Dark Waters : Robbert Billot, Pengacara Amerika ungkap konspirasi perusahaan besar Amerika (DuPont)

Bisakah Robbert melawan penguasa ini? Siapa yang akhirnya ‘jatuh’ terjerembab dalam sebuah lubang yang mereka gali sendiri?


0


Film Dark Waters mengambil seting waktu maju mundur , diawali dari pengenalan di tahun 1998 sebuah rapat internal kantor hukum Taft Stettinius & Hollister saat Robert Bilot diperkenalkan sebagai partner kantor hukum yang baru , menjadi alur waktu mundur  tahun ke tahun 1951 di daerah Parkersburg, Amerika Serikat saat perusahaan DuPont mulai membeli PFOA (yang oleh perusahaan disebut C8) dari 3M untuk digunakan dalam pembuatan Teflon.

Sinopsis Film 

Mengunjungi rumah neneknya di Virginia Barat bukanlah hal rutin yang dilakukan Robert Billot seorang pengacara lingkungan Amerika dari Cincinnati, Ohio. Bilott dikenal karena tuntutan hukum terhadap DuPont atas nama penggugat dari Virginia Barat. Ia lebih banyak di kota mengurusi setumpuk berkas pekerjaannya dan menjaga anak serta istrinya, Sarah (Anne Hathaway). Terkejut, tentu saja ketika pada akhirnya Robert mengunjungi sang Nenek.

 

(Fact : Robbert Billot | Fiction : Mark Ruffalo)

Bukan tanpa alasan, seorang pria tua dan peternak bernama Wilbur Tennant (Bill Camp) adalah penyebabnya. Mengaku mengenal neneknya dan mengunjungi Robert langsung ke kantornya adalah hal yang menggiring Robert menemukan potongan pertanyaan-pertanyaan seperti apa yang menyebabkan sungai-sungai tercemar dan sebanyak 190 sapinya mati karena meminum air sungai yang tercemar itu yang diakibatkan oleh perusahaan kimia raksasa asal Amerika Serikat, DuPont. Pertanyaan demi pertanyaan yang tertulis jelas dalam beberapa kertas ketika ia tahu, salah satu perusahaan kliennya yang bernama DuPont punya masalah. Masalahnya adalah kasus pencemaran yang diajukan oleh Wilbur Tennant sejak 1998 dan diungkap ke publik pada 2001.

(Wilbur Tennant in a film)

Belum berhenti di situ, berdasarkan attitude dan kompas moralnya, Robert merasa ada yang salah dari semua ini. Sebuah kesalahan besar yang selama ini dipelihara, dijaga dan dibiarkan terlihat “baik-baik saja”. Robert tak mau diam saja, sampai pada akhirnya ia berjuang melawan klien perusahaannya sendiri, yaitu DuPont. Perusahaan besar, terorganisir dengan baik, dekat dengan kekuasaan, bisa ‘membeli’ apa saja yang ia mau dengan pundi-pundi uang yang sudah terkumpul sejak lama. 

(DuPont Building)

Dimana DuPont adalah sebuah perusahaan yang memproduksi peralatan rumah tangga yang salah satunya saat ini kita menyebutnya Teflon simbol berkilau dari kecerdasan Amerika. Tetapi, dalam pembuatannya teflon ini tidak menggunakan bahan yang foodgrade lebih buruk dari pada itu karena bahan baku pembuatannya berasal dari yang biasa untuk membuat karpet, anti air tank pada tank tempur dan juga ban mobil. Produksi teflon ini juga dilakukan di Amerika, Parkersburg, West Virginia. Dari awal permulaan beroperasinya pabrik tersebut ada yang tidak beres seperti orang yang bekerja membuat teflon mengalami mual, demam hampir semuanya masuk rumah sakit.

