JURU PARKIR YANG MULAI TERSINGKIR

Kemajuan teknologi dan digitalisasi akan berpengaruh cukup signifikan terhadap jalannya bisnis pengelolaan parkir umum


1
1 point

Pengelolaan Parkir di Tengah Keterbatasan Lahan

Pengelolaan lahan parkir di perkotaan merupakan salah satu lahan bisnis yang menggiurkan di tengah keterbatasan lahan atau lokasi parkir. Pengelolaan lahan parkir dapat memberikan lapangan pekerjaan dan pendapatan yang besar baik untuk pemilik atau penguasa lahan parkir maupun para pekerjanya. Sejumlah orang atau ormas sampai harus saling bertikai bahkan saling membunuh demi untuk dapat mengelola lahan parkir kendaraan. Pada praktiknya pengelolaan lahan parkir di kota – kota besar cukup banyak yang dilakukan secara illegal dengan mengatasnamakan ormas atau penguasa wilayah tertentu. Yang terkadang cukup meresahkan pengelolaan parkir secara ilegal ini dibumbui dengan perilaku premanisme oleh para oknum penguasa wilayah atau ormas yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, di lokasi parkir umum yang dikelola secara illegal, pengguna jasa parkir juga sama sekali tidak mendapatkan garansi keamanan kendaraan yang diparkir.

Pemerintah pusat maupun daerah telah menerbitkan regulasi terkait pengelolaan parkir. Mulai dari regulasi pengelolaan tempat parkir hingga regulasi mengenai tarif parkir. Regulasi yang mendasari besaran retribusi atau tarif parkir adalah Undang – Undang No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dimana juga diatur tentang pengenaan pajak atas penyelenggaraan tempat parkir di luar badan jalan, baik yang disediakan berkaitan dengan pokok usaha maupun yang disediakan sebagai suatu usaha, termasuk penyediaan tempat penitipan kendaraan bermotor. Besaran tarif parkir sendiri akan ditetapkan oleh Pemerintah tingkat II Kabupaten/ Kotamadya, dimana besaran tarif parkir ini selain sebagai sumber pendapatan daerah atau pendapatan perusahaan pengelola parkir juga sebagai salah satu instrument manajemen lalu lintas di daerah tersebut. 

Dari sudut pandang pengguna jasa parkir, selain regulasi – regulasi tentang pengelolaan dan penetapan tarif parkir, pengguna jasa parkir juga dilindungi dengan  Undang – undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dengan adanya regulasi tersebut diharapkan dapat menekan atau meminimalisir pengelolaan parkir yang dilakukan oleh pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat merugikan pengguna jasa parkir di lokasi parkir umum seperti kehilangan kendaraan atau aksesoris kendaraan saat diparkir.

Bisnis Pengelolaan Parkir dalam Perkembangan Era Digitalisasi

Secara resmi, pengelolaan lahan parkir umum dapat dilakukan oleh pemerintah daerah setempat dimana pendapatan yang dihasilkan dari pengelolaan parkir tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah. Selain itu, pengelolaan parkir dapat juga dilakukan oleh perusahaan – perusahaan swasta yang menjalankan bisnis pengelolaan parkir berbayar khususnya pada area – area komersial seperti pada pasar, supermarket, mall, restoran dan lain – lain. Untuk menjalankan bisnis pengelolaan parkir tersebut tentunya dibutuhkan beberapa perangkat tenaga kerja diantaranya petugas keamanan parkir, petugas pengaturan parkir, petugas kebersihan parkir atau petugas penarik biaya parkir.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan tuntutan persaingan bisnis untuk melakukan efisiensi pengoperasian jasa layanan parkir, pemerintah daerah maupun penyedia jasa layanan parkir swasta melakukan pembaruan sistem penarikan jasa parkir menjadi sistem pembayaran parkir elektronik. Sistem pembayaran parkir elektronik ini dapat diaplikasikan untuk lokasi parkir di pinggir jalan raya melalui penyediaan mesin parkir otomatis atau mesin parkir otomatis di pintu keluar mall. Hal ini tentu saja akan berdampak pada pengurangan tenaga kerja khususnya petugas penarik biaya parkir atau juru parkir.

Juru parkir atau penarik biaya parkir akan tergantikan dengan pengawas operasi & billing parkir dimana pengawas ini akan menggunakan sistem informasi teknologi dan digitalisasi dalam melakukan pengawasan lokasi parkir. Sehingga dalam suatu lokasi parkir akan dilakukan pengawasan secara terintegrasi pada  jarak lokasi tertentu yang akan memudahkan dalam melakukan troubleshoot apabila terjadi permasalahan peralatan/ mesin.

