Decision Making, Learning Creativity, Entrepreneurship & Manager As A Planner And Strategist

Book Review : Contemporary Management


2
2 points

Chapter 7 : Decision Making, Learning Creativity, And Entrepreneurship

LO7-1 The nature of managerial decision. 

Pengambilan Keputusan adalah proses dimana seorang manager menjawab peluang dan ancaman dengan melakukan analisa opsi dan menentukan tujuan organisansi dan tindakan yang akan diambil. Terdapat 4 Jenis Pengambilan Keputusan

  • Pengambilan Keputusan yang diprogram (Programmed Decision Making)

Pengambilan keputusan terprogram adalah pengambilan keputusan yang bersifat rutin dan secara otomatis diambil sesuai dengan peraturan dan pedoman tertentu. Keputusan terprogram sudah dilakukan sebelumnya oleh seorang manager yang kemudian menjadi pedoman atau aturan yang harus diikuti apabila situasi yang sama terulang kembali.

  • Pengambilan keputusan yang Tidak deprogram (Non-programmed Decision Making)

Pengambilan keputusan tidak terprogram adalah keputusan yang diambil pada situasi yang tidak biasa atau khusus, pada peluang dan ancaman yang tidak terprediksi. Non-programmed Decision Making terjadi ketika tidak ada aturan keputusan yang dibuat manajer dapat diterapkan pada suatu situasi. Aturan tidak ada karena situasinya tidak terduga dan manajer kekurangan informasi yang mereka perlukan untuk mengembangkan aturan.  

  • Classical Model 

Pendekatan pengambilan keputusan Classical Model adalah berdasarkan asumsi bahwa pembuat keputusan dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi semua alternatif yang mungkin dengan semua konsekuensi dan dipilih secara rasional dengan tindakan yang paling tepat. Classical Model menganggap manager memiliki semua infoemasi yang dibutuhkan untuk membuat keputusan yang optimal. 

  • Administrative Model

Pendekatan pengambilan keputusan dimana seorang manager  seorang manager tidak memiliki semua informasi yang dibutuhkan untu pengambilan keputusan. Konsep dalam Administrative Model:

  • Bounded Rationality : Pengambilan keputusan seseorang dibatasi oleh keterbatasan kognitif. Keterbatasan kognitif membatasi kemampuan seseorang untuk menafsirkan, memproses, dan bertindak. Banyak alternative dan informasi yang harus diidentifikasi seorang manager, sehingga sulit bagi manajer untuk mengevaluasi semuanya sebelum membuat keputusan.
  • Incomplete Information : Informasi yang tidak lengkap membuat seorang manager sulit dalam mengidentifikasi alternative pengambilan keputusan. Informasi yang tidak lengkap dapat menyebabkan timbulnya resiko, ketidakpastian dan informasi yang ambigu.
  • Satisficing : Mencari dan memilih keputusan yang dapat diterima, atau memuaskan untuk menjawab masalah dan peluang, daripada mencoba membuat keputusan terbaik.

LO7-2 Steps in the decision making process

Source : Google

  • Step 1 – Recognize the Need for a Decision ( Mengenali Kebutuhan atas Keputusan)

Langkah pertama dalam pengambilan keputusan adalah mengenali kebutuhan atas keputusan yang akan diambil. Beberapa rangsangan atau perubahan memicu kesadaran bahwa keputusan harus segera diambil. Perubaan yang terjadi dilingkungan organisasi memberikan peluang dan ancaman baru, sehingga seorang manager dengan cepat mengambil keputusan. 

  • Step 2 – Generate Alternatives (Mengumpulkan Alternative) 

Setelah mengenali kebutuhan atas keputusan, seorang manajer harus menghasilkan tindakan alternatif yang harus diambil untuk mengantisipasi peluang atau ancaman. 

