SULITNYA MENDAPATKAN HAND SANITIZER MENJADI PELUANG PASCA MARAKNYA WABAH COVID-19


1
1 point

Pasca mewabahnyaCovid-19yang lebih dikenal denganVirus Corona, membuat kalangan masyarakat yang takut akan wabah tersebut melakukan sikap preventif agar tidak terjangkit virus tersebut, dengan mulai menyerbu kebutuhan makanan, obat-obatan, sampai dengan alat-alat kesehatan. Masyarakat melakukan hal tersebut sebagai langkah antisipatif untuk mengurangi jumlah aktivitas diluar rumah dan interaksi dengan orang lain, termasuk untuk menghindari tempat-tempat yang ramai (Social Distancing).

Covid -19 adalah penyakit menular yang menyerang saluran pernapasan disebabkan oleh sindrom pernapasan akutCorona Virus (SARS-CoV-2). Penyakit ini pertama teridentifikasi di Wuhan, China tahun 2019. Wabah Virus Corona di dunia masih terus merebak, menurut data yang dikumpulkan oleh John Hopkins University per-sabtu pagi (21 Maret 2020) tercatat jumlah kasus Virus Corona diseluruh dunia mencapai 271.629 kasus dan akan terus bertambah seiring dengan belum ditemukannya langkah-langkah yang efektif untuk melawan Virus Corona. Dari kasus-kasus tersebut, terjadi 11.282 kematian dengan 87.403 pasien yang dinyakan sembuh. (Kompas – 21 Maret 2020)

Untuk menanggapi wabah Virus Corona tersebut, Presiden Joko Widodo dengan kewenangan yang dimilikinya mengeluarkan Keputusan Presiden No. 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Dalam Keppres tersebut, Presiden menugaskan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, guna mengatasi penyebaran virus tersbut.

Walupun wabah Virus Corona telah berstatus Tanggap Darurat, tetapi sampai saat ini Pemerintah Pusat belum mengeluarkan kebijakan penutupan daerah secara total atauLockdown.Presiden menyatakan bahwa kewenangan untuk mengeluarkan kebijakan penutupan daerah secara total adalah sepuhnya kewenangan Pemerintah Pusat. Presiden menilai bahwa saat ini pencegahan lebih ditekankan pada pengurangan mobilitas orang dan mengurangi kerumunan masyarat, sehingga menyerukan kepada Kepala daerah baik Gubernur, Bupati/Walikota, serta Stakeholder seperti Perkantoran, Jasa Transportasi Publik, dan lainnya untuk mengeluarkan kebijakan-kebijakan guna untuk mengurangi penyebaran Virus Corona tersebut.

KEBIKAJAN STUDY FROM HOME, WORK FROM HOME, dan PEMBATASAN WAKTU serta JUMLAH PENUMPANG TRANSPORTASI UMUM

Bersamaan dengan instruksi pemerintah pusat, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan langsung mengeluarkan kebijakan yaitu dengan melakukan kegiatan belajar-mengajar disekolah untuk dihentikan sementara waktu selama 14 hari terhitung sejak tanggal 16 Maret 2020, dengan melihat situasi dan kondisi apabila diperlukan masa perpanjangan terkait penanganan Virus Corona. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Virus Corona pada siswa serta tenaga pendidik di lingkungan sekolah. Kebijakan ini kemudian diikuti oleh daerah-daerah lain seperti Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Bekasi, dan daerah lainnya.

Tidak hanya kebijakan untuk mencegah tersebarnya virus corona pada Kegiatan belajar-mengajar di sekolah, Pemerintah DKI Jakarta melaui badan usaha yang dimilikinya seperti jasa pelayanan trasnportasi publik seperti Transjakarta dan MRT, juga menginstruksikan untuk membatasi jam oprasional, rute, sampai dengan jumlah penumpang per-unit kendaraan guna untuk mengurangi percepatan penyebaran Virus Corona tersebut.

