Sully, Miracle on the Hudson

Film Sully diangkat dari kisah nyata yang menceritakan tentang aksi heroik Captain Sully menyelamatkan seluruh penumpang di sungai Hudson, US


-1
-1 points

Synopsis
Film berjudul Sully ini diangkat dari kisah nyata. Adegan pada film ini berpusat pada sosok kapten pilot bernama Chesley Burnett “Sully” Sullenberger (Tom Hanks). Pada tanggal 15 Januari 2009, pilot US Airways Kapten Chesley “Sully” Sullenberger (Tom Hanks) dan kopilot Jeffery Skiles (Aaron Eckhart) menerbangkan US Airways Penerbangan 1549 dari Bandara LaGuardia ke Bandara Charlotte Douglas, lepas landas dalam beberapa menit. Baru sekitar tiga menit penerbangan, kira-kira pada ketinggian 2.800 kaki (850 meter) tertabrak sekelompok burung dan mengalami kerusakan mesin. Pesawat berguncang, dan 150 penumpang diselimuti rasa tegang. Begitu juga para awak kabin, pramugari dan co-pilot Jeffrey Skiles.

Di tengah kepanikan, Sully berkomunikasi dengan menara pengawas (ATC) yang saat itu memberikan dua opsi untuk kembali ke Bandara La Guardia dan opsi berikutnya mendarat di Bandara terdekat, Taterbro. Namun Sully dengan berbagai pertimbangan yang logis memutuskan lain untuk mendarat di atas sungai Hudson. Usahanya berhasil, semua penumpang dan awak kabin selamat, penyelamatan di atas sungai Hudson dilakukan dengan baik oleh awak kabin kepada penumpang serta bantuan dari tim penyelamat dari kota setempat. Sully dianggap sebagai pahlawan, media dan masyarakat segera menyebutnya sebagai pahlawan, tetapi pengalaman penerbangan membuat Sully mengalami gangguan stres pascatrauma, berulang kali membayangkan pesawat menabrak Gedung. Namun, bukan berarti masalah usai. Investigasi yang dilakukan Charles Porter (Mike O’Malley) dewan National Transportation Safety Board (NTSB) mempersoalkan keputusan yang diambil Sully sebagai pilot sekaligus kapten penerbangan. Suasana berubah, dari kepanikan akan keselamatan saat terbang, menjadi persoalan benar tidaknya keputusan yang diambil Sully.

Setelah itu, Sully mengetahui bahwa uji coba yang dilakukan untuk National Transportation Safety Board (NTSB) menunjukkan mesin kiri yang masih berjalan ketika tidak beroperasi (idle). Uji coba tersebut membuat Sully tidak mampu kembali ke Bandara LaGuardia atau mendarat di Bandara Teterboro. Selanjutnya, dewan penyelidikan yang mengklaim bahwa beberapa simulasi penerbangan rahasia dibuat dari semua data yang tersedia, menyimpulkan bahwa pesawat tersebut dapat mendarat di Bandara dengan aman meskipun kedua mesinnya tidak aktif. Bagaimanapun juga, Sully menyatakan bahwa ia kehilangan kedua mesin, yang membuatnya tidak memiliki waktu, kecepatan atau ketinggian untuk mendarat dengan aman di Bandara manapun.

Sully menyadari bahwa National Transportation Safety Board (NTSB) telah memutarbalikkan penyebab rusaknya kedua mesin pesawat tersebut yang disebabkan oleh kesalahan pilot sehingga dapat membuat karier Sully berakhir. Dalam upaya untuk menyelamatkan reputasinya, Sully mengatur rencana untuk memiliki simulator pilot sehingga dapat ditunjukkan di persidangan. Ketika simulasinya sukses, Sully menentang bahwa simulasi dari dewan penyelidikan tidak realistis karena pilot segera mengetahui tindakan apa yang harus diambil, sehingga menghindari terjadinya kesalahan manusia (human error). Ketika ditekan, dewan penyelidikan mengakui bahwa pilot diizinkan mengikuti beberapa sesi latihan sebelum simulasi yang ditunjukkan di persidangan.

