Branding Logo Dinamis Budget Tipis


0

Buddy Logos – Budget Dynamic Logo Specialist

Masalah dan Potensi :

Menurut Kotler (2009), pengertian branding adalah pemberian nama, istilah, tanda, simbol, rancangan, atau kombinasi dari kesemuanya, yang dibuat dengan tujuan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa atau kelompok penjual dan untuk membedakan dari barang atau jasa pesaing.

Namun pada era modern ini kompetisi dalam pasar bertambah semakin ketat setiap harinya. Perusahaan baru bermunculan bersama dengan populasi manusia yang semakin banyak. Tidak hanya itu, jumlah promosi yang disodorkan kepada konsumen juga turut meningkat seiring berkembangnya teknologi informasi. Dengan masa yang sangat padat dan tidak stabil ini, sangat mungkin bagi perusahaan besar untuk secara tiba-tiba dikalahkan oleh pendatang baru dalam pasar seperti Nokia, yang notabene pernah menjadi pemimpin pasar handphone akhirnya mulai mengalami keruntuhannya pada 2011 karena kalah beradaptasi.

Oleh karena itu, penerapan branding menjadi hal yang wajib dilakukan oleh setiap perusahaan yang ingin mempertahankan posisinya apalagi jika ingin berkembang. Dengan branding, konsumen (bahkan di luar target pasar) dapat lebih mengenal perusahaan kita dengan produk atau jasa yang kita usung dengan karakteristik tertentu yang dapat menjadi pembeda dari pesaing sehingga dapat menjadi pertimbangan untuk memilih perusahaan kita.

Pada masa di mana semuanya sudah mengandalkan teknologi, branding tentunya juga menjadi salah satu hal yang memanfaatkannya untuk mencapai tujuan menyampaikan karakteristik identitas produk yang diusung. Fenomena ini dapat dengan mudah kita amati melalui lingkungan digital di sekitar kita. Iklan seakan sudah menjadi makanan sehari-hari yang muncul dengan sangat intensif di hadapan kita tanpa perlu dicari.

Meski begitu, dalam penerapannya komponen yang digunakan dalam branding setiap perusahaan berbeda-beda dengan intensitas yang berbeda pula. Ada perusahaan yang hanya mengandalkan iklan video di TV, di sisi lain ada yang hanya menampilkan gambar di sosial media. Namun semuanya pada akhirnya hampir semua branding akan menggunakan logo perusahaan atau produk untuk mengidentifikasi brand mereka.

Logo merupakan satu komponen branding yang paling penting karena layaknya wajah perusahaan, logo menjadi perwakilan yang merepresentasikan suatu brand. Maka diperlukan logo yang dapat mencerminkan karakter yang paling sesuai dan menarik kepada konsumen kita. Dikarenakan ada batasan ekspresi yang dapat ditampilkan oleh logo statis, bersama dengan lahirnya gambar bergerak yang sekarang kita kenal dengan video, perusahaan juga mulai menyuguhkan logo dinamis, di mana branding logo yang mereka gunakan dapat bergerak dan lebih ekspresif.

Dari sanalah, kebutuhan akan branding logo dinamis yang lebih menarik dan lebih dapat membedakan perusahaan kita dengan yang lain menjadi tren yang sudah menjamur pada perusahaan besar. Namun perusahaan kecil belum banyak mengimplementasikannya karena adanya batasan-batasan seperti media dan biaya. Padahal branding juga merupakan hal yang sangat penting untuk dapat bersaing dengan perusahaan besar. Dengan turut bersaingnya perusahaan kecil, roda ekonomi dapat berputar lebih baik, monopoli dapat lebih diminimalisir, kesenjangan semakin hilang, hingga produk yang beredar semakin berkualitas.

Product Development :

Proyek Buddy Logos – Budget Dynamic Logo Specialist ini utamanya ditujukan kepada perusahaan kecil untuk dapat melakukan branding dengan lebih baik sehingga lebih dapat bersaing dengan perusahaan besar. Proyek ini cocok untuk mengatasi masalah tersebut dikarenakan proyek ini menawarkan harga ekonomis yang mudah dijangkau sehingga memberikan akses terhadap pembuatan logo dinamis kepada semua kalangan. Dengan adanya logo dinamis sebagai representasi perusahaan, branding yang dimiliki oleh perusahaan kecil dapat lebih bersaing dengan perusahaan besar.

Creating Competitive Advantage :

Dalam menentukan keunggulan kompetitif produk Buddy Logos berupa logo dinamis yang ekonomis ini, saya akan merumuskannya ke dalam analisis SWOT terhadap dua bentuk pesaing lain yaitu desainer freelance dan perusahaan partner kreatif.

