Bad Genius : People Can Be Smart in Many Different Ways


0

Sinopsis Film

Sebuah film Thailand yang dirilis tahun 2017 ini berjudul Chalard Games Goeng (ฉลาดเกมส์โกง) atau yang lebih dikenal di dunia internasional dengan judul Bad Genius adalah sebuah film yang didasarkan pada insipirasi dari kisah nyata. Hal ini bisa kita lihat dalam sebuah berita di CNN yang dikabarkan pada pertengahan tahun 2016, "Students snared in high-tech cheating scam in Thailand", bahwa telah terjadi kecurangan dalam ujian masuk di Rangsit University.

Film Bad Genius menceritakan tentang seorang siswi berprestasi yang memanfaatkan kepintarannya untuk hal negatif. Ia memberikan contekan atau jawaban soal dengan imbalan uang cukup besar yang dihitung dari per-mata pelajaran kepada beberapa teman-temannya di sekolah.

Dalam cerita film ini, ada empat pemeran utama yang menjadi pelaku kecurangan yaitu Lynn (Chutimon), Bank (Chanon), Grace (Eisaya Hosuwan) dan Pat (Teeradon Supapunpinyo) dan disutradarai oleh Nattawut Poonpiriya.

Lynn dan Bank adalah murid yang pandai, keduanya adalah murid teladan di sekolahnya tetapi sayang sekali, walaupun terkenal sebagai murid yang pandai keadaan ekonomi mereka kurang mendukung. Lynn adalah anak seorang guru sedangkan Bank adalah anak dari seorang ibu yang berprofesi sebagai seorang buruh cuci yang memiliki usaha kecil laundry.


Cerita film ini mulai menarik ketika Grace mulai berteman dengan Lynn dan menyadari bahwa ia memerlukan bantuan Lynn dalam bidang akademik. Lynn setuju untuk membantu Grace belajar. Akan tetapi, saat ujian berlangsung Grace tidak bisa mengerjakan soal-soal tersebut dan akhirnya dengan terpaksa Lynn memberikan contekan pada Grace. Keberhasilan Lynn memberikan contekan pada Grace akhirnya diketahui oleh Pat, yang akhirnya memberikan ide untuk mencari keuntungan dari kepandaian Lynn dalam bidang akademik.


Pat memberikan ide agar Lynn mau memberikan contekan kepada teman-teman sekelas lainnya. Pada awalnya Lynn menolak tetapi Pat memaksa dengan menjanjikan Lynn akan mendapatkan uang dari hasil memberikan contekan tersebut. Akhirnya Lynn setuju dan Pat mengumpulkan teman-temannya yang ingin mendapatkan contekan tersebut dan membayar sejumlah uang kepada Lynn untuk mendapatkan contekan. 


Lynn mengatur strategi sedemikian rupa agar orang-orang yang telah membayarnya dapat mengisi setiap jawaban soal dengan benar. Semua jawaban tersebut diambil dari hasil pemikirannya yang kemudian diberikan kepada siswa lain melalui kode yang kurang lebih Lynn sebut sebagai ‘kode piano’. Jadi setiap pilihan jawaban, punya kodenya tersendiri. Misalkan jika jawaban no 2 dari soal ujian adalah A. Maka Lynn akan menggerakan jari-jarinya seperti sedang bermain piano melalui kode piano yang sudah disepakati.

Ayahnya Lynn yang merupakan seorang guru tidak mengetahui ‘bisnis’ haram yang dilakukan oleh anaknya ini. Ia hanya mengetahui bahwa Lynn mendapat uang yang banyak dari hasil membuka les piano. Padahal les tersebut hanya kamuflase untuk mengajarkan bagaimana cara mengetahui kode piano.


Usaha curang ini akhirnya terbongkar setelah Bank yang merupakan anak pintar saingan Lynn melaporkan kepada guru pengawas ujian bahwa telah terjadi kecurangan dalam ujian. Lynn dipanggil ke ruang kepala sekolah dan dengan terpaksa kehilangan hak untuk ikut serta dalam ujian beasiswa yang diadakan oleh Kedutaan Besar Singapura dan akhirnya yang mendapatan beasiswa tersebut adalah Bank. 


