap pemerataan perekonomian dan pembangunan diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Alam dan letak geografis yang ISTIMEWA

Kondisi alam Kabupaten Kepulauan Aru sangat Istimewa, karena dengan luas daerah 8.152,42 km² terdiri dari 587 pulau meliputi hutan, sungai, pesisir pantai, dan wilayah perairan (laut) bahkan selat-selat kecil menjadikan Kepulauan Aru memiliki sumber daya alam yang melimpah. Alfred Russell Wallace pada pertengahan abad ke-19 menyebutkan pulau-pulau Aru sebagai The Promised Land (tanah terjanji) karena keagungan atas keanekaragaman hayati dengan mengacu pada distribusi hewan dan burung yang secara total ilmuan dunia mengumpulkan lebih dari 9000 spesimen objek alam dari sekitar 1600 lebih spesies yang tersebar di kepulauan Aru. 

Secara geografis, Kepulauan Aru terletak pada posisi strategis, yakni berdekatan dengan negara-negara tetangga seperti Papua Nugini dan Australia, menjadikan Kepulauan Aru sebagai salah satu kekuatan Geo-Politik bagi Indonesia. Selain itu, dengan letaknya berada di tengah-tengan laut Arafuru menjadikan Kepulauan Aru sebagai daerah yang berpotensi sebagai daerah transit sekaligus daerah destinasi menjadikan Kepulauan Aru memiliki nilai bisnis dengan kondisi alam dan letak geografis sebagai nilai jual utamanya.

Misi Kepulauan Aru menjadi Minapolitan

Sebagai sebuah wilayah kepulauan yang didominasi oleh perairan laut, Kabupaten Kepulauan Aru menyimpan Sumber Daya Kelautan yang melimpah. Sektor Pertanian, khususnya sub sektor Perikanan menjadi tulang punggung perekonomian rakyat yang masih sangat tergantung pada penyediaan hasil alam. Pada tahun 2017 lalu ada sekitar 24.818 penduduk di Kepulauan Aru yang bekerja nelayan, dimana angka tersebut hampir separuh dari 35.694 penduduk angkatan kerja di tahun 2017.

Dengan didukung oleh lebih dari 4.700 armada perahu/kapal motor penangkap ikan, sub-sektor perikanan sangat mendominasi pendapatan regional di Kabupaten Kepulauan Aru. Produk–produk bahari, baik ikan maupun non ikan menghasilkan nilai tambah yang cukup tinggi pada tahun 2017. Perairan Kepulauan Aru juga menyimpan potensi budidaya rumput laut yang dapat diandalkan.

Kepulauan Aru telah ditetapkan sebagai wilayah minapolitan. Minapolitan adalah konsepsi pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan berbasis kawasan berdasarkan prinsip-prinsip terintegrasi, efisiensi, berkualitas dan percepatan. 

Selama tahun 2017, produksi hasil perikanan baik tangkap maupun budidaya di Kabupaten Kepulauan Aru telah mencapai 140.056,00 ton dengan nilai produksi sebesar 4.530,51 miliar rupiah. Nilai ini meningkat dibanding tahun 2016 yang tercatat 3.133,95 miliar rupiah.

 

Produksi Perikanan di Kepulauan Aru periode 2013 – 2017 (Ton)

Potensi Ekonomi Kepulauan Aru

  1. Sumber Daya Manusia yang Melimpah

Sumber Daya Manusia (SDM) adalah salah satu faktor yang sangat penting bahkan tidak dapat dipisahkan dari sebuah wilayah atau daerah. SDM juga merupakan kunci yang menentukan perkembangan suatu wilayah. Potensi Ekonomi Kabupaten Kepulauan Aru tidak hanya dari Sumber Daya Alam, namun juga berasal dari Sumber Daya Manusia sebagai faktor produksi. Oleh sebab itu, SDM yang melimpah merupakan investasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah penduduk sebesar 92.578 jiwa pada tahun 2016, maka Kabupaten Kepulauan Aru tidak kesulitan dalam penyediaan tenaga kerja. Dengan jumlah penduduk yang cukup besar menjadi kunci sukses bagi peningkatan daya saing di Kabupaten Kepulauan Aru. Dengan adanya dukungan peningkatan kualitas terhadap pendidikan dan keterampilan, akan berdampak pada peningkatan produktivitas tenaga kerja dan peningkatan daya saing di Kabupaten Kepulauan Aru.