Kepala Divisi Sekretaris Koprasi dan Humas PT. Trasportasi Jakarta, Nadia Diposanjoyo menyatakan, jumlah penumpang Transjakarta menembus target yakni sebesar 1.006.579 pelanggan pada 4 Februari 2020. Dengan dikeluarkannya kebijakanSocial Distancinguntuk memutus rantai penyebaran Virus Corona, penurunan pengguna jasa tranportasi publik mencapai 40%-70% di Ibukota.

Tidak hanya kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah, Beberapa Badan Usaha juga telah berpartisipasi dengan mengeluarkan kebijakan dengan memberikan pegawai atau karyawannya untuk dapat bekerja di rumah atauWork from Home, dan beberapa mengeluarkan kebijakan untuk melakukanShiftingbagi para pegawai atau karyawan yang berdasarkanJobdesk-nya tidak dapat dikerjakan dirumah.

Dengan alasan-alasan tersebut di atas sangat wajar bagi kalangan masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapai wabah Virus Corona dengan mencari kebutuhan-kebutuhan tertentu seperti makanan, obat-obatan, alat kesehatan, dan kebutuhan lain terkait himbauanSocial Distancingbaik dari pemerintah ataupun pemangku kepentingan lain sebagai antisipasi penyebaran wabah Virus Corona.

SULITNYA MENDAPAT HAND SENITIZER PASCA MEWABAHNYA VIRUS CORONA

CNN Indonesia mencatat, harga cairanHand Sanitizermeroket dua hingga tiga kali lipat diE-Commercedi Indonesia. Lonjakan tersebut terjadi pada tanggal 2,10,11 Maret setelah isu Virus Corona masuk ke Indonesia.

Grafik transaksi permintaan produk kesehatan di e-commerce(voi.id)

Sampel data tersebut diambil dalam rentang waktu dari 26 Februari hingga 4 Maret 2020. Angka penjaualan tertinggi pada 2 Maret 2020 dengan total nilai mencapai Rp. 159.560.430 dari 1.613 transaksi.

Serpong, Humas LIPI. Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Agus Haryono, menyebutkan ketika produk hand sanitizer menjadi semakin langka, masyarakat bisa membuatnya . “Bahan-bahannya tersedia dan dapat diperoleh di toko-toko kimia. Masyarakat tidak perlu panik dan khawatir karena bisa membuatnya sendiri. Tentunya tetap dalam pengawasan orang dewasa atau yang sudah berpengalaman,” jelas Agus.

Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan hand sanitizer sederhana adalah 50 mililter air yang berfungsi sebagai pelarut, 200 mililiter Ethanol berkadar alkohol 95 persen yang berfungsi sebagai antiseptik, satu sendok teh Carbomer untuk pengental, 33 mililiter Propylene glycol yang berfungsi sebagai pelembab, dan 3 tetes Triethanolamine yang berfungsi sebagai pengikat pH. Formula ini menghasilkan 250 mililter hand sanitizer berkadar alkohol 63 persen.

Cara pembuatannya, pertama dengan mencampurkan air dan Propylene glycol ke dalam wadah bersih (panci alumunium atau pinggan pyrex) sambil dipanaskan dan diaduk. Lalu tambahkan Carbomer sedikit demi sedikit sampai temperatur mencapai 80-90 derajat dan semua bahan tercampur dan larut sempurna. Proses selanjutnya adalah penambahan Triethanolamine agar campuran tersebut berubah menjadi gel. Lalu penambahan Ethanolsedikit demi sedikit ke dalam campuran gel. Tahap ini dilakukan tanpa proses pemanasan untuk menghindari penguapan dan pengadukan dilakukan selama kurang lebih 15 menit hingga hand sanitizer yang berbentuk gel ini siap digunakan.

