Calumet Inn, Hotel Bersejarah di Minnesota yang Terbengkalai oleh Anak Manja

Calumet Inn merupakan sebuah hotel yang dibelikan oleh sang Ayah untuk kedua putrinya. Namun kedua putrinya tidak sanggup mengurus hotel tersebut.


12
2 shares, 12 points

Hotel Hell merupakan sebuah acara TV yang dipandu oleh Gordon Ramsay. Gordon Ramsay merupakan seorang Chef dan juga artis televisi dalam beberapa acara masak. Hotel Hell bertemakan tentang Gordon Ramsay yang berkeliling di Amerika Serikat untuk menginvestigasi permasalahan dan membantu berbagai macam hotel atau penginapan yang sedang berada dalam kondisi buruk. Acara ini merilis 3 season pada tahun 2012, 2014, dan 2016. 

Calumet Inn, Minnesota

Pada Season 2 Episode 5, Gordon Ramsay pergi ke sebuah kota kecil di Pipestone, negara bagian Minnesota. Gordon mengunjungi sebuah penginapan bersejarah bernama Calumet Inn. Calumet sendiri merupakan nama yang dipakai oleh orang Amerika asli (Indian) untuk menyebut pipa tradisional yang digunakan untuk merokok pada saat kegiatan adat mereka. Terinspirasi dari benda bersejarah ini, Calumet Inn dibeli oleh Jim Smrkovski atas permintaan anaknya, Rina Smrkovski. Rina sangat tertarik dengan hotel ini dan merasa mampu untuk menjalankan bisnis di bidang perhotelan secara mandiri. Namun setelah 6 minggu menjalankan penginapan ini, Rina merasa tidak mampu dan memutuskan untuk keluar kota ke Minneapolis selama 2 minggu untuk istirahat sejenak. Namun pada kenyataannya, Rina tak kunjung kembali sampai 3 bulan berikutnya. Akibat ketidakhadirannya Rina di hotel tersebut, adik kandungnya, Vanda Smrkovski menggantikan Rina untuk mengambil alih kepemimpinan di bisnis tersebut. Namun hal itu ternyata membuat kondisi hotel semakin tidak kondusif.

Vanda dan Rina Smrkovski

Pada saat Gordon Ramsay baru tiba di hotel, ia disambut oleh pintu masuk dengan lorong yang gelap dan menyeramkan. Hal ini tentunya memberikan first impression yang buruk bagi pengunjungnya. Setelah memasuki hotel, Gordon mendapati tidak ada orang di resepsionis. Dia hanya menemui seorang pelayan yang sedang membawa minuman untuk para pelanggan di restoran hotel tersebut. Wanita tersebut bernama Mandy, seorang pegawai yang sudah bekerja di lokasi tersebut selama 3.5 tahun, jauh sebelum hotel itu dibeli oleh keluarga Smrkovski. Mandy sudah menjabat posisi General Manager selama 2 tahun, namun semenjak adanya pergantian kepemilikan hotel, pekerjaan dia merangkap menjadi resepsionis dan juga sebagai waiter karena adanya kekurangan tenaga kerja. Permasalahan kurangnya tenaga kerja juga terlihat dari jumlah koki yang bekerja, yaitu hanya 2 orang. Dengan pilihan makanan pada menu yang cukup beragam, kedua koki ini sulit menjaga kualitas bahan makanan yang disajikan, menghasilkan makanan yang tidak lezat. Hal ini terbukti pada saat Gordon Ramsay mencoba hidangan sup brokoli dan juga ikan goreng yang disajikan di restoran hotel tersebut. Selain itu, kedua orang tua Rina dan Vanda juga memutuskan untuk pindah ke hotel dan membantu mereka dalam menjalankan hotel tersebut. Hal ini dilakukan untuk menekan biaya tenaga kerja yang dikeluarkan. Penekanan biaya juga terlihat pada penghematan bohlam lampu, dimana Gordon Ramsay mendapati Jim melepas beberapa bohlam lampu di sekitaran area hotel.

