FORD vs FERARRI PERSAINGAN DUA PERUSAHAAN MOBIL DI ERA 60AN

Industri Automotif ekspansi pada akhir tahun 1960an dimana penjual mobil di benua biru mulai memasuki market Amerika. Ford menghadapi rival terberatnya Ferrari


3
3 points

FORD vs FERARRI PERSAINGAN DUA PERUSAHAAN MOBIL DI ERA 60AN

Ford v Ferrari, merupakan film tentang perseteruan antara dua raksasa produsen mobil berlatara belakang tahun 1970 dimana film ini akan diperankan oleh Christian Bale dan Matt Damon. Film ini mengangkat pada keingingan Ford Motor Company untuk mengalahkan pesaingnya dalam dunia automotive yaitu, Ferrari, di ajang Les Mans 1966. Perseteruan kedua perusahaan besar tersebut untuk menentukan siapa perusahaan mobil terkemuka yang memiliki kemampuan penjualan mobil tidak hanya berkualitas tapi memiliki kecepatan.

 Film ini mengangkat kisah perancang mobil visioner Amerika Serikat (AS), Carrol Shelby (Damon), dan pengemudi kelahiran Inggris yang tak kenal takut, Ken Miles (Bale), ketika mereka dihadapkan berbagai rintangan dalam menciptakan mobil balap revolusioner untuk Ford Motor Company. Peran, Henry Ford II oleh Tracy Letts juga tidak lepas menjadi sorotan bagaiman anak pemiliki Ford Motor ini menghadapi tantangan dari berbagai competitor di dunia automotive. Di bawah arahan sutradara James Mangold, film ini mendapat pujian dari para kritikus berkat arahan Mangold yang luar biasa dan performa akting Christian Bale yang menawan. 

Alur Cerita Ford vs Ferrari

Alur cerita dimulai dari pertandingan balapan Lemans oleh  Carrol Shelby yang merupakan pebalap senior yang berhasil memenangkan beberapa kejuaran di Le Mans Paris. Setelah Carrol Shelby pension dia mendirikan perusahaanya sendiri yaitu jual beli mobil. Set berpindah pada pengenalan karakter Ken Miles yang merupakan seorang pemilik bengkel sekaligus montir yang piawai menjadi pembalap. Menit-menit awal sutradara menyjikan pengenalan 2 orang karakter utama dalam film lalu set berpindah pada Ford Motor Company dimana Henry Ford gerah tentang perusahaanya yang kalah saing dengan Chevrolet.

 Ford ingin meningkatkan penjualan dengan memproduksi mobil yang benar-benar sesuai dengan selera anak muda Amerika Serikat pada tahun 1960an. Kala itu, mobil keluaran Ford tergolong kuno dan lambat, menyebabkan penjualan terus merosot.

Merasa bertanggung jawab atas penurunan penjualan, tim marketing Ford menjelaskan bahwa saat ini anak muda suka dengan mobil yang cepat karena citra cepat sangat lekat dengan citra pemenang. Pada tahun itu 1960-1970an , Ferrari merupakan produsen mobil tercepat yang pernah ada. Mengalahkan pesaingnya yaitu BMW dan Mercedes. Sedangkan ford hanyalah produsen asal amerika dengan system produksi yang baik serta efisien. Ford tidak mengincar segementasi balapan namun pada saat itu untuk bisa meyakinkan konsumen bahwa Ford bisa memproduksi mobil yang modern dan cepat

Sebelum rivalitas terjadi, pemiliki Ford Motor, Henry Ford II mengadakan pengajuan pembelian Ferarri Motor yang dipimpin oleh Lea Iacoca sebagai negosiator merger. Namun Enzo Ferarri menolakn mentah-mentah tawaran tersebut. Merasa terhina dengan hal tersebut, Henry Ford II geram lalu Ford berjanji menantang Ferrari dalam ajang balap mobil Le Mans. Henry Ford II menunjuk Lea Iacocca sebagai AVP ford untuk mencari tim research untuk mengembangkan mobil balap. Pilihan jatuh pada Caroll Shelby serta rekanya  Ken Miles. Ken miles lalu mencoba mobil Ford GT serta menganalisa serta melakukan beberapa kajian untuk mobil balap tersebut agar bias mengalahkan Ferarri. 