  1. Usaha Mikro Kecil Penopang Perekonomian

Tenaga kerja di Kabupaten Kepulauan Aru mayoritas SD ke bawah yaitu sebesar 52,67% (sumber data statistik), Hal ini akan menimbulkan tingginya pengangguran sebagai akibat dari tidak tertampungnya pekerja profesional akan menciptakan lapangan pekerjaan di sektor formal. Kegiatan informal mempunyai karakteristik antara lain: berskala kecil, dimiliki oleh individu atau keluarga, menggunakan teknologi sederhana, bersifat padat karya, pendidikan dan keahlian kerja rendah, tingkat upah relatif rendah. Kegiatan informal mampu menampung tenaga kerja dengan keahlian yang kurang. Sebagai dampak positif kegiatan informal adalah berkurangnya pengangguran. Kegiatan informal biasanya merupakan Usaha Mikro Kecil (UMK) yang menjadi andalan dari penduduk di Kabupaten Kepulauan Aru. Jumlah tenaga kerja UMK non pertanian tercatat sebanyak 10,8 ribu jiwa atau sebesar 83,44% dan sisanya sekitar 16,56% atau sebesar 2,1 ribu jiwa merupakan tenaga kerja pada skala usaha menengah besar (UMB) (data BPS 2016).   

UMK tidak hanya merupakan tumpuan mata pencaharian penduduk di Kabupaten Kepulauan Aru, tetapi juga sumber aktivitas yang memperkuat sendi perekonomian baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota lainnya. Beberapa penelitian membuktikan bahwa UMK merupakan usaha yang memiliki fleksibilitas dan ketahanan yang tinggi terhadap goncangan ekonomi global dan penguatan investasi pada skala usaha mikro. 

Pengembangan Potensi Ekonomi

Ketimpangan ekonomi antar wilayah di Kabupaten Kepulauan Aru menjadi latar belakang mengapa optimalisasi potensi sangat penting untuk menciptakan pemerataan pembangunan. Model pengembangan pembangunan yang dilakukan di Kabupaten Kepulauan Aru telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RJPMD) tahun 2016 – 2021. Sesuai RJPMD tersebut bahwa Model Pengembangan fokus kepada pemanfaatan potensi dan pelestarian sumber daya alam dan pengembangan pariwisata ekonomi kreatif.  

Bagaimana ya memulai bisnis di Kepulauan Aru?

Dengan keistimewaan kondisi alam dan letak geografis Kepulauan Aru, seharusnya memudah seorang pengusaha untuk membuat Feasibility Study sebagai dasar membuat Business Plan terhadap usaha yang akan dibangun dengan memperhatikan sumber daya baik alam dan manusia yang menjadi faktor utama untuk membangun perekonomian suatu daerah . Jika The Greatest Showman punya pemikiran, untuk membangun sebuah bisnis di daerah tertinggal yang bernilai dan berpotensi untuk memperoleh profit, jangan tanggung-tanggung untuk berinvestasi khususnya untuk Kepulauan Aru. Mengapa demikian?

Sudah pasti berdasarkan Feasibility Study, Kepulauan Aru akan dinilai sebagai daerah yang berpotensi menjadi daerah transit dan daerah destinasi untuk wilayah-wilayah yang berdekatan dengan Kepulauan Aru, dan secara otomatis akan ada bisnis-bisnis baru yang dapat dibangun tidak lagi hanya  melihat letak geografis, melainkan kondisi alam Kepulauan Aru.

