Ketika Pemasaran Libur dari Pasar, dan Piknik ke Diri Kita Sendiri

Terkadang, dalam kehidupan kita sehari-hari terdapat berbagai konsep ataupun teori Marketing yang dapat kita terapkan walau bukan tentang bisnis atau pemasaran.


0

Terkadang tanpa kita sadari, banyak permasalahan dalam keseharian kita yang sebenarnya dapat kita selesaikan denga beberapa konsep ataupun teori dalam Pemasaran dan Bisnis. Karena memang sebenarnya Pemasaran itu sendiri adalah suatu kajian ilmu yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Berikut beberapa contoh kasus permasalahan dalam keseharian terutama bagi mahasiswa, yang dapat diatasi dengan beberapa konsep dalam Pemasaran.

I. Bingung Cara Meningkatkan Self-Development

Setiap orang memiliki kualitas dari dirinya masing-masing. Terlebih lagi bagi seorang remaja yang mulai menginjak dewasa, sedang mencari jati dirinya dan sangat bersemangat untuk meningkatkan dirinya. Seperti seorang mahasiswa, sedang semangat-semangatnya untuk aktif berorganisasi, mencari berbagai ilmu, menggali berbagai potensi, mengikuti berbagai kursus, dan lain sebagainya yang semua itu merupakan wujud dari pengembangan diri atau self-development. Tetapi banyak juga orang yang bingung bagaimana melakukan sel-development yang tepat. Untuk melakukan self-development perlu dilakukan analisis terhadap lingkungann yang mempengaruhi diri kita. Analisis ini dapat kita lakukan dengan salah satu analisis dalam Pemasaran yaitu analisis Microenvironment.


1. The Company

The Company di kasus kita ini adalah diri kita sendiri. Bagaimana diri kita melakukan self-development juga dipengaruhi oleh berbagai factor internal di dalam diri kita. Seperti niat, passion, dan seberapa besar keinginan dan ketangguhan kita untuk melakukan self-development. Kondisi psikologi maupun fisik di diri kita juga mempengaruhi bagaimana kita melakukan self-development. Oleh karena itu, dari dalam diri kita sendiri harus sudah terbangun niat, komitmen, dan ketangguhan hati yang tinggi untuk melakukan hal ini.

2. Suppliers

Dalam kasus kita, suppliers adalah sumber kita untuk melakukan self-development.Sumber ini dapat dari berbagai macam. Dapat berasal dari kampus tempat kita kuliah, dari organisasi-organisasi yang kita ikuti, berbagai kursus, kegiatan sosial dan amal, atau bisa juga dari buku, internet, film, youtube, sosial media, instagram, dan masih banyak lagi. Dari mana kita mendapatkan bahan atau dimana kita melakukan self-development, itu lah suppliers kita. Kita perlu memilih suppliers yang tepat, yang sesuai dengan goals yang ingin kita capai. Jangan sampai memlih suppliers yang salah atau kurang efektif, karena hal itu dapat merugikan diri kita sendiri.

3. Marketing Intermediaries

Marketing Intermediaries dalam kita melakukan self-development adalah mereka yang dapat menjadi perantara atau media untuk menyampaikan atau menginformasikan tentang diri kita, tentang hasil dari progess kita melakukan self-development. Mereka bisa jadi adalah teman-teman kita, teman dekat kita, keluarga kita, organisasi kita, akun sosial media kita, CV, LinkedIn, dan masih banyak lagi. Berbagai macam intermediaries itu lah yang dapat mempromosikan diri kita, dapat menyampaikan value dalam diri kita. Oleh karena itu kita perlu memilih intermediaries yang tepat dan menggunakannya semaksimal mungkin.

