Dampak Virus Corona Terhadap Bisnis Depo Peti Kemas di Indonesia


2
2 points

Munculnya virus corona di Tiongkok sangat berdampak pada perekonomian global termasuk Indonesia. Tiongkok sementara menghentikan kegiatan produksinya karena adanya virus corona ini. Akibatnya, suplai bahan baku ke negara-negara tujuan menjadi terganggu. Kita tahu bahwa Tiongkok merupakan salah satu penyuplai  bahan baku industri terbesar di dunia. “Ekspor Tiongkok anjlok dalam dua bulan pertama tahun ini, turun 17,2%,” lansir CNBC Indonesia pada tanggal 16 Maret 2020. Penurunan kegiatan ekpor impor ini memberikan dampak pada bisnis lokal Indonesia yakni Bisnis Depo Peti Kemas. Depo peti kemas sebagai layer pertama dalam kegiatan ekspor kekurangan stok kontainer akibat minimnya pengembalian container ex Import. Hal ini juga akan mempengaruhi kegiatan ekspor ke tujuan negara lain selain Tiongkok akibat keterbatasan stok tersebut. Bila hal ini terus berlanjut akan mempengaruhi pada revenue perusahaan. Tidak adanya movement kontainer membuat  aktivitas di depo akan sepi dan berimbas pada penurunan revenue.

Proses Ekspor Impor

Sebelum pembahasan lebih lanjut mari kita lihat garis besar proses/flow ekspor impor. Pada gambar dapat kita lihat bahwa sebelum kontainer dikirim ke port, eksportir mem-pickup kontainer kosong (empty container) di depo kemudian dilakukan proses stuffing kargo di warehouse eksportir. Setelah itu kontainer baru dikirim ke port. Sebaliknya pada proses Impor, kontainer dipick up dari port menuju warehouse importer untuk dilakukan proses stripping cargo. Setelah itu kontainer dikembalikan ke depo. 

Perlu diketahui, semua perusahaan pelayaran (shipping line) pasti menyimpan kontainer miliknya di depo-depo untuk kemudian kontainer tersebut dipick up oleh eksportir jika ada proses ekspor dan akan dikembalikan oleh importir  ke depo jika proses impor. Kesimpulan yang bisa ditarik adalah kegiatan ekspor impor akan berbanding lurus dengan kegiatan di depo. Ketika ekspor impor sedang ramai maka depo juga akan mendapat efek yang sama. Sebaliknya jika ekspor impor berjalan lesu atau lambat maka akan berimbas ke kegiatan di depo yang sepi. 

Keadaan Ekspor Impor Indonesia

Pada gambar diatas bisa kita lihat bahwa Tiongkok memegang peranan penting dalam kegiatan ekspor impor Indonesia. Ekspor dari Indonesia ke Tiongkok memiliki persentase sebesar 40,83% pada tahun 2018. Begitu juga dengan persentase impor dari Tiongkok yakni sebesar 39,9%. Dengan keterbatasan kontainer yang ada di depo akan berimbas pula ke kegiatan ekspor ke tujuan negara lain selain Tiongkok. Apa yang bisa dilakukan para pengusaha bisnis Depo Peti Kemas untuk mengatasi masalah ini? Sebelum kita menjawab pertanyaan tersebut mari kita lihat bagaimana cara Air Asia dalam mengatasi masalah yang menimpa mereka bertahun-tahun silam.

The Road to Success of Air Asia

Pada akhir tahun 2001 tepatnya pada tanggal 8 Desember Tony Fernandes membeli Air Asia dari DRB Hicom, perusahaan BUMN Malaysia sebesar 1 ringgit. Pada waktu itu Air Asia sudah diambang kebangkrutan karena nilai utang perusahaan melebihi profit yang mereka miliki. Tony Fernandes yang menyadari hal tersebut melihat dari sisi lain. Ia beranggapan bahwa Air Asia memiliki potensi untuk bangkit (growth). Oleh karena itu, ia bersama 1 orang temannya berani mengambil resiko dengan membeli perusahaan tersebut. Ia pun menjadi CEO Air Asia dengan membawahi 250 staff dan memiliki 2 unit pesawat.


