SPG Matahari Department Store, akankah mereka bertahan?

Digitalisasi membawa petaka bagi para pekerja di ritel-ritel modern di Indonesia, salah satunya Matahari Department Store.


0

Matahari dan Digitalisasi

Berkembangnya era digital di masa sekarang sangatlah pesat. Suka tidak suka, era digital telah memasuki hampir semua lini kehidupan. Banyak manfaat yang didapatkan sebuah perusahaan pada era digitalisasi tersebut seperti halnya meningkatnya omset, efektifitas meningkat dan pengurangan biaya Sumber daya manusia. Namun digitalisasi justru membawa petaka bagi para pekerja di ritel-ritel modern di Indonesia, salah satunya Matahari Department Store. Matahari Department Store merupakan ritel di Indonesia yang menggunakan sistem gerai konvensional untuk menjual produk-produk mereka. Dilansir dari katadata.co.id PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), perusahaan retail modern milik konglomerasi milik Grup Lippo menutup dua gerai grosir SmartClub pada tahun 2019. Penutupan gerai tersebut dilakukan karena dinilai tidak efisien dengan kontribusi margin penjualan yang lebih kecil dibanding  gerai jenis lain milik perusahaan.

Laba bersih Matahari Department Store anjlok 42,5 persen sepanjang 2018. Perusahaan yang tercatat di papan bursa dengan kode emiten LPPF ini hanya berhasil meraup laba bersih sebesar Rp1,1 triliun. Turun jauh dibanding keuntungan bersih 2017 yang mencapai Rp1,91 triliun.Padahal di saat yang bersamaan, Matahari mampu meraup penjualan kotor sebesar Rp17,9 triliun. Angka itu naik 2,1 persen dibanding 2017 yang senilai Rp17,5 triliun.Pendapatan bersih perusahaan juga tercatat naik 2,2 persen menjadi Rp10,2 triliun sepanjang tahun lalu. Kenaikan ditopang oleh pertumbuhan penjualan per gerai atau same store sales growth (SSSG) sebesar 3,5 persen.

Berbagai gerai konvensional masih tetap dibuka oleh Matahari Department Store, meski tak luput dari fenomena buka-tutup gerai. Jika pada 2016 perusahaan mengoperasikan 150 gerai, jumlahnya menjadi 155 gerai pada 2017 dan bertambah lagi menjadi 159 gerai tahun berikutnya. Pada 2017, Matahari Department Store menutup empat gerai. Penutupan disebabkan oleh selesainya masa kontrak sewa Matahari dengan pihak pusat perbelanjaan. Penyebab lainnya, kinerja empat gerai kurang mumpuni dalam mendongkrak penjualan. SSSG perseroan pun tercatat minus 1,2 persen saat itu.

Agar dapat bertahan, perseroan pada 2018 melakukan efisiensi dengan menutup tiga gerai yang kurang produktif. Pakar Manajemen dan juga Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat ritel modern berguguran utamanya di kota-kota besar seperti Jakarta. Rhenald mengatakan, faktor pertama yang menyebabkan ritel modern berguguran adalah ketatnya persaingan ritel modern di kota besar. "Ekonomi kita naik terus, digenjot terlalu cepat sehingga daya dukungnya makin terbatas karena ritel sudah terlalu crowded," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (22/11/2017).

Menurutnya, persaingan sudah sangat gencar, kemudian muncul online, walaupun transaksi e-commerce di Indonesia masih sebesar 1 persen dari total transaksi jual beli sektor ritel keseluruhan di Indonesia. akibat adanya digitalisasi tersebut, Matahari Departement store harus terpaksa menutup beberapa gerai mereka dan me-PHK-kan pegawai-pegawainya. Pemutusan Hubungan Kerja ini adalah langkah yang diambil oleh Matahari Departement Store karena berkuangnya gerai yang ada di Indonesia. Selain melakukan Pemutusan Hubungan Kerja, beberapa pegawai khususnya Sales Promotion Girl (SPG) dan Sales Promotion Boy (SPB), banyak yang di mutasikan ke gerai-gerai Matahari Departement Store yang masih tetap buka. Namun sayangnya, masih banyak pula para SPG dan SPB yang harus kehilangan pekerjaannya. 

