Ternyata Inilah Penyebab Konten yang Mendidik Sepi Penonton

Jumlah penonton pada konten yang mendidik ini cenderung sepi dan jelas tidak sebanding dengan konten kurang mendidik yang viral


0

Youtube sekarang ini merupakan salah satu platform streaming yang paling sering digunakan saat ini. Bisa dilihat, sekarang kebanyakan penonton televisi mulai beralih ke platform Youtube di Indonesia dan negara-negara di seluruh dunia. Popularitas tinggi tersebut akan Youtube dilatarbelakangi oleh meningkatnya nilai guna platform berbagi video tersebut di pengguna internet. Pengguna internet mengunjungi YouTube bukan hanya untuk mendapatkan hiburan, tetapi juga untuk belajar atau mendapatkan informasi.

Hal ini dibuktikan dari hasil penelitian. Dari segi kuantitas penonton, YouTube sudah mulai menyaingi televisi sebagai sarana media yang paling sering diakses orang Indonesia. Dari 1.500 responden yang terlibat dalam penelitian, 53 persen menyatakan mengakses YouTube setiap hari, dan 57 persen menyatakan menonton televisi setiap hari. Jumlah pengguna Youtube yang bertambah juga diikuti dengan meningkatnya jumlah content creator Indonesia. Hampir setengah content creator di dunia berasal dari Indonesia dengan rentan usia 15 – 30 Tahun.

Sekarang bisa dilihat bahwa konten yang sering ditonton oleh masyarakat Indonesia adalah konten hiburan yang tidak memiliki manfaat dan kurang mendukung. Hal ini membuat para content creator seakan-akan berlomba-lomba mengupload konten serupa walaupun kurang bermanfaat dan mendidik. Seperti yang kita ketahui kebanyakan genre konten yang paling populer di Indonesia  sekarang dan digunakan adalah Vlog, Game, musik dan masih banyak lagi. Disini contoh konten yang diambil adalah tentang musik dari Akun YouTube Vanessa Angel TV akun yang memiliki subscriber lebih dari 104 rb subscriber ini baru saja mengunggah konten video clip musik beberapa bulan lalu dengan judul Aron Ashab dan Vanessa Angel “MAMPIS” ( Mamam Pisang )  yang sekarang telah ditonton  lebih dari 925 rb pengguna YouTube. Padahal bisa dilihat dari single lagu yang dikeluarkan sangat tidak mendidik untuk anak-anak maupun remaja sekarang. Dalam video youtube tersebut Vanessa Angel bersama Aron Ashab terlihat videoclip tersebut mengarah pada konten dewasa. Selain itu dalam video clip tersebut juga terlihat Vanessa Angel yang berpenampilan terlalu terbuka. Meskipun begitu Vanessa Angel dan Aron Ashab tidak terlalu memikirkan hal itu. Dalam suatu wawancara  seperti yang dikatakan oleh Batam Tribunnews tentang video clip yang dia buat  “Vanessa Angel menjawab tidak ingin menghilangkan kesan sensual dan seksi dalam video clip lagu tersebut” padahal dalam video clip musik tersebut sangat tidak mendidik untuk anak-anak maupun generasi milenial sekarang dan orang dewasa. Selain lagu yang dinyanyikan dengan judul “MAMPIS” (mamam pisang) itu juga tidak memiliki manfaat sama sekali.

Aron Ashab & Vanessa Angel – MAMPIS (Mamam Pisang)

Konten YouTube kedua selain Mampis adalah Prank ojek online yang marak dilakukan oleh selebgram contoh salah satunya berjudul “ORDER MAKANAN 1.000.000 AKU CANCEL, CEWE CANTIK INI GAK MAU TAU! MAS INI NANGIS”. Dalam video tersebut, akun JOE RENY VLOG membuat social experiment dengan mengerjai salah satu driver ojek online dan menjadikan kesedihan driver sebagai momok yang pantas untuk dipertontonkan. Video tersebut tidak mendidik karena mempercontohkan hal yang tidak baik, pura-pura tidak mengaku menjadi pembeli dan setelahnya memberi sejumlah uang. Dalam suatu wawancara yang dilakukan oleh DetikNews, ojek online merasa rugi dengan adanya konten prank. “Kalau menurut saya kurang manusiawi, karena pertama, kita di-prank otomatis kita merasa dirugikan dong, kita merasa direndahkan. Kedua, yang nge-prank itu nantinya dapat keuntungan dong karena kan YouTuber kan. Jadi kalau menurut saya sih, sedang kekinian saat ini nge-prank-prank ojol menurut saya kurang manusiawi,” ucap driver online.

