Foxbots (Foxconn Technology Group)

Foxbots menggeser pekerjaan manusia dan membuat perubahan drastis pada andil ketenaga kerjaan karyawan, berdampak positif atau negatif?


1
1 point

Foxconn Technology Group yang dikenal sebagai perusahaan manufaktur elektronik, masuk dalam 32 perusahaan teratas pada Forbes 500 dengan revenue US$ 148 miliar atau sekitar Rp 2 kuadriliun. Bisa dibilang, Foxconn telah menjadi pabrikan kontraktor elektronik terbesar di dunia dan menjadi perusahaan teknologi informasi terbesar ketiga dalam hal pendapatan.Bukan itu saja, perusahan yang bermarkas di Taiwan ini juga memiliki sekitar 1,5 juta karyawan dan memiliki hak paten lebih dari 54 ribu di seluruh dunia. 

Foxconn terkenal karena dominasinya sebagai manufaktur outsourcing sehingga populer dengan perusahaan dari Eropa, Jepang, dan Amerika yang ingin mengurangi biaya tenaga kerja tanpa mengorbankan kualitas. Bahkan kualitas tinggi telah menjadi standar yang tidak bisa dikompromi sehingga dipercaya oleh Apple untuk memproduksi smartphone-nya. Nama Foxconn semakin melambung berkat dikenal sebagai pabrikan untuk iPhone dan iPad.

Apple memang telah menjadi klien utama sekaligus yang terbesar. Namun siapa sangka, ternyata banyak juga beberapa perusahaan terkemuka yang mempercayakan produknya untuk dibuat di Foxconn. Di sektor smartphone, selain Apple ada Amazon, Sony, BlackBerry dan kemudian pada tablet memproduksi iPad, Amazon Kindle, dan Sony Xperia.

Seiring berjalannya waktu tanpa disadari dunia telah masuk ke dalam era robotik, dan Foxconn menyadari betul perubahan era ini, di dalam produksi selain fungsi kapital disitu juga terdapat fungsi sumber daya manusia dimana persoalan SDM yang majemuk membuat manajemen Foxconn mencari cara meminimal potensi permasalahan dengan mengganti tenaga manusia menjadi tenaga mesin dengan bantuan teknologi.

Dalam pernyataan resminya, Foxconn menyatakan robot-robot itu akan mengerjakan pekerjaan yang sifatnya pengulangan. Sementara para pekerja manusia akan lebih fokus pada kontrol kualitas, pengembangan, inovasi, penelitian, dan hal-hal lain yang memiliki nilai tambah. 

Sudah lama diketahui kondisi kerja di Foxconn kurang memenuhi syarat. Jam kerja yang terlalu tinggi, lingkungan kurang sehat dan tekanan yang begitu besar membuat karyawan menjadi stress. Alih-alih melakukan perbaikan atau pelatihan bagi karyawan, Foxconn malah memutuskan untuk mengambil jalan pintas dengan mengganti karyawan manusia dengan robot. Tindakan ini diambil Foxconn demi efisiensi operasional sekaligus menekan biaya sumber daya manusia. Namun akibatnya sekitar 60 ribu karyawan kehilangan pekerjaan.

Robot, juga akan mengurangi peluang berbagai persoalan buruh yang cukup memojokkan posisi Foxconn. Seperti diketahui, tahun 2010, sebanyak 18 karyawan pabrik milik Foxconn memutuskan mengakhiri hidup mereka. Itu adalah kasus bunuh diri terbanyak sepanjang Foxconn berdiri.Foxconn memangkas 60.000 pekerja manusia dan menggantinya dengan robot. Dari total 110.000 pegawai di pabrikan China tersebut, porsi manusia hanya tersisa 50.000 orang. Semua ini berkat perkembangan teknologi. Ke depan, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) untuk pegawai di Foxconn diprediksi akan terus berlanjut. Saat dikonfirmasi, juru bicara Foxconn menegaskan bahwa peran manusia tak akan tergantikan robot hingga kapanpun, utamanya jika menyangkut kemampuan otak. Menurut dia, pekerjaan yang mengandalkan robot adalah yang sifatnya monoton dan hanya mengandalkan fisik. "Pekerja manusia kami fokuskan ke elemen yang lebih bernilai, seperti penelitian dan pengembangan, kontrol kerja, serta kontrol kualitas," kata dia. "Kami akan terus menggenjot otomatisasi robot dan memperkuat posisi manusia di pabrik kami," ia menambahkan. Foxconn bisa saja mengelak bahwa robot mengancam eksistensi manusia di pabriknya. Namun, para pengamat ekonomi dan teknologi memandang fenomena di Foxconn bakal mewabah. White House pernah mengestimasi bahwa pekerja di AS yang upahnya 20 dollar AS (Rp 237.000-an) per jam perlu waspada. Pasalnya, sebanyak 83 persen dari mereka akan kehilangan pekerjaan karena robot.

