STRATEGI MITRA ADIPERKASA MENGHADAPI ERA DIGITAL DI REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Bagaimana strategi MAP dalam menghadapi disrupsi era digital di revolusi industri 4.0? Mari kita simak analisisnya!


1
1 point

Perubahan merupakan sesuatu yang terlihat menakutkan dan menyeramkan, namun tidak dapat dipungkiri, kemajuan tidak dapat tercapai tanda adanya perubahan itu sendiri. Saat ini, kita sedang berada dalam masa revolusi industri 4.0.

Apa sih yang dimaksud dengan revolusi industri 4.0?

Revolusi Industri 1.0 mengacu pada revolusi industri pertama pada periode tahun 1750 – 1850 di mana terjadi perubahan metode produksi menggunakan tangan menjadi menggunakan mesin melalui penggunaan tenaga uap dan tenaga air.

Revolusi Industri 2.0, revolusi industri kedua, atau yang biasa lebih dikenal sebagai revolusi teknologi, terjadi pada periode tahun 1870 – 1914. Revolusi Industri kedua ini ditandai dengan semakin banyaknya penggunaan listrik yang memungkinkan untuk elektrifikasi pabrik dan jalur produksi modern. Namun, hal itu mengakibatkan peningkatkan pengangguran karena banyak tenaga manusia digantikan oleh mesin-mesin di pabrik.

Revolusi Industri 3.0, revolusi industry ketiga, atau yang sering disebut revolusi digital, terjadi pada akhir abad ke -20 setelah berakhirnya dua perang besar, sebagai akibat dari perlambatan dengan indutrialisasi dan kemajuan teknologi dibandingkan periode sebelumnya. Dalam proses ini, banyak penggunaan komputer dan teknologi komunikasi dalam proses produksi dan mesin mulai mencabut kebutuhan tenaga kerja manusia.

Revolusi Industri 4.0, revolusi industri jilid keempat, merupakan suatu istilah abstrak dan kompleks yang terdiri dari banyak komponen yang terkait dengan tren digital saat ini. Ada beberapa komponen-komponen teknologi digital yang berkontribusi dalam revolusi industri 4.0 yaitu :

  1. Data besar (big data);
  2. Simulasi (simulation);
  3. Integrasi sistem horizontal & vertikal (horizontal & vertical system integration);
  4. Internet;
  5. Komputasi awan (cloud computing);
  6. Manufaktur tambahan (additive manufacturing);
  7. Augmented reality;
  8. Keamanan siber (cyber security).

Revolusi Industri 4.0, Ancaman dan Peluang.

Gambar 1. Perkembangan Revolusi Industri 1.0 sampai dengan 4.0

(Sumber : nasional.sindonews.com, September 2019)

Belakangan ini, bisnis ritel mengalami dampak yang cukup signifikan dalam era digital di revolusi 4.0. Mengutip dari republika.co.id, pengamat perilaku konsumen Yusowhady menilai peritel tradisional atau pengusaha ritel yang menggunakan toko sebagai tempat berjualan sudah menurun sejak tahun 2017. Pusat perbelanjaan seperti Roxi, Glodok, Matahari, dan Ramayana, sudah terlihat sepi dan tutup secara bertahap. Menurutnya, disrupsi digital seperti munculnya ecommerce memiliki tiga nilai keunggulan dibandingkan peritel tradisional, yaitu kenyamanan (convenience), biaya (cost), dan efisiensi waktu (time-efficient) sehingga dapat mengubah pola perilaku belanja konsumen dari offline menjadi online.

.Deretan Ritel yang Tutup Lapak Sepanjang 2017-2019

Gambar 2. Daftar Ritel yang Tutup Lapak Tahun 2017-2019

(Sumber : cnnindonesia.com, Januari 2019)

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri ritel yang mencakup sports, fashion, department store, kids, food & beverage, dan lifestyle. Merek-merek terkemuka yang dikelola MAP antara lain Starbucks, Zara, Marks & Spencer, SOGO, SEIBU, Oskosh B’Gosh, Reebok, dan lainnya. Mengutip dari map.co.id, MAP pun memiliki 50 anak perusahaan untuk mendukung operasional MAP.

