7-Eleven Hengkang dari Indonesia, Mengapa?

7-Eleven memiliki konsep yang paling inovatif dibandingkan kompetitornya. Namun, apa sih yang membuat convenience store yang paling tersohor di dunia ini meredup?


0

Sumber : katadata.co.id

7-Eleven merupakan salah satu convenience store yang paling tersohor di dunia. Dimulai dari Amerika hingga Jepang, tercatat ada 60.000 gerai yang beroperasi, serta tidak menutup kemungkinan jumlah ini akan bertambah tiap tahunnya.

Prinsip yang dipegang oleh brand ini adalah memudahkan para pelanggannya untuk memenuhi kebutuhan mereka. 7-Eleven pun menawarkan kenyamanan bagi para pelanggannya. Brand ini pula yang merupakan pencetus beberapa hal yang kini wajar dimiliki oleh sebuah convenience store.

Dimulai dari convenience store pertama yang menyediakan layanan pom bensin, buka 24 jam setiap harinya, memiliki mesin ATM pada toko, hingga convenience store pertama yang memiliki konsep coffee-to-go tentu membuat 7-Eleven bertahan di pasaran. Selain itu, 7-Eleven pun terus-terusan melakukan berbagai inovasi, karena tidak menutup kemungkinan adanya beberapa convenience store yang terus mengejar inovasi mereka. Brand ini kini sedang merintis layanan melalui software dan teknologi, serta memiliki layanan belanja online.

 

Karena 7-Eleven menyediakan hal-hal di atas, brand ini dinilai merupakan convenience store yang memiliki layanan paling lengkap, mudah, dan nyaman. 7-Eleven juga tidak hanya menyediakan produk kemasan, mereka juga memiliki banyak produk dengan brand mereka sendiri. Dari produk yang berdaya tahan cukup lama, hingga produk yang hanya bertahan beberapa hari saja. Apalagi mengingat toko yang buka 24 jam, tentu saja menjadi pilihan pertama ketika pelanggan membutuhkan sesuatu di jam-jam tertentu.

 

Kemudahan dan booming­-nya convenience store satu ini tentu pernah merambah Indonesia. Tepatnya 7 November 2009, toko waralaba ini membuka gerai pertamanya di Bulungan, Jakarta Selatan melalui PT Modern Sevel Indonesia (MSI). Ekspansi terus dilakukan hingga di tahun kedua Sevel membuka gerainya, toko ini telah membuka 21 gerai dan 190 gerai di Jakarta sampai Desember 2014.

7-Eleven memiliki konsep yang paling inovatif dibandingkan kompetitornya. Namun, apa sih yang membuat convenience store yang paling tersohor di dunia ini meredup di Indonesia? 

Konsep yang kurang bagus dan adanya regulasi yang tidak mendukung

7- Eleven memang memiliki konsep sebagai convenience store. Namun, untuk membuka toko untuk 24 jam 7-Eleven harus memiliki izin restoran. Mereka harus menambahkan produk seperti makanan cepat saji. Tidak lupa meja dan kursi yang digunakan untuk makan. Bebagai kalangan masyarakat pun menerima konsep ini banyak pelajar, mahasiswa maupun pekerja kantoran yang menghabiskan waktu di 7-Eleven seperti belajar, kerja kelompok dan bersantai. Tetapi, hal ini dapat merugikan 7-Eleven karena konsumen hanya membeli sebuah produk dan menghabiskan waktu yang lama di 7-Eleven. Menjalankan convenience store  dan restoran membuat 7-Eleven memiliki banyak pesaing, karena 7-Eleven harus bersaing dengan convenience store dan restoran yang ada di Indonesia. 

Belum lagi masalah larangan bagi minimarket untuk menjual minuman beralkohol yang tertuang dalam Peraturan menteri Perdagangan (Permendag) No. 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol. Hal ini merugikan, karena salah satu produk yang memiliki tingkat penjualan tinggi di 7-Eleven adalah minuman beralkohol. 

Pembukaan gerai baru yang terlalu cepat

Sumber : Annual Report MDRN 2015 di SWA.co.id

 

Modal yang digunakan untuk membuka sebuah gerai sangat besar inilah salah satu hal yang membuat terlambatnya pembukaan gerai baru 7-Eleven dibandingkan kompetitornya. 7-Eleven memiliki konsep yang berbeda dari negara asalnya yaitu Amerika. Di Indonesia 7-Eleven juga menyediakan tempat makan untuk pelanggan. Investasi yang dibutuhkan untuk membuka sebuah gerai sekitar 3-4 miliar.  

