Konco Plesir: One-Stop Jogja Local Tour & Travel Guide


0

KONCO PLESIR

One-Stop Jogja Local Tour and Travel Guide

I. Masalah yang Melatarbelakangi

https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2020/05/04/510/1038350/pariwisata-lesu-karena-corona-pendapatan-pemkot-jogja-tergerus-rp330-miliar

https://travel.kompas.com/read/2019/08/15/150700427/mencari-permata-tersembunyi-di-yogyakarta?page=all

https://travelingyuk.com/nomadic-tourism/126045/

Di masa pandemic Covid-19 ini tidak dapat dipungkiri bahwasannya sector pariwisata lah yang menjadi sector terpuruk akibat terkena dampak pancemi ini. Khususnya Yogyakarta yang merupakan salah satu daerah pariwisata terbesar di Indonesia, diliput dari Harian Jogja pemkot Jogja mengaku sudah tergerus Rp330 Miliar karena pariwisata yang lesu. Disini memang tidak ada hal yang bisa dilakukan oleh sector pariwisata karena benar-benar mati lumpuh.

Tetapi nantinya setelah pandemi ini berakhir, perekonomian harus mampu bangkit kembali, seperti halnya sektor pariwisata harus mampu bangkit kembali dan melakukan lompatan yang besar agar dapat pulih dengan cepat. Oleh karena itu disini saya memberikan sebuah solusi yang menjadi katalisator agar pariwisata nantinya dapat melompat jauh dalam memulihkan keadaannya dengan cepat. Selain itu adanya berbagai permata destinasi wisata lokal di Jogja yang belum banyak terekspos secara masif karena kurangnya penyebaran informasi seperti yang disebutkan dalam Kompas.com di atas, maka ide yang akan saya tawarkan tidak akan jauh dari konsep pemberian informasi atau sebagai media promosi destinasi-destinasi wisata lokal. Kemudia dari Kementerian Pariwisata sendiri sudah sejak 2018 sedang menggencarkan konsep nomadic tourism, dimana tren wisatawan yang cenderung tidak lama menetap atau hanya menetap sementara dan berpindah-pindah, maka solusi yang saya berikan juga akan mendukung konsep nomadic tourism ini.

Berawal dari para wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang sering mengalami kebingungan dan keraguan saat hendak berwisata dikarenakan ketidaktahuan dan kekurangan informasi terkai tempat yang akan dituju. Hal lain yang juga mempengaruhi ialah kurangnya hubungan sosial dengan warga lokal sehingga kurang mendapatkan feeling culture yang ada. Hal-hal rumit yang kurang mereka pahai juga sering mereka alami dalam berwisata. Sehingga unsur 3A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas) yang merekan dapatkan kurang memuaskan. Oleh karena itu solusi yang saya tawarkan adalah sebuah aplikasi one-stop local tour and travel guide yang menawarkan pemanduan pariwisata local di Jogja bagi wisatawan khususnya wisatawan nomadic atau backpacker, agar dapat menikmati wisata lokal yang sebenar-benarnya Jogja. Selain itu aplikasi ini juga membantu para masyarakat pegiat wisata untuk mempromosikan usaha atau destinasi wisatanya, karena memang pada zaman sekarang ini promosi word of mouth sudah kalah efektif dengan promosi touch to touch atau sentuhan jari dari layar smartphone. Sehingga sangat membantu apabila dapat mempromosikan destinasi wisata lewat aplikasi Konco Plesir.

II. Creating Competitive Advantage

a.) Competitor Analysis

Salah satu aplikasi competitor yang sangat kuat adalah aplikasi Tripadvisor

Poin/Variable Pembeda

Konco Plesir

Tripadvisor

Tema yang disajikan

WisataLokal

Wisata secara Umum

Penginapan yang ditawarkan

Lokal (Desa Wisata, dsb.)