Hal pertama yang ia lakukan adalah branding. Dia meyakini bahwa branding sangat penting bagi perusahaan. Ia mengubah logo Air Asia sebelumnya yakni logo burung menjadi logo tulisan Air Asia dengan warna merah yang eye catching sehingga dapat menarik perhatian customer. “Play with the best colors and play with one image to get public attention. It’s catchy and make the name as easy as possible,” ucapnya dalam sebuah seminar yang diadakan di Thailand. Hal kedua yang ia lakukan ialah menghire staff. Tidak hanya sekedar menghire staff namun Tony beranggapan bahwa karyawan yang ia miliki ialah asset terbesarnya. “Your biggest asset are the peope you hire. Find people and show them that they are capable of doing a lot more than they actually believe they can,” sebuah statement yang ia ucapkan dan mendapat apresiasi dari pendengarnya saat seminar tersebut berlangsung. Tony percaya bahwa untuk membangun perusahaan yang sukses, ia harus memiliki tim yang solid, tim yang memiliki passion dan visi yang sama untuk memajukan perusahaan. 

Perlu diketahui Air Asia merupakan perusahaan yang tidak memiliki Serikat Pekerja padahal total karyawan yang ia miliki pada akhir tahun 2016 sebanyak 17 ribu. Apa rahasianya? “We try to be transparent as open that’s why we have no unions eventhough we have 17000 staffs. Office politics and bureaucracy are the biggest killer of innovation. Create environment that people aren’t scared to takea chance, to take a risk and give an idea.” Tony sangat menghargai staffnya. Tidak ada gap atau hierarki di internal perusahaannya dan dia juga selalu berpenampilan sederhana saat dikantor. Hal ini bertujuan agar para staffnya merasa nyaman saat ingin mengajukan ide atau pertanyaan-pertanyaan kepadanya. “We believe that if we look worse than our staff then they will be very comfortable talking to us.” 

Selain menghargai karyawannya, ia juga tidak memandang rendah atau membeda-bedakan karyawannya. Baik itu kepada perempuan ataupun kepada staff yang tidak memiliki background pendidikan yang luar biasa (tidak tamat sekolah). Ini terbukti dengan Air Asia yang pada tahun 2016 memiliki pilot wanita sebanyak 62 orang. Bukti lainnya ialah pada saat ia membuka program kelas cadet pilot, ia tidak memiliki syarat khusus dan memberikan kesempatan ke semua kalangan baik yang tidak lulus sekolah maupun yang memiliki ijazah pendidikan. Pada tahun pertama program cadet pilot tersebut memiliki 18 orang dimana 11 orang diantaranya berasal dari staff biasa (Store boys, Check In Assistant, dll). Hal terakhir yang ia lakukan ialah membuka rute-rute baru sesuai dengan permintaan customer tentunya dengan tariff yang murah. Strategi-strategi tersebut membuat Air Asia memiliki profit di tahun 2002 atau 1 tahun setelah seorang Tony Fernandes membeli perusahaan tersebut . Begitu juga dengan tahun-tahun setelahnya. Selain itu, Air Asia meraih World’s Best Low Cost Airline sebanyak 7 kali dari tahun 2002-2016.

Cara Air Asia Mengatasi Isu Global

Apa yang dilakukan Air Asia ketika dunia sedang dilanda virus SARS? Seperti yang kita tahu tahun 2002-2003 virus SARS menyerang beberapa negara di dunia. Perusahaan airlines ikut terkena dampak akibat adanya virus ini tak terkecuali Air Asia. Tidak ada yang ingin berpergian. Semua orang takut terkena virus SARS tersebut. Namun Tony Fernandes melihat hal ini sebagai peluang. Disaat perusahaan airlines lain mengurangi jadwal penerbangan, ia malah memberikan tarif murah kepada customer dan mengiklankan secara masif untuk menarik perhatian publik.


