Menguak Kisah Captain Phillips Melawan Perompak Somalia

Berhasilkah penyelamatan Captain Phillips dari Perompak Somalia?


0

Sinopsis Film “Captain Phillips” (2013)

Film Captain Phillips (2013) menceritakan tentang perjuangan Captain Phillips melawan Para Pembajak Laut. 

Captain Richard Phillips ditugaskan untuk mengomando pelayaran sebuah Kapal Kargo MV Maersk Alabama dari Salalah, Oman menuju Mombasa, Kenya. Sebelum berangkat Captain Phillips menanyakan jalur yang akan dilewati untuk mencapai tujuan kepada Co-captain, Shane. Mengetahui jalur yang dilewati merupakan jalur yang rawan akan bajak laut/perompak, Captain Phillips memperketat keamanan kapalnya.agak khawatir akan perjalanan tersebut, namun tidak diperlihatkannya dan sebagai langkah awal para kru diberikan peringatan kecil. 

Pada malam harinya, Captain Phillips mendapatkan email mengenai pembajakan di sisi pantai Somalia. Keesokan harinya, secara mendadak Captain Phillips mengerahkan seluruh awak kapal untuk melakukan pelatihan seolah-olah ancaman pembajak laut sedang mengintai kapal mereka. Di tengah perjalanan, Captain mengecek monitor dan tertangkap oleh radar kapal terdapat dua kapal kecil yang berisi para pembajak yang mendekati Kapal Maersk Alabama. Untuk tetap terpantau oleh bagian kemaritiman Captain Phillips melaporkan kondisinya ke Otoritas Kelautan, UKMTO bahwa kapal saat ini dalam keadaan bahaya. Tindakan preventif yang dilakukan Captain Phillips yaitu mengikuti arahan dari UKMTO dan berpura-pura meminta bantuan udara untuk dapat menangkap para pembajak tersebut. 2 dari 3 kapal yang mengetahui informasi tersebut akhirnya berbalik arah, namun strategi tersebut tidak mengurungkan semangat satu kapal kecil lainnya yang menganggap hal tersebut hanya akal-akalan semata. Akhirnya, kapal kecil berhasil menaiki Kapal Alabama dan masuk untuk membajaknya.

Saat itu, Captain Phillips merasa gagal namun berusaha tenang menghadapi para pembajak yang berjumlah 4 orang. Sebelum pembajak berhasil memasuki dek kapal, Captain Phillips memerintahkan para kru kapal untuk bersembunyi dan menjalankan prosedur latihan yang sudah dilakukan. Di dalam dek kapal hanya tersisa Captain Phillips dan beberapa awak kapal. Suasana berubah menjadi mencekam saat para pembajak berhasil memasuki dek kapal dan menodongkan senjata api untuk mengancam. Captain Phillips melakukan negosiasi kepada para bajak laut yang diketahui dari Somalia, namun tidak dapat berjalan dengan baik. Para pembajak memaksa Captain Phillips memberikan sejumlah uang yang mereka inginkan, dan hal itu tidak dapat dipenuhi. Para pembajak merasa heran dengan kondisi kapal yang sepi sehingga mereka mengajak Captain Phillips untuk memeriksa setiap ruangan di kapal tersebut. Sekarang tugas Captain Phillips dan para krunya untuk mencari jalan selamat dengan berbagai cara.

KAPTEN KAPAL VS BAJAK LAUT

Kapten Kapal diperankan oleh Captain Richard Phillips atau dikenal dengan Captain Phillips. Ia diberi tugas untuk memimpin pelayaran kapal kargo Maersk Alabama dari Oman ke Mombasa, Kenya. Karakter yang dimiliki oleh Captain Phillips ini adalah tegas, teliti, pintar bernegosiasi, dan bersikap tenang. Sebagai kapten, Captain Phillips berusaha untuk dapat menyelamatkan kapal beserta awal kapal di bawah kepemimpinannya. Walau dia tahu wilayah yang akan dilalui oleh kappa tersebut tidak aman, namun dia sudah mempersiapkan para bawahannya untuk menghadapi kemungkinan terburuk.

