GIANT DAN CGV BERUSAHA BERTAHAN DITENGAH DISRUPSI DIGITAL

DISRUPSI TEKNOLOGI MENYERANG BEBERAPA SEKTOR BISNIS DI INDONESIA, GIANT SERTA CGV TERDAMPAK PERKEMBAGAN TEKNOLOGI DI ERA INDUSTRI 4.O MAMPUKAH MEREKA BERTAHAN?


21
21 points

BISNIS RETAIL MENGALAMI KELESUAN DI 2019

Mengutip Detik.com sepanjang 2019, supermarket Giant dibawah naungan PT Hero Supermarket Tbk (HERO) telah menutup 7 gerainya. Di akhir Juli 2019, Hero resmi menutup 6 gerai Giant. Lalu, di pertengahan September 2019, menyusul lagi 1 gerai Giant yang ikut tutup . Seperti yang terlah diketahui HERO merupakan Perusahan TBK yang telah melantai di bursa sejak 1989 ini memang memiliki beberapa jaringan ritel besar, seperti Apotek Guardian, serta bekerja sama dengan perusahaan asal Swedia untuk mengembangkan IKEA. Namun Giant merupakan salah satu jaringan supermarket andalan perusahaan. Jika melihat pada performa kebelakang kinerja HERO terbilang buruk. Perusahaan  merugi semejak 2 tahun yang lalu.

Pada 2017 HERO mengalami kerugian sebesar Rp 191 miliar. Tentunya kondisi ini berbeda jauh jika dibandingkan dengan 2016 dimana pada tahun tersebut, perseroan yang pada saat itu membukukan laba bersih Rp 121 miliar. Presiden Direktur HERO Stephane Deutsch saat itu mengatakan kinerja buruk ini lantaran kinerja bisnis makanan yang menurun. Hal itu membuat penjualan HERO tercatat turun 5% dari Rp 13,6 triliun menjadi Rp 13 triliun. Penutupan gerai Giant di komentari oleh Wakil Ketua Umum Aprindo Tutum Rahanta kepada media CNBC Indonesia, menanggapi soal kabar penutupan gerai Giant yang kesekian kalinya. Ia bilang, sektor ritel mau tak mau harus melakukan langkah penutupan gerai bila ada indikator-indikator masalah.

CUSTOMER CENTRIC INDUSTRY RETAIL DI INDONESIA

Meruginya Giant disebabkan oleh disrupsi teknologi yang dengan cepat berkembang di Indonesia. Terdapat 270 jt jiwa di Indonesia berkembang menjadi sebuah market terbesar di Asia Tenggara, berkembangnya industri 4.0 dimana saat ini perusahaan berubah menjadi fokus ke pelanggan langsung atau di sebut customer centrics. Saat ini perusahaan-perusahaan yang mulai terdistorsi seharusnya mulai bertransformasi mencari pelanggan bukan menunggu pelanggan mencari perusahaan. Kerugian yang dialami Hero Group khususnya Giant disebabkan mulai bertambahnya pilihan berbelanja yang memudahkan pelanggan tanpa harus hadir atau mendatangi toko tersebut. Saat ini tumbuhnya unicorn seperti tokopedia, blibli, bukalapak, sayurmayur.com dan lainnya tentunya menjadi tantangan bagi industri retail. Startup unicorn tersebut terintegrasi satu dengan yang lain dapat mendisrupsi industri retail salah satu nya dapat dilihat pada Blibli.com yang juga menjual buah, sayur-sayur, dan berbagai macam kebutuhan primer yang biasanya dapat kita temui di toko  industri retail.

Blibli.com menawarkan produk khusus untuk pelanggan yaitu memberi keleluasaan pelanggan dalam memilih buah-buahan tanpa harus mengelilingi toko atau bertanya ke petugas toko namun dapat mencari dari pilihan atau sesuai kategori. Hal ingin sangat memudahkan pelanggan atau user untuk membeli dan memesan dari rumah dengan juga adanya penawaran menarik dari blibli.com dengan free ongkir atau gratis ongkos kirim barang tersebut atau juga adanya potongan harga dengan membayar menggunakan kartu kredit dengan bank partner dengan blibli.com yang memberi minat tinggi para user atau memudahkan pelanggan.