Limbah debunya yang dihasilkan mereka kirim melalui pipa asap, dilepaskan langsung ke udara. Endapannya, di buang langsung ke Ohio atau di masukkan ke dalam drum dan di tenggelamkan ke Chesapeake, tetapi drum itu terbawa ke tepian, kemudian DuPont menggali lubang di tanah sekitaran pabrik Washington Works, dan di lubang itu mereka membuang ribuan ton drum endapan dan debu beracun c-8 Perfluorooctanesulfonic acid (PFOS). Instruksi DuPont sendiri menyatakan bahwa itu tidak akan disiram ke air permukaan atau selokan. Namun fakta di lapangan adalah selama beberapa dekade berikutnya, DuPont memompa ratusan ribu pon bubuk PFOA melalui pipa pembuangan fasilitas Parkersburg ke Sungai Ohio.

Review Film: Dark Waters

(Lingkungan dekat Pabrik Produksi yang tercemar)

Pada tahun 1961, peneliti DuPont menemukan bahwa bahan kimia tersebut dapat meningkatkan ukuran hati pada tikus dan kelinci. Setahun kemudian, mereka mereplikasi hasil ini dalam studi dengan anjing. Struktur kimia PFOA yang unik membuatnya sangat tahan terhadap degradasi. Ini juga terikat dengan protein plasma dalam darah, yang beredar melalui masing-masing organ dalam tubuh.

Pada 1970-an, DuPont menemukan bahwa ada konsentrasi tinggi PFOA dalam darah pekerja pabrik di Washington Works. Mereka tidak memberi tahu E.P.A. pada saat itu.

Pada tahun 1981, 3M – yang terus berfungsi sebagai pemasok PFOA ke DuPont dan perusahaan lainnya – menemukan bahwa konsumsi zat tersebut menyebabkan cacat lahir pada tikus. Setelah 3M membagikan informasi ini, DuPont menguji anak-anak karyawan hamil di divisi Teflon mereka. Dari tujuh kelahiran, dua memiliki cacat mata. DuPont tetap tidak mempublikasikan informasi  penting ini kepada publik.

DuPont selalu menutupi ke busukan pabrik produksinya, di karenakan mereka juga telah menguji coba kepada Monyet dan Tikus yang hasilnya monyet mati dan tikus mengalami kanker dan cacat lahir dengan satu lobang hidung dan kelainan mata. Berkaca dari hal itu DuPont mem PHK karyawan wanita muda yang tidak pernah di beri tahu alasannya. Sue Bailey, seorang wanita muda yang tugasnya menggosok drum baja yang berisi cairan c-8 itu sedang hamil, dia melahirkan seorang anak dengan satu lubang hidung dan mata cacat. 

(Baby Buckey Baley)

You Are Being Poisoned

(Adult Buckey Baley)

Satu studi laboratorium menyarankan kemungkinan kerusakan DNA dari pajanan PFOA, dan sebuah studi tentang pekerja terkait pajanan dengan kanker prostat. Saat mengetahui laporan ini, DuPont akhirnya bergegas mengembangkan alternatif untuk PFOA.

Sebuah memo antar kantor yang dikirim pada tahun 1993 mengumumkan bahwa ‘‘ untuk pertama kalinya, kami memiliki receptor yang layak ’yang tampaknya kurang beracun dan tetap berada di dalam tubuh untuk durasi waktu yang jauh lebih pendek”.

Diskusi diadakan di kantor pusat perusahaan DuPont untuk membahas peralihan ke kompleks baru. DuPont memutuskan untuk tidak melakukannya. Risiko itu terlalu besar: Produk yang diproduksi dengan PFOA adalah bagian penting dari bisnis DuPont, senilai $ 1 miliar dalam laba tahunan.

Billot telah menghabiskan waktu selama lebih dari 20 tahun untuk meneliti senyawa kimia berbahaya Perfluorooctanoic acid (PFOA) and Perfluorooctanesulfonic acid (PFOS) juga dapat disebut dengan C8 yang dapat mengakibatkan kelainan pada kelahiran anak (cacat lahir) selain itu juga dapat menimbulkan enam kategori penyakit serius seperti kanker ginjal, kanker testikel, penyakit tiroid, preeklampsia, kolesterol tinggi dan kolitis ulserativa. 

