Nestapa Express Taxi, Bertahan di Tengah Hantaman Taksi Online

Kehadiran taksi online membuat kelabakan pemain taksi konvensional. Tak sedikit perusahaan taksi yang sudah tutup. Bagaimana cara Express Taxi keluar dari tekanan ?


0

Maraknya kehadiran taksi berbasis aplikasi online menjadi fenomena baru yang secara perlahan mulai mengancam eksistensi taksi konvensional di Indonesia. Sektor transportasi ini memiliki target customer bagi kalangan yang menginginkan pilihan moda transportasi yang aman dan nyaman dibandingkan dengan pilihan moda transportasi lainnya seperti angkutan umum atau bis. Di Indonesia, terdapat dua perusahaan penyedia layanan taksi yang sangat terkenal yaitu Express Taxi dan Blue Bird, yang sudah lama beroperasi di Indonesia, khususnya di Ibukota Jakarta. Seiring dengan kemajuan teknologi di era digital sekarang ini perkembangan angkutan umum berbasis aplikasi atau taksi online memang tidak bisa dibendung lagi, apalagi saat ini masyarakat butuh moda transportasi umum yang mudah dan nyaman. Dari sisi customer, keberadaan taksi online memang lebih menguntungkan daripad taksi konvensional, tarif taksi online lebih murah dibandingkan taksi konvensional serta taksi online bisa dipesan dari mana saja selama masih dalam area operasional. Dalam hal layanan taksi online juga lebih cepat dan transparan. Begitu pesan, hanya dalam hitungan menit driver taksi online sudah datang menjemput dan armada pada taksi online kondisnya masih baru dibandingkan taksi konvensional. Jika dilihat dari keberadaan taksi online di lingkungan sosial, secara tidak langsung keberadaan taksi online berhasil mengubah perilaku masyarakat menggunakan kendaraan pribadi. Kini, customer rumah tangga lebih memilih menggunakan taksi online dibandingkan kendaraan pribadi. Sistem pemesanan yang mudah dan cepat serta tarif murah membuat customer lebih suka pakai taksi online

Salah satu Perusahaan taksi yang mengalami dampak dari gempuran taksi online adalah Express Taxi atau PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI). Sejak taksi dan ojek online hadir pada 2015, persaingan menggaet penumpang semakin ketat, terutama di Jakarta dan sekitarnya. Angkutan umum, seperti taksi yang sudah ada lebih dulu, mau tidak mau harus bersaing dengan angkutan online. Tarif taksi online yang lebih murah membuat operator taksi konvensional kesulitan bersaing. Apalagi, taksi online menawarkan berbagai kemudahan kepada customer. Imbasnya, taksi konvensional yang beredar juga kian jarang. Sebaliknya, jumlah taksi online terus meningkat. Express taksi saat ini bergulat menyelamatkan bisnis taksinya ditengah gempuran transportasi online. Perusahaan tak lagi mampu membeli kendaraan baru untuk meremajakan taksi-taksi lama yang mulai usang, hal ini dapat terlihat dari kinerja keuangan perusahaan mengalami penurunan sejak lima tahun terkahir sampai dengan saat ini. Dapat dilihat pada tahun 2014, TAXI masih membukukan laba bersih senilai Rp119 miliar. Tahun selanjutnya, laba TAXI menciut tinggal sebesar Rp34 miliar seiring dengan kehadiran angkutan online, baik dari taksi maupun ojek online. Tahun 2015 menjadi tahun terakhir TAXI mencatatkan laba. Setelah itu, TAXI mengalami reli merugi secara berturut-turut. Pada 2018, perseroan membukukan rugi Rp837 miliar, atau naik 4 kali lipat dari rugi yang ditorehkan pada 2016 sebesar Rp185 miliar. Tren tersebut juga masih berlanjut hingga kuartal pertama tahun ini. Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, TAXI membukukan rugi senilai Rp42 miliar atau turun 61 persen dari rugi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp109 miliar.

Sumber: tirto.id

Selanjutnya berdasarkan rise Google, Temasek dan Bain & Company yang bertajuk e-Conomy SEA 2019, pangsa pasar (gross merchandise value/GMV) ride hailing (jasa layanana antar makanan dan transportasi online) di kawasan ASEAN hanya US$ 3 miliar. Namun, pada 2019 meningkat menjadi US$ 12,7 miliar dan diproyeksikan menjadi US$ 40 miliar pada 2025. Adapun GMV Ride Hailing Indonesia pada 2015 baru mencapai US$ 980 juta. Lalu tumbuh menjadi US$ 5,7 miliar pada 2019 dan akan meningkat menjadi US$ 18 miliar pada 2025, terbesar dikawasan Asia Tenggara (ASEAN) seperti terlihat pada grafik.

