BURNT; Arrogance of a Chef in Realizing His Ambition

Kepemimpinan efektif memerlukan emotional intelligence dalam mencapai tujuan.


2
2 points

Burnt adalah film bergenre drama yang merepresentasikan dinamika bisnis kuliner. Film berdurasi 101 menit ini menceritakan kehidupan seorang mantan pecandu narkoba dan alkohol bernama Adam Jones yang diperankan oleh Bradley Cooper sebagai sosok arogan, ambisius, temperamen dan perfeksionis. Adam Jones adalah seorang chef profesional, pemegang Michelin two-star yang bekerja di sebuah restoran ternama milik Jean Luc di Paris, Prancis. Namun Jones berbuat ulah sehingga restoran tersebut mengalami kerugian dan berdampak pada nasib rekan-rekan seprofesinya. Hal ini yang mengakibatkan Jones frustasi dan menghilang dari dunia bisnis kuliner.

Tiga tahun berlalu, Jones kembali sebagai seorang chef untuk menebus dosa-dosanya di masa lalu. Dia bertekad meraih Michelin three-star, sebuah penghargaan tertinggi bagi seorang chef di dunia. Untuk mewujudkan ambisinya, Jones menuju London dan meminta Tony Belardi, koleganya, menyerahkan The Langham, agar dikepalai olehnya. Namun, Tony tidak percaya dengan Jones karena reputasinya yang buruk seperti narkoba dan alkohol. Jones berusaha meyakinkan bahwa dirinya sudah berubah. Jones menunjukkan kalau dia tidak minum alkohol dan menjadi vegetarian. Kemudian Jones meminta bantuan Simone Forth, seorang kritikus restoran dari Evening Standard, datang ke The Langham untuk membuat review hidangan restoran. Kondisi ini dimanfaatkan oleh Jones untuk meyakinkan Tony bahwa dia bisa menyajikan masakan yang membuat kritikus memberikan penilaian positif. Akhirnya Jones diberi kepercayaan memimpin The Langham dan merekrut teman-teman lamanya untuk membentuk tim solid yang berisikan para ahli masak profesional. Restoran milik Tony berubah nama menjadi “Adam Jones at The Langham.”

Film ini juga menceritakan perjuangan Jones merekrut Helene, chef wanita yang handal serta persaingannya dengan Reece dalam mengembangkan restorannya menjadi terbaik di London. Intrik, arogansi dan pertengkaran mewarnai ambisi Jones. Kompleksitas masalah yang dihadapi di dalam dan luar dapur memberikan tantangan yang cukup berat bagi Jones. Arogansi Jones sebagai kepala Chef memberikan tamparan cukup keras kepada rekan-rekannya. Jones selalu mengumpat dan marah-marah jika rekan-rekannya tidak becus menyelesaikan pekerjaannya. Di sinilah perselisihan terjadi. Helene tidak nyaman dengan sikap Jones yang suka menghardik dan tidak menghargai upaya rekan-rekannya. Helene resign dari tim. Jones sadar akan kesalahannya. Akhirnya Helene diberi kesempatan meracik menu masakan baru yang berkualitas. Kerjasama keduanya mampu memberikan warna baru pada menu makanan yang disajikan The Langham. Kritikus dari The Times menulis ulasan positif bahwa Adam Jones at The Langham menjadi salah satu restoran terbaik dan tempat makan paling menarik di London.

