Antara Pers Dan Pemerintah, Mana Yang Harus Lebih Dipercaya Di Masa Krisis?

mereka tidak seharusnya bertarung


1
1 point

Diawali dari runtutan kejadian yang menarik perhatian dunia dari awal tahun 2020, banyak orang yang pada awalnya awam dan bukan pemerhati mulai untuk menaruh atensi kepada informasi dan pemberitaan. Yang perlu diperhatikan pada kejadian ini adalah banyaknya kanal atau sumber media informasi yang menyediakan informasi terkait krisis dan tidak jarang terdapat kontradiksi terkait ini krisis antara penyedia informasi yang berbeda. Sumber dari pemberitaan yang biasanya paling diperhatikan oleh audiens antara lain pemerintah, pers, dan NGO. Sayangnya, disaat organisasi baik itu organisasi kemasyarakat atau kesehatan memberitakan berita netral terkait aktivitas atau penelitain mereka sendiri, Pers dan Pemerintah seakan hampir selalu memposisikan diri sebagai kucing dan tikus yang saling berkejaran satu sama lain.

Mulai dari angka hingga kata, terjadi perbedaan yang kemudian kembali menjadi kontradiksi yang justru semakin jauh saat klarifikasi coba ditempuh.  Sering terjadi juga kondisi dimana inti pemberitaan yang sama dan disampaikan dengan cara yang berbeda yang kemudian memimpin kepada perbedaan persepsi dari pembaca masing – masing. Nahas, perbedaan ini tidak hanya terhenti hanya pada sudut pandang diantara pemerintah dan pers, tapi hingga membentuk kepercayaan yang kemudian menuju kepada perpecahan bagi para pembaca dan simpatisan satu dengan yang lain.

Walaupun terlihat seperti seharusnya pemerintah yang memegang kartu as pada ‘pertandingan’ kali ini karena pemerintah bisa dengan mudah mencabut izin tayang sebuah media, tapi justru sebenarnya pemerintah yang berada pada ujung tanduk karena melalui media juga opini pemerintah dapat tersampaikan kepada pemerintah. Ada kalanya pemerintah akan mencoba untuk memegang kendali kepada pers. Berbekal dari pengalaman tersebut, kemudian dibentuk dan disahkanlah Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang megatur tentang prinsip, ketentuan, dan hak – hak penyelengaraan pers pemerintah. Meskipun disebut ‘mengatur’ yang sering di asosiasikan kepada dikekangnya kebebasan ruang gerak, UU Nomor 40 tahun 1999 justru memberikan perlindungan bagi pers atau jurnalis untuk terus melakukan tugasnya untuk menyampaikan berita kepada masyarakat tanpa takut dikemudian hari bisa ‘hilang’ atau ‘berhenti’ karena kehendak sepihak pemerintahan seperti yang sering terjadi dimana hak dan ketentuan pers ditambahkan pada Undang – Undang negara kesatuan Republik Indonesia.

Disisi lain, walaupun benar badan pers dimanapun di indonesia atau dunia secara keseluruhan masih perlu bersaing untuk memperoleh audiens dengan berita mereka sehingga pers berusaha mengemas berita nya menjadi semenarik mungkin. Pers atau para Jurnalis kemudian mengikat diri mereka sendiri dengan sebuah kode etik yang sering disebut “code of ethics” atau dengan bahasa yang lebih roman disebut dengan “canons of journalism”. Kode etik jurnalistik yang dibicarakn disini, secara garis besar menuntut pers dalam menjalankan kewajibannya untuk selalu Independen, Menyampaikan Kebenaran, dan Memegang Integritas ini menjadikan walaupun pers memiliki peran besar dalam kemajuan bangsa, kekuatan pers tetap dibatasi dengan moral yang menjaga masyarakt dari ketidaklurusan suatu informasi.

Jika dibandingkan memang pers dan jurnalistik adalah pihak yang seharusnya memenangkan hati rakyat terkait dengan kepercayaan, karena selain dibutuhkan pemerintah namun juga kekuatannya dibatasi oleh dirinya sendiri dengan kode moral yang sangat baik. Walaupun begitu, dengan menegsampingkan semua oknum, keduanya pers dan pemerintah memegang peranan masing masing dengan kepentingannya sendiri sendiri melalui sudut pandang yang dimilikinya. Secara umum pemerintahan yang baik ingin menjaga perasaan masyarakt dan memastikan opini ditengah krisis dapat dikendalikan engan baik sehingga terkadang menyampaikan informasi dengan cara yang berbeda, dan begitu pula pers dengan kode etiknya yang selalu terus didorong untuk mencapai dan meraih kebenaran untuk kemudian dibagi dengan audiens atau masyarakat.

Pada akhirnya, mereka berusaha menyampaikan kebaikan dengan cara mereka sendiri.


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
cerentio

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format