The Insider (1999) : Lika Liku Perjuangan “Whistle Blower” Melawan Kebohongan & Konspirasi Industri Rokok

Kisah sebuah Perusahaan yang menghalalkan segala cara hanya untuk mendapatkan profit semata.


4
4 points

Bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat ternama yang membuat perubahan hingga tersangka kasus penyalahgunaan kewenangan negara di dalam tahanan hingga bertemu dengan seluruh lapisan masyarakat yang mengkritisi kebijakan pemerintah hingga konspirasi-konspirasi yang terkait di dalamnya. Berjalan-jalan ke tempat eksotik hingga tak layak tinggal, serta membantu membuat peta informasi tentang kearifan local suatu daerah. Berdasarkan hasil seluruh informasi tersebut, seseorang akan meliput dan menuangkannya dalam bentuk tulisan yang menyampaikan tentang apa saja yang telah diobservasi, keakuratan data hingga menanyakan ke narasumber. Seluruh hal tersebut akan sepenuhnya dituangkan dalam Film The Insider yang rilis tahun 1999 ini.

Sinopsis/Plot

The insider adalah salah satu film drama Amerika yang didasarkan pada kisah nyata yang cukup fenomenal, inspiratif dan unik. Film yang berdurasi 157 menit ini dimainkan oleh actor senior ternama yaitu Al Pacino dan Russel Crowe dengan sejumlah actor-aktris lainnya.

Secara garis besar, film The Insider adalah sebuah film yang ditayangkan tahun 1999 dan diangkat dari kisah nyata acara televisi CBS (Columbia Broadcasting System) yang bernama 60 Minutes. Kisah nyata ini didasarkan ketika sekitar tahun 1990-an perusahaan-perusahaan rokok yang tergabung dalam Big Tobacco dicurigai mengetahui khasiat adiktif yang terdapat dalam tembakau dan membuat para pengguna nya kecanduan namun tidak mempublikasikannya kepada masyarakat. Ada upaya whistlelowing dari seseorang dan konflik-konflik yang terjadi. Film ini diawali dengan seorang mantan direktur perusahaan rokok ternama yaitu Brown & Williamson (B&W) Tobacco Companyy , Jeff Wigand yang diperankan oleh Russel Crowe diberhentikan tiba-tiba atas alas an yang tidak rasional, yaitu kemampuan komunikasi yang buruk. Padahal yang sebenernya terjadi adalah Wigand mengetahui kecurangan dari perusahaan tersebut dalam memalsukan kandungan nikotin pada rokok yang dijual dan mengaku bahwa nikotin tidak berbahaya. Thomas Sandefur sebagai CEO dari perusahaan tersebut bahkan sudah bersumpah di depan dewan bahwa nikotin tidak berbahaya dan tidak mengandung zat adiktif di dalamnya. Sehingga, ketika Wigand memprotes hal ini kepada CEO-nya ia dianggap membahayakan rahasia perusahaan. Wigand mengalami dilemma yang menempatkan ia dan keluarganya dalam posisi yang sulit. Ia diharuskan untuk menandatangani perjanjian rahasia dengan perusahannya agar ia tidak mengungkapkan rahasia perusahaan keluar dengan taruhan tunjangan kesehatan dan fasilitas pokok lainnya yang merupakan hal penring karena salah satu putrinya mengidap asma. Di sisi lain, ia merasa bahwa harga dirinya telah terinjak-injak.

Suatu ketika Wigand bertemu dengan Lowell Bergman (Al Pacino), seorang jurnalis senior dan memiliki pengalaman menjabat sebagai produser acara 60 Minutes di stasiun TV CBS. Ia berkelana untuk mencari ahli yang dapat menjelaskan tentang istilah sebuah industry, khususnya industry rokok. Waktu demi waktu, Bergman menyadari bahwa Wigand menyimpan rahasia yang dapat membuat runtuhnya indsutri tembakau tersebut. Namun, saat itu Wigand tidak berani membeberkan hal tersebut karena telah terikat kontrak perjanjian dimana dia tak boleh membocorkan rahasia perusahaan tersebut ke khalayak public. Tetapi, seiring bergantinya hari, akhirnya Wigand bersedia untuk bekerja sama dalam memberikan penjelasan tentang kandungan yang terdapat dalam rokok. Namun ternyata, berbagai terror menghampiri Wigand dengan ancaman pembunuhan. Mulai  dari pengiriman email dengan ancaman akan membunuh Wigand, adanya jejak kaki di taman rumah nya serta mendapatkan telepon misterius dari seseorang yang tak dikenal. Dengan kondisi Wigand ingin memberikan informasi terkait zat-zat yang terdapat di dalam rokok, membuat istri dan kedua putrinya meninggalkan Wigand dengan alas an untuk keselamatan.