Setelah dewan penyelidikan telah mengaku di persidangan, dewan memerintahkan untuk mengulangi simulasi dengan jeda waktu 35 detik setelah serangan burung dan sebelum berusaha melakukan manuver darurat, untuk memperkirakan kecocokan waktu Sully. Simulasi di Bandara LaGuardia berakhir dengan penabrakan pesawat ke dermaga, sementara simulasi di Bandara Teterboro berakhir dengan penabrakan pesawat ke suatu gedung. Dewan penyelidikan resmi mengumumkan bahwa mesin kiri telah didapatkan kembali dari Sungai Hudson menunjukkan tanda-tanda yang tak terbantahkan bahwa mesin itu hancur oleh serangan burung. Akhirnya, dewan menyimpulkan bahwa insiden US Airways Penerbangan 1549 tidak dapat dihindari dan Sully mengerahkan rute penerbangan untuk menyelamatkan nyawa para penumpang dan Sully beserta awak kabin mendapatkan penghargaan atas insiden tersebut.

Problem Identification

Seperti halnya dalam kehidupan sehari hari, setiap niat baik tidak juga direspon baik bagi beberapa orang. Di film ini dilihatkan, niat baik dari Captain Sully untuk menyelamatkan penumpang yang ada di dalam pesawat tanpa ada korban jiwa mendapat berbagai tuntutan dari Charles Porter dan tim dari  dewan National Transportation Safety Board (NTSB) terutama bagi pihak penyelamatan penerbang, yang sangat menyayangkan kenapa pesawat tersebut terpaksa didaratkan di atas sungai Hudson. Sully yang dianggap mengabaikan instruksi menara pengawas (ATC) yang saat itu memberikan dua opsi untuk kembali ke Bandara La Guardia dan opsi berikutnya mendarat di Bandara terdekat, Taterbro. Namun Sully dengan berbagai pertimbangan yang logis memutuskan lain untuk mendarat di atas sungai Hudson. Usahanya berhasil, semua penumpang dan awak kabin selamat, penyelamatan di atas sungai Hudson dilakukan dengan baik oleh awak kabin kepada penumpang serta bantuan dari tim penyelamat dari kota setempat. Keputusan inilah yang menjadi permasalahan oleh Charles Porter dan anggota dewan National Transportation Safety Board (NTSB) lainnya yang mempersoalkan keputusan yang diambil Sully sebagai pilot sekaligus kapten penerbangan yang mengabaikan intruksi menara pengawas (ATC) yang dapat mengancam adanya korban jiwa. 

Investigasi dilakukan sampai dengan persidangan dengan segala bukti yang ada diputuskan bahwa insiden US Airways Penerbangan 1549 tidak dapat dihindari dan Sully mengerahkan rute penerbangan untuk menyelamatkan nyawa para penumpang. Di satu sisi Sully namanya di elu-elukan berbagai warga Amerika sebagai pahlawan, tetapi di satu sisi ditanyakan sebagai kesalahan. Tetapi setelah melalui berbagai sidang, dan Sully menjelaskan kenapa alasannya mengapa mendaratkan di atas sungai Hudson dengan argumennya yang sangat logis dan bukti – bukti yang dihadirkan saat dilakukan simulasi, barulah pihak penyelamatan penerbang mengkonfirmasi dan membenarkan keputusan Sully dapat diterima bahkan memberi Sully penghargaan atas penyelamatan pada insiden tersebut.

Management and Business Analysis

Managers and Managing
Salah satu tujuan utama yang ingin dicapai oleh organisasi adalah menyediakan barang dan jasa yang dihargai dan diinginkan pelanggan. Kinerja organisasi adalah ukuran seberapa efisien dan efektif manajer menggunakan sumber daya yang tersedia untuk memuaskan pelanggan dan mencapai tujuan organisasi. Organisasi peningkatan kinerja dalam proporsi langsung ke peningkatan efisiensi dan efektivitas, seperti dibawah ini.

Gambar 1. Efficiency, Effectiveness, and Performance in an Organization

Pada beberapa saat pesawat lepas landas, Sully menyadari bahwa mesin pesawatnya tertabrak sekelompok burung. Akibat tabrakan fatal ini, kedua mesin pesawat pun mati tidak adalagi daya dorong. Situasi bertambah runyam manakala kondisi yang dihadapi bukan masalah dua mesin pesawat yang mati tetapi juga ketinggian pesawat yang masih rendah diatas kota New York yang dikenal padat, karena baru lepas landas. Bila situasi seperti ini tidak bisa dikendalikan, pesawat bisa jatuh di tengah New York yang dikenal sebagai pusat bisnis dengan jumlah penduduk yang sangat padat. Kalau ini terjadi, dipastikan korban bukan hanya penumpang pesawat tetapi juga penduduk setempat yang berada di kota New York. Akhirnya Sully memutuskan untuk mendaratkan pesawatnya di atas sungai Hudson dengan segala pertimbangan yang logis, jika dilihat pada kuadran Efficiency dan Effectiveness di atas keputusan Sully ini termasuk dalam kuadran High Effectivessness – High Efficiency dikarenakan dengan segala perhitungan yang matang dengan melihat dari berbagai kondisi, pada saat Sully berkomunukasi dengan Menara pengawas (ATC) ada dua opsi pendaratan, yaitu pertama, pesawat kembali ke La Guardia untuk mendarat disana, kedua mendarat ke bandara terdekat, Taterbro.