Dengan tutupnya gerai Matahari Departement Store dan banyaknya pegawai khususnya SPG dan SPB, seharusnya tidak membuat SPG dan SPB tersebut berkecil hati. Masih banyak peluang yang dapat dimiliki oleh SPG dan SPB tersebut, karena biasanya seorang SPG atau SPB harus memiliki perfomance dan communicating skill yang mumpuni. Dengan adanya kemampuan jenis pekerjaan baru yang dapat ditawarkan kepada pekerja tersebut adalah sebagai custormer service dan fashion consultan di market place serupa baik yang didirikan oleh Matahari Department Store sendiri maupun oleh market place lain sejenis.

PROFESI LAMA VS PROFESI BARU 

Berdasarkan solusi atas pemberlakuan PHK terhadap SPG dan SPB Matahari Department Store di atas pemaparan dan analisis lebih lanjut mengenai profesi lama dan profesi baru pekerja tersebut adalah sebagai berikut: 

Item

Profesi Lama (SPG dan SPB)

Profesi Baru (CS dan Consultant)

Job Analysis:

Job Description

a.    Job Title

Sales Promotion Girl/Boy

b.    Job Location

Gerai Department Store

c.      Job Summary

Staf yang bertugas memasarkan produk dan membantu pelanggan dalam mencari produk di gerai department store

d.     Reporting to

Head Sales and Promotion dan manajer retail

e.     Working Condition

Sales Promotion Staff harus berhadapan dengan pelanggan  face to face untuk memenuhi semua kebutuhan pelanggan

f.       Job Duties

Memasarkan produk kepada pelanggan dan menjawab semua pertanyaan tentang produk yang dipasarkan serta membantu mencari barang untuk pelanggan

g.     Machine to be used

Kalkulator (untuk menghitung harga produk dan diskon produk)

h.    Hazard

Tidak dapat membantu pelanggan dengan baik karena tidak menguasai produk

a.    Job Title

Customer Service and Fashion Consultant

b.    Job Location

Ruangan kantor spesifik yang dikhususkan untuk customer service

c.     Job Summary

Staf yang bertugas melayani pertanyaan dan keluhan konsumen atas produk yang dipasarkan oleh department store secara online serta menjadi fashion consultant jika diperlukan

d.    Reporting to

Customer Service head

e.    Working Condition

Customer Service memberikan layanan berupa chat via web dan telepon untuk memenuhi kebutuhan pertanyaan pelanggan dan face to face tidak diperlukan dalam proses kerjanya

f.      Job Duties

Melayani pertanyaan dan keluhan pelanggan serta menjadi fashion consultant untuk pelanggan jika diperlukan

g.    Machine to be used

Telephone, komputer

h.    Hazard

Tidak dapat memberikan penjelasan mendetail terkait produk dan tidak memberikan jalan keluar atas masalah pelanggan

Job Analysis:

Job Specification

a.     Qualification

Minimal Lulusan SMA/sederajat

b.     Experience

No experience required

c.      Training

No training experience required

d.     Skills

Komunikasi efektif, dan kemampuan persuasif kepada pelanggan

e.     Responsibilities

Menjaga Produk termasuk mencatat stok produk serta memasarkan produk

f.       Emotional Characteristic

Self awareness, self regulation, motivation, empathy

g.     Sensory Demands

Walking, writing, talking, selecting, recogniting, reasoning, planning, persuasion, organizing, negotiation, hearing, coordination, analysis, etc

a.       Qualification

Minimal Lulusan SMA/sederajat

b.       Experience

Minimal 1 tahun bekerja di bidang ritel busana

c.       Training

No training experience required

d.       Skills

Komunikasi efektif, dan kemampuan persuasif kepada pelanggan

e.       Responsibilities

Memberikan pemahaman terhadap pelanggan atas produk, menjawab serta membantu menyelesaikan keluhan pelanggan

f.       Emotional         Characteristic

Self awareness, self regulation, motivation, empathy

g.     Sensory Demands

writing, talking, selecting, recogniting, reasoning, planning, persuasion, organizing, negotiation, hearing, coordination, analysis, etc