  • Step 3 – Assess Alternative (Menilai Alternatif) 

Setelah manager mengumpulkan serangkaian alternatif, mereka harus mengevaluasi kelebihan dan kelemahan dari setiap alternative. Menilai alternatif yang baik adalah dengan mendefinisikan peluang atau ancaman dengan tepat dan kemudian tentukan alternative yang dapat menjawab masalah atau peluang. Terdapat 4 kriteria untuk mengevaluasi pro dan kontra alternative keputusan yaitu :

  1. Legality (Legalitas) : Manajer harus memastikan bahwa tindakan yang dilakukan tidak akan melanggar hokum atau peraturan pemerintah
  2. Ethicalness ( Etika) : Manajer harus memastikan bahwa tindakan yang dilakukan adalah etis dan tidak membahayakan kelompok pemangku kepentingan mana pun.
  3. Economic Feasibility (Kelayakan Ekonomis) : Manajer harus memastikan bahwa tindakan layak secara ekonomi perusahaan, apakah dapat capai sesuai dengan tujuan perusahaan.
  4. Practicality ( Kepraktisan) : Manajer harus memutuskan apakah mereka memiliki kemampuan dan sumber daya diperlukan untuk mengimplementasikan alternatif, dan harus yakin alternatif tidak akan mengancam pencapaian tujuan organisasi.
  • Step 4 – Choose Among Alternative (Pilih Diantara Alternatif)

Setelah solusi alternatif dievaluasi, selanjutnya adalah menentukan peringkat berbagai alternative dan membuat keputusan. Saat menentukan peringkat alternatif, manajer harus yakin semua informasi tersedia agar masalah yang muncul dapat dihadapi

  • Step 5 – Implement the Chosen Alternative (Menjalankan Alternatif yang Dipilih)

Setelah keputusan dibuat dan alternatif telah dipilih, kemudian diimplementasikan, dan keputusan berikutnya yang terkait harus dibuat. Meskipun keputusan yang dipilih untuk diimplementasikan tampak jelas dan mudah, banyak manajer membuat keputusan dan kemudian gagal menindaklanjutinya. Untuk memastikan bahwa suatu keputusan diterapkan, Top Manager harus menugaskan Middle Manager bertanggung jawab membuat tindak lanjut yang diperlukan untuk mencapai tujuan.

  • Step 6 – Learn from Feedback (Belajar dari Umpanbalik)

Langkah terakhir dalam proses pengambilan keputusan adalah belajar dari umpan balik. Manajer yang efektif selalu melakukan analisis retrospektif untuk melihat apa yang dapat mereka pelajari dari keberhasilan masa lalu atau kegagalan. Manajer yang tidak mengevaluasi hasil keputusan, mereka tidak belajar dari pengalaman; sebaliknya mereka mandek dan cenderung membuat kesalahan yang sama lagi. 

LO7-2 Cognitive biases and decision making

4 Sumber bias mempengaruhi seorang manager dalam mengambil keputusan :

  • Confirmation Bias : Metode berpikir dimana kita cenderung untuk memperhatikan informasi yang mendukung hal-hal yang kita percaya benar dan mengacuhkan ataupun meremehkan hal-hal yang menyanggah kepercayaan kita. Pengambil keputusan cenderung mencari dan menggunakan informasi yang konsisten dengan keyakinan mereka sebelumnya dan mengabaikan informasi yang bertentangan dengan keyakinan tersebut.
  • Representativeness Bias : Bias kognitif yang dihasilkan dari kecenderungan untuk ketidaktepatan menggeneralisasi sampel kecil atau dari satu kejadian. 
  • Illusion Control : Bias kognitif yang dihasilkan dari kecenderungan melebih-lebihkan kemampuan seseorang untuk mengendalikan aktivitas dan acara. Top Manager sangat rentan terhadap bias ini. Setelah berhasil mencapai puncak organisasi, mereka cenderung memiliki rasa harga diri yang berlebihan dan terlalu percaya diri dengan kemampuan mereka untuk berhasil dalam mengendalikan peristiwa. Ilusi kontrol menyebabkan manajer melebih-lebihkan kemungkinan hasil dan, akibatnya, untuk membuat keputusan salah. 
  • Escalating Commitment : Sumber bias kognitif yang dihasilkan dari kecenderungan untuk menambah sumber daya ke proyek walupun menunjukkan bahwa proyek gagal. Para manajer memutuskan untuk meningkatkan investasi, waktu dan uang bahkan mengabaikan bukti bahwa itu ilegal, tidak etis, tidak ekonomis, atau tidak praktis. 