Hotel

Wisata Kuliner/Makanan

Lokal atau Tradisional

Umum

Experience yang ditawarkan

Social-touch dengan warga lokal Jogja

Hanya berwisata biasa

Informasi yang tersedia

Review Destinasi Wisata dan Experience Bersama warga lokal

Review destinasi wisata


b.) Analisis Potensi pasar (Analisi STP)

Potensi untuk berkembangnya aplikasi ini sangatlah berpotensi. Para pelancong yang menjadi target pasar saya merupakan para pelancong lokal dan asing. Pelancong lokal akan mudah suka dengan destinasi wisata yang memang menjadi primadona pelancong asing. Maka dari itu, saya juga mengincar pelancong asing agar juga dapat menambah promosi dari tempat wisata yang ditampilkan di aplikasi ini.

                Segmenting:

1. Geographic Segmentation

Karena yang dimuat di dalam aplikasi ini adalah pariwisata di Yogyakarta, maka cakupan aplikasi ini adalah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta secara umum. Sehingga target segmentasi pengguna aplikasi ini adalah wisatawan lokal maupun asing yang berada di Yogyakarta.

2. Demographic Segmentation

Para pelancong muda, pelancong backpacker, pelancong asing yang tertarik dengan kebudayaan Indonesia. Baik itu laki-laki perempuan dan berusia remaja ke atas. Akan tetapi lebih dominan oleh para pemuda karena mereka lah yang biasanya melakukan backpacker traveling.Semua itu menjadi target pasar berdasarkan aspek potensi yang dimiliki.

3. Psychographic Segmentation

Aplikasi ini akan lebih cocok bagi orang yang memiliki lifestyle suka bertamasya atau berliburan ke tempat-tempat wisata di Jogja. Kelas sosial yang dituju bisa semua kelas, akan tetapi akan lebih dominan oleh kelas sosial menengah ke atas, karena mereka lah yang biasa sering berlibur ke tempat wisata atau keluar kota.

4. Behavioural Segmentation

Dari perilaku masyarakat yang menjadi tren sekarang adalah perilaku nomadic tourism, maka aplikasi akan menyasar orang-orang yang terbiasa dengan perilaku tersebutDengan adanya tren ini menjadikan aplikasi kami penunjang yang kompleks dalam berwisata para pelancong.

Targeting

Target konsumen yang akan dituju ialah para wisatawan baik lokal maupun asing, para pelancong atau backpacker traveler, kaum muda, dan juga secara umum adalah orang-orang yang suka berwisata ke Jogja.

Positioning

Aplikasi ini akan memposisikan di pasar sebagai aplikasi utama bagi pawa wisatawan untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan up-to-date terkait berbagai macam destinasi wisata di Jogja, secara khususnya adalah destinasi wisata lokal. Sehingga aplikasi Konco Plesir ini menawarkan kepada user atau wisatawan untuk benar-benar merasakan sensasi Jogja dan merasakan bagaimana hidup sebagai orang Jogja itu sendiri. Karena beberapa aplikasi pesaing yang ada, belum ada yang menawarkan hal semacam ini dan demand untuk hal ini sangatlah tinggi dan meyakinkan.

c.) Potensi Sumber Daya

Keberagaman destinasi wisata yang ada di Yogayakarta menjadi daya tarik bagi para pelancong untuk datang ke Yogyakarta. Selain itu, masyarakat yang dikenal ramah dan lemah lembut juga membuat pelancong betah untuk berlama-lama tinggal di Yogyakarta. Moda transportasi tradisional yang masih digunakan seperti becak dan andhong juga menjadi incaran pelancong karena jarang ada selain di Yogyakarta. Dari sisi lingkungan, becak dan andhong juga ramah lingkungan tidak menimbulkan emisi kendaraan. Sedangkan, untuk penginapan konvensional di Yogyakarta hanya menawarkan sisi kenyamanan dan keindahan. Tentu berbeda jika menginap di rumah penduduk asli Yogyakarta secara langsung. Pelancong akan merasakan pengalaman penginap yang penuh dengan kekeluargaan dan budaya masyarakat Yogyakarta yang kental. Pemandu wisata yang merupakan orang lokal daerah tersebut dan bersifat sukarela membuat kinerja pemandu tersebut optimal karena sesuai kesadaran dan keinginan pribadi untuk mengabdi kepada Yogyakarta.