Gordon Ramsay kemudian memutuskan untuk mengumpulkan semua staff hotel dan juga kedua pemilik, Rina dan Vanda. Setelah berdiskusi dan berdebat sekian lama, semua staff terlihat dengan jelas bahwa mereka sangat tidak menyukai pemilik hotel yang baru. Mereka saling membentak satu sama lain dan merasa kedua belah pihak (staff dan owner) masing – masing tidak kompeten dalam mengerjakan pekerjaannya. Dari hasil wawancara personal oleh Gordon Ramsay ke salah satu staff, Gordon mendapatkan informasi bahwa kedua pemilik tidak peduli dengan hotelnya. Vanda sering kali tidur sampai jam 3 sore, dan berada di bar sampai pukul 5 pagi. Sedangkan Rina jarang sekali dapat ditemui di hotel. Pada akhirnya, Mandy Thompson yang seharusnya menjabat General Manager, memutuskan untuk meninggalkan Calumet Inn karena merasa sudah tidak sanggup dengan perilaku dan perkataan kedua pemilik hotel tersebut.

Kemudian Gordon Ramsay melanjutkan investigasi pada kamar – kamar hotel yang ada di Calumet Inn. Banyak sekali permasalahan pada kamar hotel tersebut, seperti kulkas yang kotor, dinding yang berlubang, adanya noda pada dinding kamar, dan juga kondisi mebel yang berdebu. Hal ini juga dikonfirmasi oleh pengunjung hotel lainnya yang berkunjung pada saat yang bersamaan dengan Gordon Ramsay. Gordon juga menyayangkan Calumet Inn tidak memiliki gym di area penginapan tersebut.

Keesokan harinya, Gordon Ramsay mengajak semua anggota keluarga Smrkovski untuk melakukan diskusi internal di keluarga mereka. Kedua orang tua mengaku sudah merasa tidak sanggup untuk tinggal di hotel tersebut. Dan kedua bersaudara Rina dan Vanda juga merasa tidak mampu untuk mengurus Calumet Inn secara baik. Akhirnya, diputuskan bahwa keluarga Smrkovski akan mundur dari bagian operasional hotel tersebut, dan cukup menjadi investor saja. Keluarga Smrkovski mempercayakan Mandy Thompson, yang sudah berpengalaman 2 tahun sebagai General Manager, untuk mengurus Calumet Inn secara sepenuhnya. Staff hotel merasa sangat gembira dengan adanya keputusan ini, karena mereka juga memiliki rasa keterikatan kepada Mandy yang memiliki pengalaman kerja terlama di lokasi tersebut. 

Setelah adanya transisi pada kepemimpinan Calumet Inn, Gordon Ramsay langsung merombak semua interior hotel tersebut dengan mengganti cat dinding, furniture, kasur dan sprei, dekorasi meja makan, hingga membuat fasilitas gym yang baru agar pengunjung dapat berolahraga di Calumet Inn. Gordon juga memperbarui menu makanan di restoran Calumet Inn dengan membuat pilihan sajian makanan yang lebih simpel dan spesifik, serta memasukkan beberapa resep orisinil dari sang Ibu, Rita Smrkovski. Perubahan menu ini membuat para koki mampu menjaga kualitas makanan menjadi lebih baik, dan menghidangkan makanan yang lebih lezat tentunya. Vanda dan Rina merasa sangat senang, dan pada akhirnya mereka terbawa suasana dan mulai menginterfensi pekerjaan para stafnya. Gordon menyadari hal ini dan mengingatkan mereka bahwa mereka sudah tidak perlu lagi berada di hotel tersebut, dan mengusir mereka dari Calumet Inn. Gordon berharap kedua wanita tersebut dapat belajar mengenai tanggung jawab terlebih dahulu sebelum mengurus sebuah bisnis dalam skala besar.

