GrabWheels Masuk Indonesia, Siapkah Kita?

Maraknya moda transportasi online, kini GrabWheels hadir di tengah masyarakat Indonesia. "Apakah GrabWheels dapat membawa solusi?"


0

Sumber: id.techinasia.com

Semua kegiatan manusia telah dipermudah oleh munculnya teknologi yang canggih guna membantu memudahkan kegiatan dewasa ini, termasuk transportasi. Perkembangan teknologi transportasi saat ini mulai menunjukkan peningkatan, contohnya, penyedia layanan transportasi online, seperti Grab. Grab merilis GrabWheels pada tahun 2019. GrabWheels merupakan skuter listrik komersial yang hadir di Indonesia pada pertengahan tahun 2019 di bawah naungan Grab dengan nama GrabWheels. Penggunaan skuter listrik ini terbilang mudah. Grab menjelaskan pada websitenya bahwa pengguna hanya perlu menginstall aplikasi Grab yang nantinya digunakan sebagai alat pindai barcode pada skuter listrik. Alat tersebut berguna untuk membuka skuter listrik sebelum memulai perjalanan dan memindai barcode tempat parkir GrabWheels di akhir perjalanan. Tarif perjalanan yang ditawarkan juga tergolong murah, yaitu Rp 5.000,- per 20 menit. 

Selain mudah dan murah, keselamatan pengguna GrabWheels tak luput dari perhatian. GrabWheels menyusun ketentuan untuk memastikan keselamatan penggunanya. Aturan ini mengatur tentang batas usia minimum pengguna, kapasitas skuter listrik, pelindung diri, etika berkendara di jalan, serta batas kecepatan maksimum. Pengguna juga dihimbau untuk mengecek kondisi baterai, gas dan rem sebelum berkendara.

Gambar 1: Peraturan Keselamatan GrabWheels
Sumber: https://www.grab.com/id/transport/wheels/

GrabWheels baru tersedia di sejumlah kota di Indonesia, namun antusias masyarakat cukup tinggi. Dilansir dari laman detik.com, survei dilakukan Grab terhadap 3.107 responden. Sebanyak 28% atau sejumlah 858 orang merupakan pengguna GrabWheels, dan sisanya sebanyak 72% atau 2.249 bukan merupakan pengguna GrabWheels. Hasil survei ini mendapati 9 dari 10 masyarakat Jakarta mendukung GrabWheels sebagai pilihan transportasi di Jakarta. Hasil lebih lanjut juga menunjukkan bahwa, 59% pengguna setuju meninggalkan kendaraan bermotor jika ketersediaan GrabWheels di ibu kota lebih banyak. Karakteristik GrabWheels berbeda dengan kendaraan bermotor lain sehingga, membutuhkan infrastruktur yang dapat melindungi pengendaranya serta pengguna jalan yang lain. 

Infrastruktur dan regulasi

Infrastruktur yang perlu disiapkan adalah lajur khusus, rambu-rambu, dan marka jalan. Adanya lajur khusus akan mengurangi risiko kecelakaan akibat penggunaan jalan yang tidak semestinya. Pengendara GrabWheels tidak perlu berebut jalan di jalan raya yang dilalui kendaraan bermotor berkecepatan tinggi. Pejalan kaki juga tidak perlu cemas tertabrak GrabWheels yang melintas di trotoar. Keberadaan rambu-rambu juga turut melindungi keselamatan pengguna jalan. Rambu-rambu dapat meningkatkan awareness pengguna jalan terhadap pengendara GrabWheels sehingga meningkatkan kewaspadaan dalam berkendara. Untuk memastikan ketersediaan infrastruktur ini maka regulasi diperlukan. 

Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 45 Tahun 2020 tentang Kendaraan Tertentu dengan Menggunakan Penggerak Motor Listrik. Menilik pasal 1 peraturan tersebut, maka GrabWheels masuk dalam kategori otopet. Dalam kaitannya dengan GrabWheels, peraturan ini telah menetapkan persyaratan keselamatan, ketentuan yang harus dipenuhi pengguna, area pengoperasian, serta kewajiban Grab selaku penyedia GrabWheels. 

