Itaewon Class – Jatuh Bangun Kedai DanBam Merintis Usaha Melawan Perusahaan Besar Jangga Group

Pernahkan Anda mengira kesulitan-kesulitan dalam usaha kecil Anda adalah peran dari pesaing Anda yang sudah mapan? Film ini akan sedikit membuka hal-hal tersebut!


4
4 points

Itaewon Class yang dirilis perdana tanggal 31 Januari 2020 dan terdiri dari 16 series menjadi film drama Korea yang memperoleh rating tertinggi kedua dalam sejarah stasiun televisi JTBC. Itaewon Class merupakan adaptasi dari Webtoon populer dengan judul yang sama, yang ditulis oleh Jo Kwang Jin dan film ini dibuat bekerja sama dengan sutradara Kim Sung Yoon. Drama Korea ini dibintangi oleh Park Seo Joon sebagai Park Sae Royi dan Kim Da Mi sebagai Jo Yi Seo. Film Itaewon Class merupakan film bergenre Drama.

Sinopsis

Cerita Itaewon Class dimulai dari Park Sae Royi pindah SMA dan bertemu dengan Jang Geun Won, yang mem-bully teman sekelasnya. Park Sae Royi mencoba menghentikan tindakan pembullyan tersebut hingga pada akhirnya memukul Jang Geun Won. Tak disangka, ayah Jang Geun Won merupakan Presiden Direktur dari Jangga Group dan perusahaan tersebut merupakan tempat ayah Park Sae Royi bekerja. Jang Dae Hee presdir Jangga Group yang merupakan penyandang dana sekolah tersebut, memberikan kesempatan kepada Park Sae Royi untuk berlutut meminta maaf kepada anaknya agar tidak dikeluarkan dari sekolah. Akan tetapi, Park Sae Royi tidak akan meminta maaf karena dia merasa tidak melakukan kesalahan, memilih bertahan dengan prinsipnya. Hal ini berakibat pada dikeluarkan Park Sae Royi dari sekolah dan menyebabkan ayahnya resign dari Jangga Group.

Suatu ketika, ayah Park Sae Royi tidak disangka menjadi korban tabrak lari oleh Jang Geun Won. Park Sae Royi yang mengetahui hal tersebut menghajar Jan Geun Won, hingga berakibat dia dipenjara selama 3 tahun. Semenjak saat itu, Park Sae Royi berjanji akan membalas dendam sampai Jangga Group jatuh dan PresDir Jang Dae Hee berlutut di hadapannya.

Setelah keluar penjara, Park Sae Royi bekerja serabutan, kuli bangunan hingga menjadi nelayan. 7 tahun kemudian dia membuka kedai DanBam di Itaewon. Pada awalnya kedai tersebut tidak terlalu mulus dalam berbisnis, sampai suatu ketika Jo Yi Seo seorang sosiopat yang jenius melamar menjadi manajer DanBam.

Jatuh bangun perjalanan kedai DanBam dan usaha Jangga Group untuk menggagalkan langkah yang diambil DanBam semakin membuat penonton merasa penasaran. Persaingan bisnis di film ini merupakan adu strategi antara bisnis anak muda yang masih mencari kestabilan bisnis melawan Jangga Group yang merupakan nomor 1 dalam industri makanan di Korea Selatan. Film ini pun dibumbui drama percintaan segitiga antara Park Sae Royi, Jo Yi Seo dan Oh Soo-ah. Pada perjalanan bisnisnya, DanBam menggunakan teknik marketing melalui social media, membuka franchise dan mencari investor untuk melakukan ekspansi usahanya. Setelah beberapa saat, Park Sae Royi mendirikan perusahaan bernama IC (Itaewon Class) untuk bersaing dengan perusahaan Jangga Group. Selain itu, terdapat juga kejadian di mana Park Sae Royi menggunakan dana kematian ayahnya untuk membeli saham Jangga Group ketika melemah. Pada akhirnya, DanBam dapat mengakuisisi Jangga Group, dan membuat Jang Dae Hee berlutut dan meminta maaf di hadapan Park Sae Royi.

Problems Identification

Sebagai narapidana yang hanya lulusan SMP, Park Sae Royi hanya memiliki tekad dan intuisi untuk membalas dendam kepada Jang Dae Hee. Kurangnya pengalaman membuat dia banyak melakukan kesalahan di awal mula mendirikan kedai DanBam

. Selain itu, Park Sae Royi lebih mementingkan teman yang diangkat sebagai pegawainya, meskipun kinerjanya tidak terlalu baik (walaupun pada akhirnya, teman-temannya mampu membalas kepercayaan yang diberikan).