Value Chain

Primary Activities 

Mulai dari Logistik Inbound dimana Calumet Inn memiliki semua kontrak dengan pemasok yang mengantarkan makanan dan minuman, menyediakan layanan binatu ,dan layanan lainnya; Bagian belakang penyimpanan dan distribusi rumah di dalam departemen hotel dan kontrol inventaris dan permintaan stok.

Operasi diwakili dari semua prosedur dan proses dengan dukungan dari semua peralatan yang mana akan menghasilkan barang dan layanan untuk ditawarkan di pasar.

Logistik Outbound di hotel dapat menjadi cara layanan dan produk akhir ditawarkan dan didistribusikan ke outlet yang berbeda dan tamu yang berbeda.

Pemasaran dan Penjualan: semua kegiatan yang mencoba untuk mendapatkan pelanggan dan orang-orang yang tertarik pada hotel untuk kamar, konferensi, restoran tetapi juga promosi hotel dengan iklan dan harga mengingat pesaing

Layanan dalam industri perhotelan sangat penting untuk keberhasilannya. Kualitas layanan dibuat dengan jumlah karyawan tertentu sesuai dengan kemampuan hotel dan dengan pelatihan masing-masing. Layanan yang baik akan meningkatkan nilai produk dan akan sangat penting bagi tamu yang harus memilih di mana dari banyak hotel yang akan menginap. Di mana Calumet Inn dapat menawarkan kamar tamu yang lebih baik, peralatan yang baru dalam kamar, fasilitas yang menyenangkan serta kualitas retoran yang meningkat secara signifikan.

Support activities:

Pengadaan di Calumet Inn dapat berupa fasilitas yang ditawarkan kepada tamu, bangunan, dan peralatan yang akan mendukung semua operasi untuk membuat layanan menjadi mudah dan lancar.

Pengembangan Teknologi sangat penting dalam keramahan karena merupakan industri modern dalam pertumbuhan terus-menerus di mana teknologi baru diperlukan untuk menghemat waktu dan bekerja lebih cerdas. Sistem Manajemen Hak Milik adalah yang paling penting untuk dipertimbangkan yang merupakan perangkat lunak untuk mengelola semua operasi dan berbagi semua informasi dengan semua departemen hotel secara real time. Inovasi dan teknologinya sedang mengembangkan industri perhotelan.

Infrastruktur Perusahaan diwakili dari General Manager dan Koki dari Calumet Inn dengan perencanaan jangka panjang, manajemen kualitas, urusan publik, keuangan dan akuntansi.

Proses Transformasi:

Sebelum Mandy Thompson mengambil alih, awalnya Hotel Calumet Inn memiliki lorong yang gelap dan menyeramkan, kulkas kotor, dinding kamar berlubang, terdapat noda pada dinding kamar, mebel yang berdebu, kualitas restoran yang tidak enak serta tidak memiliki gym. Setelah Mandy Thompson menjabat, ia langsung merombak semua interior hotel tersebut dengan mengganti cat dinding, furniture, kasur dan sprei, dekorasi meja makan, hingga membuat fasilitas gym yang baru agar pengunjung dapat berolahraga di Calumet Inn. Gordon juga memperbarui menu makanan di restoran Calumet Inn dengan membuat pilihan sajian makanan yang lebih simpel dan spesifik, serta memasukkan beberapa resep orisinil dari sang Ibu

Saran dan Solusi 

Manajemen Hotel

Manajer hotel mengingatkan para pelayan untuk menjaga kebersihan pada setiap kamar yang sudah digunakan(check out) dan seluruh bagian hotel terlebih di bagian lobi hotel supaya konsumen semakin yakin untuk menginap di hotel tersebut, merawat alat gym dan mengadakan kelas yoga untuk menambah pemasukan hotel. Hotel merekrut seorang pria untuk menjadi bellboy (orang yang membawa barang baik itu tas atau koper konsumen), manajemen seharusnya mengadakan meeting (pertemuan) untuk seluruh pegawai hotel mengenakan seragam hotel atau baju yang telah disetujui untuk digunakan bersama tujuannya untuk mempermudah konsumen apabila ingin memerlukan bantuan, pegawai hotel yang terlibat dengan tujuan melakukan evaluasi setidaknya satu minggu sekali. Pemilik harus sering turun mengawasi atau setidaknya menguasai seluruh keadaan di hotel. Pemilik tidak sungkan untuk bertanya kepada pegawai apabila ada keperluan yang berhubungan dengan kebutuhan hotel untuk segera diperbaiki supaya kerusakan tidak bertambah luas dan konsumen dapat merasa nyaman. Mengadakan diskon pada hari tertentu (Natal, thanksgiving, halloween dan lain lain). Bekerjasama dengan start up pariwisata untuk mempermudah konsumen menjangkau hotel. menambah fasilitas di kamar seperti makanan ringan dan minuman di mini kulkas. 