LO7-3 Group decision making

1. The Perils of Groupthink

Groupthink adalah pola dari keputusan yang salah dan bias, terjadi dalam kelompok yang anggota-anggotanya memperjuangkan kesepakatan di antara mereka sendiri dengan mengorbankan keakuratan informasi yang relevan dengan suatu keputusan. Groupthink mempengaruhi kelompok dengan tidak mempedulikan pendapat-pendapat yang bertentangan di luar kelompok. Pada dasarnya kelompok yang terkena sindrom ini adalah kelompok yang anggotanya memiliki latar belakang sama. Maka terdapat dua teknik yang dikenal untuk menetralkan groupthink dan bias kognitif:

2. Devil’s Advocacy 

Devil’s Advocacyadalah analisis kritis untuk memastikan kekuatan dan kelemahan sebuah keputusan sebelum diimplementasikan. Biasanya satu anggota pengambilan keputusan kelompok memainkan peran advokat iblis. Devil’s Advocacy mengkritik dan menantang cara kelompok itu mengevaluasi ide dan memilih salah satu dari yang lain. Tujuan Advokaasi iblis adalah untuk mengidentifikasi semua alasan yang membuat alternatif yang disukai tidak dapat diterima. Dengan cara ini, para pembuat keputusan dapat dibuat sadar akan kemungkinan bahaya tindakan atau ide yang direkomendasikan. 

3. Dialectical Inquiry

Teknik ini dilakukan dengan menugaskan dua kelompok manajer untuk suatu masalah, dan masing-masing kelompok bertanggung jawab untuk mengevaluasi alternatif dan memilih salah satunya. Top Manager menyaksikan setiap kelompok mempresentasikan alternatif pilihannya, dan kemudian masing-masing kelompok mengkritik posisi pihak lain. Selama debat ini, Top Manager menantang posisi kedua kelompok untuk mengungkap potensi masalah dan bahaya yang terkait dengan solusi mereka. Tujuannya adalah untuk menemukan alternatif tindakan yang lebih baik bagi organisasi untuk diterapkan.

4. Diversity among Decision Makers

Cara lain untuk meningkatkan pengambilan keputusan kelompok adalah dengan adanya keragaman dalam pengambilan keputusan. Menyatukan para manajer dari kedua jenis kelamin dari berbagai latar belakang etnis, nasional, dan fungsional memperluas jangkauan pengalaman dan pendapat yang dapat diambil anggota kelompok ketika mereka menghasilkan, menilai, dan memilih di antara alternatif. 

LO7-4 Pembelajaran dan Kreatifitas pada Organisasi

  • Mendorong pembelajaran dalam organisasi

Pembelajaran dalam organisasi merupakan proses yang dilakukan melalui seorang manajer untuk meningkat keinginan dan kemampuan tim dalam memahami dan mengelola organisasi serta tugas tanggung jawabnya. Melalui proses pembelajaran dalam organisasi para manajer akan mencoba untuk memaksimalkan kemampuan timnya baik secara individu maupun kelompok untuk berpikir dan berperilaku kreatif sehingga mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki dalam suatu organisasi serta menemukan ide – ide baru dalam pengembangan perusahaan.