Dalam mengembangkan sebuah mobil balap Ford Motor tidak hanya mendapatkan tantangan dari luar tetapi juga dari dalam tim tersebut. Leo Bebe yang diperankan oleh Josh Lucas menjadi karakter antagonis dalam film ini dimana Leo Bebe tidak menyukai perilaku Ken miles karena terkesan urakan. Leo Bebe menggunakan segala kekusasaanya sebagai VP Teknik di Ford Motor untuk mengeser posisi Ken Miles. Ketidaksukaan Leo Bebe terhadap Ken Miles disebabkan oleh masalah pribadi antara mereka. 

Cerita selanjutnya berlanjut pada pembuktian Ken Miles terhadap Henry Ford II bahwa dia layak menjadi pembalap Ford, hal ini dibuktikan dengan menjuarai  NASCAR di Amerika lalu tim Carroll Shelby serta Ken Miles berangkat ke Perancis untuk mengikuti balapan. Balapan pun dimulai dengan persaingan sengit antara Ford dan Ferarri dalam 24 jam beruntun,  setelah 23 jam akhirnya Ken Miles dapat menang dalam persaingan sengit tersebut namun Josh Lucas dengan berbagai cara melakukan perintah agar Ken Miles harus menang bersama-sama pembalap Ford lainya. Dengan mengalahkan idealitas dirinya akhirnya Ken Miles memenangin  Le mans dengan 2 pembalap lainya namun juri mencatat juara Le Mans adalah Mclaren karena start lebih awal.

KONSEP MANAGEMENT PADA FILM FORD VS FERRARI

JG CHAPTER 8 SWOT Analysis

Analisa SWOT untuk Ford Motor

  • Strength
    • Keunggulan menguasai pangsa pasar mobil penumpang di Amerika, 
    • Memiliki berbagai tipe product mobil
  • Weakness
    • Belum adanya inovasi dibidang balap terutama di luar US
  • Opportunity
    • Peluang untuk expansi di pangsa pasar Eropa 
  • Threat
    • Ancaman dari competitor diluar US untuk bersaing di pasar Eropa



Hal- hal lainya yang tentu dapat dipelajari dalam film Ford vs Ferrari adalah mengenai Planning Ford dalam meraih goal untuk mengalahkan Ferarri

Mengacu pada teori Chapter 8 mengenai formulating Strategy adalah Ford menentukan Corporate Level Strategy untuk menambah penjualan mobil Ford. Pada level ini secara keseluruhan perusahaan mengacu penjualan mobil Ford merambah ke seluruh dunia. 

Kemudian masuk ke level Business Plan dimana diusunglah sebuah divisi racing untuk mengubah citra ford sebagai mobil mobil penumpang biasa menjadi perusahaan pencipta mobil sport untuk kalangan anak muda dan kaya raya pada zamanya. Dalam Division business level ditunjuk pula kepala divisi untuk memuluskan rencana perusahaan yaitu dalam film ini adalah Caroll Shelby.

Carrol Shelby sebagai person in charge menerapkan konsep Functional Level Strategy pada kru balapan yang ada di kokpit untuk mencapai tujuan meraih kemenangan di Le Mans oleh Ken Miles. Secara time horizon untuk short term plans Ford berencana untuk menunjukkan pada dunia bahwa mereka sanggup ekspansi di balapan luar Amerika kemudian pada Intermediate Term 1- 5 year mulai melakukan penetrasi di pasar Eropa pada penjualan mobil sport lalu harapanya pada Long Term (>5 year) dapat mendominasi market Eropa dan US dalam penjualan mobil

PORTER FIVE FORCES MODEL 

Porter’s 5 Forces model adalah suatu model yang diciptakan oleh Michael Porter, seorang ahli dan professor di Harvard Univeristy pada tahun 1979 yang tertujuan untuk menggambarkan kerangka sebagai analisis pengembangan suatu bisinis. Porter’s 5 Forces model ini bisa digunakan untuk bisnis yang besar maupun kecil dan bisnis yang sudah berjalan maupun baru akan dimulai.. Ford 5 Forces juga terlihat pada film Ford vs Ferarri dimana penjelasanya sebagai berikut.

