TV series: THE OFFICE, sebuah dilema antara pengalaman atau pendidikan di mata perusahaan

Belajar tentang management dan leadership dari serial TV komedi


2
2 points

Sinopsis

The Office adalah sebuah TV series dokumenter komedi Amerika yang menceritakan tentang kehidupan suatu kantor cabang sebuah perusahan kertas fiksi yang bernama Dunder Mifflin yang terletak di Scranton, Pennsylvania. Kantor cabang ini dipimpin oleh seorang regional manager yang bernama Michael Scott.

TV series ini di tayangkan oleh channel NBC dari 24 Maret 2005 hingga 16 Maret 2013, terbagi dalam sembilan season. TV series ini merupakan adaptasi dari channel BBC yang tayang pada 2001 hingga 2003 dengan judul serupa, dengan format acara single-camera setup tanpa penonton atau efek tertawa untuk mensimulasikan tayangan dokumenter sebenarnya. ("Shows A-Z - The Office on NBC". The Futon Critic. Retrieved June 13, 2018.)

A. Problem Identification

Michael Scott, tokoh utama dari TV series, merupakan seorang Regional Manager. Michael adalah sosok manager yang tidak memiliki pengetahuan bisnis yang cukup baik. Perjalanan karirnya diawali menjadi seorang sales representative di cabang Scranton. Sebagai seorang salesman, Michael menunjukkan performa yang sangat baik, hingga mendapatkan penghargaan Best Sales Achievement dua tahun terturut-turut. Regional Manager cabang Scranton saat itu pensiun mendadak akibat adanya perubahan aturan perusahaan mengenai batas usia pensiun pegawai, sehingga Michael yang dinilai memiliki performa kinerja terbaik diantara karyawan yang lain di promosikan menduduki jabatan Regional Manager Scranton, padahal saat itu usia Michael masih sangat muda dan skill yang dimiliki baru sebatas di departemen Sales. Pengangkatan jabatan yang terlalu dini pada Michael ini menyebabkan, pengetahuannya mengenai bisnis perusahaan secara menyeluruh belum cukup matang, dan hal ini sering menimbulkan permasalahan di pegawainya sebagai akibat dari gaya manajerialnya. Dengan latar belakang sales person yang ia miliki, Michael melihat karyawan sebagai keluarga atau teman yang diingkan memiliki kedekatan yang erat dalam hubungan relasi. Dia lebih menyukai menempatkan diri sebagai kawan daripada seorang atasan bagi karyawan nya. Sedangkan para karyawan tidak menginginkan relasi serupa dengan Michael, mereka hanya ingin bekerja sesuai kewajiban, pulang tepat waktu dan tidak menanggapi keakraban dari Michael. Di sisi baiknya, dengan latar belakang sales person yang Michael miliki, Michael memiliki cara yang unik dalam menghasilkan sales besar dan sulit, melalui pendekatan interpersonalnya. Bagi Michael, manusia dan relasi adalah inti bagi bisnis.

Selain Michael, salah satu karakter lain yang cukup ditonjolkan dalam series ini adalah Ryan Howard, salah satu karyawan Michael dengan entry level pegawai magang atau internship. Ryan Howard digambarkan sebagai sosok milenial kekinian, yang  telah menyelesaikan sarjana di usia muda dan langsung melanjutkan pendidikan MBA sembari bekerja di Dundler Mifflin. Seperti tipikal karyawan milenial, Ryan cenderung tidak loyal pada satu perusahaan, dia cenderung ingin tidak berlama-lama berdiam di suatu perusahaan dan sesegera mungkin memulai bisnisnya sendiri. Dengan latar belakang pendidikan yang cukup tinggi ini membuat Ryan memandang rendah kantor cabang Scranton dan tidak mudah mempercayai karyawan lain untuk mengajarinya tentang berbagai skill. Setelah diangkat menjadi junor sales, Ryan tak kunjung berhasil menghasilkan satu sales pun. Di akhir musim, Dundler Mifflin memiliki tawaran posisi yang sedang kosong yaitu Vice of Sales President, satu tingkatan diatas Regional Manager. Michael sempat dijadikan kandidat pengisi posisi tersebut, bersama dengan beberapa karyawan nya. Namun pada akhirnya Dundler Mifflin memberikan posisi tersebut kepada Ryan, karena ia memiliki latar belakang pendidikan MBA, dibanding dengan Michael yang sudah belasan tahun menjabat Regional Manager tapi bukan seorang sarjana. Dengan diangkatnya Ryan menjadi Vice of Sales President dengan usia yang muda, Ryan memberikan terobosan baru bagi perusahaan sebagai usaha dalam meningkatkan kuantitas dan kecepatan sales perusahaan.