Foxconn, manufaktur besar berkedudukan di Taiwan yang memproduksi produk-produk premium merek Apple, Samsung, dan Sony Play Station ini telah mengganti paling tidak 60 ribu karyawan manusia dengan robot demi alasan efisiensi. Tingginya biaya sumber daya manusia dianggap menjadi alasan bagi Foxconn untuk mengurangi jumlah karyawan manusia. Selain dapat menekan biaya buruh, penggantian dengan robot juga dinilai dapat membuat kegiatan produksi lebih lancar dan lebih cepat.

Penggunaan robot di beberapa perusahaan teknologi telah lama diperkirakan akan berimbas pada pekerja manusia, seperti yang terjadi di Foxconn baru-baru ini. Perusahaan itu disebut telah memecat sekitar 60 ribu karyawan untuk digantikan pekerja robot.

Dikutip dari laman BBC, Kamis (26/5/2016), Foxconn Technology Group memastikan bahwa pihaknya memang telah melakukan otomisasi pekerjaan di beberapa operasi manufaktur miliknya. Namun, Foxconn membantah perubahan ini dapat berakibat pada pemutusan kerja jangka panjang.

Perusahan asal Tiongkok itu menuturkan pihaknya kini telah memanfaatkan teknologi robotik dan inovasi lainnya untuk menggantikan tugas berulang yang biasanya dilakukan oleh pegawai manusia.

Dengan demikian, pegawai dapat fokus pada elemen nilai tambah lainnya dalam proses manufaktur, seperti penelitian dan pengembangan, process control, dan quallity control.

"Kami akan terus memanfaatkan otomatisasi dan tenaga manusia dalam operasi manufaktur, dan kami berharap dapat mempertahankan tenaga kerja yang cukup signifikan di Tiongkok," ujar Foxconn dalam pernyataannya beberapa waktu lalu.Dalam beberapa tahun terakhir banyak perusahaan Tiongkok mulai berinvestasi pada proses produksi yang melibatkan robot. Sejak September 2014, setidaknya ada 505 pabrik yang siap menggantikan pekerja manusia dengan robot.

Di sisi lain, keputusan ini jelas jadi peringatan bahwa robot dapat mengancam kelangsungan pasar pekerja saat ini.

Seorang konsultan dari Deloitte yang bekerja sama dengan Oxford University menuturkan setidaknya ada 35% pekerjaan yang ada saat ini akan terancam digantikan robot dalam 20 tahun mendatang.    

Artinya, jika robot menggantikan peran manusia justru manusia harus lebih mampu menciptakan terbosan-terobosan  baru dan inovatif, dan berpeluang mempekerjakan robot dan mesin teknologi berbasis otomasi  justru menambah luasnya kesempatan dan peluang untuk berbuat sesuatu yang kreatif dan inovatif. Sejatinya, manusia lebih baik dari robot, manusia dapat menerapkan critical thinking ketika ditempatkan pada suatu situasi yang tidak sesuai rencana dan mengungguli mesin saat dihadapkan dengan pekerjaan yang mebutuhkan kreativitas, kompleksitas, keingintahuan akan ilmu dan seni, tingkat pendidikan yang baik, kecerdasan, imajinasi, empati dan kedewasaan juga fleksibel.

"Robot tidak bisa bersosialisasi sebaik manusia," ujar Rodica Damian, pengajar mata kuliah Psikologi Sosial dan Personal, The University of Houston.

Keterampilan atau skill yang setidaknya harus dimiliki masyarakat kini adalah secara fisik bisa menjadi navigator dan mobilisasi yang mumpuni, secara sensor bisa bekerja dengan baik.

Dengan pergeseran yang tidak terhindarkan,keterampilan baru akan dibutuhkan terutama dari karyawan yang di layoff.  Dibutuhkan peningkatan kebutuhan atas keterampilan sosial dan emosional, serta keterampilan kognitif yang lebih tinggi seperti kreativitas dan kemampuan untuk memecahkan masalah. Sebagai contoh, karyawan dapat melakukan penambahan skill maupun pergesaran profesi seperti, penjamin mutu hasil produksi, technical support robot, pengawas produksi, sampai maintenence produksi perusahaan.

                        

Pekerjaan lama vs. Pekerjaan baru

 Konsep

Operator Pabrik

Robot Foxbots

Job Analysis

 Dapat mengoperasikan mesin dan merakit komponen-komponen spesifikasi gadget dengan baik

 Dioperasikan oleh aliran listrik yang dikombinasikan dengan teknologi, sehingga apa yang dikerjakan akurat.

Job Specs

 Memiliki background dengan keahlian merakit dan mengoperasikan mesin pabrik.