Sedangkan Jang Dae Hee banyak melakukan korupsi dan suap untuk melanggengkan posisi nomor 1 di indusri makanan. Jangga Group yang didirikan oleh Jang Dae Hee melakukan hal apapun agar kompetitornya bisa jatuh. Hal yang paling mencolok adalah Jang Dae Hee beranggapan bahwa bisnis adalah hanya tentang profit.

Chapter 1 Managers and Managing

Sub Chapter - Essential Managerial Tasks

Pada Chapter 1 Buku Contemporary Management edisi ke 9 oleh Gareth R. Jones dan Jennfier M. George menjelaskan bahwa fungsi dari manajemen adalah membantu suatu organisasi menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan. Cara manajer untuk mencapai tujuan adalah dengan melakukan four essential managerial tasks, yaitu; planning, organizing, leading  dan controlling yang ditunjukkan dengan bagan di atas. Bagaimana manajer melakukan tugas ini dengan baik, sangat mempengaruhi efektifitas dan efisiensi organisasi mereka.

Pada film Itaewon Class, sebagai berikut:

Essential Managerial Tasks

DanBam (Park Sae Royi)

Jangga Group (Jang Dae Hee)

Planning

Park Sae Royi tidak memiliki rencana yang jelas. Dia hanya punya keyakinan untuk mencapai tujuan, tanpa adanya rencana bagaimana untuk mencapainya. Terbukti, di awal DanBam berdiri dia tidak dapat membuat perencanaan yang matang sehingga terus merugi sebelum masuknya Jo Yi Seo sebagai manajer.

Jang Dae Hee memiliki perusahaan yang sudah menjadi nomor 1 di industri makanan di Korea Selatan memiliki rencana yang handal di setiap tindakan yang akan diambilnya. Bahkan untuk menjegal pertumbuhan DanBam, Jang Dae Hee sudah memiliki beberapa rencana ke depan. Terbukti saat DanBam akan melakukan ekspansi dengan membuka jalan dengan adanya investor, akan tetapi investor tersebut hanya tipu muslihat yang dimainkan oleh Jangga Group.

Organizing

Park Sae Royi merupakan sosok keras kepala yang mengatur kedai DanBam hanya dengan perasaan dan prinsip hidupnya. Dia hanya bermodalkan percaya kepada teman-teman yang menjadi pegawainya. “Bisnis adalah tentang manusia”

Jang Dae Hee mampu mengatur perusahaannya sehingga membuat Jangga Group menjadi nomor 1. Dia memiliki staff handal yang dibagi ke divisi-divis dan membantunya untuk mendapatkan posisi nomor 1 tersebut. “Bisnis adalah tentang profit”

Leading

Park Sae Royi memimpin DanBam dengan karisma dan kebaikan hatinya, sehingga membuat pegawainya terus bekerja keras membuktikan kepada Park Sae Royi bahwa mereka layak. 

Jang Dae Hee yang merupakan Presiden Direktur Jangga Group mengedepankan talenta terbaik untuk mengisi jabatan di perusahaannya. Terbukti Jang Dae Hee tidak segan untuk bertindak keras kepada anak kandungnya saat rapat karena solusi yang ditawarkan anaknya sangat buruk. Bahkan memindah tanggung jawab anaknya sebagai manajer restoran Jangga cabang Itaewon dengan manajer lain.

Controlling

Park Sae Royi tidak memiliki kemampuan controlling, dia hanya mempercayakan segalanya kepada manajernya Jo Yi Seo.

Dalam hal controlling, Jang Dae Hee membuat rapat jajaran direksi untuk masa depan Jangga Group. Hal ini terbukti ketika Restoran Jangga cabang Itaewon mengalami penurunan, dia langsung mengganti manajer tersebut dengan yang lebih kompeten.

Sub Chapter - Managerial Roles

Mintzberg mengidentifikasi peran dari manajer dengan membagi menjadi 3 bagian, yaitu Decisional (Entrepreneur, Disturbance Handler, Resource Allocator dan Negotiator)Interpersonal (Figurehead, Leader, dan Liaison), dan Informational (Monitor, Disseminator, dan Spokesperson).

