Sambal Tomat Bi Rudi, The Next Sambal Bu Rudy from Desa Banjar Iseh, Bali

Desa Banjar Iseh, desa dengan komoditas cabai yang memiliki prospek untuk memproduksi sambal dalam kemasan botol


16
1 share, 16 points

Desa Banjar Iseh

Desa Banjar Iseh merupakan suatu desa yang terletak di Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Terletak jauh dari keramaian seperti Kuta, Seminyak, dan Denpasar, Desa Banjar Iseh berada di Bali bagian Timur, tepatnya di selatan Gunung Agung. Desa Banjar Iseh merupakan desa budaya yang masih menganut budaya asli Bali yang telah diturunkan melalui beberapa generasi. Setiap tahunnya, semua warga di Desa Banjar Iseh selalu berpartisipasi dalam semua kegiatan adat seperti Galungan, Kuningan, dan juga Ngaben. Tak heran banyak warga dari Desa Banjar Iseh yang bisa memainkan alat – alat musik tradisional yang sering digunakan dalam acara adat.

Walaupun kebudayaan Bali dapat dilihat oleh turis sebagai pusat perhatian yang menarik, namun pada nyatanya untuk Desa Banjar Iseh sendiri merasa relatif sulit dalam melakukan mata pencaharian di sektor pariwisata. Selain karena lokasinya yang cukup jauh dari destinasi – destinasi turis lainnya, kebudayaan Bali di Desa Banjar Iseh memang sudah melekat dan menjadi bagian kehidupan sehari – hari dari masyarakat Desa Banjar Iseh itu sendiri. Warga Desa Banjar Iseh selalu menunjukkan keramahannya kepada turis yang datang ke desa mereka, dan selalu menjelaskan kebudayaan mereka secara ikhlas dan cuma – cuma. Sehingga mengkomersilkan kebudayaan bukan termasuk pilihan mata pencaharian utama mereka. 

Pada tahun 2015, salah satu anggota dari Tim AK – 47 melakukan survei dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Banjar Iseh tersebut. Dari hasil survei, didapatkan informasi bahwa sebagian besar warga Desa Banjar Iseh bermata pencaharian sebagai petani. Banyak dari petani – petani tersebut, melanjutkan sawah atau kebun yang diturunkan oleh orang tuanya, yang juga merupakan petani di generasi sebelumnya. 90 persen dari petani ini memiliki kebun cabai, sehingga cabai menjadi komoditas utama dari Desa Banjar Iseh ini. Namun yang menjadi permasalahan utama pada petani – petani cabai di Desa Banjar Iseh adalah adanya harga jual cabai yang sangat fluktuatif, sehingga pendapatan para petani cabai sangat terpengaruh oleh adanya perubahan harga cabai yang ekstrim. 

Setelah melakukan diskusi dengan tim, ditetapkan tujuan utama untuk Desa Banjar Iseh adalah membangun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang memproduksi dan menjual sambal dalam kemasan botol. Hal ini bertujuan untuk mengatasi harga jual cabai yang fluktuatif, dan menjual sambal yang harganya bisa ditentukan sendiri dan lebih stabil. Dengan adanya pengaturan harga dari produsen, diharapkan para petani cabai juga bisa mendapatkan keuntungan yang lebih.

Pada tahap pertama, dilakukan Uji Sensoris pada 8 sampel sambal dengan jenis sambal yang berbeda, yang dibuat oleh 8 ibu rumah tangga atau pengusaha cabai yang berasal dari Desa Banjar Iseh. Penilaian sensoris dilakukan oleh 17 orang panelis, dengan asal daerah yang berbeda – beda juga. Panelis diminta untuk mengevaluasi sampel tersebut menggunakan poin dengan skala dari 1 (sangat tidak suka) hingga 10 (sangat suka). Kerupuk disediakan untuk mencoba setiap sampel sambal, dan air putih untuk mencuci mulut setelah mencoba setiap sampel. Data yang dihasilkan kemudian dijumlahkan dan dicari nilai mean (rata – rata) tertinggi. Hasil disajikan dalam tabel sebagai berikut:

No

Nama

Jenis Sambal

Nilai Mean (Rata – Rata)

1

Rudi

Sambal Tomat

7.35

2

Jero Padmi

Sambal Kelapa

6.29

3

Gusti

Sambal Kacang

6.35

4

Gusti Ayu Tama

Sambal Kukus

6.47

5

Nyoman

Sambal Tomat

6.76

6

Wayan Mantok

Sambal Kacang

6.72

7

Komang Laskmi

Sambal Tomat

6.64

8

Jero Wiraga

Sambal Matah

6.5

Dari hasil di atas, sampel sambal dengan nilai tertinggi diraih oleh Bi Rudi, dengan jenis sambal tomat dan nilai rata – rata sebesar 7.35. Sehingga resep Bi Rudi adalah resep yang akan dijadikan acuan dalam memproduksi sambal khas Desa Banjar Iseh.

