MUSTIKA RATU BERKACA PADA AMOREPACIFIC

Lesunya industri kosmetik Indonesia karena gempuran kosmetik import


0

Sejarah Mustika Ratu dan Permasalahanya

Siapa yang tidak kenal dengan Mustika Ratu, tentunya sudah tidak asing kita dengar dan kita lihat bahkan mungkin kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Mustika Ratu sangat terkenal dengan beberapa lini produknya antara lain adalah Mustika Ratu itu sendiri, Putri, Bask, Ratu Mas dsb. Perusahaan yang memulai usahanya pada Tahun 1975 ini merupakan salah satu pelopor industri kencantikan dan Jamu di Indonesia. Perusahaan ini pertama kali mendirikan pabrik pada tanggal 8 April 1981 di Ciracas Jakarta Timur dan mulai mermbah pasar internasional pada tahun 2018 di negara-negara seperti Kanada, Amerika Serikat, Cina, Iran dsb. Menjadi salah satu perusahaan kosmetik yang cukup diperhitungkan di kancah bisnis Indonesia selama beberapa tahun terakhir sejak berdiri, dominasi Mustika ratu dengan pesaingnya Martina Berto tidak dapat dipungkiri oleh kita semua selama beberapa decade terakhir sampai akhirnya ada pesaing yang mulai masuk di industri kosmetik Indonesia.

Mulai Tahun 2000an terdapat beberapa tren baru yang muncul di pasaran karena masuknya budaya asing ke Indonesia. Salah satu budaya asing yang sangat mempengarui sampai dengan sekarang ini adalah budaya K-POP atau sering kita dengar dengan istilah Halyu Wave. Budaya ini  diterima dengan baik oleh masyarakat, karena Halyu Wave disisipkan dalam setiap produk film dan music (secara umum) tanpa disadari oleh penikmatnya di Indonesia. Budaya K-Pop ini biasanya menyajikan visual yang menarik, Chick, enak dipandang, modern, atraktif dsb sehingga masyarakat Indonesia sangat menggemarinya, hal ini berbeda dengan apa yang kita temukan di Indonesia, karena negara kita merupakan negara kepulauan yang terdiri dari macam-macam budaya yang berbeda maka unsur etnik dalam budaya kita sangatlah kental disertai dengan mayoritas masyarakat adalah muslim sehingga hal tersebut memberikan warna yang berbeda pada citra kebudayaan Indonesia secara umum.

Halyu Wave masuk secara perlahan ke masyarakat tanpa disadari via beberapa platform yang seperti film, drama, reality show, music dsb dengan pencitraan dan tren yang up to date dan dikemas secara menarik. Dengan masuknya budaya K-Pop maka dapat mempengaruhi pola pikir masyarakat Indonesia sehingga tanpa sadar masyarakt Indonesia ingin meniru budaya tersebut dan mengakibatkan permintaan atas produk yang dipakai oleh artis-artis Korea menjadi meningkat termasuk di dalamnya adalah peningkatan permintaan kosmetik yang berasal dari Korea Selatan.

Peningkatan permintaan atas produk kosmetik yang berasal dari Korea Selatan ini pada umumnya akan mempengaruhi permintaan atas kosmetik lokal, dikutip dari artikel Kemenperin bahwa pada tahun 2013 pertumbuhan kosmetik lokal indondesia kalah besar dengan pertumbuhan kosmetik impor dan multinasional yakni sebesar 30% atau  Rp2,44 T dari tahun 2011  sedangkan pada tahun 2015 pangsa pasar dari produk kosmetik impor (termasuk korea di dalamnya) adalah sebesar 60% atau Rp 15 triliun. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersediri untuk indutri komsetik lokal Indonesia dan dalam hal ini adalah Mustika Ratu. 