Gambar 1. Perselisihan antara Jones dan Helene

Gambar 2. Pengakuan Michel ketika menyabotase masakan Jones

Klimaks dari film ini adalah ketika ada orang-orang yang memenuhi kriteria dan diperkirakan berasal dari Michelin berkunjung ke The Langham. Michelin mengirim pengawas ke restoran-restoran untuk makan dan membuat standar penilaian ke semua restoran yang diulas. Momen ini dimanfaatkan oleh Michel, anggota tim dapur. Dia menyabotase masakan yang disajikan ke orang-orang Michelin. Michel menambahkan lada sehingga masakan terlalu pedas. Michel melakukan ini sebagai upaya balas dendam karena Jones pernah melepaskan tikus di restoran Michel ketika tim kesehatan Paris melakukan inspeksi. Kejadian ini membuat Jones frustasi, mabuk dan mencoba bunuh diri. Reece, mencegah Jones bunuh diri dan menasehatinya. Jones diam dalam kegagalan. Hingga pada suatu hari muncul informasi dari Tony bahwa orang-orang yang dianggap dari Michelin ternyata sales people sebuah perusahaan perangkat lunak dari Birmingham yang kebetulan makan di sana. Setelah kejadian itu, Jones kembali memimpin The Langham. Sedikit demi sedikit masalah Jones teratasi. Anne Marie, mantan wanita Jones membayar lunas semua hutang Jones. Jones berubah menjadi pribadi yang sabar, tidak ambisius dan menaruh kepercayaan lebih kepada timnya untuk memberikan sentuhan terakhir pada masakan yang siap disajikan ke pengunjung restoran.

Gambar 3. Kerjasama Jones dan Helene dalam meracik menu restoran

Ending dari film ini adalah ketika kritikus dari Michellinberkunjung dan memesan salah satu menu makanan. Melalui kekompakan tim, Jones memimpin timnya untuk menyajikan hidangan yang sederhana dan menarik. Meskipun tidak dijelaskan secara eksplisit bagaimana hasil penilaian dari Michelin, tetapi Tony memperlihatkan gestur bahwa Michelin telah memberikan ulasan positif kepada restoran miliknya.

IDENTIFIKASI KARAKTER

Berdasarkan sinopsis film, teridentifikasi dua karakter yang saling berlawanan yaitu Adam Jones, Kepala Chef The Langham dan Tony Belardi, pemilik The Langham Restaurant.

Gambar 4. Adam Jones, chef yang berambisi meraih michelin three-star

1) Adam Jones

Jones adalah pribadi yang optimis, arogan dan perfeksionis. Jones tidak ragu mengumpat bawahannya yang dianggap tidak becus memasak dan menyajikan hidangan yang tidak sesuai keinginannya. Jones juga terlilit hutang akibat masa lalunya yang kelam. Untuk meredakan emosinya, Jones selalu mendatangi teman psikolognya. Jones sangat berambisi meraih michelin three-star, penghargaan tertinggi bagi chef terbaik di dunia. Jones menghalalkan segala cara untuk mewujudkan impiannya, mulai dari meminta bantuan kritikus kuliner mereview The Langham hingga meminta Conti memecat chefnya agar bergabung dengan Jones. Gaya kepemimpinan Jones yang high pressure dan intimidating mengakibatkan ketidakharmonisan di dalam tim. Jones juga mengalami kekerasan fisik dari debt collector karena tidak mampu membayar hutang-hutangnya. Setelah Jones dikhianati oleh Michel, dia belajar memberikan kepercayaan kepada bawahannya memberikan sentuhan terakhir pada makanan yang akan disajikan.

                       Gambar 5. Tony Belardi, pemilik The Langham Hotel and Restaurant

2) Tony Belardi

Tony adalah pemilik The Langham Hotel and Restaurant di London. Dia menjalankan bisnis hotel dan restoran ini untuk meneruskan usaha ayahnya yang sudah meninggal. Demi menjaga kualitas restorannya, Tony memastikan timnya bekerja secara profesional. Tony adalah orang yang perfeksionis, tetapi dia juga tipe orang yang pesimis dan tidak percaya diri. Tony percaya kepada Jones untuk mengembangkan restorannya menjadi terbaik di London. Kelemahan Tony adalah selalu ketakutan ketika kritikus makanan datang ke restorannya. Perselisihan yang terjadi pada tim Jones, telah memberikan dampak positif terhadap karakter Tony. Tony mencoba berpikir positif dan tidak menaruh curiga kepada setiap pengunjung serta mendukung Jones membuat The Langham menjadi yang terbaik di London.

