Re-imagining Tojo Una-Una to Global Agriculture and Food Systems

Menilik potensi alam yang tak dilirik di Kabupaten Tojo Una - Una .


3
3 points

Meninjau pada Peraturan Presiden Nomor 131 Tahun 2015 Tentang Penetapan Daerah Tertinggal tahun 2015-2019 , sebanyak 122 daerah ditetapkan sebagai daerah tertinggal.

Namun apakah yang dikatakan sebagai Desa Tertinggal tersebut ?

“Desa tertinggal sendiri merupakan Desa yang memiliki potensi sumber daya sosial, ekonomi dan ekologi tetapi belum, atau kurang mengelolanya dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa, kualitas hidup manusia serta mengalami kemiskinan dalam berbagai bentuknya.”

Dari sebanyak 122 daerah yang ditetapkan sebagai daerah tertinggal tersebut, salah satunya di Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Tojo Una-Una. Definisi mengenai Desa tertinggal sangat mencerminkan mengenai Kabupaten ini, Kabupaten Tojo Una-Una memiliki potensi sumber daya yang menarik untuk diolah.

Mengupas mengenai Kabupaten Tojo Una-Una

Secara astronomis , Kabupaten Tojo Una-Una memiliki luas wilayah sebesar 5.721,51 km2, dengan terdiri dari 12 kecamatan dibagi menjadi 6 kecamatan berada dalam Pulau Sulawesi sementara 6 lainnya berbentuk kepulauan di luar Pulau Sulawesi. Kecamatan yang berada di Pulau Sulawesi yaitu Ampana Kota, Ampana Tete, Ratolindo, Ulubongka, Tojo dan Tojo barat. Sedangkan yang berbentuk kepulauan adalah Una-una, Togean, Batudaka, Walea Kepulauan, Talatako dan Walea Besar.

Source : http://pidii.info/index.php?option=com_blox&view=layouts&layout_id=14&Itemid=379

Kabupaten Tojo Una-Una, dengan wilayah yang dominan merupakan kawasan pegunungan dan perbukitan, memiliki sektor terbesar pada produksi pertanian yakni 54%, kemudian sektor perkebunan 36% dan perikanan 9.08%.

Source : http://pidii.info/index.php option=com_blox&view=layouts&layout_id=14&Itemid=379

Pada sektor pertanian, produksi terbesar didominasi oleh tanaman pangan yaitu jagung dengan total produksi 60.147 ton / tahun yang menjadi salah satu potensi bagi sektor pertanian Kabupaten ini.

Total area yang dimanfaatkan sebagai lahan tanam perkebunan pada tahun 2017 mencapai 32.677 Ha, dengan luas wilayah tanam tersebut sektor perkebunan cukup memiliki ragam hasil kebun. Produksi perkebunan terbesar terdapat pada tanaman kelapa dengan 26.846,50 ton, lalu diikuti pada tanaman kakao sebesar 7.649,15 ton, cengkeh 1.701,60 ton dan paling terkecil adalah kopi sekitar 57,57 ton produksi.

KABALUTAN : Desa Bajo di Kabupaten Tojo Una-Una

                       Source : Google Images      

Keragaman potensi lainnya adalah pada sektor perikanan, pada tahun 2018 sampai Triwulan II volume produksi perikanan tangkap di Kabupaten Tojo Una-Una mencapai 3.273 Ton dengan nilai produksi sebesar IDR 96.698.100,00 , sektor lainnya yang menarik adlaah sektor pariwisata. Kepulauan Togean dengan areal + 362.605 Ha memiliki potensi wisata bawah laut (sport diving) terbesar di Kabupaten ini. Meninjau salah satu desa di Kepulauan Togean yang memiliki ragam keindahan bawah laut dan potensi wisata bahari adalah desa Kabalutan.

Desa Kabalutan adalah sebuah desa terpencil yang berada di gugus kepulauan Togean. Secara administratif desa ini terletak di Pulau Talatako Kabupaten Tojo Una-Una. Untuk mencapai desa Kabalutan ini hanya dapat dilalui dengan menempuh perjalanan laut selama 7 jam menggunakan angkutan penyebrangan kapal kayu dari Kota Ampana, ibukota Kabupaten Tojo Una-Una. Desa terpencil ini dihuni mayoritas oleh suku Bajo, dimana mata pencaharian utama penduduk disana adalah sebagai nelayan tradisional. Ciri khas yang menarik desa ini adalah rumah suku Bajo yang berdiri diatas permukaan laut, tidak seperti rumah pada umumnya.