Sumber : Setara.net

Konsep ini bagi 7-Eleven di Indonesia kurang berhasil karena pelanggan hanya membeli makanan sedikit, namun berlama-lama bersantai di 7-Eleven. Sedangkan biaya operasional yang digunakan untuk menjalankan convenience store tidaklah sedikit. Jadi, perusahaan juga harus membuka gerai baru yang lebih kecil dan berfokus hanya pada convenience store di lokasi yang  ramai seperti mall, perkantoran, stasiun dan apartemen.


Jika 7-Eleven akan masuk kembali ke Indonesia,  apa strategi yang harus diterapkan?


Memperjelas konsep bisnis sebagai convenience store atau restoran

7-Eleven memiliki dua konsep, yaitu convenience store dan restoran yang telah mendapat izin dari Kementrian Pariwisata. Hal ini membuat 7-Eleven terus terombang-ambing, karena di satu sisi, regulasi pemerintah mengenai convenience store yang harus dimiliki oleh perusahaan lokal, membuat izin usaha convenience store menjadi ribet dan menyalahi aturan.

Oleh karena itu, 7-Eleven sebaiknya menegaskan salah satu convenience store dengan restoran atau cafe menjadi pelengkap atau tetap mempertahankan izin restoran tersebut dan bersaing dengan restoran lain. Namun, di sisi lain, perusahaan modern ritel seperti 7-Eleven akan cenderung kalah dengan restoran. Untuk mengatasi regulasi seperti ini haruslah pihak manajemen 7-Eleven lebih piawai dalam menghadapi perubahan, seperti membangun kerjasama dengan perusahaan lokal dan bertahan pada konsep convenience store saja dengan menambah meja dan kursi sebagai pelengkap.


Menyesuaikan skala ekonomi bisnis dengan target pasar 

7-Eleven memiliki konsep dengan memberikan ruang khusus konsumen duduk, makan, dan minum di dalam toko. Namun, kasus yang dialami 7-Eleven adalah, pihak manajemen yang membuat konsep agar konsumen mau berlama-lama “nongkrong” di dalam toko menurunkan skala ekonomi bisnisnya dengan target pasar tidak tentu atau masyarakat rendah ke bawah. Sehingga, 7-Eleven membuat biaya operasionalnya cenderung lebih besar dibandingkan penghasilan. Strategi yang harus diterapkan agar tidak mengalami kesalahan yang sama, yaitu pihak 7-Eleven harus konsisten dalam mempertahankan target pasar. Seperti halnya starbucks yang tetap mempertahankan target pasarnya masyarakat kelas atas. Jadi, 7-Eleven harus bisa mempertahankan target pasar yaitu,masyarakat kelas menengah.

Mengurangi ekspansi bisnis yang terlalu cepat

Pada tahun 2009, 7-Eleven membuka gerai pertamanya. Kemudian, gerai ke-21 sudah dibuka pada tahun 2010 dan satu tahun berikutnya, 2011 sudah ada 57 gerai. Pada tahun 2014 sudah memiliki 190 gerai yang dibuka di seluruh Indonesia. Hal ini tentunya membutuhkan biaya operasional yang cukup besar. Selain itu, penerapan strategi yang lebih matang dan diskusi yang panjang harus dilakukan

Kasus ini semakin buruk, karena daya beli konsumen di 7-Eleven menurun. Pada tahun 2015 gerai 7-Eleven mulai menurun satu per satu. Di tahun itu, sudah ada 2 gerai yang tutup. Di tahun 2017, 15 gerai ditutup dan hanya menjadi 175 gerai saja. Pada tahun 2016, besar kerugian 7-Eleven adalah Rp. 637,8 Milyar. Sehingga, 7-Eleven memiliki bayak hutang dan tidak kuat membayar biaya operasional. 

Dari hal ini dapat diambil pelajaran untuk memulai bisnis 7-Eleven kembali. Strategi utama adalah berhati-hati dalam melakukan ekspansi. Pihak manajemen harus lihai dalam melihat peluang dan dana yang cukup. Jangan terburu-buru dan membuat biaya operasionalnya membengkak. 

Ketiga strategi di atas dapat disimpulkan bahwa saran untuk  memulai bisnis kembali di Indonesia adalah 7-Eleven harus lebih tegas dalam memilih konsep bisnis dan cepat dalam menghadapi perubahan regulasi. Selain itu, 7-Eleven harus terus mempertahankan inovasi baru agar dapat beradaptasi serta bersaing dalam pasar. Apabila hal tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, ekspansi bisnis dilakukan dengan perhitungan ekonomi yang tepat. 

Contributor :

Amalia Anisa Hidayat

Elfrida Saleha

Muhammad Buchari Muslim

Referensi :


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
TeenTitans

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format