Persyaratan keselamatan untuk GrabWheels mengacu pada pasal 3 peraturan tersebut. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi yaitu (1) lampu utama, (2) sistem rem yang berfungsi dengan baik, (3) alat pemantul cahaya, (4) bel yang mengeluarkan bunyi dan dapat digunakan tanpa mengganggu konsentrasi pengemudi, (5) kecepatan paling tinggi 6 km/jam. Selanjutnya pada pasal 4, pemerintah menetapkan ketentuan yang harus dipatuhi pengguna otopet yaitu (1) menggunakan helm, (2) usia paling rendah 12 tahun, (3) tidak diperbolehkan untuk mengangkut penumpang, (4) tidak diperbolehkan memodifikasi daya motor yang dapat meningkatkan kecepatan, (5) memahami dan mematuhi tata cara berlalu lintas. Lebih lanjut tentang batasan usia, pengguna otopet dalam rentang usia 12 sampai dengan 15 tahun harus didampingi oleh orang dewasa.

Gambar 2: Syarat Penggunaan Kendaraan Tertentu
Sumber: https://mmc.kalteng.go.id/berita/read/30304/dishub-kalteng-dan-bptd-wil-xvi-ikut-sosialisasikan-aturan-sepeda-dan-personal-mobile-device
Pasal 5 sampai pasal 8 mengatur tentang area pengoperasian otopet dan kewajiban yang melekat pada Grab selaku penyedia GrabWheels yang dijelaskan melalui infografis berikut :

Gambar 3: Penetapan Lajur Khusus
Sumber: https://mmc.kalteng.go.id/berita/read/30304/dishub-kalteng-dan-bptd-wil-xvi-ikut-sosialisasikan-aturan-sepeda-dan-personal-mobile-device

Kondisi di Lapangan

Pemerintah telah menerbitkan peraturan terkait penggunaan kendaraan tertentu menggunakan penggerak motor listrik namun, peraturan ini baru diundangkan pada tanggal 22 Juni 2020 sehingga kesiapan masyarakat dan infrastruktur belum maksimal. Permasalahan GrabWheels di Jakarta misalnya, ketersediaan lajur khusus yang berada di seputar lokasi penyewaan GrabWheels masih terbatas. Lajur sepeda yang saat ini tersedia berada di jalur Jalan Pemuda – Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan RS Fatmawati Raya – Jalan Sudirman, dan di Jalan Tomang Raya – Jalan Jatinegara Timur. Sementara itu, sejumlah titik penyewaan GrabWheels tidak berada dalam area yang berdekatan dengan jalur sepeda. Kesadaran pengguna GrabWheels terkait keamanan dan keselamatan juga masih perlu ditingkatkan karena masih terdapat pengendara GrabWheels yang tidak mengenakan helm, bahkan mengendarainya lebih dari 1 orang.

Permasalahan penggunaan GrabWheels

Kehadiran GrabWheels sebagai moda transportasi pilihan membawa persoalan baru terkait keselamatan berkendara, misalnya, pada tahun yang sama pasca diluncurkannya layanan ini, telah terjadi kecelakaan yang berujung pada kematian 2 dari 6 pengendara GrabWheels. Dilansir dari laman cnnindonesia.com, keenam orang ini menggunakan tiga GrabWheels dan melaju di jalan raya. Kejadian tersebut, membuat pemerintah memberhentikan sementara operasi GrabWheels hingga awal tahun 2020. Kecelakaan serupa juga terjadi di negara lain. Berita dari laman theguardian.com memberitakan terjadinya kematian pengendara skuter elektronik di Paris. Pengendara tersebut tidak menggunakan helm dan berkendara di jalur motor. Berita lainnya dilansir dari laman thelokal.dk melaporkan bahwa Danish Road Directorate mencatat 57 kasus kecelakaan akibat e-skuter, 24 diantaranya menyebabkan luka-luka dan dari laman businessinsider.com memberitakan hasil studi yang dilakukan oleh Consumer Report bahwa 1.545 kecelakaan yang terjadi di Amerika Serikat melibatkan skuter listrik. 