Bi Rudi

Produk yang akan di produksi adalah “Sambal Tomat Bi Rudi”, sambal ini dimasak tanpa menggunakan bahan kimia dan menggantinya dengan bumbu sambal khas indonesia yang memiliki rasa yang orisinil. Menu dan level dapat dipilih sesuai dengan selera konsumen tanpa adanya penambahan harga pada level yang lebih tinggi agar konsumen merasa puas akan Sambel Tomat Bi Rudi ini. Keunggulan produk Sambal Tomat Bi Rudi Sesuai dengan lidah orang pribumi, cabainya fresh karena bu Rudi ini memetik langsung dari kebunnya dan juga bu rudi mempunyai racikan sendiri sehingga sambal tomat Bi Rudi beda dari yang lain.

Rencana operasional Sambel Tomat Bi Rudi:

SWOT

Rencana pembuatan produk ini adalah menawarkan rasa sambal yang lezat dengan harga yang bersahabat. Bahan bahan terbuat dari tomat yang berasal dari desa setempat untuk mempermudah proses produksi. Berikut ini adalah analisis SWOT dari produk sambal Bi Rudy. 

Strength 

  • Menonjolkan citarasa Indonesia  
  • Harga yang terjangkau 
  • Pengemasan produk yang menarik

Weakness 

  • Bahan baku yang fluktuatif karena tergantung musim  tumbuhnya tomat dan tidak semua tomat lolos uji kualitas. 
  • Proses produksi dilakukan secara konvensional 

Opportunity 

  • Masyarakat indonesia yang sangat menyukai rasa pedas
  • Taraf gaya hidup masyarakat indonesia yang meningkat 
  • Masyarakat Indonesia yang sudah sadar mengonsumsi makanan berbahan non kimia

Threat

  • Banyak saingan yang membuat produk serupa
  • Rawan terjadi sabotase dari pihak luar dan internal. 

Untuk menjaga usaha Bi Rudy ini tetap awet dan tahan lama maka akan dibuat strategi perusahaan yaitu: 

  • Menjaga citarasa supaya pelanggan selalu menikmati produk yang disajikan.
  • Memberikan pelayanan yang menarik, tujuannya pelanggan datang kembali, dan merekomendasikannya kepada orang lain. 
  • Memilih lokasi yang strategis supaya pelanggan dapat dengan yaman berbelanja. 
  • Menawarkan diskon dalam setiap hari perayaan tertentu agar pelanggan selalu menantikan dan mengawasi produk kami.

Gambaran umum Sambal Tomat Bi Rudi :

Segmentasi : Geografi yang diambil yaitu wilayah Bali khususnya Karangasem yang mana Karangasem sebagai tempat pertama pengenalan produk. Untuk segi demografi variabel yang digunakan yaitu kelompok usia remaja, tingkat pendapatan rata-rata dan diatas rata-rata, serta gaya hidup yang memungkinkan masyarakat untuk mencoba kuliner dengan citarasa dan tren baru. 

Targetting : Masyarakat dengan target utama remaja dengan analisa bahwa banyak dari remaja yang menyukai nasi goreng dan makanan yang cenderung pedas, selain itu, remaja juga memiliki rasa keingintahuan yang tinggi atas suatu produk baru yang memiliki konsep baru dan unik sehingga pasar utama remaja sangat cocok untuk bisnis makasnan ini. Tapi tidak menutup kemungkinan ditargetkan untuk segala umur mengingat makanan yang akan kami tawarkan ini akan disajikan menggunakan bahan alami dengan harga yang bersahabat.

Positioning : Produk kami memposisikan dirinya sebagai sebagai makanan sehat dimana bahan yang digunakan adalah bahan-bahan alami yang tidak membahayakan konsumen dengan citarasa khas Nusantara.

Marketing Strategy

Dengan menggunakan Marketing Mix 4P, dapat dijabarkan strategi marketing sebagai berikut:

Produk : Sambal Tomat Bi Rudi adalah sambel tomat sehat dimana pembuatannya tanpa menggunakan saus yang mengandung bahan-bahan kimia yang dapat membahayakan tubuh konsumen. Sebagai penggantinya, kami menggunakan bahan-bahan sambal yang ada di berbagai daerah di Indonesia dengan begitu konsumen akan dapat menikmati sambal tomat dengan citarasa khas sambal nusantara, terdapat beberapa menu sambal tomat dan level yang dapat disesuaikan dengan selera pembeli. 