Sumber: databoks.katadata.co.id

Dari hasil riset data tersebut menunjukan bahwa perkembangan pangsa pasar layanan transportasi online di Kawasan Asia Tenggara khususnya Indonesia yang tumbuh tinggi di antara negara lainnya telah menunjukan dampak yang signifikan terhadap model bisnis di layanan taksi. Seiring dengan majunya perkembangan teknologi informasi saat ini dan kedepan dapat dipastikan akan terjadi perubahan model bisnis yang signifikan dalam pelayanan taksi yang diberikan.

Tarif transportasi online diatur, taksi konvensional semakin kompetitif

Pemerintah terus melakukan penyempurnaan bagi penyelenggara transportasi berbasis aplikasi. Melalui PM 118 tahun 2018 yang mengatur roda empat dan PM 12 tahun 2019 yang mengatur roda dua. Dengan aturan tersebut, nantinya baik taksi online maupun ojek online akan memiliki batas atas dan bawah untuk tarif per kilometer. Rencananya, pemerintah akan memberlakukan efektif PM 12/2019 pada Mei dan PM 118/2018 pada Juni mendatang. Dengan kedua aturan ini, secara otomatis tarif angkutan berbasis online tidak lagi semurah dulu, taksi online berdasarkan catatan KONTAN tarif yang akan diberlakukan untuk batas bawah sebesar Rp3.500 per kilometer dan batas atas Rp6.000 per kilometer. Hal ini akan sedikit banyak akan memberikan angin segar bagi pengusaha taksi konvensional yang selama ini tergerus oleh online.

Djoko Setijowarno, Pengamat Transportasi dari Unika Soegijapranata menjelaskan bila aturan itu berlaku efektif maka bisnis taksi konvensional akan kembali mengembang. Pasalnya, saat ini pengusaha taksi konvensional terus memperbaiki pelayanan untuk bisa mengimbangi penetrasi yang dilakukan taksi konvensional. Menurutnya, aturan tersebut akan membuat masyarakat akan kembali menimbang menggunakan jasa taksi online. Selain karena tarif yang tidak akan berbeda jauh, dari sisi kenyamanan, keamanan dan pelayanan juga akan menjadi pertimbangan. Oleh karena itu, imbasnya bisnis bagi pelaku taksi konvensional akan cukup baik. Namun tidak semua taksi konvensional akan menikmati pertumbuhan, menurutnya hanya perusahaan taksi konvensional yang memiliki manajemen yang baik yang bisa bertumbuh. Pasalnya, ditengah banyak perusahaan taksi konvensional yang tumbang, beberapa juga justru mengalami peningkatan kinerja pada tahun lalu. Selain mengandalkan sisi kompetitif tarif, taksi konvensional juga terus mengembangkan aplikasi online-nya dan berinvestasi dari sisi armada dan teknologi. Kendati saat ini jumlah pemesanan melalui aplikasi tak sebanyak pangakalan-pangkalan di mall dan perkantoran maupun stop di jalan, namun perkembangannya cukup baik.

Sumber: finance.detik.com

PT Aplikasi Karya Anak Bangsa juga mengalami dilema tersebut. Shinto Nugroho, Chief Public Policy and Government Relations Gojek Indonesia menjelaskan selain berfokus pada peningkatan kesejahteraan mitra pengemudi, perusahaan juga melihat perlunya keseimbangan harga. Keseimbangan antara supply dan demand harus diperhatikan, karena harga akan mempengaruhi tingkat permintaan customer. Pada akhirnya hal ini akan berpengaruh terhadap pendapatan total para mitra pengemudi.

Perkembangan Industri 4.0 pada industrsi transportasi

Dunia dan tentunya Indonesia telah memasuki era digitalisasi serta revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 merupakan revolusi industri yang dapat dikatakan berbeda dengan revolusi industri sebelumnya. Revolusi industri generasi ke-4 ini memiliki skala, ruang lingkup dan kompleksitas yang lebih luas. Kemajuan teknologi baru yang  mengintegrasikan  dunia fisik, digital dan biologis telah mempengaruhi semua disiplin ilmu, ekonomi, industri dan pemerintah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat pada awal abad ke-20 telah melahirkan teknologi informasi   dan proses produksi yang dikendalikan secara otomatis. Dengan kata lain, mesin   industri telah menggunakan sistem otomatisasi berbasis komputer, yang tentunya tidak lagi semuanya dikendalikan oleh tenaga manusia. Dampaknya, biaya produksi menjadi semakin murah seiring teknologi informasi yang terus bergerak maju.