Setelah tahapan Feasibility Study dijalankan maka ditentukan konsep pembangunan Kepulauan Aru dalam Business Plan yang sama-sama disepakati pemerintah pusat dan daerah bersama dengan sektor swasta. dengan disepakatinya konsep pembangunan tersebut akan menjadi pedoman mutlak, baik pemerintah dan swasta untuk mulai membangun dan berinvestasi di Kepulauan Aru. 

The Greatest Showman punya pemikiran yang extraordinary nih, yaitu mengkonsepkan pembangunan Kepulauan Aru dengan meniru kota pada negara fiksi di film, yaitu negara Wakanda pada Marvel Cinematic Universe untuk daerah hutan Kepulauan Aru dan wisata pantai seperti Maldives, Hawai, dan lainnya yang umum pada daerah pesisir pantai.

   

Konsep pembangunan hutan Kepulauan Aru menjadi Wakanda City

 

Konsep pembangunan pesisir pantai Kepulaun Aru

Tentu menentukan konsep tersebut telah dilakukan pertimbangan terlebih dahulu. Faktanya pada tahun 2014, Kepulauan Aru sempat terjadi konflik dikarenakan adanya rencana pembabatan hutan yang kemudian dialihkan menjadi perkebunan tebu. Namun rencana tersebut batal. Dari sini kami bisa menarik kesimpulan, bahwa pembangunan yang diinginkan masyarakat Kepulauan Aru harus dilakukan dengan tetap menjaga kondisi alam dan tidak merusak ekosistem Kepulauan Aru. Dengan menjaga kaidah-kaidah tersebut, rasanya cocok apabila pembangunan Kepulauan Aru meniru konsep pembangunan negara fiksi yaitu Wakanda City yang mana apabila kita perhatikan dalam film Black Panther produksi Marvel Studios, Wakanda City menjadi kota yang futuristik, berteknologi, dan modern dengan tetap menjaga, melestarikan, serta tidak merusak ekosistem dan keseimbangan alam.  

Terus caranya bagaimana?

Sepertinya sulit apabila pembangunan Kepulauan Aru hanya mengandalkan pemerintah saja. Dalam hal ini harus ada dan melibatkan sektor swasta untuk mewujudkan konsep pembangunan tersebut. Maka untuk menarik sektor swasta, pemerintah harus memperkenalkan dan menggaungkan terlebih dahulu Kepulauan Aru sebagai daerah transit. Kenapa Kepulauan Aru sebagai daerah transit sih? Wakanda forever nya kapan?

Pemerintah terus memperbaiki ekosistem investasi dengan mereformasi berbagai regulasi terkait perizinan melalui penyelesaian Omnibus Law. Konsep Omnibus Law ini akan menggabungkan sejumlah aturan terkait dengan perizinan bisnis di berbagai kementerian/lembaga menjadi satu Undang-Undang yang akan dijadikan payung hukum baru. 

Berkaca kepada Negara Singapura, yang memiliki letak geografis yang strategis sebagai daerah transit untuk beberapa penerbangan Internasional dan daerah transit distribusi suatu produk mungkin dapat diterapkan pada Kepulauan Aru. Tidak mau hanya menjadi daerah transit  Singapura pun memanfaatkan keuntungannya tersebut dengan menjadikan negara tersebut sebagai tempat/daerah destinasi. Maka apabila hal tersebut diterapkan di Kepulauan Aru, pembangunan infrastruktur tentu menjadi prioritas untuk mendukung Kepulauan Aru sebagai daerah transit dan daerah destinasi. Pembangunan infrastruktur tentu dapat diinisiasi, baik oleh pemerintah maupun swasta, yakni dengan membangun fasilitas bandara dan/atau fasilitas pelabuhan yang berstandar internasional sebagai pintu gerbang utama keluar-masuknya orang dan barang yang kembali lagi menurut The Greatest showman jangan tanggung-tanggung apabila ingin berinvestasi. 