Riset pemasaran terhadap channel YouTube yang kurang mendidik tersebut adalah karena jumlah pengikut dalam akun JOE RENY VLOG sebanyak 2,18juta. Maka apabila terdapat video baru, para pengikut tersebut otomatis menonton sehingga video tersebut mendapatkan jumlah views yang banyak. Karena tren prank ojol marak terjadi, maka para penonton merasa tertarik untuk menonton aksi tersebut. Seperti data yang didapat dalam id.techinasia bahwa “Dengan mengikuti tren viral, kamu tidak perlu lagi menebak-nebak jenis konten apa yang akan populer, karena konten yang sedang viral pasti akan membantumu untuk mendapatkan lebih banyak view dari audiens.”

ORDER MAKANAN 1.000.000 AKU CANCEL, CEWE CANTIK INI GAK MAU TAU! MAS INI NANGIS

Untuk melihat lebih jelas elemen elemen yang terdapat pada dua video viral yang kurang mendidik tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Elemen Mampis Prank Ojol
Judul Menarik v v
Bahasa baku x x
Komunikatif x x
Mengikuti Tren v v

Selanjutnya, konten youtube yang akan kita bahas adalah konten yang mendidik akan tetapi tidak viral di masyarakat dengan jumlah penonton yang melihat pun sedikit. Contoh konten yang kita ambil adalah video berjudul “TIPS PERCAYA DIRI SAAT PRESENTASI” yang diunggah oleh akun youtube bernama Rencanamu.Video ini telah diunggah di youtube pada satu tahun yang lalu tepatnya tanggal 10 Januari 2019.Akan tetapi hingga saat ini,jumlah penonton video ini hanya 2,872.Padahal isi dari video ini sangat bermanfaat bagi banyak orang khususnya pelajar dan mahasiswa.Dalam video ini menjelaskan langkah langkah yang dilakukan agar memiliki rasa kepercayaan diri ketika presentasi.Hal ini tentunya sangat membantu para pelajar dan mahasiswa yang terkadang kurang percaya diri ketika presentasi.Terutama kurikulum yang berlaku saat ini banyak menerapkan presentasi di kelas sehingga rasa percaya diri perlu dimiliki.

Tips Percaya Diri Saat Presentasi

Untuk melihat elemen elemen yang terdapat pada video yang mendidik tersebut dapat dilihat dari tabel berikut ini:

Elemen Tips Percaya Diri Saat Presentasi
Judul Menarik x
Bahasa Baku v
Komunikatif v
Mengikuti Tren x

Jumlah penonton pada konten yang mendidik ini cenderung sepi dan jelas tidak sebanding dengan konten kurang mendidik yang viral sehingga menimbulkan pertanyaan mengapa konten yang mendidik ini malah kurang diminati oleh masyarakat.Untuk menjawab pertanyaan tersebut,kita dapat menggunakan teori marketing research.Teori marketing research adalah teori yang menjelaskan proses pengumpulan,analisis,dan pelaporan data yang berhubungan dengan situasi pemasaran yang dihadapi suatu organisasi.

Tahapan dalam melakukan marketing research sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi masalah dan tujuan penelitian

Masalah yang terjadi adalah kurangnya minat masyarakat terhadap konten yang mendidik.Sedangkan tujuan dilakukanya penelitan ini adalah untuk mengetahui penyebab kurangnya minat masyarakat terhadap  video yang mendidik.Dengan adanya penelitian ini, diharapkan mampu mengatasi permasalahan yang terjadi.