 Memiliki kemampuan untuk bekerja diatas jam normal para pekerja manusia.

Selection and Recruitment

 Merekrut pegawai sesuai dengan keahlian yang ditetapkan oleh pihak Foxconn, kemudian melakukan tahapan rekrutmen seperti interview, test kesehatan, tes psikotes dll 

 Tidak perlu ada perekrutan.

Legal Issues

 Jam kerja yang terlalu tinggi, lingkungan kurang sehat dan tekanan yang begitu besar membuat karyawan menjadi stress.

 Hanya memerlukan industri pembuatan robot yang canggih agar bisa mencapai hasil yang maksimal dan  juga mengefisiensikan sumber daya manusia.

Developing the workforce

Para pekerja manusia akan lebih fokus pada kontrol kualitas, pengembangan, inovasi, penelitian, dan hal-hal lain yang memiliki nilai tambah.

 Tugas para robot sifatnya berulang-ulang akan diambil alih oleh robot demi efisiensi. Terus memperkuat teknologi otomatisasi pada operasional manufakturnya.

   

Saran dan Solusi Untuk Perusahaan

Perusahaan merekrut pegawai yang bisa bekerja dibawah tekanan dan memilih orang yang cekatan karena yang ditargetkan  adalah barang yang dihasilkan banyak dalam waktu yang efisien. Jika perusahaan ingin merekrut fresh graduate perusahaan harus melakukan training dalam jangka waktu tertentu dan tidak bisa langsung terjun ke pabrik. Dalam wawancara pelamar ditanya pendapat tentang kemajuan teknologi dalam bidang robotik, apabila pelamar setuju maka pelamar dapat dipertimbangkan untuk lolos dan jika tidak setuju lebih baik tidak diterima karena jika diterima akan mengganggu keberlangsungan perusahaan dan dapat mempengaruhi lingkungan untuk membangkang kepada perusahaan/ atasan. Selain itu pelamar ditanyakan bagaimana cara memecahkan masalah jika terjadi kerusakan pada sistem mesin produksi yang akan berakibat mengganggu proses produksi. Memberikan reward kepada pegawai yang sudah selalu memenuhi target pembuatan komponen gadget agar pegawai merasa di hargai. Begitu pula dalam penggunaan robot harus selalu dilakukan maintenance karena sistem robot bisa saja mengalami kerusakan, hal ini menuntut perusahaan untuk selalu mengembangkan keahlian pada robot dengan membuat Foxbots 2.0 agar hasil yang diperoleh lebih maksimal dan perusahaan juga dituntun untuk menyiapkan dan merogoh kocek lebih banyak karena perawatan robot memerlukan biaya yang cukup mahal.

Meskipun demikian,  perkembangan teknologi sebenarnya juga menciptakan berbagai pekerjaan baru, seperti Mobile apps developer, perancang virtual reality,hingga manajemen risiko fintech. Sebagai contoh, platform fintech besar China JD Finance, sebagai ganti merekrut petugas pinjaman tradisional, mereka menciptakan lebih dari 3.000 lapangan kerja untuk analisis data dan manajemen risiko untuk mempertajam algoritma peminjaman digitalnya.

Ada data di negara – negara Eropa menunjukan bahwa, meskipun teknologi mungkin menggantikan para pekerja di beberapa jenis pekerjaan, secara umum teknologi meningkatkan permintaan tenaga kerja berdasarkan laporan WDR. WDR 2019 menyarankan tiga solusi untuk permasalhan ini. Pertama, berinvestasi di sumber daya manusia, khususnya pendidikan. Kedua, meningkatkan perlindungan sosial yang tidak hanya bergantung pada sistem kerja formal untuk memastikan cakupan yang universal. Ketiga, meningkatkan mobilisasi pendapatan dengan memperbaiki sistem perpajakan.

References:

https://id.priceprice.com/harga-hp/news/Foxconn-Ganti-60-Ribu-Karyawan-Dengan-Robot-502/

https://www.liputan6.com/tekno/read/2516436/pilih-robot-foxconn-pecat-60-ribu-karyawan  

https://www.cnbcindonesia.com/tech/20190121072110-37-51510/tenang-ada-bukti-teknologi-juga-ciptakan-lapangan-kerja

https://www.mmindustri.co.id/robot-menggantikan-peran-manusia/

https://netz.id/news/2017/05/12/00416/1008120517/tips-agar-tenaga-manusia-tak-tergantikan-robot

https://www.cnbcindonesia.com/tech/20190925191950-37-102264/tak-ingin-digantikan-robot-dan-mesin-miliki-skill-ini

Shark in suit are:

Amelia Septian Aryamti

Aryo Arifuddin

Rahadian Andrie Zar


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
1
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Sharkinsuits

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format