Essential Managerial Tasks

Gambar 2. Four Tasks of Management

Gareth R. Jones dan Jennfier M. George menjelaskan bahwa fungsi dari manajemen adalah membantu suatu organisasi menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan. Cara manajer untuk mencapai tujuan adalah dengan melakukan Four Essential Managerial Tasks, yaitu; Planning, Organizing, Leadingdan Controlling yang ditunjukkan dengan bagan di atas. Bagaimana manajer melakukan tugas ini dengan baik sangat mempengaruhi efektifitas dan efisiensi organisasi mereka.

Pada film Sully, Four Managerial Tasks anatara dua karakter pimpinan adalah sebagai berikut:

Essential Managerial Task
Sully
Charles Porter
Planning Sully memiliki perencanaan yang baik sebelum melakukan penerbangan. Ia menyiapkan segala sesuatunya seperti flight plan. Sully berkoordinasi dengan Co-pilot Jeffery Skiles yang membantunya selama penerbangan mengenai jalur yang ditempuh Charles Porter merupakan seorang investigator NTSB US, dia bertugas menjaga keamanan transportasi. Charles Porter melakukan perencanaan yang tepat sesuai dengan prosedur keamanan transportasi saat terjadinya kecelakaan pesawat terbang
Organizing Sully merupakan sosok yang dapat mengatur segala sesuatu dengan baik sesuai dengan standar keamanan transportasi penerbangan, serta ia dapat mengorganisir dalam keadaan darurat. Sully melakukannya dengan sangat tenang, baik dan tepat. Dia memastikan kepada Co-pilot Jeffery Skiles agar bersama-sama menyelesaikan tugas darurat ini bersama dan menyakinkan kepada awak kabin untuk tenang dan mengikuti protokol darurat Charles Porter mengorganisir investigasi bersama dengan anggota NTSB lainnya dalam mencari penyebab kecelakaan. Dia membagi tugas sesuai dengan peran masing-masing, audienasi dan investigasi dilakukan kepada Sully dan Jeffery Skiles
Leading Sully memiliki cara memimpin dengan tegas tenang dan cepat mengambil keputusan. Terlihat dari tindakan yang dilakukan saat pesawat mengalami kerusakan pada mesin, maka pengambilan keputusan yang tepat untuk mendarat darurat di atas sungai Hudson menjadi pilihannya Charles Porter merupakan pemimpin yang sangat hati-hati dalam hal memutuskan perkara dalam kecelakaan pesawat tersebut. Charles Porter melakukan proses audiensi dan investigasi kepada Sully dan Jersey Skiles mengenai penyebab kecelakaan yang terjadi dan hal tersebut dibawa dalam persidangan
Controlling Sully memastikan pengecekan pada kondisi pesawat dan instrument pesawat. Selain itu dia berkoordinasi dengan co-pilotnya Jersey Skiles dan awak kabin untuk memastikan penerbangan yang lancar dan aman, selain itu saat kejadian terjadi pada pesawatnya, Sully juga melakukan koordinasi dengan pihak Menara pengawas (ATC) Dalam controlling, Charles Porter mempunyai peran yang penting dalam dewan NTSB, dia melakukan fungsi kontrol terhadap protokol kecelakaan pesawat terbang dengan melakukan investigasi langsung kepada Sully dan Jersey Skiles. Hasil investigasi ini menjadi keputusan yang sangat penting dalam persidangan

Managerial Roles
Mintzberg mengidentifikasi peran dari manajer dengan cara mengelompokan menjadi tiga bagian yaitu Decisional (Entrepreneur, Disturbance Handler, Resource Allocator dan Negotiator), Interpersonal (Figurehead, Leader, dan Liaison), dan Informational (Monitor, Disseminator, dan Spokesperson).

