What Happens When Your Company Gets a ‘Margin Call’? – Margin Call (2011) Movie Review

Film margin call menceritakan tentang 24 jam sebelum tahap awal kebangkrutan sebuah Investment Bank besar yang terinspirasi dari krisis finansial tahun 2007-2008.


3
3 points

Apakah yang disebut dengan margin call? Margin call adalah sebuah sistem peringatan yang menunjukkan bahwa ekuitas akun trading sudah tidak mencukupi nilai margin yang dibutuhkan untuk membuka posisi (margin requirement). Pemahaman mengenai margin call dalam bidang keuangan disajikan secara lebih simple dalam film yang ditulis dan disutradarai oleh J. C. Chandor dengan judul “Margin Call”.

SINOPSIS

Berawal dari downsizing masif sebuah investment bank yang berusia lebih dari 107 tahun terutama pegawai di trading floor. Salah satunya yang terkena PHK adalah Eric Dale (Head of Risk Management). Eric mengsinyalir pengenaan PHK pada dirinya disebabkan adanya ketidaksukaan beberapa atasannya, terutama Sarah Robertson, akibat Eric mengemukakan prakiraan buruk tentang keadaan perusahaan setahun sebelumnya. Sebelum meninggalkan kantor Eric sempat bercerita pada rekannya yaitu Will Emerson bahwa dia menemukan sesuatu yang penting pada proyeknya yang belum selesai, namun Will dan Staf HR pun mengatakan hal tersebut sudah bukan urusannya lagi. Dengan suasana hati yang kacau, saat akan turun lift Eric memberikan sebuah USB kepada bawahannya Peter Sullivan, dan berpesan ‘hati-hati!’. Jam kerja hari itu ditutup oleh pidato Sam Rogers untuk memberi motivasi kepada 33 pegawai terbaik yang tersisa dan menyampaikan bahwa ini adalah kesempatan mereka untuk tetap survive dan tumbuh bersama perusahaan.

Saat jam kantor telah selesai, Peter yang penasaran akan USB yang diberikan Eric dan membuka file hasil pekerjaan Eric yang belum selesai dan menyelesaikan pekerjaan tersebut hingga larut malam. Ia menemukan bahwa volatilitas saat ini dalam portofolio sekuritas yang didominasi mortgage-backed securities (MBS) telah melampaui tingkat volatilitas historis. Karena leverage yang berlebihan, jika nilai portofolio menurun 25%, kerugian akan lebih besar dari nilai perusahaan itu sendiri dan perusahaan akan bangkrut. Berdasarkan data historis tersebut perusahaan telah menjalani 5 atau 6 hari pada posisi tersebut pada 2 minggu terakhir. Tanpa pikir panjang Peter langsung menghubungi kedua rekannya yakni Will dan Seth Bregman yang sedang berpesta di sebuah Club. Setelah mereka berkumpul dan Peter menceritakan apa yang ia temukan, mereka menghubungi floor head mereka yakni Sam dan juga mencari Eric namun tidak ditemukan. Tindak lanjut Sam adalah melaporkan hal ini kepada atasannya yaitu Jared Cohen. 

Manajer perusahaan mengadakan emergency meeting tengah malam dengan Jared, Sarah dan senior eksekutif lainnya untuk mendiskusikan alternatf solusi. Awalnya Sarah dan Jared meragukan analisa yang diselesaikan oleh Peter, seorang lulusan ilmuwan roket yang baru setengah tahun bekerja di perusahaan tersebut. Namun akhirnya mereka mengambil tindakan dengan menghubungi CEO mereka yakni John Tuld. Tuld tiba di perusahaan dalam waktu yang singkat mengunakan helicopter pribadinya dan rapat yang melibatkan seluruh jajaran direksi dimulai dini hari. Rapat ini adalah penentuan nasib perusahaan pada masa yang akan datang. Peter selaku yang menyelesaikan analisis diminta menceritakan inti dari masalah yang sedang perusahaan hadapi. Kemudian Tuld meminta solusi dari bawahannya Jared dan Sarah, Jared mengungkapkan satu-satunya solusi adalah menjual semua aset beracun secara fire sale sebelum pasar mengetahui ketidakberhargaan aset tersebut. Tuld mendukung rencana tersebut namun Sam menentang rencana Jared, Ia memperingatkan bahwa menjual semua aset beracun akan menyebarkan risiko ke seluruh sektor keuangan, menghancurkan hubungan perusahaan dengan para mitranya, dan melumpuhkan pasar untuk masa yang akan datang. 