Blibli.com membuat satu kategori yaitu blibli mart sebagai unit product yang memudahkan user untuk memenuhi kebutuhan primer untuk isi kulkas di setiap rumah pelanggan atau customer. Di era masa kini yang sangat milenial dan behavior para user yang sangat dimudahkan untuk mendapatkan barang atau kebutuhan primer, dipenuhi pada bliblimart dengan segala kebutuhan primer sampai sekunder kebutuhan rumah tangga membuat pelanggan toko retail tidak lagi repot membawa keranjang, atau membuang waktu harus keluar rumah mencari armada transportasi dan membuang budget untuk parkir atau biaya jalan lainnya. 

Hal ini juga membiasakan para ibu rumah tangga atau keluarga yang membutuhkan pemenuhan primer harus sangat mahir membuat rencanan belanja mengingat barang yang di ingin atau yang akan dipesan tidak dapat langsung di miliki karena butuh waktu pengecekan, pengemasan dan pengiriman yang membutuhkan waktu 2-5 hari, sehingga pelanggan perlu terbiasa membuat rencana dan pemesanan jauh hari sebelum isi kulkas kosong kembali.

CGV tetap berjaya ditengah gempuran HOOQ, NETFLIX dan IFLIX

Mengutip Kontan, Graha Layar Prima Tbk masih mengejar target ekspansinya di tahun 2019 Adapun hingga tutup tahun, perseroan berambisi memiliki 100 jaringan bioskop CGV. Sales & Marketing Head CJ CGV, Manael Sudarman menyebutkan sebagai pemilik dan operator CGV di Indonesia pihaknya akan konsisten untuk hadir lebih dekat dengan konsumen sehingga target tersebut masih diupayakan. 

Melalui pemilihan lokasi yang variatif, perseroan yakin dapat lebih meratakan pembangunan bioskop di Indonesia bahkan hingga kota yang sebelumnya tidak terjangkau sekaligus membuka pasar baru. Manael mengaku, tahun ini pihaknya fokus mengkaji lokasi-lokasi di Jabodetabek, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.Asal tahu saja, hingga 2019 emiten dengan kode saham BLTZ di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini telah memiliki 68 jaringan bioskop. Dengan demikian, untuk memenuhi target pihaknya masih harus menambah 32 jaringan bioskop.

Industri  bioskop mengalami disrupsi teknologi dimana tekanan datang dari HOOQ serta Ifilx yang merupakan layanan online streaming yang merupakan karya anak negeri. Pesaing selanjutnya adalah Netflix dimana layanan online streaming berbayar ini mulai diminati di Indonesia semenjak 2018. Namun CGV masih tetap bertahan menghadapi gempuran dari layanan streaming online. Salah satu strategi yang membuat CGV bertahan adalah penerapan marketing yang efektif.

Berdasarkan dua kondisi diatas penulis menganalisa kondisi apa saja yang sudah diterapkan dua perusahaan diatas. Adapun 3 analisa yang dipakai adalah

1. Option for Organizing Business
2. Customer Driven Marketing
3. Marketing Developing Relationship

KONSEP FRANCHISING  GIANT SERTA CGV MASUK KE PASAR INDONESIA

PT Hero Supermarket Tbk. adalah perusahaan ritel yang memiliki banyak cabang di Indonesia Hero Supermarket Group merupakan perushaan  ritel modern pertama di  Indonesia  didirikan tanggal 23 agustus 1971 oleh almarhum Muhammad Saleh Kurnia di Jalan Falatehan.

Saat ini CGV Group serta HERO Group sama-sama mengusung tipikal bisnis franchising dimana anak perusahaan Hero Group beberapa membeli lisensi dari luar Indonesia seperti Giant Hypermart, Guardian Pharmacy serta yang terbaru adalah IKEA.  Sementara itu Graha Layar Prima Tbk membeli lisensi CGV Cinema dari dari CJ CGV Korea. Strategi franchising ini dinilai menjadi salah satu tahap awal yang bagus untuk masuk ke sebuah segmentasi pasar. Franchise yang diambil oleh HERO Grup tentunya memiliki brand yang sudah besar dimana IKEA merupakan 5 perusahaan terbesar di Swedia. Hero Group membeli lisensi IKEA yang sudah besar namanya di Swedia dengan perluasan 46 Negara di Dunia.  CGV merupakan brand bioskop terkemuka di Korea Selatan. Adapun keunggulan bisnis franchising atau pemegang lisensi adalah sebagai berikut.

