Moneyball, Tidak Sekedar Pertandingan Baseball dan Ego

Billy Beane dan Peter Brand membawa metode revolusioner yang dinamakan sabermetrik untuk membawa tim Oakland Athletics mencetak rekor 20 kemenangan beruntun


1
1 point

Sinopsis Film (2011)

Film yang disutradarai oleh Bennett Miller ini diawali dengan tayangan kekalahan Klub Oakland Athletics (OA) atas New York Yankees dalam pertandingan American League Division Series di tahun 2001. Tiga pemain terbaik OA, Johnny Damon, Jason Giambi, dan Jason Isringhausen, pergi ke agen bebas karena menginginkan pendapatan yang lebih tinggi. Hal ini membuat manajer umum klub, Billy Beane (Brad Pitt), memutar otak dalam mengumpulkan tim yang kompetitif untuk tahun berikutnya dengan anggaran gaji yang disiapkan oleh investor klub terbilang terbatas sedangkan tim yang mereka hadapi memiliki anggaran gaji yang besar mencapai 120 juta dolar per tahun. Oleh karena itu, tepat ketika buku sumber yang menceritakan kisah ini diberi judul “Moneyball: The Art of Winning an Unfair Game”.

Setelah itu Billy menemui investor klub untuk melakukan negosiasi terkait penambahan dana agar dapat mengembalikan tiga pemain tersebut ke klub. Namun keinginan Billy tidak mendapatkan lampu hijau, lalu Billy melakukan rapat dengan manajemen klub, yang beranggotakan pelatih, pengembang bakat, dan instruktur bakat untuk mencari solusi pemain pengganti dengan kriteria unggul. Tetapi menurut Billy kriteria mereka dari tahun ke tahun adalah monoton tidak terdapat manuver yang brilian yang membuatnya terkesan sehingga ia berpikir perlunya inovasi atau analisis yang berbeda dalam perekrutan pemain.

(Suasana Rapat Manajemen Klub sumber : https://images.app.goo.gl/QQdm86Pvv6t44FYC9)

Akhirnya, dengan trauma masa lalu yang masih membayangi tentang karirnya yang tidak sukses dalam baseball dan dianggap sebagai kesalahan fatal dalam pilihan hidupnya, ia menduga ada kesalahan penentuan kriteria pemain yang dianggap sebagai bintang lapangan oleh pemandu bakat. Selama ini, seseorang yang dianggap talenta muda yang berpotensi bersinar di masa yang akan datang harus tampil dengan paket lengkap. Fakta yang terjadi adalah dia tidak mampu tampil maksimal meskipun sudah diberi beberapa kali kesempatan. Billy pun merasa harus mendobrak kriteria dalam pemilihan pemain untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan pemain-pemain terbaiknya. Suatu hari, Billy mendatangi Cleveland Indians untuk mendapatkan pemain yang diincar. Pada saat ia melakukan negosiasi, semua penawarannya ditolak, tetapi di dalam proses itu ia melihat satu orang yang suaranya paling didengar oleh manajer umum klub tersebut dan hasil negosiasi tersebut pun nihil.

Usai rapat dan keluar dari ruangan, Billy mendatangi orang yang berpengaruh tersebut yaitu Peter Brand (Jonah Hill). Ia merupakan pria lulusan Universitas Yale jurusan ekonomi dengan ide radikal tentang bagaimana memperkirakan nilai pemain. Billy menguji teori Peter dengan mengajukan pertanyaan jujur yang harus dijawab dengan menggunakan teori tersebut yaitu bertanya tentang apakah benar perkiraan para pencari bakat yang menganggap Billy sebagai harapan terbaik dan membujuk Billy masuk dalam klub saat karena itu. Jawaban Peter sangat memuaskan Billy yaitu Peter mengakui bahwa ia tidak akan membuat memilih Billy sampai pertandingan putaran kesembilan dan menduga bahwa Billy mungkin akan menerima beasiswa perguruan tinggi kemudian menolak tawaran menjadi pemain baseball profesional. Mendengar jawaban yang brilian, Billy merekrut Peter untuk menjadi asisten manajer umum Oakland Athletics. Billy berkonsultasi tentang pemain klub yang pergi dari OA. Berdasarkan hasil penilaian Peter, tiga pemain tersebut bagus tetapi overrated untuk ukuran kemampuan mereka dan Peter setuju Billy melepasnya karena akan berdampak positif bagi keuangan klub. Penghematan pengeluaran dari gaji pemain tersebut dapat dialihkan untuk mendatangkan pemain baru dan untuk keperluan berbagai hal.

