BENTOEL VS SIDO MUNCUL MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Digitalisasi di Era Revolusi Industri 4.0 merupakan salah satu strategi agar perusahaan tidak tergilas oleh zaman dan terhambat oleh disrupsi teknologi.


0

BENTOEL GROUP

Perjalanan Bisnis Bentoel Group

PT Bentoel Group bermula dari pabrik rokok kecil bernama “Strootjes Fabriek Ong Hok Liong”, yang didirikan oleh Ong Hok Liong. Pada tahun 1954 pabrik rokok tersebut berubah nama menjadi PT Perusahaan Rokok Tjap Bentoel.

Pada akhir tahun 1960-an, Bentoel Group menjadi perusahaan pertama di Indonesia untuk memproduksi rokok kretek filter buatan mesin dan membungkus kotak rokoknya dengan plastik. Inovasi-inovasi ini kemudian menjadi standard pada industri tembakau nasional.

Pada tahun 1987 perusahaan Bentoel menjadi perusahaan publik terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Pada perkembangannya perusahaan Bentoel berubah nama menjadi "PT Bentoel Internasional Investama Tbk". Kemudian pada tanggal 17 Juni 2009, British American Tobacco mengakuisisi PT Bentoel Internasional Investama Tbk. 

Bentoel adalah produsen rokok terbesar keempat di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 7%. Bentoel memproduksi dan memasarkan berbagai jenis produk tembakau seperti rokok kretek mesin, rokok kretek tangan dan rokok putih. Beberapa produk rokok Bentoel yang terkenal yaitu Bentoel Biru, Dunhill Filter, Dunhill Mild, Club Mild dan Lucky Strike Mild. Kami juga memproduksi dan memasarkan brand lokal, seperti Neo Mild, Tali Jagat, Bintang Buana, Sejati, Star Mild dan Uno Mild.

A group of people in front of a building Description automatically generated

Gambar 1 : Pabrik Bentoel


Permasalahan Strategi Investasi Teknologi

Berdasarkan kinerja emiten PT Bentoel International Investama Tbk (RMBA) hingga September 2018, Perseroan masih mengalami kerugian dan kerugian ini sudah berlangsung selama 5 tahun terakhir. Dalam laporan keuangan per September 2018, Bentoel mencatat kerugian sebesar Rp 424 miliar dan per tahun 2017 adalah sebesar Rp 480,06 miliar. Apabila dilihat dari tahun 2016, nilai kerugian ini turun signifikan dari tahun 2016 yang sebesar Rp 2,08 triliun dan 2015 yang senilai Rp 1,63 triliun. (Grafik 1)

A screenshot of a cell phone Description automatically generated

Grafik 1: Laba Rugi (Profit) Bentoel (Sumber: www.idx.co.id)


Sedangkan, dari segi pendapatan, Bentoel Group mencatatkan pendapatan Rp 15,95 triliun per Sept 2018 dan tahun 2017 angka pendapatan mencapai Rp 20,58 triliun, angka ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. (Grafik 2)

A screenshot of a cell phone Description automatically generated

Grafik 2: Nilai Pendapatan (Revenue) Bentoel (Sumber: www.idx.co.id)

Dari laporan keuangan terlihat bahwa rugi yang terjadi dikarenakan adanya strategi investasi pemasaran yang dikeluarkan oleh Bentoel untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan membangun brand equity dimana Bentoel mengeluarkan dana investasi pemasaran untuk portofolio strategis, Bentoel Group mencatat nilai investasinya telah mencapai hampir Rp 5 triliun yang terdiri dari pembelian mesin-mesin produksi dan berbagai aset tetap. Berbagai investasi tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar demi mendorong pertumbuhan jangka panjang. Di samping itu, kerugian Bentoel Group juga disebabkan oleh tantangan-tantangan yang berasal dari luar dimana Perusahaan menghadapi berbagai tantangan antara lain persaingan usaha yang semakin ketat, peningkatan harga cukai yang naik sebesar rata-rata 10% per tahun hingga tahun 2018, dan penurunan pasar rokok di Indonesia. Disisi lain berdasarkan News Release yang disampaikan pihak British American Tobacco Plc (BATS.L) mengatakan akan melakukan PHK pada 2300 karyawannya secara global. Hal ini akan dilakukan Januari 2020 nanti. Hal ini dilakukan sebagai langkah efisiensi, dimana Perusahaan hendak menyederhanakan struktur operasi. (sumber: www.kontan.co.id dan www.cnbcindonesia.com )



SIDO MUNCUL


Perjalanan Panjang Dari Segelas Jamu, Sejarah Sido Muncul

Sejarah berawal dari pasangan suami istri Siem Thiam Hie bersama istrinya Ibu Rakhmat Sulistio yang berbekal kemahiran dalam mengolah jamu dan rempah-rempah akhirnya membuka usaha jamu di Yogyakarta.

