Belajar dari Pandemi

Yuk mulai berbenah, agar lingkungan semakin ramah!


0

Pandemi covid-19 memiliki dampak positif dan negatif bagi hidupku. Dampak negatif dari pandemi covid-19 yang aku rasakan adalah tetap tinggal di rumah untuk memutus rantai penyebaran, sehingga tidak dapat bertemu dengan teman-teman kuliah dan sahabat-sahabatku. Padahal biasanya disaat rumit dan sibuk tugas seperti ini, aku biasa mengerjakan tugas bersama dengan mereka secara tatap muka atau sekedar bercanda dan nongkrong bersama untuk menghilangkan penat. Namun, di saat pandemi covid-19 ini, kami hanya bisa berjumpa via video conference untuk belajar bersama. Sungguh sangat berat, karena rumahku dalam satu minggu terakhir mengalami empat kali mati listrik sehingga aku sulit untuk mengikuti proses belajar bersama.

Di sisi lain, pandemi covid-19 memiliki dampak positif bagi hidupku. Dampak positif dari pandemi covid-19  yang aku rasakan adalah aku semakin sadar untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar dengan cara sering cuci tangan dan sering membersihkan kamar tidurku. Padahal sebelum pandemi, aku cuci tangan dan membersihkan kamar tidur apabila tangan dan kamar tidurku dirasa sudah sangat kotor. Di sisi lain, aku memang tidak menyukai daging, hanya daging ayam dan seafood yang aku suka. Oleh karena itu, aku terbiasa makan sayur-sayuran sejak kecil. Tentunya pola makan ku masih sama sampai saat ini. Hal ini menjadi sebuah keuntungan bagiku di tengah kondisi saat ini, dimana sayur-sayuran dipercaya dapat menambah imun seseorang. Selain itu, aku juga semakin rajin dalam melakukan home workout. Aku biasa melakukan home workout tiga kali dalam seminggu. Hal ini aku lakukan agar tetap bugar dan menjaga bentuk badan agar tetap ideal, karena selama masa isolasi mandiri di rumah pola makanku bertambah.  

Dampak positif lainnya dari pandemi covid-19 bagi hidupku adalah aku menjadi lebih produktif, karena seluruh waktu selama isolasi diri hanya di rumah. Waktu yang sangat banyak ini aku gunakan untuk kuliah online dan menambah kemampuan melalui website pembelajaran online seperti ruangguru dan semacamnya. Selain itu, aku juga senang melakukan transaksi jual beli saham sehingga di saat seperti ini aku bisa memantau pasar secara penuh karena memiliki banyak waktu di rumah. Kalau pada keadaan normal, aku tidak memiliki banyak waktu untuk memantau pasar, karena waktunya habis untuk kuliah dan event kampus. Di saat seperti ini, aku juga bisa menabung lebih banyak karena kegiatan dan rutinitasku berkurang. 

Aku menyadari bahwa di dalam lingkungan kehidupan, aku sebagai manusia sangat erat hubungannya dengan ciptaan lain seperti hewan dan tumbuhan, dan tentunya dengan Sang Maha Pencipta. Oleh karena itu, seyogyanya aku sebagai manusia dan utusan dari Sang Maha Pencipta memiliki kewajiban untuk menjaga hubungan baik dengan keduanya. Aku sebagai manusia, diberi kebebasan oleh Sang Maha Pencipta untuk berkuasa dan meraja atas segala ciptaan dengan bertanggung jawab. Namun, aku menyadari terkadang aku tidak menggunakan kebebasan yang diberikan dengan baik. Contohnya aku dulu masih menggunakan plastik khususnya saat nongkrong dengan teman-teman di kafe atau coffeeshop. Selain itu, aku merasa juga boros kertas karena sering membeli nasi bungkus saat makan. Dalam hal ini, aku melakukan dosa ekologis karena hal tersebut berdampak buruk kepada ekosistem lingkungan. Dosa ekologis merupakan perbuatan yang dilakukan manusia dan berdampak buruk kepada kelestarian lingkungan sekitar. Kaitannya dengan pandemi covid-19, dosa ekologis manusia merupakan salah satu penyebab mengapa pandemi covid-19 bisa terjadi.  

Untuk mengganti dosa ekologis yang telah aku perbuat, aku sudah mengganti gaya hidup dengan tidak menggunakan gelas plastik saat nongkrong di kafe atau coffeshop. Aku membeli botol tumbler untuk mengganti penggunaan gelas plastik tersebut. Saat di kampus, aku juga sudah tidak membeli air mineral dalam kemasan (AMDK). Aku memilih membawa air minum dari rumah dengan wadah atau botol Tupperware. Saat belanja keperluan sehari-hari di minimarket atau supermarket, aku sudah menggunakan reusable bag untuk mengganti penggunaan plastik. Aku juga menggunakan sedotan stainless untuk mengganti penggunaan sedotan plastik. Selain itu, untuk mengganti penggunaan kertas karenanasi bungkus, aku selama pandemi mencoba untuk masak nasi dan sayur sendiri. Inilah usaha aku yang aku lakukan, semoga berdampak baik kepada lingkungan sekitar dan dunia. 


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format