Pricing : Understanding and Capturing Values


0

https://youtu.be/c6EaZwj5EyM

Defination of Price and the Importance of Pricing in Today’s Fast – Changing Environment

  • What is Price?

Harga dalam pengertianadalahbentuk suatu nilai untuk suatu produk atau barang dan jasa. Dimana jumlah nilai yang ditukar pelanggan dengan manfaat memiliki atau menggunakan produk atau layanan. Harga juga sebagai faktor utama yang mempengaruhi pilihan pembeli. Pada saat yang sama, penetapan harga ada masalah nomo satu yang dihadapai banyak eksekutif pemasaran, dan banyak perusahaan tidak menangani penetapan harga dengan baik.

  • Major Pricing Strategies

Penetapan harga berdasarkan persepsi nilai pembeli dan bukan pada biaya penjual.Berikut konsep dari strategi penetapan harga utama :

  1. Costumer Value Based Pricing, pelanggan akan memutuskan apakah harga dari suatu produk tepat. Jadi keputusan penetapan harga harus dimulai dengan nilai pelanggan. Ketika pelanggan membeli suatu produk , mereka menukar sesuatu yang bernilai ( harga ) untuk mendapatkan sesuatu yang bernilai ( manfaat memiliki atau menggunakan produk ). Dan harga berbasis nilai pelanggan menggunakan persepsi nilai pembelisebagai kunci penetapan harga.
  2. Good Value Pricing, menawarkan kombinasi yang tepat antara kualitas dan pelayanan yang baik dengan harga yang wajar. Penetapan harga untuk Good value pricing dibagi menjadi 2 yaitu :
    1. Every Day Low pricing ( EDPL ) Menggunakan harga yang rendah setiap harinya sehingga tidak ada harga promosi dan penawaran yang special untuk konsumennya
    2. High – Low Pricing dengan mematok harga tinggi setiap hari . Disaat tertentu ( HLP ) akan melakukan promosi yang memotong harga dibawah ( EDPL )
  3. Value Added Pricing, penentuan harga berbasis nilai tidak hanya berarti menagih apa yang pelanggan ingin bayar atau menetapkan harga rendah untuk memenuhi persaingan. Sebagai gantinya, banyak perusahaan mengadopsi strategi penetapan nilai tambah. Alih – alih memotong harga sesuai pesaing mereka menambah fitur kualitas, layanan , dan nilai tambah untuk membedakan penawaran mereka demikian mendukung harga mereka lebih tinggi.

Three Major Pricing Strategies and the Importance of Understanding Customer – Value Perceptions, Company Costs and Competitors Strategies when Setting Prices

  • Value – Based Pricing VS Cost – Based Pricing

Tidak mudah bagi perusahaan untuk mengukur seberapa besar value yang diterima oleh konsumen karena beragam dalam perbedaan consumer itu sendiri dan situasi yang ada. Konsumen juga akan digunakan sebagi acuan nilai yang diterima untuk suatu barang. Dalam hal ini, seberapa besar yang berani dibayar untuk mendapatkan produk dan benefit lainnya atau perusahaan bisa dengan menawarkan beberapa variasi produk yang ditawarkan. Dua tipe dari value – based pricing : good – value pricing dan value – added pricing

  1. Good value – pricing, menawarkan kombinasi yang tepat dari kualitas dan pelayanan yang baik dengan harga yang wajar. Strategi harga yang biasa diterapkan adalah redesign ulang brand untuk menawarkan kualitas lebih, atau mengurangi sedikit value tapi sangat ekstrem menurunkan harga.
  2. Value – added pricing, melampirkan fitur dan nilai tambah layanan untuk membedakan suatu perusahaan penawaran dan pengisian harga yang lebih tinggi.
  • Cost – Based Pricing

Menetapkan harga berdasarkan biaya memproduksi, mendistribusikan, dan menjual produk ditambah tingkat pengembalian yang adil untuk usaha dan risiko. Dua strategi yang bisa diterapkan. Pertama, mengatur harga serendah mungkin dengan konsekuensi akan menerima margin kecil. Namun, mendapatkan penjualan yang tinggi. Kedua, menyengajakan mengatur harga memang tinggi agar bisa memasukkan nilai tambah dan bersaing dengan lainnya. Type of Costs :

  1. Fixed costs (overhead) adalah biaya yang tidak berbeda dengan produksi atau tingkat penjualan.
  2. Variable costs adalah biaya yang bertambah seiring dengan pertambahan jumlah dari produksi.
  3. Total costs adalah jumlah dari fixed costs dan variable costs

Biaya per Unit di Berbagai Level Produksi per Periode

  1. Costs at Different Levels of Production, manajemen perlu mengetahui biaya yang bervariasi dengan tingkat yang berbeda produksi untuk penentuan yang bijak. Gambar atas sebelah kiri menggambarkan short – run average cost curve ( SRAC ) dan yang sebelah kanan adalah long – run average cost ( LRAC ). SRAC menunjukkan biaya tinggi jika pabrik hanya memproduksi beberapa tablet perhari, biya rata – rata perunit berkurang. Sedangkan LRAC menunjukkan biaya perunit untuk produksi akan lebih rendah, tapi harus mempertimbangkan pembangunan sumber daya yang lebih.
  2. Costs as a Function of Production Experience, berdasarkan pengalaman dalam proses produksi bisa terdapat beberapa penyesuaian yang berimplikasi efisiensi produksi.Hal ini menyebabkan biaya rata – rata menurun dengan akumulasi pengalaman produksi.