Berdasarkan data yang telah dikumpulkannya melalui tes pemeriksaaan darah yang dibantu oleh beberapa Dokter dan Rumah Sakit setelah di riset selama 7 tahun lamanya terbukti bahwa terdapat 3.635 orang yang telah terkena penyakit ini, berkat ke gigihan Robbert Billot untuk memecahkan kasus ini seluruh orang yang berada di koota akan di pantau, dan yang sudah terkena penyakit ini bisa meminta ganti rugi. DuPont akhirnya 3.535 kasus sebesar $670.7 juta. PFOA diyakini terdapat di dalam darah hampir seluruh makhluk hidup di bumi termasuk 99% manusia. Saat ini hasil dari usaha Robbert Billot ada perkembangan gerakan di seluruh duniauntuk melarang PFOA dan untuk menginvestigasi lebih dari 600 yang berkaitan dengan “forever chemicals” hampir semuanya tidak di regulasi. 

Main Character

Robbert Billot 

Sinopsis Dark Waters, Perjuangan Pengacara Bongkar Fakta

Robbert Billot yang merupakan pengacara lingkungan Amerika dari Cincinnati, Ohio. Bilott dikenal karena tuntutan hukum terhadap DuPont atas nama penggugat dari Virginia Barat. Di awal pekerjaannya, Billot di bayar untuk melindungi atau bekerja di bawah naungan perusahaan kimia raksasa di Amerika Serikat. Pada suatu ketika Wilbur Tenant seorang petani yang kenal dengan neneknya lantas menjadikan hal tersebut sebagai alasan agar membuatnya lebih percaya untuk segera bertindak melawan DuPont sehingga kontaminasi tersebut tak menyebar lebih luas lagi.

Billot yang pada akhirnya menggunakan hati nuraninya untuk menyelesaikan kasus ini, lantas mengubahnya menjadi simbol perlawanan rakyat kecil melawan kekuatan DuPont yang nampak sulit untuk ditembus. Perlawanan yang bahkan masih terus terjadi hingga 2 dekade kemudian.

Perlawanan yang gigih dari seorang Billot tak sekadar membuka mata kita terkait berbahayanya kandungan PFOA pada teflon dan barang-barang hasil industri lainnya, namun juga membuka mata kita bahwa setiap manusia nyatanya harus menanggung efek samping yang cukup berbahaya dari perkembangan industri modern itu sendiri.

Wilbur Tenant

(Left : Wilbur Tenant         Right: Bill Camp)

Wilbur Tenant yang merupakan seorang petani yang sangat di rugikan karena adanya Washington Works. Dikarenakan pencemaran air sungai dan ladang yang dimilikinya, yang diakibatkan oleh limbah pembuangan perusahaan kimia raksasa asal Amerika Serikat, DuPont. Akhirnya Tenant pun memberanikan diri untuk mendatangi Robbert Billot untuk membantunya menuntut perusahaan kimia raksasa tersebut. Wilbur Tenant selalu membantu mengumpulkan data-data yang merupakan fakta dari sejarah kekejaman perusahaan kimia raksasa yang mereka kenal dengan DuPont. Dalam menuntaskan kasus ini membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan sampai akhir hayat Wilbur Tenant belum kunjung usai pembongkaran akan fakta yang membuktikan DuPont bersalah.