Image result for bisnis mitra adiperkasa

Gambar 3. Merek-Merek yang Dikelola MAP

(Sumber : Saham.news, November 2017)

Berdasarkan katadata.co.id, MAP merupakan salah satu perusahaan yang aktif melakukan pembukaan dan penutupan gerai. Selama tahun 2017, MAP telah menutup gerai-gerainya sebanyak 321 dan membuka gerai-gerai baru sebanyak 339. Penutupan gerai-gerai tersebut antara lain adalah Lotus Department Store, Debenhams, dan New Look. Penutupan terpaksa dilakukan karena untuk melakukan restrukturisasi dan efisiensi dalam operasional perusahaan di tengah era disrupsi digital. Dilansir dari tirto.id, meskipun mengalami pertumbuhan pendapatan dari tahun 2010-2014, perlambatan pertumbuhan pendapatan dialami oleh Department Store milik MAP pada tahun 2015 dan pada akhirnya mengalami pertumbuhan pendapatan negatif pada tahun 2016 dan 2017.

infografik era kegelapan pusat perbelanjaan

Gambar 4. Pendapatan Department Store Milik MAP

(Sumber : Tirto.id, Oktober 2017)

Apa kendala yang dihadapi dan strategi yang sebaiknya dilakukan oleh MAP untuk dapat menjaga sustainability usahanya?

Seperti dijelaskan sebelumnya, dunia sedang mengalami era digitalisasi di revolusi industri 4.0. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Maybank Kim Eng, penjualan ritel online diproyeksikan akan bertumbuh sebesar 13,6% per tahun dari tahun 2018 – 2022. Hal tersebut berbanding terbalik dengan peritel, dimana penjualan peritel tradisional hanya tumbuh sebesar 1,5%.

Gambar 5. Grafik Perbandingan Penjualan Peritel Online dan Tradisional

(Sumber : sbr.com.sg, Mei 2018)

Oleh karena pertambahan jumlah online store tersebut, mengakibatkan pergeseran pola konsumsi masyarakat dari secara offline atau tradisional menjadi online. Menurut kominfo, perkembangan peritel online tidak lepas dari besarnya jumlah pengguna internet di Indonesia. Diproyeksikan pengguna internet pada tahun 2022 akan meningkat dari 104,96 juta pengguna di tahun 2017 menjadi 139,54 juta, sehingga sangat besar sekali potensi pasar bagi peritel secara online tersebut.

Strategi yang dapat dilakukan oleh MAP untuk tetap sustainable dalam adalah antara lain :

  1. Menetapkan strategi Marketing Mix yang baik dan tepat;
  2. Melakukan merger ataupun akuisisi perusahaan yang berfokus pada usaha ecommerce atau marketplace;
  3. Menerapkan manajemen yang ramping untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keuntungan.

I. Menetapkan strategi Marketing Mix yang baik dan tepat

Menurut Ferrel, Hirt, dan Ferrel (2020), dalam konsep bauran pemasaran (marketing mix), ada 4 aktivitas penting yang harus dilakukan dalam pemasaran, yaitu:

  1. Product;
  2. Price;
  3. Distribution;
  4. Promotion.

Produk dapat berbentuk atribut berwujud maupun tidak berwujud baik itu berupa barang, jasa, dan ide, yang dapat memberikan manfaat dan kepuasan kepada konsumen. Untuk meningkatkan pendapatan dan laba, MAP harus menetapkan barang dan jasa apa saja yang dapat diserap oleh pasar. Sampai dengan saat ini, oleh karena MAP sudah mencakup berbagai bidang seperti sports, fashion, department store, kids, food & beverage, dan lifestyle, MAP sudah dapat menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh konsumen.

Penentuan harga merupakan elemen penting dalam bauran pemasaran karena berkaitan langsung dengan jumlah pendapatan dan laba. Harga merupakan variabel yang paling fleksibel karena dapat berubah sewaktu-waktu. Tujuan dari penetapan harga adalah memaksimalkan laba, meningkatkan pangsa pasar, mempertahankan statu quo, dan mempertahankan keberlangsungan usaha. Harga yang ditetapkan harus dirancang sedemikian rupa agar dapat memasuki dan mendapatkan pangsa pasar dengan cepat.

MAP dalam hal ini menargetkan konsumen kelas menengah ke atas karena merek-merek yang berkerja sama dan dikelola oleh MAP adalah brand yang sudah mendunia seperti Starbucks, Zara, Marks & Spencer, SOGO, SEIBU, Oskosh B’Gosh, Reebok, dan sebagainya

Distribusi juga merupakan elemen penting dalam bauran pemasaran. Pedagang besar dan pengecer biasanya melakukan beberapa kegiatan untuk memindahkan produk ke konsumen atau pembeli industri secara efisien, antara lain pengangkutan, pergudangan, penanganan bahan, pengendalian persediaan, pengemasan, dan komunikasi.

Selain menjual produk-produknya secara konvensional atau tradisional di gerai-gerainya, pada tahun 2016, MAP meluncurkan platform e-commerce www.mapemall.com untuk memasarkan produk-produk yang dikelola oleh MAP. Langkah yang diambil sudah cukup baik mengingat bisnis harus beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk perkembangan teknologi. Untuk dapat memaksimalkan penjualannya, MAP dapat berkerja sama dengan e-commerce ataupun marketplace yang sudah ternama seperti Lazada Indonesia, Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Shopee, JD.ID, dan sebagainya sehingga ecommerce maupun marketplace bukan menjadi saingan dari MAP, melainkan saling berkolaborasi untuk menjalankan usahanya dengan kerja sama yang saling menguntungkan. 

