The Banker : Nigger Buy Banks, Why Not?

Perjuangan pengusaha Afro-Amerika melawan segregasi rasial di Amerika Serikat


1
1 point

SINOPSIS

Film ini mengisahkan Bernard Garret (Anthony Mackie), seorang anak kecil, keturunan Afro-Amerika, yang sehari-harinya bekerja sebagai penyemir sepatu di Willis, Texas. Pada saat itu, tahun 1930an, negara bagian Texas sangat kental dengan rasisme terutama mengenai perbedaan kulit putih dan kulit hitam (nigger). Si kecil Bernard Garret bukan seperti anak Afro-Amerika kebanyakan, dia sangat berambisi untuk sukses. Sembari menyemir sepatu untuk para pegawai white collar kulit putih, dia mencatat setiap percakapan mereka dalam sebuah blocknotes kecil tentang bagaimana cara berbisnis, cara menghitung plafon kredit bank, sistem cicilan annuitas dan segala hal tentang finance. Iklim rasisme yang semakin sarat di Texas, membuat Bernard Garret semakin yakin bahwa dia dapat merubah keadaan, asalkan mau berhijrah. Dia pun menyampaikan maksudnya kepada ayahnya untuk merantau ke luar kota. 

Pada tahun 1950-an, Garret dewasa menikah dengan Eunice (Nia Long), seorang perempuan yang tangguh, setia, serba bisa dan sangat mendukung penuh karir suaminya. Dia sangat paham bahwa Garret berambisi untuk menjadi pengusaha properti, sehingga ketika Garret mengajaknya mengadu nasib ke Los Angeles, California, dia mengikuti dengan senang hati. Bahkan dia berencana bekerja kembali di sebuah klub malam milik Josep Morris/Joe (Samuel J Jackson), Plantation Club. 

Profesi pengusaha properti di Amerika saat itu hanya dapat dilakukan oleh orang kulit putih saja. Area pemukiman pun dibedakan antara kulit putih dan kulit hitam. Pemukiman yang elit dan mahal biasanya untuk kaum kulit putih, sedangkan untuk nigger lebih banyak di pemukiman kumuh. 

Garret membeli properti pertamanya dengan kredit dari Mid Bank, Los Angeles. Sebelumnya dia menemui Barker, seorang investor properti, namun ditolak karena Barker tidak setuju dengan skemanya. Tidak pernah putus asa, setelah dari Barker, Garret menemui Reese, seorang supervisor Mid Bank untuk mengajukan kredit. Upaya Garret menemui Reese banyak halangan terutama dari sekretaris, dan terutama karena dia seorang kulit hitam. Namun Garret tidak menyerah, dia menunggu Reese sepulang kantor dan berhasil menemui Reese. Dia menyampaikan bahwa sebelumnya telah bertemu dengan Barker. 

Malam harinya, Garret mendapat telepon dari Barker, dia menanyakan apakah Garret menggunakan namanya untuk mengajukan kredit kepada Mr. Reese, karena hal tersebut melanggar etika bisnis. Namun karena Barker sangat terkesan karena kegigihan Garret, dia menyetujui sebagai penjamin dalam pengajuan kredit Garret kepada Mid Bank. 

Garret pun sukses mendapatkan pinjaman pertamanya dan dibelikan sebuah apartemen tapak di daerah pemukiman kulit putih. Uang yang terbatas membuat Garret mengerjakan renovasi apartemen itu hanya bersama sepupunya. Kemudian dia mempekerjakan Matt Steiner (Nicholas Hoult), seorang buruh kulit putih, untuk merenovasi apartemennya. Penolakan pun terjadi dari tetangga apartemen. Bahkan tetangga kulit putih itu sampai pindah apartemen karena tidak sudi bertetangga dengan kulit hitam. Tak hanya itu, polisi pun datang ke lokasi dan mempertanyakan keabsahan pembelian apartemen tersebut. 

Garret berhasil menjual apartemen pertamanya dengan harga tinggi. Barker pun merasa senang. Dia menawarkan kerjasama dengan sharing 50 : 50 dan Garret setuju untuk bermitra. Semakin banyak properti yang dibeli oleh keduanya, untuk kemudian dijual dengan harga yang menarik. 