Price: Harga Sambal Tomat Bi Rudi akan dibandrol dengan harga yang terjangkau yaitu Rp.22.599,- 

Place: Kedai pertama sebagai tempat awal pengenalan akan ditempatkan di warung Bi Rudi yaitu di pintu masuk Desa Banjar iseh yang merupakan desa di Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali yang akan buka pada sore pukul 08.00 sampai malam pukul 22.00 

Promosi: Promosi yang akan dilakukan melalui media sosial, gratis makan sambal saat pembukaam awal gerai selama tiga hari, promosi dengan memanfaatkan word of mouth, pemberian harga promo atau potongan harga pada hari tertentu dan pemberian diskon 10% untuk mahasiswa yang membeli min 10 botol.

Best Practice

Best Practice yang telah terbukti berhasil, dapat kita lihat pada usaha bisnis Sambal Bawang Bu Rudy. Bu Rudy dengan nama asli Lanny Siswadi, merupakan pemilik dan pencetus Sambal Bawang Bu Rudy yang saat ini sangat terkenal dan sudah menjadi salah satu pilihan sebagai oleh-oleh dari kota Surabaya, Jawa Timur. Kesuksesan bisnis Sambal Bawang Bu Rudy dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain:

Word of mouth marketing

Bu Lanny tidak pernah memasang iklan, promosi atau apapun semua orang tahu dari mulut ke mulut dikarenakan sangat efektif, apalagi bisnis produk kuliner. Disaat makanan itu rasanya enak, maka secara tidak langsung cerita itu memengaruhi orang untuk mencicipi makanan tersebut.

Memperluas jaringan distribusi lewat reseller

Guna memperluas jaringan penjualan sambal Bu Rudy, Lanny memanfaatkan sistem reseller alias perantara.

Jualan camilan

Bisnis yang digeluti tidak hanya Sambal Bu Rudy, melainkan oleh – oleh.

Tetap konsisten jalani bisnis warung makan

Meski sudah sukses dengan sambalnya tetap menjalankan bisnis warung makannya

Gak neko-neko soal kemasan

Mencoba lebih kreatif dengan kemasan unik, bu Lanny lebih memilih botol sambal yang sama untuk bertahun-tahun dan tidak mau repot-repot keluar biaya untuk desain botol yang aneh

Mempertahankan kepuasan pelanggan

Bu Lanny sangat konsisten pada urusan memberikan sambal yang segar kepada pelanggannya. Kualitas sambal pun perlu dipertahankan oleh Lanny.

Sambal Bu Rudy, sejak dulu “ya begitu”

Mereka tidak pernah ganti logo, ganti gambar di kemasan, dan botolnya terpampang foto bu Lany sehingga itu menjadi sebuah brand kuliner legendaris asal kota pahlawan yang patut dijaga sebaik mungkin. Oleh karena itu, pelanggan dengan mudah membedakan dengan mudah mana sambal bu Rudy yang palsu dan yang asli.

Tidak usah ambil pusing soal kompetitior, rezeki sudah ada yang ngatur

Lanny tidak ambil pusing dalam hal kompetisi bisnis. Menjaga kualitas sambal legendaris, sudah mendapatkan omset miliaran rupiah yang sangat jarang bisa dinikmati para pengusaha

Reference:

Rachmawati, A; Rachmania, V; Rofiqi, M. 2017. Business Plan Example for Business Plan Competition. BPC: Surabaya

Wicaksono, D.T. 2015. Penilaian Jenis Sambal Tradisional Berdasarkan Uji Sensoris. Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta

https://lifepal.co.id/media/mau-bisnismu-sesukses-sambal-bu-rudy-8-jurus-rahasianya/

https://www.cermati.com/artikel/sambal-bu-rudy-jadi-ikon-sambal-legendaris-dari-surabaya-begini-sejarahnya

https://www.cermati.com/artikel/sambal-bu-rudy-jadi-ikon-sambal-legendaris-dari-surabaya-begini-sejarahnya

Team AK-47:

Dimas Triadi Wicaksono

Karien Naila Sa’adah K

Muna Mufiidah

Sakti Gringsing Songgolangit


Like it? Share with your friends!

16
1 share, 16 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
14
Genius
Love Love
8
Love
OMG OMG
15
OMG
Win Win
5
Win
TeamAK47

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format