Bajak Laut yang dihadapi oleh Captain Phillips, salah satunya bernama Muse. Ia adalah senior bajak laut dari Somalia. Karakter yang diperankan oleh Muse adalah cerdik dan tidak mudah menyerah. Dia memiliki pengalaman dalam membajak kapal yang melewati wilayah laut Afrika, sehingga mengetahui hal apa yang dilakukan agar lawannya merasa tertekan dan takut sehingga mau melakukan perintahnya.

PERMASALAHAN

Dalam film Captain Phillips, permasalahan yang terjadi adalah adanya pembajakan oleh para perompak dari Somalia di Kapal Alabama milik Amerika Serikat yang dipimpin oleh Captain Phillips. Mereka meminta sejumlah uang yang tidak sedikit sehingga mengharuskan Captain Phillips dan para kru melakukan berbagai cara untuk dapat selamat dari para pembajak laut tersebut. 

FOUR TASKS OF MANAGEMENT

Pada Bab 1 dijabarkan terdapat 4 fungsi dasar manajemen, yaitu Planning, Organizing, Leading, dan Controlling. Tahap pertama yaitu Planning (perencanaan), seorang manajer mengidentifikasi dan memilih tujuan dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut  serta mengembangkan strategi untuk mencapai untuk kinerja yang diinginkan.

Tahap kedua yaitu Organizing (Pengorganisasian), seorang manajer membuat struktur hubungan kerja agar para karyawan/pegawai bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan organisasi.

Tahap ketiga yaitu Leading (Memimpin), seorang manajer mengartikulasi secara jelas visi dan memberi semangat sehingga anggota organisasi memahami apa yang harus mereka lakukan untuk mencapai tujuan organisasi.

Terakhir, tahap keempat yaitu Controlling (Pengendalian), seorang manajer melakukan evaluasi seberapa baik organisasi yang dikelolanya mencapai tujuan yang diinginkan dan mengambil tindakan untuk memelihara atau meningkatkan kinerja organisasi.

Dalam film Captain Phillips ini, kekuatan yang dimiliki oleh seorang kapten sebagai pimpinan tertinggi adalah kecepatan dalam pengambilan keputusan. Jam terbang yang dimiliki oleh sang kapten membuat para awak kapal lebih merasa aman saat dipimpinnya. Hal ini dapat dilihat pada saat Captain Phillips menghadapi para bajak laut yang mungkin belum pernah dihadapi sebelumnya, namun masih bersikap tenang walau ada rasa takut saat menghadapi mereka.

Four Tasks of Management

Captain Phillips

Pembajak Laut

Planning

Captain Phillips memiliki perencanaan yang baik sebelum melakukan perjalanan. Ia adalah orang yang teliti dan detail dalam menyiapkan segala sesuatunya seperti dokumen perjalanan dan paspor, dan juga mengecek email yang berisi itinerary schedule yang ditugaskan padanya. Saat sampai di pelabuhan, ia juga mengecek setiap sudut kapal sambil berjalan menuju kamar di kapal. Kemudian, Captain Phillips juga melakukan koordinasi dengan para awak kapal terutama Wakil Kapten bernama Shane yang membantunya selama berlayar mengenai jalur yang akan ditempuh.

Pembajak laut belum memiliki perencanaan yang baik dalam melakukan aksinya. Mereka hanya bekerja secara acak, kapal mana yang akan menjadi sasaran pembajakan untuk bisa menghasilkan uang. Pada kapal induk mereka juga memiliki radar untuk mengetahui kapal mana saja yang sedang berlayar dan pantas untuk dijadikan sasaran pembajakan.

Organizing

Captain Phillips mengelola pekerjaannya sesuai prosedur pelayaran. Ia juga melakukan pengecekan email secara berkala untuk mendapatkan info terkini dari otoritas kemaritiman. Ia juga memberitahukan informasi yang diperoleh kepada seluruh awak kapal sehingga info terkini dapat diperoleh. Selain itu, ia juga mengkomunikasikan kepada pihak otoritas kemaritiman, UKMTO, mengenai adanya bajak laut yang mengintai kapal dan meminta bantuan penyelamatan.