  • Mendorong kreatifitas secara individu

Karyawan di garis depan seringkali memiliki kesempatan untuk menghasilkan ide-ide perbaikan yang kreatif tetapi mungkin enggan untuk berbicara atau berbagi ide-ide mereka. Untuk mendorong karyawan di garis depan untuk bisa menyampaikan dan membagikan ide-ide kreatif, beberapa perusahaan mengadakan kontes dan memberi hadiah. Kontes dan hadiah menandakan pentingnya memunculkan ide-ide kreatif dan mendorong karyawan untuk bisa membagikannya.

  • Mendorong kreatifitas dalam tim/ grup

Terdapat tiga metode dalam mengembangkan kreatifitas dan pengambilan keputusan dalam kelompok yaitu : 

  1. Brainstorming. Merupakan teknik pemecahan masalah secara kelompok dimana manajer dan bertemu tatap muka untuk menghasilkan dan mendiskusikan berbagai alternatif secara bebas dalam rangka mencari alternative solusi untuk sebuah keputusan.
  2. Metode nominal secara berkelompok. Umumnya, sekelompok kecil manajer bertemu dalam sesi tertutup. menyediakan cara yang lebih terstruktur untuk menghasilkan alternatif dengan menulis dan memberi masing-masing manajer lebih banyak waktu dan peluang untuk menghasilkan alternative solusi.
  3. Teknik Delphi, merupakan pendekatan tertulis yang kreatif untuk memecahkan suatu permasalahan. Pemimpin kelompok menulis pernyataan masalah dan serangkaian pertanyaan. Manajer yang berpartisipasi harus merespons kuesioner yang dikirimkan kepada manajer dan tenaga ahli pada departemen yang paling memahami tentang masalah. Hasilnya kemudian akan dikirim kembali ke peserta, dengan pertanyaan tambahan yang harus dijawab sebelum keputusan akhir diambil. Proses ini akan diulang sampai konsensus tercapai dan didapatkan alternative solusi untuk segera diambil keputusan.

LO7-5 Entrepreneur dan Kreatifitas

Pengusaha adalah seseorang/ individu yang mampu memperhatikan peluang dan memutuskan bagaimana untuk mengoptimalkan sumber daya yang diperlukan untuk menghasilkan barang atau jasa yang lebih baik. Pengusaha cenderung memiliki tingkat harga diri yang tinggi dan merasa kompeten serta mampu dalam menangani sebagian besar situasi — termasuk tekanan dan ketidakpastian yang melingkupi anak usaha baru yang berisiko. Pengusaha juga cenderung memiliki kebutuhan yang tinggi untuk berprestasi dan memiliki keinginan kuat untuk melakukan tugas-tugas yang menantang dan memenuhi standar keunggulan pribadi yang tinggi

  • Intrapreneurship dan pembelajaran organisasi

intrapreneur adalah seorang manajer,ilmuwan, atau peneliti yang bekerja di dalam organisasi dan pemberitahuan peluang untuk berkembang baru atau ditingkatkan produk dan cara yang lebih baik untuk buat mereka. Pembelajaran dalam organisasi mendorong semua karyawan untuk mengidentifikasi peluang dan memecahkan masalah, dengan demikian memungkinkan organisasi untuk terus bereksperimen, meningkatkan, dan meningkatkan kemampuannya untuk menyediakan barang dan layanan baru dan lebih baik kepada pelanggan. Itu semakin tinggi tingkat intrapreneurship, semakin tinggi pula tingkat pembelajaran dan inovasi. Organisasi harus memberi penghargaan kepada intrapreneur  secara adil jika mereka ingin mencegah mereka pergi dan menjadi pengusaha luar yang mungkin membentuk usaha baru yang kompetitif.