Selection and Recruitment

Dilakukan dengan secara terbuka melalui pengumuman di media

Dilakukan dengan secara terbuka melalui pengumuman di media dengan persyaratan yang lebih spesifik serta dibutuhkan reference checking

Legal Issue

Dapat berpotensi terjadinya risiko over shift pada semua profesi baik baru maupun lama, mengingat jenis pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh 2 shift atau lebih dalam satu hari sehingga terdapat potensi over shift dan manajer harus dapat melakukan pengaturan jadwal dengan baik

Dapat berpotensi terjadinya risiko over shift pada semua profesi baik baru maupun lama, mengingat jenis pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh 2 shift atau lebih dalam satu hari sehingga terdapat potensi over shift dan manajer harus dapat melakukan pengaturan jadwal dengan baik

Developing the workforce

Diperlukan pengembangan dilakukan untuk memahami komunikasi efektif, dan kemampuan persuasif kepada pelanggan serta dapat menjaga produk termasuk mencatat stok produk serta memasarkan produk

Diperlukan pengembangan tenaga kerja untuk memahami komunikasi efektif, kemampuan persuasif kepada pelanggan, pemahaman produk serta kemampuan untuk membantu menyelesaikan keluhan yang dialami pelanggan

Managing diversity

Dapat menerima keberagaman dengan latar belakang dan pengalaman tenaga kerja secara lebih luas

Dapat menerima keberagaman dengan latar belakang dan pengalaman tenaga kerja secara lebih luas

Critical managerial roles

Sebagai tenaga frontliner dalam penjualan produk

Fokus pada kemampuan untuk membantu keluhan pelanggan dengan komunikasi yang efektif

Ethical imperatives

Berpotensi terjadinya ketidakpuasan pelanggan atas pelayanan yang diberikan (berdebat dengan pelanggan, acuh tak acuh dengan pelanggan, membiarkan pelanggan menunggu terlalu lama dll)

Berpotensi terjadinya ketidakpuasan pelanggan atas pelayanan seperti sopan santun dalam menangani masalah pelanggan dalam media online, berbicara yang tidak jelas dalam bertelepon/lama menjawab chat dari pelanggan

  1. Selection and recruitment

Dari profesi lama dan baru diatas  proses selection dan recuitment dilakukan dengan cara yang relatif sama yakni sebagai berikut:

  1. identifikasi kebutuhan tenaga
  2. rencana rekrutmen
  3. publikasi lowongan
  4. tinjau lamaran
  5. test and selection
  6. wawancara
  7. penawaran gaji
  8. menyambut karyawan baru 

       untuk proses Selection and recruitment pada profesi baru (CS) dibutuhkan reference checking setelah         proses test and selection untuk mengkonfirmasi pengalaman calon karyawan.

  1. Legal issue

Legal Issue yang dihadapi terkait dengan profesi di atas adalah adanya potensi risiko over shift pada semua profesi baik baru maupun lama, mengingat jenis pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh 2 shift atau lebih dalam satu hari sehingga terdapat potensi over shift dan manajer harus dapat melakukan pengaturan jadwal dengan baik.

Dampak kemajuan teknologi/digitalisasi terhadap sumberdaya manusia, peran human resources                       department, dan peran regulasi.

Kemajuan teknologi/digitalisasi sangat berdampak pada tiap perusahaan baik perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur maupun perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Setiap perusahaan harus adaptif terhadap perkembangan teknologi agar bisa sustain ataupun meraih profit yang maksimal. Jika perusahaan menutup diri terhadap perkembangan teknologi, maka lambat laun perusahaan tersebut akan tertinggal. Pada kasus kami mengambil contoh perusahaan ritel Matahari Department Store. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, Matahari menutup gerainya untuk mengurangi fixed cost perusahaan tersebut. Penutupan gerai tersebut berimbas pada pemecatan para karyawannya terutama yang bekerja sebagai SPG. Namun para SPG ini masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan. Pasalnya pengalaman yang ia miliki selama menjadi SPG akan memudahkan mereka untuk mencari pekerjaan sejenis di perusahaan yang bergerak di bidang Market Place (Online) sebagai Customer Service atau bisa sebagai Fashion Consultant. Pengetahuan dan wawasan yang mereka dapatkan selama bekerja sebagai SPG menjadi dasar mereka untuk menjelaskan produk-produk kepada customer secara online (via layanan chat maupun telepon) bila ada customer yang ingin mengetahui penjelasan secara spesifik. 