Pada tahun 1941, mereka memformulasikan Jamu Tolak Angin yang saat itu menggunakan nama Jamu Tujuh Angin. Ketika perang kolonial Belanda yang kedua di tahun 1949, mereka mengungsi ke Semarang dan mendirikan usaha jamu dengan nama Sido Muncul, yang artinya “impian yang terwujud”.

Pada tahun 1970, dibentuk persekutuan komanditer dengan nama CV Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul. Kemudian pada 1975, bentuk usaha industri jamu pun berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul.

Produk-produk dari Sido Muncul meliputi Tolak Angin, Kuku Bima, Kuku Bima Ener-G - minuman energi, Kopi Jahe, Permen Tolak Angin, New Hemoroa, Fatraper, Kunyit Putih, Jamu Komplet Sido Muncul, Esemag, Temulawak dan Jahe Wangi. 


Pabrik Jamu Sido Muncul Turut Berkontribusi di Era Industri 4.0

                     A sign on the side of a road Description automatically generated
                                                                           Gambar 2 : Pabrik Sido Muncul

Strategi digitalisasi PT. Sido Muncul yaitu dengan perluasan pabrik Cairan Obat Dalam (COD) baru. Pabrik yang terletak di Ungaran, Semarang tersebut menerapkan pabrik standar 4.0 dalam memproduksi jamu Tolak Angin dan Tolak Linu. Dana investasi pembangunan perluasan pabrik baru ini mencapai Rp 900 miliar dimana pabrik tersebut menggunakan robot (full automation). Tujuan perluasan pabrik dengan penerapan standar 4.0 adalah untuk meningkatkan kualitas produksi, menghindari human error, dan meningkatkan kapasitas produksi seiring meningkatnya permintaan pasar. Pembangunan pabrik baru ini tentunya akan memberikan kontribusi terhadap ekonomi nasional yaitu nilai investasinya mencapai Rp 900 miliar dan akan menyerap tenaga kerja ahli. 

Semua prosesnya didukung dengan teknologi modern demi menghadapi revolusi bisnis. Sebagai perusahaan ya harus maju, alat-alatnya modern. Pabrik COD didesain dengan konsep produksi bertingkat demi meningkatkan efisiensi. Prosesnya beurutan dari atas ke bawah. Misalnya pengisian bahan baku seperti ekstrak tanaman, madu, dan air dialirkan ke bawah untuk diolah, kemudian dialirkan ke bawah kembali untuk dikemas dan masuk ke gudang. Kualitas Pabrik COD akan terus menjaga kualitas terbaiknya. Semua proses dilakukan dengan sistem tertutup. Setiap bahan akan dipanaskan agar steril.

Pabrik ini dilengkapi dengan gudang bahan baku dan bahan jadi, ruang pengemasan primer hingga tersier, gudang bahan kemas, ruang pembuatan cairan obat dalam, ruang persiapan bahan baku, dan ruang alat-alat utility. 


A person standing in a kitchen Description automatically generatedA person standing next to a building Description automatically generated

Gambar 3 : Mesin Pabrik Sido Muncul 


Memperluas cakupan distribusi internasional merupakan salah satu strategi Sido Muncul meningkatkan dan memperluas pangsa pasar produknya. Sejumlah prasyarat pun harus dilakukan Sido Muncul agar produknya sesuai dengan standar internasional dan diterima di negara tujuan. Peningkatan pasar penjualan ekspor juga menjadi salah satu strategi PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) dalam meraih keuntungan. Salah satu strateginya yaitu Perseroan membuka kantor pemasaran di luar negeri. Sido Muncul sudah mendirikan anak usaha perdagangan produknya di Nigeria, dan Filipina. 