Sejalan dengan tren permintaan akan kosmetik impor maupun multinasional tersebut mengakibatkan tertekannya pendapatan indutri kosmetik dalam negeri. Hal ini dapat dilihat dari meruginya beberapa perusahaan kosmetik di beberapa tahun terakhir. Mustika Ratu membukukan kerugian sebesar Rp 2.26 M pada tahun 2018 dan kerugian tersebut naik Rp 71,21%  dari kerugian tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 1,23 M dan pada tahun 2016 mengalami kerugian sebesar Rp 5.54 miyar (dikutip dari CNBC Indonesia). Hal ini mengindikasikan bahwa industri ini sedang melewati fase sulit dalam memenangkan persaingan dengan produk import dalam hal ini adalah produk yang berasal dari korea selatan. Data lain yang bersumber dari Bursa Efek Indonesia PT Mustika Ratu (MRAT) mengalami penurunan laba yang sangat tajam sesuai dengan gambar berikut:

                                                                 Ringkasan Kinerja MRAT 2018

Bedasarkan data tersebut di atas dapat dijelaskan penurunan laba yang dialami oleh Mustika Ratu semejak Tahun 2014 dan mengalami kerugian terburuk selama tahun 2015 dan berhasil bangkit pada Tahun 2018 namun belum bisa menunjukkan performa seperti sebelumnya.

Beberapa hal yang menjadi penyebab kalahnya persaingan kosmetik local dalam hal ini Mustika Ratu dengan kosmetik korea adalah harga yangditawarkan oleh kosmetik impor lebih kompetitif, jenis varian produk yang lebih banyak, lebih mudah ditemukan di pasaran. Harga yang lebih kompetitif dengan kualitas yang sama tentu akan menjadikan kosmetik impor lebih digemari, hal ini terjadi salah satunya karena pada tahun 2013 sebesar 70%  bahan baku kosmetik lokal harus didatangkan dari diimpor, karena Indonesia belum memiliki kapasitas untuk mengolah bahan mentah (artikel kemenperin) dan menyebabkan harga kosmetik lokal lebih mahal. Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada tahun 2018 import kosmetiksebesar USD 850,15 juta, meningkat dibandingkan 2017 yang sebesar USD 631,66 hal inilah yang menyebabkan semakin banyaknya varian kosmetik import yang dapat dipilih oleh masyarakat. 

Jika dikaitkan dengan kosmetik Korea sebagai hasil dari Hallyu Wave dapat kita jelaskan beberapa hal yang mengakibatkan produk-produk made in Korea ini begitu diminati di pasar Indonesia dibandingkan produk brand lokal yakni: branding yang jelas, pangsa pasar yang spesifik, pemasaran dari film maupun music, mengedepankan kualitas, bahan baku yang selalu di klaim dari alam, harga yang kompetititf dll, sehingga hal ini menimbulkan persepsi baik pada benak konsumen atas produk yang berasal dari korea. Selain itu berkembangnya platform online yang menjual kosmetik import korea semakin menjamur bahkan produk korea banyak diperdagangkan oleh perseorangan melalui platform e commerce sehingga menyebabkan ketersediaan barang di pasaran lebih banyak dan mudah dijangkau oleh masyarakat umum. 

Penyebab lain dari semakin diminatinya produk asal Korea Selatan adalah Faktor Country of Origin (COO) sesuai dengan teori Kotler dan Keller (2009:338) menjelaskan bahwa pengambilan keputusan konsumen dapat dipengaruhi oleh persepsi konsumen akan Country of Origin dari suatu produk, baik secara langsung maupun tidak langsung. Faktor Country Of Origin ini sangat mempengaruhi proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh konsumen. Hal lain yang mempengaruhi naiknya minat akan kosmetik korea selatan adalah kemampuan perusahaan korea dalam membangun brand awarness terhadap konsumen dimana salah satu karakteristik produk yang dimiliki oleh brand ini adalah berbahan dasar alami tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya, sehingga hal tersebut dapat menimbulkan brand awareness bagi konsumen dan secara tidak langsung mempengaruhi keputusan pembelian. Hal klise lain yang mempengaruhi keputusan pembelian akan kosmetik di Indonesia adalah mindset bahwa lebih putih lebih baik atau lebih cantik dan hal tersebut sejalan dengan karakteristik produk yang ditawarkan oleh brand-brand korea dengan menawarkan produk pemutih serta dengan menggandeng artis K-Pop papan atas sebagai brand ambassador dan secara tidak langsung menimbulkan kesan khasiat produk dan dalam benak konsumen akan timbul persepsi bahwa jika menggunakan produk tersebut bisa menjadi seperti model/ambassador brand tersebut.