(Sumber: https://images.app.goo.gl/VSrUzeFaqy59cuFh7)

Billy menganggap Peter memiliki pandangan yang berbeda dari orang pada biasanya bagaimana ia menilai seorang pemain berdasarkan perhitungan fakta real di lapangan sehingga akan berpengaruh pada penempatan posisi pemain, gaji pemain dan mengubah cara pemilihan pemain yang konservatif menjadi modern dan dinamis. Peter menjelaskan secara rinci bagaimana cara dia menganalisis pemain yakni menggunakan metode statistik sesuai dengan posisi atau tugas pemain tersebut berdasarkan beberapa variabel seperti cara melempar, tangkapan, lari, pukulan, presisi, dan akurasi. Dia mengeluarkan beberapa kandidat dan muncullah tiga nama yang siap diumumkan di manajemen sebagai pemain baru pengganti yakni seperti pitcher yang unik Chad Bradford (Casey Bond), outfielder David Justice (Stephen Bishop) dan catcher yang masih cedera Scott Hatteberg (Chris Pratt). Tetapi secara umum di dunia baseball tiga kandidat tersebut dinilai kurang berpotensi dan tidak menjadi perhatian klub-klub lain karena beberapa faktor seperti cedera, usia, dan gaya hidup di luar lapangan, tetapi di sisi lain peter dan Billy memiliki perhitungan dan analisis dan menyimpulkan bahwa mereka yang paling berpotensi dengan bakat masing-masing dan terbilang paling realistis dengan anggaran yang mereka miliki.

Anggota manajemen menolak mentah-mentah nama-nama yang diusulkan Billy dan meremehkan metode sabermetrik hingga timbullah konflik internal dengan mengatakan pemain dipilih bukan oleh komputer tetapi oleh pengalaman dan intuisi pemandu, tetapi Billy tidak mau berdiskusi mengenai nama-nama tersebut karena menganggap kandidat tersebut adalah yang paling cocok dilihat dari segi perhitungan poin on-base percentage (OBP) pada posisi terbaik mereka dan anggaran yang dimiliki klub. Pemikiran anggota manajemen yang konservatif atau tidak terbuka dengan perkembangan zaman hingga menimbulkan beberapa konfrontasi dengan Billy sampai tingkat sarkas membuat Billy mengambil keputusan untuk memecat orang tersebut dan langsung menunjuk salah satu staf untuk menggantikan orang tersebut. Konflik lain timbul karena manajer lapangan (Art Howe) tidak puas dengan kontrak satu tahun yang diberikan oleh BIlly. Dia merasa tidak diberikan kepercayaan oleh klub kemudian dia tidak mengikuti arahan Billy untuk menempatkan salah satu pemain pilihan Billy (haggerbert) di base pertama menggantikan Carlos Peña (Adrian Bellani). Tim terus mengalami kekalahan berturut-turut hingga berada di dasar klasemen liga. Jika kekalahan terus berlanjut maka Billy terancam dipecat dari posisinya sebagai manajer umum. Akhirnya Billy bersikap tegas ke manajer lapangan dengan menjual dan menukar pemain-pemain unggulan manajer lapangan.