Di suatu pagi, istri Barker menemui suaminya dalam keadaan tidak bernyawa di kamarnya. Dan setelah peristiwa itu, kemitraan Barker dan Garret pun berhenti. Istri Barker tidak menyetujui perjanjian secara prorata atas aset-aset Barker dan Garret. Dia mengajukan haircut atas aset tersebut dan dihargai dengan murah, terutama karena Garret adalah kulit hitam. 

Setelah menemui banyak jalan buntu, Garret memutuskan untuk bertemu dengan kenalan lama Eunice yang merupakan pengusaha kulit hitam properti semi-sukses bernama Joe Morris (Samuel L. Jackson), pemilik Plantation Club. Mereka berdiskusi dan berencana membeli sebuah gedung di tengah kota, Banker’s Building, sebuah Gedung lambing ikonik kota Los Angeles, dimana di dalamnya banyak penyewa (tenant) baik bank maupun perusahaan investasi terkemuka di Amerika. Rencana tersebut sangat spektakuler, namun Garret sangat yakin tentang apa yang menjadi impiannya. 

Mereka berdua menyusun rencana untuk bermitra dengan Matt Steiner menjadi perwakilan negoisasi dengan pemilik Bankers’ Building, yaitu Charles Renault. Steiner dilatih golf oleh Joe selama sebulan sampai berhasil melakukan hole in one. Sedangkan dari sisi ilmu finance, Garret melatih Steiner ilmu annuitas, present value, margin, cap rate, dan cara perhitungannya. Selain itu, Garret juga melatih ilmu bernegoisasi kepada Steiner. Tak mau ketinggalan, Eunice pun mengajari Steiner ilmu etiket dan tata krama bergaul di tingkat elit. Beruntungnya, Steiner adalah pembelajar yang baik. Dia dapat cepat menangkap ilmu yang disampaikan baik Joe, Garret maupun Eunice. 

Joe mengatur pertemuan Steiner dengan Charles Renault, pemilik Bankers’ Building. Dalam sebuah negoisasi yang menarik, Steiner dapat melakukan akuisisi kepemilikan Bankers’ Building dari Renault. Sehingga secara resmi, pemilik Bankers’ Building adalah Trio Steiner, Garret dan Joe. Steiner adalah perwakilan keduanya menjalankan bisnis. Semua asset yang dibeli atas nama Garrett dan Morris pun di atas namakan Steiner yang punya hak istimewa kulit putih. Seiring dengan berjalannya waktu, tiga sekawan tersebut dapat menguasai hampir sebagian besar properti di wilayah pemukiman kulit putih putih di Los Angeles. Kesuksesan ketiganya terutama karena kekompakan dan kepercayaan. Mereka pun menyewakan dan menjual properti tersebut kepada penduduk kulit hitam. Atas keberhasilannya, Steiner-Garret-Joe dapat berfoto dengan Wakil Presiden Amerika saat itu. 

Suatu hari, Garret pulang ke Texas dan berniat untuk membeli bank di sana yaitu Mainland Bank of Texas. Kondisi di Texas masih sama dengan sebelum dia pergi merantau, sangat rasial. Bahkan untuk pancuran air minum pun dibedakan antara kulit putih dan kulit hitam. Bernard menyampaikan ide pembelian bank kepada Joe. Awalnya dia tidak setuju, namun Garret berhasil meyakinkannya meskipun dia yakin itu ide gila. Pada waktu itu, seseorang yang mempunyai bank dianggap mempunyai prestige yang tinggi. Apalagi jika dimiliki oleh kulit hitam. 

Tujuan Garret membeli bank adalah supaya bank tersebut dapat memberikan pinjaman kepada kaum kulit hitam, yang selama ini sering ditolak kreditnya oleh bank. Bukan karena tidak mampu, namun karena diskriminasi jenis kulit. Proses negosiasi pembelian Mailand Bank dilakukan oleh Steiner dengan baik, namun saat itu ada ketidaksukaan dari Florence, anak si pemilik Mainland Bank. Dia curiga atas siapa yang mendanai Steiner dan mencari informasi tentang Garret dan Joe. 

