Film Indonesia yang Gagal di Pasar Perfilman Indonesia

Hiburan merupakan salah satu kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari gaya hidup masyarakat modern.


0

Hiburan merupakan salah satu kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari gaya hidup masyarakat modern. Berbagai alternatif ditawarkan mulai dari yang berbentuk konvensional seperti rekreasi di taman atau hiburan yang telah dibumbui oleh teknologi. Tak bisa dipungkiri juga bahwa teknologi membawa arah gerak yang dinamis bagi berbagai macam hiburan yang menjadikannya lebih banyak varian. Salah satu hiburan yang diminati masyarakat adalah menonton film. Masyarakat berbondong-bondong pergi ke bioskop untuk menonton film favorit mereka maupun melepaskan rasa penasan. Akhirnya mereka disuguhi audio serta visual yang ditampilkan dalam layer perak. Peluang ini tentu dilihat sehingga para sineas beradu karya untuk menghasilkan hasil terbaik. Kerja keras para sineas ini diapresiasi dalam bentuk berbagai penghargaan dari tingkat lokal seperti piala citra hingga ajang paling bergengsi di dunia, piala Oscar. Tentulah para penggarap film ini berharap agar hasil garapannya diminati serta ditonton oleh banyak orang.

Di Indonesia sendiri, produksi film mengalami berbagai pasang surut. Loetong Kasareong yang tayang pada 1926 menjadi film bisu pertama yang diproduksi di Indonesia. Selanjutnya, pada tahun 1942 perusahaan film Jepang,  Nippon Eigha Sha memproduksi film yang digunakan untuk tujuan propaganda di Indonesia. Hingga akhirnya pada periode tahun 1998-sekarang yang dianggap sebagai kebangkitan industri tanah air yang pada periode sebelumnya mati suri karena minimnya produksi film serta tema film yang didominasi oleh film bertemakan seks yang meresahkan masyarakat. Kebangkitan industri film dalam negeri ini diawali dengan munculnya ‘Cinta dalam Sepotong Roti’ karya Garin Nugroho dan film kesukaan kita semua karya Mira Lesmana, Petualangan Sherina.

Era kebangkitan film dalam negeri ini tidak lantas membuat film dalam negeri menjadi laris manis di dalam negeri sendiri. Bahkan, ada beberapa film yang telah menyabet beberapa penghargaan internasional namun tidak begitu diminati oleh masyarakat Indonesia, bioskop tempat penayangan pun bisa terbilang sepi. Meskipun ada beberapa film lokal yang sukses menyapu banyak penonton seperti Dilan 1991 yang berhasil mendapat sejumlah 5.253.411 penonton. Dibandingkan dengan beberapa judul film yang berasal dari luar negeri jumlah ini masih kalah ditonton.

Dalam hal ini kami akan membandingkan kedua film yang berasal dari dalam dan luar negeri. Yang pertama yaitu film the sun, the moon, and the hurricane, film yang dianggap kontroversional di Indonesia karena mengangkat tema LGBT namun telah memenangkan beberapa penghargaan.

Film Indonesia
“The Sun, The Moon & The Hurricane”
Film Barat

“La La Land”

PRODUCT

Film ini memiliki fokus pada drama percintaan yang dialami oleh seorang homoseks/gay. Tiap adegan yang ditampilkan di film ini terkenal natural dan tentunya sangat menggambarkan kehidupan orang dengan orientasi seksual sejenis, bagaimana mereka menutupi orientasi seksual mereka dan bagaimana mereka hidup sebagai seorang gay. Meskipun pemutarannya di Indonesia terkenal kontroversial, film ini memiliki alur cerita yang baik dan dieksekusi dengan baik juga meskipun pemeran aktor gay dalam film tersebut memiliki orientasi seksual hetero. Film ini juga digadang mampu menggiring emosi penonton dengan baik melalui setiap adegannya.

Film ini bercerita tentang percintaan dan komedi yang dialami oleh dua orang yang memiliki kepribadian yang berbeda tetapi mereka memiliki mimpi yang sama. Film ini dikemas dalam bentuk drama musikal sehingga menjadi daya tarik sendiri bagi orang-orang yang menontonnya. Film La La Land membuat orang yang menontonnya akan terbawa suasana dengan scene-scene yang ditampilkan.
PRICE

Untuk harga satu tiket dari film ini relatif lebih merata antara satu daerah dengan daerah lainnya yaitu Rp 30.000 an

Untuk harga film satu ini merata penyebarannya di seluruh Indonesia kisaran 30 ribu – 50 ribu rupiah.