Hal seperti ini juga ia lakukan ketika Bom Bali. Tidak ada wisatawan yang ingin pergi ke Bali akibat kejadian tersebut. Tony Fernandes malah melakukan campaign dengan memberikan 5000 kursi gratis kepada orang yang ingin pergi ke Bali dan dalam 10 menit sold out. “Build your brand during a crisis is the best time.”

Dari cerita diatas, ada 3 poin utama yang dilakukan Tony Fernandes untuk mengubah Air Asia dari perusahaan yang mengalami kebangkrutan menjadi Top Airlines di dunia yakni Branding, Managing Diversity in His Company dan Design the Operations Process. Mari kita lihat penjelasannya.

Branding and Advertised

Dalam Chapter 12 Dimension of Marketing Strategy, branding memiliki peran yang penting dalam perusahaan. Bagaimana membranding suatu perusahaan dengan baik merupakan salah satu langkah awal sebelum memulai suatu perusahaan. Branding merupakan identitas perusahaan. Pengusaha harus memikirkan brand yang bisa dikenal dan mudah diingat oleh banyak orang. Tony Fernandes melakukan branding dengan sangat baik. Ia memutuskan untuk memilih logo Air Asia dengan corak merah yang eye catching. Saat ini publik bisa langsung mengetahui produk apa yang dihasilkan oleh Air Asia dengan hanya melihat logonya. 

Selain branding, Tony Fernandes juga sangat ahli dalam melihat peluang yang ada di pasar. Bagaimana cara ia melakukan promosi saat global sedang ditimpa isu atau masalah. Dia rela mengeluarkan investasi besar dibagian marketing/promosi. Kita lihat saat dunia sedang mengalami wabah SARS dia langsung menggandakan iklan Air Asia dengan memberikan tariff murah ke seluruh masyarakat yang ingin berpergian. Hasilnya ialah ia mendapat public attention dan Air Asia semakin diingat dan dikenal orang.

Bagaimana keadaan di Indonesia?
Kegiatan branding dan advertised ini masih belum banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan depo peti kemas di Indonesia. Masyarakat Indonesia juga minim pengetahuan mengenai apa manfaat dan guna dari sebuah depo pada suatu rantai pasok (supply chain). Ini menjadi PR tersendiri bagi para pengusaha depo peti kemas untuk bisa membranding dan mengiklankan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh depo. Depo peti kemas hanya dikenal oleh sejumlah perusahaan yang terlibat didalamnya seperti perusahaan trucking, freight forwarder maupun perusahaan pelayaran. Sedangkan bagi masyarakat awam, keberadaan depo peti kemas ini masih terlihat asing.

Managing Diversity

Internal perusahaan merupakan salah satu kunci perusahaan yang ingin sukses. Keberagaman karyawan akan memberikan banyak keuntungan bagi suatu perusahaan. Merupakan tugas manager/CEO perusahaan bagaimana ia menilai atau menghargai perbedaan yang ada di dalam perusahaanya. Di bagian ini Tony Fernandes juga orang yang peka terhadap diversity. Ia mampu untuk tidak membeda-bedakan staffnya. Hal ini akan berdampak positif bagi mental dan pikiran si staff sehingga ia bisa memberikan tenaga dan pikiran yang maksimal kepada perusahaan. Kita lihat bagaimana seorang Tony Fernandes merangkul staffnya, mendorong para staffnya untuk berinovasi dan memberikan ide-ide kepada perusahaan. Hal ini akan sangat menguntungkan perusahaan. Banyak ide-ide yang datang sehingga perusahaan bisa terus maju. Satu hal yang paling menonjol bagaimana seorang Tony Fernandes tidak membeda-bedakan karyawannya ialah adanya pilot perempuan di Air Asia. Tidak hanya berjumlah 1 orang melainkan 62 orang. Ini sangat membuktikan bagaimana adanya diversity sangat memberikan benefit jika sang manager/CEO memberikan perhatian dan peka terhadap diversity di lingkungan perusahaannya. Dengan keterbukaan dan transparansi ini juga membuat Air Asia tidak memiliki serikat pekerja. Para staffnya merasa semua keluhan/pendapat didengar oleh perusahaan. Oleh sebab itu, keberadaan Serikat Pekerja juga tidak akan berguna.