Cost per Unit as a Function of Accumulated Production: The Experience Curve

Experience rurve ( learning curve ) penurunan rata – rata per unit biaya produksi yang datang bersama akumulasi pengalaman produksi

Cost-Plus Pricing ( markup pricing )

Menambahkan markup standar ke biaya produk. Metodenya dengan memerkirakan total cost dan menambah terlebih dahulu markup standar untuk keuntungan.

Ilustrasi

Kemudian, biaya perunit diberikan sebagai berikut

Pabrik ingin mendapat markup 20%. Maka, harga markup produsen yang diberikan yaitu :

Markup pricing secara umum tidak masuk akal. Namun, alasan mengapa metode ini digunakan karena pemahaman penjual jika beban lebih pasti daripada memikirkan permintaan, penyederhanaan harga, dan tidak perlu sering melakuan penyesuaian keadaan permintaan. Selanjutnya, metode ini berimplikasi harga serupa dalam setiap perusahaan dan persaingan harga diminimalkan. Terakhir, penjual dan pembeli merasa metode ini lebih adil karena investasi penjual kembali dan penjual tidak mengambil banyak keuntungan saat permintaan pasar naik.

Break – Even Analysis and Target Profit Pricing

Menetapkan harga untuk mencapai titik impas pada biaya pembuatan dan memasarkan suatu produk atau menetapkan harga untuk membuat target kembali

Break – Even Chart for Determining Target Return Price and Break – Even Volume

Formula menghitung break – even volume

  • Competition – Based Pricing

Competition – Based Pricing melibatkan penetapan harga berdasarkan strategi pesaing, biaya, harga, dan penawaran pasar. Pertama, perusahaan harus membandingkan dengan penawaran pesaing dalam customer value. Kedua, seberapa kuat pesaing di pasar dan memakai strategi pricing yang bagaimana. Hal ini bertujuan untuk menetapkan harga sesuai dengan nilai relative yang dibuat versus pesaing.

Prinsip yang harus dipegang disaat harga yang dikenakan relative terhadap pesaing adalah tidak peduli seberapa mahal atau murah produk tapi, bagaimana bisa menambahkan nilai unggul untuk pelanggan dengan harga itu.


The Importance of External and Internal Factors Affecting a Firm’s Pricing Decisions

  • Faktor Internal
  1. Strategi Pemasaran
  2. Tujuan Pemasaran
  3. Bauran Pemasaran

Harga merupakan elemen penting dari sebuah produk karena mampu menarik pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama yang sudah ada. Pada umumnya, perusahaan menetapkan harga dengan cara :

  1. Menetapkan produk apa yang akan perusahaan tersebut buat,
  2. Menetapkan perkiraan biaya ( cost ) yang dikeluarkan selama produksi
  3. Menetapkan harga

Ada juga perusahaan yang menetapkan harga berdasarkan Target Costing, yaitu menetapkan harga terlebih dahulu baru menentukan cost yang akan dikeluarkan. Beberapa perusahaan juga mementingkan kualitas produk, maka sering kali kita bertemu dengan produk dengan kualitas yang tinggi akan diberi harga yang tinggi pula.

Pada perusahaan besar, harga ditentukan oleh manajer divisi atau manajer produk.

Pada perusahaan kecil, harga ditentukan oleh manajer pusat dengan pemasar.

Sedangkan perusahaan industri, harga dapat ditentukan antara pemasar dengan pelanggan melalui cara negosiasi ( dalam artian harga yang disepakati masuk dalam range harga yang ditetapkan )

  • Faktor Eksternal
  1. Pasar dan Permintaan
  2. Lingkungan Ekonomi

Ada 4 macam pasar, yaitu :

  1. Pasar Persaingan Sempurna, pasar ini terdiri dari beberapa pembeli dan penjual
  2. Pasar Monopolistik, pasar ini terdiri dari beberpa penjual yang hanya menjual satu barang sejenis dengan nilai yang berbeda
  3. Pasar Oligopoli, pasar ini terdiri dari beberapa penjual besar
  4. Pasar Monopoli, pasar yang mempunyai satu penjual dalam satu produk

Analisa hubungan harga dan permintaan dapat dianalisa melalui kurva permintaan oleh produk yang kita jual. Apabila harga suatu barang naik, maka permintaannya akan turun. Jadi sangan penting untuk kita mengamati elastisitas harga.

Inflasi dan suku bunga sangat berpengaruh terhadap penetapan harga, karena mempengaruhi pengeluaran konsumen dan nilai terhadap barang tersebut.


Penulis :

1. Muhammad Alief A

2. M. Firdaus Ar Ridho

3. Anita Michella


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format