United (2011) : Karena Sepak Bola Bukan Hanya Sekedar Olah Raga

Sepak bola sebenarnya bukan hanya tentang olah raga tetapi juga tentang sejarah, loyalitas dan kebanggaan


1
1 point

Sinopsis Film United

Film ini diangkat dari sebuah kisah nyata tentang sejarah kelam klub sepak bola Manchester United yang terjadi pada 6 Februari 1958 pukul 15.04 yang disebut sebagai tragedi Muenchen. Setelah bangkit dari kejadian kelam tersebut kini klub sepakbola tersebut menjadi salah satu klub yang berjaya di Inggris dan dataran Eropa. Film ini mengajarkan tentang bagaimana seharusnya suatu organisasi tetap bersemangat untuk bangun bangkit dari keterpurukan. Film ini juga ingin menggambarkan bahwa sepak bola sebenarnya bukan hanya tentang olah raga tetapi juga tentang sejarah, loyalitas dan kebanggaan.

Tim pada Tragedi Muenchen 1958

Film ini mengambil setting waktu di tahun 1956 dimana seorang pesepakbola muda Bobby Charlton yang diperankan oleh Jack O’Connell terlibat banyak cerita dan drama dengan Jimmy Murphy yang diperankan oleh David Tenant, sang asisten pelatih sepak bola dari pelatih utama, Matt Busby. Pada kurun waktu tahun 1955 – 1956 Manchester United menjadi klub sepak bola yang paling disegani di Inggris karena berhasil menjuarai liga Inggris. Skuad tim pada saat itu dijuluki sebagai Busby Babes karena berisikan pemain – pemain muda yang bertalenta. Bobby muda  yang pada saat itu telah merasa mampu dan layak untuk ikut bermain sebagai pemain dalam tim utama meminta kepada Jimmy untuk bisa diberikan kesempatan bermain. Ternyata Jimmy tidak serta merta mengabulkan permintaan Bobby. Jimmy meminta agar Bobby menambah porsi latihan di luar latihan resmi yang diadakan oleh klub dan Bobby menerimanya dengan sangat bersemangat.

Jimmy Meminta Bobby untuk Berlatih Menendang Bola ke Tembok dengan Kuat

Waktu yang ditunggu – tunggu pun tiba, pada Oktober 1956 Bobby diminta untuk bermain sebagai pemain utama di tim, meski pada saat itu sedang mengalami cidera pergelangan kaki yang dideritanya pada saat latihan. Pada debut perdananya tersebut, Bobby mampu mencetak 2 gol untuk mengalahkan tim Charlton Athletic dengan skor 4 – 2. Dengan penampilan yang gemilang dari skuad Busby Babes di musim itu, Manchester United kembali menjuarai liga Inggris dan berhak untuk tampil dalam Piala Eropa yang diselenggarakan oleh UEFA pada tahun 1958, sekaligus menjadi wakil Inggris pertama yang akan mengikuti kompetisi tersebut.

Debut Perdana Bobby dengan Dua Golnya

Keikutsertaan Manchester United dalam Piala Eropa tersebut ternyata tidak sepenuhnya mendapatkan restu dari Sekretaris Liga Inggris Alan Hardaker dikarenakan jadwal liga yang cukup padat. Manchester United sebagai juara liga diancam akan mendapatkan pengurangan poin apabila tidak bisa kemabali lagi ke Inggris tepat waktu setelah melakukan pertandingan perempat final leg kedua melawan Red Star Belgrade di Yugoslavia. Setelah melalui diskusi dan negosiasi yang alot antara Hardaker dengan Matt Busby akhirnya tim memutuskan untuk berangkat dengan menyewa sebuah pesawat.

Waktu di kalender menunjukkan tanggal 6 Februari 1958, pada bagian ini digambarkan bagaimana detik demi detik terjadinya tragedi Muenchen. Waktu itu salju masih turun dengan derasnya, setelah mengalami beberapa kali percobaan lepas landas menuju ke Inggris, selepas melakukan pengisian bahan bakar, pesawat mengalami kecelakaan fatal. Kecelakaan ini menewaskan 23 orang yang terdiri dari 8 orang pemain utama tim, 3 orang staff klub, 8 orang jurnalis, 2 orang kru pesawat, 1 orang agen perjalanan dan 1 orang suporter yang turut serta dalam penerbangan tersebut.