Meskipun Wigand selalu mendapatkan ancaman-ancaman yang akan membunuh nyawanya, Bergman selalu meyakinkan dan memberikan empati kepada nya bahwa wawancara yang akan dilakukan nantinya bukan serta merta untuk meningkatkan prestise acara 60 Minutes miliknya melainkan juga akan menyelamatkan umat manusia dari ancaman-ancaman yang bisa membahayakan nyawanya.

Akhirnya Wigand dan Bergman melakukan wawancara yangmana isinya adalah Wigand akan mengungkapkan semua kebohongan yang selama ini perusahaannya lakukan. Namun sebelumnya, untuk menghindari pelanggaran terhadap Confidentially Agreement, Wigand menjadi saksi kunci kasus perusahaan rokok lain dan memberikan kesaksian di pengadilan Missisipi. Alhasil, pihak perusahaan B&W kembali menyerang Wigand dengan iming-iming bahwa apa yang telah diutarakan itu hanyalah omong kosong dan ia sudah memutar balikan fakta. Dalam hal ini, Wigand sudah terlalu jauh dalam perang antara aktifis kesehatan melawan industry rokok. Kapasitas Wigand sebagai mantan Eksekutif Perusahaan Rokok dan latar belakang akademisnya sebagai ilmuwan kimia menjadikan posisinya sangat penting. Namun, di sisi lain hal itu tidak membuat Bergman semakin gentar karena ia tetap meninggikan asas integritas seorang jurnalis dengan nilai-nilai kebenaran public yang harus ia perjuangkan.

Namun demikian, kendala juga datan pada pasca produksi 60 Minutes tentang isu kesehatan itu. Pihak perusahaan CBS, secara implisit, menekan pihak redaksi untuk tak menayangkan masalah kesehatan dan rokok itu.

“I’m afraid the greater the truth, the greater the damage.” Kata Helen Capirelli, salah seorang karyawati yang bekerja di perusahaan CBS. Artinya, semakin besar atau benar informasi yang akan disampaikan oleh whistleblower itu, maka semakin besar kerusakan yang akan ditimbulkan. Sehingga, bukan tak mungkin penguasa modal akan membeli saham yang berdampak pada objektivitas jurnalis.

“Since when has the, uh, paragon of investigative journalism allowed lawyers to determine the news content on 60 Minutes?” kata Bergman sebagai produser 60 Minutes.

Dalam film ini juga diceritakan bagaimana akhirnya media seperti Wall Street Journal mencari segala informasi tentang Wigand. Hal ini merupakan upaya untuk mempengaruhi opini public “ah masa seseorang yang memiliki masa lalu seperti itu bisa dipercaya akan kebenaran informasi yang disampaikan?”

Ketika Bergman hamper menyerah dengan isu kesehatan terkait rokok, dia akhirnya menelpon salah satu kenalannya di The New York Times untuk turut mem-blow up kisah tersebut. Redaksi NYT setuju dengan permasalahan yang sedang dihadapi oleh CBS Corporate hingga ia mendikte apa yang harus ditayangkan oleh CBS News terkait ancaman dari perusahaan rokok B&W.

Finally, it was going headline!

Surat kabar pun mulai memberitakan kebenaran yang terjadi. Sehingga perusahaan rokok Brown & Williamson mendapatkan sejumlah hukuman legal yang merugikan perusahaan tersebut atas praktis bisnis yang tidak sehat. Wigand dan Bergman sebagai Whistleblower berhasil memperoleh pengakuan public atas jasa mereka. Wigand memperoleh penghargaan sebagai guru terbaik dan Lowell Bergman membagikan ilmunya menjadi dosen jurnalistik di University of Clifornia. Hingga, pada tahun 1998, dibuatlah suatu kesepakatan antara perusahaan rokok dengan pemerintah yang disebut Tobacco Master Settlement Agreement yang mengharuskan perusahaan-perusahaan tersebut harus membayar denda sejumlah $206 milyar untuk 46 negara bagian dan juga tidak boleh mempromosikan rokok untuk anak-anak karena bahaya bagi kesehatan mereka.