Strengths

Dibandingkan dengan desainer freelance, dengan harga yang relatif sama, proyek ini memiliki keunggulan berupa lebih terorganisirnya pesanan yang diterima dan desain yang perlu dikerjakan dikarenakan adanya sistem. Di sisi lain perusahaan partner kreatif yang memiliki sistem dan memungkinkan terorganisirnya hal tersebut akan memerlukan biaya yang lebih untuk dapat menggarapnya.

Weaknesses

Kelemahan yang dimiliki oleh proyek ini adalah sulitnya menyaingi kualitas desainer freelance dan perusahaan partner kreatif. Jika pun dapat menyainginya, maka untuk mempertahankan kualitas tersebut akan lebih sulit dibandingkan pesaing yang memiliki struktur yang lebih permanen dan sudah lebih berpengalaman. Dikarenakan industri kreatif sangat bergantung kepada sumber daya yang manusia yang terlibat di dalamnya, maka sisi ini akan variatif.

Opportunities

Semakin berkembangnya teknologi informasi dan meluasnya penggunaan branding video pada saat ini, kesempatan bagi proyek ini kian meluas. Proyek ini memiliki banyak pasar terutama perusahaan kecil yang ingin meningkatkan brandingnya namun masih memiliki keterbatasan seperti halnya startup atau UMKM yang banyak mengandalkan media digital dalam pemasarannya.

Threats

Penggunaan media digital sebagai sarana branding tidak menunjukkan penurunan sehingga ancaman proyek ini tidak terlalu banyak dan hanya berkisar pada pesaing yang dapat menyaingi harga ekonomis yang ditawarkan proyek ini. Ancaman lain yang mungkin timbul adalah perubahan preferensi mendadak pada penggunaan media video dalam media digital.

Tingkat Kesulitan :

Sulit, membutuhkan latihan

Waktu yang Dibutuhkan :

4-20 Jam sesuai kompleksitas

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan :

  1. Komputer desain
  2. Listrik
  3. Jasa desainer grafis
  4. Alat dan bahan gambar (opsional)
  5. Akses internet (opsional)

Biaya yang Dibutuhkan :

NOPENGELUARANBIAYA
1.Depresiasi komputerRp 13.000 – 36.000
2.Biaya listrikRp 2.500 – 12.000
3.Upah jasaRp 100.000 – 1.200.000
4.Alat dan bahan gambarRp 0 – 20.000
5.Biaya Akses InternetRp 0 – 24,000


NOPENGELUARANKETERANGAN
1.Depresiasi komputerAsumsi harga awal komputer Rp 10.000.000 dengan harapan pemakaian 2 tahun (730 hari) dan digunakan untuk melakukan proyek selama 1 – 3 hari. (dengan pembulatan)
2.Biaya listrikAsumsi penggunaan komputer konstan pada 400W dengan biaya standar Rp 1467,28/kWh dan penggunaan selama 4 – 20 jam. (dengan pembulatan)
3.Upah jasaRange harga terlalu besar dikarenakan variabel penentu harga juga sangat banyak seperti lama pengerjaan, kompleksitas proyek, dan keahlian desainer.
4.Alat dan bahan gambarBersifat opsional sehingga dapat ditiadakan. Penganggaran maksimal Rp 20.000 hanyalah estimasi kasar batas atas yang mungkin dibutuhkan untuk menghitung depresiasi alat atau mengadakan bahan.
5.Biaya Akses InternetBersifat opsional sehingga dapat ditiadakan. Penganggaran maksimal Rp 24.000 mengacu pada harga paket Telkom Speedy Unlimited 10mbps seharga Rp 250.000 per bulan dengan pemakaian 3 hari.


Cara Membuat :

  1. 1 Menentukan karakteristik perusahaan


    Proses branding adalah menyosialisasikan identitas perusahaan kepada masyarakat. Maka untuk dapat menyosialisasikan suatu identitas, kita perlu memperjelas terlebih dahulu karakteristik apa yang kita ingin masyarakat asosiasikan dengan perusahaan kita. Karakteristik yang kita tentukan inipun juga tidak bisa asal sembarang pilih. Hal ini selain dikarenakan asosiasi terhadap perusahaan dapat menentukan pasar yang akan kita tarik, tapi juga tidak semua karakteristik dapat dibranding secara bersamaan.

