Antara Konten Prank dan Bigo vs Konten Edukatif


-1
-1 points

Pada saat ini banyak website-website dan aplikasi yang popular di kalangan anak-anak hingga orangtua yang menampilkan hiburan berupa video. Dengan perkembangan teknologi yang pesat, saat ini semua orang mudah mengakses sesuatu dan memposting sesuatu. Tak sedikit yang menjadi pembuat konten (content creator). Tren video ini berimbas pada pemasaran. Karena banyaknya orang (konsumen) yang menghabiskan waktunya dengan menonton video yang disajikan melalui website maupun aplikasi seperti media social, sehingga mendorong para pemasar barang dan jasa menjadikan video online sebagai salah satu alat promosi. Hal tersebut juga ditegaskan oleh Bouman dan Rajionkari pada tahun 2017.

Salah satu media yang menjadi wadah untuk para content creator adalah Youtube. Youtube merupakan sebuah situs web untuk berbagi video. Situs web ini memungkinkan penggunanya untuk mengunggah (mengupload), menonton, dan berbagi video. Bahkan akhir-akhir ini Youtube sudah diupdate dan memiliki fitur live-streaming dan upload status atau yang dikenal dengan story. Berdiri pada 2005 hingga diadopsi oleh Google pada 2006 tentunya Youtube sudah dikenal oleh masyarakat luas. Youtube dengan sistem adsensenya menarik minat content creator untuk menghasilkan uang sambil menghibur penonton, menyalurkan hobi, dan lain-lain. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor Youtube ramai digandrungi oleh masyarakat luas dan menjadi lahan pendapatan bagi sebagian besar orang.

Permasalahan muncul ketika banyak dari konten-konten yang menimbulkan kontroversi dan kesan yang buruk. Dan pada saat ini di Indonsia, konten-konten seperti itulah yang gampang viral/terkenal. Ketika terdapat satu konten yang kurang berkesan baik tetapi viral, maka content creator lainnya juga menjadikan hal tersebut sebagai contoh/ inspirasi untuk menarik minat penonton sehingga jumlah penonton yang melihat hal tersebut melonjak naik. Karena apa yang sedang viral (tren) maka hal tersebutlah yang paling banyak diminati. Hal ini mengakibatkan konten-konten video yang berkesan baik, mengandung pesan positif, menyajikan konten yang informative dan berpendidikan menjadi tergesar dan kurang mendapat perhatian.

Salah satu Youtubers yang kami anggap memiliki konten yang berkesan baik adalah Putri Tanjung. Putri Tanjung menyajikan konten-konten yang inspiratif dengan mengundang motivator atau orang-oarang yang layak dijadikan inspirasi untuk sukses dan lain-lain. Konten ini terbilang mendidik dan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk anak-anak maupun remaja dalam meniti masa depannya. Namun, dari konten-konten tersebut, Putri Tanjung hanya mendapat paling sedikit 6318 penonton dan paling banyak 260.135 penonton. Jauh dari kata viral yang biasanya konten viral mempunyai paling sedikit 1 juta penonton.

Dibandingkan dengan video dari Efkahfajar dan davidbeatt, yang mengusung konten prank (davidbeatt) dan konten hiburan seperti live dari aplikasi bigo dan lainnya, kedua content creator ini mendapat penonton yang cukup banyak, rata rata diatas 1 juta penonton dengan konten yang terbilang mengandung unsur negatif. Maka dari itu, kami akan mencoba melakukan market research dengan objek konten-konten video Putri Tanjung. Mengapa konten PutriTanjung tidak bisa sepopuler/ several konten davidbeatt dan EfkahFajar?

Dalam riset mini ini, kami berlandaskan pada langkah-langkah yang dicantumkan dalam Kotler dan Armstrong,2017 yaitu:

  1. Defining the problem and research objectives
  2. Developing the research plan for collecting information
  3. Implementing research plan-collecting and analyzing the data
  4. Interpreting and reporting the findings.