Dalam melihat kepemimpian yang dilakukan oleh Michael dan Ryan ada perbedaan yang cukup mendasar antara keduanya, seperti bagaimana cara mereka masing-masing dalam melihat bisnis dan bagaimana karyawan serta perusahaan dalam menilai dan menghargai masing-masing mereka.

B. Critical Thinking

B.1 Michael dan kepiawaian managerialnya

Sebagai seorang Regional Manajer, Michael Scott dituntut untuk mengoptimalkan kelebihannya dari seorang individu. Hal tersebut agar kelak cabang yang dia pimpin dapat memberikan kontribusi yang optimal bagi perusahaan. Kelebihan pertama yang dimiliki oleh Michael Scott sebagai Regional Manager dapat kita perhatikan dari kepiawaiannya dalam melakukan penjualan besar terhadap salah satu calon klien potensial pada Episode 7 Musim ke 2 Serial The Office. Saking besarnya calon kliennya kali ini, Michael bahkan didampingi oleh Jan Levinston yang memiliki jabatan sebagai Vice President perusahaannya. Pada proses negosiasi awal, Jan melakukan pendekatan bisnis dengan gayanya dimana calon klien tersebut memberikan respon yang kurang menarik. Namun disini Michael menggunakan nalurinya sendiri dengan melakukan pendekatan secara interpersonal, yang lebih akrab, dekat dan kasual. Bahkan terlihat Michael dan calon kliennya tersebut bernyanyi bersama di tengah bisnis makan siang. Namun menariknya, gaya penjualan yang diterapkan oleh Michael tersebut berhasil merebut hati calon kliennya dan bersedia melakukan kerjasama dengan cabang yang dipimpin Michael Scott

Michael sedang membangun pendekatan dengan calon klien dan Jan terlihat kesal dengan perbuatannya
(Sumber : data pribadi)

Kelebihan kedua yang dimiliki Michael sebagai seorang pemimpin adalah dia merupakan seorang pemimpin yang berusaha mendorong karyawannya untuk dapat melakukan sesuatu. Hal itu terlihat pada Episode 17 Musim ke 2 Serial The Office. Pada episode tersebut, staff Michael yang bernama Dwight diberikan mandat untuk dapat berpidato karena merupakan salah satu staff sales yang melakukan penjualan terbanyak. Namun sayangnya Dwight kurang terampil dan tidak memiliki kepercayaan diri untuk melakukan pidato. Michael yang merasa bertanggungjawab sebagai pimpinannya, memberikan bimbingan dan dorongan kepada Dwight agar ia dapat berpidato dalam acara penganugerahan sales terbaik tersebut.

Kelebihan selanjutnya yang dimiliki Michael adalah kegigihannya dalam mempertahankan cabang yang dia pimpin. Disaat ada isu penutupan cabang pada yang dipimpin Michael Scott karena kontribusi yang kurang dan perampingan struktur perusahaan pada Episode 7 Musim Ke 3 Serial The Office, ia dengan gigihnya melakukan berbagai macam upaya agar cabangnya tidak ditutup. Dapat dikatakan selain ia peduli dengan cabang dan reputasinya, dia pun peduli dengan nasib para karyawan yang terancam akan dirumahkan.

Selain itu, pada Episode ke 17 Musim ketiga, terlihat Michael merupakan pemimpin yang berusaha untuk dapat mendekatkan diri kepada karyawannya. Hal tersebut terlihat ketika seorang staffnya mengikuti pameran lukisan, Michael merupakan satu-satunya pekerja di kantornya yang datang ke pameran tersebut. Bahkan untuk membesarkan hati karyawannya yang kecewa dengan pelaksanaan pameran lukisan tersebut, Michael pun membeli lukisan karyawannya untuk dipajang di kantor.


