Lego, produk yang belajar dari salah sasaran

Lego pada awalnya lebih dikhususkan untuk anak-anak, namun seiring berjalannya waktu berkembang menjadi produk yang juga digemari oleh remaja dan orang dewasa.


0

Pemasaran produk adalah salah satu hal penting yang ikut menentukan performa perusahaan, dan merupakan suatu kegiatan yang harus dilakukan untuk memperkenalkan produk secara lebih luas ke masyarakat. Oleh karena itu suatu perusahaan harus memiliki strategi pemasaran sebagai sebuah pola pikir pemasaran yang digunakan guna mencapai tujuan pemasaran. Perusahaan harus memperhatikan strategi pemasaran yang harus dilakukan dengan memperhatikan target pasar, penetapan posisi, pembauran pemasaran, dan juga dana untuk pemasaran.

Meskipun Perusahaan telah melakukan strategi pemasaran yang baik tidak banyak pula produk yang dihasilkan perusahaan dapat mencapai target yang telah ditentukan. Ada beberapa produk dapat mengalami “salah sasaran” dan lebih diminati oleh kelompok konsumen yang bukan menjadi target utama perusahaan. Bahkan sangat bertolak belakang dengan kelompok konsumen yang menjadi target awal dalam hal karakteristik. Dalam hal ini, suatu perusahaan perlu menganalisis kembali tentang produk yang dibuat untuk bisa mencapai target pasar yang telah ditentukan. Berikut adalah contoh produk yang menurut kami salah sasaran dalam hal pemasaran

LEGO

Seperti yang kita ketahui Lego adalah sejenis alat permainan bongkah plastik kecil yang sangat terkenal di dunia khususnya di kalangan anak-anak atau remaja tidak pandang lelaki ataupun perempuan pemainnya. Bongkah-bongkahan Lego serta kepingan lain bisa disusun menjadi model apa saja, seperti mobil, kereta api, bangunan, kota, patung, kapal, kapal terbang, pesawat luar angkasa serta robot, semuanya bisa diciptakan tergantung apa yang hendak kita buat sesuai dengan keinginan kita. Grup Lego bermula dari sebuah usaha kerajinan kayu milik Kirk Chiristiansen di kota Billund, Denmark. Pada tahun 1916, Christiansen membeli sebuah toko kerajinan kayu di Billund yang telah beroperasi semenjak tahun 1895.

Sumber: https://bricks.stackexchange.com/

Lego pada awalnya lebih dikhususkan untuk anak-anak karena permainan lego ini mempromosikan keterampilan motorik halus yang membantu anak-anak dalam berlatih ketangkasaan saat mereka menghubungkan bongkahan-bongkahan lego yang beragam ukuran dan bentuk menjadikan lego latihan yang bagus untuk jari-jari yang kecil yang mendukung anak-anak dalam mengendalikan tekanan yang mereka terapkan saat menulis. Selain itu, Lego juga mendorong seorang anak untuk bekerja secara team work karena ia akan belajar bagaimana caranya berbagi dan bergiliran, anak-anak juga belajar menegosiasikan peran dan tanggung jawab agar memiliki pengalaman sosial yang menyenangkan. Contoh terakhir, Lego juga meningkatkan kreativitas anak dengan terlihatnya peningkatan kreativitas ketika anak-anak menggunakan berbagai bentuk, warna, dan ukuran Lego untuk membangun desain yang rumit, baik itu misalnya kantor polisi, pesawat ruang angkasa, dll. Kreativitas dan imajinasi dikembangkan ketika anak-anak tidak memiliki batasan atas apa yang mereka buat, Lego mendorong peningkatan kreativitas tersebut. 