Pembajak laut tidak memiliki prosedur khusus yang harus dijalankan. Pada saat memilih awak kapal, Muse hanya memilih secara acak dan berdasarkan rekan dekat. Ditengah laut, ada kapal induk yang berisi perlengkapan dan peralatan yang diperlukan untuk melancarkan aksi pembajakan kapal. Di dalam kapal induk terdapat sebuah layar monitor yang dapat melihat kapal yang sedang berlayar dan bisa menjadi sasaran untuk pembajakan.

Muse sebelum berangkat, ia memastikan anak buahnya untuk mengecek kondisi perahu yang akan dipakai, mengecek kelengkapan persenjataan, dan perlengkapan lain yang diperlukan.

Leading

Captain Phillips memiliki cara memimpin yang tegas, tenang, pintar bernegosiasi, dan cepat mengambil keputusan. Terlihat dari tindakan-tindakan yang dilakukan pada saat mengetahui bahwa jalur yang dilalui akan melewati wilayah bajak laut, maka pengambilan keputusan untuk pengetatan pengamanan segera dilakukan.

Pembajak laut, Muse, memiliki cara memimpin yang tegas, sedikit cuek, dan pantang menyerah. 

Controlling

Captain Phillips melakukan pengecekan di tiap sudut kapal sebelum berlayar untuk memastikan bahwa kapal tersebut aman untuk dioperasikan. Selain itu, Captain juga berkoordinasi kepada tiap awak kapal mengenai tindakan-tindakan yang akan dilakukan dan memastikan bahwa keputusan masih dalam taraf aman, seperti menaikkan kecepatan kapal agar bisa menghindari perahu pembajak. Selain itu, setiap pagi selalu melakukan briefing untuk memastikan bahwa setiap kru masih dalam kondisi sehat atau apakah ada keluhan-keluhan yang dimiliki oleh para bawahan (kru kapal)

Dalam masalah pengendalian, pembajak laut, Muse, kurang melakukan pengarahan kepada awak kapal (anak buah) dan tidak ada koordinasi sebelum melaksanakan tugas. 

Roles of Manager by Mintzberg

Menurut Mintzberg, peran manajerial dibagi menjadi tiga tipe yaitu Decisional, Interpersonal, dan Informational.

Dua karakter tersebut memiliki peran manajerial tersendiri, antara lain:

1. Tipe Decisional

Captain Phillips sebagai pimpinan tertinggi di dalam kapal tersebut menjalankan dua peran dalam tipe decisional, yaitu Disturbance Handler  dan Negotiator. Hal ini dapat dilihat pada saat pertama kali mengetahui jalur yang dilewati, salah satunya Somalia Basin, sebagai Disturbance Handler yaitu memberikan tanggapan yang cepat terhadap permasalahan yang tidak dapat diprediksi. Saat mengetahui dari Co-Captain, Shane, akan melewati Basin Somalia dengan tanggap Captain Phillips menyuruh awak kapal untuk memperketat keamanan karena akan melewati Tanduk Afrika yang rawan bajak laut. Selain itu, sebagai Negotiator, Captain Phillips melakukan negosiasi dengan para bajak laut untuk tidak melakukan yang membahayakan kepada awak kapalnya dan akan melakukan apa yang mereka ingin ketahui di dalam kapal tersebut.

Sedangkan untuk Bajak Laut, Muse,  sebagai pimpinan pembajakan ia memiliki peran dalam tipe decisional, yaitu negotiator. Saat pertama kali ia dan timnya berhasil memasuki kapal dan menuju ke anjungan utama, ia langsung melakukan negosiasi kepada Kapten Kapal dan beberap awal kapal yang tersisa untuk tetap tenang menghadapi situasi dan menjanjikan hal baik jika mereka (para awak kapal) tidak melakukan perlawan dan melakukan perintah mereka.

Captain Phillips dengan Specific Role yaitu Disturbance Handler.

Captain Phillips dengan Specific Role sebagai Negotiator

Muse dengan Specific Role sebagai Negotiator

2. Tipe Interpersonal

Captain Phillips dalam tipe interpersonal, memiliki peran sebagai Leader. Ia memimpin para anggotanya dengan sangat baik dengan cara memberikan arahan kepada awak kapal untuk bersembunyi hingga bantuan tiba. Ia membuat para anggotanya mematuhi perintahnya agar semua anggota selamat dari sandera para perompak.