Kami bertujuan untuk menganalisis teknik pemasaran dari konten davidbeatt, EfkahFajar, dan Putri Tanjung. Dan mencari solusi untuk meningkatkan jumlah penonton konten Putri Tanjung kami memakai pencarian data sekunder sebagai dasar dari analisis kami. Dan beberapa hal yang akan kami analisis adalah: indikator konten yang bermanfaat dan jenis-jenis konten yang memiliki penonton terbanyak di Youtube. Melalui mini riset yang kami lakukan, diharapkan kami dapat menemukan faktor yang menjadi penyebab minimnya jumlah likers, subscribes, dan penonton dari Putri Tanjung yang kemudian dapat dijadikan pertimbangan bagi individu lainnya untuk mengevaluasi konten mereka demi perkembangan yang lebih baik.


Video pada channel Davidbeat yang memiliki views terbanyak

Video pada channel Efkahfajar yang memiliki views terbanyak

Video pada channel Putri Tanjung yang memiliki views terbanyak

Mana yang lebih menarik antara Davidbeatt, Efkahfajar, dan Putri Tanjung?

Menilai mana yang lebih menarik, tidak dapat dilakukan secara objektif. Karena selera setiap orang terhadap kanal YouTube dan video yang ditontonnya itu berbeda-beda. Selera setiap orang dapat berbeda-beda tergantung dari pengalamannya secara kumulatif, minatnya, hobinya, bidang yang ia geluti, dan berbagai hal lainnya sehingga membentuk seleranya. Oleh karena itu, di sini Kami hanya akan memaparkan perbandingan antara ketiga kanal YouTube itu berdasarkan beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  1. Jumlah Subscribeers, Views Terbanyak, View Paling Sedikit
  2. Pembukaan dalam Video
  3. Thumbnail Video
  4. Animasi
  5. Musik yang Menarik
  6. Element of Surprise
  7. Lelucon atau Candaan
  8. Penggunaan Bahasa
  9. Durasi Video
  10. Konsistensi Publikasi


Davidbeatt

Efkahfajar

Putri Tanjung

Subscribers

326 ribu

1.39 juta

52,1 ribu

Views Terbanyak

20 juta

5,5 juta

624 ribu

Views Paling Sedikit

14 ribu

62 ribu

6,3 ribu

Thumbnail Video

Menarik & Konsisten

Menarik & Konsisten

Menarik tapi Tidak Konsisten

Animasi

-

V

-

Musik yang Menarik

Sekedar Backsound

Sekedar Backsound

Sekedar Backsound

Element of Surprise

Minimal 1 tiap Video

Tidak Ada

Tidak Ada

Lelucon atau Candaan

Banyak

Banyak

Sedikit

Penggunaan Bahasa 

Tidak Sopan dan Tidak Baku

Tidak Sopan dan Tidak Baku

Sopan dan Baku

Durasi Video

±9 menit

±13 menit

±9 menit

Konsistensi Publikasi

Tinggi

Sangat Tinggi

Sangat Rendah


Pembukaan dalam Video

Di kanal Davidbeat dalam video-videonya langsung ke isi kontennya. Jarang ada pembukaan (opening) untuk menyapa subscribers atau pengungkapan videonya akan berisi apa. Pada kanal Efkahfajar pembukaan di videonya berisi obrolan basa-basi dan mengungkapkan isi videonya akan memuat tentang apa. Pada pembukaannya ia sering mengungkapkan “Langsung aja pada intinya ….” Sedangkan pada kanal Putri Tanjung di awal videonya diberi sedikit cuplikan inti dari videonya itu apa, kemudian terkadang ada pengenalan dahulu orang-orang yang dimuat dalam videonya.