Chapter 8 : Manager As A Planner And Strategist

LO8-1 Planning And Strategy : The Nature Of The Planning Process

Bab ini menjelaskan peran seorang manajer sebagai perencana (as planner) dan sebagai ahli strategi (as strategist). Pertama-tama, bab ini akan membahas mengenai sifat dan pentingnya proses “Planning/Perencanaan”, jenis rencana, dan dalam kondisi apa perencanaan tersebut tepat digunakan.  Kedua, kemudian akan membahas tiga langkah utama dalam proses perencanaan, yaitu: 

(1) Menentukan misi organisasi dan tujuan utama, 

(2) Memilih atau merumuskan strategi untuk mewujudkan misi dan tujuan, dan

(3) Memilih cara yang paling efektif untuk diterapkan dan mengimplementasikan strategi ini ke dalam suatu tindakan. 

  • Planning and Strategy

1. Planning adalah proses mengidentifikasi dan memilih tujuan dan tindakan yang tepat untuk perusahaan.

2. Strategy adalah suatu keputusan yang diambil untuk mencapai tujuan yang akan dicapai, tindakan apa yang harus diambil, dan bagaimana menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan perusahaan.

3. Mission statement adalah suatu pernyataan misi dari perusahaan yang menggambarkan mengenai tujuan utamaperusahaan yang ingin dicapai; untuk menjelaskan apa keunikan produknya dan betapa pentingnya produknyauntukkaryawan dan pelanggan;dan yangmembuat berbeda perusahaan dari para pesaing.

   Kenapa perencanaan itu penting bagi perusahaan:

  1. Perencanaan diperlukan untuk memberikan organisasi suatu arah dan tujuan.
  2. Perencanaan adalah suatu cara untuk membuat para manajer berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dalam menetapkan tujuan dan strategi yang tepat untuk suatu organisasi.
  3. Sebuah rencana membantu para manajer berkoordinasi dengan berbagai bagian atau divisi dalam organisasi untuk memastikan bahwa para manager mengambil arah yang sama dan bekerja untuk mencapai kondisi masa depan yang diinginkan.
  4. Rencana dapat digunakan sebagai perangkat untuk mengendalikan para manajer dalam suatu organisasi.

Didalam perencanaan yang baik tidak hanya dapat menentukan tujuan dan strategi yang akan dilakukan oleh organisasi tetapi juga menggambarkan tanggung jawab yang harus diemban untuk diterapkan sebagai strategi dalam tindakan untuk mencapai tujuan organisasi. 

  • Levels and Types of Planning

– Corporate-level plan : Suatu keputusan manajemen puncak yang berkaitan dengan misi organisasi, strategi keseluruhan, dan struktur.

– Corporate-level strategy  : Suatu rencana yang menunjukkan strategi organisasi dalam menentukan suatu industri dan pasar nasional suatu organisasi ingin bersaing.

– Business-level plan  : Keputusan manajer divisi terkait dengan tujuan jangka panjang suatu divisi, strategi divisi, dan struktur dalam suatu divisi.

– Business-level strategy  : Suatu rencana yang menunjukkan bagaimana suatu divisi menetapkan strategi untuk bersaing dengan para pesaingnya di suatu industri.

– Functional-level plan  : Keputusan manajer fungsional berkaitan dengan penetapan tujuan yang mereka usulkan untuk membantu suatu divisi untuk mencapai tujuan tingkat bisnisnya.

– Functional-level strategy  : Rencana tindakan untuk meningkatkan kemampuan masing-masing fungsi organisasi untuk melakukan aktivitas spesifik tugasnya dengan cara yang menambah nilai pada barang dan layanan organisasi.

Source : Google

LO8-2 Determining the organization’s mission and goals

Bab ini menjelaskan beberapa teknik yangdigunakan seorang manajer untuk meningkatkan proses perencanaansehingga mereka dapat memprediksi masa depan dengan lebih baik;dapat mengoptimalkan sumber daya organisasi dan memenuhi kemungkinan di masa depan.

  • Time Horizons of Plans

Time horizon atau yang sering disebut durasi rencana adalah merupakan periode waktu untuk pencapaian sebuah perencanaan. Suatu perencanaan dapat dibedakan menjadi tiga Time horizon yaitu :

  1. Rencana jangka panjang, memiliki time horizon lima tahun atau lebih; 
  2. Rencana jangka menengah, memiliki time horizon antara satu dan lima tahun; dan 
  3. Rencana jangka pendek rencana, memiliki time horizon satu tahun atau kurang.