Terdapat beberapa langkah telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan daya tarik Investasi di Indonesia, antara lain dengan menyediakan fasilitas fiskal. Pemberian beragam fasilitas fiskal akan diberikan kepada pelaku usaha yang akan melakukan investasi atau kepada industri yang turut berpartisipasi untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia di Kepulauan Aru. Pemerintah juga dapat membangun berbagai kawasan baru ekonomi khusus dan pusat teknologi mengingat bahwa konsep pembangunan mengarah menjadi kota yang futuristik, berteknologi dan modern. Hal ini dilakukan supaya persoalan yang menyangkut tanah/lahan bisa dipermudah.

Dengan masuknya orang dan barang ke Kepulauan Aru akan memudahkan sektor-sektor lain berkembang. Hal tersebut menjadi langkah awal pembangunan Kepulauan Aru yang ingin “berkhayal“ meniru konsep City of Wakanda. Dengan membangun fasilitas tersebut, maka fasilitas pendukung lain, seperti penginapan, restoran, pusat perbelanjaan, fasilitas pendidikan dan kesehatan akan mengikuti sesuai konsep pembangunan yang telah disepakati.

Konsep minapolitan akan menjadi misi baru bagi Kepulauan Aru dalam mengakselerasi perwujudan visi dari Wakanda City melalui pemanfaatan potensi perairan di Kepulauan Aru. Untuk mewujudkan misi Kepulauan Aru mengembangkan kawasan Minapolitan berbasis perikanan tangkap yang ideal, perlu dibentuk beberapa lini bisnis dimana terdapat Zona Bisnis Inti dan Zona Bisinsi Pendukung. tentu hal ini dapat dilakukan apabila peran pemerintah dalam menggaungkan dan membangun infrastruktur dapat terealisasi dan menarik para investor tersebut untuk dapat berinvestasi di Kepulauan Aru 

Zona Bisnis Inti

Industri perikanan adalah lini bisnis utama yang akan dikembangkan pertama kali. Untuk mewujudkannya maka perlu dikembangkan fasilitas permodalan, fasilitas penyimpanan, dan fasilitas pemasaran. Di tengah tren sharing economy seperti saat ini, maka urusan permodalan, penyimpanan dan pemasaran ini akan ditangani oleh badan usaha fintech berbentuk korporasi yang sebagian modalnya berasal dari APBD Kepulauan Aru. Badan usaha fintech ini dapat menghimpun dana dari masyarakat untuk kemudian digunakan dalam membina kelompok nelayan, membeli, dan memasarkan hasil tangkapan mereka. Dengan berkembangnya perekonomian di Kepulauan Aru, diharapkan bisa mulai menumbuhkan badan usaha baru dengan adanya investasi.

Zona Bisnis Pendukung

Selain hasil laut yang melimpah, perairan di Kepulauan Aru juga menyimpan potensi pariwisata. Terumbu karang yang eksotis, air laut yang jernih, dan pantai berpasir putih tentu sangat bisa mendatangkan manfaat ekonomi bagi Kabupaten dengan produk domestic regional bruto lebih dari 3 triliun ini. Model kemitraan antara badan usaha milik pemerintah atau swasta dengan para pemilik properti di Kepulauan Aru dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan industri pariwisata disana.

Cuma Khayalan? Mustahil untuk terealisasi.

Semua yang terjadi di dunia ini hampir semuanya terjadi karena mimpi dan khayalan. Dahulu orang cuma bermimpi dan berkhayal akan ada teknologi yang akan membawa manusia terbang bahkan dapat menjelajah keluar angkasa. Saat ini, mimpi dan khayalan tersebut benar-benar terjadi. Jadi tidak ada yang mustahil Kepulauan Aru disulap seperti City of Wakanda sebagai daerah yang futuristik, berteknologi, dan modern dengan tetap menjaga keseimbangan alam.