Bargaininng Power of Buyers/ Buyers’ Power

Kekuatan ini menilai daya tawar atau kekuatan penawaran dari pembeli/konsumen, semakin tinggi daya tawar pembeli dalam menuntut harga yang lebih rendah ataupun kualitas produk yang lebih tinggi, semakin rendah profit atau laba yang akan didapatkan oleh perusahaan produsen. Harga produk yang lebih rendah berarti pendapatan bagi perusahaan juga semakin rendah. Di satu sisi, Perusahaan memerlukan biaya yang tinggi dalam menghasilkan produk yang berkualitas tinggi. Dalam kasus film Ford vs Ferarri, Bargain Power of Buyer menjadi tinggi karena pada zaman itu persaingan indusrti automotive sedang semakin tinggi di dalam US terdapat Chevrolet serta Ford sementara itu pilihan lain dating dari benua biru seperti BMW, Mercy serta Ferarri sehingga customer lebih leluas dalam memilih produk yang ingin dibeli. 

Bargaininng Power of Suppliers/ Suppliers’ Power

Hampir mirip dengan Buyers’ Power, pada sisi ini akan menganalisis pada sisi supplier. Seberapa besar perusahaan ini membutuhkan atau ketergantungan pada suppliernya. Ada bahan baku yang mungkin bisa dibeli dengan supplier mana aja (hal  ini menggambarkan Low Supplier’ Power). Dalam film Ford vs Ferarri tidak terlalu ditonjolkan bagaimana Bargain power dari supplier karena tidak terlalu teknis membahas mengenai pembuatan mobil. 

Thread of New Entrants

Ancaman dari New Entrants yang dimaksud adalah ancaman dari luar dimana terdapat potensi perusahaan baru yg berkecimpung bisnis sama seperti yang yang sudah ada ini. Dalam kasus ini Ford Motor memilki Low Thread of New Entrants karena pada masa itu biaya untuk mengembangkan perusahaan mobil tidak lah mudah, butuh berbagai research serta modal yang cukup tinggi untuk bersaing di industry automotive.

Threat of Substitute Product or Services

Hal ini menganalisis tentang pengganti atau substitute dari produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Sebuah produk maupun jasa, apakah memungkinkan untuk digantikan dengan yang lain atau tidak. Mobil menjadi hal yang baru pada masa itu dimana tidak seperti sekarang ini, mobil dapat digantikan oleh sepeda motor atau moda transportasi massal. Pada masa itu Mobil menjadi komoditi yang langka dan ancaman sebagai produk penganti masih belum terlalu nyata. 

Rivalry Among Existing Competitor

Rivalry inilah yang menjadi bahasan yang dialami Ford, Ferari, serta perusahaan automotive lainya. Persaingain untuk mengembangkan product baru untuk meningkatkan sales menjadi alasan utama setiap perusahaan automotive haru segera berkembang. Persaingan terjadi pada produk Ford yang belum memiliki divisi balap sementar pesaingnya adalah Ferarri dimana memang hanya terfokus pada penjualan mobil balap yang sifatnya lebih menjunjung tinggi ekskulsifitas. 


JG CHAPTER 17 MANAGING CONFLICTS, POLITICS AND NEGOTIATION

Drama yang terjadi pada film ini lebih pada konflik internal serta permainan politik para petinggi di dalam Ford.

