THERE’S NO SUCH THINGS AS MAKING TOO MUCH MONEY OR TAKING TOO MANY RISKS – BOILER ROOM MOVIE REVIEW

If it sounds too good to be true, it probably is' isn't always correct


1
1 point

Film berawal dengan latar apartemen yang dihuni oleh anak muda bernama Seth Davis. Pagi-pagi saat matahari belum nampak, ada dua orang anak muda yang datang ke apartemen miliknya. Ternyata, tujuan kedatangan anak muda ini ingin bermain judi di Kasino milik Seth Davis yang berada di Apartemen. 

Film garapan produser Suzzane Todd dan Jeniffer Todd menceritakan tentang seorang mahasiswa drop out bernama Seth Davis, drop out tanpa sepengetahuan orangtuanya, dia menjalankan bisnis kasino ilegal di apartemennya. Namun dia menutupi hal itu, keluarganya tidak tahu kalau Seth sudah di drop out dan memiliki bisnis Kasino ilegal. 

Setelah 6 (enam) bulan menjalankan bisnis, akhirnya rahasia Seth terbongkar, orang tuanya mengetahui hal itu. Tentu orang tuanya marah, apalagi ayah Seth adalah seorang Hakim Agung, dia lalu menyuruh Seth untuk menutup bisnis Kasino ilegal itu. Seth kebingungan harus berbuat apa, karena sebenarnya dia merasa ahli dalam hal menjalankan bisnis kasino, tapi dia belum berniat untuk menutup bisnisnya. Seth mempekerjakan 2 (dua) orang karyawan di Kasinonya dan dia sendiripun ikut melayani karena keterbatasan karyawan dan jumlah pelanggan yang banyak.

Beberapa hari setelah itu, Seth kedatangan teman lamanya, Adam datang untuk bermain di Kasino Seth, tapi Adam membawa seorang broker saham kaya bersamanya, yang bernama Greg. Greg datang dengan menggunakan mobil Ferari mahal. Mobil mewah milik Greg membuat Seth cukup terkesan dan penasaran dengan pekerjaan Greg sehingga bisa memiliki barang mewah tersebut. 

Keesokan harinya, Greg kembali datang, dia menawari Seth untuk bergabung dengan perusahaan pialang saham dimana ia bekerja, J.T Marlin. Greg menjanjikan keuntungan besar jika Seth mau bergabung. Seth berpikir bahwa ini adalah kesempatan yang baik untuk mendapatkan pekerjaan yang legal seperti yang diinginkan oleh ayahnya. Seth akhirnya bergabung dengan J.T Marlin dan itu membuat keluarganya senang karena Seth tidak lagi berbisnis kasino ilegal.

Seth sebenarnya tidak langsung bergabung, dia harus menjalani pelatihan dulu selama 3 (tiga) bulan. Saat masih menjadi Trainee, Seth harus menelpon pelanggan dan memastikan bahwa yang ditelponnya bersedia mendengarkan penawaran saham tersebut, lalu follow up client akan dilanjutkan oleh senior broker yang siap mengeluarkan kalimat-kalimat ampuh untuk memastikan nasabah tersebut membeli saham. Setiap terjadinya transaksi maka broker akan mendapatkan komisi 2 dollar per lembar sahamnya.


Seth cukup mahir dengan pekerjaan barunya, diantara rekan-rekannya, Seth lah yang paling berhasil dalam memancing pelanggan untuk membeli saham. Dalam kurang dari 3 bulan ia sudah mampu memiliki 40 akun nasabah yang membeli kepadanya.

Seth akhirnya berhasil menjadi broker senior, dia bekerja semakin mantap. Seth berhasil menjaring banyak pelanggan, salah satunya adalah Harry. Seth berhasil memancing Harry untuk menggunakan seluruh uang di tabungannya untuk membeli saham. Harry bahkan sampai harus bertengkar dengan istrinya akibat mengambil keputusan tersebut. Uang  tersebut tadinya digunakan untuk membeli rumah.