Phil Donnelly

Sumber: azcentral.com

(Left : Phill Donnelly in a film)

Phill Donnelly merupakan seorang petinggi DuPont cukup mampu memberikan kita alasan bahwa ia dan DuPont-nya layak untuk dibenci. Bukan hanya karena kemampuannya memanipulasi fakta pencemaran yang perusahaannya lakukan, namun juga karena sosoknya memberi gambaran yang jelas bahwa di belahan dunia manapun sebuah perusahaan raksasa akan sulit 'ditendang' jika melakukan satu kesalahan tertentu karena memiliki mata rantai yang sulit untuk diputus. Ancaman PHK massal, konspirasi tingkat tinggi dengan para petinggi pemerintahan hingga kemampuan menyamarkan fakta melalui counter programming di berbagai media, menjadi beberapa contoh betapa liciknya Phil Donnelly dan tim DuPont-nya dalam mempertahankan eksistensi bisnisnya.

Permasalahan atau dilema dari masing-masing karakter

Chapter 4 : Ethics and Social Responbility

Ethics and the Law

Pada Chapter 4 Buku Contemporary Management edisi ke 9 oleh Gareth R. Jones dan Jennfier M. George menjelaskan bahwa secara keseluruhan, menggunakan proses politik dan hukum, dapat melobi dan mengeluarkan undang-undang yang menentukan apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan orang. Banyak perbedaan jenis undang-undang mengatur bisnis — misalnya, undang-undang terhadap penipuan dan penipuan dan undang-undang yang mengatur bagaimana perusahaan dapat memperlakukan karyawan dan pelanggan mereka. Hukum juga menentukan apa sanksi atau hukuman akan mengikuti jika hukum itu dilanggar.

Pada film Dark Waters ini kita dapat menyimpulkan bahwa perusahaan DuPont telah banyak melakukan penyimpangan atau sudah banyak melanggar hukum. Berdasarkan yang dijabarkan dalam film adapun beberapa pelanggaran yang telah perusahaan DuPont ini lakukan diantaranya: DuPont sendiri menyatakan bahwa itu tidak akan disiram ke air permukaan atau selokan. Namun fakta di lapangan adalah selama beberapa dekade berikutnya, DuPont memompa ratusan ribu pon bubuk PFOA melalui pipa pembuangan fasilitas Parkersburg ke Sungai Ohio.

Perusahaan membuang 7.100 ton lumpur berlubang PFOA ke sebuah lubang yang sengaja digali secara khusus di wilayah perumahan  Washington Works, yang dari lubang pembuangan bahan kimia itu bisa meresap langsung ke tanah. PFOA memasuki tabel air setempat, yang memasok air minum ke komunitas Parkersburg, Wina, Little Hocking dan Lubeck – yang dihuni  dari 100.000 orang penduduk secara keseluruhan.

Approaches to Social Responbility

Perusahaan besar seperti DuPont mencari segala cara untuk membangun perusahaan mereka keunggulan kompetitif. Namun demikian, mereka mengekang upaya manajer mereka untuk berperilaku secara tidak etis atau ilegal, mengetahui konsekuensi serius perilaku seperti itu di masa depan profitabilitas. Namun terkadang mereka gagal, seperti pada 2015 ketika DuPont setuju untuk membayar $670.7 juta dan mengaku bersalah atas tuduhan pencemaran lingkungan karena pembuangan limbah ke pemukiman.

Chapter 1 : Managers and Theirs Roles

Managerial Roles


Menurut Mintzberg identifikasi peran manejerial terdapat tiga bagian yaitu interpersona (figurhead, leader, liasion), informasional (monitor, disseminatior, spokesperson) dan desisional (entrepreneur, handler, allocator, negoiator).

Di dalam film Dark Waters ini terdapat peran Decisional type Disturbance Handler. Ketika pemeran utama Robbert Billot di terpa banyak permasalahan dalam pekerjaan, konflik keluarga dan kesehatan dirinya sendiri. Ia masih dapat menghandle semua permasalahan itu dengan sangat apik dan terorganisir. Prinsip yang ia ambil dalam film ini adalah perlahan tapi pasti. Dalam menganalisis tiap-tiap kasus penghkianatan DuPont yang diajukan kepada dirinya ia termasuk berkompeten dalam hal ini. Saat menghadapi Phill petinggi DuPont ia sangat santai dan bisa mengontrol emosinya.

