“Curtis Inn House: Hotel bersejarah yang hampir menjadi sejarah karena perseteruan kakak beradik”


43
2 shares, 43 points

Sinopsis

Hotel Hell pada season 2 episode 7 ini bercerita tentang Gordon Ramsy yang mengunjungi kota tua bernama Wooodbury Connecticut, di kota tua tersebut terdapat sebuah hotel yang sudah berumur atau yang sering disebut dengan hotel tertua di daerah itu yang bernama The Curtis House, awal kedatangan Gordon Ramsy melihat setiap sudut hotel yang tak terurus dan tak terawat hingga tak ada pengunjung yang datang hanya dia satu-satunya tamu di penginapan tersebut Gordon Ramsy datang pada saat hari ibu dan awalnya ia harus membayar biaya check-in sebesar  $ 40, Ramsy ke hotel tersebut disambut oleh pemilik hotel yaitu kakak beradik TJ dan Chris yang selalu berdebat dimana mereka berdualah yang telah mewarisi  usaha hotel keluarga yang secara turun temurun yang diwariskan dari peninggalan sang ayah. Setelah melakukan pembayaran di awal Gordon Ramsy mendapatkan kamar 16 dimana kamar tersebut disinyalir berhantu yang membuat petugas check in pun ikut terkejut, memasuki kamar Gordon Ramsy mendapati jejak kaki di bantalnya, lalat mati di ambang jendela dan pintu kamar tidak dapat  terkunci serta tirai tempat tidur yang roboh. Setelah melihat kamar yang akan digunakan Gordon Ramsy pergi ke restoran hotel dan memesan kepiting,cumi serta burger, makanan  yang datang dihidangkan  membuat ia terkejut terdapat daging burger mentah serta cumi yang mengerikan seperti makanan yang tidak layak dikonsumsi, kemudian membuat Gordon Ramsy datang mengunjungi dapur tempat makanan itu dimasak dimana koki Chris menjatuhkan makanan dan menggunakan kain kotor untuk menyeka makanan.  

Keesokan harinya Gordon Ramsy mendapati informasi dari sepeninggal ayah mereka hotel menjadi kacau dan banyaknya permasalahan-permasalahan yang terjadi termasuk pertengkaran yang sudah terjadi selama tiga tahun tanpa adanya komunikasi antar saudara TJ dan Chris yang tidak menghormati satu sama lain dan  mengutamakan ego masing-masing yang mengakibatkan penurunan pengunjung hotel serta merusaknya hubungan antar saudara kandung. Para staff hotel bergabung rapat dan memberitahu bahwa mereka sudah merasa lelah dengan situasi hotel seperti ini dan menginginkan untuk keluar dari pekerjaan karena tempat ini menghancurkan hidup mereka dan menyeretnya ke bawah tetapi Gordon meyakinkan para staff untuk membantu memulihkan dan menyelesaikan permasalahan yang sedang terjadi di hotel ini.

Dengan permasalahan yang sedang terjadi di hotel ini membuat Gordon Ramsy ikut andil untuk menyelesaikan pertikaian yang sedang terjadi dengan cara Gordon pergi untuk berbicara dengan ibu mereka dan intervensi keluarga diatur untuk mencoba dan menyembuhkan hubungan. Mereka memberi tahu TJ bahwa dia bekerja keras dan dia perlu lebih banyak berbicara dengan kakaknya, mereka ingat ketika semua orang akrab dan semua orang suka bekerja di sana. Keluarga berkomitmen untuk membuatnya bekerja dan mereka saling memaafkan dan memeluk satu sama lain untuk menurunkan ego masing-masing demi kelancaran usaha dan juga saling memaafkan apa yang sudah terjadi pada keduanya. 

Tim desain Gordon bekerja semalam dan mengubah beberapa layout seperti area bagian penerima tamu, menambahkan siluet keluarga di dinding dan memberikan komputer untuk dapat melakukan pemesanan online. Gordon juga telah memperbaiki kunci kamar 16 yang telah ditinggali dan telah membuat ruangan itu berubah, Selanjutnya ia memanggil semua orang ke restoran untuk meminta semua orang mencicipi menu baru yang akan diluncurkan dan membuat Chris bangga akan makananya. Tugas terakhir Gordon adalah memanggil ahli paranormal untuk meninjau kamar yang disinyalir berhantu tersebut untuk melihat apakah penginapan itu berhantu.paranormal menyimpulkan kamar tersebut berhantu dan Gordon memberi mereka sebuah plakat karena sebagai kamar yang berhantu.