Seth lalu mendapatkan fakta mengejutkan saat dia datang ke lokasi perusahaan yang sahamnya dijual J.T Marlin, perusahaan yang katanya adalah perusahaan besar yang akan “booming” karena menjual produk obat yang bisa membuat bayi premature bertahan hidup. Dia hanya mendapati sebuah toko kosong dengan plat nama perusahaan. Ternyata saham yang dijual oleh J.T Marlin adalah saham bodong. J.T Marlin menjual saham perusahaan fiktif yang tidak pernah ada. Saat itulah Seth sadar apa yang dilakukannya adalah sesuatu yang ilegal. Tak cuma Seth, tak lama setelah itu ayahnya juga mengetahui hal itu.

Sementara itu keluarga Harry menjadi berantakan, dia bahkan tak bisa membayar sewa apartemen karena semua uangnya ada di saham, dan nilainya terus anjlok, ditambah lagi J.T Marlin tidak membolehkan pelanggan untuk menjual saham yang dimiliki.


Seth mencoba untuk keluar dari semua itu, dia meminta bantuan ayahnya. Seth datang langsung ke kantor ayahnya untuk meminta bantuan, namun ayahnya tidak mau membantu. Seth terpaksa pulang dengan kecewa.

Di sisi lain, J.T Marlin sedang dalam pengawasan FBI, karena dicurigai melakukan kecurangan. Seth menjadi target mata-mata FBI karena cerdas dan sepertinya tidak begitu loyal dengan perusahaan.


Keesokan harinya saat bekerja, Seth menerima telepon, rupanya dari ayahnya. Ayah Seth ternyata berubah pikiran dan ingin mencoba membantu Seth agar dapat keluar dari masalah. Tapi ternyata FBI menguping percakapan Seth dengan ayahnya. Seth dan ayahnya akhirnya ditangkap.


Seth kemudian membuat kesepakan dengan FBI, Seth berjanji akan membeberkan semua rahasia J.T Marlin jika dia beserta ayahnya dibebaskan, dan nama mereka tidak dipublikasikan. Selain itu, FBI juga meminta meminta Seth untuk membuat salinan data komputer J.T Marlin.


Keesokan harinya Seth menjalankan misinya, dia kembali ke kantor seolah tidak ada yang terjadi. Dia langsung membuat salinan data komputer dan bekerja seperti biasa. Namun dia teringat akan Harry dan ingin membantu Harry agar uangnya kembali, untuk itu dia membohongi Michael (pemimpin perusahaan) untuk menjual saham ke Harry pada IPO perusahaan selanjutnya. Tapi sebenarnya Seth mencoba membantu Harry agar bisa menjual sahamnya, tapi untuk itu dia membutuhkan tanda tangan broker senior.


Seth lalu meminta bantuan Chris yang merupakan broker senior. Dia menjelaskan keadaan Harry dan memohon pada Chris untuk membantunya sebelum FBI datang ke JT Marlin. Chris akhirnya menandatangani surat penjualan saham itu.

Sesaat setelah Seth mendapat tandatangan penjualan saham milik Harry, diapun bergegas keluar dari kantor lalu FBI pun datang ke kantor J.T Marlin. 

A. Kasino Milik Seth Davis

Kasino milik Seth Davis merupakan kasino illegal yang beroperasi di apartemen miliknya. Pada film tersebut dijelaskan bahwa meskipun baru berjalan selama 6 (enam) bulan namun Kasino tersebut sudah memiliki banyak pelanggan dan meraup keuntungan. Pelanggannya adalah kebanyakan pemuda dan pelajar yang tinggal di sekitar apartemen. Kasino tersebut menjadi illegal karena tidak memiliki ijin dan pelanggannya adalah pemuda di bawah umur. Selain itu, permasalahan yang dihadapi adalah Seth Davis masih harus turun tangan langsung dalam operasional meskipun sudah dibantu 2 (dua) orang pegawai. Belum ada desain pekerjaan yang baik di kasino Seth Davis dapat dilihat dimana karyawan melakukan tugas yang terlalu banyak yaitu melayani pelanggan, sebagai kasir, dan sebagai pramusaji. 

Sistem upah yang diberikan kepada karyawan adalah berupa gaji tetap. Berapapun pelanggan yang dilayani dan seberapa lelahpun operasional yang dilakukan, maka mereka akan menerima upah yang sama. Hal ini yang nantinya menjadi penyebab penurunan tingkat pelayanan yang diberikan kepada pelanggan di Kasino.