Problem Identification

Permasalahan berawal ketiga pemain terbaik mereka yang menjadi ikon meninggalkan klub karena menginginkan gaji yang lebih tinggi. Hal ini membuat manajemen bekerja keras membangun kembali sebuah tim yang mampu memenangkan putaran akhir liga baseball amerika. Kehilangan pemain terbaik tentunya bukan perkara yang ringan mengingat skill, pengalaman, dan adaptasi yang telah mereka jalani hingga menjadi sebuah tim yang solid. Di sisi lain, lawan yang mereka hadapi menggelontorkan dana yang tidak sedikit untuk merekrut pemain bintang. Masalah berikutnya muncul seperti konflik penentuan pemain pengganti karena manajemen di bawah Billy tidak setuju dengan penerapan metode sabermetrik berbasis statistik dengan program komputer tanpa memperhitungkan intuisi pemandu bakat. Konflik lain yang juga muncul adalah ketidakpuasan manajer lapangan atas kontrak satu tahun yang ditawarkan klub yang berdampak pada kinerjanya yang tidak maksimal di lapangan.

Organizational Structure

Dalam film ini digambarkan struktur organisasi klub OA seperti sebagaimana klub baseball umumnya pada era itu yaitu manajer umum di bawah CEO yang biasanya mengendalikan transaksi pemain dan memikul tanggung jawab utama atas nama klub selama diskusi kontrak dengan pemain termasuk memilih dan memberhentikan manajer dibawahnya. Kepala pemandu (scout manager) bertugas mengamati talenta potensial di bursa transfer, mengurusi kontrak dan berbagai keperluan perjanjian hukum serta mengembangkan bakat pemain. Manajer lapangan  bertanggung jawab untuk mengawasi dan membuat keputusan akhir tentang semua aspek strategi tim di lapangan, pemilihan lineup, pelatihan dan instruksi. Pelatih membantu kelancaran fungsi tim yang pada dasarnya, pelatih bisbol analog dengan asisten pelatih dalam olahraga lain, karena manajer bisbol adalah pelatih kepala. Billy sebagai manajer umum mengatur seluruh manajemen agar dapat berjalan, namun Billy justru lebih banyak berkonfrontasi  dengan manajer di bawahnya hingga organisasi tim berantakan.

Organizational Culture

Filosofi atau budaya dalam organisasi klub dipelihara dari legacy yang telah ada dari tahun-tahun sebelumnya dengan karakteristik cara pandang yang konservatif terhadap potensi pemain, tidak mau menerima pandangan modern apalagi dari anak muda yang memiliki sedikit pengalaman di dunia baseball. Selain itu, kepergian pemain terbaik klub adalah hal yang paling menakutkan karena tidak hanya menyisakan lubang besar namun juga kehilangan loyalitas penggemar klub serta kehilangan pemasukan dari merchandise atas nama mereka. Billy ingin membawa filosofi baru dan membuka cara pandang manajemen terhadap baseball. Menurut Billy yang dibutuhkan dalam suatu industri bukanlah pakar atau ahli dalam bidang tersebut, tapi mereka yang bisa memberikan cara pandang baru, mampu merubah conventional wisdoms, mampu berpikir tanpa asumsi-asumsi yang sudah melekat dalam industri tersebut.

Analisis Karakteristik Pemain (Billy Beane VS Peter Brand)

Pada bagian ini akan dibandingkan dua tokoh yaitu Billy Beane dan Peter Brand meskipun faktanya kedua tokoh ini tidak apple to apple jika dilihat dari segi level manajerial. Keduanya memiliki peran sangat penting dalam keberhasilan klub, paling jelas digambarkan, dan memiliki karakter yang sangat unik dan berbeda sehingga layak diperbandingkan untuk melihat dampak yang diberikan pada organisasi.

(sumber : https://www.pinterest.com/pin/504192120753072337/)

Billy Beane

Sebagai seorang pemimpin, Billy memang bukan sosok ideal karena kepribadiannya masih diselimuti emosi yang meluap terlihat ketika dia melempar barang saat performa tim tidak baik. Billy memiliki sifat positif antara lain tegas, open minded, gigih, bertanggung jawab, memberikan kesempatan yang menurut dia tepat, memikirkan hal detail, memiliki kecerdasan yang tinggi, perhatian, penyayang, protektif dan dapat memberi motivasi orang lain hingga bisa percaya diri dan tampil maksimal. Trauma yang dialami Billy membuat ia menjadi sosok yang keras, gegabah, emosional, random, dan egois. Dia juga tidak mau menyakinkan orang lain tentang keputusannya dengan penjelasan dan menjalankan apa yang diyakininya saja. Namun sisi negatif itu membawa Billy menjadi manajer yang berani mengambil langkah berbeda dan berani melakukan negosiasi tidak masuk akal kemudian dia pun menjadi sosok yang tidak melihat orang dari penampilan tapi kemampuan yang dimiliki.