Analisis Bisnis Bentoel VS Sido Muncul

1. FHF Chapter 3 : Business In A Borderless World. 

  • Trade Between Countries : Exporting and Importing

Analisa pertama akan membahas mengenai perdagangan antar negara. Dalam perdagangan antar negara mengenal dua kegiatan yaitu ekspor dan impor. Ekspor adalah kegiatan perdagangan yang menjual barang atau jasa ke luar negeri. Sedangkan impor adalah kegiatan perdagangan yang menjual barang atau jasa masuk ke dalam negeri.

Mari kita Analisa bagaimana bentuk perdagangan dari Bentoel dan Sido Muncul. Bentoel dan Sido Muncul telah melakukan kegiatan ekspor produknya ke mancanegara. Bentoel telah melakukan ekspor tembakau ke Korea, Singapura, Vietnam, Pakistan, dan Sri Lanka. Sedangkan Sido Muncul melakukan kegiatan ekspor produknya ke berbagai negara seperti Filipina dan Nigeria. Berbeda dengan Bentoel yang tidak memiliki kantor cabang diluar negeri, Sido Muncul telah memiliki kantor cabang di Filipina dan di Nigeria. Atas kegiatan ekspor ini telah signifikan meningkatkan penjualan produk-produk baik Bentoel maupun Sido Muncul. 


2FHF Chapter 4 : Starting And Growing A Business

  • Private Corporations Vs Initial Public Offering

Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai bagaimana bentuk usaha yang digunakan Bentoel dan Sido Muncul dalam memulai dan mengembangkan bisnisnya Private Corporations atau Initial Public Offering?

Private Corporations adalah merupakan suatu bentuk perusahaan swasta atau yang disebut perusahaan tertutup yang dimiliki oleh organisasi non-pemerintah atau sekelompok kecil pemegang saham atau anggota-anggota perusahaan yang tidak menawarkan atau memperdagangkan stok (saham) perusahaannya kepada masyarakat umum di pasar saham. Sedangkan bentuk perusahaan Initial Public Offering (IPO) atau di Indonesia disebut sebagai perusahaan terbuka (Tbk) adalah suatu bentuk perusahaan yang melakukan penawaran umum atau memperdagangkan saham perusahaannya kepada masyarakat umum di pasar saham. Biasanya IPO merupakan strategi perusahaan untuk mengembangkan usaha, melakukan ekspansi dan memperkuat permodalan. 

Bentuk perusahaan Bentoel dan Sido Muncul merupakan perusahaan Initial Public Offering (IPO) atau perusahaan terbuka (Tbk) dimana Bentoel IPO melalui PT Bentoel Internasional Investama, Tbk (RMBA) dan Sido Muncul melalui PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO). Pada laporan keuangan Bentoel diketahui bahwa Bentoel mengalami rugi selama beberapa tahun belakangan ini, kinerja laba rugi perusahaan yang kurang baik dapat menyebabkan harga saham dari perusahaan Bentoel turun dan karena Bentoel perusahaan terbuka maka regulator dan masyarakat umum dapat memantau dan mengontrol kinerja keuangan Bentoel. 


3FHF Chapter 8 : Managing Service And Manufacturing Operations

  • Flexible Manufacturing And Computer-Integrated Manufacturing 

Pada bagian ini akan menganalisa bentuk dari kegiatan manufaktur Bentoel dan Sido Muncul. Manufaktur adalah suatu bagian industri yang mengaplikasikan mesin, peralatan dan tenaga kerja dan suatu medium proses untuk mengubah bahan mentah menjadi barang jadi yang memiliki nilai jual. Flexible Manufacturing System (FMS) adalah sistem manufaktur yang dapat bereaksi secara fleksibel terhadap perubahan-perubahan. Keuntungan dari penggunaan FMS dalam suatu sistem produksi massal (mass production) adalah kemampuan fleksibilitasnya yang tinggi baik dalam mengalokasikan waktu dan usaha, sehingga dapat menaikkan produktivitas dan mutu produk serta menurunkan biaya produksi.Sedangkan Computer-Integrated Manufacturing adalah proses produksi manufaktur dimana mesin-mesin dalam setiap tahapan produksi seperti designs products, menjalankan mesin dan bahan material, dan kontrol kegiatan operasi dihubungkan dengan komputer dan dikendalikan dengan komputer. Penggunaan CIM ini contohnya adalah penggunaan robot-robot yang otomatis mengerjakan bagian-bagian dalam proses produksi. Dengan penggunaan robot ini maka proses produksi akan dikerjakan lebih akurat dan memiliki potensi penghematan yang tinggi dibandingkan dengan penggunaan tenaga manusia. 