Dari segi regulasi pemerintah telah mengeluarkan aturan tekait dengan ijin edar produk kosmetik import bahwa semua produk kosmetik import harus terdftar atau memiliki ijin edar dari Badan POM (BPOM), hal ini sesuai dengan Permendag Nomor 12 Tahun 2018 Pasal 18. Peraturan lain yakni Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 12 Tahun 2018 mengatur bahwa importir kosmetik hanya cukup membuat pernyataan mandiri dan melaporkan secara elektronik ke inatrade atas produk yang telah diimpornya. Dari segi  perpajakan pemerintah telah menaikkan tarif atas pajak impor atas 218 komoditas termasuk di dalamnya kosmetik yakni dari 2,5% menjadi 10% pada tahun 2018. Beberapa peraturan yang telah dijelaskan di atas nampaknya tidak memberikan pengaruh yang signifikan atas peningkatan penjualan kosmetik lokal.

Amorepacific dan Musika Ratu

Jika kita bandingkan atas terjadinya kerugian usaha yang dialami oleh Mustika Ratu sejak beberapa tahun terakhir hal yang sangat berbeda terjadi pada perusahaan sejenis asal Korea Selatan yakni Amorepacific. Perusahaan Amorepacific merupakan salah satu perusahaan kosmetik yang memiliki beberapa brand seperti Suhwalso, Laneige, Inisfree, Mamonde, Etude House, Ryo dsb. Berdasarkan laporan keuangan tahun 2018 Amorepacific membukukan laba bersih sebesar KRW 358 Milyar pada tahun 2017 dan KRW 386 Milyar  pada tahun 2018. Sementara di Indonesia sendiri laba bersih Amorepacific adalah sebesar KRW 88 Juta pada tahun 2018 atas nama PT Laneige Indonesia Pacific. 

Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh Mustika Ratu selama beberapa tahun terakhir dapat dilakukan analisis terkait proses bisnis dengan menggunakan berbagai sudut pandang dengan membandingkan proses dan strategi bisnis yang dilakukan oleh amorepacific sebagai berikut:

1. Pendekatan Marketing 

  • Marketing Mix

Product

Produk yang ditawarkan oleh Mustika Ratu adalah Produk Kecantikan yang terdiri dari Produk Make Up, Perawatan Tubuh, Jamu, Jasa Spa dsb yang terdiri dari beberapa subbrand, yakni Mustika Ratu, Putri, Bask, Ratu Mas dsb. Sama halnya dengan Amorepacific yang secara menawarkan produk make up (kosmetik) dan perawatan tubuh dengan berbagai sub brand, yakni Suhwalso, Laneige, Inisfree, Mamonde, Etude House, Ryo dsb, jika bandingkan lebih lanjut perbedaan antara produk kedua perusahaan ini antara lain:

No

Kriteria Produk

Mustika Ratu

Amorepacific

1

Jenis Produk yang ditawarkan

Barang (Kosmetik dan Perawatan wajah Tubuh, Jamu) dan Jasa (spa)

Barang (Kosmetik, Perawatan wajah dan tubuh)

2

Sub Brand produk

Mustika Ratu, Putri, Bask, Ratu Mas

Suhwalso, Laneige, Inisfree, Mamonde, Etude House, Ryo

3

Pangsa Pasar Produk

kalangan menengah kebawah, untuk produk mustika ratu biasanya pasar yang dituju adalah  untuk range umur diatas 20 tahun sedangkan produk putri untuk remaja putri dan Bask untuk remaja putra (penentuan pangsa pasar produk berdasarkan kategori umur )

Semua pasar dijangkau dengan produk tertentu kecuali low end, misalkan suhwalso untuk high end dan laneige untuk midle end serta inisfree untuk mass customer, sementara penentuan pangsa pasar berdasarkan umut dapat kita lihat dari produk Ryo yang memfokuskan pada high end untuk market dewasa (penentuan kategori pangsa pasar berdasarkan umur dan kemampuan finansial target pasar)

Selain itu image yang diberikan atas produk yang ditawarkan dari kedua perusahaan ini cukup berbeda dimana Mustikaratu lebih menekankan produknya merupakan warisan leluhur asli Indonesia sementara Amorepacific lebih memberikan kesan produk yang berasal dari bahan alami khas korea selatan.