Sumber: google.co.id

Revolusi industri mengalami puncaknya saat ini dengan lahirnya teknologi digital yang berdampak masif terhadap hidup manusia di seluruh dunia. Revolusi industri terkini atau generasi keempat mendorong sistem otomatisasi di dalam semua proses aktivitas. Teknologi internet yang semakin masif tidak hanya menghubungkan jutaan manusia di seluruh dunia tetapi juga telah menjadi basis bagi transaksi perdagangan dan transportasi secara online. Munculnya bisnis transportasi online seperti Gojek dan Grab menunjukkan integrasi aktivitas manusia dengan teknologi informasi dan ekonomi menjadi semakin meningkat. Aplikasi media sosial, bioteknologi dan nanoteknologi semakin menegaskan bahwa dunia dan kehidupan manusia telah berubah secara fundamental.

Sumber: indonesiabaik.id

Seperti yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan-perubahan yang mungkin tak terduga sebelumnya. Seperti kita menyaksikan pertarungan antara taksi konvensional versus taksi online atau ojek pangkalan vs ojek online. Semua itu pada akhirnya berdampak kepada publik, dimana dalam hal ini publik diuntungkan dengan menjadi lebih mudah untuk mendapatkan layanan transportasi dan bahkan dengan harga yang sangat terjangkau. Dengan kata   lain, teknologi online telah membawa perubahan yang besar terhadap peradaban manusia dan ekonomi. Tidak dapat dipungkiri jika revolusi industri 4.0 membuka peluang yang luas bagi siapapun untuk maju. Informasi yang sangat melimpah menyediakan manfaat yang besar untuk pengembangan ilmu pengetahuan maupun perekonomian. 

Masyarakat di era revolusi industri 4.0 memiliki ketergantungan yang sangat besar dalam menggunakan teknologi informasi. Fakta yang menunjukkan bahwa masyarakat zaman sekarang memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi pada perangkat smartphone-nya. Hal inilah yang dapat menjadikan munculnya sebuah peluang baru di era industri 4.0. Salah satu diantaranya adalah peluang berbisnis era digital. Dimana, daya jangkau teknologi informasi tidak hanya berskala lokal tetapi hingga skala global. Melalui internet, akses informasi dapat dijangkau hingga ke berbagai penjuru dunia. Revolusi industri generasi empat tidak hanya menyediakan peluang, tetapi juga tantangan bagi generasi milenial. 

Express Berjuang Bertahan di Tengah Serbuan Taksi Online

Upaya PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) keluar dari lubang jarum untuk menyelamatkan bisnis taksi belum berhenti. Perusahaan tak lagi mampu membeli kendaraan baru untuk meremajakan taksi-taksi lama yang mulai usang. Direktur Keuangan Megawati Affan, kepada awak media di Jakarta, Jumat (8/2/2019) usai acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pun mulai mengeluh. Express setiap tahun biasanya mempertahankan kepemilikan armada sebanyak 10.000 unit dan mengalokasikan belanja armada 1.000 unit per tahun. Namun dengan beratnya bisnis taksi di tengah gempuran Grab dan Gocar, bisnis Express mulai terganggu.

Sumber: cnbcindonesia.com

“Boleh dibilang sebagian besar [armada] sudah menjadi jaminan, tapi kan di sisi lain kami punya unit memang armadanya juga sudah tua, jadi yang tersisa tinggal Wuling,” ujar Megawati. Maret 2018 beban keuangan Express yang tak sehat itu mulai terekpose. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat obligasi I Express Transindo Utama 2014 dari “BB-” menjadi “D” alias default (gagal bayar). Penyebabnya, manajemen Express tidak mampu membayarkan kupon obligasi yang seharusnya dibayarkan pada 26 Maret 2018. Pefindo juga menurunkan rating perusahaan dari “BB-” menjadi “SD” atau selective default/negatif. Biasanya peringkat SD diberikan pada penerbit obligasi yang gagal bayar pada satu atau lebih kewajibannya, baik obligasi berperingkat maupun obligasi tak berperingkat, ketika masuk jadwal pembayaran. Tetapi perusahaan masih bisa memenuhi kewajiban lainnya secara tepat waktu.Gagal bayar atas obligasi yang diterbitkan Express ini nilainya sebesar Rp 1 triliun. Obligasi dengan kupon tetap sebesar 12,25% per tahun ini jatuh tempo pada 24 Juni 2019. Mengetahui masalah keuangan tersebut, Bursa Efek Indonesia menghentikan perdagangan saham berkode TAXI hingga hari ini. Perseroan juga tak mampu membayarkan kupon obligasi yang seharusnya dibayarkan pada 26 Maret 2018. Untuk menghindari gugatan pailit, induk usaha Express Transindo, PT Rajawali Corpora (RC), memberikan pinjaman sebesar Rp 33,62 miliar untuk mendukung kagiatan usaha dan operasional perseroan. Pinjaman memiliki tenor lima tahun terhitung sejak tanggal 4 April 2018 dengan bunga sebesar 4,75% per tahunnya. Tentu saja nilai talangan tersebut tak cukup untuk membayar semua kewajiban yang harus ditanggung Express.