Sebelum diluncurkan ke publik, seharusnya pemerintah melakukan pengujian dan membuat regulasi mengenai kendaraan listrik akan tetapi, pada kasus ini, di tahun 2019 pemerintahan belum menetapkan regulasi yang ketat mengenai kendaraan listrik, dan mulai dibuat setelah ada kasus kecelakaan. Pemerintah baru-baru ini mengeluarkan regulasi terkait kendaraan tertentu dengan tenaga listrik. Regulasi tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan no. 45 tahun 2020 yang ditetapkan oleh Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi pada bulan Juni 2020. Peraturan tersebut dibuat guna memberikan keamanan dan kenyamanan bersama bukan hanya perusahaan dan pemerintahan, bisa dirasakan juga oleh masyarakat yang menggunakan transportasi tersebut.

Permasalahan terhadap penggunaan GrabWheels ini dapat dirangkum ke dalam beberapa isu di bawah ini, diantaranya : 

Penyalahgunaan Penggunaan GrabWheels

Adanya kekhawatiran penyalahgunaan penggunaan GrabWheels menjadi perhatian. Menurut pasal 4 ayat 1, yang tertuang dalam Peraturan Menteri nomor 45 tahun 2020, setiap orang yang menggunakan kendaraan tertentu minimal berusia 12 tahun. Hal ini, sama halnya dengan pasal 4 ayat 2 yang menyebutkan bahwa, penggunaan kendaraan tertentu yang berusia 12 tahun sampai 15 tahun harus didampingi orang dewasa. Penyalahgunaan penggunaan akun Grab untuk menyewa GrabWheels ini bisa saja terjadi terhadap orang tua atau orang dewasa yang ingin menyewa GrabWheels, tetapi digunakan oleh anak-anak yang masih berusia di bawah 12 tahun. Kekhawatiran ini juga muncul ketika waktu penyewaan GrabWheels yang cenderung lama, yaitu, mulai dari 7 hari hingga 30 hari. Pihak Grab, selaku pengguna layanan tidak bisa mengawasi penggunaan GrabWheels secara intensif terhadap pengguna, sehingga perlu adanya cara lain untuk lebih memperketat pengawasan terhadap pengguna GrabWheels.

Sosialisasi

Dilansir kompas.com, pihak GrabWheels telah mengadakan sosialisasi yang diselenggarakan pada tahun 2019. Sosialisasi tersebut diadakan di area Jembatan Penyebrangan orang (JPO) dan area parkir GrabWheel. Tim tersebut mengedukasi tentang penggunaan GrabWheels dan aturan keselamatan pengguna. Hal ini juga menghindari agar GrabWheels tidak digunakan di luar area batas jalur skuter listrik dan adanya penyalahgunaan penggunaan trotoar sebagai area perlintasan GrabWheels.

Aturan wilayah GrabWheels beroperasi

GrabWheels memiliki bentuk yang menarik perhatian banyak orang, terutama kaum muda. Hal ini, membuat banyak anak-anak muda ingin mencoba skuter listrik. Kendaraan listrik ini memiliki dampak yang positif, antara lain, dapat mengurangi polusi dan kemacetan, akan tetapi, terdapat dampak yang cukup berbahaya dari penggunaan skuter listrik tersebut. Desain dari skuter tersebut hanya ada roda depan dan roda belakang, posisi pengendara berdiri, dan tidak ada perlindungan lain selain pelindung kepala, serta jalur penggunaan GrabWheels yang masih terbilang cukup berbahaya. Jalur yang dilalui skuter listrik atau GrabWheels dapat membahayakan pengguna jalan lain. Bahkan, beberapa negara lain telah menetapkan peraturan yang tegas mengenai penggunaan skuter listrik tersebut. Indonesia perlu peraturan yang tegas mengenai tempat yang cocok untuk digunakan pengendara skuter listrik guna kenyamanan bersama. Dilansir dari wartaekonomi.co.id, skuter listrik di London telah dijual bebas, namun, mereka memiliki peraturan ketat mengenai berkendara skuter listrik seperti, tempat yang bisa digunakan untuk berkendara adalah tanah pribadi dengan izin dari pemilik tanah. Sehingga, Indonesia harus dapat mempertimbangkan kembali mengenai jalur khusus untuk skuter listrik.