Park Sae Royi dan Jang Dae Hee memiliki peran yang hampir mirip yang bisa disarikan sebagai berikut:

Managerial Roles Identified

DanBam (Park Sae Royi)

Jangga Group (Jang Dae Hee)

Decisional

Park Sae Royi sebenarnya bukan seorang entrepreneur, disturbance handler, resource allocator dan negotiator yang baik. Dia seorang keras kepala yang berpegang teguh pada pendiriannya. DanBam mampu menuju kesuksesan karena bantuan manajer Jo Yi Seo. Akan tetapi, Park Sae Royi seringkali menjadi penengah jika terdapat konflik antar individu pada DanBam

Sebagai PresDir Jangga Group, Jang Dae Hee merupakan paket lengkap dalam Decisional Role, dia seorang Entrepreneur yang mengubah kedai kecil Jangga menjadi sebuah perusahaan nomor 1, Disturbance Handler cepat mengatasi mengatasi permasalahan terutama terkait kompetitornya, Resource Allocator mampu memilih manajer dan direktur yang kompeten di bidangnya dan juga Negotiator handal dalam membuat kerjasama dengan perusahaan lain untuk kepentingannya.

Interpersonal

Park Sae Royi merupakan leader pada DanBam, dia mencontohkan untuk bekerja keras dan selalu percaya kepada pegawainya.

Jang Dae Hee merupakan seorang figurehead pada Jangga Group. Dia adalah simbol dari kesuksesan Jangga Group karena dia adalah pendirinya.

Informational

Park Sae Royi dapat melakukan komunikasi dengan baik, terbukti ketika dia menenangkan para franchisee yang sedang kelabakan karena investor utama mundur dari DanBam

Jang Dae Hee dapat menjalankan roles spokesperson dengan baik, karena dia memiliki kendali penuh atas Jangga Group.

Chapter 8 The Manager as a Planner and Strategist

Sub Chapter - SWOT Analysis

Pada chapter 8, SWOT Analysis merupakan salah satu cara manajer untuk mengidentifikasi kondisi internal organisasi yang terdiri dari Strengths (S), Weakness (W), external environmental opportunities (O) dan threats (T). 

Strengths

Park Sae Royi (DanBam) memiliki kekuatan pada karismanya. Kejujuran yang dia miliki mendapat banyak sekali rekan yang nantinya akan membantu kesuksesannya. DanBam juga memiliki manajer handal yaitu Jo Yi Seo yang berperan besar dalam proses bisnis DanBam. Salah satu peran besar Jo Yi Seo adalah membuat DanBam terkenal melalui social media.

Sedangkan Jang Dae Hee adalah Presiden Direktur Jangga Group yang merupakan nomor 1 di industri makanan di negaranya. Dia sudah memiliki perusahaan yang terkenal dan juga reputasi.

Weakness

Kelemahan Park Sae Royi dengan DanBam nya adalah pada minimnya pengalaman. Dia belum memiliki pondasi yang kuat dalam memulai usahanya. Yang terbersit dalam pikirannya hanyalah pembalasan dendam kepada Jang Dae Hee atas kematian ayahnya.

Jangga Group yang dipimpin Jang Dae Hee tidak memiliki pewaris yang kompeten. Anak sulungnya hanyalah seorang anak yang manja dan tidak pintar dalam dunia bisnis.

Opportunity

Peluang DanBam sebetulnya cukup banyak. Park Sae Royi mampu membangun banyak networking dengan orang yang tidak menyukai Jang Dae Hee. DanBam membuka peluang untuk mengekspansi pasar yang lebih luas melalui franchise dan juga membuka peluang investasi di perusahaan IC yang didirikannya.

Ditopang dengan keuangan dan SDM yang memadai, Jangga Group memiliki banyak peluang untuk mendiversifikasi usahanya. Jangga berencana menghidupkan suatu daerah agar dapat ramai dikunjungi turis lokal maupun internasional dan menamakan jalan tersebut dengan nama Jangga.

Threat

Satu-satunya ancaman untuk Park Sae Royi dengan DanBamnya adalah serangan yang dilakukan oleh Jangga Group. Bahkan supply chain untuk pemasok bahan baku hampir dibajak oleh Jangga Group. Selain itu, investor yang berencana untuk menanamkan modal sebesar 5 miliar tetapi dibatalkan pada detik-detik akhir, adalah sebuah skenario yang dibuat oleh Jang Dae Hee. Bahkan, tempat yang disewa oleh kedai DanBam pun dibeli oleh Jangga Group agar DanBam segera pindah ke tempat yang lebih sepi.

Jangga Group banyak melakukan pelanggaran kode etik bisnis, salah satunya dengan melakukan suap dan korupsi pada pihak pemerintah. Semua hal dilakukan oleh Jang Dae Hee agar Jangga Group menjadi nomor 1 dalam dunia bisnis. Tentu saja, hal tersebut akan berakibat fatal ketika ada yang membocorkan rahasia-rahasia Jangga Group terkait kasus suap dan korupsi kepada pihak kepolisian.