Strategi Gramedia Sikapi Era Digital

Di era serba digital saat ini, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi industri penerbitan buku cetak. Tidak bisa dipungkiri, diperlukan sejumlah inovasi untuk bisa bertahan. Perubahan itu dirasakan oleh Toko Buku Gramedia, toko buku yang telah berdiri sangat lama di Indonesia walaupun dengan kekuatan brand yang telah berdiri sejak lama, nampaknya mereka mulai aware mengenai sosial media dan toko buku online. Dalam menghadapi perubahan yang ada Toko Buku Gramedia dengan sangat cepat melakukan strategi bisnisnya untuk mempertahankan keberlangsungan perusahaan dalam hantaman buku-buku digital. Perusahaan melakukan diversifikasi produk dan melakukan inovasi dalam mempertahankan bisnis perusahaan serta melakukan strategi pemasaran yang tepat kepada pelanggan. Jika dilihat dari pasar, industri buku cetak masih bertumbuh, namun terus mengalami penurunan. Sebelum tahun 2010, Gramedia selalu bertumbuh di atas 30%. industri buku umum cetak di Indonesia mulai turun sejak lima tahun lalu, yang kala itu bisa tumbuh hingga 28%. Namun, di tahun 2014 lalu hanya bertumbuh 2 %. Sedangkan untuk toko pertumbuhannya 6% yang dimana 4% bukan berasal dari buku, melainkan stationary.

Penjualan buku ritel tidak pernah mudah di Jakarta, atau dibelahan mana pun di dunia, adalah Aksara yang menutup dua jaringannya, di Cilandak Townsquare (6 April 2018), dan Pacific Place (15 April 2018). Setelah 17 tahun berkiprah dan sempat melebarkan jaringan penjualannya di sejumlah tempat, Aksara akhirnya harus “balik kandang” ke Kemang, toko tersisa yang merupakan tempat lahirnya mereka. Penutupan toko fisik untuk produk-produk cetak termasuk musik dan film, memang sudah berlangsung lama di seluruh belahan dunia seiring makin berkembangnya teknologi dan informasi. Apalagi sejumlah perusahaan daring raksasa seperti misalnya Amazon, menjadi ancaman yang serius bagi eksistensi toko fisik. Munculnya digital book juga menjadi ancaman bagi penjualan buku cetak, di era digital ini telah mengubah mekanisme industri buku dari konvensional menjadi digital. Menurut Puthut, kini setiap orang dapat memperoleh informasi dan membeli buku kapan pun dan di mana pun. “Dunia digital dan media sosial membantu persebaran informasi. Informasi tentang buku tersebar sangat cepat, masif, dan murah. Lewat Facebook, Twitter, orang bisa memberi tahu informasi soal buku ke seluruh Indonesia. Penyebab utama dari kebangkrutan dengan rendahnya angka penjualan yang tidak sebanding dengan biaya operasional dan buku semakin mudah diakses & relatif lebih murah di internet.

Sumber: tirto.id

Penerapan sistem manajemen yang harus dilakukan

Dari contoh kasus permasalahan yang dihadapi Express Taxi dan Gramedia terdapat permasalahan yang sama dalam era saat ini yaitu teknologi yang berkembang pesat sehingga mempengaruhi dalam keberlangsungan bisnis perusahaan. Dari analisa diatas, dapat dilihat beberapa perbandingan permasalahan dari kedua perusahaan diatas sebagai berikut:

Operation Management

Dalam manajemen pengelolaan usaha/bisnis, harus dimulai dengan perencanaan dan desain proses yang  baik sebelum suatu proses produksi barang maupun jasa (tangible dan intangibleproducts) dilakukan. Dalam definisinya disebutkan bahwa manajemen operasional secara umum adalah suatu pengelolaan secara maksimal penggunaan semua faktor produksi yang ada baik itu tenaga kerja (SDM), mesin, peralatan, bahan, dan faktor produksi yang lainnya dalam proses transformasi untuk menjadi berbagai macam produk barang atau jasa. Proses transformasi terjadi di semua jenis usaha, terlepas dari apa yang mereka hasilkan atau tujuannya.

Masing – masing faktor produksi tersebut harus dilakukan oleh orang – orang yang berbeda dan yang ahli dibidangnya. Penempatan orang yang tepat pada fungsinya akan  dapat memaksimalkan hasil dari masing-masing fungsi yang terkait. Pengelolaan suatu usaha yang dilakukan hanya oleh satu atau dua orang saja akan mengurangi keleluasaan dari masing masing fungsi untuk berkontribusi maksimal maupun berinovasi secara fleksibel guna mempertahankan kelangsungan hidup dari suatu usaha.

Model bisnis dari sektor pelayanan transportasi taksi pada proses input didominasi oleh kendaraan dan tenaga kerja/driver sedangkan bentuk outputnya adalah pelayanan kepuasan transportasi.

