Kasus Penggunaan Zwitsal, Problem atau Opportunity?


0

Produk perawatan kulit semakin berkembang di Indonesia, saat ini yang paling diminati skin care yang memberikan kualitas terbaik serta aman dalam pemakaian, contohnya everwhite. Everwhite adalah merk produk perawatan dan kecantikan kulit asal korea yang telah terbukti aman dan mendapatkan sertifikasi BPOM Indonesia. Everwhite diproduksi dengan mengutamakan mutu menggunakan bahan-bahan berkualitas dan diaesuaikan dengan kebutuhan kulit Asia termasuk Indonesia. Selain itu, Everwhite juga menyediakan berbagai produk perawatan kulit andalam yang cukup terlengkap yaitu mulai dari perawatan tubuh hingga untuk wajah, bahkan juga minuman beauty. Salah satu produk yang diproduksi adalah Everwhite Brightening Facial Cleanser.

Produk yang akan dibahas selanjutnya adalah produk yang tidak ditujukan untuk orang dewasa namun digunakan orang dewasa, yaitu Zwitsal Baby Bath. Zwitsal Natural Baby Bath With Minyak Telon adalah sabun mandi produksi Indonesia yang mengandung minyak telon yang akan membersihkan dan memberikan kehangatan pada bayi setelah mandi. Sabun mandi ini telah teruji Hypo Allergenic sehingga dapat digunakan untuk kulit bayi yang sensitif sekalipun dan sangat cocok digunakan untuk bayi berusia tiga tahun ke atas. Selain itu sabun bayi ini juga memiliki formula lembut dan pH Balanced yang berfungsi untuk membersihkan kulit dengan lembut dan membantu melindungi kulit dari kekeringan.

Banyak sekali orang dewasa yang merekomendasikan sabun bayi untuk kulit wajah mereka yang sensitif. Sabun bayi adalah produk yang diciptakan sebagai salah satu pelindung bagi kulit-kulit dengan kadar pH tubuh yang condong kearah basa. Pembersih sabun bayi mild sudah jelas untuk kulit bayi dan sudah ada porsinya masing-masing. Sedangkan kelenjar minyak pada kulit orang dewasa sudah berfungsi sehingga daya bersih dari sabun bayi tidaklah cukup. Hal ini akan menjadi salah satu kebiasaan keliru karena tujuan mereka tidak akan tercapai yaitu mendapatkan kulit yang bersih. 

Nah, jangan sampai sudah rajin dan menunggu hasilnya malah tidak efektif sehingga justru menimbulkan efek buruk lainnya. Mungkin untuk kalian yang masih menggunakan produk sabun bayi, harus segera berpindah, agar tidak ada dampak yang berlebih.

Zwitsal for Makeup(?)

Analisis Customer-Driven Marketing Strategy



Zwitsal

Everwhite

Segmenting

  1. Economic: Penduduk kelas menengah ke bawah.
  2. Demographic: Bayi atau orang tua yang memiliki bayi.
  3. Psychographic: Lembut, lembab, dan halus.
  4. Behavioral: Perawatan kulit bayi agar selalu lembab dan lembut dengan harga terjangkau.
  1. Economic: Penduduk kelas menengah.
  2. Demographic: Perempuan remaja hingga dewasa.
  3. Psychographic: Cantik, cerah, mulus.
  4. Behavioral: Perawatan kulit wanita secara berkala agar sehat dan tampak cantik dengan harga yang cukup terjangkau.

Targeting

Undifferentiated Marketing:

Walau terdapat berbagai varian fungsional seperti body wash, body soap, shampoo, dan lotion. Tetapi semuanya general untuk semua segmen konsumen.

Untuk mentargetkan orang tua yang memiliki bayi, makan menggunakan penampilan anak atau bayi sebagai target konsumen, dan orangtua atau seorang ibu sebagai sasaran pembeli produk. Menampilkan keunggulan produk yang menjaga kondisi kulit bayi, tetap segar, halus dan terawat, dan menampilkan keharuman buah-buahan. 

Undifferentiated Marketing:

Walau terdapat berbagai varian fungsional seperti Facial Mask, Clay mask, Body lotion, Cleansig Water, Herba Tea, kosmetik lainnya dan sabun. Tetapi semuanya general untuk semua segmen konsumen.