Price

Karena jumlah sub brand dan produk yang bisa dikatakan tidak sepadan dengan Amorepacific serta pangsa pasar yang berbeda tentunya hal ini sangat mempengaruhi harga dari beberapa produk yang ditawarkan oleh  Mustika Ratu. Secara umum dapat dikatakan produk Mustika Ratu menawarkan produk dengan harga yang lebih terjangkau yakni pada pangsa pasar midle to low end sedangkan Amorepacific memberikan pilihan range harga yang sangat luas dari produk-produknya yakni dari segmen midle to high end dengan jenis produk dan subbrand yang sangat beragam. Adanya banyak varian harga dan sub brand amorpacific ini akan memberikan lebih banyak pilihan terhadap konsumen sehingga dapat membidik pangsa pasar yang lebih luas dibangingkan dengan Mustika Ratu

Place

Pada dasarnya Mustika ratu telah melakukan ekspansi ke beberapa negara di seluruh Dunia seperti Kanada, Amerika Serikat, Cina, Iran dsb namun jika kita lihat ekspansi yang dilakukan oleh Amorepacific jauh lebih agresif daripada yang dilakukan Mustika Ratu, hal ini dapat dilihat dari dibukanya banyak perwakilan perusahaan di berbagai negara di seluruh dunia, hal ini tentunya karena adanya banyak permintaan atas produk yang diproduksi oleh perusahaan ini akibat adanya Hallyu Wave yang terjadi pada beberapa tahun belakangan ini.

Promotion

Dari segi promosi Mustika ratu telah melakukan banyak langkah agresif untuk mempertahankan brand image di pasar kosmetik Indonesia salah satunya dengan menggandeng beberapa artis kenamaan tanah air sebagai brand ambassador serta menjadi salah satu sponsor utama dalam penyelenggaran kontes pageant di Indonesia. Penempatan iklan di media masa baik TV maupun platform online telah dilakukan namun hal tersebut nampaknya tidak dapat meningkatkan minat masyarakat secara signifikan. Hal yang sama dilakukan oleh Amorepacific yang telah melakukan beberapa strategi promosi seperti Mustika Ratu di atas namun karena saat ini Hallyu Wave sedang menjadi hal yang digandrungi di seluruh dunia maka menyebabkan ambassador Amorepacific yang notabene adalah artis Korea Selatan merupakan figure global sehingga menyebabkan produk yang dipasarkan oleh perusahaan ini dapat lebih cepat dikenal dan diterima oleh masyarakat tak terkecuali di Indonesia. 

  • Marketing Strategy

Dalam hal penerapan strategi pemasaran antara kedua perusahaan ini tentulah sangat berbeda mengingat Amorepacific merupakan salah satu perusahaan kosmetik terbesar di dunia saat ini sehingga strategi pemasaran yang dilakukan tentu lebih kompleks, walaupun Mustika Ratu sudah mulai merambah pasar global namun belum dapat dikatakan sepadan dalam berbagai macam aspek. Selain memanfaatkan Hallyu Wave dalam pemasaran produknya strategi pemasaran yang sangat jitu yang diterapkan oleh Amorepacific adalah dengan membuat produk yang sangat beragam dengan pangsa pasar yang berbeda serta branding yang berbeda pula pada setiap lini produknya, perusahaan ini nampaknya selalu berusaha untuk mengembangkan produknya untuk dapat menjangkau semua lapisan masyarakat terutama di negara berkembang. Akhir-akhir ini Amorepacific mulai melakukan pengembangan produk untuk pria serta melakukan riset secara berkelanjutan untuk mengembangkan produk baru pada wilayah atau regional tertentu.

  • Research 

Dari segi riset kedua perusahan ini telah melakukan riset terurama dalam pengembangan produk. Dari jumlah produk yang ditawarkan oleh Amore Pacific yang lebih banyak daripada Mustika Ratu tentunya aspek riset produk lebih banyak dilakukan oleh Amore Pacific. Dalam riset terhadap strategi pemasaran nampaknya Amore Pacific juga lebih banyak melakukan hal tersebut mengingat cakupan pasar yang lebih besar menuntut Amorepacific untuk dapat responsif dalam menganggapi gejolak pasar dan mempertahankan posisinya di pasar kosmetik dunia. Hasil riset amorepacific menghasilkan beberapa inovasi yang diterima dengan baik di dunia salah satunya adalah BB Cussion yang merupakan campuran dari beberapa produk seperti foundation, moisturizer dan Sunscreen yang sangat laris di pasar dunia, hal yang sama juga dilakukan oleh Mustika Ratu dengan menciptakan produk seperti minyak zaitun dan beberapa produk lain namun inovasi tersebut nampaknya masih belum bisa dibandingkan dengan inovasi yang dilakukan oleh amorepacific.