Dalam hal value chain, dapat dilihat bahwa kondisi yang dialami Ekspress Taxi belum berjalan optimal dalam melakukan manajemen operasi yang baik, hal ini dapat terlihat pada terlambatnya dalam product development dimana pada tahun 2015 saat transportasi online sudah masuk, perusahaan tidak langsung menangkap hal tersebut dengan baik sehingga dalam hal inovasi terhadap produk yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan tidak terpenuhi. Dalam konsep supply chain, bahwa pengelolaan yang terintegrasi seluruh komponen distribusi dari suppliers sampai dengan ke customer, namun dalam kasus Express Taxi ini dapat dilakukan sebaliknya dari proses value chain dengan melihat dari kebutuhan customer, perusahaan dapat membuat perencanaan yang tepat serta dapat melakukan product development untuk menciptakan inovasi product untuk pemenuhan kebutuhan pelanggan. Dalam memberikan product yang lebih menarik dan memberikan pengalaman tebaik bagi pelanggan harus mencari serta mengetahui kebutuhan dari customer terhadap jasa pelayanan transportasi taksi.

Berbeda dengan Gramedia, dalam hal value chain kondisi yang dialami Gramedia berjalan dengan optimal, hal ini dapat terlihat dari sigapnya product development yang dilakukan pada tahun 2015 dalam perkembangan teknologi dan peranti canggih mendorong peningkatan aktivitas berbasis digital. Tak terkecuali kebutuhan membaca buku secara digital, agar tak tenggelam di tengah modernitas, Gramedia pun semakin serius mengembangkan bisnis digital guna memenuhi kebutuhan pelanggan. Dalam penerapan supply chain, pengelolaan terintegrasi pada seluruh komponen distribusi dari suppliers sampai dengan ke customer, pada rantai ini khususnya dalam hal sales & marketing, Gramedia melakukan strategi pemasaran multikanal atau omnichannel untuk menghadapi perubahan lanskap bisnis ritel modern akibat disrupsi digital. Adapun strategi tersebut diwujudkan melalui peluncuran Gramedia GO pada tahun 2019, product ini merupakan pengembangan dari layanan penjualan secara daring yang sudah dilakukan sebelumnya melalui laman web www.gramedia.com dan aplikasi Gramedia yang tersedia untuk ponsel pintar berbasis Android dan IOS. Selanjutnya, strategi ini tentunya akan memberikan kemudahan bagi para pelanggan.

Managing Human Resources

Dalam memberikan pelayanan dan pengalaman yang terbaik kepada seluruh pelanggan yang mewujudkan komitmen Perusahaan terhadap perubahan dan perkembangan yang terjadi saat ini, Perusahaan harus dapat mengelola dan mengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan baik sejak dari proses recruitment sampai dengan proses training & development. Dalam sektor industri pelayanan peran SDM menjadi penting dalam membentuk citra perusahaan yang akan berdampak langsung pada pelanggan dan kinerja perusahaan.

Developing the workforce

Metode training yang diberikan dapat dilakukan dengan cara on-the-job training, dan classroomtraining. Training dilaksanakan secara rutin dan berkala untuk para supir lama dan supir baru mengenai standar layanan perusahaan pada saat melayani pelanggan. Jumlah pool Express Group sebanyak 30 pool dan 70 pangkalan di di Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekas (Jadetabek). Setiap pooldilengkapi televisi sebagai media pelatihan dan pengembangan karyawan. Setiap pool diawaki 45-50 karyawan dan mengelola bengkel yang ditangani 9 orang. Mereka diberikan pelatihan oleh mekanik Auto2000. Tujuan pelatihan ini agar ketrampilan para mekanik bengkel Express Group semakin ciamik ke depannya. Perusahaan juga memberikan kursus bahasa Inggris, terutama unit bisnis yang beroperasi di bandar udara. Selain pemberian pelatihan bagi para supir dan karyawan pool,perusahaan juga menggelar Leadership Program sebagai wahana untuk meningkatkan kompetensi karyawan. Mereka ini dibekali berbagai materi pelatihan teknis dan non teknis. Mereka yang berhasil menorehkan prestasi akan dipercaya sebagai pemimpin di unit bisnis Express Group. Pola seperti demikian memberikan peluang bagi karyawan dari jenjang terbawah untuk mencapai posisi puncak. Karier kepala pool, misalnya, dirintis karyawan dari level kordinator untuk menapaki jenjang berikutnya sebagai penyelia, kepala pool dan jabatan selanjutnya. Penilaian karyawan mengabaikan unsur subyektif demi memberikan peluang kepada karyawan yang berprestasi untuk menduduki kursi strategis. Dengan sistem dan pengembangan pelatihan karyawan yang baru ini, maka pegawai yang muda-muda bisa naik pangkat sebagai kepala pool karena prestasi yang dicapainya.