Untuk mentargetkan perempuan usia remaja dan dewasa, makan menggunakan penampilan remaja, artis-artis yang sudah berusia 17 tahun keatas sebagai target konsumen dan sasaran pembeli produk. Menampilkan keunggulan produknya yang mampu mencerahkan secara instan.

Differentiation

Zwitsal tidak mendiferensiasikan produknya terlalu rinci. Dengan kata lain produk-produknya general untuk semua segmen atau kelas.

Everwhite juga tidak mendiferensiasikan produknya terlalu rinci. Jadi produk-produknya juga lebih general untuk semua segmen atau kelas, tidak ada pembedaan.

Positioning

Berada di posisi menengah kebawah dengan membrandol harga yang murah dan mudah dijangkau.

Berada di posisi menengah, cukup mudah dijangkau, berada pada possisi rata-rata (tengah).

Segmenting

Dalam segmentasi konsumen, Zwitsal mengarah kepada orang dengan kelas ekonomi menengah ke bawah. Ditujukan untuk bayi atau agar dibeli oleh orang tua yang memiliki bayi karena produk ini digunakan untuk perawatan bayi. agar kulit bayinya terasa lembut, lembab, dan halus.

Sedangkan segmentasi konsumen dari Everwhite adalah mengarah kepada orang dengan kelas ekonomi menengah, khususnya para perempuan remaja hingga dewasa, yang menginginkan kulit yang cantik, cerah, dan mulus.

Targeting

Pada awalnya produk sabun Zwiitsal tentunya menyasar kepada konsumen bayi untuk perawatan kulit agar selalu lembab dan lembut, sampai dengan usia dibawah remaja dengan kelas menengah kebawah. Akan tetapi, ketika kita mengamati teman-teman disekitar kita terutama perempuan, beberapa dari mereka menggunakan sabun ini dikarenakan manfaatnya tersebut. Kini, permintaan akan sabun kini bukan lagi hanya dari bayi saja, melainkan remaja hingga dewasa pun juga ada yang menggunakannya. Fenomena ini terjadi di luar dugaan Zwiitsal, perusahaan pembuat sabun bayi ini, karena konsumen tidak terduga yang salah sasaran namun sisi baiknya hal ini justru meningkatkan penjualan produknya.

Sedangkan untuk produk dari Everwhite, memang aslinya produk ini menyasar konsumen perempuan remaja hingga dewasa dengan kelas menegah dan bisa dibilang cukup sukses dengan pasarnya. Pengembangan produknya pun bemacam-macam berkisar seputar perawatan kulit  dengan berkualitas tinggi dan harga yang terjangkau.

Perusahaan Everwhite tersebut menerapkan strategi Differentiated Marketing Tentunya memiliki suatu kelemahan, karena produknya terdiferensiasi biaya-biaya tambahan yang diperlukan seperti biaya riset dan pengembangan produk baru, biaya modifikasi produk, biaya proses produksi, biaya administrasi, biaya promosi, biaya penyimpanan dan biaya-biaya yang lainnya akan lebih banyak dibanding strategi yang digunakan Zwiitsal yaitu, Undifferentiated Marketing yang tidak membeda-bedakan pasar dengan satu jenis karakter produk dan segmen pasar  tentunya akan mengurangi biaya penyediaan, biaya periklanan, biaya produksi dan bisa mengurangi biaya riset pemasaran dan manajemen produk.

Differentiation

Zwitsal memasarkan produknya dengan menargetkan ibu-ibu dan bayinya sebagai target pasarnya. Dengan klaimnya yaitu bahwa produk Zwitsal telah teruji Hypo-Allergenic, sehingga dapat digunakan untuk kulit bayi yang sensitif. Berbagai produk Zwitsal diantaranya adalah sabun mandi, shampoo, lotion, dan yang lainnya. Formulanya yang lembut diformulasikan khusus untuk kulit bayi, sehingga dapat digunakan sejak hari pertama. Dengan harga yang murah dan terjangkau, Zwitsal mampu menggaet kalangan ibu-ibu, mendapatkan kepercayaannya untuk menggunakan Zwitsal sebagai produk pilihan untuk anak-anaknya.