Peter Brand

Peter brand memiliki sifat introvert, selalu khawatir salah dalam mengambil keputusan, memiliki ide yang bagus dan inovatif, melakukan analisis berdasarkan data bukan berdasarkan common sense. Ia menggunakan metode sabermetrik dalam memilih pemain dilihat dari potensi keberhasilannya dalam setiap pertandingan yang dicerminkan melalui diagram pada posisi bola dilempar, ditangkap, dan dipukul serta kecepatan lari dan peluang mencetak poin kemenangan. Ia melihat ketidaktepatan filosofi dalam dunia baseball yaitu orang cenderung membeli pemain yang memiliki kelebihan yang tidak berdampak langsung pada kemenangan padahal menurut dia sebetulnya yang memberikan kemenangan adalah poin sehingga fokus utama dalam memilih pemain adalah seberapa besar poin yang bisa dicetak oleh kandidat pemain yang akan dibeli. Ia pun banyak belajar dari Billy tentang kepribadian yaitu cara memecat anggota tim, berbicara lugas, mempertahankan argumen selama itu benar, dan memiliki kerjasama yang baik dengan Billy juga anggota manajemen lain. Walaupun terkadang ia terlalu jujur dan polos dalam menjawab pertanyaan spontan yang diajukan orang padanya.

Achieving High Performance: A Manager’s Goal

Organizational performance adalah ukuran seberapa efisien dan efektif manajer menggunakan sumber daya yang tersedia untuk memuaskan pelanggan dan mencapai tujuan organisasi. Dalam film ini, Billy sebagai manajer umum juga sekaligus berperan sebagai perencana (as planner) dan ahli strategi (as strategist) menginstruksikan peningkatan efektivitas dan efisiensi kepada seluruh elemen organisasi dalam pekerjaan apapun sesuai posisi mereka dalam rangka mewujudkan tujuan organisasi.

Essential Managerial Tasks

Tugas manajemen adalah membantu organisasi memanfaatkan sumber daya sebaik mungkin untuk mencapai tujuannya. Mereka melakukan manajemen dengan melakukan empat tugas manajerial penting agar organisasi berjalan lancar yaitu perencanaan, mengorganisir, memimpin, dan mengendalikan.

  1. Planning

Perencanaan adalah proses mengidentifikasi dan memilih tujuan dan tindakan yang tepat untuk perusahaan. Ada tiga langkah perencanaan yaitu (1) Menentukan tujuan organisasi yang ingin dicapai (2) memutuskan strategi yang dipilih dan (3) memutuskan pengalokasian sumber daya. Dalam film moneyball terlihat jelas awalnya Billy dan tim manajemen hanya berfokus pada keinginan mencari pengganti pemain yang pergi dengan strategi yang sama dengan tahun sebelumnya. Billy menetapkan tujuan organisasi yaitu memenangkan American League Division Series di tahun 2002. Ia belum memiliki strategi khusus untuk mengantisipasi limitasi seperti keuangan klub dan ketersediaan pemain di bursa transfer sehingga ia melakukan langkah langka berikut.

  1. Mengusulkan kenaikan anggaran agar bisa mempertahankan pemain terbaik klub.

  2. Melakukan negosiasi ulang kepada tiga pemain klub agar tetap mau bertahan.

  3. Melakukan pertukaran dan transfer pemain agar memperoleh dana tambahan.

  4. Bernegosiasi dengan manajer klub lain untuk memperoleh pemain baru.

Dan hasil dari upaya yang ia lakukan tidak sesuai dengan harapan atau nihil.  Namun dalam proses usaha itu ia bertemu dengan Peter yang kemudian ia rekrut menjadi asisten dirinya.


