Benarkah Datsun hengkang dari Indonesia?

Indonesia menjadi salah satu pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara dan menempati peringkat dua puluh besar di dunia


0

sumber : mobilmo.com

Indonesia menjadi salah satu pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara dan menempati peringkat dua puluh besar di dunia. Hal tersebut membuat banyak perusahaan otomotif berlomba-lomba untuk mendominasi pasar otomotif di Indonesia. Salah satu perusahaan yang terkenal adalah Nissan Motor Company. Nissan Motor Company yang biasa orang kenal dengan nama Nissan adalah perusahaan otomotif multinasional asal Jepang. Salah satu produk otomotif yang terkenal dari Nissan adalah Datsun. Datsun membawa konsep Low Cost Green Car yang mengincar segmentasi pasar kelas menengah dan walaupun murah tetap ramah lingkungan. Produk Nissan Datsun ini sekelas dengan produk Toyota Calya dan Agya, dan Daihatsu Sigra dan Ayla yang juga membawa konsep Low Cost Green Car.

Namun, sayangnya produk Nissan Datsun gagal bersaing di pasar otomotif Indonesia dikarenakan banyak produk yang membawa konsep Low Cost Green Car dan lebih dulu populer di Indonesia. Berdasarkan data penjualan wholesales dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), merk mobil Nissan Datsun menduduki posisi paling bawah dengan produknya Datsun Go di LCGC 5-Seater yang hanya terjual sebanyak 2.714 unit dan Datsun Go+ di LCGC 7-Seater yang hanya terjual sebanyak 1.429 unit. Berbanding terbalik dengan perusahaan otomotif lain dari Jepang yaitu Honda Brio Satya yang terjual sebanyak 44.188 unit dan Daihatsu Sigra yang terjual sebanyak 43.474 unit. Data yang ditunjukkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menggambarkan bahwa skala penjualan Datsun Go dan Datsun Go+ di bawah skala ekonomi. Banyak rumor yang mengatakan bahwa perusahaan otomotif Nissan menghentikan produksi mobil Datsun dan memfokuskan kegiatan produksinya ke pengembangan mesin Livina dan Xpander.

Banyak sekali faktor yang membuat Nissan menghentikan produksi dari Datsun Go dan Datsun Go+. Faktor internal dan eksternal seperti manajemen perusahaan, pelanggan, kompetitor, pemerintah, dan termasuk dari pemasaran sendiri menjadi faktor yang sangat mempengaruhi produksi Datsun Go dan Datsun Go+. Pemahaman terhadap analisis marketing environment atau lingkungan pemasaran  sangatlah penting untuk menganalisis masalah ini. Lingkungan pemasaran terdiri dari dua yaitu microenvironment dan macroenvironment. Perkembangan otomotif di Indonesia yang berkembang sangat cepat sehingga Nissan Datsun perlu mengembangkan ide yang berguna agar perusahaan Nissan dapat bertahan di pasar otomotif Indonesia.

Apa yang membuat perusahaan ini menghentikan produksi dari Nissan Datsun?

Banyak sekali faktor yang membuat Nissan menghentikan produksi dari Datsun Go dan Datsun Go+. Faktor internal dan eksternal seperti manajemen perusahaan, pelanggan, kompetitor, pemerintah, dan termasuk dari pemasaran sendiri menjadi faktor yang sangat mempengaruhi produksi Datsun Go dan Datsun Go+. Pemahaman terhadap analisis marketing environment atau lingkungan pemasaran  sangatlah penting untuk menganalisis masalah ini. Lingkungan pemasaran terdiri dari dua yaitu microenvironment dan macroenvironment. Perkembangan otomotif di Indonesia yang berkembang sangat cepat sehingga Nissan Datsun perlu mengembangkan ide yang berguna agar perusahaan Nissan dapat bertahan di pasar otomotif Indonesia.

Lesunya kondisi ekonomi Indonesia

Fluktuasi harga komoditas dari Indonesia berdampak pada lemahnya daya beli masyarakat Indonesia sehingga berimbas pada sektor otomotif Indonesia menjadi lesu. Lesunya industri otomotif Indonesia juga terjadi pada pasar mobil Low Cost Green Car. Penjualan mobil LCGC terus merosot dari tahun ke tahun, dimulai pada tahun 2017 di 234.554 unit kemudian di tahun 2018 di 230.444 unit dan di tahun 2019 di 156.642 unit. Hal ini berdampak pada performa pada mobil LCGC milik Datsun. Penjualan Datsun dari tahun ke tahun yang mengalami penurunan.

Kurangnya Inovasi yang dilakukan

Kurangnya inovasi yang dilakukan Nissan Datsun membuat pelanggan beralih menggunakan produk otomotif lain yang sudah memiliki nama populer seperti Toyota dan Honda. Nissan Datsun hanya memfokuskan produksi di Datsun Go dan Go+ tidak seperti pesaingnya yaitu Toyota dan Honda yang selalu membuat inovasi dengan mengeluarkan mobil dengan nama-nama terbaru sehingga menarik pelanggan-pelanggan dari Datsun berpindah ke Honda dan Toyota. Mereka lebih siap dibandingkan Datsun dalam menyiapkan diri ketika 

Promosi yang tidak gencar dilakukan

Banyak orang yang tidak mengenal produk dari Nissan ini. Tidak seperti kompetitornya yaitu Honda dan Toyota yang sangat dikenal masyarakat Indonesia karena promosi yang dilakukan kedua perusahaan otomotif itu sangat gencar. Jika hal ini dilakukan oleh Nissan pada produknya Datsun pastinya akan banyak orang yang mengenal produk dari Nissan ini.