 
Bangkai Pesawat Pasca Kecelakaan

Jimmy yang pada saat itu tidak ikut mendampingi tim Manchester United dikarenakan sedang diminta melatih negara asalnya Wales, akhirnya mengambil alih posisi kepemimpinan di klub mengingat Matt Busby juga turut menjadi korban dalam kecelakaan pesawat tersebut dan sedang berjuan melewati masa kritisnya. Jimmy harus beberapa kali bolak – balik ke Jerman untuk mengurus proses pengobatan seluruh anggota tim dan melakukan penjemputan anggota tim yang sudah dinyatakan sembuh untuk kembali lagi ke Inggris dengan menggunakan kapal feri. 

Selain itu, Jimmy juga harus terus mengelola jalannya operasional klub meskipun mendapatkan desakan yang besar untuk membubarkan tim di musim itu. Wacana pembubaran tim dan berhenti mengikuti kompetisi ini muncul karena klub telah kehilangan 8 pemain utamanya sehingga dianggap mustahil untuk bisa melanjutkan keikutsertaannya di kompetisi baik liga, piala liga maupun piala Eropa. Dengan keyakinannya, akhirnya Jimmy mengambil keputusan untuk tetap terus melanjutkan kompetisi serta jalannya operasional klub demi para pemain yang telah mengorbankan hidupnya untuk klub.

Jimmy Memimpin Rapat Pembahasan Kelanjutan Tim

Bobby yang telah sembuh dari kecelakaan mengalami trauma untuk kembali bermain sepak bola dan mencoba melupakan sepak bola. Setelah Jimmy membujuknya untuk kembali bermain, akhirnya Bobby memutuskan untuk kembali bergabung dengan tim baru yang juga berisikan pemain – pemain muda. Pada akhir musim kompetisi, hanya beberapa minggu setelah tragedi, Manchester United mampu memastikan diri ke Final Piala FA di Stadion Wembley meskipun akhirnya harus kalah dalam pertandingan tersebut. Semangat dan kerjasama tim untuk mempercepat pemulihan klub menjadi kunci dalam upaya bangkit dari keterpurukan. Tragedi Muenchen ternyata tidak menghentikan langkah klub sepakbola Manchester United untuk terus bertanding hingga hari ini. Bahkan, tragedi tersebut dijadikan nyala api semangat untuk menjadi yang terbaik di negara Inggris hingga saat ini. 

Jimmy Murphy Memimpin Klub Pasca Tragedi

Proses Pengelolaan Klub

Untuk membentuk suatu tim sepak bola yang solid maka diperlukan pengelolaan tim yang baik dalam rangka mencapai tujuan utama tim yaitu memenangkan kompetisi. Di dalam film United, kesuksesan tim Manchester United tentunya tidak lepas dari peran sang pelatih utama sekaligus manager, Matt Busby dan sang asisten pelatih Jimmy Murphy. Mereka menerapkan 4 proses utama sebagai seorang manager dimulai dari tahap perencanaan, pengorganisasian, memimpin hingga memantau perkembangan tim baik secara individu maupun secara organisasi, sesuai bagan proses berikut ini :

Four Task Management Lifecycle

  • Planning

Pada tahap perencanaan, Matt Busby dibantu oleh Jimmy menetapkan sasaran utama klub dan tim yaitu memenangkan liga Inggris dan Piala FA musim kompetisi 1956/ 1957 dan Piala Eropa di tahun 1958. Mereka juga melakukan proses seleksi dan perekrutan pemain secara baik. 

  • Organizing

Setelah proses seleksi pemain dilakukan, melalui program latihan yang sistematis tim pelatih melakukan analisa talenta masing – masing pemain dan setelah itu membagi para pemain di posisinya sesuai talenta dan karakter bermain.

  • Leading

Dalam setiap sesi latihan, dipimpin langsung oleh tim pelatih sehingga program latihan dapat berjalan dengan baik. Selain itu, pada tahap ini tim pelatih juga melakukan analisa terhadap performa individu dan tim untuk diimplementasikan pada pertandingan selanjutnya.

  • Controlling

Di tahap akhir proses, tim pelatih memberikan saran dan masukan kepada setiap pemainnya baik setelah selesai latihan maupun selesai pertandingan untuk dapat memperbaiki dan mengembangkan kemampuan individu serta tim.