Captain Phillips dengan peran sebagai Leader

Muse, sebagai pemimpin di perahu bajaknya dalam tipe interpersonal, memiliki peran sebagai Leader.  Ia mengetahui anggota yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan tujuannya yaitu memperoleh uang dari membajak kapal.

Sikap Muse dengan peran sebagai Leader

3. Tipe Informational

Captain Phillips dalam tipe peran Informational memiliki peran spesifik yaitu monitor. Sebagai monitor, Captain melakukan briefing atau evaluasi tentang apa yang telah dilakukan oleh para anggotanya sehingga para anggotanya dapat mengetahui hal-hal apa saja yang perlu dilakukan. 

Captain Phillips dengan peran sebagai Monitor

Communication and Management

Dalam Bab 16 buku “Contemporary Management”, pengertian komunikasi adalah berbagi informasi antara dua atau lebih individu atau kelompok untuk mencapai pengertian yang sama. Beberapa pentingnya komunikasi yang baik bagi manajer, antara lain:

  1. Meningkatkan efisiensi, sehingga manajer dapat memperoleh informasi terkini mengenai teknologi baru.
  2. Meningkatkan kualitas dalam komunikasi yang efektif. Manajer harus dapat berkomunikasi dengan seluruh anggota untuk dapat menghasilkan kinerja yang baik.
  3. Membantu dalam meningkatkan respon terhadap pelanggan, terutama manajer di bagian penjualan yang berhubungan langsung dengan pelanggan. Diharapkan dengan komunikasi yang baik dapat memberikan respon yang diinginkan pelanggan.

Proses Komunikasi 

Dalam proses komunikasi terdiri dari dua fase yaitu Fase Transmisi dan Fase Timbal Balik (feedback). Dimulai dengan fase transmisi, Sender, yaitu perorangan atau kelompok yang ingin berbagi informasi dengan orang atau kelompok lainnya, tertuang dalam Message, yaitu informasi yang dikomunikasikan. Kemudian sender menerjemahkan pesan ke dalam simbol atau bahasa, prosesnya disebut Encoding; sering kali pesan ditulis dalam kata-kata. Noise adalah istilah umum yang mengacu pada apapun yang dapat menghalangi setiap tahap dalam proses komunikasi. Sebuah pesan dikirimkan melalui sebuah perantara menuju receiver, orang atau kelompok yang menerima pesan yang dimaksudkan. Medium adalah jalur sederhana, seperti telepon, surat, memo, atau komunikasi tatap muka dalam pertemuan, melalui pesan yang ditulis untuk dikirim kepada receiver. Pada tahap selanjutnya, penerima pesan menginterpretasikan dan mencoba memahami pesan yang diberikan, yang disebut decodingIni merupakan titik penting dalam proses komunikasi.

Komunikasi Verbal adalah mengartikan pesan melalui kata-kata, tulisan atau berbicara. Komunikasi Nonverbal adalah membagikan informasi dengan ekspresi wajah (tersenyum, mengangkat alis, bersedih), bahasa tubuh (postur, gerak tubuh (gesture), mengangguk, dan mengangkat bahu), maupun gaya berpakaian (casual, formal, konservatif, trendy).

Communication Networks

Communication Networks adalah jalur dimana informasi dialirkan dalam kelompok atau tim dan diluar organisasi. Terdapat 4 jenis jaringan komunikasi yang dibangun dalam sebuah kelompok atau tim, yaitu:

1. Wheel Network

Dalam wheel network ini, informasi mengalir ke dan dari 1 anggota pusat sebuah kelompok. Kelompok lainnya tidak membutuhkan komunikasi dari satu atau lainnya, karena semua komunikasi dilakukan ke dan dari anggota pusat.

2. Chain Network

Dalam chain network, anggota berkomunikasi dengan anggota lainnya dengan urutan yang telah ditentukan sebelumnya. Chain network ini ditemukan pada tugas yang mengharuskan adanya urutan.

3. Circle Network

Dalam Circle Network, anggota kelompok berkomunikasi dengan anggota lainnya yang memiliki kesamaan dalam pengalaman, keyakinan, wilayah keahlian, latar belakang, lokasi kantor, atau dimanapun mereka duduk dan kelompok pun bertemu.