Untuk peran inforasional disseminatior dilakukan oleh Wilbur dimana ia selaku peternak yang merasa di rugikan oleh pihak DuPont selalu memberikan informasi dan update terbaru tentang pemukiman yang di tempatinya kepada Robert Billot selaku pengacara yang akan menangani kasusnya agar tujuan utama Wilbur (memberi tahukan dunia bahwa DuPont itu perusahaan yang licik dalam pembuangan limbahnya) dapat tercapai.

Maintaining Ethical and Socially Responsible Standards

Dalam film tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa untuk mendapatkan profit yang sebesar-besarnya perusahaan DuPont lebih baik membuang limbahnya ke pemukiman dengan sengaja dibanding harus membayar jasa pengurai limbah. Hal ini telah melanggar etika dalam membangun perusahaan dimana dapat merugikan banyak orang bukan hanya dari segi kenyamanan dalam bertempat tinggal disana tetapi juga merugikan dalam segi kesehatannya para penduduk sekitar.

Chapter 14 : Leadership

Leadership merupakan proses dimana seseorang mampu mempengaruhi orang banyak, serta menginspirasi, memotivasi, dan mengarahkan kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan kelompok/organisasi. Terdapat beberapa gaya kepemimpinan seseorang bagaiman itu bisa mempengaruhi pekerjaan manegerial serta mengetahui power leadership yang efektif. 

Gaya leadership Robbert Billot dalam film ini servant leaders yaitu dengan membagi kekuatannya dengan para sesama pegacara untuk memastikan kebutuhan para pengacara terpenuhi dan mereka dapat berkembang secara individu, dan mencapai tujuan bersama yaitu menuntaskan kasus pencemaran lingkungan yang di sebabkan oleh pembuangan limbah Washington Works.


Power: The Key to Leadership

Selain itu sosok Robbert Billot memiliki Expert Power yaitu Power yang didapatkan berdasarkan ilmu khusus, skill, atau keahlian yang dimiliki, dimana dia selalu berupaya mengatasi situasi yang sulit dengan melenyapkan masalah dengan cerdas dan tidak terduga dan ia selalu dapat mengerjakannya dengan sangat gigih dan tidak pantang menyerah untuk mencapai keberhasilan mengungkap konspirasi perusahaan DuPont pada kala itu.

Saran:

Berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan diatas maka saran yang dapat diberikan untuk organisasi maupun karakter diatas antara lain:

  1. Sikap gigih dan tidak gampang menyerah dari Robbert Billot memang patut di contoh, tetapi dalam mengerjakan sesuatu ia kerjakan segalanya sendiri dan gampang stress oleh karena itu di sarankan agar ia dapat membagi sebagian tugas dan beban yang sedang ia pikirkan bersama rekan sesama pengacaranya.
  2. Sikap angkuh Phill Donnelly sangat menyebalkan, tidak mau mendengarkan apa yang orang lain katakan dan ingin melakukan segala sesuatunya demi profit semata tanpa memikirkan nasib orang yang bermukim dekat dengan pabrik oleh karena itu disarankan untuk Phill agar lebih bisa berfikir jernih akan segala sesuatu yang berdampak negatif bagi makhluk hidup.

Sumber:

Jones, Gareth R, dan George J,M. 2020. Contemporary Management. New York: McGraw-Hill Education  

https://id.wikipedia.org/wiki/Dark_Waters (Source of Google, Di akses pada tanggal 02-Mei-2020)

https://en.wikipedia.org/wiki/Robert_Bilott (Source of Google, Di akses pada tanggal 02-Mei-2020)

Amelia Septian Aryamti - PraMBA 76D

MM UGM YOGYAKARTA


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
ameliaseptian

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format