B.2 Kelemahan Gaya Manajemen Regional Manager, Michael Scott.

Setiap pemimpin tentunya memiliki sifat baik dan buruk layaknya manusia biasa. Hal itu juga tercermin dalam gaya manajemen Michael Scott dalam serial The Office ini. Hal pertama yang menjadi kelemahan Michael Scott adalah kurang baiknya dia dalam pendelegasian tugas. Seperti yang kita ketahui, seorang pemimpin harus memiliki keterampilan pendelegasian tugas yang baik agar pekerjaan kantor dapat diselesaikan dengan efisien. Hal tersebut terlihat dalam Musim Pertama Episode 3 Serial The Office. Dalam Episode tersebut, Michael Scott diberikan tanggung jawab oleh Jan Levinson, Vice of Sales President tempat Michael Scott bekerja. Dalam arahan Jan Levinson, Michael Scott diharuskan memilih sendiri pilihan asuransi untuk para pegawainya mengingat ini merupakan kebijakan yang bersifat penting dan strategis bagi perusahaan. Namun dia tidak melakukannya sesuai dengan perintah Jan, namun alih-alih dia mendelegasikannya kepada bawahannya yang tidak memiliki pengalaman di bidang tersebut untuk memilih program asuransi bagi seluruh karyawan yang ada di kantor tersebut. Akhirnya yang terjadi adalah keputusan yang diambil terlihat kurang profesional serta keributan pegawai.

Kedua, kelemahan gaya manajemen Michael Scott terlihat dari kurang terampilnya dia dalam menyelesaikan suatu masalah sebab adanya kecacatan produksi cabang mereka dalam Season 3 Episode 30. Produk yang tidak sesuai spesifikasi tersebut telah sampai kepada para konsumen, sehingga para konsumen melakukan komplain terhadap Kantor Cabang yang dipimpin oleh Michael Scott. Namun penyelesaian masalah yang diperlihatkan Michael tidak dapat memberikan solusi yang bagus untuk kedua belah pihak, baik para konsumen, maupun cabangnya. Michael bahkan membuat hubungan dengan kliennya bertambah buruk karena emosinya yang kurang terkendali yang hingga pada akhirnya Michael mengusir klien terbesarnya sendiri.

Michael mengusir client besar akibat tidak dapat mengendalikan emosinya
(Sumber : Data pribadi)

Kelemahan gaya manajemen ketiga dari Michael Scott adalah proses peralihan kepemimpinan yang kurang profesional yang terdapat dalam Season 3 Episode 23 The Office. Terlihat ketika Michael Scott berusaha mencari pengganti posisinya sebagai Regional Manager, dia melakukannya dengan cara personal, berdasarkan kedekatannya dengan individu tersebut. Hal itu tentunya berakibat sangat fatal dimana sangat memberikan kemungkinan posisi tersebut dipegang oleh orang yang inkompeten. Selain itu, tentunya sebuah perusahaan memiliki SOP dalam hal penentuan pengganti jabatan seorang manajer.


B.3 Ryan, angin segar bagi perusahaan

Pada Episode ke 24 Musim Ketiga Serial The Office, Ryan direkomendasikan oleh Michael untuk mengisi jabatan Vice President dengan pertimbangan pendidikan bisnis yang telah dimiliki Ryan sangat memenuhi kualifikasi. Memang pada awalnya posisi tersebut seharusnya diisi oleh Michael, namun Michael menolak tawaran tersebut karena alasan personal. Dapat dikatakan bahwa walaupun pengalaman Ryan tergolong belum cukup banyak, namun karirnya dapat melejit dikarenakan latar pendidikannya di level master sangat mumpuni.

Pada Season keempat Episode Ketiga dan Keempat serial The Office, sangat terlihat perbedaan signifikan gaya manajemen yang dilakukan oleh generasi junior dan generasi senior. Dengan didudukinya posisi Vice President oleh Ryan, maka Ryan mulai membawa terobosan yang bersifat lebih segar bagi perusahaan yaitu dengan membawa aspek yang lebih bersifat digital bagi perusahaan untuk melakukan transaksi jual beli, sehingga dapat mempermudah akses baik bagi konsumen maupun perusahaannya. Bahkan terobosan yang digagas oleh Ryan tersebut dapat memberikan kontribusi penjualan yang banyak dan cepat layaknya staff sales terbaik di perusahaannya. 