Ini merupakan tugas seorang Human Resources dalam merekrut mantan-mantan SPG tersebut untuk menjadi Customer Service. Secara garis besar job description kedua pekerjaan tersebut tidak terlalu berbeda. Mereka sama-sama melayani customer bedanya hanya cara melayaninya. Jika sebagai SPG mereka melayani secara face to face dengan customer, maka sebagai customer service mereka melayani tanpa bertatap muka langsung dengan customer. 

Alangkah lebih baik bila perusahaan tidak membatasi adanya diversity dalam perusahaan mereka. Hal ini bertujuan untuk memudahkan para HR dalam memilih calon pekerjanya. Selain itu hal ini juga akan memberikan keuntungan kepada perusahaan. Contohnya pekerjaan sebagai Fashion Consultant. Orang yang berusia 20-30 tahun pasti lebih mengerti gaya berbusana yang sedang trend di kalangan kaum muda daripada orang yang berusia 30-40 tahun dan sebaliknya orang yang berusia 30-40 tahun pasti lebih memahami produk apa yang banyak dicari oleh customer dengan range usia 30 an keatas. Inilah pentingnya merekrut orang-orang dengan latar belakang yang berbeda. Kasus diatas adalah salah satu contoh dari berbagai macam kasus yang mungkin terjadi di pasar/market. Semakin beragam karyawan yang kita miliki akan semakin menguntungkan bagi perusahaan karena dapat menarik berbagai macam customer. Tugas perusahaan untuk menjaga kondisi internal perusahaannya agar selalu harmonis dan saling menghargai satu sama lain.  

Dampak digitalisasi terhadap perusahaan ritel  lainnya .

Fenomena tentang tutupnya sejumlah gerai dari ritel ternama di Indonesia, khususnya Jakarta, seperti Matahari Department Store, Lotus, 7-Eleven , Debenhams dan terakhir MAP terus mengagetkan publik.  Tutupnya sejumlah gerai-gerai dari merek tersebut menimbulkan pertanyaan – pertanyaan       tentang penyebab dari "gugurnya" gerai-gerai merek ternama itu.

Beberapa pendapat mengemuka tentang persoalan dari penutupan gerai-gerai tersebut. Sebagian kalangan menyebutkan bahwa gerai-gerai tersebut tutup akibat melemahnya daya beli di masyarakat, khususnya di kalangan menengah ke bawah. Sementara itu, pendapat lain terkait tutupnya gerai ritel, sebagian kalangan melihat bahwa penyebabnya adalah berkembang pesatnya ritel daring/online.Sejumlah kalangan pengusaha mengaku bahwa saat ini pengusaha ritel sedang melakukan penyesuaian model usaha. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi transaksi online yang makin marak, juga persaingan hypermarket dan mini market yang sangat dinamis, serta tren berbelanja generasi milenial juga telah beralih dari department store, dan memilih untuk berbelanja di gerai specialty store dan berbasis daring/online.

Perkembangan ritel daring, perubahan pola konsumsi masyarakat, dan juga tren belanja turut mempengaruhi gerai fisik di negara-negara lain. Sejumlah perusahaan ritel papan atas di Amerika Serikat, seperti Toys R Us, Macy's, Sears, serta ritel Inggris Marks & Spencer juga telah merampingkan gerainya. Lalu di Malaysia, ada lima supermarket Giant juga tutup. 

Aksi gulung tikar ritel di beberapa negara berjalan bagai gayung bersambut. Akan tetapi, meski demikian, masih ada beberapa peritel yang masih menaruh kepercayaan dengan berekspansi dan menambah sejumlah gerainya bahkan expansi sampai ke luar negri. Bahkan, beberapa dari mereka merupakan merek yang baru meramaikan bursa ritel nasional. Salah satunya adalah Miniso.