Desa Kabalutan telah lama dikenal sebagai desa yang tertinggal jika dibandingkan dengan desa-desa lainnya di Kepulauan Togean. Letak desa yang sangat terpencil dan sulit dijangkau membuat salah satu faktor penyebab masalah yang dihadapi masyarakat di desa ini. Berikut ini adalah berbagai masalah yang dihadapi masyarakat :

  1. Tingkat kemiskinan di Kecamatan Talatako terbilang sangat tinggi, sekitar 30% penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan.
  2. Akses listrik di desa ini masih dsangat terbatas. Masyarakat hanya bisa menikmati aliran listrik swadaya masyarakat mulai pukul 18.00 sampai pukul 23.00 setiap harinya. 
  3. Kultur masyarakat yang bekerja sebagai nelayan menganggap pendidikan tinggi tidaklah penting bagi mereka, sehingga angka putus sekolah sangat tinggi. 
  4. Data BPS Tahun 2015, menunjukkan jumlah perkawinan dibawah umur di Kabupaten Tojo Una-Una mencapai 12.48% dan mayoritas terjadi di wilayah kepulauan. 
  5. Desa Kabalutan adalah satu dari beberapa desa yang sampai saat ini masih belum terjangkau oleh akses telekomunikasi. Masyarakat yang akan menelpon atau berkirim sms harus pergi ke puncak bukit untuk mendapatkan sinyal seluler.

Solusi permasalahan Kabupaten Tojo Una-Una

1. Program Listrik Perdesaan

Peningkatan pada pengembangan desa perlu diperhatikan oleh pemerintah, peranan pemerintah menjadi hal mendasar bagi perkembangan suatu desa, salah satu adapatasi program yang dapat dilakukan adalah dengan membuat program pemerintah yang berkerjasama dengan instistusi maupun korporasi. Contohnya seperti dengan program listrik perdesaan.

2.  Sistem Pengolahan dan Pengemasan yang Baik.

Selama ini hasil perkebunan dan perikanan hanya berupa barang mentah / dijual langsung. Untuk itu diusulkan untuk adanya pembentukan Koperasi Desa yang dapat mengolah hasil perkebunan dan melakukan pengemasan terhadap hasil produksi pertanian dan perkebunan, dengan hal ini jangkauan pasar akan jauh lebih luas dan dapat didistribusikan ke kota diluar Sulawesi Tengah. Pembentukan Koperasi desa dirasa tepat untuk membangun Kabupaten Tojo Una-Una, dengan sifat koperasi yang berbeda dengan corporate chain , Koperasi sepenuhnya independen dan dimiliki oleh anggota masyarakat, maka fokus bukan pada investor namun lebih pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Nantinya koperasi dapat menjual produk olahan ini kepada perusahaan pemasok bahan industri.

3. Mengembangkan Sistem Ekowisata

Selain itu potensi alam yang sangat indah dapat dikembangkan di Kabupaten ini, setidaknya terdapat 426 pulau, 300 titik menyelam dan memiliki biota laut yang langka. Kurangnya informasi atas keindahan Kabupaten ini membuat banyak yang belum mengetahui pariwisata ini. Salah satu yang dapat mendorong aktifnya pemasaran potensi ini adalah dengan dibentuknya usaha perjalanan wisata Tour & Travel. Peraturan Pemerintah dan Ekonomi Kreatif nomor 4 Tahun 2004 menjelaskan bahwa usaha jasa ini dapat dibentuk baik seorang ataupun kelompok yang memiliki Sertifikasi Usaha Jasa Perjalanan Wisata.

Bentuk usaha dapat dibentuk dengan 2 bentuk jenis usaha yaitu bentuk perseorangan (sole proprietorship) maupun partnership, mengingat kedua bentuk usaha ini mudah di aplikasikan di kabupaten Tojo Una-Una. Dengan membentuk jenis usaha ini bukan hanya dapat mengenalkan potensi pariwisata namun dapat juga pemberdayaan masyarakat lokal sebagai agen Tour & Travel.