Namun sayangnya, saat disosialisasikan, Ryan mendapatkan penolakan atas gagasan barunya tersebut oleh Michael. Michael merasa bahwa pendekatan bisnis gaya lama tetaplah yang paling efektif.


B.4 Kelemahan Ryan saat menjadi pegawai magang

Pada Episode ketiga Musim Kelima Serial The office, memperlihatkan Ryan sebagai pekerja pemula yang masih idealis memiliki emosi yang kurang stabil. Dapat dikatakan Ryan memang memiliki pengetahuan teori bisnis yang mumpuni, namun sangat disayangkan pada episode tersebut dia masih terlalu terpaku dengan pengetahuan yang bersifat teoritikal dalam melakukan negosiasi bisnis dengan salah satu kliennya. Namun sayangnya, pendekatan bisnis yang dilakukan oleh Ryan tersebut tidak disambut baik oleh kliennya dan menghasilkan penolakan terhadap Ryan.

Dengan watak yang idealis serta emosi yang belum stabil tersebut, akhirnya Ryan meluapkan emosinya dengan melakukan pelecehan terhadap kliennya tersebut dengan melemparkan telur-telur ke kantor kliennya. Hal tersebut tentunya bersifat tidak etis.

Selain itu kekurangan yang dimiliki oleh Ryan adalah kurang menghormati atasannya sendiri, dalam hal ini Michael. Hal tersebut terlihat pada Episode ke tujuh belas, Musim Ketiga Serial The Office, dimana Ryan dengan sengaja mengajak Michael untuk mempresentasikan perusahaannya sebagai perusahaan yang diambang kebangkrutan karena faktor digital, namun Ryan tidak memberitahukan topik tersebut kepada Michael. Sehingga akhirnya di kelas, saat Michael mempresentasikan profil manajemen perusahaannya, banyak pertanyaan audiensi yang menyudutkannya dan menganggap bahwa perusahaan yang dipimpinnya tidak akan berdiri lama karena semakin tergerusnya dengan kemajuan digital. Oleh karena perbuatan yang dilakukan oleh Ryan tersebut, akhirnya Michael merasa terhina. Namun alih-alih memecat Ryan, Michael hanya memindahkan Michael ke bagian lain di perusahaannya.


B.5 Kekaguman Michael kepada Ryan

Pada Episode ke Empat Musim Kedua Serial The Office, terlihat ketertarikan Michael kepada Ryan, yang merupakan pegawai dengan status entry level namun memiliki pendidikan formal yang lebih mumpuni. Dengan kelebihan pendidikan formal yang lebih mumpuni tersebut, akhirnya Michael mengagumi Ryan dengan segala pengetahuan teori bisnis yang dipelajari Ryan bahkan Michael memiliki antusiasme tinggi untuk diajarkan berbagai macam teori Bisnis yang dikuasai oleh Ryan didalam mobil.

Michael sedang melihat textbook kuliah milik Ryan didalam mobil (sumber : Data pribadi)

Kekaguman Michael ini juga didasari karena Michael mendapatkan posisi sebagai manager bukan karena pendidikan formalnya yang mumpuni, namun dikarenakan pengalamannya. Namun sayangnya Ryan kurang memberikan respon yang serupa dan kurang menghormati Michael karena menganggap perusahaan tempat ia bekerja ini hanya merupakan tempat kerja sementara. Dapat dikatakan Ryan memiliki karakter seperti pegawai dengan usia muda saat ini, dimana ingin mencari pengalaman diberbagai perusahaan daripada bertahan di satu perusahaan dengan waktu yang lama. Pada Episode ini juga terlihat sangat terlihat perbedaan generasi antara pelaku bisnis yang dididik pada zaman dahulu dengan generasi pelaku bisnis zaman sekarang

C. Analytical Thinking

C.1 Struktur Organisasi

Berikut adalah bentuk struktur organisasi dari Dunder Mifflin yang didaptkan dari pengamatan TV series