Tabel 1. Managerial Roles

Berikut adalah Managerial Roles Sully dan Charles Porter sebagai berikut:

Type of Role
Sully
Charles Porter
Decisional Sully memiliki peran sebagai Disturbance Handler dan Negotiator, pada saat insiden terjadi saat Sully mengetahui mesin pesawat mati karena tertabrak oleh burung, Sully bergerak cepat untuk mengambil Tindakan penyelamatan, komunikasi dilakukan dengan awak kabin agar tetap menenangkan penumpang serta berkomunikasi dengan pihak menara pengawas. Sully juga melakukan negosiasi dengan Charles Porter dan tim lainnya saat dilakukan investigasi terhadap dirinya dan co-pilot Jeffery Skiles, dia menyampaikan bahwa keputusan yang diambilnya itu sangatlah tepat untuk menyelamatkan seluruh awak kabin dan penumpang Sama halnya dengan Sully, dia memiliki peran sebagai Disturbance Handler, hal ini ditunjukan saat mengetahui kejadian pendaratan darurat terjadi di atas sungai Hudson. Dia langsung cepat melakukan tindakan audiensi dan investigasi kepada Sully dan Jeffery Skiles
Interpersonal Sully dalam tipe Interpersonal memiliki peran sebagai Leader. Ia sebagiai Captain Pilot, mempimpin perjalanan penerbangan saat itu. Sully memimpin tim dengan sangat baik dengan cara terus berkomunikasi dengan co-pilot Jeffery Skiles, awak kabin dan menara pengawas. Saat kejadian terjadi, Sully meyakinkan awak kabin agar bekerja bersama-sama menyelamatkan pesawat terbang saat itu Charles Porter sama halnya dengan Sully, dalam tipe Interpesonal ini ia memiliki peran sebagai Leader. Ia menjadi Leader dalam anggota timnya dalam melakukan proses investigasi kepada Sully dan Jeffery Skiles sampai dengan memimpin jalanannya persidangan
Informational Sully dalam tipe Informational memiliki peran yaitu monitor. Ia selalu memonitor setiap aspek instrument pesawat terbang untuk keselamatan penerbangan, ia memastikan sebelum lepas landas semua kondisi fisik dan instrument pesawat dalam keadaan baik dan layak terbang, saat kejadian terjadi Sully juga memonitor kondisi yang akan terjadi sampai yang terburuk pun dan memastikan seluruh awak kabin dan penumpang dalam keadaan selamat Charles Porter memiliki dua peran yaitu Disseminator dan Spokesperson. Saat terjadi kejadian tersebut, Charles Porter bersama dewan NTSB melakukan investigasi kepada Sully dan Jeffery Skiles, hasil investigasi ini disampaikan kepada anggota dewan lainnya agar dapat dibawah lanjut ke persidangan. Charles Porter membuka jalannya persidangan, memberi kesempatan Sully untuk menyampaikan argumentasinya dan dilakukan simulasi, dan diakhir Charles Porter menyampaikan keputusan hasil persidangan kepada suluruh anggota dewan NTSB bahwa Sully dinyatakan tidak bersalah

Managerial Skills
Pendidikan dan pengalaman dapat membuat manajer untuk dapat mengenali dan mengembangkan keahlian pribadi yang mereka butuhkan untuk memanfaatkan sumber daya pada organisasi sebaik mungkin. Keahlian manajerial tersebut dibagi menjadi tiga bagian yaitu Conceptual Skills, Human Skills dan Technical Skills.

Berikut Managerial Skills yang dimiliki Sully dan Charles Porter sebagai berikut:

Sully
Sully memilki karakter Managerial Skills yaitu Technical Skills, hal ini ditunjukan profesi Sully sebagai Captain Pilot yang mensyaratkan kemampuan teknis yang cukup tinggi. Pilot bertugas mengemudikan pesawat serta bertugas mengawasi Co-pilot dalam menerbangkan pesawat dan bertanggung jawab terhadap segala sesuatunya selama masa penerbangan. Sebagai sebuah profesi yang menuntut keahlian/skill dalam mengemudikan sebuah pesawat, seorang pilot harus menempuh ujian resmi yang diadakan oleh sekolah penerbangan dan otoritas penerbangan. Jika dinyatakan lulus dalam ujian, seorang pilot akan mendapat sertifikasi terbang atau ijazah penerbang (pilot license), yaitu suatu surat pengakuan kemampuan sang pilot (kompetensi) untuk menerbangkan pesawat dengan tipe/ukuran tertentu. Dalam penerbangan pilot ini mengemudikan pesawat sesuai dengan rencana penerbangannya (flight plan) dan di dalam kokpit setiap saat ia punya ide untuk menyelamatkan penumpang dan pesawatnya. Sully juga memiliki karakter Human Skills, kemampuan ini ditunjukan saat Sully berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan awak kabin, Co-pilot Jeffery Skiles dan menara pengawas.