Sama halnya dengan Gramedia dalam melakukan developing the workforce, dalam menghadapi perubahan yang sangat dinamis di era digitial ini perusahaan harus mengelola dan mengembangkan SDM dengan baik dan tepat, dari proses awal perusahaan sudah mencari talent-talent terbaik untuk dapat bekerja dan menjadi kader pimpinan di perusahaan, proses recruitment di Gramedia dibagi menjadi beberapa area, Gramedia Store untuk pekerjaan di penjualan buku atau stationary mulai dari store associate, store supervisor, warehouse support, cashier. Publishing & Education untuk pekerjaan graphic designer untuk menciptakan cover buku yang sesuai dengan konten buku. Business untuk pekerjaan account manager dalam mengelola hubungan dengan pelanggan dan Administration untuk pekerjaan di fungsi supportadministration, seperti HR, Finance, GA dsb. Dalam memberikan kesempatan untuk terus berkarir di Gramedia, perusahaan memiliki Akademi Ritel Gramedia (ARG) yaitu wadah untuk pendidikan dan pelatihan tenaga ritel oleh Gramedia. Di ARG, anak-anak lulusan SMA akan diajak untuk belajar mengenai seluk beluk industry ritel dan siap bekerja sebagai garda depan industri ritel buku. Dalam mengukur kinerja karyawan di Gramedia, perusahaan memiliki sistem penilaian kinerja yang sangat obyektif dan memberikan peluang seluasnya bagi karyawan yang memiliki prestasi, jadi ukurannya adalah kinerja bukan dilihat dari factor subyektifnya.

Strategi Marketing yang akan ditempuh

Penerapan marketing strategy yang tepat mengenai segmentasi pasar oleh pelaku bisnis tentunya akan sangat berpengaruh terhadap profit yang akan dicapai. Jika ingin menaikkan pemasaran tentunya harus dilakukan penerapan konsep manajemen bisnis yang sesuai dalam baik dalam hal operasional, sumber daya manusia sampai strategi marketingnya. Hal ini dapat dilakukan dengan pengembangan marketing strategy dan mempertahankan kepuasan pelanggan melalui penerapan marketing mix, berikut perbandingannya yaitu:


4P
EXPRESS TAXI
GRAMEDIA
Product
Express Taxi menyediakan layanan transportasi taksi yang memberikan pelayanan dan pengalaman terbaik kepada seluruh pelanggan. Sejauh ini armada yang disediakan cukup bagus, bersih, nyaman dan berkualitas. Dalam armada taksinya terdapat nomor customer care yang akan menanggapi keluhan, saran dan kritikdari  para pelanggan. Serta terdapat juga indentitas supir taksi tersebut untuk memberikan rasa percaya bahwa kita sebagai pelanggan berada di tangan yang benar dan akan selamat hingga ke tujuan
Produk yang di jual pada toko buku Gramedia ini sangat beragam sehingga customer  bisa membeli apa saja yang mereka inginkan. Customer lebih senang jika mereka bisa membeli berbagai kebutuhan di satu tempat saja sehingga tidak mengeluarkan biaya transportasi terlalu mahal. Selain itu, produk yang di jual pada toko buku ini juga berkualitas. Jika dibandingkan toko buku lainnya, produk buku di Gramedia merupakan produk asli dari penerbitnya sendiri. Terdapat produk book digital yang dapat diakses melalui gramedia.com serta meluncurkan product Gramedia GO, untuk memudahkan customer dalam layanan antar
Price
Harga yang ditetapkan oleh Express Taxi disesuaikan dengan kualitas yang diterima pelanggan. Pelanggan juga tidak merasa bahwa menggunakan produk Express Taxi sangat mahal karena apa yang mereka bayar sesuai dengan apa yang mereka dapatkan. Dibandingkan dengan harga taksi dari perusahaan lain yang kadang harganya murah tetapi pelanggan tidak merasa nyaman. Mungkin karena mobilnya yang tidak menggunakan  AC, argo yang mahal, supirnya merokok, bahkan ada yang supirnya tidak mengetahui jalan
Harga-harga yang tertera di Gramedia cukup terjangkau dan sangat berkualitas. Kita sering lihat ketika buku yang sedang booming dibicarakan, pasti harga jual buku tersebut bisa terbilang mahal, karena strategi pemasaran adalah semakin banyak peminat, semakin harga jual yang tinggi. Faktor apa yang bisa membuat peminat makin banyak dan harga tinggi tidak jadi masalah? Yaitu “Isi” buku tersebut. Cerita atau isi yang ada pada buku, bisa meningkatkan daya tarik customer dan perusahaan
Place
Outlet Express Taxit ersebar di berbagai wilayah strategis di Indonesia seperti dimall, tempat hiburan dan hotel, sehingga pelanggan dengan mudah menemukan Express Taxi.  Selain itu taksi-taksi yang keliling mencari penumpang juga banyak beroperasi dijalan raya karena armada yang dimiliki Express Taxi saat ini mencapai 10.000 armada
Sudah ada 117 toko buku Gramedia yang dibuka seluruh Indonesia. Toko Gramedia buku terletak di pusat kota yang mudah di jangkau oleh masyarakat dan merupakan jalur mobilitas masyarakat yang padat. Dengan memperhatikan lokasi yang strategis ini maka lebih mudah bagi toko buku Gramedia untuk mendapatkan banyak customer. Jika lokasi tidak strategis atau jauh dari keramaian kota, tentu saja masyarakat tidak mengenal apa itu toko buku Gramedia
Promotion
Promosi tentang produk Express Taxi ini kebanyakan melalui mulut ke mulut dari pelanggan-pelanggan yang pernah menggunakan jasa yang  diberikan oleh Express Taxi ini. Pihak Express Taxi sendiri juga memasang neon box di jalan-jalan kota besar agar yang berisi tentang iklan tentang taksi dan tidak lupa pula disertakan nomor telepon agar pelanggan dapat dengan mudah memesan produkExpress Taxi lewat telepon
Toko buku Gramedia bekerja sama dengan beberapa penerbit buku dan juga banyak membuka cabang toko di seluruh Indonesia, dengan mendirikan beberapa jaringan toko buku ini melalui pendistribusian ini maka buku yang diterbitkan dari beberapa penerbit juga bisa tersalurkan dengan muda. Strategi ini  dilakukan dengan membuka beberapa toko cabang tersebut akan memudahkan pelanggan mendapatkan kebutuhannya. Gramedia juga berusaha meningkatkan penjualan lewat promosi buku, memberikan pilihan penulis yang bermacam-macam kepada customer, serta kerjasama dengan layanan perpustakaan digital seperti e-jakarta dan e-pusnas. Gramedia juga punya strategi yang cukup unik, yaitu mengadakan lomba – lomba ketika ada event-event dan itu adalah salah satu strategi pemasaran yang cukup baik untuk mempromosikan barang – barang Gramedia secara tidak langsung