Thumbnail video 

Dari ketiga video tersebut, semuanya memiliki thumbnail yang menarik disegi desain. Namun, apabila diperhatikan lagi, thumbnail dari video-video Davidbeatt dan erkahfajar kebanyakan berwarna putih dan terkadang menggunakan warna kontras seperti ungu, merah, dan kuning, sehingga tampak mencolok. Apalagi kebanyakan video dari erkahfajar yang menggunakan warna ungu sehingga tampak mencolok dan penonton dapat lansung mengenali videonya dari pewarnaan thumbnailnya, sedangkan thumbnail milik Putri Tanjung bagus dari sisi desain, namun tidak konsisten, ada juga yang hanya berupa gambar saah satu video tanpa desain sama sekali. yang kurang tepat, thumbnail menjadi tidak mencolok.

Sisi lain yang mencolok juga terdapat pada penamaan judul pada video, di dalam video milik Davidbeatt dan erkahfajar mulai dari jenis font, ukuran font yang besar, dan pewarnaan font yang mencolok, sedangkan video milik Putri Tanjung kebanyakan tidak terdapat penulisan judul dan ketika ada, Antara video tersebut dengan videonya yang lain, berbeda format penulisannya.

Animasi 

Diantata ketiga video tersebut, hanya video dari erkahfajar saja yang mengandung animasi, sedangkan di dalam video Davidbeatt dan Putri Tanjung tidak ada sama sekali. Erkahfajar  menyelipkan beberapa animasi bergerak di pertengahan percakapan dengan pengguna lain dari ome.tv guna menghibur penonton dengan candaan yang menarik.

Musik yang menarik 

Ketiga video menggunakan jenis penyisipan musik yang sama. Ketiga Video memutar musik dengan volume kecil disepanjang video dengan tujuan yang sama, yaitu sebagai bacsound saja.

Element of Surprise

Menurut kamus Mirriam Webster4, element of surprise adalah karakter dari sesuatu yang bersifat mengejutkan dan tidak diduga. Dalam masing-masing dari ketiga video yang kami analisis, semuanya memiliki element of surprise.

Dari video Davidbeatt, element of surprise muncul ketika sang wanita yang menjadi subjek pada akhirnya memilih mencium bagian pipi. Sembari menuju titik tersebut, David menoleh kearah pipi yang akan dicium oleh wanita tersebut. Menurut perspektif kami saat melakukan perhitungan, terdapat sedikitnya 1 element of surprise dalam konten video Davidbeatt.

Sedangkan jumlah element of surprise dalam video erkahfajar tidak ada. Videonya hanya berupa penggunaan ome tv dengan pengguna yang lain Namun, minimnya element of surprise ini tertolong oleh sering bergantinya subjek pengguna lain. Sehingga penonton tidak bosan dan selalu dibuat penasaran dengan pengguna yang dihubungi selanjutnya.

Hal ini tidak ditemukan pada konten video Putri Tanjung. Karena berdasarkan pengamatan kami, tidak ada element of surprise dalam video ini. Namun, menurut kami,  tidak semua konten video harus mengandung unsur element of surprise karena sebuah video bias saja tetap menarik dengan kontennya tanda harus terdapat elemen tersebut. Meskipun begitu, element of surprise lebih baik dihadirkan agar penonton dapat terpantik minatnya.

Lelucon/ candaan 

Berdasarkan analisa kami, konten video Putri Tanjung hanya sedikit mengandung unsur candaan, disisipkan di pertengahan obrolan dan diakhir video. Dan candaanya hanya berupa obrolan kecil, hal tersebut disebabkan oleh jenis konten yang memang sebagai sarana menambah ilmu dari seorang tokoh, namun pemilihan bahasa yang digunakan sangat sesuai dengan bahasa pasar yang akan dituju, yaitu milenial. Sedangkan pada kanal Davidbeatt dan Efkahfajar, memang sering ada lelucan atau candaannya. Tetapi lelucon atau candaan yang ada pada kedua kanal tersebut lebih pada lelucon atau candaan untuk orang-orang dewasa. Memang sesuai denga nisi konten pada video mereka yang diperuntukkan untuk orang dewasa dan tidak mendidik, hanya sebagai hiburan.