Struktur organisasi Dundler Mifflin (sumber : Data pribadi)

Dapat dilihat pada struktur tersebut, struktur organisasi mengandung 2 jenis struktur yaitu struktur geografis dan struktur fungsional. Pada level company yang digunakan adalah struktur geografis. Struktur ini dipilih karena produk dari perusahaan ini adalah kertas dimana konsumen diharapkan lebih mudah dan dapat memperoleh produk sedekat mungkin dengan mereka sehingga pilihan struktur secara geografis dinilai lebih cocok untuk meningkatkan coverage dan penetrasi produk ke pasar yang lebih luas

Sedangkan pada level kantor cabang, struktur yang digunakan adalah struktur fungsional karena di kantor cabang diharapkan untuk melakukan proses operasional dengan tingkat lokal dengan jumlah karyawan seefisien mungkin sehingga struktur organisasi lebih cocok jika dibagi sesuai dengan fungsionalitas yang diperlukan dan disesuaikan dengan kebutuhan ukuran masing-masing kantor cabang.

Dari bentuk organisasi sendiri perusahaan ini tergolong menggunakan flat organization. Jarak antara karyawan dan atasan tidak terlalu jauh. Hal ini menguntungkan untuk pengambilan keputusan yang cepat. mengingat produk perusahaan ini merupakan kebutuhan dasar perkantoran atau pendidikan dan mereka melakukan penanganan dan pelayanan konsumen secara langsung. Sehingga hal-hal semacam keluhan konsumen dapat diatasi sesegera mungkin.


Tabel perbandingan management Michael dan Ryan (sumber: Data pribadi)

B.2 Peran, skill dan level management

Baik Michael maupun Ryan keduanya memiliki peran sebagai entrepreneur keduanya sama-sama memiliki inovasi untuk bagiannya masing-masing. Ryan dengan terobosan online-nya untuk sales service. Michael dengan kekreatifitasannya untuk menjalin hubungan kembali dengan konsumen-konsumen yang sudah tidak bekerjasama lagi. Michael memiliki kelebihan dengan peran resource allocator nya yaitu dengan menempatkan orang-orang pada organisasi sesuai dengan karakter atau keahliannya dan karena latar belakang sales yang ia miliki maka ia memiliki kemampuan untuk bernegosiasi dengan supplier hingga konsumen dengan sangat baik.

Dalam memimpin tim Michael lebih posisikan dirinya menjadi seorang leader yang memberikan perintah secara langsung kepada setiap karyawan maupun grup melalui meeting mingguan. Di dalam meeting mingguan Micahel sering memberikan perintah kerja maupun tujuan-tujuan yang akan dicapai oleh kantor cabang . Sedangkan Ryan bekerja dengan cara mengkoordinasikan beberapa departemen di bawahnya dan lintas departemen untuk menciptakan terobosan service (Liaison)

Michael dan Ryan sama-sama memiliki peran dalam memonitoring pekerjaan di tiap masing-masing bagian. Michael melakukan evaluasi performance terhadap satu departemen biasanya setahun sekali kemudian memberikan pelatihan atau follow up atas hasil evaluasi tersebut Sedangkan Ryan mengevaluasi sistem yang telah ia buat dan melakukan perbaikan terus menerus, Ryan juga melakukan peran disseminator dengan cara mempresentasikan hal-hal yang mempengaruhi atau menjadi tujuan dari perubahan yang ia buat kepada seluruh tim.

Untuk level manajer Ryan tergolong dalam level Manager top karena ia membawahi beberapa manajer di bawahnya sedangkan Michael tergolong dalam level middle manager karena ia membawahi beberapa kelompok fungsional di bawahnya .

Dalam hal manajerial skill Ryan memiliki conceptual skill yang lebih tinggi daripada Michael. Karena posisinya sebagai top management Ryan memiliki kemampuan untuk menganalisis serta mendiagnosis seluruh situasi yang ada di seluruh kantor cabang sehingga memiliki informasi yang cukup untuk melakukan penyusunan strategi perusahaan kedepan.