Dalam hal ini biasanya untuk tujuan dan strategi pada Corporate-leveldan Business-levelmembutuhkan rencana jangka panjang dan menengah, sedangkan untuk serta tujuan dan strategi pada Functional-level membutuhkan rencana jangka menengah dan pendek.

  • Standing Plans and Single-Use Plans

– Standing Plans adalah perencanaan yang biasa digunakan dalam kondisi pengambilan keputusan yang sesuai dengan perencanaan yang telah ditentukan sebelumnya. Ketika dalam kondisi yang normal atau terjadi berulang kali, seorang manajer dapat mengembangkan kebijakan, aturan, dan prosedur operasi standar (SOP) untuk mengontrol cara karyawan melakukan tugasnya. Kebijakan perusahan adalah suatu panduan umum; aturan adalah panduan formal yang tertulis; dan prosedur operasi adalah instruksi tertulis yang menggambarkan serangkaian tindakan yang tepat dan harus dilaksanakan oleh karyawan.

– Single-Use Plans adalah suatu rencana yang digunakan untuk pengambilan keputusan dalam situasi yang tidak normal atau yang terjadi hanya sesekali saja. 

– ScenarioPlanning adalah perencanaan (juga dikenal sebagai perencanaan kontingensi) yang terdiri dari beberapa perkiraan atau scenario perencanaan yang dibuat untuk menghadapi kondisi masa depan dan dianalisis untuk merespons secara efektif dari ketidakpastian suatu kondisi.

– Scenario Planning juga digunakan untuk memperkirakan dan memprediksi masa depan agar dapat mengantisipasi peluang dan ancaman yang akan terjadi di masa depan yang tidak dapat diprediksi.

LO8-3 Formulating strategy

Strategy formulation adalah menetapkan kesatuan dari corporate, business dan functional strategy agar organisasi dapat mencapai misi dan tujuannya

  • SWOT Analysis

proses perencanaan dimana maager dapat mengidentifikasikan kekuatan organisasi, Kelemahan, Kesempatan lingkunga dan Tantangan .

                                                                           Source : Google Images

  • The Five Forces Model

Porter mengidentifikasi 5 faktor sebagai ancaman besar bagi organisasi karena dapat mempengaruhi laba yang dihasilkan oleh organisasi yang bersaing dalam industri yang sama: 

  1. The level of rivalry among organizations in an industry: semakin banyak perusahaan yang bersaing satu sama lainuntuk mendapatkan pelanggan. Misalnya, menurunkan harga produk atau meningkatkan iklan.
  2. The potential for entry into an industrySemakin mudah bagi perusahaan untuk memasuki suatu industry, semakin besar kemungkinan harga industri dan karenanya keuntungan industri menjadi rendah.
  3. The power of large suppliersjika hanya ada beberapa pemasok, maka pemasok dapat menaikkan harga input, dengan harga input yang mahal akan menghasilkan keuntungan yang lebih rendah bagi perusahaan dalam suatu industri. 
  4. The power of large customers: jika hanya ada beberapa pelanggan untuk membeli output industri, mereka dapat melakukan tawar menawar untuk menurunkan harga output tersebut. Akibatnya, industri mendapat untung yang lebih rendah.
  5. The threat of substitute productsSeringkali output dari satu industri adalah pengganti untuk output industri lain. Ketika ada pengganti untuk produk mereka, perusahaan tidak dapat meminta harga tinggi untuk itu atau pelanggan akan beralih ke produk pengganti, dan kendala ini membuat keuntungan mereka rendah.