MAIN CHARACTERS

Jeffrey Wigand

Dalam film The Insider ini, Russel Crowe berperan sebagai Jeffrey Wigand yang pernah menjabat sebagai Direktur R&D di Perusahaan Brown & Williamson (Perusahaan Rokok ternama di Amerika Serikat). Namun jabatannya, pupus beitu saja karena Wigand dianggap memiliki cara berkomunikasi yang baik. padahal sejatinya, ia merupakan salah seorang yang benar-benar paham akan seluk beluk dari Perusahaan tempat tinggalnya mencari nafkah. Dimulai dari ramuan-ramuan yang terkandung di dalam rokok hingga bisa membuat para pelanggan menjadi kecanduan. Namun, dibalik itu semua, ia merupakan seorang whistleblower yang sangat dilemma dalam membeberkan rahasianya akibat adanya tekanan besar-bsaran dari berbagai pihak yang menentangnya. Karena Wigand memiliki Hasrat tinggi terhadap keberlangsungan hidup banyak umat manusia dan menjunjung tinggi nilai integritas dalam hidupnya, maka ia bersikeras untuk tetap memberitahu melalui salah seorang jurnalis terhadap rahasia-rahasia yang disimpan oleh perusahaannya.

Al Pacino

Lowell Bergman merupakan seeorang jurnalis pada perusahaan CBS untuk stasiun TV 60 Minutes. Ia ditugaskan untuk mencari tahu seluk beluk yang terjadi pada dunia Industry. Hingga suatu saat, ia dipertemukan oleh seorang Wigand, yang notabennya merupakan mantan petinggi dari perusahaan B&W (industry rokok ternama di Amerika Serikat). Atas dasar pertemuan itulah, Bergman semakin akrab dengan Wigand untuk mencari tahu seluk beluk dari perusahaan tembakau tersebut. Meskipun awalnya Wigand tidak ingin memberikan informasi karena adanya keterikatan perjanjian kontrak dengan mantan perusahannya tersebut dan iming-iming yang bisa membahayakan keluarganya. Akan tetapi, Bergman berhasil menaklukan hati Wigand dengan berbagai empati dan keyakinan yang ia katakan padanya agar mau membeberkan rahasia dibalik perusahaan B&W tersebut. Waktu demi waktu terus berlalu, dengan adanya keharmonisan diantara mereka sebagai whistleblower meskipun banyak diterpa isu-isu negative diantaranya, mereka tetap bisa menjalin komunikasi yang baik sehingga rahasia dibalik perusahaan B&W pun terungkap. Hingga mereka berhasil mendapat penghargaan atas usaha-usaha yang telah mereka lalui untuk kemaslahatan banyak umat manusia.

Permasalahan tiap karakter

Character

Needs

Problems

Jeffrey Wigand

Great benefits for his families and to the public

Loss all benefits from confidentally agreement

Will face a lawsuit

Has desire to hurt Brown & Williamson

Death threats

Damage to the tobacco industry and its employees

Lowell Bergman

Benefits to the public

Wigand and his family will lose all benefits

Damage to tobacco industry and its employees

Uphold his integrity to CBS and 60 Minute

Possible lawsuit against CBS

Managers and Theirs Roles

Managerial Roles

Menurut Mintzberg identifikasi peran manajerial terdapat 3 bagian yaitu interpesona, informasional dan decisional. Dalam film The insider ini terdapat peran Decisional type khususnya pada bagian Disturbance Handler. Ketika peran utama baik itu Jeffrey Wigand dan Lowell Bergman sebagai Whistleblower atas adanya penyelidikan kasus di sebuah perusahaan rokok B&W banyak diterpa masalah baik dalam pekerjaan, konflik keluarga maupun konflik pada rekan-rekan kerja nya, ia masih dapat menhandle atau mengendalikan permasalahan tersebut dengan baik dan terorganisir. Prinsip yang ia ambil dalam film ini adalah dengan pemikiran yang tenang, jernih dan tidak tergesa-gesa maka ketika akan mengambil sebuah keputusan akan cukup mudah. Ketika menganalisis pada kasus pengkhianatan atau hal-hal yang membuat Bergmantertimpa banyak masalah, ia termasuk seorang yang berkompeten dalam menangani hal ini dan bahkan ketika sedang menghadapi salah satu rekan kerjanya yang tidak ingin menayangkan full acara 60 Minutes tersebut, ia tetap memiliki cara lain agar tayangan tersebut tetap ditayang full. Berbeda dengan Wigand yang sempat emosi-an karena menuduh Bergman yang tidak-tidak.