Aksi cepat tanggap ritel besutan kolaborasi desainer Jepang Miyake Jenya dan pengusaha China Ye Guofu ini bakal dilanjutkan dengan target pembukaan toko dan gerai. Di ranah global, target Miniso terbilang fantastis. Ritel yang berdiri sejak tahun 2013 ini menargetkan memiliki 10.000 gerai di 100 negara dalam waktu dua tahun ke depan. Saat ini, Miniso telah mengoperasikan 2.000 gerai di 60 negara, antara lain di Vietnam, Kanada, Thailand, dan juga Indonesia. 

Harga yang murah dengan desain yang menarik adalah buah sukses dari ritel seperti Miniso ini.Miniso punya keunggulan di harga, dengan kualitas yang baik harga kami lebih murah hal itu yang membuat gerai kami mendapat sambutan luas, sebut Jason Lee, Country Operations Manager Miniso 

Ritel harus dinamis agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman.  Apalagi konsumen saat ini tidak sekedar mencari barang di dalam ritel, tetapi juga pengalaman baru. Informa, perusahaan besar ritel furniture tersebut mengatakan “Kami terus memberikan kepuasan lewat aneka inovasi. Tak hanya produk, tapi juga pengalaman berbelanja. Informa kini hadir dengan konsep baru yang lebih inspiratif melalui penataan furnitur yang tematik sesuai dengan gaya dan fungsi ruangan. “Kami tidak hanya menjual produk. Tapi, kami juga mengedepankan servis. Di sini, ada juga jasa interior desain. Ada lagi layanan Pick and Move yang siap membantu rumah tangga yang ingin pindah rumah – dari mencopot furniture, mengantarkan ke rumah baru, hingga memasangnya kembali.

Agar tak ketinggalan zaman, Informa juga mengadopsi teknologi yang mempermudah mereka dalam melayani pelanggannya. Salah satunya dengan Aplikasi Informa yang mengusung aneka fitur, dari informasi, daftar produk baru, hingga sales promo. Selain itu, semua Sales Person diposisikan sebagai Sales Advisor yang ke mana-mana membawa gawai berupa tablet dan siap melayani pelanggan hingga akhir proses penjualan. Bagi pelanggan yang ingin produk dengan penyesuaian seturut kondisi rumah, Informa menyediakan layanan kustomisasi. 

Dari pengalaman dua perusahaan ritel besar diatas, prospek bisnis ritel sebenarnya masih terbuka. Pengurangan jumlah karyawan dapat ditekan dengan melakukan pengembangan kemampuan technical dan softskill dari karyawan tersebut. Shifting peran Sales Promotion (SPG)  untuk menjadi Sales Advisor di bidang produk yang dijual adalah salah satu upaya dalam pengurangan karyawan di  perusahaan ritel. Karyawan tidak ditarget lagi hanya menjual produk sebanyak – banyaknya. Namun lebih dari itu bagaimana SPG dapat meyakinkan customer tidak hanya membeli produk namun akan memperoleh nilai tambah lainnya dari produk yang dibeli tersebut. Tentunya ini didukung dengan inovasi – inovasi yang dilakukan oleh perusahaan. Service dan pelayanan yang diberikan harus melebihi dari harapan customer baik sebelum maupun setelah produk dibeli. 

Perusahaan harus berlomba – lomba dalam menciptakan sumber daya manusia nya untuk lebih competitive baik dalam kemampuan teknis maupun kemampuan softskill nya seperti komunikasi, adaptasi, creative, customer services oriented, maupun leadership nya tanpa dibatasi oleh latar belakang karyawan tersebut. 

Dengan semakin berkualitasnya kemampuan karyawan suatu perusahaan maka diharapkan akan lebih  meningkatkan service/pelayanan serta value added yang dapat diberikan kepada customer  yang   secara  tidak langsung akan mempengaruhi terhadap kelangsungan hidup perusahaan tersebut.    

The A Team

Fitriyanto

Tanty Juana Sari

Garin Ario Tetuko

Retno Ajeng Zulia Octavia

Muhamad Haikal

References :

https://news.detik.com/kolom/d-3727655/mengurai-persoalan-penutupan-gerai-ritel

https://marketeers.com/informa-segarkan-ritel-dengan-konsep-baru/


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Garin Tetuko

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format