Sedangkan Michael memiliki human skill dan technical skill yang lebih tinggi karena Michael langsung memimpin sebuah tim dalam kantor cabang di mana setiap hari ia dapat langsung berinteraksi dengan anggota tim tersebut. Technical skills Michael ljuga ebih tinggi karena latar belakang Michael dan mengawali karirnya mulai dari sales representation di perusahaan tersebut sehingga ia telah memiliki dan menguasai skill secara teknis dalam hal sales


B.3 Perbedaan tipe leadership dan konflik yang terjadi

Jika dilihat dari Contingency Model of Leadership Michael memiliki relationship-oriented style karena Michael sangat ingin membangun hubungan yang baik, disukai dan dianggap sebagai teman oleh karyawan-karyawannya. Michael hampir tidak pernah menempatkan diri atau memperlakukan karyawannya seolah-olah ia sebagai atasannya. Sedangkan Ryan memiliki leadership dengan tipe task-oriented style. Dia tidak sungkan untuk mendorong agar karyawan bekerja ekstra atau lembur untuk mencapai hasil yang maksimal.

Meskipun keduanya memiliki kelebihan masing-masing di bagian yang dipimpin, terdapat konflik diantara keduannya. Penyebab dari konlflik keduanya yaitu perbedaan tujuan dan otoritas yang bersinggungan. Ryan berkeinginan untuk menambah dan mempercepat sales dengan mengaktifkan channel penjualan online, ia memerintahkan secara langsung kepada para sales representation untuk menggunakan alat komunikasi yang canggih dalam berkomunikasi dengan konsumen. Michael menginginkan sales representation untuk membangun hubungan kembali dengan konsumen yang telah putus hubungan melaluipendekatan interpersonal. Sales representation mengalami kebingungan mendapat dua macam perintah dari atasan yang berbeda.

C. Saran

C.1 Ryan harus mengembangkan core skill

Meskipun Ryan adalah seorang Vice of Sales President, dia perlu memahami dasar atau core competency dari sales itu sendiri, minimal pengetahuan mengenai cara kerja, alur dan standard sales di dalam Dundler Mifflin. Sisihkan waktu untuk mengunjungi seluruh cabang secara bergantian untuk ikut belajar bersama Sales Representation, ikut mengunjungi konsumen, ikut melakukan telemarketing. Sehingga Ryan akan mengetahui kondisi lapangan dan pasar, mengetahui kelebihan dan kekurangan yang terjadi saat ini dalam sistemnya yang membuat ia lebih tajam lagi dalam merumuskan strategi sales kedepannya. Pendidikan yang ia miliki hanyalah sebuah tools, namun tools tersebut hanya bisa dipakai di tempat yang tepat yaitu pasar dan konsumen.


C.2 Michael harus mau untuk mulai mempelajari tentang management dan bisnis secara keseluruhan

Menjadi seseorang yang mahir di bidangnya saja tidaklah cukup bagi seorang Regional Manager. Michael perlu sering memperbanyak mempelajari bisnis secara keseluruhan tingkat company, untuk menyamakan ritme dan tujuan perusahaan hingga ke tingkat cabang. Melihat bisnis tidak dari sisi sales saja tapi juga melihat constraint dari departemen lain. Kemudian Michael sebaiknya sering berkerjasama atau melihat unit cabang lain, sharing mengenai permasalahan dan solusi, berkolaborasi, meniru hal-hal baik yang terjadi di cabang lain.


C.3 Kolaborasi antara modern dan cara klasik (online dan conventional relationship)

Konflik yang terjadi antara Michael dan Ryan seharusnya dapat diselesaikan dengan cara kompromi dan kolaborasi. Michael harus mulai sadar bahwa konsumen bergerak menuju sesuatu yang mudah dan cepat, dan hal itu bisa ditampung menggunakan online sales service yang dibentuk oleh Ryan. Namun Ryan juga harus menyadari, untuk menjaga loyalitas dan image brand di mata konsumen, personal service dan engagement perlu dilakukan dengan cara membangun hubungan yang baik terutama untuk konsumen konsumen strategis. Jika kedua hal tersebut dilakukan secara kolaboratif, maka akan menghasilkan sales yang lebih baik baik dari segi kuantitas maupun kualitas.


Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
1
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format