Maintaining Ethical and Socially Responsible Standards

Dalam film The Insider ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ketika sebuah perusahaan jika ingin mendapatkan profit yang sebesar-besarnya, maka Perusahaan B&W ini akan melakukan berbagai upaya/cara agar profit yang didapatkan bisa maksimal dan berkelanjutan. Namun, upaya yang dilakukan oleh perusahaan tersebut sangatlah tidak etis dan melanggar norma-norma etika yaitu dengan menanamkan zat adiktif pada nikotin rokoknya dengan tidak mempublikasikannya. Sebagai informasi, zat adiktif ini memiliki tujuan agar pelanggan yang telah membeli produk nya memiliki tingkat kecanduan yang tinggi. Akan tetapi, dengan adanya rasa candu yang tinggi akan adanya zat adiktif tersebut dapat mengganggu kesehatan manusia dan bahkan bisa mengganggu system syaraf otak. Sehingga, hal ini sudah tentu melanggar etika dalam membangun perusahaan yang mana dapat merugikan khalayak orang.

Formulating Strategy (SWOT Analysis)

Dalam Chapter 8 yang berjudul Manager as a Planner and Strategist pada buku Contemporary Management oleh Gareth R. Jones, salah satu tugas seorang manager adalah diharuskan untuk menyusun Formulation Strategy agar dapat menyusun sebuah strategy dengan baik yang apstinya sesuai dengan kebutuhan dan visi dan misi dari sebuah organisasi atau perusahaan. Salah satu Formulation Strategy yang dapat diterapkan adalah dengan menerapkan SWOT analysis. Strategy ini merupakan salah satu analisis yang umum digunakan oleh khalayak orang, karena analisis ini menyangkut Strength, Weakness, Opportunity and Threat dari sebuah perusahaan, organisasi atau bahkan orang tersebut. Dalam hal ini, akan dijabarkan terlebih dahulu mengenai poin2 dari Strength dan Weakness (S&W) dari setiap actor yang terdapat dalam film The Insider ini. Kemudian, hasil analisis S&W tersebut akan digunakan untuk menganalisis opportunities beserta Threat yang akan dihadapinya.

SWOT Analysis Jeffrey Wigand

Strength

Weakness

Ethical

Perceived things so quickly

Robust person

Greedy 

High confidence

Opportunities

Threat

Stop the company from illegal activity

Never be appointed by another company

Get big amount of money or award

Will be hated by employees (get fired due to his action) 

Jeffrey Wigand merupakan salah seorang yang memiliki rasa kepercayaan yang tinggi atas tindakan-tindakan yang akan dilakukannya, dan juga ia memiliki jiwa yang kuat atas resiko-resiko yang akan ia hadapi jika melakukan perbuatan tersebut (whistleblower). Hal ini dapat ditunjukkan dengan ia berani untuk membeberkan informasi rahasia yang ada pada mantan perusahaannya (B&W). tak tanggung-tanggung, ia dengan tegas berani untuk mengutarakan bahwa apa yang diucapkan oleh CEO B&W terkait tidak adanya zat adiktif dalam nikotin adalah hal yang salah dan itu merupakan suatu kebohongan public yang besar. Hal itu ia utarakan pada sesi wawancara dengan media CBS di acara televisi 60 Minutes.

Namun terkadang, dengan kekuatan yang ia miliki, Wigand tetap memiliki beberapa kelemahan. Diantaranya adalah ia dengan mudahnya merasakan hal-hal dan tanpa pikir Panjang langsung mengambil tindakan atas hal-hal yang ia rasakan tersebut. Terlebih lagi ia cukup serakah dengan yang Namanya uang. Sehingga, dengan rasa keberanian dia yang rela untuk mebeberkan rahasia mantan perusahaannya ia berhak untuk mendapatkan sebuah penghargaan atau banyak uang atas usaha yang telah dilakukannya. Terlebih lagi, dia akan membebaskan aktivitas tak hanya perusahaan B&W namun perusahaan-perusahaan lain untuk dapat berhenti melakukan aktivitas ilegalnya. Dengan demikian, ia akan berhasil menyelamatkan banyak nyawa manusia yang memiliki rasa kecanduan tinggi terhadap rokok. Di sisi lain, dengan adanya rasa keberanian yang dia miliki, ternyata terdapat beberapa ancaman yang akan menghampirinya. Seperti ancaman pembunuhan terhadap diri dan keluarganya, juga ia kemungkinan besar akan sulit diterima oleh beberapa perusahaan dan kemungkinan akan dibenci oleh banyak karyawan yang berimbas pada pemecatan atas hasil kejujuran yang diutarakan oleh Jeffrey Wigand.