  2. 2 Merumuskan ke dalam bahasa desain


    Karakteristik perusahaan yang ingin kita sosialisasikan sebagai identitas perusahaan tidak bisa dibranding begitu saja secara tekstual ke dalam desain logo. Kita perlu menggunakan bahasa desain yang diasosiasikan dengan karakter tertentu. Dalam menentukannya, bahasa desain yang kita gunakan adalah yang memiliki karakteristik sama dengan karakteristik perusahaan yang ingin kita branding. Bahasa desain itu sendiri sangat luas dan dapat berupa warna, bentuk, tekstur, dan bahkan pola.

  3. 3 Membuat rancangan konsep dasar logo


    Tahap ini bersifat fleksibel, bisa dilakukan dengan benar-benar membuat konsep logo yang detail dan menggambarkannya atau bisa cukup hanya dengan membayangkan desain logo yang ingin kita buat. Meski begitu, tahap ini tidak bisa dihilangkan dan justru tahapan inilah yang sangat berpengaruh terhadap hasil akhir membuat desain logo ini. Dalam membuat rancangan kita dapat bercermin kepada desain-desain lain yang sudah banyak tersedia dan dapat mudah dicari melalui internet sebatas sebagai referensi dan inspirasi, bukan plagiarisme.

  4. 4 Melakukan digitalisasi rancangan logo


    Rancangan desain logo yang sudah kita buat kemudian perlu kita pindah ke format digital. Langkah ini dapat dilakukan dengan berbagai software desain yang sudah dapat diakses dengan mudah pada era digital ini. Dalam tahapan ini kita tidak harus menyalin rancangan desain kita dengan sempurna, cukup merealisasikan rancangan yang sudah kita pikirkan sehingga bisa diakses dan diubah-ubah secara digital. 

  5. 5 Menyempurnakan dan merevisi logo


    Logo yang sudah kita digitalisasi kemudian dapat kita ubah-ubah untuk menyempurnakannya. Kita dapat menduplikat logo yang sudah kita buat kemudian melakukan modifikasi yang beragam untuk dapat memilih alternatif yang terbaik di antaranya. Pada tahap ini kita juga dapat merapikan hal-hal minor pada logo kita. Namun pada akhirnya jika logo yang sudah kita buat dirasa kurang cocok, kita dapat melakukan revisi terhadap logo. Revisi ini bisa bersifat kecil maupun besar dan mungkin mengharuskan kita mengulangi beberapa langkah sebelumnya. 

  6. 6 Menyimpan logo dengan komponen terpisah


    Setelah logo statis untuk branding perusahaan selesai dibuat, kita perlu memisah komponen penyusunnya jika belum. Dengan terpisahnya komponen penyusun logo, animasi yang kita buat akan lebih mudah dalam pembuatannya dan lebih fleksibel dalam pengaplikasiannya. 

  7. 7 Membuat rancangan konsep dasar animasi


    Sama halnya dengan membuat rancangan konsep dasar logo, membuat rancangan animasi ini juga tidak bersifat kaku. Kita dapat menggambar rancangan keyframe animasi atau sekedar membayangkan pergerakan logo kita. Perancangan konsep dasar animasi ini juga cukup bersifat bayangan garis besar dan tidak perlu dibuat detail karena improvisasi dapat ditambahkan seiring dianimasikannya logo.

  8. 8 Melakukan digitalisasi rancangan animasi


    Setelah rancangan animasi sudah tersedia, pada tahap ini kita cukup merealisasikannya ke dalam bentuk digital. Untuk efisiensi waktu dan biaya, jika animasi yang ingin kita buat tidak melibatkan pergerakan yang kompleks, maka sebaiknya kita menggunakan animasi dengan metode keyframe, yakni pembuatan animasi dengan hanya menentukan frame-frame tertentu sebagai acuan animasi dan bukan metode tradisional yakni frame by frame yang mengharuskan kita menggambar setiap frame yang kita perlukan.

  9. 9 Menyempurnakan dan merevisi animasi


    Pada tahap penyempurnaan kita dapat merapikan kekurangan animasi kita sehingga dapat lebih menarik. Penyempurnaan animasi ini bisa dilakukan sangat detail hingga terlalu detail maka kita perlu berhati-hati untuk tidak menyia-nyiakan waktu dan biaya yang kita gunakan. Hal ini dikarenakan karena yang bisa dilakukan pada tahap ini juga sangat beragam, mulai dari pengaturan tempo, peletakan visual, hingga penerapan efek terhadap setiap komponen yang ada pada logo. Setelah selesai, sekali lagi kita bisa melakukan revisi jikalau memang dirasa kurang cocok dengan karakter perusahaan yang ingin dibranding.