Ketika ujian STIC (sebuah ujian standar masuk ke Universitas terkemuka) akan dimulai, Pat dan Grace kembali mengajak Lynn untuk kerjasama. Lynn pada awalnya menolak karena hal itu diluar kemampuannya kecuali ada yang mau membantunya dan orang yang cocok untuk membantu usaha curang tersebut adalah Bank. Untuk membuat Bank mau terlibat dalam konsipirasi curang ini perlu dilakukan usaha curang juga yaitu dengan mengirim tukang pukul untuk menganiaya Bank agar tidak bisa ikut ujian beasiswa yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Singapura. Akhirnya akibat tindakan tersebut, mau tidak mau Bank ikut terlibat karena membutuhkan uang karena ia tidak bisa mengikuti ujian beasiswa. 


Lynn, Bank, Pat dan Grace membuat tugas untuk menjalankan misi mereka. Ide strategi yang digunakan Lynn muncul ketika ia melihat adanya zona waktu yang berbeda di berbagai negara. Sehingga Lynn dan Bank harus pergi ke luar negri untuk melaksanakan ujian terlebih dahulu dan mengirimkan jawaban ujian kepada Pat dan Grace yang berada di Thailand.  Pat dan Grace bertugas membuka "pendaftaran" kepada murid lainnya untuk bergabung dalam sebuah kelompok konspirasi rahasia dalam usaha kecurangan dalam ujian STIC. Para "pendaftar" ditarik biaya yang besar untuk membayar Lynn dan Bank agar mendapatkan contekan hasil ujian STIC.

Dalam usahanya ini, Lynn dan Bank terbang ke Australia mendapatkan ujian awal yang diadakan secara global di hari yang sama dan mengirimkan kembali jawaban Grace dan pat untuk didistribusikan kepada klien mereka. Tetapi pada malam penerbangan mereka Pat tergelincir bahwa dia yang memerintahkan preman untuk memukuli Bank dan memaksanya bergabung dengan skema mereka. Marah Bank menyerang Pat lalu pergi. Lynn yang terkejut mendengar hal ini mulai memikirkan kembali tindakannya. Tetapi Bank kembali menghadapi Lynn menyuruhnya menyelesaikan apa yang telah dimulai. Hubungan Bank dan Lynn menjadi dekat ketika mereka terbang ke Sdyney.

Strategi agar rencana ini berjalan sukses adalah ketika Lynn dan Bank mengerjakan ujian STIC, mereka harus mengingat kunci jawaban tersebut dan langsung bergegas ke toilet untuk mengirimkan jawaban ujian tersebut kepada teman-temannya yang tergabung dalam konspirasi curang ini di Thailand menggunakan smartphone yang sudah diletakan di balik kloset duduk toilet. Usaha ini menelan korban karena Bank akhirnya tertangkap menggunakan smartphone ketika akan mengirimkan jawaban ujian tersebut. Dia tidak bisa menutupi perasaan gugupnya. Lynn harus berjuang menghafal kunci jawaban hingga bagian terakhir dan akhirnya berhasil melewatinya. Dia dikejar oleh administrator tes setelah berpura-pura sakit dan meninggalkan pusat tes lebih awal dan Bank menjelaskan kepada staf bahwa dia tidak mengenalnya.


Di negara dan zona waktu yang berbeda, Pat dan Grace bertugas untuk mendistribusikan jawaban tersebut. Caranya dengan menempelkan barcode pada pensil yang merupakan kode jawabannya. Proses ini sempat terlambat karena Bank tertangkap dan ia meminta bayaran lebih untuk usaha yang telah ia korbankan. Di tengah proses, ayah Lynn datang mencari keberadaan Lynn tetapi Pat berhasil meyakinkan ayah Lynn bahwa Lynn sedang pergi dengan berkencan dengan Bank. Jawaban pun akhirnya berhasil didistribusikan menggunakan ojek online dan para ‘pendaftar’ dapat mengerjakan soal ujian STIC. Pulang ke Thailand, Lynn menyadari bahwa skema mereka sukses besar dan membuatnya rekan konspiratornya lulus. Beberapa waktu kemudian dia mengunjungi Bank yang telah menginvestasikan uang yang didapat untuk membantu usaha laundry ibunya. Saat itu Bank mengajak Lynn memulai skema yang berbeda, kali ini dengan klien yang lebih luas yang mengikuti ujian GAT & PAT. Lynn menolak menjelaskan kepadanya bahwa telah membuat pilihannya. Lynn pada akhirnya mengaku kepada ayahnya yang menghiburnya dan membantu menebus dirinya mengajukan pengakuan formal kepada organisasi STIC.