PLACE

Selain diperuntukkan di Indonesia, film ini juga menyasar festival film internasional,berikut negara-negara yang dimasuki oleh film ini :

1. World Premiere Vancouver International Film Festival 2014

2. Nominee Best New Director Vancouver International Film Festival 2014

3. Official Selection Jakarta International Film Festival (JiFFest) ?2014

4. Official Selection Jogja NetPac Asian Film Festival (JAFF) 2014

5. Nominee Best Orginal Screenplay Piala Maya 2014

6. Nominee Best Male Newcomer (William Tjokro) Piala Maya 2014

7. Official Selection Cinemasia Film Festival 2015, Amsterdam

Film ini dibuat dan diperuntukkan untuk seluruh dunia termasuk di Indonesia yang memiliki pasar industri hiburan yang termasuk besar.

PROMOTION

Tidak disebutkan dengan pasti berapa biaya untuk promosi, namun yang jelas film ini menggunakan budget yang terbilang minim namun digunakan dengan cara efisien. Salah satu contoh promosi dari film ini adalah melalui media sosial dari produser dan para pemainnya.

Untuk biaya promosi kami tidak tahu persis berapa, namun promosi yang dilakukan film ini sangatlah besar. Mengadakan world tour dan juga konferensi pers di Hollywood.

TRAILER

La La Land

https://www.youtube.com/watch?v=0pdqf4P9MB8

The Sun, The Moon & The Hurricane

youtube.com/watch?v=Fsy8TmMa7wc&t=1s

Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

  1. Cultural Factors

The Sun, The Moon & The Hurricane

Film ini mengangkat tema drama percintaan yang sudah lazim ada di Indonesia namun fokus cerita yang ditampilkan cukup kontroversi yaitu kisah cinta sesama jenis. Sedangkan di Indonesia sendiri tema homoseksual secara umum belum bisa diterima.

La La Land

Film ini tidak menunjukkan budaya yang terjadi di sekitar kita. Tetapi film ini berhasil membawakan keromantisan dan kelucuan dari pasangan yang ditampilkan.

  1. Social Factors

The Sun, The Moon & The Hurricane

Produser dari film ini,Andri cung mengatakan bahwa kehidupan seseorang penyuka sesama jenis di Indonesia cukup sulit. Mereka harus menutupi identitas mereka yang sesungguhnya atau mengakui namun pasti akan dihujat oleh masyarakat umum. Dalam film ini setiap adegan merepresentasikan pernyataan tersebut.

La La Land

Tidak ada yang spesial dari film ini. Tetapi alur cerita yang dibuat dan masyarakat yang menyukai drama-drama musikal membuat film ini sangat banyak penontonnya. Dari segi visualisasi membuat setiap orang yang menontonnya merasa termanjakan yang menjadi faktor film ini memenangkan banyak nominasi.

  1. Personal Factors

The Sun, The Moon & The Hurricane

Dari dahulu permasalahan homoseks dianggap sangat tabu oleh masyarakat Indonesia. Dengan adanya film ini masyarakat lebih mengetahui perjuangan seorang gay dan harapannya adalah lebih menghargai para penyuka sesama jenis.

La La Land

La La Land menampilkan film dengan rating 13+. Film ini dapat ditonton generasi Z, milenial, dan baby boomers yang memiliki umur 13 tahun ke atas. Film ini menceritakan tentang masalah yang dialami pasangan yang memiliki perbedaan pandangan. Film ini menggambarkan fenomena-fenomena yang sering muncul.

  1. Psychological Factors

The Sun, The Moon & The Hurricane

Tiap adegan dalam film ini terkenal sangat piawai dalam menggiring emosi penontonnya sehingga pada akhirnya ikut merasa sedih dan iba terhadap para penyuka sesama jenis khususnya gay atau homoseks.

La La Land

Film ini berhasil memainkan banyak sekali emosi dari diri penonton. Ada emosi senang, sedih, dan marah. Salah satu scene yang menurut kami terbaik adalah disaat Emma Stone dan Ryan Gosling bernyanyi di atas bukit. Suasana dan lagu yang ditampilkan di scene sangat memainkan emosi dari penonton.

SUMBER 

https://www.kapanlagi.com/showbiz/film/internasional/sinopsis-la-la-land-film-musikal-romantis-pemborong-penghargaan-number-249d03.html

https://www.kompasiana.com/winwannur/the-sun-the-moon-the-hurricane-film-indonesia-berkualitas-dengan-tema-kontroversial_559d3c332d7a61982983fa49

https://m.detik.com/hot/movie/d-2538089/the-sun-the-moon–the-hurricane-bidik-festival-film-internasional

PENULIS

Ryan Moses Nathael

Radityo Dwi Laksono

Sabita Rahma Putri


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
HawkEyes

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format