  10. 10 Mengaplikasikan animasi kedalam branding


    Tahap terakhir adalah mengaplikasikan animasi yang baru saja kita buat ke dalam media branding perusahaan. Hal ini terdengar sederhana tapi justru inilah bagian yang paling penting karena tanpa adanya pengaplikasian yang baik, karakter perusahaan yang dirumuskan dalam animasi dapat tidak tersampaikan dan berakhir sia-sia. Pengaplikasian animasi ini dapat kita gunakan ke dalam berbagai media seperti social media, promosi videotron, atau iklan televisi.


Strategi Penetapan Harga dan Distribusi

Merujuk kepada buku Principles of Marketing karya Phillip Kotler dan Gary Armstrong, terdapat penempatan produk yang dapat dipetakan berdasarkan kualitas yang dimiliki. Peta ini dinamakan positioning maps. Melalui positioning maps, kita dapat meletakkan produk kita kedalam area dimana kurang banyak persaingan atau banyak permintaan.

Selain itu, untuk menentukan seberapa nilai yang diberikan kepada konsumen dibandingkan dengan harga yang ditawarkan, juga dijelaskan konsep value proposition. Atau dari sisi sebaliknya, value proposition adalah kombinasi antara harga yang dibayarkan konsumen dan seberapa nilai yang mereka dapatkan. Diantaranya terdapat winning proposition yang menguntungkan karena dapat menekan harga produksi atau dapat menarik minat konsumen.

Buddy Logos menawarkan pembuatan logo dinamis dengan harga yang ekonomis, maka daya tarik utama yang dimiliki adalah memberikan nilai yang lebih tinggi daripada harga yang dibayarkan. Dari faktor reliabilitas juga cukup dapat diusung oleh Buddy Logos karena mudahnya pembuatan dan adanya sistem. Namun dari segi kualitas tidak bisa bersaing banyak dengan pesaing. Maka pendekatan yang cocok dilakukan adalah kedua posisi “The same for less” dan “Less for much less”.

Hal ini kembali lagi kepada target utama Buddy Logos yang memang merupakan perusahaan kecil dengan keterbatasan daya beli. Dengan memposisikan diri sebagai produk yang mudah dijangkau, proyek ini dapat menarik target utama pasar yang diincar. Selain itu, posisi ini juga ideal untuk ditempati karena persaingan hanya muncul dari sebagian desainer freelance, kebanyakan dari mereka bertarung dengan perusahaan partner kreatif pada segmen pasar yang lebih mahal.

Selain itu, untuk mencakup skala perusahaan kecil yang lebih luas, penetapan harga Buddy Logos juga sangat fleksibel dan secara detail bergantung utamanya pada kompleksitas logo yang diminta. Harga yang ditawarkan bisa diminimalisir jika permintaannya sederhana. Sebaliknya konsumen dapat meminta logo dinamis dengan kompleksitas tinggi dengan menaikkan harga bayar. Dengan begitu, proyek ini dapat mengakomodasi berbagai tingkat kebutuhan pesanan, berbeda halnya dengan pesaing.

Strategi Promosi

Untuk menekan harga promosi, sehingga dapat tetap menawarkan produk yang ekonomis, Buddy Logos akan banyak mengandalkan sosial media dan platform gratis untuk menjangkau konsumennya. Personal selling akan menjadi langkah rintisan untuk mempromosikan proyek ini dikarenakan efektifnya metode ini dalam mengenalkan produk karena tidak mengandalkan pencarian konsumen dan langsung bergerak mendatanginya.

Tidak banyak yang bisa dilakukan dari segi strategi promosi terhadap proyek kecil-kecilan ini dikarenakan banyaknya batasan yang ada. Untuk mengadakan advertising tentunya akan membuat proyek ini tidak lagi menjadi profitable. Hal yang sama juga bisa dikatakan terhadap sales promotion yang akan semakin menghilangkan margin profit yang sedari awal sudah kecil.

Maka strategi yang dapat diterapkan adalah retensi dan reputasi. Dengan retensi, proyek ini dapat kembali mendapatkan keuntungan meskipun tanpa usaha menambah konsumen. Dengan reputasi, proyek ini akan lebih dipercaya calon konsumen yang tertarik dengan harga ekonomis yang ditawarkan namun tidak yakin dengan kualitas yang bisa diberikan. Selain itu, dengan kedua hal tersebut, besar kemungkinan terjadi menyebaran mouth-to-mouth yang dapat membantu promosi proyek ini.

Penulis :

Sandika Sasmito


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format