III. Product Development

  1. Nama Produk: Aplikasi ini bernama “Konco Plesir”  yang berupa bahasa Jawa dan artinya adalah teman bersenang-senang atau teman jalan-jalan. Disini bermakna bahwa aplikasi ini nanti akan menemani para wisatawan dalam berjalan-jalan mengeksplor destinasi wisata lokal di Yogyakarta. Aplikasi ini adalah One-StopJogja Local Tour & Travel Guide berupa aplikasi untuk smartphone android, dimana user dapat mengetahu berbagai informasi terkait berbagai destinasi wisata lokal di Jogja,mulai dari destinasi alam, budaya, hingga makanan. Selain itu juga terdapat informasi terkait penginapan lokal, transportasi tradisional (becak dan andhong), dan berbagai event budaya lokal yang ada. Di aplikasi juga tersedia fitur pemandu atau guide dimana user dapat memesan pemandu lokal asli jogja yang sudah bekerja sama dengan kami, sehingga diharapkan wisatawan benar-benar merasa menjadi bagian dari Jogja itu sendiri. Sehingga pada kesimpulannya dengan menjadi pusat informasi destinasi wisata, makanan, acara, penginapan, dan pemandu lokal Jogja, aplikasi ini dapat menjadi katalisator bagi pariwisata untuk berkembang dan maju agar cepat pulih dari keterpurukan akibat pandemi ini, sebagaimana yang sudah saya jelaskan sebelumnya.
  2. Nilai Ekonomis: Aplikasi ini tentu juga dapat bernilai ekonomis. Saya dapat mengambil fee dari berbagai pihak yang bekerjasama di dalam aplikasi ini, seperti berbagai usaha kuliner yang menginginkan promosi eksklusif di aplikasi, dan juga berbagai iklan yang muncul di aplikasi atau biasanya dari google AdMob.
  3. Tingkat Kesulitan: Sulit
  4. Waktu yang Dibutuhkan: 1 sampai 1,5 bulan

IV. Total Biaya yang Dibutuhkan

No

Jenis

Jumlah

(Satuan)

Harga /Unit

(Rupiah)

Nilai Investasi

(Rupiah)

1

Server, Domain, Hosting

12

340.000

4.080.000

3

Server Cloud VPS

12

300.000

3.600.000

4

Pembuatan Aplikasi

1

5.000.000

5.000.000

5

Maintenance Aplikasi

12

2.500.000

30.000.000

6

Marketing

12

2.000.000

24.000.000

7

Lain-lain

1

5.000.000

5.000.000

TOTAL

71.680.000

*) harga berdasarkan survei di berbagai sumber di internet termasuk berbagai penyedia jasa pembuatan web, sever, domain, dan hosting.

Kurang lebih proyeksi pengeluaran untuk membangun dan menjalankan usaha aplikasi ini, untuk jangka waktu satu tahun adalah sebesar Rp71.680.000

Sedangkan total biaya untuk sampai tahap produk aplikasi ini jadi, hanya sebesar Rp8.140.000,- (340.000+300.000+5.000.000+2.500.000).