SWOT Analysis

SWOT analysis merupakan proses perencanaan dimana manajer dapat mengidentifikasi kekuatan (strengths), Kelemahan (weakness), peluang (opportunities) dan ancaman (threats) . Dari film Moneyball dapat digambarkan sebagai berikut:

a. Kekuatan (Strengths)

Tim Oakland telah membuktikan mampu mencapai putaran akhir liga, artinya pemain telah memiliki mental yang kuat untuk memenangkan pertandingan demi pertandingan meskipun belum meraih gelar juara. Di sisi lain, CEO klub memberikan kepercayaan penuh pada BIlly sebagai manajer umum dalam mengelola tim dan memberikan apresiasi atas kerja keras dan prestasi yang sudah diraih. 

b. Kelemahan (Weakness)

Klub memiliki anggaran gaji yang kecil sedangkan di sisi lain mereka baru saja mengalami guncangan setelah ditinggal pemain terbaik dan manajemen harus berusaha mencari pengganti yang sepadan, namun harga pemain yang diincar terbilang cukup tinggi karena diminati klub-klub lain. Pemain yang tersedia di bursa transfer sangat sedikit dengan anggaran yang mereka miliki. Anggaran tersebut juga yang menghalangi mereka menahan kepergian pemain. Billy sebagai manajer klub memiliki trauma masa lalu karena salah dalam mengambil keputusan yang bisa saja membuat manajerial tidak berjalaan dengan baik.

c. Peluang (opportunities) 

Klub berpeluang menerapkan sebuah strategi yang berbiaya rendah dan  bisa merubah filosofi dalam dunia baseball dengan metode sabermetrik. Metode sabermetrik merupakan metode analisis nilai seorang pemain dari beberapa input yang dimasukkan. Jika sabermetrik terbukti berhasil, maka bisa saja diadopsi oleh klub-klub lain dalam olahraga baseball  dan juga juga di luar baseball seperti sepakbola dan e-sport.

d. Ancaman (threats)

Semua pemain yang diincar tidak dapat diwujudkan karena klub lain tidak mau menjual pemain tersebut. Selain itu, Klub lain juga berpotensi mengambil pemain mereka dengan menawarkan gaji yang lebih tinggi dan masa kontrak yang panjang. Jika memilih strategi baru yang belum terbukti kebenarannya dan jika pada akhirnya gagal total saat diujicoba maka Billy dan Peter terancam dipecat oleh CEO dan reputasi mereka tercoreng.

2. Organizing

Pengorganisasian adalah penataan hubungan kerja sehingga anggota organisasi berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam film moneyball, Billy telah memiliki tim yang masing-masing memiliki peran dan tanggung jawab yang spesifik. Ia melakukan organizing para anggota manajemen dengan tegas dan tidak kenal ampun siapapun yang bertindak konfrontasi apalagi dengan cara kasar ia akan pecat saat itu juga, tetapi dia berani mempertahankan keputusannya dan mengambil risiko meskipun terambang dipecat oleh klub dan gagal. Organizing yang dilakukan Billy tidak berjalan baik karena mendapat perlawanan dari manajer di bawahnya. Billy tidak menyerah untuk membuktikan sabermetrik itu relevan digunakan dan tidak bersifat subjektif. Hal ini membawa klub dalam puncak kemenangan dalam sejarah.

3. Leading

Memimpin adalah mengartikulasikan visi yang jelas dan memberi energi dan memungkinkan anggota organisasi sehingga mereka memahami bagian yang mereka mainkan dalam mencapai tujuan organisasi. Secara kepribadian, Billy memang tidak ideal sebagai pemimpin karena masih didominasi oleh emosi dan keputusan yang tergesa-gesa tetapi Billy memiliki rasa tanggung jawab yang besar, tidak mudah menyerah, mampu mempertahankan prinsip dan pendapatnya, berani mengambil risiko dan juga selalu ingin inovasi dalam meraih kesuksesan. Ia juga mampu membangun komunikasi yang baik dengan tim, mempengaruhi, dan memotivasi tapi tidak membangun hubungan secara personal agar dia lebih mudah dan cepat mengambil keputusan seperti melakukan pemecatan tanpa memikirkan faktor faktor penghalang, misalnya rasa kasihan dan rasa kekeluargaan pada pemain yang seharusnya dilepas ke klub lain.