Gambar 6. Tampilan Halaman www.mapemall.com

(Sumber : mapemall.com, Maret 2020)

Promosi merupakan bentuk komunikasi persuasif untuk mempengaruhi individu, kelompok, maupun organisasi, untuk menerima produk yang ditawarkan. Promosi dalam hal ini termasuk iklan, penjualan pribadi, publikasi, promosi penjualan, maupun iklan digital dalam website ataupun media sosial yang sedang bertumbuh pesar.

MAP sampai saat ini sering melakukan pemotongan harga atau diskon untuk produk-produk yang dijualnya. Sebagai contoh, sports station, salah satu gerai milik MAP, mengadakan diskon harga pada saat season-season tertentu. Di website mapemall pun sering ditampilkan promosi-promosi diskon harga 

Image result for sport station sale

Gambar 7. Iklan Penjualan Gerai Sports Station

( Sumber : giladiskon.com, Oktober 2019)

Gambar 8. Tampilan Halaman www.mapemall.com

(Sumber : mapemall.com, Maret 2020)

Promosi-promosi seperti ini dapat dilakukan ketika season-season tertentu, seperti libur sekolah, akhir tahun, awal tahun baru, hari raya keagamaan, payday, dam sebagainya. Promosi-promosi ini dapat dilakukan juga melalui kerja sama dengan marketplace dan ecommerce dengan skema kerja sama yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

II. Melakukan merger ataupun akuisisi perusahaan ecommerce atau marketplace

Perusahaan dapat meningkatkan pendapatannya dengan mengembangkan kegiatan operasinya yang biasanya melalui pengembangan produk baru dan menjual produk-produk baru ataupun pronduk yang sudah ada kepada konsumen yang baru. Ketika pengembangan kegiatan operasi tersebut dikelola dengan baik, akan meningkatkan pendapatan perusahaan dibandingkan sebelumnya. Namun, perusahaan dapat juga melakukan penggabungan (merger) dan akuisisi (acquisition) untuk mengembangkan usahanya.

Merger terjadi apabila dua perusahaan bergabung menjadi sebuah perusahaan baru. Merger juga terdiri atas tiga jenis yaitu horizontal merger, vertical merger dan conglomerate merger. Horizonal merger merupakan perusahaan yang sudah bergabung, tetap menyediakan produk yang serupa kepada konsumen yang serupa juga. Vertical merger merupakan merger yang terjadi antara dua atau lebih perusahaan yang memiliki operasi usaha yang berbeda, namun masih berhubungan. Conglomerate merger merupakan penggabungan dua atau lebih berusahaan yang memiliki industri usaha yang berbeda dan tidak berhubungan.

Di lain hal, akuisisi terjadi apabila suatu perusahaan mengambil alih perusahaan lainnya, yang biasanya dilakukan dengan membeli saham mayoritas perusahaan tersebut. Perusahaan yang dibeli tersebut, dapat menjadi perusahaan anak perusahaan pembeli, atau operasi serta aset perusahaan tersebut dapat digabungkan dengan perusahaan pembeli.

Gambar 9. Perbedaan Merger dan Akuisisi

(Sumber : medium.com, Januari 2019)

Kaitannya dengan MAP, dengan modal dan kekuatan finansial yang dimiliki, untuk mendukung operasi dan sustainability usahanya, MAP dapat melakukan merger ataupun akuisisi perusahaan yang bergerak di bidang ecommerce ataupun marketplace. Dengan basis user yang dimiliki oleh ecommerce maupun marketplace serta jenis usaha yang dapat saling mendukung, hal tersebut dapat meningkatkan profitabilitas dari MAP itu sendiri. Dilansir dari kontan.co.id, MAP sempat membidik ecommerce Zalora milik Global Fashion Group namun tidak terlaksana. Apabila hal tersebut dapat terlaksana, produk-produk yang dijual oleh MAP dapat dijual juga di website milik Zalora dan akan meningkatkan penjualan MAP.

III. Menerapkan manajemen ramping untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keuntungan.

Semakin berkembangnya dan besarnya perusahaan, harus diikuti dengan evaluasi model bisnis yang dijalani. Banyak perusahaan besar yang meniru perusahaan kecil untuk meningkatkan laba yang diperoleh. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara downsize atau right-size untuk mengurangi lapisan manajemen, pegawai, dan pelaksanaan tugas agar membuat perusahaan lebih menjadi fleksibel, lebih cepat, dan inovatif. Diperlukan juga seorang intrapreneur dalam perusahaan untuk bertanggung jawab dalam pengembangan inovasi-inovasiyang akan diambil perusahaan. Seroang intrapreneur harus juga melakukan manajemen arus kas yang baik serta memperkuat rantai pasokan (supply chain) untuk menjaga keberlangsungan (sustainability) dalam operasi usaha.