Secara keseluruhan film ini layak ditonton karena mengajak para penontonnya untuk berpikir kritis akan kejujuran dan kecurangan. Film ini berhasil membuat penonton ikut merasakan ketegangan karena musik diatur menegangkan ditambah editing slow motion di beberapa adegan, seperti ketika Lynn & Bank hampir ketahuan pengawas atau tertangkap. 

Identifikasi Karakter Film

Motivation, Performance and Leadership 

Lynn memanfaatkan peluang yang diberikan oleh Grace untuk memberikan contekan kepada siswa lain. Dia mendapatkan motivasi ekstrinsik untuk melakukan perilaku tersebut agar mendapatkan imbalan berupa bayaran dari teman-temannya. 


Motivasi ekstrinsik adalah perilaku yang termotivasi secara ekstrinsik yang berasal dari luar. Saat seseorang termotivasi untuk melakukan perilaku atau terlibat dalam suatu kegiatan untuk mendapatkan hadiah atau menghindari hukuman.


Lynn menerapkan learning theory kepada teman-temannya dengan motivasi dan mengajarkan bagaimana cara mencontek dengan kode nada piano. Sehingga performa dari teman-temannya sangat mempengaruhi hasil ujian yang maksimal sesuai misinya. Lynn sangat cerdas ketika Grace dan Patt menawarkan peluang lain untuk test STIC, ia meminta mereka untuk membuka "pendaftran" agar ia mendapatkan lebih banyak uang. Ia berpikir seperti teori ekpektasi dimana pekerjaan dan hasil harus sesuai dengan pembayaran. STIC sangat beresiko bagi Lynn sehingga ia meminta bayaran lebih banyak. 


Lynn juga seorang leader yang baik, terbukti dia dapat merencanakan, mengorganisir, dan mengontrol rencana dengan mulus. Dia memiliki expert power karena mempunyai skill dan keahlian sehingga membuat Grace dan Patt mengikuti rencananya. Expert power adalah power yang didapatkan berdasarkan ilmu khusus, skill, atau keahlian yang dimiliki oleh seorang leader


Untuk mengindentifikasi karakteristik individu yang mempengaruhi efektifitas leadership dapat menggunakan trait model. Berikut adalah trait model pada karakter Lynn. 


Trait and Personal Characteristics Related to Effective Leadership

Trait 

Description 

Intelligence

Lynn memahami situasi dan mempunyai solusi agar misinya berjalan dengan mulus, mulai dari kode piano hingga pergi ke Sydney untuk menyiasati zona waktu 

Knowledge and expertise 

Lynn mempunyai skill dan kemampuan yang dibutuhkan oleh teman-temannya untuk membantu mereka 

Dominance 

Lynn mampu memengaruhi Grace dan Patt untuk menjalankan misi bahkan dapat mayakinkan Bank untuk ikut bergabung dengan mereka 

Self-Confidence 

Ketika melihat Bank tertangka, Lynn bertahan mengerjakan ujian dan dapat mengatasi kepanikannya

High Energy Tolerance for Stress 

Lynn mengerjakan semua soal STIC sendiri di saat Bank tertangkap dan ia berhasil lolos dari kejaran petugas ujian

Integrity and Honesty 

Di akhir cerita, Lynn memiliki integritas yang tinggi ketika ia mengakui perbuatannya kepada ayahnya dan organisasi STIC 

Maturity 

Lynn tidak serakah ingin memperkaya dirinya sendiri sehinga ia menolak tawaran Bank untuk melakukan misi pada ujian GAT & PAT

Sedangkan Bank, dia memiliki karakter yang bertolak belakang dengan Lynn. Dia melaporkan temannya yang mencontek. Yang dilakukan oleh Bank ini adalah sebuah motivasi intrinsik yaitu sesuatu yang dilakukan kebaikan dan kepentingan kita sendiri, bukan mengharap imbalan atau apresiasi dari orang lain. Bank yang awalnya tidak mau bergabung dengan Lynn untuk ujian STIC, akhirnya ia ikut pergi ke Sydney. Dalam misi ini, Bank juga seorang yang memiliki expert power dan dia dapat mengingat angka/huruf dengan cepat sehingga mudah untuk Bank menghafalkan kunci jawab. Dia tidak dapat mengatasi kepanikannya ketika petugas mencurigainya. Pada akhirnya, karena ketidakpuasan Bank terhadap misi ujian STIC, ia mengajak Lynn untuk mencari klien ujian GAT & PAT tetapi ditolak oleh Lynn. 