Sedangkan Everwhite yang merupakan salah satu produk perawatan dan kecantikan yang ditargetkan di segmen usia remaja hingga dewasa. Menawarkan beragam kebutuhan perawatan tubuh dan wajah seperti sabun mandi, sabun wajah, lotion, cream pencerah wajah, dan yang lainnya. Everwhite mengunggulkan klain bahwa produknya dapat mencerahkan dan memutihkan serta menyehatkan kulit. Dengan klaim bahwa jika produk mereka dipakai secara rutin, maka akan memutihkan kulit secara permanen, dan mencerahkan secara instan dalam penggunaan sehari-hari.

Zwitsal dengan salah satu keunggulannya yaitu keharuman yang segar dan tahan lama pada realitasnya mampu menarik konsumen remaja. Masih banyak remaja hingga orang dewasa yang menggunakan produk ini untuk dirinya sendiri. Sedangkan everwhite yang membedakan produknya dari competitor lain dengan mengunggulkan manfaat produknya yaitu mencerahkan, memutihkan, dan menyegarkan kulit.  

Positioning

Penempatan pasar tujuan dari kedua produk ini hampir sama. Dimana pada produk Zwitsal menempati posisi di tengah cenderung ke bawah berdasarkan harganya, pada kelompok produk perawatan bayi. Dan Everwhite juga menempati posisi di tengah berdasarkan harganya pada kelompok produk perawatan remaja-dewasa. 

Positioning Map

Problem Solving: Let 100 Flowers Blossom

Seperti yang sudah di jelaskan pada paragraph-paragraf sebelumnya, pada dasarnya memang Zwitsal adalah produk perawatan bayi. Dalam proses pembuatan produk Zwitsal pun perusahaan membuatnya dengan bahan dan komposisi khusus yang aman untuk bayi. Karena memang tujuannya digunakan untuk bayi. Dalam pemasarannya Zwitsal juga sudah benar, selalu dipromosikan sebagai produk perawatan bayi. Tetapi pada kenyataannya, memang orang dewasa pun juga suka menggunakannya. Sebenarnya strategi positioning dari Zwitsal sudah tidak ada yang salah.

Sehingga menurut kami Zwitsal tidak perlu melakukan Repositioning, Zwitsal dapat tetap memproduki produknya untuk perawatan bayi. Oleh karena itu perusahan hendaknya menerapkan konsep “Let a Hundred Flowers Blossom” yang dicetuskan oleh Guy Kawasaki. Konsep strategi ini bermakna bahwa perusahaan menabur benih di banyak pasar atau segments, melihat apa yang berhasil mengakar, kemudian memanen apa yang berhasil mekar. Strategi ini diterapkan ketika terjadi fenomena “unintended customer buy the product, and/or use the product in unintended ways”. Fenomena ini dialami oleh Zwitsal, dimana produk digunakan untuk cara yang tidak disengaja oleh perusahaan (customer use the product in unintended ways) yaitu dipakai juga oleh orang dewasa. 

Oleh karena itu Zwitsal tidak perlu resah ketika konsumen membeli produknya kemudian menggunakannya dengan cara yang tidak disengaja atau yang bukan merupakan tujuan dari perusahaan membuat produk itu. Jangan terlalu naif, ambil saja keuntungan atau manfaat dari hal ini. Dengan memperluas segmentasi pasarnya, perusahaan dapat memperluas jangkauan pemasarannya dan dapat meningkatkan brand awareness dan daya beli konsumen. Dengan begitu perusahan dapat memperoleh revenue lebih banyak, yang semula hanya terbeli untuk bayi menjadi terbeli untuk digunakan orang dewasa juga. Kasus ini jangan dinilai sebagai suatu permasalahan oleh perusahaan, tetapi justru dinilai sebagai peluang dan perusahaan harus mampu memanfaatkan peluang ini.

Referensi:
Kotler, P. and Armstrong, G. (2018), Principles of Marketing, 17 th ed. Harlow, UK : Pearson Education Ltd.
https://lifestyle.okezone.com/read/2018/11/06/611/1974146/ladies-stop-pakai-sabun-bayi-untuk-cuci-wajah-ini-dampaknya
https://www.zwitsal.co.id/
https://everwhite.co.id/
https://youtu.be/P5RrZ8Q6lpc (Guy Kawasaki's 60 Second Start Up Series: Let 100 Flowers Bloom)
https://guykawasaki.com/the_art_of_rain/ 

Alpha Squad:

  1. Faqih Ahmad M.
  2. Lawita Wanda Sasmita
  3. Afifah Della S.
  4. Hilmi 'Afif Kautsar

Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
AlphaSquad

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format