Bagaimana keadaan di Indonesia?

Tidak semua perusahaan di Indonesia yang get attention dengan adanya diversity di internal perusahaan mereka. Masih banyaknya kaum mayoritas yang ada dalam suatu perusahaan. Ntah itu mayoritas secara gender, background pendidikan, ras, suku dll. Akan lebih baik bila di dalam suatu perusahaan tersebut memiliki keberagaman para karyawan/staffnya.

Designing the Operations Process (Customization)

Dalam Buku Business Foundations A Changing World Chapter 8, sebelum kita memulai produksi suatu produk kita harus memperhatikan apa yang diinginkan oleh customer. Jangan asal memproduksi kemudian menjual produk tersebut padahal pasar tidak menginginkannya. Perlu perencanaan matang dengan melihat market dan melihat sasaran/target customer yang ingin dicapai. Banyak perusahaan yang melakukan marketing research terlebih dahulu untuk mengidentifikasi barang atau produk apa yang sedang laku di pasaran atau produk yang sebenarnya diinginkan oleh pasar. Kemudian atas dasar research tersebut baru dimulai proses produksinya. 

Hal ini juga yang dilakukan oleh Tony Fernandes. Ia melakukan research mengenai rute-rute mana yang dibutuhkan pasar, seberapa sering jadwal penerbangan suatu rute tersebut dll. Dalam video diatas ia menceritakan bahwa salah satu hal yang ia lakukan sewaktu pertama kali menjadi CEO ialah membuka rute-rute baru. Rute yang sebelumnya belum dijamah oleh Air Asia, ia buka. Semua ini dilakukan karena adanya demand dari pasar. Demand yang begitu tinggi sehingga akan menguntungkan bagi Air Asia bila mereka membuka rute-rute tersebut.

Bagaimana keadaan di Indonesia?

Bagian ini merupakan hal utama yang dilakukan setiap perusahaan dimanapun termasuk di Indonesia. Perencanaan produk yang akan dihasilkan suatu perusahaan merupakan mandatory sebelum perusahaan itu berdiri. Tak hanya perencanaan produk melainkan perencanaan lain seperti perencanaan kapasitas produksi, perencanaan tempat produksi, menjadi syarat utama yang harus dilakukan para pengusaha sebelum memulai proses produksinya. Ini juga yang menjadi dasar pengusaha depo peti kemas dalam menjalankan bisnisnya. Kebanyakan letak depo berada di sekitar port/pelabuhan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan customer dalam proses pengembalian dan pengambilan kontainer.

Solusi bagi Pengusaha Depo Peti Kemas 

Langkah Tony Fernandes dengan menjual tiket murah saat wabah SARS berlangsung bisa menjadi inspirasi bagi perusahaan depo peti kemas. Seperti yang disebutkan dalam video diatas, “Build your brand during a crisis is the best time.” Dengan kondisi saat ini dimana banyak masyarakat yang terkena virus corona, para pengusaha bisnis depo peti kemas bisa mengambil peluang dari kejadian tersebut. Sejatinya kontainer memang diperuntukkan untuk melindungi kargo-kargo para importir ataupun eksportir, namun kontainer juga bisa memberikan fungsi dan manfaat yang lain. Kontainer yang berbahan baja tersebut cukup kuat untuk menjadi tempat perlindungan bagi seseorang. Para pengusaha bisa memodifikasi kegunaan container tersebut menjadi tempat huni sementara untuk para penderita/pasien yang diisolasi maupun untuk perawatan pasien saat diobati. Kontainer tersebut dapat dimodifikasi dan dibuat senyaman mungkin bagi orang yang berada di dalamnya. Dengan tambahan material-material pendukung seperti glasswool untuk menyerap panas yang berasal dari luar container, kemudian pemberian keramik didalam kontainer, pemasangan AC, tempat tidur, colokan listrik dll pasti akan memberikan kenyamanan. Atau container tersebut bisa dimodifikasi menjadi ruang perawatan pasien sehingga material yang perlu ditambahkan seperti peralatan kesehatan, wastafel dan penunjang alat kesehatan lainnya. 