Setelah Seth Davis memutuskan bekerja sebagai broker saham, Kasino miliknya tetap beroperasi namun dia hanya memonitor saat malam setelah bekerja dari kantor. Namun akhirnya Seth Davis memutuskan untuk menutup usaha tersebut karena menuruti keinginan ayahnya yang adalah seorang Hakim. 

B. J.T Marlin – Perusahaan Sekuritas 

Tidak seperti Kasino milik Seth Davis, J.T Marlin merupakan perusahaan legal yang mana merupakan perusahaan sekuritas. Perusahaan ini dipimpin langsung oleh CEO bernama Michael yang biasa memberikan arahan langsung kepada pegawai-pegawai baru bagaimana mereka akan berhasil bila bekerja di tempat ini sebagai broker. Dibawahnya ada senior broker yang menjadi mentor sekaligus atasan kepada junior broker.

Perusahaan sekuritas ini berisi para broker yang setiap harinya melakukan panggilan kepada nasabah dan calon nasabah berdasarkan database yang mereka punya. Kebanyakan data calon pelanggan yang mereka punya adalah pria mapan yang memiliki jabatan tertentu yang memiliki uang dalam jumlah besar dan siap untuk diinvestasikan. Seorang broker bertugas melakukan panggilan dan memastikan calon nasabah melakukan pembelian atas saham yang dijual. Permasalahan atau tantangan yang dihadapi adalah mereka harus terus mencari pelanggan baru karena keuntungan yang mereka dapatkan adalah setiap berhasil menjual saham kepada pelanggan, sedangkan tidak semua broker di J.T Marlin memiliki skill yang mumpuni. 

Sistem upah yang diberikan kepada para broker adalah system komisi yaitu “2 rip”, artinya broker mendapat $2 tiap penjualan per lembar saham. Komisi yang sangat besar mengingat harga saham yang dijual seharga $8. Artinya komisi 25% dari penjualan. Hal yang cukup aneh mengingat fee broker harusnya dibawah 1% seperti yang kita bisa bandingkan pada rata-rata perusahaan sekuritas.

Ternyata J.T Marlin menjual saham yang salah satunya merupakan saham fiktif, dalam artian perusahaan yang sahamnya dijual sebenarnya tidak benar-benar ada, melainkan hanyalah perusahan yang berada di gedung kosong. Hal ini merupakan kejahatan yang pada akhirnya membuat J.T Marlin berurusan dengan FBI.

Masalah

Masalah-masalah yang dihadapi oleh perusahaan/bisnis tersebut adalah: Struktur organisasi, desain pekerjaan, system gaji/benefit, dan terkahir yang paling fatal dihadapi oleh J.T Marlin adalah menjual saham fiktif/bodong, dimana emitennya adalah emiten fiktif. Para investor bisa tertipu oleh saham bodong tersebut dikarenakan mereka hanya tergiur dari penjelasan broker melalui telpon bahwa saham yang akan dibeli akan “booming”, sedangkan mereka belum pernah mencari tahu secara langsung mengenai kebenaran informasi terkait. Bukan hanya investor yang tertipu melainkan para broker juga tidak menyadari bahwa saham yang dijual oleh mereka adalah saham bodong.

Berikut adalah infografis terkait syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan di Indonesia yang akan Go Public menurut Bursa Efek Indonesia.

Kriteria yang disyaratkan untuk sebuah perusahaan papan utama dapat Go Public adalah dari sisi GCG, Pelaporan Keuangan, dan Struktur Pemodalan. Good Corporate Governance (GCG) terdiri dari syarat Badan Hukum berbentuk PT, Komisaris Independen minimal 30%, terdapat Komite Audit dan Auditor Internal, dan memiliki Sekertaris Perusahaan.

Akuntansi dan Keuangan memiliki syarat masa operasional >= 36 bulan (3 tahun), laba usaha > 1 tahun, LK Audited minimal 3 tahun (2 tahun WTM), Pemodalan NTA > 100 milyar. Sedangkan dari kriteria Struktur Permodalan, jumlah saham yang ditawarkan ke public minimal 300 juta lembar; nilai ekuitas <500 M total saham 20%, ekuitas 500< – 2T total saham 15%, ekuitas > 2 T total saham 10%. Pemegang saham haruslah >= 100 pihak dan harga saham perdana minimal >= Rp 100.

