Hal yang Membuat Konten Negatif Lebih Diminati daripada Konten yang Bermanfaat

Seringkali kita temui video video nirfaedah memenuhi kolom trending Youtube di Indonesia, namun mengapa konten yang lebih bermanfaat jarang menguasainya?


0

Youtube adalah sebuah situs web berbagi video yang dibuat oleh tiga mantan karyawan PayPal pada Februari 2005. Situs web ini memungkinkan pengguna mengunggah, menonton, dan berbagi video.Perusahaan ini berkantor pusat di San Bruno, California, dan memakai teknologi Adobe Flash Video dan HTML5 untuk menampilkan berbagai macam konten video buatan pengguna/kreator, termasuk klip film, klip TV, dan video musik. Selain itu, konten amatir seperti blog video, video orisinal pendek, dan video pendidikan juga ada dalam situs ini. (Sumber: wikipedia)

Youtube menjadi pilihan yang lebih menarik ketimbang televisi bagi banyak orang saat ini. Pada kenyataannya memang Youtube memberikan pilihan tontonan yang sangat beragam kemudahan dalam mengaksesnya maka tak heran jika saat ini sudah banyak yang beralih dari siaran TV ke Youtube, terutama di daerah perkotaan. Dari kebebasan memilih tontonan itu pula kita dapat melihat minat masyarakat terhadap konten apa yang lebih digemari dan lebih populer. Sayangnya, secara presentase konten yang cenderung negatif sering lebih ditonton ketimbang konten yang seharusnya memiliki manfaat lebih bagi masyarakat. Namun apa menyebabkannya?

Kali ini kita akan membahas mengenai kreator konten youtube yang memiliki konten cenderung negatif tetapi digemari masyarakat untuk ditonton sedangkan ada konten yang positif tetapi tidak terlalu terlihat atau terabaikan. Apa saja faktor yang dimiliki konten yang cenderung negatif itu sedangkan tidak oleh konten positif? Kami akan memberi 8 pertimbangan faktor yang akan digunakan dalam membandingkan 3 channel yang akan kita bahas yakni thumbnail, judul, tema konten, konsistensi upload, popularitas kreator, karakter kreator, animasi & editing, dan musik.

Ketiga channel yang akan kita bahas adalah :

1. Qorygore 

Qory, pria kelahiran 9 Desember 1991 adalah seorang creator video online dengan channel YouTube Qorygore Channel. Qory yang juga punya prestasi dalam olahraga basket ini adalah creator yang fokus dalam konten seperti cover musik, review & walkthrough games dan vlog. Pria asal kota Bogor ini juga pandai memainkan alat musik Drum. Saat ini, Qory juga sedang mengembangkan dirinya sebagai seorang musisi lewat lagu-lagu originalnya. Qory memiliki semboyan untuk para fans nya yaitu “skuyliving” ,dan mengajarkan semua orang untuk selalu santai dalam menghadapi sesuatu.dalam konten qorygore ini banyak yang mengandung konten-konten dewasa yang tidak baik untuk anak-anak seperti, bermain bigo live, bermain game sambil mengucapkan kata-kata kasar dan lain sebagainya.

2. Picky Picks

Bimo Putra Dwitya merupakan salah satu YouTuber yang bisa kamu tonton di channel Youtube Picky Picks.Bimo tak sendiri dibalik channel Youtube Picky Picks, ia bersama seorang temannya bernama Dika. Nah, di Picky Picks kamu bisa melihat bagaimana Bimo dan Dika mengemas video menjadi menarik. Ada banyak video yang bisa kamu tonton, beberapa di antaranya video challenge dan reaction. Tetapi konten-konten nya ini mengacu pada yang berbau seksual, seperti reaction perempuan sexy , menggunakan kata-kata yang kasar dan berbau pornografi.

3. Bagi Ilmu

Channel yang dulunya bernama "Kuliah Hak Segala Bangsa" atau disingkat KHSB ini memberikan pengetahuan tentang perkuliahan seperti, cara berwirausaha, perekonomian, data system dan lain-lain. Konten-konten yang di share ini sangat bermanfaat untuk masyarakat tetapi kurang adanya respon dari masyarakat seperti dua channel sebelumnya. Hingga saat ini channel Bagi Ilmu memiliki perkembangan yang relatif stagnan bahkan sedikit menurun.


Langsung saja mari kita lihat pertimbangan faktor faktor yang ada pada video channel tersebut untuk memncari tahu apa yang membuat popularitas ketiganya begitu jauh!