4. Pengembangan Usaha Kecil .

Untuk meningkatkan kesejahteraan suatu desa tentunya harus ada peningkatan pada ekosistem bisnis masyarakatnya, seperti penjabaran sebelumnya bahwa Kabupaten Tojo Una-Una memiliki potensi bisnis yang mempuni baik dari segi hasil bumi sampai destinasi pariwisata. Baiknya adanya sinergi dari pemerintah setempat untuk menghidupkan usaha kecil seperti UMKM dengan memanfaatkan potensi bisnis tersebut. Contoh small business yang bergerak pada sektor pengepulan hasil jagung dapat dimanfaatkan agar nantinya menjadi iconic commodity untuk Kabupaten Tojo Una-Una. 

Entrepreneur Yang Cocok Untuk Memajukan Kabupaten Tojo Una-Una

Best Practices 

Melihat potensi produksi jagung pada Tojo Una-Una yang cukup mendukung apabila diproduksi dalam skala besar (mass production) hal ini dapat menarik investor untuk berinvestasi mengembangkan desa, entrepreneur yang cocok untuk melaksanakan ide bisnis tersebut adalah Gerard Manley (Managing Director dan CEO Cocoa dari Olam group) yang bergerak di sektor agrikultur dan pangan.

                                                                     Gerard Manley    Source : Google images             

 PT OLAM Company

Perusahaan makanan dan agribisnis terkemuka  di dunia, beroperasi dari benih hingga rak di 70 negara, memasok makanan dan bahan baku industri ke lebih dari 23.000 pelanggan di seluruh dunia. PT Olam adalah salah satu pemasok biji kakao dan produk, kopi, kapas, dan beras terbesar di dunia.  PT Olam memiliki program ‘Digitalizing Olam’ Task Force (DTF) dimana program ini menggabungkan interaksi antara value chain partisipan (petani) dengan perusahaan mereka. Petani yang diajak berkerja sama merupakan petani yang dapat menghasilkan kualitas produk yang baik dapat dijadikan komoditi ekspor. Contoh desa yang telah menjadi lirikan oleh PT Olam Company adalah Desa Ngarip, Tanggamus Lampung. Alhasil kerjasama ini cukup meningkatkan pembudidayaan hasil kopi di daerah tersebut dengan terbukti kontribusi 40 persen dari total hasil kopi di Lampung.

PT Olam menawarkan bentuk kerjasama kepada petani desa dengan membeli langsung hasil produksi pertanian mereka dengan harga yang relevan dan kemudahan dalam transaksi. Para petani diberikan akses platform untuk menjual barang mereka, transaksi penjualan-pembelian di lakukan melalui sistem platform PT Olam, yang dapat langsung diinput oleh petani meskipun jarak antara warehouse dan petani memiliki jarak tempuh yang cukup jauh. Apabila pemerintah Kabupaten Tojo Una Una dapat concern untuk peningkatan kualitas dari hasil produksinya, bukan tidak mungkin produksi jagung Tojo Una-Una dapat dilirik oleh PT Olam Company.

pleasevisit : https://youtu.be/m4tskrIZaZ4


Sources :

http://pidii.info/index.php?option=com_blox&view=layouts&layout_id=14&Itemid=379

https://pesona.travel/keajaiban/2638/menyelami-ramahnya-masyarakat-bajo-di-kabalutan

https://tojounakab.bps.go.id/

https://ppid.nttprov.go.id/2018/01/18/pemerintah-tetapkan-122-daerah-tertinggal-ini-daftarnya/

https://travel.kompas.com/read/2014/12/14/151200427/Tojo.Una-Una.Salah.Satu.Surganya.Indonesia

https://www.kompasiana.com/novita33284/5dea4c1e097f360b657cccc2/pembangunan-desa-tertinggal-melalui-bumdes?page=all

https://medium.com/@aquino.magali/digital-trends-become-reality-in-the-agro-industry-value-chain-6dd56e81b487

https://www.youtube.com/watch?reload=9&v=FBtq_dfYCoA

https://youtu.be/4t8OKZortHg

https://suaramuslim.net/kopi-tanggamus-lampung-surganya-kopi-indonesia/

https://www.wartaekonomi.co.id/read217235/olam-akuisisi-85-saham-pengolah-kakao-terbesar-di-indonesia

https://www.brookings.edu/blog/the-avenue/2020/02/26/how-newark-n-j-s-teachers-village-is-building-a-community-around-education-affordability-and-small-business-development/


Arranged by The Sultan Awesomeness :

– Miranda Poetri 

– Dimas Tejo Purbowo

– Yohana Verawaty

– Raditya Primayudha


Like it? Share with your friends!

3
3 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format