Melihat kondisi di film tersebut pada sekitar tahun 2000, dimana informasi belum mudah untuk diakses seperti saat ini sehingga investor bisa tertipu. Hal yang perlu dilakukan investor ketika ingin membeli saham adalah mencari tahu lebih dahulu tentang emiten yang ingin dibeli, mengingat sekarang sangat mudah mengakses informasi terkait.

Sedangkan untuk komisi yang wajar seharusnya masih dibawah range 1% seperti sekuritas di Indonesia, sehingga jika J.T Marlin meberikan komisi 25% sangatlah tidak wajar. Fee yang tidak wajar mungkin membuat broker senang, namun harusnya menjadi “alarm” bahwa ada sesuatu yang aneh untuk dicurigai.

No

Sekuritas

Fee

Beli (%)

Jual (%)

1

BNI Sekuritas Indonesia

0.18

0.28

2

Mirae Asset Sekuritas Indonesia

0.15

0.25

3

Ipot

0.19

0.29

4

Phillip Sekuritas Indonesia

0.20

0.30

5

MNC Sekuritas

0.19

0.29

Sumber: https://www.cekaja.com/

No

Uraian

                   Kasino           

J.T Marlin

1

Essentials Manager Tasks:

Planning, Organizing, Leading, Controlling, 

Seth Davis sebagai pemilik telah menerapkan Pekerjaan Manager dengan merencanakan cara yang akan dilakukan untuk menarik banyak pelanggan, hanya saja pembagian pekerjaan masih belum jelas, dimana pegawai merangkap beberapa jobdesk seperti sebagai pelayan, sebagai kasir, dan sebagai penyaji minuman 

Pada perusahaan broker ini, semua Tugas Manajer telah dilakukan dengan baik; mulai dari perencanaan nasabah yang akan dihubungi, pembagian pekerjaan, Kepemimpinan dan Pengendalian.

2

Mengelompokkan Tugas ke dalam Pekerjaan: Desain Pekerjaan

Pembesaran pekerjaan tidak perlu dilakukan  karena tanggung jawab karyawan sudah telalu besar, justru ada pegukuran ulang terhadap beban pekerjaan. Hal yang dibutuhkan di sini adalah pengayaan pekerjaan yaitu mengembangkan skill dari karyawan yang melakukan hal yang monotone.

Karyawan di J.T Marlin belum mebutuhkan pembesaran pekerjaan dikarenakan tugasnya sudah cukup kompleks yaitu mendata calon investor, melakukan follow up, dan mebuat data base investor.

3

Pay and benefit: Sistem Upah

Sistem pembayaran yang diberikan Seth Davis kepada pegawainya adalah berupa gaji. Namun gaji yang diberikan tidak terlalu besar sehingga ada ketidakpuasan dari karywannya. Harus ada perbaikan system upah.

Besar kecil nya penghasilan yang diterima oleh karyawan JT Marlin bergantung pada penjualan yang dilakukan karena menggunakan system komisi. Sistem ini bisa memotivasi karyawan namun bisa juga mendemotivasi.

Pembahasan

Managers and Managing (JG Chapter 1)

Essentials Managerials Task

Perencanaan

Pada film Bolier Room dapat dilihat bahwa perencanaan telah dilakukan untuk mencapai tujuannya. Di Kasino Seth Davis memiliki goal untuk menarik lebih banyak pelanggan yang datang ke tempatnya. Seth memberikan pelayanan yang baik dan ramah kepada pelanggan, bahkan Seth juga tetap melayani pelanggan walaupun jam buka sudah habis.

Sedangkan di J.T Marlin tujuannya adalah untuk melakukan penjualan sebanyak banyaknya kepada investor/nasabah. Mereka melakukan perencanaan dengan mempersiapkan daftar nama-nama calon nasabah yang akan dihubungi beserta profil lengkapnya. Pada sebuah scene ada adegan dimana Greg memberi tahu pada Seth bahwa Senior Broker bisa melakukan beratus-ratus panggilan kepada calon nasabah dalam sehari.

Pada buku Jones Gareth (Contemporary Management), untuk melakukan tugas perencanaan, manajer mengidentifikasi dan memilih tujuan organisasi dan tindakan yang sesuai; mereka mengembangkan strategi untuk mencapai kinerja tinggi. Tiga langkah yang terlibat dalam perencanaan adalah 

(1) memutuskan tujuan mana yang akan dicapai organisasi, 

(2) memutuskan strategi apa yang harus diambil untuk mencapai tujuan-tujuan itu, dan 

(3) memutuskan bagaimana mengalokasikan sumber daya organisasi untuk mengejar strategi yang mencapai tujuan-tujuan itu.