Charles Porter
Charles Porter memiliki Managerial Skills yaitu Conceptual Skill, Charles Porter mempunyai profesi sebagai investigator National Transportation Safety Board (NTSB), yang merupakan Lembaga investigasi independent pemerintah United State yang bertanggung jawab atas investigasi kecelakaan transportasi sipil (darat, laut dan udara). Dalam film ini, Charles Porter bertugas menyelidiki insiden yang terjadi pada pesawat yang diawaki oleh Sully. Dalam kemampuan manajerialnya, hal ini ditunjukan dalam kemampuan untuk melakukan analisa dan mengdiagnosis atas insiden yang terjadi mencari sebab akibatnya dengan melakukan audiensi dan investigasi langsung ke Sully dan Jeffery Skiles serta bukti-bukti yang ada untuk dilanjutkan ke persidangan.

Leadership
Power: The Key to Leadership

Gambar 3. Source of Managerial Power

Komponen kunci leadership yang efektif ditemukan pada Power of the Leader”. Kunci utama dalam kepemimpinan yang efektif bergantung pada kemampuan seorang pemimpin dalam memberikan pengaruh dan berdampak kepada orang yang dipimpinnya, yaitu Legitimate, Reward, Coercive, Expert dan Referent Power. Leadership style yang berbeda tentunya juga akan mendapatkan benefit yang berbeda.

Sully
Sully merupakan Leader bertipe Expert Power. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan dan pengalaman yang dimilikinya dalam menghadapi permasalahan dalam kondisi pesawat terbangnya saat itu. Kondisi bertambah runyam saat kondisi yang dihadapi bukan masalah pada dua mesin pesawat yang mati, tetapi juga ketinggian pesawat yang masih rendah di atas kota New York yang dikenal padat, karena baru lepas landas. Bila situasi seperti ini tidak bisa dikendalikan, pesawat bisa jatuh di tengah New York yang dikenal sebagai pusat bisnis dengan jumlah penduduk yang sangat padat. Kalau ini terjadi, dipastikan korban bukan hanya penumpang pesawat, tetapi juga penduduk yang ada di kota New York. Dalam komunikasi dengan menara pengawas inilah muncul dua opsi pendaratan. Pertama, pesawat kembali ke La Guardia untuk mendarat disana, kedua mendarat ke bandara terdekat, Taterbro. Tetapi entah bagaimana, Sully mempunyai perhitungan bahwa tempat terbaik adalah mendarat diatas sungai Hudson yang membelah New York. Meskipun di Taterbroo dan La Guardia sudah disiapkan jalur landasan khusus dan pastinya lengkap dengan crew penyelamat. Tetapi pilihan terakhir inilah yang dilakukan Sully. Dengan kemampuan Expert Power nya tersebut, Sully berhasil melakukan pendaratan darurat, penumpang dan awak kabin semua selamat.

Charles Porter
Charles Porter ini merupakan Leader yang memiliki Coercive PowerCharle Porter merupakan dewan National Transportation Safety Board (NTSB) – US. Charles Porter dan beserta anggota dewan lain meyakini bahwa pesawat United Airlines Flight 1919 tersebut bisa Kembali ke Airport terdekat, baik itu Newark ataupun Airport LaGuardia. Proses investigasi dilakukan, apabila Sully dinyatakan bersalah akan diberikan hukuman sesuai dengan peraturan NTSB tersebut. Charles Porter bersama anggota dewan NTSB lainnya menelisik dengan ketat segala macam bukti untuk mencari tahu apakah keputusan mendarat di sungai Hudson itu sudah benar dan tidak membahayakan. Bukti yang dicari bukan hanya data-data pesawat, cuaca, dan kondisi penerbangan tetapi juga kondisi psikologis Sully. Apakah dia mengkonsumsi alkohol, narkoba dan apakah kehidupan keluarganya baik-baik saja. Bila NTSB bisa membuktikan itu salah, Sully bukan hanya akan dilarang menerbangkan pesawat lagi dan karirnya sebagai pilot berakhir, dia mungkin akan jadi common enemy masyarakat New York setelah sebelumnya dianggap pahlawan. Hal ini menunjukan bahwa sifat kempimpinan Charles Porter akan memberikan hukuman jika Sully terbukti salah. Hal tersebut merupakan tuntutan pekerjaan, dimana aspek keselamatan menjadi sangat vital sehingga segala keputusan akan menjadi faktor yang sangat penting sekali. Walaupun pada cerita film tersebut, Sully dinyatakan tidak bersalah karena dibuktikan dengan beberapa data dan simulasi.