Setelah Steiner berhasil menguasai sebagian besar saham Mainland Bank, maka bank tersebut mulai memberikan kredit kepada kulit hitam baik untuk pinjaman modal maupun utnuk pembelian rumah. Florence pun mengancam akan menyampaikan hal tersebut ke Otoritas Keuangan Amerika.

Florence secara diam-diam menginfokan kepada kepada Otoritas Keuangan Amerika dan mereka berencana melakukan audit terhadap Mainland Bank, terutama atas persetujuan kredit baru terhadap tujuh nasabah kulit hitam dalam seminggu. Selain itu, Mainland Bank pun mulai di-rush oleh para deposan kulit putih. Nasabah tersebut tidak suka apabila dananya digunakan untuk memberikan pinjaman pada nasabah kulit hitam. 

Steiner, Garret dan Joe mencari cara supaya audi tidak dilaksanakan dalam waktu dekat dan ditunda selama sebulan. Steiner mempunyai ide untuk membeli satu bank lagi yaitu National Bank of Marlin dan membeli account pinjaman kulit hitam di Mainland Bank ke sana. Awalnya ide itu ditolak mentah-mentah oleh Garret dan Joe, karena Steiner baru belajar ilmu finansial selama tiga bulan. Namun Steiner meyakinkan mereka untuk setuju. Garret dan Joe pun membeli National Bank of Marlin dan mengangkat Steiner sebagai chairman. Proses pembelian aset kredit dari Mainland Bank pun dilakukan. Bank of Marlin membeli sebesar aset kredit 900an dollar dari Mainland Bank. Proses penilaian kredit dilakukan oleh pengacara yang dikenalkan Florence ke Steiner. Karena Steiner tidak paham mengenai perbankan, dia hanya menandatangani cek tanpa mengkonfimasi dokumen kredit tersebut. 

Setelah beberapa hari beroperasi, Otoritas Keuangan Amerika memeriksa Bank of Marlin. Dalam dokumen tercatat bahwa nilai kredit yang dibeli dari Mainland Bank hanya sebesar 600an ribu dollar, sebesar 190ribu dollar sisanya adalah fee atas penjualan aset kredit tersebut. Hal itu merupakan pelanggaran dalam praktik perbankan. Dokumen lain menyebutkan, bahwa pinjaman individu terdapat pelanggaran Batas Maksimum Pemberian Kredit. Artinya kredit yang diberikan melebihi 10% dari modal bank, hal tersebut merupakan tindakan kejahatan perbankan dan merupakan ranah pidana dan terancam dibekukan usahanya. 

Penasehat keuangan Joe menelepon dan menginfokan adany pembelian asset kredit dari Bank of Marlin ke Mainland Bank. Hal tersebut membuat panik, Joe dan Garret mendatangi Steiner di Mainland Bank untuk melihat pembukuan. Pada saat yang bersamaan datanglah polisi federal menangkap ketiganya. Bank of Marlin dan Mainland Bank pun ditutup. Joe dan Garret dituduh melakukan kejahatan perbankan. Kejahatan ini pun disangkut-pautkan sampai ke ranah politik. 

Garret disidang dalam kasus kejahatan perbankan, namun dia tetap tidak mengaku bersalah. Di depan hakim, dia bersaksi bahwa tidak boleh ada kesenjangan dan ketidakadilan dalam hal kepemilikan dan usaha setiap warga Amerika, apalagi terkait ras, suku dan agama. Dia menentang keras praktik-praktik diskriminasi yang selama ini dilakukan di Texas. Sayangnya, kesaksian Garrett tidak digubris hakim konservatif yang punya pandangan rasis. Semua asset Garrett, Morris dan Steiner pun disita, namun Steiner tidak didakwa kejahatan apapun karena dia punya kekebalan sebagai kulit putih. 

Selepas dari penjara, Garret dan Joe memulai usaha kembali. Walaupun asetnya Sebagian besar disita, meraka masih punya dua gedung di kepulauan Bahama. Pada puncak kejayaannya, Garret dan Joe memiliki 177 gedung, Sebagian besar berupa perumahan, 100 di antaranya apartemen di kawasan kulit putih. Mereka menjadi tokoh sentral yang melawan semua praktek segregasi yang dilakukan di Los Angeles. Berkat perjuangan mereka, Pemerintah federal menghentikan seluruh peraturan yang menyebutkan larangan pembelian atau penyewaan properti berdasarkan suku, ras dan agama. Sosok Garrett yang dengan lantang berbicara kebenaran di depan hukum pun dikenang namanya hingga masa ini sebagai figur perlawanan pada tindak-tanduk rasisme di Amerika Serikat.