Menjelang pagi Eric ditemukan kembali ke rumahnya di Brooklyn. Will mencoba meyakinkannya untuk kembali ke kantor, mengatakan bahwa perusahaan tidak akan membayar pesangon dan tunjangan lainnya kecuali dia setuju untuk berpartisipasi dalam rencana mereka, tetapi Eric terus menolak. Will juga memberi tahu Seth bahwa dia mungkin akan kehilangan pekerjaannya dalam krisis, tetapi akan mendapatkan pesangon yang besar sambil menjelaskan kepadanya sifat amoral dan siklus dari pasar. Sementara itu, terungkap bahwa Sarah, Jared, dan Tuld menyadari risiko dalam minggu-minggu menjelang krisis. Tuld menjadikan Sarah sebagai kambing hitam dengan menyalahkan krisis pada dirinya dan memaksa pengunduran dirinya. Eric tiba di kantor, tampaknya Ia diyakinkan oleh perwakilan Tuld bahwa jalan terbaik baginya adalah kembali. Eric dan Sarah diperintahkan untuk tetap berada di kantor sepanjang hari dan tidak melakukan apa pun sebagai imbalan atas peningkatan paket pesangon mereka. Sarah menyatakan penyesalan karena tidak berbuat lebih banyak untuk mencegah krisis.

Sebelum pasar dibuka, Tuld meyakinkan Sam untuk mengikuti rencana Jared. Dalam pidatonya kepada para trader dalam persiapan untuk fire sale. Sam memperingatkan mereka bahwa dengan berpartisipasi, mereka secara efektif merusak reputasi mereka dan mengakhiri karir mereka di industri tersebut. Tetapi ditawarkan bonus $ 1,4 juta bagi mereka yang mampu menjual 93% sekuritas yang ditugaskan kepada mereka dan bonus tambahan $ 1,3 juta jika seluruh sales floor bisa mencapai 93%. Ketika pasar dibuka, Will dan para trader segera mulai dengan cepat menjual sekuritas mereka yang dengan cepat membangkitkan kecurigaan dan kemarahan dari para pembeli. Pada penutupan, perusahaan telah mengalami kerugian luar biasa, membuang posisi, tetapi berhasil menjual semua aset beracun.

Jared memberi tahu Sam bahwa akan ada putaran PHK lagi, tetapi Sam akan dipertahankan. Sam marah karena dipertahankan, Sam menghadap Tuld dan memberitahu bahwa dia ingin mencairkan opsi dan pesangonnya lalu meninggalkan perusahaan. Tuld menolak protesnya, mengklaim bahwa krisis saat ini tidak berbeda dari bearish mood pasar di masa lalu, dan menyatakan bahwa keuntungan dan kerugian yang tajam hanyalah bagian dari siklus ekonomi. Dia membujuk Sam untuk tetap di perusahaan itu selama dua tahun lagi dengan menjanjikan bahwa akan ada banyak keuntungan yang dapat dihasilkan dari krisis yang akan datang. Sementara Peter akan dipromosikan oleh Tuld atas jasanya. Sam dengan enggan menerima kesepakatan Tuld, namun akhirnya menyetujui hanya karena dia membutuhkan uang.

KARAKTER DALAM FILM MARGIN CALL

Tabel 1. Karakter dalam Film Margin Call

IDENTIFIKASI MASALAH

Selama 3 tahun terakhir perusahaan mulai mengemas produk baru mortgage-backed securities (MBS) yang mengkombinasikan berbagai tingkat klasifikasi rating menjadi satu sekuritas yang diperdagangkan dan sangat menguntungkan bagi perusahaan. 