Trait and Behaviour Models of Leadership

Trait Models

Tabel 2. Traits and Personal Characteristics Related To Effective Leadership

Dalam cara memimpin suatu organisasi, terdapat dua model yang digunakan untuk mengidentifikasinya. Yang pertama adalah Trait Model, dan yang kedua adalah Behavior Model. Trait model fokus kepada identifikasi karakter personal yang menyebabkan kepemimpinan yang efektif. Sesuai dengan tabel 4 di atas, mari kita membahas mengenai Trait Model yang diperankan oleh Sully dan Charles Porter.

Sully
Sully merupakan Captain Pilot pesawat United Airlines Flight 1919, dia memiliki Self Confidence yang sangat baik dalam menghadapi dilematis kejadian pendaratan darurat tersebut. Dia tetap memegang kendali pesawat, memberikan instruksi yang jelas kepada Co-pilot dan berkomunikasi aktif dengan menara pengawas penerbangan. Kepercayaan dirinya serta pemikiran yang rasional serta efekti dalam memutuskan pendaratan darurat di atas sungai Hudson sangatlah tepat, penumpang dan awak kabin selamat.

Charles Porter
Charles Porter merupakan dewan National Transportation Safety Board (NTSB) – US, sebagai intitusi yang bertugas menjaga keamanan transportasi, NTSB berfikir kritis. Dia memiliki otoritas dalam melakukan investigasi terhadap kasus yang terjadi pada pesawat United Airlines Flight 1919. Trait yang ada dalam karakter Charles Porter ini adalah pada tanggung jawabnya sebagai dewan NTSB dalam melakukan investigasi pendaratan darurat pesawat tersebut, dengan melakukan audiensi dan investigasi kepada Captain Sully dan Co-pilot Jeffery Skiles, dengan bukti-bukti yang ada. Tanggung jawab yang dimilikinya saat itu ada mencari akar permasalahan yang terjadi, karena memang jabatannya merupakan sebagai otoritas keselamatan, dimana industri aviasi syarat akan aspek keselamatan yang tinggi.

Behavior Models
Terdapat dua jenis Leader Behaviours yaitu Consideration dan Initiating Structure. Sully merupakan Leader dengan Consideration Model. Hal ini terlihat bahwa Sully percaya kepada Co-pilotnya Jeffery Skiles dan awak kabin untuk bekerja bersama-sama menyelamatkan penumpang. Sully sangat peduli terhadap Co-pilot, awak kabin atas keselamatannya. Sully mempunyai beban tanggung jawab yang sangat besar sekali. Sedangkan Charles Porter merupakan Leader dengan tipe Initiating Structure, ia memastikan kepada anggota dewan NTSB lainnya bahwa investigasi ini akan diselesaikan sesuai dengan bukti-bukti yang ada.

Decision Making, Learning, Creativity and Entrepreneurship
Decision Making merupakan suatu hal yang hampir tidak bisa dihindari dalam manajemen. Decision Making adalah proses dimana seorang manajer merespon peluang dan ancaman yang menghadang mereka dengan menganalisis opsi dan membuat keputusan tentang tujuan organisasi tertentu dan tindakan yang diambil. Kegagalan ataupun keberhasilan suatu organisasi pada dasarnya sangat tergantung pada keputusan yang diambil oleh pihak manajemennya. Tanpa pengambilan keputusan yang baik, fungsi-fungsi dasar manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan dan pengendalian tidak akan dapat dilaksanakan.

Gambar 4. Decision Making Step

Berikut analisa perbandingan Decision Making Step oleh Sully dan Charles Porter sebagai berikut:

Step/Character
Sully
Charles Porter
Step 1
Recognize the need for a decision
Sully mempertimbangkan sebab akibat yang terjadi dalam keputusannya
Charles Porter berfikir kritis terhadap permasalahan yang terjadi
Step 2
Generate alternatives
Dalam komunikasi dengan pihak menara pengawas, muncul dua opsi pendaratan. Pertama, pesawat kembali Bandara ke La Guardia untuk mendarat disana, kedua mendarat ke Bandara terdekat, Taterbro. Tetapi Sully mempunyai perhitungan lain, bahwa tempat terbaik adalah mendarat d iatas sungai Hudson yang membelah kota New York
Charles Porter bersama dengan tim yang lain melakukan investigasi terhadap kejadian pendaratan darurat tersebut kepada Captain Sully dan Co-pilot Jeffery Skiles. Bukti yang dicari bukan hanya data-data pesawat, cuaca dan kondisi penerbangan tetapi juga kondisi psikologi Sully, serta dilakukan simulasi penerbangan saat kondisi genting tersebut terjadi
Step 3
Assess alternatives
  • Legal: Berpotensi melanggar hukum dalam hal ini otoritas penerbangan, namun Sully sangat yakin keputusan yang diambil sangat tepat, karena mempertimbangkan banyak hal yang tidak memungkinkan mendarat Kembali ke Bandara La Guardia atau mendarat ke Bandara terdekat Taterbro sesuai dengan instruksi menara pengawas (ATC)
  • Ethical: Tindakan yang diambil oleh Sully termasukt Tindakan yang membahayakan penumpang dan warga sekitar sungai Hudson apabila pendaratan yang dilakukan meleset
  • Economic Feasibility: Dari aspek ini tentunya sangat berkaitan erat dengan nyawa penumpang sehinggan terdapat dampak ekonomi yang terjadi, apabila upaya pendaratan darurat gagal akan berdampak yang sangat besar bagi perusahaan serta penumpang dan dalam kondisi yang terjadi selamat, memiliki dampak juga yang luar biasa, reputasi perusahaan airline yang terangkat oleh perjuangan seorang pilot yang handal
  • Practically: Sully sangat yakin terhadap keputusannya dalam melakukan pendaratan darurat, penumpang dan awak kabin selamat
  • Legal: Proses investigasi yang dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku sebagai institusi yang memiliki otoritas untuk menjaga keselamatan penerbangan
  • Ethical: Tindakan yang dilakukan etis sesuai dengan prosedur penyelidikan kecelakaan pesawat walaupun ada potensi menimbulkan kekecewaan penumpang pada pesawat tersebut kepada Sully, yang telah menjadi pahlawan mereka
  • Economic Feasibility: Charles Porter sebagai dewan NTSB memastikan bekerja sesuai dengan prosedur yang berlaku, dimana aka nada dampak yang terjadi dalam keputusan dalam persidangan, baik itu dari aspek safety, kepercayaan warga serta aspek ekonomi secara luas
  • Practically: Charles Porter serta dewan NTSB lainnya memiliki kemampuan dalam melakukan investigasi dengan beberapa bukti yang dihadirkan serta simulasi yang dilakukan, terbukti Sully tidak bersalah. Hal ini mempunyai dampak yang luar biasa dari sisi psikologis Sully serta Jeffery Skiles
Step 4 
Choose among alternatives
Dalam melakukan peringkat alternatif keputusannya, Sully mempunyai informasi yang akurat untuk mendukung keputusannya serta meyakinkan kepada Jeffery Skiles untuk melakukan pendaratan darurat di atas sungai Hudson
Charles Porter dan tim, melakukan tahapan penyelidikan dari data yang ada, baik data-data terkait pesawat, faktor alam sampai dengan psikologis Sully dan melakukan persidangan dengan menampilkan simulasi saat insiden terjadi
Step 5
Implement the chosen alternative
Sully memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di atas sungai Hudson, keputusan ini diambil dari beberapa pertimbangan yang matang dan juga meyakinkan kepada Jeffery Skiles untuk melakukannya berasama, dan akhirnya berhasil, penumpang dan awak kabin selamat
Sesuai dengan prosedur yang dijalankan, Charles Porter bersama tim lainnya tetap melakukan simulasi saat kejadian terjadi dengan data – data yang ada serta menghadirkan pilot yang sudah memiliki jam terbang cukup tinggi, yang akhirnya dalam simulasi tersebut tidak terbukti bahwa Sully bersalah
Step 6
Learn from feedback
Sully dan Jeffery Skiles sangat belajar banyak dari pengalaman yang terjadi ini, yang membuatnya sadar bahwa keyakinan serta mempunyai kepercayaan diri yang tinggi dalam menghadapi permasalahan yang ada
Charles Porter serta tim NTSB melakukan proses evaluasi untuk perbaikan yang lebih baik, untuk tidak menuduh terhadap satu objek tanpa melihat faktor lain yang terjadi

Tetapi entah bagaimana, Sully mempunyai perhitungan bahwa tempat terbaik adalah mendarat di atas sungai Hudson yang membelah kota New York. Meskipun di Bandara Taterbroo dan Bandara La Guardia sudah disiapkan jalur landasan khusus dan pastinya lengkap dengan crew penyelamat. Namun ternyata, pilihan mendarat di atas sungai Hudson itu sangat tepat. Pesawat bukan hanya bisa mendarat darurat di atas air, tidak menabrak kapal-kapal yang berlalu-lalang, tidak tenggelam sehingga mempermudah proses evakuasi, tetapi juga bisa menyelamatkan seluruh 150 penumpang dan 5 awak kabin tanpa ada yang mengalami luka serius apalagi fatal. Bukan hanya penumpang pesawat yang berterima kasih, masyarakat kota New York pun menyebut dia sebagai pahlawan, hal ini merupakan pilihan yang tepat bagi Sully untuk mencapai tujuannya yaitu mendarat dengan selamat, sehinggi tingkat efisiensi dan efektifitas menjadi tinggi.