Tingkatan Manajemen para Karakter Pemain dalam Film

Di lihat dari tabel waktu yang dibutuhkan oleh para pemain dalam film untuk melakukan proses pengelolaan organisasi (Planning, Organizing, Leading and Controlling), sesuai tabel berikut ini,

Tabel Waktu yang Dibutuhkan dalam Tingkatan Manajemen

Tingkatan manajemen sesuai karakter para pemain utama dalam film tersebut adalah sebagai berikut.

Sir Matt Busby. Dia adalah seorang pemimpin klub yang berperan sebagai manager atau pelatih utama. Karakternya tegas, tidak terlalu banyak berbicara dan memiliki kemampuan diplomasi serta negosiasi yang baik. Dia juga berpengalaman tidak hanya di atas kertas saja sebagai seorang manager, tetapi juga memiliki skill kemampuan dalam bermain sepakbola sehingga ketika Alan bernegosiasi dengan sekretaris liga Alan Hardaker, dia terlihat lebih memahami tentang dunia sepak bola. Dia pula yang memutuskan untuk tetap mengikuti kompetisi piala Eropa dengan menggunakan pesawat sewaan. Dilihat dari tingkatan manajemennya, dia masuk ke dalam kategori top managers. 

Jimmy Murphy. Berperan sebagai assistant manager atau asisten pelatih, dia juga memiliki karakter yang tegas, memiliki pengalaman dalam bermain bola, kemampuan komunikasi yang sangat baik, serta mampu menjadi motivator dalam tim. Di awal film dia adalah sebagai middle manager, perannya adalah membantu menterjemahkan visi Matt Busby dalam mengelola tim. Jimmy terlihat sering terjun langsung dalam setiap sesi latihan dan pertandingan serta cukup dekat dengan para pemain. Di bagian akhir film, dengan karakter kepemimpinan yang kuat dia mampu berperan sebagai top manager.

Bobby Charlton. Berperan sebagai pemain utama dalam film ini, Bobby adalah seorang pemain sepakbola yang berposisi sebagai penyerang yang memiliki semangat berlatih dan bertanding yang lebih dibandingkan pemain lainnya dalam tim. Dalam film ini tidak terlihat perannya sebagai seorang manager bahkan di level first-line manager, baik sebelum terjadinya tragedi hingga setelah tragedi.

Dari kiri – kanan : Matt Busby, Bobby Charlton dan Jimmy Murphy

Level first-line manager yang terlihat dalam film ini diilustrasikan sebagai chief atau kapten tim sepak bola, yaitu oleh Roger Byrne yang juga menjadi salah satu korban tewas dalam kecelakaan pesawat serta sang penjaga gawang Harry Gregg yang memiliki gaya komunikasi yang kasar. Pada saat terjadinya kecelakaan, Harry adalah orang yang mampu memimpin peyelamatan rekan – rekan satu timnya yang masih terjebak di dalam pesawat.

Analisa SWOT Pasca Tragedi

Analisa SWOT dalam Menentukan Strategi Organisasi

Pasca terjadinya tragedi Muenchen, Jimmy harus segera mengambil keputusan untuk terus menjalankan operasional klub Manchester United serta melanjutkan kompetisi. Di dalam film tersebut terlihat Jimmy melakukan analisa SWOT ketika akan memutuskan untuk melanjutkan kompetisi. Analisa SWOT yang dilakuka adalah sebagai berikut.

Analisa SWOT Pimpinan Klub

Atas dasar analisa tersebut akhirnya Jimmy memutuskan bahwa klub akan terus melanjutkan kegiatan operasionalnya dan terus mengikuti sisa kompetisi sampai dengan akhir musim. Keputusan yang diambil tersebut menjadi salah satu keputusan paling penting dalam klub untuk terus mempertahankan eksistensinya sebagai klub sepak bola terbaik di Inggris atau bahkan di Eropa. Jimmy akhirnya melanjutkan kepemimpinan Matt Busby pada sisa kompetisi hingga kompetisi musim selanjutnya sampai akhirnya Matt Busby telah sembuh dan melewati kondisi kritisnya.

