“Teknologi Robot pada Restoran: Akankah Menimbulkan Kiamat Kecil Bagi Para Job Seekers?”


43
3 shares, 43 points

Di era ini perkembangan teknologi amat sangat pesat salah satunya perkembangan teknologi robot yang selalu memberikan inovasi yang dapat berguna bagi manusia khususnya di bidang bisnis kuliner, di zaman serba cepat sekarang tuntutan kebutuhan hidup akan pelayanan mulai berubah hal ini membuat para pelaku bisnis mengefisiensi segala lini untuk mengikuti arus perkembangan zaman. Pada kasus yang terjadi di salah satu bisnis kuliner di Singapura bernama Rong Heng Seafood Restaurant tepatnya di East coast Park, di restaurant ini robot-robatlah yang dipekerjakan sebagai pramusaji atau pelayan pengantar makanan dan pengambil piring-piring kotor yang telah digunakan, dalam industri kuliner menggunakan robot pelayan memiliki daya tarik tersendiri dan beberapa keuntungan tak perlu ada kenaikan gaji, bonus, atau kesejahteraan. Robot pun tak perlu cuti sakit atau cuti tahunan serta kecepatan dan ketepatan yang mumpuni , robot pelayan tidak mengenal rasa lelah dan emosi tidak berpengaruh dalam pekerjaan mereka yang fungsi utamanya untuk membantu segala tugas yang dilakukan oleh manusia. Robot dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh manusia (human error) yang kerap terjadi pada manusia.  

Keberadaan robot-robot ini tentu menjadi mimpi buruk bagi sebagian karyawan yang peranya telah diambil alih dan alhasil pengurangan karyawan tak bisa dihindarkan. Pemilik dari restoran mengungkapkan alasan beralihnya menggunakan robot-robot karena pengurangan biaya produksi, pembelian robot jika dibandingkan dengan biaya untuk pekerja manusia jauh lebih hemat tanpa memikirkan aspek-aspek kepentingan lain. Namun disisi lain penggunaan robot untuk menggantikan tugas manusia akan menimbulkan masalah-masalah yang akan terjadi diantaranya pengangguran pada tenaga manusia, adanya PHK yang dilakukan akan memberikan dampak negatif bag perekonomian negara mengingat pertumbuhan ekonomi suatu negara sangat dipengaruhi oleh tingkat konsumsi masyarakat, apabila masyarakat tidak mempunyai pekerjaan maka pemasukan seseorang sebagai sumber belanja juga terhambat dan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi akan melemah. seperti halnya di indonesia 56% PDB di sumbang oleh konsumsi rumah tangga, jika penyerapan tenaga kerja rendah maka berdampak pada pendapatan untuk konsumsi masyarakat akan turun, oleh karenanya bukan hanya perkembangan teknologi saja yang ditingkatkan tetapi selaras dengan meningkatkan kualitas pendidikan agar bisa memenuhi kebutuhan industri yang semakin maju. Selain itu Meski robot dianggap lebih efisien tetapi biaya perawatan robot tidaklah murah robot pelayan ini harus dirawat satu minggu sekali itu membuat pembekakan biaya yang harus dikeluarkan. Tidak memiliki emosi seperti manusia juga dapat menimbulkan masalah terhadap service yang diberikan kepada pelanggan.  

Pekerjaan Lama (Pramusaji) versus Pekerjaan Baru (Robot Pramusaji)

Pramusaji

Robot pramusaji

Job description

Melaksanakan dan memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan mengedepankan etika yang sopan dan ramah.

Melayani pelanggan secara otomatis dengan menekan tombol tertentu dan juga sensor yang terdapat pada robot.

Job Specification

Menyambut pelanggan yang baru datang dan mencatat makanan yang dipesan oleh pelanggan tersebut. 

Menyajikan pesanan pelanggan tanpa ada yang terlewat.

Membersikan meja makan dan peralatan mkan setelah digunakan oleh pelanggan yang datang sebelumnya.

Setelah pelanggan melakukan pemesanan makanan yang ada di tablet robot akan mendapatkan sinyal untuk menyajikan makanan kepada pelanggan.

Selection and Recruitmen

Merekrut dan menyeleksi calon karyawan dengan melalui tahapan-tahapan yang ada seperti wawancara.