Identifikasi Masalah

The Manager as a Planner and Strategist

Sebuah planning dan strategi sangat penting dibuat agar kunci jawaban bisa didistribusikan secara aman. Strategi diperlukan agar tujuan yang ingin dicapai, tindakan apa yang harus diambil serta bagaimana mengelola sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan. Planning yang dibuat merupakan short-term plans yaitu rencana dalam durasi waktu yang pendek. 


Berikut adalah 3 langkah utama dalam proses perencanaan: 


Apabila usaha yang dilakukan oleh Lynn diibaratkan sebagai perusahaan, maka misi dan tujuan dapat didefinisikan sebagai berikut : 

Defining the business 

(Who) Siapa pelanggan Lynn?

Murid-murid yang tidak dapat mengerjakan ujian tetapi wajib lulus dari ujian tersebut 

(What) Apa yang pelanggan butuhkan?

Mendapatkan kunci jawaban ujian tanpa diketahui oleh pengawas / guru 

(How) Bagaimana cara Lynn memenuhi kebutuhan pelanggan?

Memberikan kode rahasia sebagai kunci jawaban sehingga pengawas / guru tidak menyadarinya 

Ketika Lynn menyetujui tawaran Grace dan Patt untuk membantu mereka pada ujian STIC, ia mendapatkan ide untuk menjadikan misi ini sebagai peluang yang lebih besar. Lynn yang memiliki kemampuan strategic leadership dalam menyampaikan visi yang menarik dari apa yang ingin ia capai kepada Grace dan Patt. Menurut mereka, tujuan Lynn memang menantang, namun tetap terukur, realistis dan dapat dicapai. Berikut adalah analisis SWOT dari visi yang dibuat Lynn: 

Dalam sebuah usaha, manajer melakukan startegi reorganisasi agar perusahaan tumbuh dan mepertahankan posisi tujuan perusahaan. Sama halnya dengan Lynn, ia pun melakukan reorganisasi pada misi ujian STIC agar tujuannya dapat tercapai. Cara yang digunakan adalah vertical intergration.

Vertical Integration adalah cara perusahaan untuk mengembangkan operasi perusahaan, baik itu langkah ke belakang dengan cara memasok sendiri bahan baku produk mereka, maupun maju ke depan dengan cara mendistribusikan sendiri produk atau jasa yang mereka jual.


Decision Making, Learning, Creativity and Entrepreneurship 

Pengambilan Keputusan atau Decision Making merupakan suatu hal yang hampir tidak bisa dihindari. Decision Making adalah proses di mana seseorang merespon peluang dan ancaman yang menghadang mereka dengan menganalisis opsi dan membuat keputusan tentang tujuan organisasi tertentu dan tindakan yang diambil. Kegagalan ataupun Keberhasilan suatu Organisasi pada dasarnya sangat tergantung pada Keputusan yang diambil oleh pihak manajemennya. Tanpa pengambilan keputusan, Fungsi-fungsi dasar Manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan dan pengendalian tidak akan dapat dilaksanakan.

Ketika Lynn kembali ke Thailand, ia sadar bahwa misi tersebut tidak berjalan sempurna. Bank harus menanggung risiko tidak pernah bisa lagi mengikuti ujian STIC. Mereka memutuskan melanjutkan hidup yang berbeda. Keputusan atau Decision Making merupakan suatu hal yang hampir tidak bisa dihindari. Kegagalan ataupun Keberhasilan dari suatu tindakan pada dasarnya sangat tergantung pada keputusan yang diambil. Dalam pembuatan keputusan, mereka merespon kesempatan dan tantangan yang ada dengan menganalisis berbagai pilihan dan membuat keputusan mengenai tujuan dan tindakan yang akan dilakukan.

Ketika Bank menawarkan kerja sama kepada Lynn untuk menjual kunci jawaban ujian GAT & PAT, Lynn menolak. Respon tersebut membuat Bank kaget. Dalam kasus ini, sikap Lynn merupakan implementasi dari step of decision making dalam mempertimbangakan tawaran tersebut. 

 Berikut adalah decision making step yang dilakukan oleh Lynn:

Step 1 

Mengenali kebutuhan atas keputusan


Lynn mempertimbangkan sebab-akibat yang ditimbulkan apabila ia menerima tawaran Bank. 


Step 2

Menyusun alternatif-alternatif apa saja yang dapat menanggapi peluang atau ancaman


Lynn menyadari ketika ia menerima tawaran tersebut, ayahnya akan kembali kecewa dengan sikapnya dan membuat ayahnya sedih. Hal ini menjadi sebuah ancaman bagi Lynn. 