Restoran Hotel

  • Menjaga kualitas masakan dan menyeleksi apabila ada bahan makanan yang sudah tidak layak makan untuk dibuang. 
  • Mengatur rantai pasok makanan di restoran dan memilih supplier yang mampu menawarkan produk yang masih segar selain itu supplier juga sudah teruji di kota tersebut supaya jika terjadi hal buruk misalnya kualitas tidak baik dan sering terlambat dapat dipertanggungjawabkan. 
  • Juru masak melakukan inovasi pada makanan hotel supaya menu restoran terlihat lebih bervariasi.
  • Melakukan paket makan malam/ makan siang supaya hotel ada pemasukan tambahan.                         
  • Mengadakan acara pada malam hari seperti live music. 

Best Practice

Best Practice in Four Season Resort Bali at Jimbaran Bay

Jimbaran merupakan desa nelayan yang terletak di barat daya pulau Bali. Memiliki pantai pasir panjang dan tempat yang indah. Terdapat beberapa hotel di sekitar Jimbaran termasuk Four Seaon Resort Bali.

Four Season merupakan hotel bintang 5 yang memiliki chain dengan karakteristik sendiri.  Karakteristiknya mendasari seluruh filosofi Four Seasons Hotel yang ada di seluruh dunia. Dengan filosofi S.E.R.V.I.C.E Culture Standards:

  • Smile, pada hotel Four Seasons, senantiasa memberikan senyum kapanpun, dimanapun, dan kepada siapa pun
  • Eye, pada hotel Four Seasons, selalu melakukan eye contact ketika berpapasan dengan siapa pun.
  • Recognition, memberikan pengakuan kepada orang yang dituju, seperti memanggil pengunjung dengan panggilan Mr.
  • Voice, berbicara dengan nada yang sopan dan halus
  • Informed, memberikan informasi tentang produk hotel yang bersifat dapat dipublikasikan
  • Care, memberikan perhatian tidak hanya kepada tamu, tetapi kepada semua orang
  • Exceed, menawarkan kepuasan kepda setiap tamu

Di dalam suatu hotel terdapat berbagai macam departemen seperti Housekeeping, Front Office, Foods & Beverages Production, Foods & Beverage Service, dan lain-lainnya. Tiap departemen memiliki peran penting untuk memberikan kepuasan bagi konsumennya.

Reference:

https://www.booking.com/hotel/us/historic-calumet-inn

https://www.youtube.com/watch?v=kf_TVX_RuQM

https://en.wikipedia.org/wiki/Hotel_Hell

https://www.innovationtactics.com/what-is-strategy-examples-uber-airbnb-tripadvisor/

https://wibardi89.wordpress.com/2009/11/03/laporan-pelaksanaan-praktek-kerja-nyata-pkn-di-four-seasons-resort-bali-at-jimbaran-bay-bidang-training-housekeeping-department-periode-training-30-desember-2008-sd-30-juni-2009/

Team AK 47:

Dimas Triadi Wicaksono

Karien Naila Sa’adah K

Muna Mufiidah

Sakti Gringsing Songgolangit


Like it? Share with your friends!

12
2 shares, 12 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
16
Genius
Love Love
6
Love
OMG OMG
12
OMG
Win Win
12
Win
TeamAK47

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format