  • Buying Behaviour

Mengingat cakupan pasar dan pangsa pasar dari produk yang dipasarkan oleh kedua perusahaan di atas relative berbeda maka buying behavior konsumen atas produk-produk yang ditawarkan kedua perusahaan ini pastinya berbeda. Seperti yang kita ketahui bahwa buying behaviour sendiri merupakan aktivitas konsumen yang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan sampai dengan evaluasi produk yang telah dibeli sebelumnya. Ada beberapa factor yang mempengaruhi buying behaviour dari konsumen antara lain factor social, factor personal, factor psikologi dan kebudayaan. Dari beberapa factor di atas yang menjadi concern adalah faktor kebudayaan dalam hal ini dapat dikaitkan dengan begitu diminatnya budaya Hallyu Wave di dunia terutama di Indonesia yakni sebagai salah satu pasar terbersar KPop Industry. Adanya factor budaya inilah yang menyebabkan proses pengambilan keputusan keputusan pembelian sangat dipengaruhi oleh budaya K-POP sehingga permintaan akan produk tersebut naik sepanjang waktu. Jika dibandingkan dengan branding yang dilakukan oleh Mustika Ratu yang lebih menekankan asal produk merupakan warisan leluhur yang halal maka hal ini dianggap perlu dilakukan rebranding kembali mengingat perusahaan ini juga membidik pasar international dan budaya Indonesia belum sepopuler budaya Korea di mata masyarakat dunia.

2. Pendekatan Mananjemen Operasional

  • Proses Produksi

Proses produksi yang digunakan pada Amorepacific berbasis One IT infrastructure system dimana mereka mengembangkan Global Manurfacturing Excecution System (G-MES) untuk melakukan memonitor perencanaan, kineja, pergudangan, dan kontroling secara real time. Selain itu Amorepacific juga mengembangkan system global quality managemen system (G-QMS) yang mengatur dan memonitoring data terkait dengan proses produksi serta penembangan produk sampai dengan jaminan kosumen. Sementara dari segi standarisasi pabrik amorepacific menggunakan Recipe control system yang mengatur seluruh proses produksi kosmetik sehingga hal tersebur dapat meminimalkan human eror dari sehingga menyeragamkan kualitas produk. Sementara itu mustika telah mengimplementasikan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004 sejak 1996 dan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 pada tahun 2009 juga telah mendapatkan sertifikat Good Manufacturing Proccess (GMP) sejak 2004. Pada dasarnya proses produksi produk atas kedua pabrikan ini tidak dapat dibandingkan mengingat minimnya data tekait proses produksi  di Mustika Ratu namun secara umum bahwa proses produksi yang dilakukan oleh amorepacific beberapa langkah di depan jika dibandingkan dengan Mustika Ratu

  • Managing Supply chain

Amore Pacific nampaknya berkaca pada supply chain system yang dilakukan oleh H&M dan Zara yang memiliki supply chain system yang efisien sehingga produk dapat dipasarkan dalam waktu yang cepat dan tidak terjadi penumpukan produk di gudang. Dilihat dari segi waktu penyimpanan produk di gudang (inventory) Amore Pacific dapat melakukan turn over atas persediaanya rata-rata dalam tiga bulan sedangkan competitor lain seperti estee lauder dan shisheido butuh rentang waktu enam bulan sampai dengan satu tahun. Dipangkasnya inventory turn over ternyata sebagai hasil dari discontinue product strategy, wide variety product, hight quality product dan harga yang bersaing di pasaran sehingga produk dapat terserap dengan baik di pasar dengan waktu yang relative lebih cepat dibandingkan pesaingnya.