Gambar 1. Mekanisme mortgage-backed securities (MBS)

Setelah produk tersebut dianalisa dari sudut pandang manajemen risiko, perusahaan harus menahan aset tersebut lebih lama dari yang diinginkan dan karena sekuritas ini berbasis mortgages dimana memungkinkan untuk mendorong leverage jauh melampaui yang seharusnya sehingga dapat meningkatkan profil risiko tanpa red flag. Tingkat volatility pada portofolio produk sekuritas berbasis mortgage yang ditawarkan telah melampaui historical volatility levelnya (value at risk/nilai VaR). 

Data Scientist, Data Science, Machine Learning, Statistics, Data Science Indonesia, Data Analytics, Data Analysis, Data Analyst, Data, Astronomy, Astronomer, Science, Python, iPython, Jupyter Notebook, R, RStudio, Excel, Coding, Koding, Cara Mengolah Data, Mengolah Data, Olah Data, Programming, Pemrograman, Sains, Teknologi, Ilmu Data, Teknologi Informasi, Tech in Asia, Teknologi, Technology, Sains, Bisnis, Business, Business Analyst, Business Analysis, Social Media Mining, Movie Review, Muhammad Azizul Hakim, Aziz

Grafik 1. Kurva Value at Risk dengan Hipotesis Probabilitas Profit dan Loss

Hal ini sudah terjadi 5 – 6 hari dalam 2 minggu belakangan dan apabila nilai aset portofolio turun 25%, maka kerugian yang ditanggung perusahaan akan melebihi nilai kapitalisasi pasar perusahaan itu sendiri, atau dengan kata lain bangkrut.

Keputusan yang diambil untuk mencegah kebangkrutan ini adalah menjual aset-aset buruk sesegera mungkin untuk menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan, sebelum para klien mengetahui buruk/tidak bernilainya aset-aset tersebut dari berita. Seandainya klien terlanjur membeli aset-aset tersebut, maka akan berdampak pada rusaknya kepercayaan seluruh klien terhadap perusahaan tersebut beserta investasi berbasis mortgages lainnya yang akan berdampak pada matinya pasar untuk investasi tersebut, dan lebih buruk lagi dapat menyebabkan krisis ekonomi di Amerika (resesi 2008). 

Grafik 2. Subprime Mortgage melonjak secara dramatis selama periode 2004-2006 sebelum krisis

Namun demikian ini adalah satu-satunya solusi agar perusahaan tidak terjerat kebangkrutan yang sangat tiba-tiba ini.

ANALISIS MANAJEMEN DAN BISNIS

Managers and Managing (JG, Chapter 1)

Efisiensi dan efektivitas manajer dalam menggunakan sumber daya yang ada untuk memuaskan pelanggan dan mencapai tujuan organisasi perlu diukur untuk mengetahui performa perusahaan.

  • Efisiensi adalah ukuran seberapa baik atau seberapa produktif sumber daya digunakan untuk mencapai suatu tujuan.
  • Efektivitas adalah ukuran kesesuaian tujuan yang dicapai organisasi dan sejauh mana organisasi mencapai tujuan tersebut.

Gambar 2. Kuadran Efisiensi, Efektivitas dan Performa Perusahaan

Dalam film margin call, awalnya manajer pada perusahaan investment bank mampu menjual produk MBS (goods) yang diminati pasar dan menghasilkan keuntungan bagi perusahaan namun perusahaan kurang efisien dalam menggunakan sumber daya manusia yang ada, terbukti dengan lambatnya perusahaan menyadari risiko aset portofolio yang dimiliki sehingga performa perusahaan berada pada kuadran II. Adanya perubahan akibat lingkungan bisnis yang dinamis karena faktor ekonomi masyarakat akan membuat MBS tidak diminati karena aset tersebut tidak bernilai (bads) apabila efisiensi perusahaan masih rendah maka performa perusahaan akan berada pada kuadran IV.

Menurut Mintzberg’s Typology terdapat 10 peran manajer, berikut adalah tipe managerial roles yang dijalankan oleh masing-masing manajer dalam film margin call:

Tabel 2. Identifikasi Peran Manajer dalam Film Margin Call menurut Mintzberg

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa Eric Dale dan Will Emerson sebagai first line manager memiliki peran dalam memberikan dan memproses informasi (interpersonal dan informational). Pada level middle manager, Sam Roger memiliki peran penting dalam kategori interpersonal dan melakukan disseminator. Dengan informasi yang ada kemudian top manager yaitu John Told dan Jared Cohen memiliki peran utama dalam decisional, sedangkan Sarah Robertson tidak mempunyai kompetensi decisional meskipun ia melakukan peran liaison dan monitor.