SWOT Analysis Lowell Bergman

Strength

Weakness

Integrity

Fanatic

High Confidence

Anarchist

Strategic 

Opportunities

Threat

Stop the company from illegal activity

Possibility lawsuit against CBS

Get award

Will be hated by employees (get fired due to his action) 

Uphold his integrity 

Lowell Bergman merupakan seorang jurnalis sekaligus produser dari Colombia Broadcasting System untuk acara yang bertajuk 60 Minutes. Dengan jiwa integritas yang tinggi serta pemikiran yang strategic mampu membuat seorang Wigand berani mengutarakan hal yang sebenernya yang terjadi pada industry rokok B&W. Namun di sisi lain, ia juga merupakan seorang yang benar-benar fanatic dan anarkis di mata rekan kerjanya. Sebab, salah seorang karyawan berkata bahwa “The more we telling the truth, the more we get worst.” Namun hal itu nampaknya bukan menjadikan masalah bagi seorang Bergman untuk tetap menayangkan seluruh acara 60 Minute itu.

Akan tetapi, dengan rasa integritas yang tinggi dan keberanian dia untuk tetap menayangkan acara 60 Minutes tersebut meskipun dengan berbagai ancaman-ancaman yang akan dihadapinya (gugatan terhadap CBS) dan kemungkinan juga akan dibenci oleh beberapa karyawan yang berimbas terhadap pemecata, membuat ia dianugerahi untuk bisa membagikan ilmunya dengan menjadi dosen jurnalistik di University of California pada November 1998. 

LEADERSHIP 

Menurut Gareth Jones and Jennifer George (Contemporary Management. 2018), pada Chapter 14, Kepemimpinan adalah proses dimana seorang individu mempunyai pengaruh terhadap orang lain dan mengilhami, memberi semangat, memotivasi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan mereka guna membantu tercapai tujuan kelompok atau organisasi. Orang yang melakukan fungsi kepemimpinan disebut pemimpin atau leader. Definisi pemimpin menurut  Gareth Jones and Jennifer George (2018) adalah seseorang yang mampu memberikan pengaruh terhadap orang lain dan membantu orang tersebut mencapai tujuan bersama baik secara individu maupun kelompok atau organisasi.

Character

Power type

Leadership model

Jeffrey Wigand

Expert Power

Knowledge and expertise

Lowell Bergman

Expert Power

Integrity and honesty

Dalam hal ini dapat diperlihatkan bahwa baik Wigand maupun Bergman memiliki type Power yang dimiliki yaitu Expert Power. Dimana untuk kekuatan jenis ini dapat diartikan dengan kekuatan yang didapatkan berdasarkan ilmu khusus, skill atau keahlian yang dimiliki oleh seorang Lerader. Sebagai contoh untuk Jeffrey Wigand ia bekerja di salah satu perusahaan rokok ternama di Amerika Serikat di bidang Risearch and Development. Dalam bidang ini Jeffrey Wigand bekerja untuk menganalisis racikan-racikan kimia yang terkandung di dalam rokok, hal ini sesuai dengan bidang atau background yang pernah ia tempuh selama masa perkuliahannya yaitu Analis Kimia dan Biokimia. Namun, setelah dipecat dari perusahaan B&W ia pun masih melanjutkan karir atau pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang nya yaitu menjadi seorang guru di salah satu sekolah di Amerika Serikat. Begitupun untuk Lowell Bergman ia memiliki keahlian di bidang jurnalis, yang menjadikannya ia sebagai seorang produser di CBS untuk mewadahi salah satu stasiun TV 60 Minutes. Ia Bersama Wigand sama-sama bekerja sama untuk mengkolaborasikan keahlian dan softskill yang ia miliki untuk meretas semua isu yang terdapat pada perusahaan rokok B&W dan menayangkan nya ke public Amerika.