1. Formulating Business-Level Strategies

  • Low Cost Strategy

Untuk memperoleh keunggulan kompetitif, manajer mengarahkan penurunan biaya perusahaan dan tentunya dibawah biaya saingannya. Misalnya, dengan mencari cara untuk menurunkan biaya produksi, fokus pada pengembangan produk baru dan dapat diproduksi dengan biaya yang lebih murah, atau untuk menarik pelanggan manajer pemasaran harus menurunkan biaya.

  • Differentiation strategy

Manajer mengarahkan organisasi untuk membedakan produk organisasi dari pesaing, seperti desain, kualitas, layanan penjualan. Seringkali proses membuat produk yang unik dan berbeda akan menjadi mahal. Mis, manajer harus menaikkan pengeluaran desain produk atau membedakan produk, akibatnya biaya yang dibutuhkan juga akan meningkat. Organisasi yg berhasil menggunakan strategi ini, mungkin dapat mengenakan harga premium untuk produk mereka. Strategi ini juga mempersulit pendatang baru karena perusahaan baru belum memiliki “nama/brand terkenal” yang membantu mereka bersaing dan pelanggan menganggap bahwa produk  tersebut sebagai barang subsitusi. 

  • Focused low-cost and focuses differentiation strategy

Manajer yang berfokus pada strategi biaya rendah untuk beberapa atau keseluruhan segmen bisnis, organisasi tersebut bertujuan menjadikan organisasi yang berbiaya rendah dalam melayani segmen itu. Sebaliknya, manajer yang fokus strategi diferensiasi untuk beberapa atau keseluruhan segmen, organiasi itu bertujuan untuk menjadikan organisasi yang terdiferesiasi dalam segmen itu. Perusahaan yang mengejar salah satu dari strategi ini telah memilih untuk berspesialisasi dalam beberapa cara dengan mengarahkan upaya mereka pada jenis pelanggan tertentu.

2. Formulating Corporate – Level Strategies

A.  Concentration On A Single Industry

Perusahaan berfokus pada membesarkan industrinya , dengan menginventasikan kembali laba mereka untuk memperkuat posisi kompetitif mereka.

B. Vertical Integration

Perusahaan untuk mengembangkan operasi perusahaan, baik itu langkah ke belakang dengan cara memasok sendiri bahan baku produk mereka, maupun maju ke depan dengan cara mendistribusikan sendiri produk atau jasa yang mereka jual. Tujuan Vertical Integration adalah untuk menekan biaya dan memaksimalkan laba.

C. Diversification

Diversification adalah strategi perusahaan untuk menambah operasi bisnis ke dalam suatu industri yang baru dan memproduksi barang atau jasa yang berbeda dengan yang diproduksi saat ini.

– Related Diversification : Adalah strategi perusahaan memasuki suatu industri yang baru atau membuat lebih kompetitif produk yang dihasilkan dari divisi/bisnis yang sudah ada

– Unrelated Diversification : Strategi perusahaan memasuki suatu industri baru, atau bahkan membeli suatu perusahaan yang core business-nya berbeda dengan bisnis yang dijalankan saat ini.

3. International Expansion

 Ada beberapa strategi yang diambil para manajer-manajer yang sudah sukses memasuki pasar internasional.

1. Global Strategy : Global strategy adalah cara untuk menjual barang/jasa yang terstandarisasi yang sama, baik itu di negara A, negara B maupun negara C. Spesifikasi yang dijual tidak ada perbedaan antar masing-masing negara.

2. Multidomestic Strategy : Multidomestic strategy adalah cara untuk menjual barang/jasa yang menyesuaikan dengan kultur lokal negara yang dituju. 

4. Choosing a Way to Expand Internationally

a. Importing dan Exporting

b. Licensing dan Franchising

c. Strategic Alliances and Joint Ventures

d. Wholly Owned Foreign Subsidiary


Resumed By :

1. Miranda Poetri
2.Dimas Tejo Purbowo
3.Yohana Verawaty
4.Raditya Primayudha

Source :

– Contemporary Management By Gareth R. Jones and Jennifer M. George

– Google Images


Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format