IDENTIFIKASI MASALAH

  1. Karakter 

2. Isu rasial 

Sejak tahun 1800an sampai dengan saat ini pun, Amerika sebagai negara kiblat demokrasi masih berkutat dengan isu-isu rasial. Kebebasan tidak semua dijalani oleh semua golongan. Pencabutan hak pilih orang Afrika-Amerika berlangsung secara sistematis dan baru berakhir hingga disahkannya undang-undang hak-hak sipil nasional pada pertengahan 1960-an. Selama lebih dari 60 tahun, misalnya, orang kulit hitam tidak dapat memilih siapa pun untuk mewakili kepentingan mereka di Kongres AS atau pemerintah daerah. Kalangan partai Demokrat berkulit putih memaksakan segregasi rasial secara hukum. Kekerasan terhadap orang kulit hitam meningkat. Sistem diskriminasi ras yang disahkan negara bagian diberlakukan secara nyata, Sistem tersebut hampir-hampir tidak tergoyahkan hingga awal tahun 1950-an. 

a. Kemiskinan 

Penduduk kulit hitam mendominasi statistik kemiskinan Amerika Serikat. Situasi tersebut tidak berubah banyak sejak 30 tahun lalu. Tahun 1974, perbandingan kemiskinan warga kulit putih dan kulit hitam sebesar 8% dan 30%, sedangkan saat ini di angka 10% dan 28%. 

b. Tenaga kerja 

Tingkat pengangguran masyarakat kulit hitam sejak 50 tahun sebesar dua kali lipat lebih tinggi daripada warga kulit putih. Jumlah tersebut tidak berubah seiring pertumbuhan ekonomi atau perubahan pada tingkat pengangguran secara umum. Diskriminasi di pasar tenaga kerja AS berlangsung hampir secara sistematis

c. Pendapatan 

Sejak 1950 pendapatan rata-rata warga kulit hitam selalu berada di bawah 60% dari upah yang diterima oleh warga kulit putih. 

d. Perbedaan Kemakmuran 

Saat ini rata-rata kekayaan warga kulit putih sekitar97.000 US Dollar, sedangkan warga kulit hitam sekitar 4.900 USD. Pendapatan yang sangat jauh berbeda mengakibatkan kemampuan warga Afro-Amerika untuk menabung atau menyimpan harta lebih sedikit ketimbang warga kulit putih.

e. Pendidikan Dasar

Pada tahun 2012, hanya 21% warga Afro-Amerika yang memiliki ijazah universitas. Sementara warga kulit putih mencatat angka 34 persen. 

f. Pendidikan Terpisah 

Hampir 40% anak kulit hitam menempuh pendidikan di sekolah-sekolah yang juga didominasi oleh murid Afro-Amerika. Fakta bahwa tiga perempat anak kulit hitam belajar di sekolah yang lebih dari 50% muridnya non kulit putih  tidak pernah berubah.

g. Segregasi tempat tinggal 

Sebanyak 45% anak kulit hitam yang berasal dari keluarga miskin, hidup di wilayah-wilayah kumuh. Sebaliknya hanya 12% anak kulit putih yang hidup dalam situasi serupa.

h. Harapan terpupus

Kehidupan yang lebih baik untuk warga kulit hitam sempat memuncak ketika Barack Obama terpilih sebagai presiden Amerika 2009 silam. Namun kini harapan akan perbaikan situasi warga kulit hitam tergerus oleh realita.

3. Kelayakan kredit 

Melihat film The Banker, pemberian fasilitas kredit kepada warga kulit hitam harus didasarkan pada prinsip-prinsip kelayakan kredit. 

Kelayakan dalam penilaian kredit individu didasarkan pada beberapa hal antara lain: 

  • Character

Merupakan keadaan watak dari nasabah, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam lingkungan usaha. Kegunaan dari penilaian terhadap karakter ini adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana kemauan debitur untuk memenuhi kewajibannya (willingness to pay) sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan. 