Tak hanya itu, dalam chapter ini juga dibahas mengenai model/gaya leadership yang mereka lakukan. Seperti contoh Jeffrey Wigand menjadikannya seorang pemimpin dengan tipe Knowledge & expertise. Hal ini menandakan bahwa ia membantu sebuah organisasi atau perusahaan untuk dapat mendapatkan pilihan terbaik dan meng improve efisiensi dan efektivitas dari suatu work flow perusahaan ataupun organisasi. Dalam film ini, Wigand memerankan jenis kepemimpinan ini dengan menjadi seseorang yang ahli dalam bidang kimia dan biokimia sehingga ia pernah mendapatkan jabatan tinggi sebagai mantan Direktur RnD yang memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas di bidang Analis Kimia di salah satu perusahaan rokok ternama. Hingga pada akhirnya ia mengungkapkan segala kerahasiaan yang terdapat dalam perusahaannya meskipun harus mengorbankan karir, keluarga serta ancaman pembunuhan terhadapnya. Karena menurutnya Alhasil, Wigand pun dipecat dan karena menurutnya, ia akan melakukan apa yang ia yakini benar. Alhasil, Wigand pun dipecat dan ia meneruskan untuk menjadi guru kimia di salah satu sekolah di Amerika Serikat.

Berbeda dengan Bergman, gaya atau model kepemimpinan yang ia lakukan yaitu mengutamakan integritas serta kejujuran. Hal ini dapat dibuktikan ketika ia menjadi seorang jurnalis di salah satu acara TV bernama CBS yang bertajuk 60 Minutes. Ia ditugaskan untuk dapat mengungkap misteri yang terdapat dalam sebuah industry, khususnya industry rokok. meskipun banyak halangan dan lika liku yang ia hadapi ketika ia membujuk seorang Wigand untuk mengungkapkan kebenaran dan ketika ia ingin menayangkan keseluruhan hasil wawancara ke public Amerika. Namun, hal itu bukan menjadi penghalang baginya karena ia melakukan berbagai macam cara agar hasil wawancara tersebut tetap ditayangkan sepenuhnya dengan tetap melindungi privasi dari seorang Wigand. Karena baginya ia akan tetap meninggikan integritas dan kredibilitas nya dalam melaksanakan pekerjaan dengan selalu menjunjung tinggi kode etik sebagai seorang jurnalis.

Communication and Management

Dalam buku “Contemporary Management”, Chapter 16 yang menjelaskan tentang Effective Communication. Dalam hal ini, pengertian komunikasi adalah berbagi informasi antara dua atau lebih individu atau kelompok untuk mencapai pengertian yang sama. Berikut adalah proses komunikasi yang terjadi antar sesama.

Dalam proses komunikasi terdiri dari dua fase yaitu Fase Transmisi dan Fase Timbal Balik (feedback). Dimulai dengan fase transmisi, Sender, yaitu perorangan atau kelompok yang ingin berbagi informasi dengan orang atau kelompok lainnya, tertuang dalam Message, yaitu informasi yang dikomunikasikan. Kemudian pengirim menerjemahkan pesan ke dalam simbol atau bahasa, prosesnya disebut Encoding; sering kali pesan ditulis dalam kata-kata. Noise adalah istilah umum yang mengacu pada apapun yang dapat menghalangi setiap tahap dalam proses komunikasi. Sebuah pesan dikirimkan melalui sebuah perantara menuju receiver, orang atau kelompok yang menerima pesan yang dimaksudkan. Mediumadalah jalur sederhana, seperti telepon, surat, memo, atau komunikasi tatap muka dalam pertemuan, melalui pesan yang ditulis untuk dikirim kepada receiver. Pada tahap selanjutnya, penerima pesan menginterpretasikan dan mencoba memahami pesan yang diberikan, yang disebut decodingIni merupakan titik penting dalam proses komunikasi.Komunikasi Verbal adalah mengartikan pesan melalui kata-kata, tulisan atau berbicara. Komunikasi Nonverbal adalah membagikan informasi dengan ekspresi wajah (tersenyum, mengangkat alis, bersedih), bahasa tubuh (postur, gerak tubuh (gesture), mengangguk, dan mengangkat bahu), maupun gaya berpakaian (casual, formal, konservatif, trendy).