KEUNGGULAN BISNIS FRANCHISING 

A. Manajemen yang sudah terbentuk

Salah satu keuntungan yang dapat sebuah perusahaan dapatkan jika menjalankan bisnis franchise atau pemegang lisensi yaitu manajemen bisnis sudah terbentuk dan berjalan dengan baik. Tidak perlu lagi repot-repot untuk memikirkan ide bisnis, brand, dan sistem bisnis, karena hal tersebut sudah teruji dan perusahaan bisa langsung mengimplementasikannya nanti di lokasi baru. CGV dan Giant memilki manajemen yang baik di negara awalnya, Manajemen CGV sudah terbentuk dimana persaingan Industri bioskop di Indonesia dulunya di monopoli oleh XXI. Sama halnya dengan Giant yang harus berkompetisi dengan wholesale lainya yang lebih dulu masuk ke Indonesai seperti Carrefour.

B. Brand yang sudah terbentuk

GIANT maupun CGV  merupakan brand yang telah dikenal di Asia Tenggara. Tentunya keputusan perusahaan melakukan pembelian lisensi brand yang memiliki nama bear berdampak akan lebih mudah untuk menjual produk yang dijual karena Anda tidak perlu mengeluarkan biaya pemasaran yang begitu besar, karena akan lebih mudah bagi Anda untuk menjangkau konsumen baru. Selain itu dengan nama besar Brand konsumen indonesia lebih percaya akan kualitas dari bisnis tersebut.

C. Manajemen  Keuangan yang lebih baik

Sebagai pemegang lisensi,perusahaan tentunya akan lebih mudah dalam mengatur keuangan terutama pada revenue stream. Karena dengan sistem bisnis yang sudah teruji dan bertahun tahun manajemen keuangan sudah terbentuk. Biasanya, bisnis franchise yang cukup besar sudah memiliki sistem yang digunakan sehingga perusahaan tidak perlu repot dalam mengatur sistem keuangan serta inventory.

D. Kerjasama dengan Partner

Saat perusahaan menjalankan bisnis franchise, segala sesuatu yang diperlukan untuk membuat produk hingga diatur oleh  manajemen. Kerja sama dengan berbagai bisnis untuk supply bahan baku produk hingga strategi marketing akan diberikan untuk mendukung bisnis franchise. CGV sebagai pendatang baru industri Bioskop tentunya memiliki dukungan kerjasama dengan holdingnya baik dalam segi ketersediaan film serta pemasaran bioskop.

Baik CGV dan Giant sama- sama menerapkan konsep franchising yang cukup tepat untuk memulai masuk ke pasar Indonesia namun catatan untuk Giant adalah perlu sedikit perkembangan agar tetap sustain di industri retail Indonesia

ANALISA MARKETING MIX CGV INDONESIA

PRODUCT

Dari segi product CGV Indonesia terus berinovasi menghadirkan product bioskop kelas premium. CGV memilki 4 jenis Bioskop. 

1. Regular
2. Velvet
3. Starium
4. 4DX

Keempat product tersebut menyasar segmentasi yang berbeda pula.  Salah satu keunggulan yang menjadi kunci pada CGV Indonesia adalah konsep cinema 4DX. Konsep cinema 4DX merupakan yang pertama di Indonesia hal ini tidak dapat dirasakan ketika konsumen menonton di rumah menggunakan layanan streaming online seperti Netflix. Hal ini menjadi salah satu core competence yang di miliki CGV untuk bertahan di Industri Bioskop tanah air

PLACE

Dari segi tempat, CGV selalu berusaha menjangkau market-market baru yang belum terjamah oleh kompetitor beberapa kota seperti Purborejo, Mojokerto, Purwokerto dan lainya merupakan market yang belum terjamah oleh kompetitor utama yaitu Cinema 21 

PRICE

Dari segi harga, CGV dapat bersaing dengan pesaingnya yaitu Cinema 21 dimana dua perusahaan tersebut menguasai industri bioskop di Indonesia. Strategi pricing yang dihadirkan CGV menggunakan Prestige Pricing dimana menimbulkan kesan ekskulsif serta mahal yang membuat penonton mendapatkan pengalaman tersendiri ketika datang ke CGV Cinema. CGV mampu menggait segmentasi penonton kelas atas seperti di kota Jakarta dengan adanya cinema Velvet dengan harga 200.000- 250.000 per bed

PROMOTION

Dari segi strategi promosi  terlihat bahwa CGV cukup efektif menggunakan media-media promosi seperti instagram, youtube dan juga facebook contoh yang paling terlihat adalah Instagram CGV dengan follower hampir 500K dimana digital marketing manager nampaknya cukup serius menangani salah satu media promosi ini

Selain aktif melakukan promosi lewat sosial media, strategi promosi yang diterapkan CGV juga berkolaborasi dengan e-commerce untuk memperluas exposure media dari CGV. Gojek menjadi partner promosi CGV.