Menurut Ferrell, dkk. (2020) keputusan atau pilihan perilaku etis dalam perusahaan dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu :

  1. Individual Standards and Values
  2. Managers’ and Co-workers’ Influence  
  3. Opportunity : Codes and Compliance Requirements

Berdasarkan teori tersebut, dalam kasus GrabWheels, sebaiknya, menunggu regulasi pemerintah untuk menjalankan bisnis persewaan skuter listrik ini. Kenyataannya, di Indonesia, pada saat GrabWheels diluncurkan pemerintah belum mengeluarkan peraturan atau regulasi mengenai skuter listrik. Hal ini tidak sesuai dengan kode etik bisnis yang berlaku.

Isu-isu yang terkait di atas tentunya memiliki problem solving yang dapat diusahakan baik dari sisi pemerintah, pihak penyedia layanan maupun masyarakat, sehingga saran yang dapat diusulkan diantaranya :

  1. Perlunya peningkatan sarana dan kesiapan SDM

GrabWheels adalah alat transportasi yang dirancang untuk memudahkan urusan manusia pada era sekarang ini. Selain mudah, GrabWheels juga ramah lingkungan. Walaupun mudah, masyarakat masih banyak yang belum menyadari tentang keselamatan dalam menggunakan GrabWheels. Terbukti dengan adanya beberapa kecelakaan terkait penggunaan GrabWheels, dari yang menyebabkan korban terluka ringan hingga meninggal dunia. Hal ini menjadi perhatian khusus pengguna GrabWheels agar lebih “aware” lagi terhadap cara penggunaan dan memperhatikan keselamatan dirinya sendiri. Perhatian dari stakeholder terkait, dan penyedia layanan diperlukan untuk memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat agar para pengguna jasa mereka memperhatikan faktor-faktor penting dari keselamatan dirinya dan pengguna jalan yang lain, cara menggunakan transportasi yang benar dan bijak, cara menggunakan jalur transportasi yang benar, memperhatikan para pengguna jalan yang lain. Pemerintah sebagai regulator mengeluarkan regulasi-regulasi yang mengcover dan memikirkan kepentingan dan keselamatan semua pihak yakni penyedia layanan, pengguna layanan dan pengguna jalan yang lain, tak hanya itu pemerintah sebaiknya ikut membangun dan memperbaiki serta meningkatkan infrastruktur yang ada agar semuanya pengguna jalan mendapatkan haknya dan keamanan penggunanya.

  1. Sosialisasi penggunaan GrabWheels

Mulai meningkatnya pengguna GrabWheel di masyarakat karena membantu kebutuhan transportasi masyarakat akan tetapi masih ada pengguna yang belum tahu ataupun tidak mengindahkan aturan yang ada dan dapat menimbulkan masalah-masalah baru ataupun masalah tentang keselamatan pengguna jasa maupun pengguna jalan lainya. Penyedia jasa berperan penting dalam melakukan kegiatan sosialisasi dan peningkatan pengawasan. Sosialisasi terhadap penggunaan GrabWheels merupakan salah satu CSR yang dilakukan oleh pihak Grab terhadap konsumennya. Melakukan sosialisasi tentang penggunaan skuter listrik ini adalah cara untuk melindungi konsumennya dari terjadinya kecelakaan. Informasi yang jelas dapat membuat konsumen merasa aman ketika menggunakan alat transportasi ini.  Pihak Grab telah menjamin perihal keamanan dan keselamatan. Hal ini merupakan prioritas bagi pengguna GrabWheels, ditunjukkan dengan Grab memberikan tips berkendara yang aman secara lengkap di aplikasi Grab dan E-scooternya. Selain itu, Grab juga mengajak beberapa perwakilan untuk  mengikuti simulasi keamanan berkendara untuk menanamkan kepercayaan di masyarakat bahwa GrabWheels aman digunakan dan dapat digunakan sebagai alternatif transportasi ramah lingkungan dalam jarak dekat.