Tabel 4P Marketing Mix Express Taxi vs Gramedia

Berikutnya yang perlu menjadi perhatian pelaku bisnis adalah melakukan market research. Menurut O.C. Ferrel dalam buku “Business Foundation A Changing World Elevent Edition”, marketing research adalah proses yang sistematis dan objektif untuk mendapatkan informasi mengenai potential customer dan selanjutnya untuk membuat marketing decisions. Dalam prosesnya, perkembangan teknologi banyak mempengaruhi cara suatu bisnis dalam menggali informasi dari pelanggan dan target pasarnya. Saat ini, research market banyak dilakukan dengan cara online market research yaitu menggunakan digital media atau social media dalam mengumpulkan informasi untuk keperluan business decisions. Online surveys juga banyak dilakukan untuk mengukur tingkat kepuasaan pelanggan sebagai alternatif pengganti cara lama seperti telepon atau personal interview.

Bagaimana cara express taxi mempertahankan keberlangsungan bisnisnya

Di tengah hantaman dari pesaing bisnis transportasi taksi konvensional dan online skala organisasinya cukup besar sehingga membuat perubahan tak semudah dilakukan perusahaan kecil. Hal tersebut menjadi tantangan perusahaan dan bukan hal yang mudah karena berhadapan dengan perusahaan aplikasi, suatu persaingan yang baru bagi perusahaan di era perkembangan digital yang sangat pesat ini. 

Solusi yang dapat diberikan kepada Express Taxi agar tetap eksis di era disrupsi sebagai berikut:

  1. Melakukan diversifikasi produk untuk peningkatan pendapatan, cara ini dapat dilakukan dengan melakukan strategi untuk diversifikasi model bisnis perusahaan seperti yang dilakukan pesaingnya melalui unit bisnisnya untuk menghasilkan pendapatan lainnya. Untuk mengoptimalkan armada yang dimiliki, Express Taxi dapat terjun ke bisnis layanan logistik. Pada sektor ini membutuhkan kecepatan waktu dan volume dalam proses distribusi belum maksimal dari pelaku bisnis yang ada, hal ini menjadi peluang bagi Express Taxi, dimana jumlah armada yang dimiliki perusahaan cukup banyak sehingga dalam mendukung bisnis perusahaan.
  2. Melakukan restrukturisasi utang, dalam memperbaiki kinerja keuangan perusahaan harus melakukan restrukturisasi utang dengan melakukan right issue dan perusahaan untuk mengubah pola bisnis dengan melakukan kerjasama dengan mitra strategis , dimana perusahaan hanya menjadi operator saja dan mitra kerja sebagai pemilik aset armada.
  3. Fokus memperkuat kompetensi inti bidang pelayanan transportasi yang berkualitas, perusahaan melakukan peremajaan armada dalam rangka untuk memberikan pelayanan dan pengalaman terbaik kepada seluruh pelanggan. Peremajaan armada ini perlu dilakukan juga dalam melihat positioning perusahaan di wilayan tertentu, agar lebih tepat dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada seluruh pelanggan.
  4. Melakukan transformasi model bisns, dalam kondisi saat ini perusahaan perlu melakukan transformasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengalaman pelanggan. Bentuk transformasi tersebut dilaksanakan pada dua aspek, di antaranya transformasi model bisnis dan budaya. Transformasi sudah menjadi suatu keharusan di tengah industri layanan taksi yang sudah banyak berubah. Transformasi model bisnis dalam bentuk pembukaan kesempatan pemilik kendaraan dan pemilik modal untuk bekerja sama dalam pengelolaan unit. Dalam hal ini, Express Taxi menawarkan kedua stakeholder tersebut untuk mempercayakan perusahaan taksi ini sebagai pengelola driver dan fleet. Express Taxi tetap akan mempertahankan kekuatan utama melalui pola kemitraan yang telah memberikan manfaat. Transformasi model bisnis baru tersebut diharapkan dapat memberikan keuntungan kepada mitra pengemudi, perusahaan, dan pemilik modal. Dari sisi budaya perlu diterapkan standar pelayanan, hal ini dapat mengubah fokus perusahaan dari perusahaan angkutan menjadi layanan taksi, Express Taxi merupakan perusahaan berbasis layanan, yang artinya layanan itu service oriented. Perlu dilakukan edukasi ke para seluruh mitra pengemudi. Proses transformasi meliputi banyak hal, banyak pembenahan yang perlu dilakukan dari sisi organisasinya, adaptasi teknologi, serta pembenahan proses internal. Semua ini merupakan satu langkah yang komprehensif, tidak bisa transformasi dilakukan sepotong-sepotong.
  5. Mengembangkan kanal-kanal pemasaran yang baru berkolaborasi dengan pemain aplikasi yang punya basis pengguna paling massif, cara ini salah satunya dapat melakukan kerjasama dengan perusahaan starup, seperti traveloka, pegi-pegi dan tiket.com untuk menggarap pasar dari sektor transportasi pariwisata.
  6. Mengembangkan aplikasi pemesanan taksi milik sendiri/kerjasama dengan penyedia platform taksi online sebagai ujung tombak untuk penetrasi di ranah digital, perusahaan perlu menyusun ulang kerjasamanya dengan platform penyedia jasa angkutan online. Hal ini menjadi sangat penting karena perusahaan harus segera menyesuaikan dengan keadaan di era teknologi ini. 
  7. Memperbanyak alternatif cara pembayaran taksi non tunai, dalam industri yang sangat dinamis di era digital perlu melakukan berbagai bentuk inovasi yang berdampak pada pelayanan terbaik kepada pelanggan. Salah satunya dalam bentuk pembayaran non tunai (cashless). Dengan metode seperti ini akan semakin banyak membantu pelanggan dalam melakukan transaksi pembayaran non tunai.
  8. Memperkuat dan menyiapkan backbone TI Internal untuk pengembangan bisnis digital ke depan, adaptasi terhadap perkembangan teknologi di era disrupsi ini sangat perlu dilakukan. Perusahaan melakukan penguatan sistem IT dengan penerapan sistem di dalam proses bisnis, termasuk dalam core system. Dari sisi SDM IT, perlu terus mengejar kemajuan dengan menambah tenaga ahli bidang technology business agar bisa menelurkan ide-ide aplikasi layanan baru. Potensi pertumbuhan perusahaan melalui penguasaan data pelanggan, customer analytics, yang valuasinya bisa jadi sangat tinggi.

   

Author:

Muhamad Haikal


Reference:

https://www.cnbcindonesia.com/market/20190210141523-20-54686/express-berjuang-bertahan-di-tengah-serbuan-taksi-online

https://industri.kontan.co.id/news/tarif-angkutan-online-diatur-taksi-konvensional-semakin-kompetitif

https://industri.kontan.co.id/news/taksi-express-perkenalkan-strategi-baru-untuk-gaet-konsumen

https://www.cnbcindonesia.com/market/20190208151450-17-54520/nestapa-express-rugi-ratusan-miliar-tak-kuat-bayar-utang

https://swa.co.id/swa/trends/transformasi-model-bisnis-taksi-express

https://marketeers.com/strategi-gramedia-sikapi-era-digital/

https://money.kompas.com/read/2015/05/10/214746226/Ini.Konsep.Baru.Toko.Buku.Gramedia



Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
MuhamadHaikal

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format