Pengembangan teknologi sistem control robot seperti sensor garis, sensor jarak, LCD, tombol, modul suara, dan lain-lain. Serta pengecekan system robot secara berkala agar tidak ada sistem yang bermasalah.

Developing the Workforce

Mengikuti pelatihan dengan tujuan agar memiliki keterampilan para pramusajinya dalam membawa pring atau nampan, keramahan dalam melayani pelanggan, dan menguasai menu yang ada pada restoran tersebut.

Melatih sistem control robot dalam bergerak maju, mundur, samping kanan, samping kiri, menggerakkan nampan, dan berkomunikasi.

Managing Diversity

Ketidaknyamanan karyawan dalam lingkungan kerja seperti adanya diskriminasi fisik para pramusaji satu dengan lainnya.

Desain robot sama dengan sistem utama yang dibuat yaitu sistem kontrol robot otomatis yang bergerak berdasarkan intruksi.

Implikasi Teknologi Robot dalam Perekrutan Calon Karyawan

Dengan adanya budaya lingkungan kerja yang berbeda dari budaya sebelumnya, maka diperlukan penyesuaian agar tempat kerja tetap dapat produktif dan dapat memenuhi targetnya masing-masing. Berbicara mengenai perkembangan teknologi dalam industri tentunya akan berdampak kepada tingkat lapangan kerja pada sebuah perusahaan, dan tidak terkecuali restoran. Penggunaan teknologi dalam industri restoran tentu saja berdampak kepada tingkat pekerjaan. Penggunaan robot dalam restoran tentu saja dapat membuat pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan di dalam restoran tersebut menjadi lebih efektif.

Salah satu budaya yang akan berubah dengan hadirnya teknologi robot dalam perusahaan adalah bagaimana bisa restoran mempekerjakan manusia disaat robot menawarkan solusi yang mudah dibandingkan manusia. Apabila berbicara mengenai perekrutan karyawan baru di restoran, dengan hadirnya robot, proses perekrutan akan menjadi lebih sempit. Hal ini dikarenakan apabila dalam lingkungan restoran yang tradisional, restoran masih membutuhkan banyak tenaga kerja, baik untuk koki, pelayan, maupun petugas kebersihan. Namun, dengan hadirnya teknologi robot tersebut, restoran harus mengurangi ruang lingkup perekrutan karyawan.

Dengan adanya teknologi robot pada restoran membuat proses perekrutan menjadi lebih sederhana. Restoran hanya butuh mencari karyawan yang memiliki ide maupun konsep-konsep pengembangan sesuai dengan tema restoran tersebut. Hal ini dikarenakan proses-proses standar seperti memasak, membersihkan, bahkan melayani pengunjung sudah dapat digantikan oleh robot. Dengan kata lain, perusahaan hanya berfokus kepada pengembangan-pengembangan konsep masakan. Namun, terlepas dari hal itu, perusahaan juga harus mempertimbangkan untuk merekrut calon-calon karyawan yang memiliki keahlian pada bidang teknologi. Hal ini disebabkan karena dibutuhkan juga orang-orang yang nantinya akan bertanggung jawab kepada robot-robot tersebut dan menjaga agar robot-robot tersebut tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

Selain hal diatas, hal yang dapat juga dilakukan oleh restoran apabila masih ingin merekrut lebih banyak karyawan manusia dibandingkan dengan robot yaitu adalah dengan tetap merekrut tenaga kerja manusia, namun nantinya orang-orang tersebut akan dibekali oleh training-training serta kursus-kursus yang difungsikan untuk menambah soft-skill terkait perkembangan teknologi tersebut. Selain pelatihan-pelatihan terkait bagaimana teknologi dapat memberi kesinambungan dalam pekerjaan, pelatihan-pelatihan lain yang dapat diberikan kepada karyawan adalah pelatihan mengenai critical thinking dalam pengambilan keputusan karena meskipun sudah menggunakan bantuan robot dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan standar, namun pengambilan keputusan masih berada di bawah tangan manusia yang mana hal tersebut akan berpengaruh terhadap jalannya restoran tersebut kedepannya.