Thumbnail


Apabila dilihat sekilas, tampilan thumbnail pada channel Qorygore dan Picky Picks terlihat mirip. Bisa dibilang konsep desain thumbnail kedua channel tersebut hampir sama, yaitu dengan menampilkan closeup wajah yang cukup ekspresif. Background foto yang digunakan sebagai thumbnail kedua channel ini sama-sama mengandung komposisi warna yang abstrak. Meskipun begitu, sentuhan font color pada kata-kata yang diletakkan di thumbnail sedikit berbeda. Pada beberapa konten terbaru yang di-upload, Qorygore lebih banyak menggunakan warna kuning dan warna yang senada, yaitu oranye. Sedangkan Picky Picks cenderung menggunakan warna yang monochrome, yaitu warna putih. Picky Picks juga menggunakan foto yang cukup vulgar di beberapa thumbnail videonya. Konsep thumbnail seperti ini memudahkan penonton untuk membedakan video karena thumbnail setiap video terlihat cukup berbeda.

Lain hal dengan channel Bagi Ilmu, konsep thumbnail yang digunakan terlihat memiliki satu template yang sama. Sehingga ketika kita membuka channel Bagi Ilmu, video yang diunggah terlihat rapi karena memiliki komposisi yang mirip. Yang membedakan adalah potret wajah yang terpampang di thumbnail. Dibandingkan dengan Qorygore atau Picky Picks, wajah-wajah di channel Bagi Ilmu cenderung kurang ekspresif dan tidak mencitrakan atau menggambarkan isi konten video. Bagi penonton yang tidak teliti, mereka mungkin mengalami kesulitan dalam membedakan video-video di Bagi Ilmu karena thumbnail yang sekilas mirip-mirip.


Judul

Baik gaya penulisan judul Qorygore dan Picky Picks, keduanya cukup persuasif. Terdapat persamaan yang dapat dilihat pada gaya bahasa judul-judul video yang diunggah oleh Qorygore dan Picky Picks. Keduanya menggunakan bahasa informal dan mengandung kata-kata slank, tidak baku, dan beberapa istilah kekinian. Ejaan dan tata bahasa juga tidak diaplikasikan dengan benar. Pada channel Qorygore, judul video kebanyakan lebih panjang dan terdapat tagar. Sementara judul-judul video Picky Picks cenderung lebih singkat dan lebih mudah dibaca. 

Sedangkan channel Bagi Ilmu menggunakan bahasa yang lebih formal, cenderung to the point menuju inti isi konten video, dan menggunakan ejaan dan tata bahasa yang baku. Namun gaya judul seperti ini dapat menimbulkan kesan membosankan. Persamaan ketiga channel ini adalah semua channel menggunakan judul yang menggambarkan isi konten.


Tema Konten

Bagi Ilmu mengusung  tema konten yang terfokus pada teori-teori ilmiah, akademis, dan bermacam pengetahuan yang relevan dengan kehidupan. Semua konten Bagi Ilmu sejauh ini masih berbau ekonomi dan manajerial. Hal ini menjadikan Bagi Ilmu merupakan channel Youtube yang edukatif. Lain hal dengan Qorygore dan Picky Picks yang kontennya cenderung kreatif dan variatif, namun masih termasuk ke dalam spektrum entertaining. Tema yang diusung Qorygore dan Picky Picks berada di seputar gaming, reaction videos, dan vlog. Qorygore juga sering mengunggah konten horor. Baik Qorygore dan Picky Picks pernah membuat konten yang sensual dari segi tema, judul, maupun thumbnail.


Konsistensi Publikasi Video

Dilihat dari konten-kontennya yang terbaru, Qorygore terbilang konsisten dalam mengunggah konten yang ia buat, yaitu satu atau dua kali dalam seminggu.

Begitu pula dengan Picky Picks. Channel ini juga terbilang konsisten mengunggah video dengan jumlah unggahan satu sampai dua video di setiap minggunya.

Terakhir, Bagi Ilmu memiliki konsistensi publikasi yang cukup konsisten, namun dengan interval yang sedikit lebih lama. Satu video dapat diunggah dalam satu sampai dua minggu per kontennya.


Meski demikian, beberapa periode sebelumnya Bagi Ilmu pernah mengalami konsistensi publikasi yang berbeda dengan konten-kontennya yang terkini. Bagi Ilmu pernah mengunggah video dengan rentang dua sampai tiga bulan per konten. Yang mana rentang waktu ini tergolong cukup lama. Mengingat channel Bagi Ilmu ini belum besar, satu bulan saja bisa berpengaruh terhadap perkembangan channel karena faktor audience yang mungkin sudah lupa, atau bosan menunggu.


Popularitas Kreator

Melihat popularitas ketiga kreator menjadi suatu hal yang menarik dikarenakan pada awalnya sebelum merintis konten di Youtube justru kreator channel Bagi Ilmu memiliki sedikit basis popularitas yang lebih ketimbang kedua channel yang saat ini lebih terkenal. Qory ”Qorygore” dan Bimo “Picky Picks” belum memiliki popularitas yang berarti sebelum masuk ke ranah Youtube, sedangkan Rangga “Bagi Ilmu” bersama istrinya sudah beberapa kali menulis novel best seller yang kemudian mendapatkan adaptasi yang tak kalah populer juga seperti “99 Cahaya di Langit Eropa”, “Hanum & Rangga”, dan “Bulan Terbelah di Langit Amerika”. Pada saat channel masih bernama “Kuliah Hak Segala Bangsa” atau disingkat KHSB diisi hanya oleh Dr. Rangga Almahendra, S.T., M.M. dan kini setelah branding ulang menjadi "Bagi Ilmu", konten mulai diisi oleh ahli di bidang lain. Meski begitu, belum ada peningkatan popularitas yang bersifat kausal dari perubahan itu. Justru rata rata views yang didapatkan channel menurun dari yang awalnya 3.300 - 116.000 kini turun menjadi 100 - 6.000.