PERMASALAHAN

Michelin three-star adalah penghargaan tertinggi untuk restoran-restoran yang diakui oleh dunia internasional. Penghargaan ini menjadi golden ticket bagi para chef profesional dan restoran agar dikenal oleh masyarakat luas. Restoran yang mendapatkan michelin star akan menaikkan harga menu makanannya dan penghargaan ini juga memberikan nilai jual tinggi terhadap para chef profesional. Michelin, perusahaan pemberi penghargaan michelin star, selalu membuat daftar restoran terbaik dan termahal serta chef terbaik dari seluruh dunia. Michelin membentuk tim khusus mereview dan menentukan restoran mana yang layak diberi penghargaan. Untuk meraih michelin three-star, Jones memotivasi timnya dengan keras untuk menyajikan masakan yang sempurna.

Karakter Jones yang perfeksionis dan temperamen menimbulkan ketegangan di dalam tim. Tony sebagai pemilik restoran harus terlibat menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi dan menjadi penengah atas konflik yang timbul antara Jones dan Helene. Jones juga harus menanggung dosa di masa lalu yang berdampak pada The Langham. Tanpa diduga, rekan satu timnya, Michel menyabotase masakan yang disajikan ke orang-orang yang diduga dari Michelin. Michel menambahkan lada sehingga masakan terlalu pedas. Michel melakukan ini sebagai upaya balas dendam karena Jones pernah melepaskan tikus di restoran Michel ketika tim kesehatan Paris melakukan inspeksi. Situasi tersebut membuat Jones depresi dan mencoba bunuh diri. Tony, pemilik The Langham, sangat kecewa dengan kepemimpinan Adam Jones.

FOUR TASK MANAGEMENT

Manajemen diperlukan agar setiap individu dalam organisasi dapat memahami kompleksitas manajerial, menentukan keputusan yang efektif dan efisien serta mengoptimalkan sumber dayanya untuk mencapai tujuan melalui four task management yang meliputi:

– PlanningMerencanakan, mengidentifikasi dan menentukan tujuan yang akan dicapai oleh organisasi. Seorang manajer harus memutuskan strategi apa yang harus dipakai dan bagaimana mengoptimalkan sumber dayanya untuk mencapai tujuan sesuai strategi yang efektif dan efisien.

– Organizing; Penataan hubungan kerja agar interaksi dan kerjasama tim dapat terwujud dengan baik. Pengorganisasian sumber daya diperlukan untuk menjabarkan wewenang dan tanggung jawab antara individu sehingga mereka mengetahui fungsi dan tugas masing-masing secara spesifik.

– Leading; Kepemimpinan diperlukan seorang manajer dengan menggunakan kepribadian, pengaruh, kekuatan dan keterampilan komunikasinya untuk mengkoordinasi setiap individu dalam organisasi sehingga upaya mereka selaras dalam mencapai tujuan yang disepakati.

– Controlling; Pengendalian diperlukan untuk mengevaluasi suatu organisasi mengambil tindakan korektif mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya, serta seberapa baik organisasi telah mencapai tujuannya.

                                Sumber: Mcgraw-Hill, 2000

Dalam film Burnt, manajemen dapat berhasil jika fungsi tiap individu dapat dijalankan dengan efektif. Penerapan four task management pada dua karakter berlawanan dijelaskan sebagai berikut :

Four Task Management

Adam Jones

Tony Belardi

Planning

– Setting goals

– Determining course of action

– Decision making

– Selecting mission and actions to achieve goals 

– Decision making

Organizing

– Create the structure of working relationship

– Motivate employees to achieve goals

– Determining resources and activities are to be coordinated

Leading

– Determine direction and help employees understand the role in attaining goals

– Using power, vision, influence and communication skill

– Prompting employees to work together

– Help to serve effectively and efficient

Controlling

– Measuring performance

– Finding and correcting the deviations

– Maintain managerial effectivenes

– Take corretive action to improve performance

1) Planning

– Adam Jones

Jones berambisi mendapatkan michelin three-star dengan memanfaatkan restoran milik Tony melalui kerjasama dengan Simone Forth, kritikus restoran ternama. Kemudian Jones membentuk sebuah tim yang isinya mantan rekan-rekannya dan chef profesional yang mendukung mewujudkan mimpinya. Jones membagi tugas kepada rekan-rekannya sesuai fungsi dan skill masing-masing, Michel sebagai kepala koki dan Helene bertanggung jawab terhadap menu dessert. Dalam menentukan menu makanan spesial, Jones dibantu Helene mencari bahan baku yang berkualitas. Meskipun sempat dikhianati oleh Michel, Jones mampu merencanakan dan memimpin timnya secara efektif untuk mencapai tujuannya.