Hal-hal diatas merupakan strategi yang penulis nilai. efektif untuk mempertahankan CGV ditengah berkembangnya Industri 4.0 serta digitalisasi. Lantas bagaimanakah dengan nasib Giant?

ALTERNATIF STRATEGI GIANT UNTUK BANGKIT DARI KETERPURUKAN

Tentunya untuk bangkit dari keterpurukan, Giant harus mengambil langkah-langkah yang inovatif agar dapat bersaing di tengah disrupsi industri teknologi. Adapun strategi yang penulis sarankan adalah tetap tertuju pada pemanfaatan marketing mix yang lebih baik

MARKETING MIX

Strategi ini dapat menjadi kesatuan yang luar biasa bermanfaat bagi bisnis apabila dapat menjalankan keseluruhan teknik marketing mix tanpa terkecuali dan juga memiliki tingkat kontinuitas pelaksanaannya yang bagus. Kontinuitas tersebut berarti keseluruhan strategi yang terdapat di dalam marketing mix ini terus-menerus Anda terapkan, evaluasi hasilnya, perbaiki lagi kedepannya apabila ada kekurangan yang terdapat di penerapan sebelumnya, terus-menerus ditingkatkan hingga mencapai target pemasaran seperti yang Anda inginkan.

Marketing sangat mempengaruhi keberhasilan atau kesuksesan dari suatu perusahaan, terutama untuk bisa bertahan di dalam persaingan yang ketat dengan para kompetitornya. Jadi, suatu strategi marketing dilakukan untuk membuat sebuah pemasaran yang berhasil membuat orang-orang menginginkan atau “merasa membutuhkan” produk maupun jasa yang telah Anda tawarkan. Apabila strategi marketing yang dilaksanakan perusahaan tersebut mampu memasarkan produk dan jasanya dengan baik alias berhasil, hal ini akan berpengaruh terhadap keberlangsungan perusahaan itu sendiri. Dapat dikatakan bahwa marketing sebenarnya merupakan ujung tombak dari suatu perusahaan.

KONSEP 4P MARKETING MIX
Dalam marketing mix terdapat 4 unsur yang sangat berpengaruh yaitu 4P berikut adalah pengertian dari 4P

  1. Product : Setiap bisnis harus bisa menentukan produk apa yang menjadi andalannya dan bagamana cara mengembangkan produk andalannya tersebut. Misalnya dengan menambah varian rasa, varian ukuran, varian bentuk dan juga varian kemasannya. Hal yang paling penting dan krusial yang harus dijaga adalah kualitas dari produk andalan.

  2. Price : Penentuan harga produk sangat menentukan dalam kesuksesan proses penjualan. Harga adalah sejumlah uang yang harus dibayar konsumen untuk mendapatkan sebuah produk atau jasa. Sehingga harga yang ditawarkan menjadi bahan pertimbangan khusus, sebelum mereka memutuskan untuk membeli barang maupun menggunakan suatu jasa. Dari kebiasaan para konsumen, dapat disimpulkan bahwa strategi penetapan harga sangat berpengaruh terhadap penjualan maupun pemasaran produk yang ditawarkan.

  3. Place : Dalam strategi pemasaran, adanya pemilihan lokasi usaha yang strategis menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kesuksesan pemasaran dari sebuah usaha. Semakin strategis lokasi usaha yang dipilih, semakin tinggi pula tingkat penjualan dan berpengaruh terhadap kesuksesan sebuah usaha. Begitu juga sebaliknya, jika lokasi usaha yang dipilih tidak strategis maka penjualan pun juga tidak akan terlalu bagus. 

  4. Promotion : Kegiatan promosi bisnis merupakan bagian dari strategi pemasaran yang sangat dibutuhkan sebuah usaha. Sebelum mengetahui metode ataupun strategi promosi yang sering digunakan para pelaku bisnis, yang dimaksud dengan promosi adalah  kegiatan pendukung strategi pemasaran yang sengaja diadakan untuk mengingatkan para konsumen mengenai produk atau jasa dengan brand tertentu. 

GIANT REVAMP 4.0

PRODUCT

Secara Product tentunya GIant memiliki berbagai jenis produk dimana Giant merupakan wholesale retailer secara produk tentunya Giant masih harus terus berinovasi. Salah satu jenis produk yang diharapkan dilakukan Giant adalah menyediakan produk siap saji seperti paket untuk membuat sayur asem. Tingginya mobilitas kaum urban, dimana saat ini konsumen lebih mengutamakan kepraktisan menjadi penyebab produk paket  sayur ini dapat menjadi andalan kedepanya.