  1. Mengembangkan rencana penelitian untuk mengumpulkan dan menganalisis data

Setelah menemukan masalah yang terjadi,tahap selanjutnya adalah mengumpulkan berbagai informasi untuk penelitian pemasaran ini.Setelah mendapatkan informasi berupa data hal yang harus dilakukan adalah menganalisis data tersebut.Dalam tabel telah disajikan faktor faktor penyebab kurangnya minat masyarakat terhadap video yang mendidik.

  1. Mengimplementasikan rencana penelitian untuk mengumpulkan informasi

Dari informasi yang telah diperoleh,garis besar penyebab kurangnya minat masyarakat terhadap video yang mendidik adalah masyarakat kurang tertarik terhadap konten tersebut karena judul yang kurang menarik serta bahasanya terlalu baku sehingga menimbulkan kesan terlalu formal.

  1. Menyimpulkan hasil penelitian dari data yang ditemukan

Kesimpulan yang terdapat dari hasil penelitian yang telah dilakukan dengan berdasarkan data yang telah diperoleh penyebab kurangnya minat masyarakat terhadap konten mendidik adalah kontennya kurang menarik sehingga solusi yang dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan ini dengan membuat konten yang lebih menarik dari mulai judul sampai penyampaian isi dari konten tersebut.

Untuk mengatasi permasalahan kurangnya minat masyarakat terhadap video yang mendidik dapat dilakukanndengan melakukan solusi yang diberikan. Solusi yang dapat diberikan untuk mengatasi permasalahan tersebut sebagai berikut:

  1. Melakukan Promosi 

Terkadang konten yang mendidik memiliki jumlah penonton yang sedikit disebabkan kurangnya promosi.Banyak masyarakat yang mungkin tidak mengetahui adanya konten tersebut. Oleh karena itu perlu dilakukan promosi seperti sharing ke social media yang lain, menceritakan ke teman-teman, dll. Hal tersebut dapat dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui dan melihat konten tersebut.

  1. Mengikuti Perkembangan Zaman

Sekarang ini, perkembangan zaman semakin cepat dan modern mengakibatkan masyarakat juga terus berkembang sehingga hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap konten yang mendidik dengan terus mengikuti perkembangan zaman yang ada baik berupa tren maupun teknologi. Dengan mengikuti perkembangan zaman yang ada diharapkan minat masyarakat meningkat terhadap konten yang mendidik.

  1. Membuat Konten yang lebih Menarik

Masyarakat menyukai konten yang dikemas dengan ringkas dan rapi. Penyampaian isi konten tidak bertele-tele sehingga isi dari konten tersebut dapat disampaikan dengan baik. Agar konten yang mendidik tersebut tidak terlihat membosankan dapat diselingi hiburan agar tidak terlalu monoton.

  1. Menciptakan Konten yang Adaptif

Dalam menciptakan konten, harus diperhatikan selera yang sedang dan bisa dinikmati oleh masyarakat. Konten-konten yang atraktif dapat menarik perhatian masyarakat sehingga masyarakat dapat memberikan atensi yang lebih karena kontennya lebih menyambung dengan mereka.

  1. Kualitas dan Penampilan Konten harus diperhatikan

Banyak masyarakat yang tertarik menonton suatu video secara berkala atau terus-terusan karena memiliki editing yang bagus, oleh karena itu dengan pengemasan dan penampilan yang bagus dapat sangat menarik perhatian masyarakat.

  1. Pembuatan konten yang dibuat lebih komprehensif pada suatu materi

Konten yang dibuat secara konsisten membuat suatu ciri khas pada akun.Dengan adanya ciri khas akan menarik perhatian masyarakat sehingga minat masyarakat terhadap konten tersebut meningkat.

Referensi:

Kotler, P. and Armstrong, G. (2018), Principles of Marketing, 17th ed. Harlow, UK: Pearson Education Ltd.

Penulis:

Yusril Izha Mahendra 

Tabina Salsabila

Shofiyatus Syifa


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
1
OMG
Win Win
1
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format