– Tony Belardi

Tony menjalankan bisnis restoran untuk meneruskan usaha ayahnya. Dia tidak berambisi mendapatkan michelin star. Tony tidak mempunyai perencanaan matang dan cenderung pesimis ketika kritikus datang mereview hidangan yang disajikan oleh The Langham, sehingga Tony menyerahkan kepemimpinan restoran ke Adam Jones yang dianggap mampu mengembangkan restorannya menjadi lebih baik. Tony menyerahkan semua urusan dapur kepada Jones. Tony hanya memberikan saran hidangan seperti apa yang layak disajikan.

2) Organizing

– Adam Jones

Jones memimpin timnnya secara perfeksionis. Konsep menu dan rasa makanan menjadi prioritas dalam sajian. Jones tidak bisa menjalin komunikasi yang baik dengan timnya. Jones sangat arogan dan tidak memberikan ruang kepada timnya untuk memberikan pendapat terhadap masakan yang disajikan. Komunikasi satu arah menyebabkan pertengkaran dalam tim.

– Tony Belardi

Ketika tim dapur dipegang oleh Jones, Tony fokus mengatur manajemen restoran agar disiplin dan tata krama sebagai prioritas. Tony sangat perfeksionis dalam mengatur tata letak meja, peralatan makanan dan manner pelayan. Komunikasinya yang halus dan tegas, membuat pelayan restoran menjadi percaya diri dan semangat melayani tamu

3) Leading

– Adam Jones

Kepemimpinan Jones sangat ambisius, arogan, perfeksionis, temperamen dan tidak menghargai kinerja rekan-rekannya. Tindakan Jones telah menciderai kekompakan yang terjalin di dalam tim. Jones menolak pendapat timnya. Komunikasi satu arah dan represif menyebabkan sering timbulnya pertengkaran. Sikap Jones tidak mendapat respek dari rekan-rekannya. Helene, salah satu rekan Jones yang resign dan menentang kepemimpinan Jones.

– Tony Belardi

Tony memimpin tim pelayan restoran dengan tegas dan displin. Namun, dia tidak bisa memimpin tim dapur dengan solid. Tony cenderung menyerahkan semua persoalan dapur ke Jones. Ketika terjadi pertengkaran, Tony hanya bisa melerai dan meyakinkan tim dapur agar solid kembali.

4) Controlling

– Adam Jones

Jones selalu fokus pada masakan dengan cita rasa tinggi. Dia menghardik timnya jika makanan tidak sesuai dengan taste lidahnya. Kontrol yang berlebihan dan tidak adanya evaluasi akibat kesombongan Jones sebagai Chef menyebabkan pertengkaran di dalam timnya. Jones tidak mampu mengontrol emosinya sehingga koordinasi antar tim menjadi berantakan.

– Tony Belardi

Tony adalah pribadi yang teliti dan displin. Sebagai pemilik restoranTony mengkoordinasi para pelayan agar siap melayani tamu dengan tata krama dan respon cepat. Tony menaruh perhatian lebih pada tamu yang memiliki ciri-ciri seperti inspektur michelin, sehingga dia meamastikan semua berjalan efektif dan efisien. Untuk urusan dapur, controlling yang bisa dilakukannya adalah menjaga cita rasa makanan yang akan disajikan.

MANAGERIAL ROLES IDENTIFIED

Menurut Mintzberg, peran manajerial diidentifikasi menjadi tiga kategori dengan ten specific roles sebagai berikut :

                   Sumber: CliffsNotes, 2020

Berdasarkan film, Jones dan Tony memiliki peran masing-masing dalam manajerial. Jones adalah seorang leader, entrepreneur dan negotiator. Sedangkan Tony adalah liaison, spokesperson dan resource allocator.