Pengorganisasian

Pada Kasino milik Seth Davis, organisasi yang ada begitu sederhana, yaitu Seth Davis sebagai owner dan dibantu 2 (dua) pegawainya, Seth Davis memberikan arahan secara langsung kepada pegawainya bagaimana harus melayani pelanggan. Sedangkan pada J.T Marlin, CEO memberi motivasi pada seluruh pegawai dengan bagaimana dan apa yang harus mereka lakukan, selanjutnya Senior Brokerlah yang akan membimbing para Junior Broker.

Pengorganisasian itu sendiri adalah penataan hubungan kerja sehingga anggota organisasi berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasi. Pengorganisasian orang ke dalam departemen sesuai dengan jenis tugas spesifik pekerjaan yang mereka lakukan menjabarkan garis wewenang dan tanggung jawab antara individu dan kelompok yang berbeda.

Memimpin

Seth Davis memimpin dan memberikan arahan langsung kepada pegawainya di Kasino illegal miliknya. Struktur organisasi yang sangat sederhana untuk jenis usaha yang tidak terlal besar. Lain hal pada J.T Marlin, masing-masing junior broker memiliki pemimpin tim yaitu senior broker, yang mana senior broker memberi arahan dan motivasi kepada juniornya sehingga bisa melakukan jobnya dengan baik.

Visi organisasi adalah pernyataan singkat, ringkas, dan mengilhami tentang apa yang menjadi tujuan organisasi dan tujuan yang ingin dicapai – tujuan masa depan yang diinginkan. Dalam memimpin, manajer mengartikulasikan visi organisasi yang jelas untuk dicapai anggota organisasi, dan mereka memberi energi dan memungkinkan karyawan sehingga semua orang memahami peran yang dimainkannya dalam mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan melibatkan para manajer menggunakan kekuatan, kepribadian, pengaruh, persuasi, dan keterampilan komunikasi mereka untuk mengoordinasikan orang dan kelompok sehingga kegiatan dan upaya mereka selaras. Kepemimpinan berputar di sekitar mendorong semua karyawan untuk melakukan di tingkat tinggi untuk membantu organisasi mencapai visi dan tujuannya.

Mengontrol

Ada scene dimana Seth Davis sangat marah kepada pegawainya karena melayani pelanggan dengan tidak baik yang berakibat pada penurunan pendapatan. Terlihat bagaimana fungsi controlling dilakukan oleh Seth Davis. Pada JT Marlin, senior broker sebagai ketua tim berhak memarahi apabila junior broker belum melakukan pekerjaannya dengan baik. Seth pun pernah dimarahi oleh Greg karena tidak melakukan prosedur dengan baik dimana Seth meng-handle calon nasabah sendirian tanpa bantuan senior broker. Hal tersebut bisa berakibat pada hilangnya peluang penjualan karena junior broker dinilai belum mempunyai skill yang mumpuni untuk melakukan closing.

Dalam mengendalikan, tugas manajer adalah mengevaluasi seberapa baik suatu organisasi telah mencapai tujuannya dan untuk mengambil tindakan korektif yang diperlukan untuk mempertahankan atau meningkatkan kinerja. Sebagai contoh, manajer memantau kinerja individu, departemen, dan organisasi secara keseluruhan untuk melihat apakah mereka memenuhi standar kinerja yang diinginkan.

Mengelompokkan Tugas ke dalam Pekerjaan: Desain Pekerjaan 

(JG Chapter 10)

Pekerjaan di dalam Kasino milik Seth Davis masih belum ada, karena pegawainya melakukan semua, sebagai pelayan, sebagai kasir, sebagai penyaji minuman/makanan, sungguh melelahkan. Sedangkan pada J.T Marlin sebuah perusahaan yang lebih jelas dalam desain pekerjaan. Pekerjaan dipisahkan antara administrasi, sekertaris, dan broker. Hal tersebut membuat broker lebih fokus dalam bekerja yaitu hanya dengan menjual saham kepada nasabah.