Step 3

Menilai sebuah alternatif


4 kriteria yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kelebihan dan kekurangan dari alternative 2 yang ada: 

  • Legalitas : berpotensi melanggar hukum 
  • Ethical : melanggar kepentingan orang lain 
  • Economic feasible : dari aspek keuntungan, Lynn dan Bank akan mendapatkan lebih banyak lagi keuntungan. Tetapi Lynn menyadari bahwa tidak akan pernah puas dengan hasilnya. 
  • Practically : Lynn dan Bank mempunyai kemampuan untuk melakukannya tetapi akan sangat berisiko bagi masa depan mereka. 


Step 4

Pilih di antara Alternatif


Dalam menentukan peringkat alternatif, Lynn harus mempunyai informasi yang akurat untuk menanggung masalah yang dihadapi.


Step 5

Terapkan Alternatif yang Dipilih


Lynn menolah tawaran Bank dan ia memilih untuk mengajukan pengakuan formal kepada organisasi STIC.


Step 6

Belajar dari Umpan Balik


Lynn belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya yang membuatnya sadar bahwa kemampuannya dapat digunakan untuk hal yang positif. 


Pada akhirnya, Bank pun memutuskan menggunakan uang yang dia dapat sebagai modalnya untuk meneruskan usaha laundry ibunya. Ia melihat peluang bisnis yang dapat dikembangkan. Bank kini menjadi seorang entrepreneur, yaitu Seseorang yang memperhatikan peluang dan memutuskan bagaimana memobilisasi sumber daya yang diperlukan untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru dan lebih baik. Bank membeli banyak mesin canggih dan mendirikan kios laundy. Sehingga ibunya tidak perlu mencuci menggunakan tangan seperti dulu. Karakter dari seorag entrepreneur pun mulai tumbuh dalam diri Bank. 

Karakter seorang entrepreneur adalah mereka sangat terbuka untuk mencoba pengalaman baru, yang berarti mereka cenderung memiliki ide orisinal dan berani mengambil risiko. Entrepreneur juga cenderung memiliki internal locus of control, yang artinya mereka bertanggung jawab atas tindakan yang mereka ambil untuk menentukan hasil penting seperti keberhasilan atau kegagalan bisnis baru. Entrepreneur cenderung memiliki high self-esteem dan merasa kompeten serta mampu menangani sebagian besar situasi yang mereka hadapi. Entrepreneur juga cenderung memiliki keinginan tinggi untuk berprestasi dan memiliki keinginan kuat untuk melakukan pengalaman-pengalaman baru yang menantang dan memiliki standar pencapaian yang tinggi. 

Saran / Solusi

  • Menggunakan kemampuan sendiri untuk bisa lulus ujian. Siswa yang menyontek dalam ujian STIC akan mendapat nilai yang bagus, tetapi tidak menjamin mereka mampu mengikuti pembelajaran pada tingkat universitas. Ritme belajar untuk siswa sekolah dan mahasiswa tentu berbeda, sehingga mereka akan kesulitan mengikuti program pembelajaran. 
  • Kecerdasaan akademik bukanlah segalanya, kejujuran dan hasil kerja keras sendiri adalah emas. Nilai mata pelajaran atau IPK tidak akan menjamin seseorang hidup sukses di masa depan, apalagi jika nilai itu didapatkan dengan cara curang agar semata-mata dipandang tinggi, dipuji orangtua, atau menjadi murid kehormatan atau prioritas. Hasil dari menyontek hanya akan menimbulkan kepuasan fana dan adiktif.
  • Orangtua ingin anaknya mendapatkan yang terbaik, terutama di bidang pendidikan agar mereka bisa sukses melebihi orangtuanya. Mereka rela mengeluarkan berapa pun harganya meskipun itu di luar kemampuan mereka. Hal ini menjadi tekanan bagi sang anak karena standard orang tua yang terlalu tinggi.

Sumber: 

Jones, G. R., & Jennifer M. George. 2018. Contemporary Management Tenth Edition. Boston: McGraw-Hill.


https://www.kincir.com/movie/cinema/review-bad-genius-suguhan-aksi-mencontek-yang-bikin-deg-degan


https://www.youtube.com/watch?v=CLdhN4oMxCQ


Disusun oleh:

Maula Ghifari Nur Yusuf 

Pra MBA Reguler 76 MM UGM Yogyakarta


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
maulaghifari

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format