Peran tersebut digunakan dalam melaksanakan tugas manajerial sesuai dengan tanggung jawab utamanya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi perusahaan, berikut adalah managerial task dan managerial skill dari setiap level manajemen:

Gambar 3. Managerial Task dan Managerial Skill berdasarkan Level of Management

Top manajer lebih banyak melaksanakan tugas planning, organizing dan controlling yang memerlukan lebih banyak conceptual dan human skill. Sangat wajar apabila para top manajer perusahaan dalam film margin call tidak terlalu mengerti hal teknis. Perusahaan mempunyai perencanaan yang baik sehingga mampu bertahan selama 107 tahun dalam industri namun memiliki kelemahan pada organizing dengan dilakukannya downsizing berkali-kali dan controlling tidak kuat yang menyebabkan perusahaan mengalami kerugian karena terlambat menyadari risiko produk. Sedangkan level middle dan first line manajer didominasi tugas leading dengan menggunakan proporsi human dan technical skill yang lebih besar seperti pada film margin callfloor head memimpin dan mengatur pelaksanaan tradingrisk manager membuat model penilaian risiko produk; dan trading desk head mengerahkan para traders.

Saran:

  1. Downsizing bertujuan untuk efektivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya. Dalam hal ini Eric Dale merupakan manajer yang berkompeten dalam bidangnya, sebaliknya Sarah Robertson memiliki kelemahan dalam mengambil keputusan. Sebaiknya PHK pegawai harus tepat berdasarkan kebutuhan dan performa pegawai. Jika pekerjaan masih ada namun tidak signifikan maka lebih baik menggunakan jasa outsourcing.
  2. Empowerment manajer dan pegawai guna memperluas pengetahuan, tugas dan tanggung jawab dalam mengambil keputusan. Dengan begitu line manager bersama bawahannya memiliki otoritas lebih dalam menyelesaikan tugasnya, keputusan teknis pun diambil lebih cepat sebelum risiko muncul.
  3. Downsizing dan kebangkrutan bisa jadi dikarenakan manajemen yang buruk. Turnaround management juga dapat dilakukan dengan membuat visi dan pendekatan baru untuk merencanakan dan mengorganisir sumber daya sehingga perusahaan dapat terus bertahan dan berkelanjutan.
  4. Manajer terkadang berada di bawah tekanan besar untuk memanfaatkan sumber daya sebaik mungkin dan menghasilkan keuntungan bagi perusahaan guna memuaskan kepentingan shareholder. Terlalu banyak tekanan dapat menyebabkan manajer berperilaku tidak etis dan bahkan ilegal yang dapat merugikan reputasi dan masyarakat luas. Maintaining ethical and socially responsible standards perlu diterapkan dengan membuat market code of conduct dan sertifikasi agar para pelaku pasar bertindak secara etis.
  5. Merancang Crisis Management Scenario untuk kebangkrutan, kriminalitas, bencana, pelanggaran hukum, PHK massal, dll. Sehigga apabila kemungkinan buruk terjadi perusahaan sudah memiliki prosedur untuk hal-hal yang perlu dilakukan tanpa perlu menimbang keputusan terlalu lama.

Managing Organizational Structure and Culture (JG, Chapter 10)

Struktur organisasi adalah sistem formal hubungan tugas dan pelaporan yang mengoordinasi dan memotivasi anggota organisasi dalam bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasi. Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi struktur organisasi sebagai berikut:

Gambar 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Struktur Organisasi

Berdasarkan film margin call, perusahaan memilih desain struktur divisi yang terdiri dari unit-unit bisnis yang terpisah di dalamnya dimana fungsi bekerja bersama untuk menghasilkan produk spesifik untuk pelanggan tertentu berdasarkan struktur produk. 