Identifikasi dan Deskripsi Masalah

Pada subbab ini akan dibahas mengenai permasalahan yang terdapat pada Curtis House Inn yang menyebabkan buruknya hotel tersebut. Masalah utama yang terjadi pada hotel tersebut adalah manajemen. Dalam buku Business Foundations: A Changing World disebutkan terdapat 4 fungsi manajemen yaitu Planning, Organizing, Directing, dan Controlling. Dari keempat fungsi manajemen tersebut, pada awal kedatangan tim Hotel Hell, tidak satupun fungsi yang diterapkan dalam hotel tersebut.

Yang pertama adalah Planning. Fungsi manajemen ini tidak diterapkan pada hotel ini. Hal ini dapat dilihat dari Chris dan TJ hanya melanjutkan dari apa yang ditinggalkan oleh ayahnya. Dalam episode tersebut tidak dijelaskan mengenai pembuatan rencana-rencana oleh Chris dan TJ selaku pemilik hotel tersebut. Dengan tidak adanya perencanaan yang jelas dari Chris dan TJ, menyebabkan perluasan masalah ke beberapa sektor.

Yang kedua adalah Organizing. Pengaturan sumber daya yang dimiliki hotel ini tidak berjalan dengan baik karena Chris dan TJ pada awalnya memiliki hubungan yang kurang baik dan cenderung memiliki egonya masing-masing. Hal tersebut membuat penggunaan sumber daya yang dimiliki hotel tersebut masih jauh dari sempurna, bahkan hampir tidak ada sama sekali.

Yang ketiga adalah Directing. Hal yang menjadi masalah dalam hotel Curtis House Inn apabila melihat dari sudut pandang konsep ini dapat sekali terlihat dari bagaimana kedua kakak beradik tersebut mengarahkan pegawai-pegawainya. Baik Chris maupun TJ pada awalnya tidak mengarahkan para pegawainya. Bahkan, keputusan-keputusan yang diambil TJ maupun Chris tidak semuanya disetujui oleh para karyawan. Perselisihan yang dialami oleh Chris dan TJ pada saat awal juga memberikan kebingungan tersendiri kepada para pegawai hotel karena tidak jarang arahan yang mereka berdua berikan berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Yang keempat adalah Controlling. Sebagai seorang manajer, menjaga kualitas adalah hal yang sangat penting bagi kelangsungan suatu usaha. Pada awal episode ini, Chris yang juga bertugas pada bagian dapur tidak memiliki kepedulian atas produk makanan yang nantinya akan diberikan kepada pengunjung. Di sisi lain, TJ yang juga bertugas pada bagian Hospitality juga diperlihatkan tidak mendengarkan keluhan-keluhan dari para tamu yang menginap di hotel Curtis House Inn, yang pada akhirnya secara tidak langsung memperkeruh nama hotel mereka sendiri.

Solusi / Saran 

Manajemen bertugas merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengendalikan bawahan. Hal yang perlu diperhatikan dalam kasus ini salah satunya adalah komunikasi. Komunikasi yang baik akan menciptakan suatu manajemen kerja yang baik dan bisa menghindari kesalahpahaman yang biasa terjadi dalam bisnis. Dalam episode ini kurangnya komunikasi antara Tj dan Chris membuat manajememen menjadi tidak terstruktur yang berakibat pada banyaknya komplain dari kostumer karena makanan yang disajikan kurang enak, kamar yang sangat kotor, dan pelayanan yang terbilang masih kurang bagus.

Bisnis dibidang perhotelan membutuhkan modal usaha yang besar, disamping itu ada hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut:

  1. Teliti dalam melihat perkembangan situasi dan kondisi yang terjadi terutama di sektor lain seperti ekonomi, politik, sosial, budaya, dan keamanan hotel tersebut berada.

  2. Kreatif dan selalu berinovasi dalam memasarkan produk bersamaan dengan tempat dimana jasa pelayanannya dihasilkan.

  3. Operasional usaha perhotelan tidak mengenal hari libur, bekerja ataupun beroperasi selama 24 jam non-stop sehari sehingga pelayanan jasa terhadap pelanggan atau masyarakat umum selalu siap setiap saat.

  4. Selalu memperlakukan tamu atau pengunjung seperti raja. Memperlakukan pelanggan sebagai patner dalam usaha karena jasa pelayanan hotel sangat tergantung pada banyaknya pelanggan yang menggunakan jasa hotel beserta fasilitas yang ada.

Manajemen Kualitas

Kualitas menggambarkan baik atau buruknya suatu servis dalam memenuhi permintaan dan kebutuhan pelanggan. Untuk bidang jasa penginapan seperti pada pembahasan kali ini, kualitas pelayanan ditentukan dari persepsi pelanggan. Pelanggan akan selalu berekspektasi mendapatkan pelayanan yang sama dari kunjungan ke kunjungan berikutnya. Ekspektasi ini memberatkan jika hotel tidak memiliki kontrol terhadap kualitas yang distandarkan, karena dalam pelaksanaannya resiko dan masalah pada setiap harinya akan berbeda beda. Pelanggan akan berekspektasi kunjungan saat musim liburan dan hari biasa haruslah sama, padahal dari sudut pandang pengelola hotel dibutuhkan manajemen untuk mengantisipasi lonjakan di musim libur yang berarti beban pekerjaan yang meningkat dari pada biasanya atau bisa diasumsikan beban maksimal yang dapat diterima hotel tersebut berdasarkan kapasitas maksimal hotel. 