Perkembangan teknologi transportasi

Kemudahan transportasi di Indonesia seperti transportasi berbasis online dan MRT membuat masyarakat Indonesia merasa lebih nyaman untuk bepergian ke berbagai tempat. Dengan adanya transportasi umum yang mulai terintegrasi dengan baik akan membuat masyarakat Indonesia menimbang-nimbang untuk membeli mobil. Hal ini dapat membawa dampak positif bagi Indonesia karena dapat mengurangi kemacetan dan polusi di kota-kota besar tetapi juga dapat membawa dampak negatif bagi perusahaan-perusahaan otomotif di Indonesia seperti Nissan Datsun. 

Kemudahan dalam berbelanja

Kemudahan masyarakat dalam berbelanja dengan adanya aplikasi belanja online seperti Zalora, Tokopedia, Shopee, dan lain-lain membuat masyarakat Indonesia menjadi malas untuk keluar rumah. Karena kemudahan yang ditawarkan dengan “klik-klik” saja mengubah perilaku konsumsi dari masyarakat Indonesia. Dan hal ini berdampak pada perusahaan otomotif yang ada di Indonesia seperti Nissan. Masyarakat Indonesia menjadi merasa tidak membutuhkan mobil untuk bepergian

Pertumbuhan kredit konsumsi yang menurun

Kredit konsumsi masyarakat Indonesia yang menurun yang mengakibatkan daya beli masyarakat terhadap mobil menurun. Tingginya bunga pinjaman yang diberikan bank-bank umum kepada peminjam yang mengurangi minat masyarakat Indonesia untuk membeli barang-barang. Hal ini berimbas pada penurunan penjualan sektor otomotif di Indonesia terutama Nissan Datsun.

Dapatkah Nissan kembali memproduksi Datsun?

Nissan sebenarnya dapat kembali memproduksi Datsun. Banyak langkah yang dapat dilakukan perusahaan otomotif ini untuk mempertahankan eksistensi dari Datsun. Pertama, dengan memperbaiki manajemen di dalam perusahaan terlebih dahulu. Seperti yang sudah dilakukan oleh pihak manajemen dalam memperbaiki sistem operasi dan pengoptimalan produksi dengan mengalihfungsikan salah satu pabrik Datsun di Indonesia. Hal ini akan membuat manajemen fokus untuk mengawasi dan mengontrol kegiatan produksi yang dilakukan Datsun sehingga perusahaan otomotif ini dapat mengembangkan ide-ide yang sudah ada. Kemudian mereka dapat melakukan pemulihan dengan menjual produk mobil Datsun kepada perusahaan dengan harga murah. Profitabilitas dan citra nama Datsun dapat menjadi ancaman tetapi akan berdampak pada eksistensi dari Datsun sendiri.

Kedua, Nissan bisa menginvestasikan dana mereka ke divisi riset dan pengembangan. Jika hal ini mereka lakukan ada kemungkinan untuk Datsun dapat kembali bahkan dapat mendominasi pasar otomotif di Indonesia. Dimulai dengan meneliti selera konsumen masyarakat Indonesia. Hal ini dapat menunjang konsep yang dibuat oleh Datsun yang sudah menjual produk ini dengan harga murah dan ramah lingkungan. Membuat fitur-fitur yang sesuai dengan pasar konsumen mereka dan tetap diimbangi dengan pemasaran yang gencar akan dapat meningkatkan penjualan mobil LCGC Datsun ini.

Ketiga, Nissan dapat mengucurkan dana pada divisi pemasaran. Pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan. Banyak orang yang kurang mengenal produk LCGC dari Nissan ini. Jika Nissan gencar melakukan promosi, masyarakat Indonesia akan mengenal mobil LCGC dari Nissan ini.

Nissan harus beradaptasi dengan selera dari masyarakat Indonesia sendiri jika ingin kembali ke dalam pasar otomotif Indonesia. Mereka bisa mencontoh perusahaan otomotif lain asal Jepang seperti Toyota dan Honda. Menjadikan perusahaan tersebut sebagai inspirasi dapat membuat Nissan Datsun mendominasi pasar mobil LCGC di Indonesia.

SUMBER

“Data Penjualan LCGC, Datsun dan Suzuki Karimun Posisi Buncit”. Otodetik . November 7, 2019. Diakses pada 28 Februari 2020.

“Nissan to End Production of Datsun Cars in Indonesia”. TheJakartaPost . November 25, 2019. Diakses pada 28 Februari 2020.

“Datsun Kibarkan Bendera Putih di Indonesia”. CNBC Indonesia. November 26, 2019. Diakses pada 28 Februari 2020.

“Ternyata Ini yang Bikin Nissan Setop Produksi Datsun di RI”. CNBC Indonesia. November 25, 2019. Diakses pada 28 Februari 2020.

Referensi Buku

Kotler, P. and Armstrong, G. (2018), Principles of Marketing, 17th ed. Harlow, UK: Pearson Education Ltd.

Penulis

Ryan Moses Nathael

Radityo Dwi Laksono

Ramadhan Lutfhi Prakosa (Kelompok : Superhero learn to fly)


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
HawkEyes

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format