Sub Chapter - Formulating Business Level Strategies

Pada chapter ini, Michael Porter mengembangkan teori bahwa manajer dapat memilih business level strategy untuk mendapatkan keuntungan yang kompetitif pada industri yang dipilihnya. Terdapat 3 strategi yang dijelaskan oleh Michael Porter, yaitu Low-Cost Strategy, Differentiation Strategy, dan Stuck in the Middle (kombinasi antara Low-Cost dan Differentiation Strategy).

Pada kasus DanBam, kita dapat melihat bahwa DanBam menerapkan Differentiation Strategy dengan keahlian manajer Jo Yi Seo dalam hal social media marketing, DanBam dapat melejit dari yang terbiasa rugi tanpa adanya pelanggan menjadi DanBam yang ramai pengunjung setiap harinya.

Jangga Group juga menerapkan Differentiation Strategy yaitu pada design layout restoran, rasa makanan, dan pelayanan. Jo Yi Seo yang dulunya sebagai Selebgram dan Food Blogger pun mengakui bahwa restoran Jangga memiliki kualitas premium dibanding kompetitornya.

Sub Chapter - Formulating Corporate Level Strategies

Ketika manajer telah memformulasikan business level strategies yang dipilih untuk menjadi terbaik pada industrinya, mereka harus memformulasikan bagaimana cara berkembang untuk ke depannya. Salah satunya adalah dengan Formulating Corporate Level Strategies.

Baik Park Sae Royi (DanBam) dengan Jang Dae Hee (Jangga Group) memilih Concentration on a Single Industry. DanBam ingin menjadi nomor 1 di dunia industri makanan dan menggeser Jangga Group, sedangkan Jangga Group tentu saja tidak ingin hal tersebut terjadi.

Selain itu DanBam juga ingin melakukan ekspansi secara internasional, yaitu ke negara China. DanBam memilih cara membuka franchise dengan merk DanBam. DanBam melakukan sebuah demo memasak dan memberi tester pada calon franchisee. Hal ini bertujuan agar calon franchisee semakin yakin terhadap kualitas rasa dan sistem yang dimiliki oleh merk DanBam. Sedangkan Jangga Group memiliki rencana untuk mendiversifikasi usahanya dengan cara membangun kawasan mati. Jalan pada daerah tersebut akan diberi nama Jangga Street untuk semakin menambah reputasi dari Jangga Group. Apabila daerah tersebut sudah ramai, otomatis harga tanah di sekitar pun akan naik, dan Jangga dapat memperoleh keuntungan dari hal tersebut.

Chapter 14 Leadership

Sub Chapter - Power: The Key to Leadership

Pada Chapter 14 pada buku yang sama, menjelaskan bahwa komponen kunci leadership yang efektif ditemukan pada "Power of the Leader". Terdapat beberapa jenis kekuatan yang dimaksud, yaitu Legitimate, Reward, Coercive, Expert dan Referent Power (lihat bagan di atas). Gaya leadership yang berbeda tentunya juga akan mendapatkan benefit yang berbeda.

Park Sae Royi

Park Sae Royi merupakan leader bertipe Referent Power. Hal ini dibuktikan dengan karisma yang ditunjukkan Park Sae Royi mampu membuat pegawainya mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Semua pegawai DanBam menyukai dan memberikan respek kepada Park Sae Royi meskipun Park Sae Royi tidak memiliki pengalaman dalam berbisnis.

Jang Dae Hee

Presiden Direktur Jangga Group ini merupakan leader yang memiliki Legitimate Power, Reward Power, Coercive Power dan juga Expert Power. Tak diragukan lagi, sebagai Presiden Direktur, dia memiliki kekuatan legitimasi karena jabatannya di puncak hirarki Jangga Group. Karena jabatannya pula, dia mampu memberikan reward sekaligus punishment kepada bawahannya. Salah satu contohnya adalah ketika Oh Soo-ah dijadikan manajer restoran Jangga di Itaewon karena dia mampu merumuskan solusi. Contoh punishment yang dia lakukan adalah ketika pemindahan Direktur Kang Min-jung ke daerah terpencil karena ketahuan mencoba melengserkan Jang Dae Hee dari kursi Presiden Direktur. Jang Dae Hee juga memiliki Expert Power, hal ini dikarenakan Jang Dae Hee adalah salah satu pendiri dari Jangga Group. Jangga yang bermula dari kedai kecil untuk bertahan hidup menjelma menjadi nomor 1 di industri makanan. Tentu waktu dan tenaga yang diluangkan oleh Jang Dae Hee pada Jangga membuatnya memiliki pengetahuan, skill dan menjadi expertise di bidangnya. 