Walaupun prakteknya pembuatan hand sanitizer tersebut mudah untuk dilakukan, tetapi masih banyak masyarakat yang lebih memilih untuk membeli dari pada harus membuat secara mandiri dengan berbagai alasan seperti terlalu merepotkan, tidak ada waktu dan sebagainya. Bagi sebagaian/kalangan masyarakat, tentu ini menjadi peluang bisinis yang berpotensi disaatVirus Coronamewabah. Karna dengan adanya wabahVirus Coronadengan menerapkanSocial Distancingpasti memiliki imbas dan akan berefek domino pada kegiatan atau sektor ekonomi lainnya seperti berkurangnya kegiatan produksi dengan mengurangi jumlah pekerja, berkurangnya jumlah pengunjung pada pusat perbenlanjaan, restoran, perhotelan, tempat wisata, dan sebagainya. Akibatnya, tentu akan mempengaruhi pada pendapatan yang diperoleh para pagawai/pekerja yang kegiatan usahanya terkena dampak dengan adanya kebijakanSocial Distancingtersebut.

Maka dengan melihat keadaan pasar tersebut dapat dikatakan bahwa permintaan akan terus ada selama masih mewabahnya virusCovid-19ini.Dengan sulitnya mendapatkan Hand Sanitizer dan harga yang tawarkan oleh beberapa penjual sangatlah tinggi, maka seharusnya memproduksi sendiri hand sanitizer menjadi salah satu solusi untuk saat ini sehingga bukan saja untuk digunakan untuk diri sendiri tetapi menjadi pilihan alternative masyarakat sekaligus untuk membantu masyarakat, lingkungan, dan pemerintah meminimalisir penyebaranCovid-19.

Selain itu dalam menjalankan bisnis ini maka kita juga telah membantudalam kehidupan bermasayarakat sebagaii tanggung jawab sosial kita untuk secara bersama-sama untuk ikut berperan aktif mengatasi wabah ini. Jika dikaitkan dengan bisnis maka dalam hal melakukan kegiatan bisnis tersebut harus dilakukan berdaarkan etika, maka etika bisnis tersebut sangatlah penting untuk membentuk nilai, norma, serta perilaku dalam menjalankan bisnisnya. MenurutValasquesetika bisnis adalah studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah, sebagaimana akan diterapkan dalam kebijakan, institusi dan perilaku bisnis. Selain itu pada saat ini beberapa perusahaan pun ikut serta dalam mengatasi wabah yang sedang terjadi.

(CSR PT. Brantas Abipraya terhadap wabah Covid-19)

Saran

Dalam menyikapi wabahCovid-19ini seharusnya kita secara bersama-sama melakukan apa yang terbaik yang bisa kita lakukan agar wabah ini cepat berakhir dan masyarakat dapat melakukan aktifitas normal kembali. Dalam dunia bisnis, etikanya adalah seharusnya beberapa pengusaha tidak mengambil kesempatan yang terjadi pada saat ini untuk memperoleh keuntungan pribadi terhadapa kebutuhan yang saat ini diperlukan oleh masyrakat, dan hal tersebut akan menyulitkan untuk beberapa masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya agar tidak terjangkit wabahCovid-19.Selain itu, dengan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) di beberapa perusahaan, melihat peluang bisnis untuk tetapsurviveditengah mewabahnyacovid-19seperti mencoba peluang membuat hand sanitizer ini mungkin dapat membantu agar kebutuhan finansial tetap terjaga bagi para pegawai/karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja sementara/tetap.

Keputusan Presiden No. 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)

https://wartakota.tribunnews.com/2020/03/04/sulit-dapat-hand-sanitizer-usai-ramai-virus-corona-ini-cara-mudah-membuat-hand-sanitizerhttps://en.m.wikipedia.org/wiki/Coronavirus_disease_2019

https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/21/070958265/update-virus-corona-di-dunia-271629-orang-terinfeksi-87403-sembuh

https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt5e6f566da37c3/jokowi–lock-down-adalah-kebijakan-pemerintah-pusat?utm_source=dable

https://www.cnbcindonesia.com/news/20200316070012-4-145025/ini-kebijakan-pemprov-dki-cegah-corona-berlaku-hari-ini

https://www.liputan6.com/news/read/4171900/transjakarta-tembus-target-1-juta-penumpang-2020

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200313141841-185-483160/heboh-corona-harga-hand-sanitizer-meroket-di-ecommerce

https://voi.id/artikel/baca/3596/lonjakan-transaksi-penjualan-masker-dan-i-hand-sanitizer-i-di-laman-toko-i-online-i


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format