Isitilah modifikasi container ini adalah Portacamp, kontainer yang bisa dimodifikasi seusai keinginan customer yang membutuhkan. Produknya sangat fleksibel karena portacamp bersifat mobile yang artinya gampang dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain.


 

Pada dasarnya portacamp ini banyak digunakan perusahaan-perusahaan mining/tambang sebagai kantor ataupun tempat tinggal sementara selama mereka berada di site/proyek. Selain itu banyak juga perusahaan-perusahaan kontraktor yang membutuhkan keberadaan portacamp ini. Melihat kondisi sekarang akan sangat efektif jika perusahaan bisnis depo peti kemas bisa menjual produk portacamp ini ke tempat-tempat/orang-orang yang membutuhkan.

Agar tepat sasaran dan juga mendapat public attention, perusahaan harus melakukan branding/iklan secara massif. Perusahaan harus mau mengeluarkan investasinya secara besar di bidang periklanan ini. Strategi promosi harus direncakan secara matang agar produk dapat laku di pasaran. Para marketing depo bisa mengiklankan produk ini melalui media sosial ataupun advertising dijalanan.

Bila perusahaan tetap ingin on the track atau tidak keluar dari jalur bisnisnya, maka cara yang paling realistis yang bisa dilakukan ialah dengan cutting cost terutama operational cost. Apa saja yang bisa dicutting? Bisnis depo memiliki 2 aset utama yakni lahan sebagai tempat kontainer (storage) dan alat berat untuk memindahkan kontainer dari storage area ke chassis trailer ataupun sebaliknya. Perbaikan lahan yang mungkin saat ini dilakukan oleh beberapa depo sebaiknya dihentikan atau ditunda dulu. Atau  dikurangi area-area yang ingin diperbaiki (area tertentu saja) sehingga cost yang dikeluarkan bisa ditekan. Beruntung bagi perusahaan depo bila saat ini mereka tidak sedang lagi melakukan perbaikan lahan. 

Hal kedua ialah alat berat. Alat berat  ini memerlukan solar dengan volume besar per harinya untuk beroperasi. Pemakaian solar ini bisa dicutting dengan cara mengefisiensikan kinerja alat. Bagaimana  caranya? Dengan meminimalisir proses shifting/pemindahan kontainer saat melakukan proses muat atau bongkar kontainer. Atau bisa juga dengan mengurangi pemakaian alat berat per harinya. Misal, per harinya depo menjalankan/mengoperasikan 4 alat untuk kegiatan bongkar muat. Pada keadaan sekarang, jumlah pemakaian bisa dikurangi menjadi 3 alat saja yang beroperasi per harinya. Hal ini akan mengurangi pemakaian solar sehingga akan mengurangi cost

Selain itu cutting cost juga bisa dilakukan dengan mengefisiensikan pemakaian umum atau dikenal dengan istilah GA (General Affair). Apa saja contohnya? Pemakaian kertas, listrik, AC dan peralatan kantor lain yang termasuk dalam GA. Saat ini pemerintah memberlakukan sistem WFH (Working From Home) bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia yang berarti mengurangi jumlah karyawan yang datang ke kantor. Pengurangan ini akan berimbas kepada pemakaian hal-hal yang telah disebutkan diatas. 

Bila hal-hal tersebut dijalankan akan mengurangi operational cost sehingga walaupun revenue berkurang, neraca perusahaan tidak akan terlalu signifikan terganggu.

Referensi;

https://www.youtube.com/watch?v=fz6IpDVavjA

https://www.cnbcindonesia.com/news/20200316131020-4-145150/diserang-corona-industri-china-langsung-kontraks

https://supplychainindonesia.com/new/wp-content/files/SCI_-_Data_Ekspor_Impor_Indonesia_Edisi_Juni_2019.pdf


Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Garin Tetuko

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format