Karakter Kreator

Semua channel memiliki karakter pembawaan yang berbeda satu sama lain. Qory memiliki pembawaan yang ekspresif dan berenergi, Bimo memiliki pembawaan cukup tenang tapi konyol, dan pengisi pada channel Bagi Ilmu semuanya terkesan sangat kaku jika dibandingkan dengan Qory dan Bimo. Bahkan Rangga yang berusaha membawakan konten dengan ramah dan lucu pun masih sangat terasa kaku seakan akan terpaku dengan naskah dan tidak alami. Kami rasa pembawaan yang santai dan nyaman ditonton yang dimiliki Qory dan Bimo menjadi poin plus yang besar bagi konten channel Qorygore dan Picky Picks yang memang jauh lebih populer.


Animasi & Editing

Dalam hal ini  emang sudah terasa mana channel yang lebih populer jika melihat kondisi saat ini. Maka dari itu akan lebih fair dan akurat jika perbandingan diukur pada masa dimana ketiga channel masih sama sama pada fase berkembang. Qorygore mulai populer pada sekitar Bulan Oktober 2017, Picky Picks mulai populer pada sekitar Bulan Februari 2019, di sisi lain Bagi Ilmu belum mengalami fase peningkatan yang signifikan semenjak pertama kali mempublikasikan videonya. Sebelum masa populer tersebut, animasi dan editing yang dilakukan Qorygore dan Picky Picks cenderung sederhana dan terkesan “keep it simple”, sedangkan Bagi Ilmu sudah berusaha menambahkan animasi dan melakukan banyak editing semenjak video pertamanya. Hal yang perlu dicatat adalah animasi dan editing yang terlihat di video Bagi Ilmu seringkali kurang rapi dan kurang nyaman dipandang sehingga pada kasus ini pendekatan Qorygore dan Picky Picks “keep it simple” memang membuatnya lebih meningkatkan nilai produksi video.


Musik

Musik pada video Qorygore dan Picky Picks cenderung sama. Bagi Ilmu memiliki gaya musik yang berbeda baik dari segi pemilihannya maupun peletakannya. Musik yang dipilih Bagi Ilmu kebanyakan musik latar belakang dengan pembawaan klise yang sering didengar di video lain dan diletakkan untuk mendampingi video dari awal sampai akhir. Sebaliknya musik yang digunakan Qorygore dan Picky Picks bernada situasional dan lebih digunakan untuk mendampingi segmen video sesuai dengan mood yang ingin dibawa di satu bagian khusus. Sesekali Qorygore dan Picky Picks menghilangkan musik sehingga menciptakan mood yang berbeda dari musik apapun dan memberikan penekanan perhatian lebih terhadap apa yang diucapkan Qory dan Bimo.


Photo by Rachit Tank at Unsplash 

Kesimpulan dan Saran

Dalam dunia modern ini masyarakat harus lebih pintar dalam memakai sosial media. Apalagi youtube yang saat ini sedang memuncak popularitasnya. Maka orang akan memanfaatkan itu sebagai tempat untuk mencari uang tidak peduli dia memasukkan konten yang baik atau buruk yang terpenting dia mendapatkan uang. Orang tua juga harus membatasi anak-anaknya untuk bermain sosmed agar tidak terpengaruh oleh konten-konten yang menyesatkan masa depan anak, dan kita sebagai masyarakat yang cerdas harus lebih bijak juga karena banyak konten-konten yang bermanfaat untuk kita tetapi tidak terlihat. Jadi, meskipun terasa sudah sangat lazim, kita benar benar perlu mengingat untuk berbijaksana dalam bersosial media.

Bagi kreator konten pun juga sebaiknya menanggapi masalah ini dengan serius. Jika kita mengasumsikan konten negatif memang tidak mungkin dibasmi tuntas, maka kita perlu menyediakan konten yang bermanfaat dengan pembawaan yang lebih menarik sehingga bisa lebih mendapatkan perhatian masyarakat dan semakin menyebarkan manfaat yang ingin kita sebarkan. Mungkin kita perlu menerapkan trik bisnis yang sudah mengakar di masyarakat yakni "Amati-Tiru-Modifikasi" untuk selalu meningkatkan kualitas konten kita dengan harapan kualitas masyarakat turut meningkat pula.


Penulis:

Sandika Sasmito

Muhammad Rizqi Maulana

Salsabila Inaya Wibowo


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format