Apabila kita membandingkan antara sistem manufaktur yang digunakan oleh Bentoel dan Sido Muncul, maka Sido Muncul telah mengembangkan sistem manufaktur pabrik dengan sistem industri 4.0 dimana semua telah dikendalikan secara otomatis menggunakan robot. 


4.FHF Chapter 11 : Customer-Driven Marketing

  • Market Segmentation And Market Segment

Pada bagian ini saya mencoba menganalisa berdasarkan Market Segmentation And Market Segment. Market Segmentation adalah strategi yang digunakan perusahaan untuk membagi jumlah pangsa pasar ke dalam kelompok atau segment-segment sesuai dengan produk yang sama, sedangkan Market Segment adalah sekumpulan individu atau kelompok atau organisasi yang mempunyai satu atau lebih karakteristik dalam memilih produk yang sama. Untuk Bentoel memiliki strategi dengan menjual produk hanya kepada konsumen perokok yang menyukai rokok kretek. Sedangkan Sido Muncul memiliki strategi yang lebih luas yaitu menjual produk jamu dan obat farmasi kepada berbagai segment pasar dan berbagai konsumen.


                                     

                                                   Gambar 4 : Market Segmentation And Market Segment


  • Target Market Strategies

Pada bagian ini akan menganalisa strategi target pasar yang digunakan oleh Bentoel dan Sido Muncul. Total Market Approach adalah penentuan strategi target pasar dimana produk yang dijual dapat menjangkau semua target pasar dan menggunakan single marketing strategi. Concentration Approach adalah pendekatan strategi target pasar yang menitikberatkan pada konsentrasi-konsentrasi pasar tertentu saja dan menggunakan single marketing strategi. Sedangkan Multisegment Approach adalah pendekatan strategi target pasar yang memiliki beberapa segment target pasar dan menggunakan multisegment marketing strategi. Bentoel menggunakan pendekatan Concentration Approach dimana strategi target pasarnya yang hanya menitikberatkan konsumen yang merupakan perokok saja. Sedangkan Sido Muncul menggunakan Multisegment Approach yang memiliki beberapa segment target pasar dan menggunakan multisegment marketing strategi.

                                                                    Gambar 5 : Target Market Strategies


Solusi dan Saran

1. Bentoel

Solusi dan saran untuk bisnis rokok seperti Bentoel dalam mengatasi diskrupsi teknologi dan memperbaiki kinerja keuangannya yaitu:

  • Bentoel dapat melakukan pengembangan produk unggulan dan merek yang kuat demi dapat bersaing dengan pesaing besar yang produknya telah berada di pasar untuk jangka waktu yang lama. Contohnya pada masa diskrupsi teknologi ini dapat mengatasinya dengan memproduksi rokok elektrik yang lebih tidak menggunakan bahan berbahaya.
  • Memperbaiki market segmentation dan target market dengan memperluas pemasaran dan distribusi perdagangan di seluruh Indonesia maupun internasional. 
  • Investasi pada pabrik berteknologi produksi 4.0 untuk menciptakan inovasi terbaru dan meningkatkan kapasitas produksi. 
  • Mengembangkan sumber daya manusia yang ahli. 
  • Mengembangkan dan menumbuhkan bisnis untuk ekspor.


2. Sido Muncul
Solusi dan saran untuk bisnis Jamu seperti Sido Muncul dalam menyusun strategi untuk menghadapi diskrupsi teknologi yaitu:

  • Melakukan ekspansi pabrik yang memiliki teknologi 4.0 untuk meningkatkan kapasitas produksi.
  • Go-Internasional dengan menambah cabang diberbagai negara untuk meningkatkan pangsa pasar luar negeri.
  • Terus berinovasi untuk produknya agar lebih beragam tidak hanya berkonsentrasi di bidang jamu (herbal), tetapi bisa mengembangkan ke farmasi dan Food & Beverage.
  • Pada kemajuan teknologi ini dapat berinovasi dalam melakukan strategi marketingnya dengan memanfaatkan e-commerce untuk penjualan secara online untuk memperluas market share.


Referensi:


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
DimasPurbowo

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format