  • Capacity

Merupakan kemampuan yang dimiliki calon debitur dalam menjalankan usaha guna memperoleh laba yangdiharapkan. Kegunaan dari penilaian ini adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana calon debitur mampu untuk mengembalikan atau melunasi utang-utangnya secara tepat waktu dari usaha yang diperolehnya. 

  • Capital

Capital merupakan jumlah dana/modal sendiri yang dimiliki oleh calon debitur. Semakin besar modal sendiri dalam perusahaan, maka semakin tinggi kesungguhan calon debitur dalam menjalankan usahanya dan pihak pemberi pinjaman akan merasa lebih yakin dalam memberikan kredit. 

  • Condition

Situasi dan kondisi politik, sosial, ekonomi, budaya yang mempengaruhi keadaan perekonomian yang dapat mempengaruhi kelancaran usaha calon debitur. 

  • Collateral

Merupakan barang-barang yang diserahkan oleh debitur sebagai agunan terhadap kredit 

4. Kejahatan Perbankan berupa Pelanggaran Batas Maksimum Pemberian Kredit

Otoritas Keuangan Amerika menemukan data bahwa terdapat pelanggaran BMPK pada berkas kredit individu ketika memeriksa National Bank of Marlin. Pelanggaran terhadap BMPK dapat dituntut secara pidana.  Di Indonesia, sesuai dengan Undang-undang Perbankan (UU No 7 Tahun 1992), pemberian fasilitas kredit harus didasarkan pada prinsip-prinsip prudential banking, salah satunya mengenai Legal Lending Limit atau Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK). 

Dalam peraturan OJK 32/POJK.03/2018 disebutkan bahwa:

-Penyediaan dana kepada pihak terkait secara keseluruhan maksimal 10% dari modal bank

-Penyediaan dana kepada satu atau grup peminjam pihak tidak terkait maksimal 25% dari modal inti bank (Tier-1)

5. Pembelian Aset Kredit 

Mainland Bank dan National Bank of Marlin dibekukan izinnya oleh Otoritas Keuangan Amerika karena diduga melakukan kejahatan perbankan berupa jual beli aset kredit yang tidak sesuai dengan nilai sebenarnya (face value). 

Berbeda dengan jual beli kredit yang biasa dilakukan di Amerika, skema jual beli aset kredit di Indonesia biasanya dilakukan ketika akan proses sekuritisasi aset, seringnya aset yang diperjualbelikan adalah Kredit Perumahan (KPR). 

Sesuai dengan POJK No.23/POJK.04/2014, berikut skema proses sekuritisasi dilakukan. 

ANALISIS MANAJEMEN DAN BISNIS

Dalam menjalankan bisnisnya, Garret dan Joe menerapkan Essential Managerial Tasks, yaitu Planning, Organizing, Controlling and Leading.

Menurut Gareth Jones dan Jennifer M George (2020) berikut adalah Four Task of Management 

Four Task of Management

Planning 

  1. Deciding which goals the organization will pursue
  2. Deciding what strategies to adopt to attain those goals
  3. Deciding how to allocate organizational resources.

Garret dan Joe mengidentifikasi bagaimana cara mencapai objective dan mendeskripsikan langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut yaitu:

  • Merekrut Steiner sebagai wakil dari keduanya untuk bernegoisasi dengan pengusaha kulit putih. 
  • Melatih Steiner bermain golf selama satu bulan
  • Membekali Steiner ilmu finance 
  • Menetapkan harga jual The Bankers’ Building 
  • Mengidentifikasi potensi harga sewa dari setiap tenant 
  • Mendeskripsikan beberapa kemungkinan alternatif penawaran (Plan A, Plan B dan Plan C) jika Charles Renault menolak tawaran terendah 

Organizing 

Structuring working relationships so organizational members interact and cooperate to achieve organizational goals

Supaya rencana yang disusun dapat berjalan dengan sempurna, maka Garret dan Joe mengatur supaya Steiner dapat bergaul dengan kalangan orang kaya di Los Angeles dengan masuk pada klub golf yang sama. Steiner pun diperlakukan sebagai mitra kerjasama dengan baik. Joe berpura-pura menjadi sopir pribadi Steiner sebagai bentuk tanggung jawab Joe terhadap proyek ambisius tersebut. Joe maupun Garret sangat mempercayai Steiner dapat melakukan tugasnya dengan baik. 

