Perang Dunia III: COVID-19 (Corona Virus Disease 2019)

Dunia melawan Corona Virus Disease


0

Bill Gates, Founder dari Microsoft, menyatakan pada Ted Talk 2015 lalu, bahwa masyarakat dunia kini tidak perlu takutdengan Perang Dunia antar negara, karena kini yang menjadilawan seluruh dunia bukanlah negara tetangga disekitar kita, tetapi musuh yang memiliki wujud mikroskopik, yaitu virus. Hal ini dikarenakan hingga saat ini, virus masih menjadi tantangantersendiri bagi dunia medis, dikarenakan susahnya membuatobat yang mampu melawan virus. Belum dengan tangkatpenyebaran dan tingkat perkembangan virus yang sangat cepat, hal ini menjadikan virus sangat susah untuk ditangani danmampu membuat peradaban menjadi kacau.

Perang Dunia adalah sebuah kejadian historis yang terjadidengan melibatkan hampir seluruh negara di dunia pada waktuitu, hingga pada akhirnya pada perang tersebut terbentuklah duakekuatan besar, yaitu sekutu dan poros. Dalam perang ini, seluruh negara memaksimalkan sumber daya negaranya untukmemenangkan kubu masing-masing.

Sementara itu, kini dunia sedang menghadapi wabahCOVID-19 (Corona Virus Disease 2019). Wabah ini kini telahmenjadi sebuah pandemi global, artinya COVID-19 telah terjadihampir di seluruh dunia dengan tingkat penyebaran yang cepatserta dampak yang luas di setiap negara di dunia. Hal inimenyebabkan banyak opini yang menyamakan dampak dariCOVID-19 dengan Perang Dunia II yang terjadi 21 tahun yang lalu.

Hal itu dapat dikatakan dengan membandingkan mobilitasyang dilakukan oleh negara-negara di dunia, contohnya padaperang dunia II, dengan reaksi negara atas pandemi COVID-19, kedua kejadian ini hanya memiliki banyak sekali kesamaan.Contohnya saja resesi ekonomi besar-besaran, yamg munculakibat anjuran sosial berupa physical distancing, hal ini samadengan yang terjadi di era Perang Dunia II walau resesi yang terjadi pada dahulu dikarenakan pemberhentian sektor ekonomikarena negara berfokus untuk menyelesaikan perang.Sederhananya, COVID-19 memiliki faktor-faktor yang terhentidikarenakan kejadian tersebut sama halnya dengan PerangDunia II.

Hal pertama yang perlu digaris bawahi adalah tantanganyang dihadapi pada era pandemi COVID-19 memiliki dasaryang berbeda dibandingkan pada era Perang Dunia II, denganhanya beberapa elemen dasar yang terpaksa untuk berhentisementara karena merebaknya COVID-19. Pada waktu PerangDunia II, hal ini juga terjadi, tetapi hal tersebut dikarenakanfokus negara teralihkan ke arah kekuatan militer. Permintaandari barang dan jasa oleh masyarakat terlampaui denganpermintaan dari pihak militer negara.

Di musim panas pada tahun 1940, ketika strategi Jermanyang berupa blitzkrieg diimplementasikan pada perang di EropaBarat oleh Nazi, Presiden Roosevelt memutuskan untukmemproduksi pesawat tempur dengan jumlah 50.000 per tahun. Pada waktu itu, kekuatan angkatan udara Amerika Serikat hanyasejumlah 5.000 pesawat tempur. Namun, pada tahun 1943 dan1944, Amerika Serikat berhasil memproduksi 90.000 pesawattempur per tahunnya dengan strategi memprioritaskan barang-barang kebutuhan pokok dalam industri berupa: baja, tembaga, dan alumunium pada produksi pesawat tempur. 

Kejadian tersebut juga menggarisbawahi kesamaan antaraera Perang Dunia II dengan COVID-19, karena jumlah barang-barang kebutuhan sehari-hari dalam industri yang dikorbankanuntuk menghadapi COVID-19 difokuskan pada satu sektoruntuk menghadapi satu kasus global seperti Perang Dunia II. Pada saat ini, prioritas dunia adalah meningkatkan produksi alatpelindung dari virus, seperti masker, baju medis, dan ventilator. Dalam waktu yang sama, negara juga memprioritaskan untukmelakukan tes COVID-19 seluas dan secepat mungkin. Prioritasberikutnya adalah menciptakan vaksin untuk mengobatiCOVID-19 dan keluar dari masa pandemi ini.

Melihat dari sisi politik internasional, tentu COVID-19 tidak dapat disamakan dengan Perang Dunia melihat latarbelakang konflik antar negara pada COVID-19 tidak sepanaspada era Perang Dunia II, pengorbanan barang-barang pokokjuga tidak akan sebesar pada era Perang Dunia II karena tidakterjadi penghancuran masal pada wilayah tertentu. Selain itu, negara lebih menitikberatkan untuk bekerjasama antar satudengan lainnya melalui WHO (World Health Organization) untuk menghadapi COVID-19, hal itu juga yang menjadi alasanmengapa WHO menetapkan COVID-19 sebagai pandemiglobal. Berbeda dengan pada Perang Dunia II dimana negara-negara saling bersaing untuk saling mengalahkan kubu yang satudengan yang lain. Oleh karena itu, dampak dari pandemiCOVID-19 tidak dapat disamakan dengan Perang Dunia II.Namun, elihat dari dampak yang diakibatkan pada prioritasglobal dalam menangani kasus ini, COVID-19 dapatdikomparasikan dengan Perang Dunia II. Bisa dibilang COVID-19 adalah Perang Dunia III, dimana pemerannya adalah dunia, melawan virus corona.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
CrescendoTogi

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format