Type of Role

Adam Jones

Tony Belardi

Decisional

Entrepreneur and negotiatior

Resource allocator and disturbance handler

Interpersonal

Leader

Liaison

Informational

Monitor

Monitor and spokesperson

1) Decisional

– Adam Jones

Jones merencanakan dengan sangat matang dalam membentuk tim dapur dan meyakinkan rekan-rekannya untuk mendukungnya meraih michelin star. Jones juga melakukan negosiasi dengan Tony agar The Langham dipercayakan ke dia.

– Tony Belardi

Tony fokus pada persiapan budget, penentuan jadwal dan menyelesaikan konflik antara bawahan.

2) Interpersonal

– Adam Jones

Jones adalah tipe pemimpin arogan yang memberikan perintah, membuat keputusan dan memotivasi rekan-rekannya untuk mencapai tujuan. 

– Tony Belardi

Tony bertindak sebagai penghubung tim dapur dengan tim pelayan restoran. Dia menyelaraskan kecepatan tim dapur dalam menyajikan makanan dengan response time pelayanan restoran.

3) Informational

– Adam Jones

Jones selalu mencari informasi untuk meningkatkan cita rasa masakan serta memonitor rekan-rekannya dalam memasak dan penyajian makanan secara efektif.

– Tony Belardi

Tony mencari informasi tentang ciri-ciri inspektur Michelin dan memonitor para pelayan restoran untuk memberikan pelayan terbaik kepada tamu.

MOTIVATION AND PERFORMANCE

Motivasi didefinisikan sebagai kemampuan psikologis menentukan arah perilaku, tingkat kinerja dan kegigihan seseorang dalam mengalami kesulitan mencapai tujuan individu/kelompok. Salah satu teori motivasi yang biasa digunakan untuk mendapatkan motivasi yang tinggi adalah “Expectancy Theory”. Menurut Victor H. Room, 1960, teori ini mempercayai bahwa usaha tinggi berdampak pada performa kinerja yang tinggi, sehingga hasil yang diinginkan dapat tercapai. Teori ini mengidentifikasi tiga faktor yang mempengaruhi motivasi seseorang, antara lain:

1) Expectancy. Persepsi seseorang tentang tingkat suatu usaha yang menghasilkan sebuah level performa tertentu, sebuah usaha yang tinggi akan menghasilkan level performa yang tinggi.

2) Instrumentality. Sebuah persepsi tentang tingkat suatu level performa yang membawa ke pencapaian suatu hasil tertentu. Seorang manajer harus mengkomunikasikan dengan jelas hubungan antara performa dan hasil yang akan tenaga kerja dapatkan.

3) Valence. Seorang manajer perlu menentukan hasil mana yang  paling diinginkan dan memastikan hasil tersebut dapat dicapai bagi mereka yang memberikan performa tinggi. 

               Sumber: Mcgraw-Hill, 2020

Burnt menceritakan bagaimana karakter seorang manajer membentuk motivasi kinerja para bawahannya. Jones dan Tony memiliki kemampuan psikologis dan komunikasi yang berbeda dalam memotivasi timnya.

– Adam Jones

Jones meyakini bahwa performa tinggi ditentukan oleh seberapa besar upaya yang dilakukan. Jones memberikan tekanan kepada bawahannya untuk memasak dengan teknik terbaik dan penyajian yang sempurna. Jones tidak mentoleransi sedikit kesalahan baik cita rasa, kebersihan, maupun teknik memasak yang ideal. Melalui motivasi instrumentality, Jones mengkomunikasikan dengan jelas jika performa tinggi akan memberikan hasil yang tinggi pula. Hal ini terjadi pada Helene, dia berjuang mempertahankan ide dan pendapatnya sehingga Jones mengangkatnya menjadi kepala koki serta membantunya meracik menu makanan yang spesial. Jones juga memuji David karena cita rasa masakannya. Jika bekerja keras dan mengikuti arahannya, David akan menerima gaji yang fantastis.