Recommendation
Setelah pembahasan di atas, terdapat beberapa rekomendasi untuk pengembangan agar lebih efektif dan efisien dalam menjalankan pekerjaannya dan mengatasi permasalahan yang ada serta mendapatkan lesson learned yang berharga dari karakter pada film tersebut.

  1. Bahwa dalam kehidupan sehari hari terkadang ada yang menyukai kita, ada pula yang tidak menyukai kita. Dari adegan film dapat dikutip qoutes yang dikatakan oleh Captain sully "I'm Just doing my Job", No matter what, tetap harus jadi yang terbaik bagi semua orang. Sully menginspirasi banyak orang tentang arti sebuah profesionalisme yang ditunjang kokoh dalam sebuah raga berkepribadian yang kuat. Sosok Sully merupakan hasil kerja keras dan pengamalan yang panjang melintas waktu dan kumpulan jam terbang yang ribuan jumlahnya. Sully menunjukan bahwa sebagai seorang Leader harus selalu mendorong dalam membangun tim, terutama di waktu yang paling menantang.
  2. Membagi waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi perlu dilakukan oleh Sully, pasca insiden yang dia alami membuat adanya perasaan atas pengalaman yang buruk terjadi. Dalam adegan terlihat saat Sully mengalami mimpi buruk pesawatnya menabrak gedung. Muncul perasaan gelisah atas mimpinya ini. Sully perlu mengambil waktu yang cukup untuk bersama dengan keluarga tercintanya, berkumpul dengan istri dan anaknya. Agar efek psikologis menjadi lebih tenang.
  3. Dalam hal managerial skills, Sully menunjukan kemampuan technical skill yang mumpuni. Saat seorang pilot menghadapi keadaan darurat yang berpeluang mengalami insiden/kecelakaan, pilot harus dengan disiplin mengikuti prosedur pada instrument pesawat dan memberi informasi ke menara pengawas dengan segara. Dari adegan saat terjadi insiden, dapat dilihat Sully sudah menjalankan semua prosedur tersebut dan berkomunikasi dengan menara pengawas. Namun Sully tidak mengikuti instruksi tersebut dan memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di atas sungai Hudson, sebagai seorang leader proses decision making sangatlah penting sekali. Dalam hitungan detik, tepatnya Sully hanya punya 35 detik untuk membuat keputusan yang cepat dan tepat. Disinilah peran Sully terbukti atas kemampuan managerial skillsnya dalam penguasaan technical skillnya yang berhasil menyelamatkan seluruh awak kabin dan penumpang.
  4. Sesaat setelah simulasi ulang dilakukan, Charles Porter yang mewakili NTSB yang memeriksa kesaksian Sully dan Jeffery Skiles, menyampaikan kabar bahwa mesin pesawat yang tenggelam di dasar sungai telah berhasil diangkat. Secara kesatria diakuinya setelah pemeriksaan seksama dilakukan terhadap bangkai mesin tersebut, telah terjadi kekeliruan kesimpulan oleh NTSB yang sebelumnya menyatakan mesin kedua pesawat yang dikendalikan Sully dan Jeffery Skiles masih memiliki cadangan daya untuk berfungsi. Charles Porter tidak melakukan decision making step dengan tepat, dari awal Charles Porter dan tim NTSB sudah dengan arogannya menuduh bahwa ini adalah human error, Sully lah yang bersalah atas insiden tersebut. Dengan melakukan decision making step yang tepat sesuai tahapannya, maka dapat dipastikan proses investigasi akan menghasilkan keputusan akhir yang tepat sesuai dengan hasil analisa dan investigasi di lapangan.

Author
Muhamad Haikal
Pra MBA Eks B 40 C 

Reference:
Jones, Gareth R. and Jennifer M. George. 2020. Contemporary management 11th Edition. New York: Mc Graw Hill Education

http://103.194.171.205/sully-2016/






Like it? Share with your friends!

-1
-1 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
MuhamadHaikal

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format