PLACE

Secara tempat Giant sebaiknya berkolaborasi dengan mall ataupun apartemen- apartemen baru. Beberapa tempat giant yang tutup kebanyakan hanya berada di jalan raya bukan berkolaborasi di mall. Sebagai contoh adalah GIANT  Mampang yang berada di jalan mampang prapatan yang saat ini sudah tutup. Giant mampang hanya mengandalkan trafik di sekitaran jalan mampang yang ramai ketika wakti pergi maupun pulang kerja. Dengan berkolaborasi dengan apartemen serta pusat perbelanjaan diharapkan target market akan lebih jelas .

Selain penempatan tempat secara offline, penempatan secara online juga menjadi alternatif baru untuk menahan gempuran dari e-commerce yang mulai menguasai market share. Contoh diatas adalah Giant Singapore yang sudah menerapkan online store melalui website www.giant.sg. Giant Indonesia diharapkan dapat meniru langkah dari Giant Singapore untuk menerapkan online store untuk menjangkau target market konsumen karyawan perkantoran di Jakarta yang lebih mengedepankan kepraktisan. 

PRICE

Strategi penentuan harga GIANT harus selaras dengan target market. Jika Ranch Market dan Food Hall menyasar target market menengah ke atas, GIANT diharapkan tetap konsisten pada strategi pricing pasar menengah. Berdasarkan teori pricing, hampir semua Hypermarket sudah menggunakan teori psikologikal pricing even /odd pricing.  Namun yang perlu ditingkatkan kembali adalah seasonal discount seperti pada saat lebaran atau natal. Selain itu strategi pricing juga dapat berupa voucher belanja dimana konsumen dapat membeli voucher belanja giant dan kemudian dapat diberikan kepada kerabat atau siapapun. Strategi ini sudah diterapkan oleh MAP serta Transmart Carrefour yang menjual voucher belanja. Giant nampaknya masih tertinggal dalam inovasi dari hal tersebut.

PROMOTION

Promotion mengambil peran penting dalam hal pemasaran sebuah produk. Berdasarkan buku Business Foundation and Changing World karangan O.C ferell saat ini media promosi didorong oleh promosi digital dimana pada 10 tahun kebelakang strategi menggunakan media digital berkembang cukup pesat. Sejalan dengan perkembangan industri 4.0 yang mengutamakan internet based. Strategi Giant di 2020 tentunya harus menyesuaikan zaman. 

 Above the line strategy 

Above the line strategy merupakan sebuah strategi promosi menggunakan media massa dengan tujuan mendapatkan exposure pengembangan sebuah brand. Above the line strategy yang umum dilakukan adalah melalui media televisi ataupun radio. 

 Below  the line strategy 

Below the line strategy merupakan sebuah strategi promosi untuk menarik engagment yang berujung call to action untuk membeli produk Giant. Social media masih menjadi media yang efektif dalam rangka menarik minat pelanggan. Giant indonesia sudah melakukan promosi lewat social media sebagai contoh adalah Instagram, namun instagram saat ini kurang engagment sekedar hanya promo saja sehingga terlihat sebagai katalog.Customer engagement seperti cooking class  melalui Instagram baik itu Instalive serta mengajak customer datang ke store giant dapat menjadi alternatif promosi untuk kedepanya

Kesimpulan

Dari berbagai paparan yang telah disampaikan diatas perusahaan saat ini harus segera berbenah menyesuaikan zaman. Strategi marketing mix yang sudah dilakukan harus segera di REVAMP kembali agar tetap bertahan di bisnis tersebut

Disusun oleh

James Evan Tumbuan

Executive B Angkatan 40 Kelas C

https://www.youtube.com/watch?v=kLv8V6zm2hk

https://www.youtube.com/watch?v=aLqxYzW5WDE

https://tirto.id/penutupan-giant-tidak-hanya-berdampak-pada-karyawan-tapi-ec7t

https://tirto.id/traveloka-mandiri-card-penuhi-gaya-hidup-masa-kini-eFuH

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4835645/giant-tutup-7-gerai-sepanjang-2019/2https://www.cnbcindonesia.com/market/20190913103745-17-99164/kabar-giant-tutup-gerai-lagi-ada-dugaan-gagal-bersaing

https://industri.kontan.co.id/news/cgv-kejar-target-miliki-100-jaringan-bioskop-tahun-ini


Like it? Share with your friends!

21
21 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format