Jadi kira-kira Pemerintah menggandeng siapa ya supaya konsep tersebut bisa terealisasi?

Karena konsep pembangunan tersebut dinilai sulit apabila hanya melibatkan Pemerintah, maka kandidat yang cocok untuk konsep pembangunan Kepulauan Aru meniru konsep City of Wakanda adalah Elon Musk. Tony Stark-nya dunia nyata ini dinilai sangat visioner dalam hal penerapan teknologi dengan orientasi pada energi bersih dan terbarukan. Selain itu CEO Tesla dan Space-X ini juga mempunyai ide gila untuk mengirim dan membangun sebuah koloni manusia ke Planet Mars. Jadi tidak mustahil apabila Elon Musk mampu/dapat merealisasikan konsep pembangunan Kepulauan Aru seperti City of Wakanda karena sejalan dengan prinsip-prinsip yang Elon Musk yakini.

Tidak hanya untuk melakukan pembangunan Kepulauan Aru seperti konsep City of Wakanda, Elon Musk juga dapat ikut berkontribusi dan memanfaatkan rencana pembangunan Bandara untuk Pusat Antariksa Nasional yang direncanakan berada di daerah/suatu pulau di wilayah Papua untuk mewujudkan mimpinya melalui Space-X.

    

Selain Elon Musk, perlu menggandeng beberapa tokoh dunia yang paling berpengaruh di bidang teknologi seperti Jeff Bezos yang sudah lebih dulu mengembangkan sistem Artificial Inteligent (AI) dan penyimpanan berbasis Cloud dengan nama AWS. Selanjutnya Tim Cook yang menguasai inovasi telekomunikasi, AI, Augmentar Reality dan juga mobil terbang. Dengan gabungan kekuatan dan penguasaan perusahaan di bidang teknologi secara langsung akan berdampak kepada budaya, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Aru 

Untuk Orang Asli Indonesia sendiri Ferry Unardi CEO Traveloka dan Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif, Wisnu Tama merupakan sosok yang sesuai untuk mengembangkan sektor pariwisata di Kepulauan Aru. selain itu juga dinilai mampu untuk mendukung Pembangunan Kepulauan Aru dengan wewenangnya yang dimiliki Wisnu Tama sebagai perwakilan Pemerintah, dan keahlian mereka, akan sangat menunjang dalam perjalanan misi membawa Aru menjadi destinasi wisata berkelas dunia. dalam bidang komunikasi  informasi dan teknologi 

……..(lanjutkan konsep bisnis chapter 3-4  meeting dulu)

Daftar Pustaka:

Peraturan Presiden Nomor 131 Tahun 2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015-2019,

Mezak Wakim, 2014, Kepulauan Aru dan Integrasi Kebangsaan dalam Prespektif Sejarah dan Budaya, Balai Pelestarian Nilai Budaya Ambon.

https://www.mongabay.co.id/2014/03/14/hutan-alam-kepulauan-aru-terancam-jadi-kebun-tebu/

https://keparukab.bps.go.id/publication/2018/04/16/56137beb680d21df149bf0d6/potensi-ekonomi-kabupaten-kepulauan-aru-2018.html

https://nasional.kontan.co.id/news/ini-upaya-pemerintah-untuk-menarik-investasi

https://keparukab.bps.go.id/publication/2018/08/16/4c2c09cf945879412c3e549d/kabupaten-kepulauan-aru-dalam-angka-2018.html

http://perpustakaan.bappenas.go.id/lontar/file?file=digital/143574-[_Konten_]-Konten%20D119.pdf

Penulis:

Muhammad Fadillah Rahmat

M. Rozikin Busro

Shandy Martanto

Wulan Suparwanti

Yogi Pratama Ramadi


Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format