Pabrik Amorepacific dan proses inventory

3. Pendekatan Etika Bisnis 

  • Ethical Issues

Terdapat beberapa permasalahan terkait etika bisnis yang dihadapi oleh amorepacific pada beberapa Tahun belakangan  salah satunya adalah issue terkait bahan berbahaya pada produk etude house dan issue pemalsuan produk yang terjadi di China. Menyikapi hal tersebut nampaknya perusahaan ini memiliki cara tersendiri untuk mempertahankan minat pasar atas produk etude house. Perusahaan menarik semua produk yang diklaim memiliki kadar logam diatas ambang batas tersebut dalam waktu yang cepat serta perusahaan menggalangkan campaign untuk selalu membeli produk asli, sedangkan untuk kasus serupa nampaknya belum pernah pada Mustika Ratu.

  • Going Green

Kedua perusahaan ini namampaknya sudah sangat sadar dengan konsep going green sehingga dapat kita lihat bahwa perusahaan Mustika Ratu dan Amorepacific sangat mengedepankan suistanibility dalam menjalankan aktivitas bisnisnya dan berusaha untuk memberikan produk yang berbahan dasar alami dan selalu berinovasi dalam proses produksi sehingga dapat lebih efektif dan efisien.

  • International Bussiness Strategy

Cakupan daerah bisnis dan pangsa pasar Amorepacific dapat dikatakan jauh lebih luas dibandingkan dengan Mustika Ratu sehingga Strategi Bisnis kedua perusahaan ini tentulah sangat berbeda. Mustika Ratu dapat dikatakan sebagai pemain baru di Industri Kosmetik Global dan baru beberapa tahun terakhir melakukan invasi global sehingga strategy pemasaran yang dilakukan adalah strategi promosi berbagai media agar pasar mengetahui produk tersebut. Berbeda halnya dengan Amorepacific, sebagai top 10 perusahaan kecantikan di Dunia tentunya perusahaan ini memiliki strategi yang lebih kompleks dibandingkan hanya sekedar promosi. Beberapa strategi yang dilakukan oleh Amorepacific adalah:

  • Brand singularity

Hal ini dilakukan dengan cara membuat standart tertentu agar semua produk yang dihasilkan oleh amorerepublic memberikan pengalaman yang berbeda-beda sesuai dengan segmen pasarnya. Brand singularity juga bertujuan agar konsumen tetap loyal menggunakan setiap produknya dalam setiap pergantian siklus kehidupan konsumennya.

  • Commitement to innovation

Perusahaan ini selalu melakukan inovasi dengan menghadirkan brand baru dengan mengusung tema yang berbeda pada setiap sub brandnya, selain itu perusahaan ini juga melakukan riset mendalam atas preferensi masyarakat di daerah tertentu agar dapat mengembangkan produk baru yang dibutuhkan oleh konsumen.

  • Market Diversity

Strategi ini dilakukan dengan cara mengubah mindset pemasaran yang sebelumnya hanya menggunakan pendekatan regional korea contohnya dengan menggandeng bintang K-Pop sebagai ambassador, padahal di beberapa negara tertentu hal tersebut mungkin saja tidak ampuh dalam menarik perhatian konsumen di daerah tertentu, dalam hal ini Amorepacific selalu berusaha dinamis dalam memahami budaya lokal yang dijadikan sebagai target pasarnya dan senantiasa melakukan benchmark terhadap produk kosmetik sejenis yang telah sukses sebelumnya dalam menembus pasar tersebut.

Bedasarkan permasalahan yang dihadapi oleh Mustika Ratu dan Benchamark dengan Amorepacific terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu Mustika Ratu bangkit kembali dan merebut kejayaan di kancah industri kecantikan tanah air dengan menggunakan beberapa solusi sebagai berikut:

  1. Product Development

Pada dasarnya Mustika Ratu telah memiliki beberapa lini produk yang telah dikenal dengan baik di Pasar Kosmetik Indonesia namun apabila dibandingkan dengan Amorepacific jenis produk yang ditawarkan sangatlah jauh dari segi kwantitasnya dan kualitasnya, untuk itu perlu dilakukan pengembangan produk, baik yang telah ada maupun pengembangan produk baru. Dengan diciptakannya produk baru ini diharapkan dapat menyasar pangsa pasar yang lebih luas daripada targer pasar sebelumnya yang bisa dikatakan hanya kalangan midle to low end. Pengembangan Produk harus selalu diiringi dengan proses riset produk yang tepat dan benchmark produk sejenis juga perlu dilakukan sebagai pembanding atas performa produk sejenis di pasaran apabila ada. Proses Pengembangan produk dalam hal ini dilakukan dengan beberapa langkah yakni:

  1. Penciptaan ide produk
  2. Penyaringan atau pemilihan ide produk
  3. Pengembangan dan pengujian konsep
  4. Pengembangan strategi pemasaran
  5. Analisa bisnis
  6. Pengembangan produk
  7. Uji pemasaran (skala kecil)
  8. Komersialisasi

Sejalan dengan stategi bisnis amorepacific yakni Brand singularity, Mustika Ratu harus segera mengembangkan produk baru yang dapat mengisi pasar high end dan low end di Indoensia dan kembali membetuk sub brand baru sebagai pesaing beberapa brand yang telah ada di pasaran. 

  1. Inovation for suitainable future

Inovasi merupakan salah satu faktor penting dari keberlangsungan perusahaan karena pasar akan selalu berubah maka setiap perusahaan dituntut untuk melakukan inovasi dalam berbagai bidang di lini bisnisnya. Seperti halnya Amorepacific, Mustika Ratu juga selalu melakukan inovasi bisnis namun hal tersebut masih dirasa kurang dalam menghadapi persaingan pasar yang kian ketat dari waktu ke waktu. Selain inovasi dalam pengembangan produk, inovasi lain yang perlu dilakukan alah tekait dengan inovasi pemasaran, berkaca dari strategi yang digunakan oleh Amorepacific maka Mustikaratu diharapkan dapat menggandeng figure-figur global sebagai ambassador brand agar meningkatkan brand awareness Mustika Ratu di Indonesia dan di Kancah dunia. 

  1. Perbaikan proses produksi dan supply chain system

Meskipun Mustika Ratu telah mengantongi beberapa sertifikasi terkait proses produksinya namun berkaca pada system dalam proses produksi dan standarisasi pabrik yang diterapkan oleh Amorepacific tentunya Mustika ratu dapat menerapkan One IT infrastructure system dalam proses produksinya, system ini menggabungkan G-MES dan G-QMS serta mengembangkan Recipe control system sehingga dapat meminimalisir human eror dan produk yang dihasilkan oleh pabrik memiliki kualitas yang seragam.

Dari hal supply chain Mustika Ratu dapat belajar dari Amorepacific yakni dengan cara mempersingat waktu pendistribusian produk dari gudang ke gerai dan dalam waktu yang singkat mengganti semua produk dalam gerai, selain ini secara terus menerus melakukan pergantian produk dan mengeluarkan limited edition produk yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Hal ini dapat dilakukan oleh Mustika Ratu apabila Mustika Ratu telah memiliki variasi produk yang lebih banyak, untuk sekarang ini strategi yang bisa dilakukan adalah dengan membuat produk limited edition dan dipasarkan dalam waktu tertentu saja.


Oleh:

Fitriyanto

Angaktan 40 Eks-B Kelas C


sumber artikel:

https://market.bisnis.com/read/20190424/192/914927/kinerja-2018-rugi-mustika-ratu-mrat-membengkak-7121-persen

https://www.cnbcindonesia.com/market/20180502121041-17-13285/produsen-kosmetik-mustika-ratu-pada-2017-rugi-rp-13-m

https://mustika-ratu.co.id/milestones/

https://www.qupas.id/daily/7-brand-kosmetik-korea-ini-super-laris-di-indonesia-sampai-rela-ngantri

http://djpen.kemendag.go.id/app_frontend/admin/docs/researchcorner/6211376300050.pdf

https://studybayhelp.co.uk/blog/amorepacific-corporation-international-business/

https://martinroll.com/resources/articles/branding/amorepacific-korean-beauty-company-going-global/

https://www.youtube.com/watch?v=pDPy7OJGC5o

https://www.kemenperin.go.id/artikel/6018/Susahnya-Kosmetik-Lokal-Berjaya-di-Nusantara:-Bahan-Baku-Impor-70-Persen

https://kemenperin.go.id/artikel/11943/Produk-Impor-Kuasai-Pasar-Kosmetik

https://cantik.tempo.co/read/1226426/alasan-kosmetik-impor-lebih-digemari-di-indonesia/full&view=ok






Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
iananto3

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format