4. Competitors

Kompetitor dalam kasus ini bukanlah hal negative yang perlu disingkarkan. Justru dalam melakukan self-development kita harus memiliki kompetitor. Siapakah competitor dalam hal ini? Mereka adalah berbagai sosok yang mampu memberikan kita dorongan untuk terus maju mengembangkan diri. Mereka sosok yang dapat membuat kita terus bersemangat dan agar tidak menyerah. Kompetitor bisa jadi adalah teman kita sendiri, rival kita, kakak tingkat kita di kampus, atau bahkan dosen kita, atau sosok terkenal yang menjadi panutan kita untuk mencapai goals kita. Kita perlu memiliki dan memilih kompetitor atau sosok yang tepat, yang sesuai dengan goals kita, agar kita dapat selalu termotivasi untuk mengembangkan diri ktia.

5. Publics

Publics di dalam kasus kita, adalah lingkungan tempat kita berada. Baik itu lingkungan di keluarga kita, di masyarakat tempat kita tinggal, di kampus, di organisasi kita, dan lain sebagainya. Teman-teman kita, tetangga kita, orang tau dan saudara-saudara kita, anggota organisasi kita, merekalah publics kita. Mereka juga mampu mempengaruhi kita, sebagaimana lingkungan kita berada. Oleh karena itu, kita perlu memilih lingkungan yang tepat agar kita dapat mengembangkan diri kita dengan baik.

5. Customers

Customers kita adalah mereka yang berhubungan dengan diri kita. Mereka yang mengenal kita, mereka yang bekerjasama dengan kita, mereka yang mendapatkan value dari diri kita, mereka yang merasakn efek dari kehadiran kita. Yaitulah mereka yang menerima hasil juga dan manfaat dari hasil ­self-development yang kita lakukan. Dan customers kita juga lah yang mampu menilai apakah self-development kita membuahkan hasil, kekurangan apa yang dapat dievaluasi dan kemudian diperbaiki dari diri kita.

II. Memilih Organisasi di Kampus

Dalam kehidupan di dalam kampus, atau bahkan di luar kampus, pasti selalu ada mahasiswa yang suka katif berorganisasi. Entah itu organisasi di dalam fakultas, di intra kampus, atau bahkan di luar kampus juga. Dan tentu banyak pilihan organisasi yang bisa kita masuki. Tetapi banyak juga yang bingung untuk memilih organisasi apa yang akan diikuti, karena tidak mungkin semua organisasi yang diinginkannya dia ikuti semua. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemilihan yang tepat organisasi apa yang akan diikuti, agar mampu mendapatkan manfaat semaksimal mungkin, tetapi tetap dengan waktu yang sesuai. Berikut langkah yang dapat dilakukan untuk penyeleksian organisasi apa yang perlu diikuti, menggunakan teori Buyer Decision Process dalam Pemasaran.

1. Need Recognition

Alasan kenapa seseorang ingin berorganisasi adalah pasti ada tujuan atau keinginan tertentu yang ingin dia capai. Niat dari dalam dirinya ini lah merupakan Internal Stimuli yang memicu NeedRecognition baginya untuk berorganisasi. Kemudian ajakan untuk bergabung di organisasi itu, baik itu dari orang di sekitarnya atau dari berbagai sumber informasi, menjadi salah satu External Stimuli yang memicu Need Recognition juga. Jadi seseorang perlu memahami dulu niat dan tujuan apa yang ia miliki sehingga menjadi alasan yang kuat untuk ia berorganisasi.

2. Information Search

Kemudia orang tersebut perlu melakukan pencarian informasi sebanyak mungkin tentang organisasi-organisai yang ada yang mungkin dia ikuti. Pencarian informasi dapat berasal dari media online seperti website, akun instagram, kanal YouTube dari organisasi tersebut. Selain itu juga dapat berasal dari orang-orang di lingkungan organisasi tersebut ataupun mantan anggota organisasi tersebut, untuk mendapatkan testimoni atau review tentang organisasi tersebut.  Pencarian informasi ini diperlukan untuk mencari tahu organisasi apa yang sesuai dengan niat dan kemampuan kita.