4. Controlling

Billy selalu melakukan kontrol terhadap kinerja pemain di atas lapangan meskipun ia jarang sekali menonton pertandingan secara langsung tapi melalui televisi. Ketika ia melihat pemain yang kurang percaya diri, ia berusaha memotivasi dan memberikan kesempatan agar pemain tersebut  mereka kembali percaya diri dan mampu menutupi kekurangan mereka dengan kelebihan mereka. Namun di sisi lain, apabila ia mengamati ada pemain yang mengecewakannya, maka Billy tidak segan langsung melakukan transfer ataupun pertukaran secara sepihak. Pada saat tim kalah, dia akan marah kepada anggota tim dengan melempar barang atau menggebrak meja. Perlahan, Billy dapat mengontrol suasana Tim yang awalnya terjadi banyak konfrontasi menjadi semakin harmonis dan bersinergi dan didukung dengan kebenaran metode sabermetrik yang mengangkat nama Klub dan karirnya di dunia baseball. 

Low-Cost Strategy, innovation and Utilizing New Technology

Inovasi dengan menggunakan metode sabermetrik untuk pertama kalinya diterapkan pada dunia baseball dianggap rancu oleh sebagian tokoh hingga menyebut Billy itu gila karena mempercayai metode tersebut tetapi keyakinan Billy terhadap Peter membuat metode itu dapat dibuktikan. Sabermetrik sebenarnya merupakan akronim dari SABR atau Society for American Baseball Research. Analisis empirik statistik digunakan oleh Billy Beane dalam merekrut pemain profesional, melepas pemain yang ada untuk menjaga agar tim OA mampu memenangi pertandingan dengan budget terbatas di sepanjang musim 2002.

Analisis secara empirik berdasarkan data-data statistik pemain di event terdahulu dicatat dan dianalisis sehingga diperoleh nilai (value) relatif pemain terhadap pemain lainnya. Selanjutnya dihubungkan dengan nilai gaji dan transfer antar pemain baseball profesional. Pendekatan yang dilakukan oleh Billy dan Peter berdasarkan konsep Sabermetricsnya Bill James telah mengubah paradigma lama di dunia baseball tentang bagaimana merekrut, meraih maupun memberi nilai kepada pemain pro. Jika dahulu pencari bakat hanya melihat data stolen bases, runs battle in dan battling average sebagai dasar melihat pemain, kini indikator seperti on base percentage, slugging percentage adalah indikator terbaik dalam merekrut dan menilai pemain tim baseball.

Metode ini menggunakan poin yang dicetak oleh masing masing pemain dari segi cara memukul, melempar bola, menangkap bola, berlari dengan metode pemetaan garis melalui titik titik yang akan diterjemahkan menggunakan angka sehingga dapat diketahui pemain mana dan kelebihannya sehingga dapat ditempatkan pada posisi yang pas contoh pemain yang memiliki cedera tangan dan telah divonis tidak akan pernah bisa melempar bola tetapi merupakan satu satunya pemain baseball dengan presisi penangkapan bola terbaik untuk kelas harga pemain yang rendah.

(Metode sabemetric mencakup berbagai penentuan strategi klub, sumber : https://www.enablerspace.com/team-management-leadership/moneyball-sabermetrics-team-management-philosophy/)

(Distribusi plotting pencarian pemain berdasarkan gaji dan pon kemenangan dari tim OAK, BOS dan NYA, sumber : https://images.app.goo.gl/zFHZcHqFn5uqrNdP9)

Dalam visualisasi perhitungan tersebut distribusi data menggunakan bahasa pemrograman Python untuk menjelaskan beberapa teknik dalam Sabermetrik. Secara teknologi pada masa itu ini merupakan teknologi pendistribusian data termodern dengan melakukan manipulasi dan analisis data, dalam statsmodels untuk membangun model statistik dan Matplotlib dalam memvisualisasikan data. Dengan menggunakan metode ini, Peter menganalisis 51 pemain pemain meskipun Billy hanya butuh tiga pemain kemudian keluar tiga nama yang tidak mendapat perhatian dalam dunia baseball seperti pitcher yang unik Chad Bradford (Casey Bond), outfielder David Justice (Stephen Bishop) dan catcher yang masih cedera Scott Hatteberg (Chris Pratt). Ketiga pemain tersebut memiliki salah satu kekurangan seperti sikap yang buruk di luar lapangan, cedera tangan, dan usia yang sudah senja.