Langkah pertama dalam desain organisasi adalah desain pekerjaan, proses dimana para manajer memutuskan bagaimana membagi pekerjaan tertentu dengan tugas-tugas yang harus dilakukan untuk menyediakan barang dan jasa kepada pelanggan. Misalnya, Manajer di restoran cepat saji seperti Mc Donald, memutuskan pembagian kerja dasar di antara koki di bagian dapur dan server makanan di bagian depan. 

Manajer dari setiap organisasi harus menganalisis berbagai tugas yang harus dilakukan dan kemudian menciptakan pekerjaan yang paling memungkinkan organisasi. jika pekerja merasa pekerjaan mereka yang disederhanakan membosankan dan monoton, karyawan menjadi terdemotivasi dan tidak bahagia, lalu akibatnya berkinerja di tingkat rendah.

A. Pembesaran dan Pengayaan Pekerjaan

Di Kasino, satu orang pekerja sudah memiliki lebih dari satu jobdesk, namun tingkat tanggung jawab yang dimiliki terbatas, oleh karena itu perlu adanya pengayaan pekerjaan. Sedangkan di J.T Marlin, tingkat jumlah tugas dan tingkat tanggung jawab sudah tinggi sehingga belum diperlukan pembesaran dan pengayaan pekerjaan.

Memperbesar pekerjaan berarti meningkatkan jumlah tugas yang berbeda dalam pekerjaan tertentu dengan mengubah pembagian kerja, misalnya: pelayan di restoran tertentu memiliki satu tugas yaitu menyiapkan makanan, namun di restoran lainnya ada karyawan yang ditugaskan menyiapkan makanan dan sebagai kasir. 

Pengayaan pekerjaan yaitu meningkatkan tingkat tanggung jawab pekerja atas pekerjaan dengan cara: 

(1) Memberdayakan pekerja untuk bereksperimen 

(2) Mendorong pekerja untuk mengembangkan keterampilan baru, 

(3) Memberi mereka tanggung jawab untuk memutuskan bagaimana menanggapi situasi dan 

(4) Memungkinkan pekerja untuk memantau dan mengukur kinerja mereka sendiri. 

B. Model Karakteristik Pekerjaan

Model karakteristik pekerjaan JR Hackman dan GR Oldham adalah model desain pekerjaan yang berpengaruh yang menjelaskan secara rinci bagaimana manajer dapat membuat pekerjaan lebih menarik dan memotivasi. Menurut Hackman dan Oldham, setiap pekerjaan memiliki 5 (lima) karakteristik yang menentukan bagaimana memotivasi pekerjaan itu. Karakteristik ini menentukan bagaimana karyawan bereaksi terhadap pekerjaan mereka dan mengarah pada hasil seperti kinerja tinggi dan kepuasan dan rendahnya absensi dan turnover:

 (1) Variasi keterampilan: Sejauh mana suatu pekerjaan mensyaratkan bahwa seorang karyawan menggunakan berbagai keterampilan, kemampuan, atau pengetahuan yang berbeda. 

 (2) Identitas tugas: Sejauh mana suatu pekerjaan mensyaratkan bahwa seorang pekerja melakukan semua tugas yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan, dari awal hingga akhir proses produksi. Contoh: Seorang pengrajin yang mengambil sepotong kayu dan mengubahnya menjadi meja custommade memiliki identitas tugas yang lebih tinggi daripada pekerja yang hanya melakukan satu dari sekian banyak operasi yang diperlukan untuk memasang TV layar datar.

 (3) Signifikansi tugas: Tingkat di mana seorang pekerja merasakan pekerjaannya bermakna karena pengaruhnya terhadap orang-orang di dalam organisasi, seperti rekan kerja, atau pada orang-orang di luar organisasi, seperti pelanggan.

 (4) Otonomi: Sejauh mana suatu pekerjaan memberikan kebebasan dan keleluasaan kepada karyawan untuk menjadwalkan tugas yang berbeda dan memutuskan bagaimana melaksanakannya. 

 (5) Umpan balik: Sejauh mana sebenarnya melakukan suatu pekerjaan memberikan informasi yang jelas dan langsung kepada pekerja tentang seberapa baik dia telah melakukan pekerjaan itu. 