– Tony Belardi

Tony melakukan motivasi valence yaitu menentukan hasil mana yang paling diinginkan dan memastikan hasil tersebut tercapai dengan performa tinggi. Tony memastikan Jones memberikan hidangan terbaik dengan cita rasa masakan yang sempurna. Tony selalu memberikan arahan kepada para pelayan untuk mempertahankan performa tinggi dalam pelayanan sehingga tamu restoran akan terus meningkat.

LEADERSHIP

Menurut Jones dan George, kepemimpinan adalah proses dimana seorang individu mempunyai pengaruh terhadap orang lain dan memotivasi serta mengarahkan kegiatan mereka guna membantu tercapainya tujuan. Kepemimpinan dapat berjalan efektif jika fungsi kepemimpinan diwujudkan sesuai tipe kepemimpinan yang mampu memberikan kesempatan bagi orang yang dipimpin ikut berperan aktif dalam menetapkan tujuan. Fungsi kepemimpinan terdiri dari:

1) Fungsi instruktif. Fungsi pemimpin adalah memberikan perintah kepada orang yang dipimpin

2) Fungsi Konsultatif. Pemimpin melakukan komunikasi dua arah untuk menetapkan tujuan

3) Fungsi Partisipasi. Pemimpin melibatkan orang lain dalam proses pengambilan keputusan

4) Fungsi Delegasi. Pemimpin memberikan pelimpahan wewenang untuk bertanggung jawab

5)Fungsi Pengendalian. Pemimpin melakukan coordinating, counseling, directing, dan controlling kepada bawahannya

Kunci utama kepemimpinan efektif bergantung pada kemampuan seorang pemimpin dalam memberikan pengaruh dan berdampak kepada orang yang dipimpinnya. Sumber kekuatan kepemimpinan, antara lain :

1) Legitimate Power. Otoritas yang dimiliki manajer berdasarkan posisinya dalam hierarki organisasi. Wewenang seorang pemimpin untuk memberi perintah yang harus didengar dan dipatuhi oleh bawahannya. 

2) Reward Power. Kemampuan seorang manajer untuk memberikan kompensasi nyata dan tidak berwujud sebagai bagian dari penghargaan kepada bawahan yang mengikuti arahan-arahannya.

3) Coercive Power. Kemampuan seorang manajer untuk memberi hukuman dan pengendalian kepadabawahannya. Seorang bawahan menyadari jika tidak mematuhi arahan pimpinan, akan ada efek negatif yang bisa timbul.

4) Expert Power. Kekuatan yang didasarkan pada pengetahuan, keterampilan, dan keahlian khusus yang dimiliki pemimpin. Kekuasaan dapat berjalan jika bawahan memerlukan keahlian pemimpinnya dan akan hilang apabila sudah tidak memerlukannya. 

5) Referent Power. Kekuatan yang berasal dari rasa hormat, kekaguman, dan loyalitas bawahan. Kekuasaan ini timbul karena karakter individu, kepribadian yang menarik, keteladanan dan kharisma.

Sumber: Mcgraw-Hill, 2020

Adam Jones, adalah pemimpin yang melakukan fungsi instruktif dan delegasi. Dia menentukan langkah-langkah strategis apa saja yang perlu dijalankan untuk mencapai tujuan. Jones melakukan cara komunikasi satu arah dan tidak melibatkan orang lain/bawahannya dalam proses pengambilan keputusan. Dalam menjalankan fungsi delegasi, Jones melimpahkan wewenang kepada Michel untuk bertanggungjawab memimpin tim dapur. Setelah Michele berkhianat, Jones memilih Helene untuk menjadi kepala chef dan melakukan controlling terhadap makanan yang akan disajikan. Sumber kekuatan kepemimpinan Jones adalah legitimate, coercive dan referent power. Jones memberikan perintah yang harus didengar dan dipatuhi oleh tim dapurnya. Jika bawahan tidak mematuhi perintahnya, Jones tidak segan melakukan pemecatan, seperti yang terjadi pada Helene. Jones juga memiliki kepribadian yang menarik. David dan Max adalah orang yang loyal kepada Jones karena kharismanya sebagai chef profesional.