Leading 

Articulating a clear vision and energizing and enabling organizational members so they
understand the part they play in achieving organizational goals.
Garret dan Joe memberikan instruksi kepada Steiner dengan jelas dan dengan Bahasa yang sederhana. Bahwa mereka akan menjadi pengusaha properti dari kulit hitam yang dapat bersaing dengan orang-orang kulit putih. Meskipun Steiner adalah kulit putih namun dia bersikap professional sehingga kemitraan dapat berjalan. 

Controlling 

Evaluating how well an organization is achieving its goals and taking action to maintain or improve performance

Garret mempunyai karakter pekerja keras dan suka terhadap detail. Sebagai pengusaha properti, dia sangat memahami betul perhitungan dalam sewa-menyewa gedung, penjualan gedung dan perbankan. Garret sangat puas ketika properti yang dia beli dapat dijual kepada orang kulit hitam, sehingga area eksklusif bagi kulit putih semakin mengecil

Dia melakukan fungsi kontrol, ketika Otoritas Keuangan Amerika tiba-tiba mengaudit Bank of Marlin dengan berpura-pura menjadi cleaning service. Namun sayangnya, Steiner melakukan hal yang ceroboh dengan membeli aset kredit tanpa melihat berkasnya sehingga control yang dilakukan oleh Garret terlewat. 

Planning and Strategy

Garreth dan Joe melakukan kesalahan ketika memutuskan untuk membeli Mainland Bank of Texas dan National Bank of Marlin tanpa perencanaan yang matang padahal situasi di Texas yang rasis sedikit berbeda dengan kondisi di Los Angeles. Rationale atas pembelian kedua bank tersebut hanya didasarkan pada keputusan emosional yaitu supaya orang kulit hitam dapat mengajukan pinjaman dengan mudah. Namun mereka tidak melakukan perencanaan dengan matang akan keberlangsungan bank serta strategi apa yang harus dilakukan jika deposan kulit putih menarik dananya dari bank dengan mengetahui bahwa bank tempat menaruh uangnya sudah dimiliki oleh investor kulit hitam. Bisnis bank berbeda dengan bisnis jual beli properti. Industry perbankan yang highly regulated seharusnya menjadi factor pertimbangan sebelum memutuskan akuisisi. Bagaimanapun juga, institusi bank adalah bisnis kepercayaan. 

Menurut Gareth Jones dan Jennifer M George (2020), why Planning is so important, karena: 

  1. Penting dalam memberikan organisasi turut merasakan arahan dan tujuan 
  2. Berguna untuk membuat manager berpartisipasi dalam pengambilan keputusan tentang tujuan dan strategi organisasi yang sesuai 
  3. Membantu koordinasi manager tentang perbedaan fungsi divisi dan organisasi 
  4. Dapat digunakan sebagai alat untuk mengontrol manager. 

Dalam menentukan strategi pembelian dan pengembangan bank, Garret dan Joe dapat menggunakan SWOT analysist. Misalnya sebagai berikut : 

Managing Conflict 

Film The Banker dikemas sangat apik dan mempunyai alur cerita yang kuat. Film ini ber-genre drama, dengan sedikit komedi namun terdapat pula konflik antar karakter. Misalnya pada saat Garret meminta Joe untuk membeli Mainland Bank of Texas dengan tujuan memudahkan warga kulit hitam untuk memperoleh kredit. Joe sangat tidak setuju karena iklim bisnis di Texas berbeda dengan LA. Kemudian ketika Steiner ketakutan diancam oleh Florence sehingga membuat dia memunculkan ide pembelian Bank of Marlin dengan tanpa pertimbangan matang, hanya untuk memindahkan kredit saja. Puncak konflik terjadi saat Garret memberikan statement lantang pada hearing di pengadilan dengan tuduhan kejahatan perbankan menjadi titik balik perjuangan kaum Afro-Amerika dalam melawan segala bentuk segregasi. 