Bayaran dan Manfaat (JG Chapter 8, Pay & Benefit)

Bayaran termasuk gaji pokok, kenaikan gaji, dan bonus karyawan dan ditentukan oleh sejumlah faktor seperti karakteristik organisasi dan pekerjaan serta tingkat kinerja. Imbalan karyawan didasarkan pada keanggotaan dalam suatu organisasi (tidak harus berdasarkan pekerjaan tertentu yang diadakan) dan termasuk hari sakit, hari libur, dan asuransi kesehatan dan jiwa.

Tingkat Pembayaran

Posisi relatif organisasi membayar insentif dibandingkan dengan organisasi lain dalam industri yang sama yang mempekerjakan pekerja sejenis.

Struktur Pembayaran

Pengaturan pekerjaan ke dalam beberapa kategori, yang mencerminkan kepentingan relatifnya bagi organisasi dan sasarannya, tingkat keterampilan yang dibutuhkan, dan karakteristik lainnya.

Manfaat

Organisasi diharuskan secara hukum untuk memberikan manfaat tertentu kepada karyawan mereka, termasuk kompensasi pekerja, Jaminan Sosial, dan asuransi pengangguran. Kompensasi pekerja membantu karyawan secara finansial jika mereka tidak dapat bekerja karena cedera atau sakit terkait pekerjaan. Jaminan Sosial menyediakan bantuan keuangan untuk pensiunan dan mantan karyawan yang cacat.

Saran/Solusi Kreatif

1. Pembagian Pekerjaan Secara Proporsional

Terkadang bukan karyawan yang tidak perform tetapi beban kerjanya yang terlalu berat, oleh karena itu harus dilakukan evaluasi dan pengukuran ulang terhadap beban pekerjaan sehingga beban pekerjaan dapat terdistribusi dengan lebih baik. Di Kasino milik Seth, seharusnya ada pemisahan pekerjaan antara pelayan di meja judi pelanggan dengan pramusaji makanan/minuman serta dibutuhkan tambahan karyawan sebanyak 1 atau 2 orang, sehingga fokus karyawan tidak terpecah dan dapat melakukan job dengan baik. 

2. Perbaikan dalam Hal Pay and Benefit

Bisa dilihat dalam film tersebut; di Kasino saat Seth menegur karyawan tentang cara pelayananannya yang sangat kurang, sang karyawan beralasan bahwa ia terlalu lelah dengan pekerjaan yang dilakukan sedangkan bayaran yang ia terima selalu tetap (kurang). Hal ini bisa diperbaiki dengan memberikan upah dengan gabungan gaji dan komisi. Mungkin gaji yang diterima lebih rendah dari sebelumnya, namun ada tambahan insentif berupa komisi dengan target mampu melayani pelanggan dengan jumlah tertentu. Bisa dipastikan keluhan akan berkurang tentang bayaran yang kurang karena selalu tetap sedangkan pelanggan yang dilayani terlampau banyak.

3. Pengayaan Pekerjaan

Pekerjaan yang monotone cenderung membuat karyawan menjadi jenuh, akhirnya terdemotivasi, dan memberikan pelayanan yang kurang kepada pelanggan. Efek terburuknya lagi, karyawan memutuskan untuk resign dari pekerjaannya. Berdasar buku JG hal yang bisa diterapkan terkait pembesaran dan pengayaan pekerjaan yaitu karyawan dapat diberi ketrampilan baru, diberikan kesempatan berksperimen; seperti jenis game baru yang diberikan ataupun menu makanan/minuman yang disajikan, bisa dengan rolling pekerjaan sehingga tidak mecapai titik jenuh puncak, serta diberikan otonomi bagaimana dia melakukan pekerjaan dengan caranya tanpa diawasi setiap saat melalui cctv.

Trailer: https://www.youtube.com/watch?v=6VoXMvNrQro

Full movie: http://139.99.33.192/boiler-room-2000/play/?ep=2&sv=2

Sumber:

Jones, Gareth R. and Jennifer M. George. 2020. Contemporary management 11th Edition. New York: Mc Graw Hill Education

https://handumay.blogspot.com/2019/02/sinopsis-boiler-room-2000-jualan-saham.html

https://diskartes.com/2020/01/tahapan-perusahaan-go-public-ipo/

https://www.cekaja.com/info/ini-deretan-perusahaan-sekuritas-terbaik-2019-di-indonesia-investor-wajib-tahu/

https://www.seputarforex.com/artikel/cara-memilih-broker-saham-terbaik-286186-34


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
diorinovade

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format