Rantai komando dilakukan secara hierarki dimana Head of Investment Division merupakan perpanjangan tangan dari Top Management (CEO) kemudian kewenangan diturunkan kepada middle manager (Head of Trading Floor) dan First Line Manager (Head of Risk Management dan Head of Trading Desk) hingga kepada pegawai non-managerial (Risk Analyst dan Traders) yang mengerjakan langsung produk atau layanan.

Gambar 5. Struktur Organsisasi Investmant Bank dalam Film Margin Call

Investmant bank ini telah berdiri lebih dari 107 tahun sehingga ukuran perusahaannya pun telah bertumbuh mengikuti diversifikasi unit bisnis. Hierarki otoritas menjadi panjang yang membuat struktur organisasi lebih tinggi. Organisasi dengan struktur tall cenderung memiliki kewenangan dengan banyak tingkat dan rentang kontrol yang sempit namun terdapat beberapa kelemahan jika dibandingkan dengan tipe flat antara lain:

  1. Ketika tingkat hierarki meningkat, komunikasi menjadi sulit, menciptakan keterlambatan dalam waktu yang diambil untuk mengimplementasikan keputusan.
  2. Komunikasi juga dapat terdistorsi karena diulangi melalui beberapa level.
  3. Memerlukan biaya tinggi, karena membutuhkan banyak manajer. 

Oleh karena itu perusahaan ini memastikan kebutuhan jumlah middle dan first line manager yang tepat dan mendesain ulang arsitektur organisasi .

Saran:

  1. Tugas dibagi menjadi beberapa jenis pekerjaan misalnya trading dan risk management. Pekerjaan didesain dengan lebih simpel sehingga setiap pegawai diberikan lebih sedikit tugas untuk dilakukan yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas. Job simplification dapat membuat pegawai demotivasi karena bersifat monoton yang dapat menyebabkan performa tidak maksimal. Job enrichment dapat menjadi solusi untuk meningkatkan tanggung jawab pegawai pada pekerjaannya dengan memberikan kesempatan untuk pelatihan, pengembangan skill, mencari solusi dari permasalahan, dan memonitor pekerjaannya sendiri secara end to end.
  2. Manajer mengatur pekerja menjadi self-managed team yang diberikan kewenangan dalam membuat semua keputusan yang diperlukan dalam membuat suatu produk. Karena setiap produk berbeda dan adanya kemungkinan yang tidak diekspektasi maka kemampuan tim membuat keputusan cepat menjadi sangat penting.
  3. Desentralisasi kewenangan dapat memberikan hak kepada lower level manager dan pegawai non-managerial untuk membuat keputusan dalam menggunakan sumber daya.
  4. Integrating mechanism untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara fungsi dan divisi untuk mencegah permasalahan berkembang dalam bentuk Liaison Roles. Tim trading dan tim risk management bertanggung jawab untuk berkoordinasi secara periodik dengan frekuensi tinggi misalnya dalam bentuk daily atau weekly meeting untuk membahas perkembangan yang ada dan melaporkan hasil meeting kepada top management.
  5. Perusahaan sebaiknya membentuk suatu task force dengan dedicated team untuk mengatasi kerugian akibat produk MBS, reputasi perusahaan dan menangani krisis hingga selesai dengan melaporkan perkembangan secara teratur kepada pihak terkait sementara bisnis perusahaan tetap beroperasi.
  6. Diperlukan organiztional culture dan ethic yang kuat dan adaptif untuk membuat tiap pegawai memiliki norma, nilai dan moral yang sama untuk mencapai tujuan organisasi.

Organizational Control and Change (JG, Chapter 11)

Controlling adalah sebuah proses dimana manajer memonitor dan mengatur seberapa efisien dan efektif organisasi dan anggotanya dalam melakukan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi. Kontrol organisasi dapat membantu manajer untuk memperoleh keunggulan dalam efisiensi, kualitas, daya tanggap terhadap pelanggan dan inovasi yang merupakan empat pilar keunggulan kompetitif.