Communication

Jeffrey Wigand

Lowell Bergman

Verbal

Dengan melakukan pembicaraan langsung antara dirinya dengan Mike saat sesi wawancara untuk keterbukaan rahasia perusahaan B&W

Dengan melakukan pembicaraan ke rekan-rekan kerja nya di CBS atau 60 Minute

Non Verbal

Contohnya saat Wigand diperlakukan seonoh-onoh oleh beberapa masyarakat saat berada di bandara dengan bersikap acuh.

Contohnya pada saat di akhir film saat ia mengundurkan diri dari CBS dengan menampilkan wajah atau gestur badan tegak.

Communication Networks

Merupakan salah satu jalur komunikasi dengan aliran informasi baik dalam grup maupun tim dalam organisasi. Tipe jaringan komunikasi yang ada pada grup tergantung pada sifat dari penugasan grup dan tingkat dimana grup tersebut perlu berkomunikasi dengan yang lan untuk mencapai tujuan kebersamaan.

1. Wheel Network

Informasi mengalir dari dan ke satu anggota sentral sebuah grup, anggota grup yang lain tidak perlu berkomunikasi satu dan yang lainnya.

2. Chain Network

Anggota berkomunikasi dengan yang lainnya dengan urutan yang telah ditentukan dan ditemukan dalam grup dengan urutan tugas yang telah ditentukan.

3. Circle Network

Anggota grup berkomunikasi dengan anggota yang lain yang memiliki kesamaan pengalaman, kepercayaan, keahlian, latar belakang, ataupun lokasi kerja.

4. All-Channel Network

Jaringan komunikasi ini ditemukan di tim, yaitu pada top management ataupun pada functional teams.

Communication Network

Jeffrey Wigand

Lowell Bergman

Circle Network

Bergman dalam hal ini kesehariannya berbicara dengan para rekan-rekan kerja nya yang memiliki latar belakang serta keahlian yang sama yaitu sebagai jurnalis.

All-Channel Network

Wigand berbicara dengan teman Whistleblower nya yaitu Bergman untuk menemukan cara bagaimana agar ia mampu mengungkapkan rahasia perusahaan tsb dan menayangkannya pada sebuah media

Bergman sebagai tokoh sentral dapat berkomunikasi dengan seluruh pegawai di dalam kantor, maupun dengan Wigand yang memiliki kedekatan intens dalam mengungkapkan kerahasiaan pada perusahaan tsb

Recommendations

Berdasarkan penjelasan yang telah diutarakan sebelumnya, terdapat beberapa saran yang mungkin dapat dilakukan oleh kedua karakter tersebut guna meningkatkan kinerja organisasi masing-masing :

  1. Seharusnya sebagai Perusahaan lebih selektif dan barhati-hati dalam menentukan cara agar mendapatkan profit. Yaitu dengan cara mencari cara yang lebih baik dan sesuai dengan norma-norma yang berlaku pada masyarakat dan pastinya yang tidak memiliki efek negative terhadap pelanggan tersebut. Dan juga tidak seharusnya sebagai perusahaan mengancam mantan karyawannya dengan ancaman-ancaman pembunuhan hanya karena untuk menutupi kerahasiaannya dengan perjanjian yang dibuatnya.
  2. Seharusnya Wigand dalam menghadapi situasi sulit, bisa menenangkan diri dan tidak mudah terpancing emosi. Contohnya ketika ia menuduh Bergman bekerjasama dengan mantan perusahaannya B&W dan berfikir bahwa Bergman mengkhianati Wigand.

Trailer :

Penulis
Kurnianto Joyonegoro, Pra MBA Eks B 40C Kampus Jakarta

References :

Jones, Gareth R. and Jennifer M. George. 2020. Contemporary management 11th Edition. New York: Mc Graw Hill Education

https://id.wikipedia.org/wiki/The_Insider_(film)

http://cronkitehhh.jmc.asu.edu/blog/2015/02/michael-manns-insider-teaches-us-leadership/

https://www.vulture.com/2019/10/the-story-behind-the-insider-michael-manns-prophetic-film.html

https://www.rogerebert.com/reviews/the-insider-1999

https://www.nytimes.com/1999/11/05/movies/film-review-mournful-echoes-of-a-whistle-blower.html 



Like it? Share with your friends!

4
4 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
KurniantoJoy

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format