Sub Chapter - Trait and Behavior Models of Leadership

Trait Models

Di dalam cara memimpin suatu organisasi, terdapat dua model yang digunakan untuk mengidentifikasinya. Yang pertama adalah Trait Model, dan yang kedua adalah Behavior Model. Trait model fokus pada identifikasi karakter personal yang menyebabkan kepemimpinan yang efektif. Sesuai dengan tabel di atas, mari kita membahas mengenai Trait Model yang diperankan oleh Park Sae Royi dan Jang Dae Hee.

Park Sae Royi

Park Sae Royi yang merupakan mantan narapidana dan berbekal ijazah SMP untuk mengawali DanBam, dia hanya bermodal Self Confidence untuk membalas dendam pada Jangga Group. Dia mampu meyakinkan dirinya dan pegawainya untuk tetap bekerja secara maksimal meskipun DanBam mengalami cobaan bertubi-tubi dari Jangga Group agar tetap mencapai tujuan. Berbekal prinsip hidup yang diajarkan oleh ayahnya, dia memiliki Integrity and Honesty yang membantunya untuk mendapatkan network dan kepercayaan dari investor maupun pegawainya.

Jang Dae Hee

 Sebagai seorang Presiden Direktur Jangga Group, tentu Jang Dae Hee hampir memiliki semua Traits di atas. Akan tetapi Traits yang paling mencolok adalah Dominance. Jang Dae Hee mampu membuat bawahannya menuruti kehendaknya. Dia beranggapan bahwa Jangga Group adalah Jang Dae Hee, sehingga apapun yang diinginkan oleh Jang Dae Hee merupakan tujuan dari Jangga Group. Hampir tidak ada pegawai yang mengeluhkan hal tersebut.

Behavior Models

Dalam chapter 14 ini, terdapat 2 jenis leader behaviors, yaitu Consideration dan Initiating Structure.

Park Sae Royi merupakan leader dengan Consideration model. Hal ini terlihat sepanjang film ketika Park Sae Royi selalu mendahulukan pegawainya daripada bisnis yang dijalankannya. Bisnis adalah tentang manusia ujarnya. Bahkan, dia hampir memecat manajer jenius Jo Yi Seo karena manajer tersebut memaksa Park Sae Royi untuk memecat sang koki Ma Hyeon-yi karena kemampuan yang belum bagus. Padahal Jo Yi Seo hanya ingin DanBam mendapatkan profit lebih dan membuat DanBam cepat berkembang.

Berbeda dengan Jang Dae Hee yang merupakan leader dengan Initiating Structure. Jang Dae Hee hanya berfokus pada hasil yang dilakukan bawahannya, bahkan hal tersebut juga diterapkan kepada anaknya. Hal ini semata-mata dilakukan oleh Jang Dae Hee hanya untuk kepentingan Jangga Group.


Recommendation

Setelah pembahasan di atas, terdapat beberapa rekomendasi untuk pengembangan dan perbaikan dari masing-masing karakter/perusahaan agar lebih efektif dan efisien dalam menjalankan usaha dan mengatasi permasalahan yang ada.

  • Selama ini, Park Sae Royi hanya menggantungkan hal-hal tersebut kepada manajer Jo Yi Seo. Apabila Jo Yi Seo pergi, makan DanBam dipastikan akan mengalami penurunan. Oleh karena itu Park Sae Royi seharusnya lebih banyak belajar kepada para expertise di bidang usahanya. Baik itu mengenai rasa makanan, layout restoran, marketing dan juga mengatur keuangan.
  • If you fail to plan, you plan to fail. Park Sae Royi perlu untuk membangun grand design bisnisnya dan melakukan perencanaan yang matang sebelum mengeksekusi hal tersebut. Beruntung selama ini hal tersebut dicover oleh manajer Jo Yi Seo.
  • Jang Dae Hee seharusnya tidak perlu melakukan pelanggaran etika bisnis. Sebagai perusahaan nomor 1 di industri makanan, seharusnya citra tersebut dapat terus dijaga tanpa melakukan hal yang melawan hukum.
  • Jangga Group seharusnya memiliki penerus yang kompeten karena Jang Dae Hee sudah berumur. Jangga dapat mengambil penerus dari selain darah daging Jang Dae Hee jika memang kompetensinya mumpuni.

Disusun oleh:

Muchamad Muchtar Yahya - Pra-MBA 76D

Referensi

Jones, Gareth dan George. 2020. Contemporary Management 9th edition. New York: Mc Graw Hill Education

https://en.wikipedia.org/wiki/Itaewon_Class



Like it? Share with your friends!

4
4 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
mmyahya

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format