Gambar 6. Building Blocks of Competitive Advantage

Sistem kontrol dan informasi dikembangkan untuk mengukur kinerja pada setiap tahap:

Gambar 7. Tipe kontrol pada masing-masing tahap

Pada film margin call, risk management head telah melakukan feedforward control dengan membuat perkiraan buruk mengenai profil risiko pada tahap input untuk mengantisipasi masalah sebelum muncul namun hal tersebut tidak ditindaklanjuti oleh atasannya. Kemudian Ia melanjutkan proyek (concurrent control) tersebut sendiri dengan membuat model value at risk berdasarkan indeks volatilitas historis guna mengatasi masalah yang sedang terjadi dalam 2 minggu terakhir (conversion stage). Dikarenakan keterlambatan analisa, masalah tidak dapat dibendung maka pada output stage dilakukan feedback control berupa fire sale guna mencegah kebangkrutan meskipun harus mengalami kerugian namun perusahaan dapat bertahan.

Saran:

  1. Volatilitas yang melebihi batas telah terjadi dalam 5-6 hari. Maka perusahaan harus mempunyai proses kontrol dimulai dari menentukan standar performa, mengukur performa tersebut kemudian membandingkannya dengan standar yang telah dibuat, selanjutnya evaluasi hasil perbandingan tersebut dan segera mengambil tindakan koreksi apabila standar tidak terpenuhi sebelum timbulnya masalah.
  2. Sistem kontrol dapat diterapkan sebagai ukuran performa perusahaan misalnya sistem kontrol output dengan melihat leverage ratio, behavior control melalui direct supervision dan perusahaan juga dapat menciptakan nilai, norma dan budaya organisasi yang menuntun pegawai sebagai sistem clan control.
  3. Dalam tiga tahun terakhir perusahaan berhasil meraup keuntungan dari produk mortgage-backed securities. Tidak hanya berusaha meningkatkan operasi saat ini untuk meraih profit setiap level manajemen harus peka terhadap perubahan ekonomi secara makro yang akan berdampak pada bisnisnya. 

SOLUSI KREATIF

Perusahaan sudah beroperasi lebih dari 107 tahun, sudah saatnya perusahaan melakukan perubahan agar tidak berada pada posisi inersia dan mampu bertahan dalam industri secara berkelanjutan. Pada akhir cerita perusahaan dapat mencegah kebangkrutan perusahaan walaupun harus menanggung kerugian besar, namun masalah yang sebenarnya akan timbul akibat tindakan yang diambil oleh perusahaan antara lain reputasi dan krisis ekonomi. Untuk memperbaiki reputasi dan engagement tersebut guna menstabilkan kembali performa perusahaan di tengah krisis sebaiknya perusahaan melakukan transformasi budaya kerja yang diberlakukan kepada seluruh manajemen dan pegawai.

Gambar 8. Integrasi Budaya Kerja dalam Organisasi 

Dengan strategi, struktur dan sistem yang telah dirancang perusahaan dapat melaksanakan tugasnya dengan menginternalisasi budaya kerja yang dibangun dari spititual masing-masing kepercayaan (beliefs), lalu berdasarkan beliefs perusahaan menetapkan core values yang terdiri dari:

  • Intregrity yaitu kejujuran dengan ketulusan hati.
  • Collaboration yaitu berkerjasama sebagai satu tim untuk pelanggan dan shareholders.
  • Accountability yaitu bertanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan.
  • Excellence yaitu memberikan yang terbaik dan membantu tim untuk berprogres lebih baik.

Nilai-nilai tersebut yang akan menjadi pedoman seluruh manajemen dan pegawai dalam berprilaku untuk mencapai visi dan misi perusahaan. Untuk menilai keberhasilan dari transformasi budaya kerja tersebut akan tercermin dalam performa, engagement dan reputasi perusahaan.

Referensi:

Jones, Gareth R. and Jennifer M. George. 2020. Contemporary management 11th Edition. New York: Mc Graw Hill Education

https://en.wikipedia.org/wiki/Value_at_risk

https://hakim-azizul.com/margin-call-2011-a-movie-review-from-data-scientist-perspective/

https://en.wikipedia.org/wiki/Subprime_mortgage_crisis

Movieclips Trailers

Margin Call (2011) Trailer


Like it? Share with your friends!

3
3 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format