Kepemimpinan Matt Busby dan Jimmy Murphy di Dalam Klub

Di dalam film ini sangat jelas terlihat karakter kepemimpinan yang sangat kuat dari dua orang tim pelatih yaitu Matt Busby dan Jimmy Murphy. Jika dilihat dari Fiedler’s Contingency Theory dimana mempertimbangkan segala kombinasi kemungkinan baik-buruknya hubungan pemimpin-anggota, tinggi rendahnya stuktur tugas dan kuat lemah postition power. Terdapat 8 situasi kepemimpinan yang berbeda. Pemimpin yang relationship-oriented lebih efektif dalam situasi yang cukup menguntungkan (IV,V,VI dan VIII) sedangkan pemimpin yang task-oriented paling efektif dalam situasi yang yang sangat menguntungkan (I,II, dan III) dan situasi yang sangat tidak menguntungkan (VIII), sesuai tabel berikut ini.

Tabel Fiedler’s Contingency Theory of Leadership

Di awal film gaya kepemimpinan kedua tim pelatih tersebut cenderung berada pada situasi nomor I dimana mereka memiliki power yang kuat sebagai tim pelatih utama, memiliki program – program pelatihan yang dikelola dengan baik serta memiliki hubungan antara pelatih dan pemain yang sangat baik. Pada saat itu, klub sedang dalam masa jayanya dimana klub baru saja menjuarai liga dan sedang dalam posisi baik untuk mempertahankan liga.

Di akhir film gaya kepemimpinan Jimmy berubah drastis mengingat kondisi klub atau tim paska tragedi yang sangat tidak menguntungkan. Gaya kepemimpinannya cenderung berubah pada situasi nomor V dimana Jimmy mengambil alih posisi pelatih utama dengan tetap mempertahankan program seleksi dan pelatihan yang terstruktur tetapi tidak begitu memperhatikan hubungan antara pelatih dan pemain. Jimmy hanya berpikiran bahwa bagaimana caranya agar klub bisa mendapatkan pemain dan membentuk tim secepat – cepatnya sehingga bisa meneruskan semua sisa kompetisi baik di liga maupun di piala Eropa.

Saran dan Solusi Kreatif terhadap Organisasi dan Karakter

Saran dan solusi kreatif yang bisa diberikan terhadap organisasi dan karakter yang ada pada film United adalah sebagai berikut

  • Di film ini Matt Busby terlihat hanya seperti seorang “boss yang tahu beres saja”. Kehadirannya ditengah – tengah pemain kurang begitu terasa, apalagi jika melihat gaya bicara dan busana yang dipakai juga tidak mencerminkan sebagai seorang pelatih sepak bola. Sebagai seorang manager atau pelatih utama dalam suatu tim, seharusnya Matt Busby bisa memimpin dengan melakukan empowerment kepada para pemainnya. Gaya komunikasi dan busana juga harus disesuaikan sebagai seorang pelatih sepak bola.

Suasana Ruang Ganti Pemain

  • Di akhir film, karakter Bobby Charlton sebagai salah satu pemain bintang dengan kemampuan bersepak bola di atas rata – rata serta dianggap paling mengerti kondisi klub pasca tragedi seharusnya mampu menunjukkan sikap kepemimpinannya untuk bisa memberikan motivasi kepada para pemain – pemain baru dan muda sehingga dapat dijadikan inspirasi bagi seluruh anggota tim.
  • Salah satu bentuk pengelolaan risiko terpenting dari organisasi adalah dengan mempersiapkan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi pada suatu organisasi seperti keadaan kahar, huru – hara, perang, pendemi atau bencana alam. Di dalam film, klub Manchester United pasca tragedi Muenchen terlihat tidak bisa mengelola kejadian terburuk dari suatu organisasi. Dimana pada waktu itu harus kehilangan sosok seorang manager bahkan kehilangan 8 pemain inti dan beberapa staff klub. Operasional klub dibantu oleh relawan – relawan dan supporter yang merasa iba dengan kondisi klub.Organisasi atau perusahaan sebaiknya harus mempersiapkan business continouity plan untuk menghadapi kemungkinan – kemungkinan terburuk dari suatu organisasi atau perusahaan. Business continouity plan meliputi kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat hingga penanganan paska keadaan darurat sehingga roda organisasi dapat terus berjalan.

Ditulis Oleh

Raditya Primayudha – 40P20095

Eksekutif B 40 C

Referensi 

https://en.wikipedia.org/wiki/United_(2011_film) 

https://youtu.be/myNAceLxHI4 

https://youtu.be/vGVmeDTSrd0

Jones, George. 2020. Contemporary Management : Eleventh Edition. New York : Mc Graw Hill Education


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Primayudha

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format