Penggunaan Bahasa

Pada Kanal Davidbeatt dan Efkahfajar, mereka menggunakan Bahasa keseharian anak-anak muda, yang cenderung sering tidak baku, bahkan menggunakan kata-kata yang kurang sopan. Sesuai denga isi konten video-video mereka yang tidak berbobot dan hanya sekedar hiburan. Sedangkan pada kanal Putri Tanjung, bahasa yang digunakan adalah bahasa yang sopan dalam kehidupan sehari-hari, dan menggunakan bahasa yang baku sesuai dengan tema isi kontennya yang cenderung berbobot dan edukatif atau sekedar sharing ilmu.

Durasi Video

Durasi video pada kanal Davidbeatt tidak konsisten, terkadang hanya 4-5 menit, tapi ada juga yang 10-15 menit. Tetapi secara rata-rata kurang lebih 9 menit. Sedangkan pada kanal Efkahfajar bisa dibilang lebih konsisten, tiap videonya lebih dari 10 menit, dengan rata-rata 13 menit. Sedangkan pada kanal Putri Tanjung, juga tidak konsisten. Ada yang hanya 2-4 menit, tapi pada videonya yang Short Movie berdurasi 15-25 menit. Dengan rata-rata durasi video pada kanal Putri Tanjung kurang lebih 9 menit juga.

Konsistensi Publikasi

Pada kanal Davidbeat publikasi konten cukup konsisten, dengan intensitas dapat mencapai 3 video per bulan, walaupun pada akhir tahun 2018 hingga tahun 2019 sempat tidak ada konten. Sedangkan pada kanal Efkahfajar publikasi konten sangat intensif, hingga per bulan dapat mencapai 13 kali posting. Dengan rata-rata 8-10 kali posting per bulan. Sedangkan pada kanal Putri Tanjung intensitas publikasi sangat rendah. Bahkan postingan video terakhir sudah sekitar 10 bulan yang lalu.

Kesimpulan

Beberapa kreator youtube sudah berusaha untuk menampilkan video dengan konten positif dan aman,  video tersebut mencakup banyak topik yang dapat dimanfaatkan untuk belajar dan menambah wawasan. Namun masyarakat biasanya lebih mencari hiburan atau menonton video yang mereka sukai. Video yang disukai ini  cenderung bersifat negatif yang mana lebih menarik untuk dikonsumsi masyarakat termasuk anak-anak di bawah umur, sehingga muncul tren seperti penggunaan kata kasar ataupun hal yang tidak pantas lainnya dalam video tersebut.

Saran

Sebaiknya masyarakat lebih memilah tontonan yang ada karena makin beragamnya konten yang bersifat baik maupun buruk. Pilihlah konten yang baik yang sesuai dengan norma yang ada di masyarakat itu sendiri. Dan jadikanlah youtube sabagai sarana mencari informasi, sarana berkreasi, dan pengembangan kreatifitas.  Youtube memang bermanfaat, tapi juga bisa membuat penggunanya tidak terkendali.


Referansi :
Kotler, P. and Armstrong, G. (2018), Principles of Marketing, 17 th ed. Harlow, UK : Pearson Education Ltd.

https://www.youtube.com/channel/UCgcLbjlTf29gnyi1-vpRrGg/videos?view=0&sort=p&flow=grid
https://www.youtube.com/channel/UCfJ_G61McpaC2A5QySQFNtg/videos?view=0&sort=p&flow=grid
https://www.youtube.com/user/putritanjung2209/videos?view=0&sort=p&flow=grid

Alpha Squad :

  1. Faqih Ahmad M.
  2. Lawita Wanda Sasmita
  3. Afifah Della S
  4. Hilmi 'Afif Kautsar

Like it? Share with your friends!

-1
-1 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
AlphaSquad

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format