Namun dalam perkembangannya remaja dan orang dewasa pun kini juga banyak yang tertarik dengan permainan Lego. Hal ini dikarenakan, permainan Lego lama kelamaan hanya untuk anak kecil yang usianya dibawah 5-7 tahun, karena melihat anak-anak zaman sekarang mereka lebih tergerak untuk bermain dengan online game pada gadget dbanding mainan konvensional seperti Lego. Selain itu, orang dewasa membutuhkan permainan untuk merefleksikan pemikiran mereka dari penatnya pekerjaan kantor dan aktivitas lainnya. Seperti yang diungkapkan oleh Psikolog Klinis, Liza Marielly Djaprie mengenai kegunaan dari bermain Lego bagi orang-orang dewasa yang memiliki pikiran berlebih hingga stress. Menurutnya, dengan menyusun Lego merupakan salah satu kegiatan yang menciptakan rekreasi positif, menyenangkan, sekaligus menenangkan bagi orang dewasa. Tak hanya pada anak, Liza juga menuturkan bahwa lego juga merupakan cara tepat untuk menyalurkan stress pada remaja dan dewasa. Mengutip Martin L. Seligman, Liza mengatakan, ada tiga hal penting yang harusnya dirasakan oleh orang dewasa yaitu, cinta, kerja dan bermain. Kebutuhan bermain pada orang dewasa kurang sehingga mereka perlu untuk mencari permainan yang pas dengan hobi mereka, termasuk bermain Lego. Selain itu, karena Lego memiliki beberapa koleksi terbatas yang biasanya dikolaborasikan dengan film-film legendaris yang terkenal, juga mendorong para remaja dan orang dewasa untuk mengoleksi set-set Lego tersebut. Oleh karena itu, hal-hal ini membuat permainan Lego kini  tidak hanya untuk anak-anak dan remaja saja, tapi orang dewasa pun kini sudah tertarik dan menggunakan permainan Lego. 

ANALISIS

Lego ini memiliki beberapa segmentasi pasar yang kelompok kami akan analisis yaitu yang pertama adalah analisis segmentasi yang meliputi demografis, psikografis, dan behavioral. 

Pertama, segmentasi demografis dari Lego ini adalah umur, umur yang dituju sebagai konsumen mereka adalah anak-anak. 

Kedua, segmentasi psikografis dari Lego ini adalah mainan Lego mencerminkan gaya hidup pembelinya, hal ini terjadi karena harga dari mainan Lego yang asli dan original ini relatif cukup mahal sehingga orang yang mampu membelinya sudah pasti hidupnya berkecukupan. 

Ketiga, segmentasi behavioral dari Lego mencakup berdasarkan perilaku, sikap dan respon pembelinya. Munculnya mainan Lego ini disambut baik oleh masyarakat karena mainan Lego seperti yang disebutkan sebelumnya memiliki banyak manfaat sehingga mainan Lego ini dapat sukses di pasaran. 

Kemudian ada analisis targeting. Target pasar dari Lego ini awalnya merupakan anak-anak, akan tetapi saat ini lebih banyak remaja dan orang dewasa yang membeli Lego, karena senang merangkai dan mengoleksi Lego apalagi banyak Lego yang diproduksi terbatas dan bernilai tinggi sehingga produk Lego ini juga dapat dijadikan investasi oleh beberapa orang. Contohnya, Lego memiliki beberapa koleksi terbatas seperti kolaborasi dengan Harry Potter dan Star Wars. Harry Potter dan Star Wars adalah dua film legendaris yang sudah berlangsung lama yang berarti, konsumennya sejak awal tayang sekarang sudah memasuki umur remaja dan dewasa. Karena keterbatasan jumlah dan memang koleksi yang unik, banyak remaja dan orang dewasa berbondong-bondong memborong koleksi yang dikolaborasikan dengan Lego ini. 

Dapat disimpulkan, lama kelamaan permainan Lego dianggap salah sasaran karena terjadi perubahan dari segmentasi dan target konsumennya yang awalnya adalah hanya anak-anak namun peminat dan konsumen produk Lego ini berkembang menjadi remaja dan orang dewasa juga. Karena, anak-anak cenderung mulai bermain ke online game dan para remaja dan orang dewasa justru mengkoleksi Lego karena Lego banyak berkolaborasi dengan film-film legendaris yang memang ditonton oleh para remaja dan orang dewasa sejak kecil, yang dimana hal tersebut membuat anak-anak awam akan film-film tersebut.