V. Bahan/Material dan Alat yang Dibutuhkan

  1. 1 orang Full-Stack Developer
  2. Online system set (Internet, Server, Domain, Hosting, dsb.)
  3. Komputer/Laptop
  4. Aplikasi CorelDraw
  5. Aplikasi AdobeXD
  6. Laman Marvelapp

VI. Cara Membuat

Untuk proses pembuatan produk aplikasi hingga jadi dan dapat launching di system, berikut proses produksinya:

  1. Pencarian ide atau tema utama sektor usaha
  2. Menentukan isi konten untuk aplikasi (termasuk menentukan fitur-fitur yang akan diberikan)
  3. Pembuatan sketsa kasar aplikasi
  4. Pembuatan desain UI/UX aplikasi (pembuatan prototype)
  5. Programming (coding) pembuatan aplikasi
  6. Tahap Alpha, aplikasi diuji cobakan di target pasar
  7. Tahap Beta, aplikasi direvisi berdasarkan hasil Alpha
  8. Launching (peluncuran) aplikasi di PlayStore

Tetapi untuk project kali ini saya hanya akan memberikan gambaran hingga pembuatan prototype.

1. Pencarian ide atau tema dan Menentukan isi konten aplikasi

2. Pembuatan sketsa kasar aplikasi

3. Pembuatan desain UI/UX aplikasi

4. Pembuatan prototype

5. Uji coba prototype

VII. Strategi Penetapan Harga

Karena pada dasarnya saya tidak menjual produk aplikasi ini secara langsung, melainkan aplikasi hanya menjadi pihak perantara atau pihak ketiga, atau sering disebut sebagai middle-man,maka konsep pendapatan dari aplikasi akan berbeda daripada penjualan produk pada umumnya.

Karena aplikasi tidak dapat mengambil fee atau memungut biaya dari user, maka saya mengambil keuntungan atau pendapatan dari pihak-pihak yang bekerja sama. Secara umum ada 3 sumber pendapatan yaitu Fee pihak penggiat wisata, Iklan top-promote, dan dari AdMob by Google.

Penentuan harga yang saya pakai adalah Cost-Based Pricing, dengan memadukan antara Cost-plus pricing dan Cost-based pricing. Cost-plus pricing digunakan untuk menghitung total biaya yang dikeluarkan, kemudian dibagi dengan perkiraan jumlah pihak penggiat wisata yang akan bekerja sama, kemudian ditentukan jumlahnya berdasarkan perkiraan BEP yang ingin dicapai (karena menggunakan pergitungan kapan untuk mencapai BEP, maka tetap menggunakan Cost-based pricing).

Berikut detail sumber pendapatan:

1.) Fee pihak penggiat wisata

Fee diambil dari 3 fitur, yaitu Fee Penginapan, Fee Pemandu, dan Fee Acara. Pihak penggiat usaha tersebut akan memberikan fee sejumlah persentase yang telah ditentukan, dari pendapatan yang mereka peroleh dari wisatawan yang menjadi konsumen mereka lewat aplikasi Konco Plesir.

2.) Iklan top-promote

Iklan bagi para penggiat usaha wisata yang ingin usaha mereka menjadi top-result di daftar atau list kategori destinasinya masing-masing. Misal usaha penginapan di sautu Desa Wisata ingin menjadi top-result di daftar Penginapan yang ada di salah satu fitur di aplikasi Konco Plesir. Atau menjadi top-result saat user mencari Penginapan lokal di aplikasi. Iklan top-promote ini terdapat 2 macam, yaitu Iklan Acara Top (untuk Event atau acara) dan Iklan Wisata Top (untuk destinasi wisata).

3.) AdMob by Google

Iklan AdMob adalah iklan yang otomatis ada ketika suatu aplikasi terdaftar di PlayStore. Pendapatan dari iklan ini tergantung pada jumlah user yang menggunakan aplikasi ini dan frekuensi mereka dalam menggunakan aplikasi.


Detail pendapatan dapat dilihat di tabel berikut ini.