Tony Belardi, sebagai pemilik restoran menjalankan tugas sebagai pemimpin instruktif, konsultatif, delegasi dan pengendalian. Dia mengarahkan Jones agar dapat menjadikan restorannya menjadi yang terbaik di London. Dia berkomunikasi dua arah dengan Jones dan Helene untuk meracik menu hidangan terbaik. Tony selalu melakukan monitoring terhadap kinerja bawahannya. Dia ingin semua karyawannya mempertahankan performa tinggi di setiap pelayanan restoran. Sumber kekuatan kepemimpinan Tony adalah legitimate dan reward power. Sebagai pemilik restoran, Tony memiliki otoritas dalam memberikan perintah yang harus dipatuhi oleh bawahannya. Tony juga memberikan penghargaan kepada Jones jika dia berhasil menyajikan masakan kelas dunia sehingga restorannya mendapat penilaian positif dari kritikus kuliner sebagai restoran terbaik di London.

KESIMPULAN DAN SARAN

Adam Jones dan Tony Belardi adalah 2 pemimpin dengan kepribadian yang berbeda. Jones memiliki kepribadian yang ambisius, arogan, optimistis dan temperamen. Dia adalah seorang tipe pemimpin instruktif dengan sumber kekuatan legitimate, coercive dan referent. Jones memimpin timnya melalui motivasi high expectancy dan instrumentality. Jones melakukan perencanaan yang matang dan terorganisir dengan peran manajerial decisional dan interpersonal  untuk meraih michelin three-star. Kelemahan Jones adalah dia belum memiliki emotional intelligence, sehingga gaya kepemimpinannya berpotensi merusak kekompakan dalam tim. Sedangkan Tony memiliki kepribadian yang pesimis, disiplin, teliti dan tegas. Tony, sebagai pemilik restoran menjalankan tugas sebagai pemimpin yang instruktif, delegasi dan pengendalian dengan sumber kekuatan kepemimpinan pada legitimate dan reward power. Kelemahan terbesar Tony adalah ketakutan berlebihan ketika restorannya dikunjungi oleh para kritikus kuliner.

Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi, sebagai berikut :

1) Jones dan Tony harus bersinergi menciptakan ide baru, saling mengoreksi kesalahan dan menyelesaikan permasalahan yang ada. 

2) Jones, sebagai seorang pemimpin, dia perlu memiliki emotional intelligence. Kemampuan seorang pemimpin dalam mengatur emotional intelligencakan memberikan banyak manfaat seperti membantu memotivasi bawahan untuk berkomitmen pada visi serta memberi semangat bawahan untuk bekerja sebaik mungkinagar visi tercapai. Kepemimpinan Jones perlu ditekankan pada directive dan participate behaviour, yaitu memberikan arahan kepada bawahan cara menyelesaikan pekerjaan untuk meningkatkan performa dan memberi kesempatan dalam hal pengambilan keputusan secara bersama-sama.

3) Tony perlu mengubah dirinya menjadi pribadi yang optimis dan berpikiran positif. Kualitas kepribadian positif dapat membuat seseorang menjadi pemimpin yang kharismatik serta organisasi yang dipimpin berjalan efektif dan efisien.

4) Jones harus mengevaluasi kinerja dan mengukur kontribusi setiap individu. Hal ini perlu dilakukan sebagai controlling atas mutu dan kualitas makanan yang akan disajikan serta memberikan peranan kepada setiap bawahan untuk menyadari kesalahannya dan mengingatkan bahwa kepentingan perusahaan sebagai sasaran utama.

5) Responsif terhadap kebutuhan karyawan dengan memberikan penghargaan kepada mereka yang memiliki kinerja tinggi dan menegur dengan sopan kepada mereka yang memiliki kinerja rendah.

6) Membentuk team work yang melibatkan partisipasi semua anggota tim dapur dengan skill yang saling melengkapi, saling menghargai pendapat dan fokus pada tujuan yang telah disepakati yaitu meraih michelin three-star.

Sumber:

Jones, G.R., dan George, J.M. (2020). Contemporary Management. 11th Edition, McGraw-Hill, New York

Disusun oleh:

Yoga Citra Kurnianda

Burnt, 2015.


Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
yogakurnia

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format