4. All-Channel Network.

All-Channel Network ini ditemukan pada seluruh kelompok. Dikarakteristikkan dengan komunikasi tingkat tinggi.

Di dalam film ini, terdapat dua jenis jaringan komunikasi yang terjadi yaitu:

1. Circle Network

Setiap komunikasi yang dilakukan oleh pihak di Kapal Alabama hanya dapat diketahui dan dipahami oleh para awak kapal saja, yaitu Captain dan Para Kru, begitu juga sebaliknya. Selain itu, Awak Kapal Alabama juga dapat berkomunikasi dengan para pembajak karena mereka berada di wilayah perairan yang sama.Untuk pihak bajak laut, mereka berkomunikasi dengan para anggotanya dan hanya dapat dipahami oleh pemimpin dan anggotanya karena memiliki kesamaan tujuan.

2. All-Channel Network

Managing Conflicts, Politics, and Negotiation

Konflik Organisasi adalah perselisihan yang terjadi ketika tujuan, ketertarikan atau nilai dari individu atau kelompok bertentangan dan menghalangi individu atau kelompok lainnya untuk mencapai tujuan mereka. Manajer memiliki tugas penting dalam mengembangkan keahlian untuk menangani konflik secara efektif. Tingkat konflik di dalam suatu organisasi mempengaruhi kinerja organisasi.

Tipe Konflik

Terdapat beberapa tipe konflik di dalam organisasi, yaitu:

1. Konflik Antar Perorangan (Interpersonal Conflict)

Konflik antar perorangan adalah konflik antara orang perorangan dalam suatu organisasi, dikarenakan adanya perbedaan tujuan. Biasanya adanya perbedaan pendapat antar manajer. 

2. Konflik Dalam Grup (Intragroup Conflict)

Konflik dalam grup adalah konflik yang terjadi di dalam sebuah grup, tim, atau departemen. Konflik timbul dikarenakan adanya perbedaan pendapat antar anggota di dalam suatu grup.

3. Konflik Antar Grup (Intragroup Conflict)

Konflik antar grup terjadi antara grup, tim atau departemen. Sebagai contoh, Departemen R&D berkonflik dengan Departemen Produksi. 

4. Konflik Antar Organisasi (Interorganization Conflict)

Konflik antar organisasi terjadi antar organisasi. Konflik antar organisasi kadang terjadi ketika manajer di suatu organisasi berperilaku tidak etis terhadap manajer di organisasi lainnya.

Konflik yang terjadi di Captain Phillips

Captain Phillips dan Kru Kapal

Bajak Laut

Konflik yang dihadapi oleh Captain Phillips dan Kru Kapal adalah Konflik dalam Grup

Konflik yang dihadapi oleh Bajak Laut adalah Konflik dalam Grup dan Konflik Antar Perorangan.

Konflik yang terjadi di dalam Kapal Maersk ketika adanya ketakutan dari para kru kapal jika para pembajak akan tetap melakukan aksi pembajakan. Hal ini diungkapkan oleh seorang kru senior yang menyatakan bahwa para pembajak akan kembali dan terjadi adu argumen serta ada pernyataan dari Captain kepada para kru jika mereka tidak berkenan untuk ikut dalam kapal ini maka akan dilakukan penandatanganan surat perjanjian untuk pulang lebih awal.

Untuk konflik yang dihadapi oleh para bajak laut terdiri dari konflik dalam grup dan konflik antar perorangan. Untuk konflik dalam grup terjadi pada saat di dalam sekoci antar para pembajak di saat ingin melakukan pembunuhan terhadap Captain Phillips. Selain itu, untuk konflik antar perorangan terjadi antara Muse dan Najee yang bersitegang mengenai keinginan bertemu dengan Tetua yang dilakukan oleh para negosiator yang menurut Najee itu merupakan tipuan dari pihak Amerika untuk menjebak para pembajak.