Perbandingan Profesi Juru Parkir dengan Pengawas Operasi Parkir

Juru Parkir

Pengawas Operasi Parkir

Analisa Pekerjaan

Juru parkir melakukan kegiatan pengoperasian arus parkir dengan hadir secara fisik untuk memastikan terjaminnya kualitas jasa penyediaan parkir.

Pengawas Operasi Parkir melakukan pengawasan kegiatan operasi parkir dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi. Pengawasan dapat dilakukan untuk beberapa lokasi yang berdekatan. Pengawas akan mengajarkan cara menggunakan mesin parkir secara otomatis sebagai upaya transfer knowledge kepada para pengguna jasa.

Deskripsi Pekerjaan

  • Membantu melakukan pengaturan posisi parkir kendaraan.
  • Melakukan penarikan biaya parkir.
  • Mengawasi pengaturan parkir melalui media informasi teknologi.
  • Membantu mengajarkan cara penggunaan mesin parkir di tahap – tahap awal implementasi mesin otomatis.
  • Melakukan troubleshoot atas permasalahan peralatan parkir.

Spesifikasi Pekerjaan

Unskill labor.

Memahami cara menggunakan komputer dan troubleshoot sistem elektrik dan instrumentasi mesin .

Proses Seleksi dan Perekrutan

Dapat dilakukan secara terbuka dan mengutamakan warga atau penduduk lokal.

Dapat dilakukan secara terbuka dan tetap dapat mengutamakan warga lokal yang memiliki kompetensi tertentu.

Isu Legal

Potensi gesekan dengan penguasa wilayah lokal.

Tidak terdapat isu legal.

Pengembangan Tenaga kerja

Tidak diperlukan pengembangan tenaga kerja.

Memerlukan pengembangan tenaga kerja untuk mengoperasikan peralatan dan update pengembangan teknologi.

Pengelolaan Keberagaman

Mengutamakan tenaga kerja lokal.

Dapat menerima keberagaman tenaga kerja secara lebih luas.

Peran Penting dalam Manajemen

Sebagai frontliner penerimaan pendapatan.

Fokus pada proses operasi penyediaan jasa layanan parkir dan tidak bersinggungan dengan penarikan biaya parkir.

Etika

Berpotensi terjadinya kebocoran penarikan biaya parkir.

Berpotensi terjadinya perselisihan antar konsumen jika pengawasan lemah.

Kesimpulan dan Saran 

  1. Kemajuan teknologi dan digitalisasi akan berpengaruh cukup signifikan terhadap jalannya bisnis pengelolaan parkir umum dikarenakan peran juru parkir atau penarik biaya parkir akan tergantikan dengan sistem mesin parkir otomatis baik untuk lokasi parkir yang berada di pinggir jalan raya atau pun lokasi parkir yang berada di dalam kawasan komersial.
  2. Dengan adanya kemajuan teknologi pada bisnis pengelola parkir, maka peran Divisi Human Resource atau Human Capital khususnya pada proses seleksi dan pengembangan tenaga kerja akan mengalami perubahan juga. Sebagai contoh, jika dahulu mencari juru parkir atau petugas penarik biaya parkir dengan kategori unskill labor, kedepannya akan tergantikan dengan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dasar dalam mengoperasikan peralatan berbasis informasi teknologi dan instrumentasi.
  3. Regulasi dalam pengelolaan parkir mutlak diperlukan. Selain sebagai dasar penetapan tarif parkir yang paling adil bagi pengusaha dan pengguna jasa, juga sebagai pelindung pengguna jasa layanan parkir dengan memberikan rasa aman dan nyaman terhadap kendaraan yang diparkir di lokasi parkir umum.

Best Practices Pengelolaan Parkir di Negara Lain

Di beberapa negara maju pengelolaan parkir juga sudah mengedepankan penggunaan teknologi dan digitalisasi. Sebagai contoh di Jerman, pengelola parkir sudah mengkombinasikan antara penggunaan teknologi digitalisasi dan robotik untuk mengelola gedung parkir setinggi 20 lantai secara efisien dengan hanya mempekerjakan operator mesin keluar masuk mobil saja. Pun demikian juga dengan di negara – negara maju lainnya seperti di Inggris atau Jepang. Dengan keterbatasan lahan parkir di kota – kota besar di Indonesia dan potensi konflik sosial yang sangat besar maka pengelolaan parkir kedepannya bisa juga mencontoh penggunaan jasa layanan parkir berbasis teknologi dan digitalisasi seperti di negara – negara maju.

Referensi

The Sultan Awesomeness

1. Miranda Poetri

2. Dimas Tejo Purbowo

3. Yohana Verawaty

4. Raditya Primayudha


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Primayudha

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format