3. Evaluation of Alternatives

Setelah itu perlu dilakukan pengevaluasian berbagai alternative yang memungkinkan berdasarkan informasi-informasi yang telah didapatkan. Hal ini dilakukan untuk mencari alternatif lain yang memungkinkan selain dari pilihan yang telah ada.

4. Purchase Decision

Purchase Decision dalam kasus ini adalah tahap dimana orang tersebut membuat keputusan organisasi apa yang dia pilih. Setelah melalui berbagai tahap sebelumnya, ia sudah memiliki alasan untuk menentukan organisasi apa yang akan dipilihnya. Organisasi yang sesuai dengan tujuan dan kemampuan dirinya.

5. Postpurchase Behaviour

Postpurchase Behaviour dalam hal ini adalah bagaimana orang tersebut bersikap setelah diterima dan masuk dalam organisasi tersebut. Dan setelah beberapa periode atau kurun waktu tertentu, setelah mengetahui dan mengalami secara langsung bagaimana organisasi tersebut di dalamnya, maka  orang tersebut harus menentukan sikapnya dalam organisasi tersebut. Apakah organisasi tersebut memuaskan, sesuai ekspektasinya? Ataukah tidak sesuai ekspektasi awalnya? Dan langkah apa yang akan dia ambil.

III. Pengelolaan Pelayanan dalam Suatu Organisasi

Dalam organisasi, melakukan suatu kegiatan tidak hanya berfokus dalam memberikan value kepada penerimanya. Perlu diperhatikan kualitas pelayanan yang diberikan dari organisasi tersebut.Sebagaimana konsep Services Marketing dalam Pemasaran, hal ini dapat diterapkan dalam membuat konsep pelayanan yang perlu diberikan oleh organisasi.

1. External Marketing

Extenal Marketing adalah sebagaimana organisasi memberikan pelayanan kepada pihak luar yang menerima value dari adanya organisasi tersebut. Biasanya melalui berbagai kegiatan atau acara yang diadakan oleh organisasi tersebut. Dalam External Marketing ini adalah bagaimana organisasi tersebut melakukan branding terhadap publik, bagai organisasi ini melakukan framing yang baik di mata publik. Dalam hal ini, yang mendapat nilai positif adalah organisasi secara kesuluruhan.

2. Internal Marketing

Internal Marketing adalah bagaimana organisasi ini mempromosikan terhadap anggotanya sendiri. Bagaimana organisasi ini agar mampu dipandang positif bagi orang-orang yang ada di dalamnya. Dan bagaimana organisasi ini mampu memberikan pelayanan atau perlakuan yang bagus terhadap anggotanya sendiri. Agar anggotanya tersebut juga mampu memberikan yang terbaik untuk organisasi sebagai timbal baliknya.

3. Interactive Marketing

Interactive Marketing adalah bagaimana anggota organisasi ini berperilaku terhadap pihak luar atau publik. Bagaima anggota memberikan pelayanan yang bagus semaksimal mungkin, bagaimana anggota berinteraksi dengan publik dalam setiap acara-acaranya. Dalam hal ini lebih banyak terjadi interaksi 2 arah. Karena dari komunikasi antara anggota dan publik, selain memberikan manfaat kepada publik, anggota organisasi tersebut juga dapat memperoleh feedback secara langsung, ataupun review dari publik yang nantinya dapat disampaikan ke organisasi secara keseluruhan. Dan anggota organisasi inilah yang menjadi garda terdepan di publik. Sehingga nilai positif anggota dari publik, dapat menjadi nilai positif juga bagi organisasi. Demikian pula sebaliknya apabila nilai negatif yang didapatkan. Oleh karena itu organisasi perlu memberikan edukasi atau pelatihan terhadap anggotanya agar mampu beraksi secara bagus di lapangan, dan mendapatkan nilai yang positif dari publik.


Referensi:

Kotler, P. and Armstrong, G. (2018), Principles of Marketing, 17 th ed. Harlow, UK : Pearson Education Ltd.

Oleh: 

Faqih Ahmad Mukhlisun (19/440727/EK/22347)


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
FaqihAhmad161

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format