Konflik Dalam Grup di Kapal Alabama

Konflik Dalam Grup Bajak Laut

Konflik Antar Perorangan dalam grup Bajak Laut (Muse dan Najee)

Conflict Management Strategies

Terdapat beberapa strategi manajemen untuk menangani konflik, antara lain:

  1. Kompromi (Compromise) adalah cara menangani konflik dimana tiap pihak tidak memerhatikan tujuannya sendiri-sendiri saja namun juga pihak lainnya dan bersedia untuk adanya saling take-and-give.
  2. Kolaborasi (Collaboration) adalah cara menangani konflik yang mana kedua pihak puas dengan tujuan yang akan datang dengan pendekatan.
  3. Akomodasi (Accomodation) adalah sebuah pendekatan menangani konflik yang tidak efektif yang mana satu pihak, pihak yang lemah, memberikan permintaan kepada pihak lainnya, pihak yang lebih kuat.
  4. Penghindaran (Avoidance) adalah pendekatan menangani konflik yang tidak efektif yang mana semua pihak mencoba mengacuhkan permasalahan dan tidak melakukan sesuatu untuk menyelesaikan perbedaan.
  5. Kompetisi (Competition) adalah pendekatan menangani konflik yang tidak efektif dimana tiap pihak mencoba untuk memaksimalkan keuntungan yang dimiliki dan kurang memahami posisi pihak lainnya dan mendatangkan solusi yang mengizinkan kedua pihak mencapai tujuannya.
  6. Negosiasi (Negotiation) adalah sebuah metode penyelesaian konflik yang mana para pihak mempertimbangkan beberapa cara alternatif untuk mengalokasikan sumber daya yang dimiliki dengan solusi yang dapat diterima oleh semua pihak.

Dalam film ini, strategi konflik yang dilakukan adalah negosiasi. Pada saat masih di Kapal Alabama, sudah terjadi kesepakatan para pembajak boleh membawa uang yang US$ 30.000 dan pulang ke Somalia dengan sekoci kecil. Namun, para pembajak melakukan aksi lainnya dengan menyandera Captain Phillips di dalam Kapal Sekoci milik Kapal Alabama yang membawa mereka kembali ke Somalia. Akhirnya, pihak USS Bainbridge turun tangan untuk menangani hal tersebut dan juga dibantu oleh SEAL sebagai negosiator kepada pihak bajak laut. Namun, negosiasi tidak berjalan mulus dan para pembajak ditembak mati oleh para sniper di dalam Kapal Sekoci. Akhirnya, Captain Phillips berhasil diselamatkan dengan cara yang tak terduga berkat kerjasama USS Bainbridge dan SEAL (The United States Navy Sea, Air, and Land), walau Captain Phillips mengalami cedera di beberapa bagian tubuhnya dan sedikit shock akibat penyanderaan ini.

Cara Negosiasi yang dilakukan oleh USS Bainbridge dan SEAL 

Captain Phillips Selamat dari tangan Perompak Somalia

Dari pembahasan yang telah dikemukakan, maka saran yang dapat diberikan kepada kedua karakter tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Sebaiknya pada saat mengetahui rute yang akan dilewati berbahaya, sebaiknya sebagai Captain yang memimpin armada kapal beserta kru harus segera membuat keputusan alternatif jalur yang dapat dilewati oleh kapal untuk menghindari adanya pembajakan.
  2. Sebaiknya di kapal tersebut disediakan CCTV yang terhubung dengan satelit, sehingga saat terjadi keadaan bahaya bantuan bisa segera datang tanpa harus adanya korban penyanderaan dan baru dilakukan aksi militer.
  3. Sebaiknya para pembajak laut sebelum melakukan kegiatan diadakan briefing terlebih dahulu untuk menetapkan beberapa pilihan strategi untuk kondisi-kondisi yang akan terjadi.

Sumber:

Jones, G. R., & Jennifer M. George. 2018. Contemporary Management Tenth Edition. Boston: McGraw-Hill.

https://tirto.id/sinopsis-captain-phillips-aksi-tom-hanks-melawan-bajak-laut-emGU diakses tanggal 21 April 2020 Jam 20.30

https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSLxo1_taF4FgOXkxBm7-6PyMO6ST2-AiHZTqTpEjs1D7Ov9RJd diakses tanggal 23 April 2020 jam 13.12 (Google Search Engine)

Disusun oleh:

Sarah Ditta

Pra MBA Reguler 76 MM UGM Yogyakarta

Trailer Captain Phillips


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
DittaSarah

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format