Menurut Gareth Jones dan Jennifer M George (2020), beberapa tipe konflik dalam organisasi antara lain sebagai berikut : 

Types of Conflict in Organization

Dalam mengatasi konflik yang terjadi, baik dengan Steiner maupun dengan Joe, Garret melakukannya dengan compromise or collaboration antara berbagai pihak. 

Compromise

Tujuan utama berbisnis adalah memperoleh keuntungan, sehingga apapun jalan yang ditempuh seharusnya tetap focus pada perolehan keuntungan 

Collaboration

Baik Joe dan Eunice sangat mendukung statement Garret di pengadilan yang bersuara lantang menyampaikan kebenaran, meskipun konsekuensinya adalah hukuman penjara. Dukungan tersebut tetap berlanjut, meskipun semua harta Garret dan Joe disita karena tindakan tersebut. Pada malam sebelum sidang, Matt menemui Garret untuk bernegosiasi mengenai skenario di persidangan. Steiner akan mengaku bahwa dia tidak mengetahui proses penjualan kredit untuk mendapatkan kekebalan sebagai warga kulit putih, kemudian dia dapat mengamankan aset-aset Garret dan Joe. Pada akhirnya semua pihak dapat menerima konsekuensi dari konflik 

Berdasarkan penjelasan terkait planning & strategy, dan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pengusaha/investor (Garret dan Joe) dalam menjalankan bisnis antara lain: 

1. Penetapan arah dan tujuan dari Partnership

Dalam menentukan arah dan tujuan bisnis partnership, perlu di-set sebuah destination statement, misalnya menjadi leader dalam industry properti di area tertentu pada tahun tertentu. Sehingga fokus dan langkah-langkah dalam pencapaian tujuan dapat dilakukan dengan maksimal. 

2. Melakukan evaluasi atas segala kemungkinan yang terjadi 

Ketika bisnis telah berjalan, perlu diidentifikasi hal apakah yang dapat menghambat pencapaian tujuan perusahaan. Ketika terdapat hal yang meleset dari target, kembali ke tujuan semula dan lakukan evaluasi. Kesalahan Garret dan Joe adalah terlalu berambisi pada growth dan melupakan evaluasi. 

3. Tetap melakukan pengawasan terhadap manajemen perusahaan secara berkala

Terbatasnya akses ke lingkungan karena isu rasial, membuat Garret dan Joe menggunakan Steiner mewakili mereka untuk bernegosiasi. Namun, pengawasan terhadap kinerja Steiner seharusnya terus dilakukan secara berkala, sehingga tidak terdapat celah bagi Steiner untuk melakukan kesalahan fatal. Mengingat bisnis ini hanya dijalankan oleh tiga orang, maka kemungkinan terdapat kelalaian sangat besar. Namun apabila bisnis semakin besar, apalagi pemilik bank, lebih baik menggunakan mekanisme yang jelas yang dapat mengantisipasi terjadinya fraud. 

4. Selalu bersiap menghadapi situasi kondisi ekonomi yang berfluktuasi, termasuk adanya ancaman regulasi maupun resesi. 

Garret dan Joe melawan regulasi segregasi kepemilikan rumah untuk kulit hitam di Amerika dengan frontal, sehingga keduanya mempunyai peranan penting. Namun sampai dengan saat ini isu-isu rasial masih berkembang di sana. Bahkan Departemen Perumahan dan Pengembangan Kota di bawah pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana mencabut upaya pemerintah AS sebelumnya untuk memerangi segregasi rasial dalam urusan perumahan. Aturan baru yang diterapkan pemerintahan Trump salah satunya dikhawatirkan akan memudahkan bank untuk menolak memberikan pinjaman kepada orang kulit berwarna di Amerika.

Referensi 

Jones, Gareth R, Jennifer M George. 2020. Contemporary Management. New York: McGraw-Hill Education

https://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_Hak-Hak_Sipil_Afrika-Amerika_(1955-1968)

https://www.dw.com/id/diskriminasi-kulit-hitam-di-amerika-serikat/g-18091393

https://www.imdb.com/title/tt6285944/

https://www.matamatapolitik.com/trump-cabut-larangan-diskriminasi-perumahan-amerika-era-obama-in-depth/

https://www.youtube.com/watch?v=j6GzbAECyy4

Perjuangan Afro-Amerika melawan segregasi di Amerika Serikat


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
atikadetty

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format