No

Jenis

Jumlah

Harga /Unit

(Rupiah)

Nilai Investasi

(Rupiah)

1

Fee Penginapan

500

5% x 200.000

5.000.000

2

Fee Pemandu

300

5% x 200.000

3.000.000

3

Fee Acara

350

5% x 50.000

875.000

4

Iklan Acara Top

5 acara @ 12 bln

1.000.000/

bln

60.000.000

5

Iklan Wisata Top

10 tempat @ 12 bln

500.000

60.000.000

6

AdMob by Google

1.000.000 view ($1/1.000 view)

$1/13.500

13.500.000

TOTAL

142.375.000

*) harga per unit Penginapan, Pemandu, dan Acara adalah hasil estimasi.

VIII. Strategi Distribusi

Untuk distribusi produk atau aplikasi ini sendiri bisa dibilang hanya ada satu cara, yaitu melalui PlayStore. Karena melalui PlayStore adalah cara yang paling mudah, murah, tetapi mampu menggait banyak customer atau user.

Sehingga dapat dikatakan saya akan menggunakan Indirect Marketing Channel, yaitu melalui PlayStore. Dan dari segi number of marketing intermediaries, menggunakan Selective Distribution. Memang akan banyak melalui PlayStore, tetapi tidak memungkinkan juga melalui laman website yang kita buat, dimana nantinya customer dapat mendownload aplikasi dari laman web kita tersebut. Sehingga akan ada 2 intermediaries, yaitu PlayStore yang akan menjadi dominan,dan laman web perusahaan sendiri walaupun tidak dominan.

IX. Strategi Promosi

1. Periklanan (Advertising)

Konco Plesir akan lebih memakai media periklanan online, yaitu memakai Instagram Ads, Facebook Ads, dan Google Ads sebagai pilihan beriklan. Alasannya karena ketiga media tersebut dapat mencapai target pasar yang sesuai dan media tersebut banyak dipakai oleh target pasar. Terlebih lagi produk yang saya tawarkan adalah berupa aplikasi online. Tetapi jalur offline juga akan ditempuh. Yaitu melakukan periklanan di berbagai biro tour and travel, kantor pengurusan tempat wisata, stasiun kereta, terminal, bandara, dan sebagainya. Dapat berupa penitipan brosur, poster, dan sebagainya.

2. Public Relation

Berbagai macam pameran kewirausahaan, pameran aplikasi dalam negeri, akan kami ikuti untuk merangsang pembelian konsumen. Dengan mendirikan booth-stand, kami dapat mempromosikan aplikasi kepada para konsumen secara langsung. Tetapi lebih dari itu berbagai ajang ini menjadi salah satu cara kami dalam menjaga relasi dengan publik (Public Relation) dengan berkomunikasi secara langsung dengan calon konsumen (user). Selain itu, strategi promosi dagang periklanan bersama juga kami terapkan dalam fitur transportasi, pemandu, dan penginapan. Upaya lainnya juga digunakan saat ada acara pertunjukan dengan menjadi sponsor pertunjukan.

3. Pemasaran Langsung (Direct marketing)

Metode pemasaran lansung yang kami pilih bersifat disesuaikan. Disesuaikan disini dalam artian disesuaikan dengan latar belakang konsumen. Metodenya dengan mempersiapkan pesan dan merancang dengan sebaik-baiknya terlebih dahulu sebelum dikirimkan kepada orang yang bersangkutan agar lebih tertarik.

4. Content Marketing

Salah satu pendekatan yang akan dipakai yaitu dengan aktif di sosial media. Salah satunya melalui Instagram dan Facebook. Dan yang akan paling efektif adalah Instagram, dimana kami dapat membuat berbagai konten terkait pariwisata tetapi sekaligus mempromosikan aplikasi Konco Plesir. Melalui konten-konten di sosial media tersbut calon konsumen atau user terutama para pemuda (sesuai customer target kami) akan merasa lebih tersentuh dan mudah menerima iklan kami.

5. Social Marketing

Karena aplikasi ini termasuk usaha Sociopreneurship, maka saya juga akan menggunakan strategi Social Marketing. Dengan pembawaan bahwasannya aplikasi ini turut serta memajukan perekonomian warga Jogja pada umumnya karena Jogja sebagai daerah wisata, dan perekonomian para penggiat wisata khususnya. Dengan mengkampanyekan pengembangan dan kemajuan wisata lokal, kami dapat sekaligus mempromosikan aplikasi Konco Plesir.