  1. Validasi pengguna GrabWheel oleh pihak penyedia jasa aplikasi (Grab)

Untuk mengurangi angka kecelakaan pada penggunaan transportasi ini, sebaiknya pihak Grab lebih “strict” lagi terhadap calon user yang akan menggunakan skuter ini. Hal ini bisa dilakukan dengan cara sebelum dapat menggunakan transportasi ini, kita menunjukkan KTP asli dengan face detector untuk memvalidasi data-data pengguna agar data-data yang masuk memang valid adanya, seperti memvalidasi KTP para pengguna GrabWheels ini adalah sama. Selain itu sebaiknya GrabWheels juga dilengkapi dengan fitur tertentu yang dapat memastikan bahwa pengguna transportasi ini memang memiliki akun pada aplikasi Grab dan telah memenuhi persyaratan untuk mengendarai transportasi ini. Hal ini dilakukan selain untuk mengurangi kecelakaan pada pengguna GrabWheels sendiri, juga dapat mengurangi kecelakaan pengguna jalan yang lain seperti pengendara kendaraan bermotor.  

  1. Perlunya peninjauan Kembali tentang regulasi terhadap penyedia layanan sewa GrabWheels

Dalam rangka mengurangi risiko kecelakaan pengguna GrabWheels, maka perlu peninjauan kembali terhadap penggunaan alat transportasi ini. Pemerintah perlu membatasi penggunaan GrabWheels di jalanan. Diharapkan kedepannya, GrabWheels hanya  dapat beroperasi di jalur khusus yang telah disiapkan, tidak di jalan raya maupun di fasilitas umum serta fasilitas sosial, untuk itu pemerintah sebaiknya segera menambah lajur khusus yang dapat digunakan oleh pengendara Grabwheels.

Buku Acuan :

Ferrell, O.C., Hirt, G.A., and Ferrell, L. (2020). Business Foundations: A Changing World.12th Edition, McGraw-Hill, New York.

Sumber :

  1. https://www.liputan6.com/tekno/read/4330738/hore-skuter-listrik-GrabWheels-kembali-beroperasi-di-jakarta

  2. https://www.grab.com/id/transport/wheels/

  3. https://oto.detik.com/berita/d-4806228/benarkah-orang-jakarta-dukung-skuter-listrik-beroperasi?single

  4. https://www.kompas.com/tren/read/2019/10/13/143320865/infografik-jalur-baru-sepeda-di-jakarta

  5. https://www.woke.id/skuter-listrik-GrabWheels/

  6. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20191113173010-185-448049/kronologi-mobil-tabrak-GrabWheels-yang-tewaskan-2-remaja

  7. https://www.theguardian.com/world/2019/aug/11/man-killed-while-riding-e-scooter-on-french-motorway

  8. https://www.thelocal.dk/20200227/electric-scooters-are-seven-times-more-dangerous-than-bicycles-on-danish-roads

  9. https://www.businessinsider.com/minimum-of-1500-us-e-scooter-injuries-in-2018-2019-2?r=US&IR=T

  10. https://mmc.kalteng.go.id/berita/read/30304/dishub-kalteng-dan-bptd-wil-xvi-ikut-sosialisasikan-aturan-sepeda-dan-personal-mobile-device

  11. https://otomotif.kompas.com/read/2020/08/13/191854515/regulasi-keluar-kemenhub-resmikan-kembali-layanan-GrabWheels

  12. https://katadata.co.id/agustiyanti/digital/5e9a4c568289e/grab-buka-suara-soal-pengguna-GrabWheels-tewas-tertabrak-mobil

  13. https://megapolitan.kompas.com/read/2019/11/13/21313911/petugas-grabwheel-ditempatkan-di-jpo-hingga-pukul-0200-wib-sosialisasi

  14. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20191113173010-185-448049/kronologi-mobil-tabrak-GrabWheels-yang-tewaskan-2-remaja

  15. https://www.consumerreports.org/product-safety/electric-scooter-injuries-rise-as-riders-go-without-helmets/

  16. https://idcloudhost.com/GrabWheels-kendaraan-ramah-lingkungan-inovasi-grab-perluas-hingga-ke-itb/

Kelompok: Superstars In The Making

  • Eva Latifah Puspita Sari

  • Dini Chandra Sekar

  • Agnes Vania Kirana Dewi

  • Nuha Borninusa Sarwidi

  • Ibrahim Aufa


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format