Hal lain yang mengalami perubahan dengan adanya perkembangan teknologi ini adalah cara bagaimana restoran tersebut mengontrol para pegawainya. Seperti yang telah dijelaskan diatas, penggunaan robot pada restoran akan berpengaruh terhadap jumlah karyawan yang bekerja pada restoran tersebut. Hal ini akan semakin mempermudah manajemen untuk mengontrol kinerja para karyawannya karena jumlahnya yang lebih sedikit dibandingkan dengan restoran konvensional yang menggunakan tenaga kerja manusia. Penggunaan robot juga lebih memudahkan proses kontrol karyawan karena robot itu sendiri sudah diprogram sesuai dengan keinginan kita dan pengecekan robot tersebut juga tidak membutuhkan waktu yang lama dan cenderung mudah.

Sumber: tirto.id

Solusi Bagi Perusahaan Restoran

Pelayan yang terkena imbas dari kebijakan pihak manajemen dalam mengganti sebagian pelayan dengan robot sehingga pelayan tersebut di layoff masih memiliki kesempatan bekerja ditempat lainnya. Pelayan sebuah hotel memiliki kesulitan pekerjaan yang tidak jauh berbeda dari pelayan restoran. Mulai dari menerima tamu, mengantar tamu ke kamar, membersihkan kamar, dan selalu siap membantu pelanggan saat dibutuhkan selama masih dalam waktu bekerja. Pekerjaan ini tidak sulit dan tidak membutuhkan skill yang spesifik, cukup dengan masa training dan jika memang dirasa cukup memenuhi kriteria oleh perusahaan maka pegawai baru tersebut akan terus bekerja di hotel tersebut. 

Pelayan hotel bukan satu satunya pilihan bagi pekerja yang di layoff, di masa ini sedang meningkatnya model usaha penginapan-penginapan yang dapat dipesan dengan online seperti pada platform OYO, Traveloka, Airy, RedDoorz & Airbnb sehingga kebutuhan pelayan untuk melayani penginapan tersebut pun meningkat. Peluang untuk bekerja di tempat seperti ini cukup besar karena guest house dan penginapan kecil berjumlah cukup banyak di kota kota besar. Khusus untuk pegawai yang di layoff yang bertepatan di Negara yang tidak memiliki aturan yang terlalu ketat dan memiliki modal terbatas tetapi ingin mencoba berwirausaha, ia dapat mencoba franchise minuman kekinian seperti Boba dan Thai tea. Namun usaha seperti ini memiliki resiko yang lebih besar daripada hanya mendaftar sebagai karyawan. Di usaha seperti ini pekerja yang di layoff tadi bisa mendaftar pula sebagai pekerja di usaha mikro ini. Bekerja di usaha seperti ini tidaklah sulit bagi mereka karena masa training akan memberi info yang cukup apa saja yang harus dilakukan oleh pegawai baru ini.

Pekerja-pekerja yang memiliki kapasitas dan kemauan yang tinggi dapat juga meningkatkan keterampilan pada dirinya agar dapat memilih pekerjaan yang lebih luas. Meningkatkan keterampilan juga dapat membesarkan peluang mereka untuk dapat diterima di perusahaan yang merak daftarkan. Sebagai contoh melatih diri di kursus barista agar dapat diterima di cafe yang membutuhkan barista bersertifikat. Belakangan ini barista sedang sangat dibutuhkan karena banyak sekali cafe cafe baru dikarenakan permintaan kopi meningkat. Kenaikan permintaan kopi juga berdampak kepada peningkatan konsumsi makanan di cafe sehingga profesi chef juga menjadi peluang. Dengan pelatihan yang khusus, para pekerja dapat belajar skill memasak makanan tertentu sesuai dengan kebutuhan cafe.

Referensi :

  1. http://www.chowbotics.com/robots-and-restaurant-jobs/ 
  2. https://ifr.org/downloads/papers/IFR_Robots_and_the_Workplace_of_the_Future_Positioning_Paper.pdf
  3. https://phinemo.com/di-restoran-ini-anda-akan-dilayani-robot-pelayan-saat-bersantap-makan/
  4. https://media.neliti.com/media/publications/169825-ID-ropadas-robot-pramusaji-cerdas-berbasis.pdf
  5. https://tirto.id/pekerja-restoran-cepat-saji-terancam-tergusur-oleh-robot-cCn6

The X Men:

  • Adhika Isthianto Utomo
  • Dwitya Pradipto Darmawan
  • N. Azizia Gia Mutiarasari
  • Intan Farida Khasanah

Like it? Share with your friends!

43
3 shares, 43 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
3
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
2
Win
thexman

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format