Berdasarkan teori pada chapter  17 terdapat 4 tipe dalam organizational conflict. Bagan diatatas adalah tipe-tipe confilict. Untuk film Ford vs Ferarri terdapat conflict interpersonal antara Ken Miles serta Leo Beebe. Konflik in terjadi akibat perbedaan goals serta value dalam balapan antara kedua tokoh tersebut. Leo Beebe melihat bahwa Ken Miles tidak memiliki karakter sebagai pembalap ford. Maka dari itu Leo juga melakukan Political Strategies untuk menghalau tampilnya Ken Miles tampil di Le Mans.


Secara political Leo Beebe cukup berhasil dalam memerankan berbagai peranya sebagai VP di Ford Motor Company untuk perlahan menggeser Ken Miles pada ajang balapan Le Mans. Pada teori Political Strategies diatas, Leo Beebe menjadi di Central Position dengan berada dibawah Henry Ford II sebagai tangan kanan dari Henry Ford serta secara tidak langsung berada diatas Carrol Shelby sebagai ketua divisi racing. Berada ditempat yang strategis memberikan keleluasaan dalam memberikan kontrol termasuk pada Caroll Shelby dan Ken Miles. Leo Beebe menggunakan kekuasaanya untuk memberhentikan  Ken Miles pada uji coba Le Mans pertama. 

JG CHAPTER 10 MANAGING ORGANIZATIONAL STRUCTURE AND CULTURE

Pada Chapter 10 terdapat berbagai jenis struktur obligasi salah satu struktur yang membedakan Ford dengan Ferrari adalah Ford Menggunakan Struktur Tall.

Struktur tinggi memiliki banyak tingkat otoritas dan rentang kontrol yang sempit.

Ketika level hierarki meningkat, komunikasi menjadi sulit, menciptakan keterlambatan dalam waktu yang diambil untuk mengimplementasikan keputusan.Komunikasi juga dapat terdistorsi karena diulangi melalui perusahaan. Structures Struktur seperti itu bisa menjadi mahal. Hal ini terjadi pada divisi under Carrol Shelby yang harus melapor kepada beberapa VP baru sampai pada Henry Ford II hal ini berbeda dengan Ferrari dimana bentuk organisasinya terlihat flat.

Enzo Ferarri sebagai owner terjung langsung pada proyek balapan di Le mans serta pada pembuatan mobil balapnya. Dengan struktur flat, Ferrari lebih gampang menyesuaikan chain of command
sehingga informasi yang disampaikan oleh Enzo lgnsgn sampai ke layer yg lebih bawah.

Hal-hal diatas merupakan teori Management yang erat kaitanya pada film Ford vs Ferarri

SARAN DAN SOLUSI 

1. Peran Carol Shelby sebagai ketua divisi balap harusnya lebih memilki power dalam menentukan pergantian pembalapnya. Sebagai seorang pemimpin diharapkan lebih tegas dalam menjalankan tugasnya meskipun mendapat tekanan dari atas

2. Peran Leo Bebe sebagai VP senio Ford yang mencampuradukan urusan pribadi dibawa pada politik perushaan pelajaran yang dapat diambil dan saran untuk kedepanya bagi petinggi-petinggi diluar sana adalah agar tidak menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi dibanding kepentingan perusahaan

3. Dalam hal research yang lebih dalam pada produk Ford yang hanya melakukan research tidak hanya pada Product. Seharusnya research tidak hanya dilakukan untuk pengembangan produk baru saja tapi dilakukan pada strategi pemasaran seperti pada teori 4P sehingga faktor seperti Place (tempat menjual mobil), Promotion (cara promosi terutama di lingkungan baru seperti pasar Eropa) serta terakhir harus diadakan reserach mengenai Pricing. Apakah pricing yang diberikan Ford nantinya akan lebih murah atau mahal di pasar Eropa serta mempertimbangkan cost dalam manufakturing di Amerika atau Eropa.


Like it? Share with your friends!

3
3 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
2
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
3
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format