Penerapan metode sabermetrik oleh Billy dan Peter mendapatkan banyak perhatian dari dunia olahraga, hal itu terbukti beberapa prestasi dan apresiasi yang diberikan diantaranya :

  • Menjadi tim dengan biaya per kemenangan paling rendah pada musim tersebut yaitu 0.388 juta USD per kemenangan. Bandingkan dengan Boston Red Sox yang perlu biaya 1.165 juta USD per kemenangan.

  • Menjadi pemenang di American League wilayah Barat dengan skor 103 – 59.

  • Mencetak skor bersejarah dengan mengalahkan klub ternama New York Yankees melalui kemenangan berturut-turut selama 20 kali. Yankees hanya bisa 19 kali.

  • Dua pemainnya masuk kategori MVP (Most Valuable Player).

  • Billy ditawar agar pindah ke klub BRS dengan gaji tertinggi sepanjang sejarah baseball meskipun ia menolak karena loyalitasnya pada klub OA.

Saran dan Solusi (Problem Solving)

  1. Seorang manajer hendaknya memiliki emotional control yang baik karena seringkali seorang manajer mendapatkan usulan, kritikan, bantahan atau berhadapan dengan persoalan yang rumit, ia dituntut menjadi “disturbance handler” yang mampu mendengarkan, mempertimbangkan, memutuskan, dan mengambil tindakan korektif atas situasi yang terjadi dengan pikiran yang jernih agar memperoleh hasil yang jauh lebih baik.

  2. Seorang manajer hendaknya berpikiran terbuka untuk menerima ide baru dari siapapun jika memang akan mendapat hasil positif, tetapi harus dengan pertimbangan yang matang dan percobaan terlebih dahulu, tidak dengan langsung mengambil keputusan tanpa tau pasti metode baru tersebut akan berjalan atau tidak, dan harus siap menanggung resiko apapun.

  3. Sebagai sebuah tim, semua orang harus dapat menjalankan perannya masing-masing dan bersinergi dengan baik antara berbagai elemen tim, misalnya sebagai manajer lapangan seharusnya tetap bekerja maksimal dan mengesampingkan persoalan penawaran kontrak. Ia seharusnya mencoba menerapkan lineup yang diusung Billy setelah kekalahan beruntun dengan meletakkan pemain pilihan sesuai kemampuan dan posisi terbaiknya. Sebagai seorang manajer umum, Billy seharusnya menjadi “resource allocator” yang menempatkan sesuai kompetensi dan memberi kepercayaan orang tersebut menjalan tugasnya. Sebagai pemain, seseorang harus menjaga prilakunya baik di dalam maupun di luar lapangan.

Disusun oleh : Rifki Adrianda

Registration Number 40P20099

PRA MBA EKS-B 40C MM JAKARTA

Sumber

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Moneyball_(film)

  2. https://translate.google.com/translate?u=https://en.wikipedia.org/wiki/Sabermetrics&hl=id&sl=en&tl=id&client=srp

  3. https://ilmusdm.wordpress.com/2015/11/24/ketika-cara-pandang-baru-merubah-paradigma-lama/

  4. https://translate.google.com/translate?u=https://en.wikipedia.org/wiki/General_manager_(baseball)&hl=id&sl=en&tl=id&client=srp

  5. https://translate.google.com/translate?u=https://en.wikipedia.org/wiki/Coach_(baseball)&hl=id&sl=en&tl=id&client=srp

  6. Jones and George. (2020). Contemporary Management. New York: McGraw-Hill Education





Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
rifkiadrianda

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format