Selain itu, karena produk ini adalah suatu aplikasi digital, maka kami juga menggunakan 4C’s of Digital Technology Marketing yaitu :

1. Creating

Dalam fitur aplikasi Konco Plesir terdapat keunikan tersendiri yang belum ada di berbagai aplikasi serupa. Sebagai contoh pada fitur wisata yang memberikan deskripsi lengkap dengan menggunakan prinsip 3A (attraction, accesbility, dan amenity). Aspek atraksi meliputi keindahan tempat wisata, sarana hiburan, sarana permainan, dan budaya masyarakat setempat. Aspek aksesbilitas meliputi sarana transportasi, medan jalan, dan jarak tempuh. Sedangkan amenitas meliputi tempat ibadah, toilet, tempat parkir, dan fasilitas pendukung lainnya. Lebih lagi, fitur ini menampilkan local value yang terdapat dalam deskripsi tempat wisata.

Selain itu, dalam fitur penginapan kami menampilkan desa wisata, kampung wisata, dan rumah penduduk lokal sebagai pilihannya. Penawaran ini memberikan kesan yang berbeda saat menginap karena akan merasakan pengalaman langsung menginap dan merasakan suasana Yogyakarta yang sebenarnya. Dalam fitur lainnya yaitu pemandu, kami menampilkan pemandu wisata lokal dari organisasi Jogja Local Guide maupun pemandu yang sukarela mengajukan dirinya. Diharapkan para pemandu dapat mengembangkan dirinya dan dapat mengoptimalkan kinerjanya karena sesuai dengan passion yang dimilikinya. Dalam fitur kuliner, menampilkan berbagai jenis makanan khas Yogyakarta. Selain itu, juga ditampilkan penunjuk area tempat dan kisaran harga tempat.

Untuk menunjang pengalaman pengguna, maka ada fitur acara yang menampilkan berbagai acara yang ada di Yogyakarta. Acara-acara yang ditampilkan dapat berbayar dan gratis. Semua acara yang ingin mempromosikan acaranya maupun menjual tiket masuk dapat melewati aplikasi Konco Plesir.

Upaya mendukung mobilitas dan menawarkan pengalaman yang berbeda. Maka, kami menyediakan fitur transportasi yang merupakan moda transportasi tradisional saja. Transportasi tradisional yang dipilih yaitu becak dan andhong. Pengguna dapat memesan becak maupun andhong melewati aplikasi ini via telepon yang terdaftar di aplikasi kami.

2. Curating

Setelah aplikasi ini resmi, kami akan langsung mematenkan ide bisnis. Upaya ini merupakan tindakan preventif yang akan kami laksanakan. Jalur yang dipilih melalui jalur hukum supaya usaha kami berjalan resmi. Jika demikian, kalau ada oknum yang meniru akan mendapatkan sanksi. Sehingga ide dan konsep usaha akan aman.

3. Connecting

Dalam aplikasi ini disediakan ruang chatting untuk pengguna maupun pemandu. Pengalaman ini membuat para pengguna dapat terkoneksi dan membangun komunikasi. Sehingga, banyak yang saling terikat melalui aplikasi ini. Dengan demikian, aplikasi ini semakin sering digunakan.

4. Culture

Para pelancong zaman now memiliki tren nomadic tourism. Dimana para pelancong memiliki keinginan mobilitas yang tinggi dan tidak hanya berkutik di satu tempat saja. Dengan demikian, ketersediaan berbagai fitur yang ada dapat mendukung keinginan para pelancong zaman now.

.

Dibuat oleh:

Faqih Ahmad Mukhlisun - 19/440727/EK/22347

The Nomadic Tourism


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
FaqihAhmad161

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format