Didalam video terdapat contoh kontrol kualitas yang tidak baik seperti sprei yang kotor, keranjang yang rapuh, jendela yang dipenuhi serangga mati, chick in diawal waktu dikenakan biaya 10$/ jam, dan pintu yang sulit dibuka karena handle pintu sudah rusak. Permasalahan seperti ini dapat diatasi dengan kontrol kualitas yang dibakukan, mulai dari standar pembersihan saat tamu check out, penerimaan tamu di lobi, ruang tunggu yang tidak perlu berbayar saat kamar belum bisa check in, dan alur memasak di dapur yang higienis dan memiliki rasa yang sesuai standar. 

Pihak manajemen dapat mengambil tindakan untuk mengambil pendekatan TQM (Total Quality Management), sebuah filosofi dalam penyeragaman komitmen untuk mencapai kualitas di segala aspek pada perusahaan tersebut yang pada akhirnya akan meningkatkan budaya di perusahaan tersebut dan berdampak pemenuhan ekspektasi pelanggan terhadap perusahaan. Termasuk di dalam TQM adalah meningkatkan partisipasi para pegawai,  memperkuat hubungan dengan supplier, dan membentuk budaya untuk menjadi lebih baik. TQM membutuhkan komitmen yang panjang untuk selalu menjadi lebih baik, hal ini jika sudah disadari oleh semua personal yang ada di perusahaan yang dalam kasus ini adalah penginapan, maka penurunan kualitas yang sedikit pada sektor tertentu akan mudah  terlihat (diidentifikasi) dan lebih cepat dapat diambil tindakan bahkan tindakan pencegahan juga dapat diterapkan. Alat bantu utama dalam peningkatan kualitas secara terus menerus adalah benchmarking, dengan alat ini kita dapat membandingkan kualitas kita dengan perusahaan pesaing (dalam kasus ini bisa diambil tolak ukur penginapan sekitar). Kualitas yang dimaksud dapat berupa tingkat kepuasan, harga penawaran, dan proses.  

Memanfaatkan Differential Advantage yang dimiliki juga dapat menjadi solusi dari masalah yang ada. Differential Advantage adalah suatu perbedaan yang dianggap nilai tambah oleh pelanggan dalam pelayanan sebuah perusahaan dibanding dengan perusahaan yang lain. Penginapan ini adalah penginapan yang sudah sangat lama berdiri dan sekarang sudah dikelola oleh anak dari pendiri. Dengan memiliki umur yang cukup tua, banyak sejarah ataupun kenangan yang telah terjadi di penginapan tersebut. Penginapan tersebut termasuk memiliki image hotel berhantu karena usianya yang sudah sangat tua dan ada cerita tersendiri yang akhirnya dianggap menjadi nilai negatif, kedatangan Gordon mengubah nilai negatif menjadi nilai lebih yang tidak dimiliki penginapan lainnya. Hal ini ditunjukkan dengan mengubah tampilan kamar berhantu dengan kenyamanan yang memuaskan namun tidak menghilangkan kesan menyeramkan di kamar tersebut. Tindakan ini diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi para pemburu hantu untuk menginap dan merasakan bagaimana tidur dikamar yang memiliki sejarah berhantu. 

Salah satu komponen dari perencanaan dan desain sistem operasi adalah merencanakan fasilitas yang memadai (planning facility). Dalam usaha bidang penginapan dibutuhkan fasilitas yang memadai untuk memenuhi kepuasan pelanggan. Salah satu masalah yang terjadi di penginapan ini adalah metode pencatatan yang masih manual dicatat di buku tamu, data yang dicatat termasuk nama dan id credit card pelanggan. Gordon pada video tersebut mendemonstrasikan mengambil lalu lari dari meja check in, demo ini bermaksud menyadarkan betapa rentan data pelanggan dapat dicuri dengan mudah oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Solusi yang diterapkan adalah mengganti sistem pencatatan manual dengan sistem komputer agar data tersimpan aman di cloud dengan sistem keamanan tinggi.

The X Men:

  • Adhika Isthianto Utomo
  • Dwitya Pradipto Darmawan
  • N. Azizia Gia Mutiarasari
  • Intan Farida Khasanah

Like it? Share with your friends!

43
2 shares, 43 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
7
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
2
OMG
Win Win
1
Win
thexman

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format