Kemudian terdapat analisis diferensiasi, diferensiasi dari Lego tercipta dari nilai produk yang dibuat oleh lego yang sesuai dengan target pasar yang dituju. Lego memiliki produk yang berbeda dengan perusahaan mainan yang lainya dan produknya unik serta terbatas sehingga dapat menarik segmen pasar yang dituju maupun di luar segmen tersebut. 

Analisis selanjutnya, adalah analisis positioning. Positioning Lego tercipta dari persepsi konsumen terhadap brand ini sehingga akan mempermudah perusahaan dalam melihat keunggulan yang dimilikinya jika dibandingkan dengan brand lainya. Perusaahan Lego ini memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri sehingga menciptakan persepsi yang baik dimata konsumen. Oleh karena itu, perusahaan Lego ini mampu menjadi unggul di mata perusahaan kompetitor sejenisnya walaupun dari segi harga Lego ini kurang ekonomis. Akan tetapi, kualitas dari produk lego ini juga tidak bisa diragukan lagi karena sudah pasti tahan lama sehingga wajar jika harga dari produk Lego ini cenderung lebih mahal. Selain memiliki kualitas yang baik, beberapa produk yang dikeluarkan Lego ini juga terbatas sehingga menjadikan produk lego ini langka dan direbutkan oleh konsumennya.

PROBLEM SOLVING

Dalam mengatasi produk Lego yang mungkin salah sasaran ini, perusahaan Lego sebenarnya telah memproduksi sebuah produk yang bernama Lego DUPLO yang cocok untuk anak-anak sebagai solusi atas persoalan diatas. DUPLO merupakan rangkaian produk mainan konstruksi yang ditujukan kepada anak anak usia 1,5 hingga 5 tahun. DUPLO sendiri memiliki ukuran yang lebih besar dari Lego biasa sehingga akan mengurangi mudahnya produk ini tertelan bagi anak-anak saat memainkannya. Produk ini walaupun ukurannya lebih besar tapi masih compatible jika ingin dimainkan dengan Lego biasa, ini dengan maksud bahwa ketika anak-anak tumbuh dan berkembang menjadi remaja dan dewasa, produk DUPLO ini tetap dapat mereka gunakan bersama dengan produk Lego biasa.

Mengapa DUPLO ini tepat sasaran? Karena set-set yang ditawarkan produk ini seperti membuat kebun binatang, istana, kapal bajak laut, memang benar-benar untuk anak-anak berumur 1-5 tahun yang berupaya untuk meningkatkan kemampuan motorik mereka. DUPLO juga berupaya meningkatkan promosi produk mereka dengan melakukan kolaborasi dengan film-film atau series yang memang ditonton oleh anak-anak seperti Bob the Builder, Thomas & Friends, dll. Sehingga, DUPLO ini memang benar-benar digunakan untuk sasaran target pasar mereka yaitu anak-anak. Tetapi seiring berkembangnya waktu anak-anak menjadi remaja kemudian dewasa, produk DUPLO ini tetap dapat digunakan dengan produk Lego biasa walau dengan ukuran yang sedikit berbeda.

Buku Referensi:

Kotler, P. and Armstrong, G. (2018), Principles of Marketing, 17th ed. Harlow, UK: Pearson Education Ltd.

Data Sekunder:

https://id.wikipedia.org/wiki/Lego

https://www.tsc.nsw.edu.au/tscnews/eight-educational-benefits-of-playing-with-lego

https://www.t3.com/features/best-lego-sets

https://en.wikipedia.org/wiki/Lego_Duplo

Ditulis Oleh:

  • Yusril Izha Mahendra
  • Tabina Salsabila
  • Shofiyatus Syifa

Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format