No social links are set.

Jamu bukan penangkal COVID-19, hanya untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Segala produk dengan klaim pencegahan dan penyembuhan mendadak laris manis di pasaran, tak terkecuali ragam rempah nusantara seperti jahe, kunyit, dan temulawak.


Virus corona covid-19 telah diresmikan oleh WHO pada bulan Maret 2020 menjadi salah satu pandemik membawa kekhawatiran di seluruh penjuru dunia. Seluruh negara mempersiapkan berbagai alternatif pencegahan dan pengobatan baik bagi penyintas maupun warganya yang dinyatakan negatif. Segala produk dengan klaim pencegahan dan penyembuhan mendadak laris manis di pasaran, tak terkecuali ragam rempah nusantara seperti jahe, kunyit, dan temulawak. Mereka dipercaya bisa meningkatkan daya tahan tubuh sehingga mungkin bisa menangkal transmisi virus corona. 

Sudah sejak lama ramuan jahe dipercaya memiliki kemampuan untuk meredakan berbagai macam gejala penyakit seperti pilek, mual, radang sendi, migrain, dan hipertensi. Fakta ini tercantum dalam edisi kedua Herbal Medicine: Biomolecular and Clinical Aspects. Herbal yang lazim dikonsumsi dengan madu ini menawarkan senyawa anti-inflamasi termasuk antioksidan–zat yang melindungi tubuh dari kerusakan oleh radikal bebas.

Studi oleh Sepide Mahluji, dkk (2013) menyimpulkan bahwa suplemen jahe yang dikonsumsi berhasil mengurangi peradangan pada pasien diabetes tipe 2. Suplemen jahe juga dapat mengurangi gangguan pencernaan, kembung, dan kram usus. Khasiatnya juga hanya membantu meningkatkan daya tahan tubuh, bukan membunuh virus maupun bakteri. 

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI) Hardhi Pranat menyebut tanaman herbal lain, yakni kunyit mengandung zat kurkumin yang bekerja meningkatkan daya tahan tubuh. Manfaat serupa diberikan oleh zat polifenol dalam jahe. Kunyit juga memiliki zat anti kataral yang dapat memperbanyak produksi lendir.Lendir tersebut bisa membatu mengeluarkan virus saat menyerang saluran pernapasan.

Terlebih, virus corona dalam klaim penyembuhan obat tersebut belum tentu SARS-CoV-2 pemicu COVID-19. Bagaimana cara meningkatkan daya tahan tubuh yang dapat dilakukan? Anda dapat mencoba salah satu resep minuman tradisional, setidaknya khasiat ramuan ini membantu untuk meningkatkan daya tahan tubuh di kala sedang maraknya virus COVID-19.

Ramuan tradisional, sederhana namun berkhasiat.

Tingkat kesulitan : Mudah

Waktu yang dibutuhkan : 45 menit

Total biaya yang di butuhkan:

Alat dan bahan

Biaya (Rp)

Gula merah

5.000

Jahe

3.000

Kayu manis

2.000

Kunyit

3.000

Serai

2.000

Temulawak

2.000

Botol plastik 600ml

800

Total 

17.800

Material :

•Air matang= 1,5 Liter

•Gula Merah= 2 Ons

•Jahe= 3 Buah

•Kayu Manis= 3 Batang

•Kunyit= 2 Buah

•Serai= 5 Batang

•Temulawak = 3 Buah

Alat yang di butuhkan :

•Pisau

•Batu ulekan

•Talenan

•Panci

•Teko air

•Sendok sayur

Step by step to make a product

1 . Persiapkan bahan-bahan yang akan digunakan untuk membuat ramuan tradisional (Serai, Jahe, Temulawak, Gula Merah, Air, Kunyit dan Kayu manis).

 

2. Ambil 5 batang Serai dan memarkan, setelah itu masukan ke dalam panci.

              

3. Ambil 1 Bulatan Gula merah yg beratnya kira-kira 2ons dan iris-iris sampai kecil-kecil, setelah itu masukan ke dalam panci.

 

 

4.  Ambil 3 batang Kayu manis, lalu masukan ke dalam panci. 

5. Ambil 3 buah Jahe kemudian memarkan sampai terlihat sedikit hancur, setelah itu masukan ke dalam panci. 

 

6. Ambil 3 buah Temulawak kemudian memarkan sampai agak hancur, lalu masukan ke dalam panci. 

 

7. Ambil 2 buah Kunyit kemudian memarkan sampai agak hancur, lalu masukan ke dalam panci. 

 

8. Larutkan semua rempah-rempah yang telah dimasukan ke dalam panci dengan air sebanyak 1,5Liter. 

9. Masak semua campuran ramuan tradisional selama kurang lebih 15menit sampai air yang semula 1,5liter memuai hingga sisa 1liter saja. 

10. Aduk-aduk hingga semua rempah-rempah menyatu. 

11.  Sekiranya air sudah berkurang karena ramuan sudah mendidih matikan kompor dan tunggu hingga ramuan tradisional agar agak dingin atau sesuai dengan suhu ruangan. 

12. Setelah ramuan dingin atau sesuai dengan suhu ruangan, kemudian disaring. 

13. Ramuan sudah siap disajikan dan diminum.

 

Strategi Penetapan Harga

Dalam menetapkan harganya saya akan menetapkan pada harga Rp. 20.000/botol. Total biaya pembuatan per satu botolnya adalah Rp. 17.800, mengapa saya tetapkan dengan harga demikian di karenakan saya menerapkan pembulatan harga dan saya mengambil untung sebesar Rp2.200/botolnya.

Langkah Distribusi yang dilakukan

Untuk pendistribusiannya, produk ini masih tergolong baru dan sedang membuat pangsa pasarnya sendiri, saya berencana untuk melakukan distribusi melalui toko penjual jamu, apotek, dan pengecer (retailer) seperti Indomaret, Alfamart, dan sebagainya, ataupun pedagang besar (wholesale). Oleh karena e-commerce dan marketplace sedang berkembang pesat di Indonesia, pada tahap selanjutnya saya akan mencoba menampilkan produk ini pada e-commerce ataupun marketplace seperti tokopedia, bukalapak, jd.id, shopee, lazada, dan lain-lain, agar produk kami lebih mudah dicari, didapatkan dan dapat meningkatkan penjualan yang disertai dengan program-program promosi yang menarik.

Bagaimana cara mempromosikannya?

Dalam mempromosikan, saya menggunakan strategi penjualan langsung (konvensional) dan digital marketing. Digital Marketing adalah proses mempromosikan bisnis secara online. Terdapat beberapa strategi berbeda namun tujuannya adalah mempromosikan produk dengan efektif dan efisien. Digital marketing mencakup semua upaya pemasaran menggunakan perangkat elektronik atau internet. Jenis produk yang spesifik dan sangat diminati pasar saat ini. Produk ini akan menggunakan berbagai platform social media untuk memasarkan produk ini dimana social media berperan cukup besar. Facebook, Instagram, menjadi media untuk mengkampanyekan penjualan produk ramuan tradisional ini. Diharapkan dengan berkembangnya social media seperti instagram dapat menjadi engagement untuk target market kami . 

Amelia Septian Aryamti

pra-MBA 76D | MM UGM YOGYAKARTA

Berikut video tutorial dalam pembuatan ramuan tradisional “Empon-empon”.

https://www.youtube.com/watch?v=7kD3RwWs6Ag&t=13s

Referensi:

https://www.merdeka.com/trending/cara-membuat-empon-empon-jamu-penangkal-virus-corona-kln.html

https://tirto.id/menguji-klaim-khasiat-jamu-penangkal-covid-19-eEg1