Berkaitan dengan MAP, oleh karena MAP merupakan perusahaan yang besar dan well established, MAP dalam menjalankan bisnisnya harus act “small”. Manajemen yang ramping, fleksibel, inovatif, akan berdampak positif kepada perusahaan karena dapat langsung menyesuaikan dengan kondisi di pasar. Dengan kondisi gempuran era digital, diharapkan MAP dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman sehingga dapat meningkatkan laba perusahaan.

Apakah hanya MAP yang mengalami permasalahan disrupsi era digital di revolusi industri 4.0?

Mengutip dari kompas.com, dampak dari perkembangan teknologi, internet merupakan media baru setelah era televisi. Telah terjadi perubahan perilaku konsumen  yang biasanya menikmati informasi dari media cetak, telebisi, beralih ke media internet yang dapat diakses melalui ponsel pintar (smartphone). Berdasarkan survei GlobalWebIndex dari 2014-2018, media cetak seperti koran dan majalah, rata-rata hanya dibaca selama 43 menit per hari, sedangkan media online bisa mencapai hampir 7 jam per hari. Berdasarkan laporan MAGNA, belanja iklan di media digital mencapai 208,8 miliar dollar AS di seluruh dunia pada tahun 2017 sedangkan untuk media televisi hanya sebesar 178,4 miliar dollar AS.

Untuk pertama kalinya pengeluaran iklan digital secara global mengalahkan pengeluaran iklan televisi pada 2017.

Gambar 10. Tren Pengeluaran Iklan Global Media Digital dan Televisi

(Sumber : kompas.com, Agustus 2019)

PT Surya Citra Media Tbk (SCM), perusahaan yang memiliki stasiun televisi swasta nasional SCTV dan Indonesiar, pun terkena dampaknya. Mengutip dari investasi.kontan.co.id, di tengah persaingan stasiun TV yang semakin ketat dan meningkatnya penggunaan media digital dibandingkan media televisi, jika dibandingkan dengan semester pertama tahun 2018, SCM di semester pertama tahun 2019 berhasil memperoleh pertumbuhan pendapatan sebesari 6,91% dari Rp. 2,59 triliun menjadi Rp. 2,77 triliun. Aset SCM juga mengalami peningkatan sebesar 4,73% menjadi Rp. 6,90 triliun dari Rp 6,58 triliun. Di samping peningkatan tersebut, SCM juga mengalami penurunan laba bersih sebesar 7,34% yaitu dari  Rp. 782,48 miliar menjadi sebesar Rp. 844,47 miliar. Salah satu penyebab penurunan laba SCM disebabkan meningkatnya beban usaha dari sebesar Rp 514,76 miliar menjadi Rp 604,48 miliar (naik sebesar 17,42%). Harga saham SCM pada hari Kamis, 1 Agustus 2019, turun sebesar 5,16% atau setara 80 poin ke Rp. 1.470,00 per saham atau 21,39% secara year to date.

Dilansir dari kontan.co.id, SCM pada bulan bulan Mei 2019 telah mengakuisisi dua perusahaan digital dan satu perusahaan modal ventura dengan total nilai Rp. 360 miliar. Tiga perusahaan yang diakuisisi tersebut adalah PT Vidio Dot Com, PT Kapanlagi Dot Com Networks, dan PT Binary Ventura Indonesia. Tiga perusahaan tersebut juga berada di bawah manajemen induk perusahaan SCM, yaitu PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMT). Tujuan dilakukannya akuisisi ini adalah untuk memperkuat usaha SCM dalam industri pertelevisian, media, dan konten yang terintegrasi secara vertikal maupun horizontal di Indonesia. SCM mengakuisisi ketiga perusahaan tersebut karena terdapat potensi iklan lewat media tersebut dan aset digital seperti media sosial dan situs web yang dimiliki.

Saran :

Berdasarkan pemaparan di atas, saran yang dapat diberikan penulis kepada MAP untuk menjaga sustainability usahanya dalam menghadapi era digital di revolusi industri 4.0 adalah sebagai berikut :

  1. Menetapkan strategi Marketing Mix yang baik dan tepat;
  2. Melakukan merger ataupun akuisisi perusahaan yang berfokus pada usaha ecommerce atau marketplace;
  3. Menerapkan manajemen yang ramping untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keuntungan.

Disusun oleh :

Nama  :           Ricky Joseph Martua

Kelas   :           MM UGM Jakarta Excecutive B 40 C

Referensi : 


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
rickyjoseph

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format