Internet of Things (IoT): ancaman sistem keamaan produk Smart Home


0

Selama ini manusia selalu hidup bergantung pada teknologi yang selalu berkembang disetiap zamannya yang mana perkembangan tersebut tidaklah mungkin memiliki wujud yang sama pada setiap perkembangannya.[1] Perkembangan teknologi pertama terjadi pada abad ke-18 tepatnya antara tahun 1750 – 1850 yang di namai sebagai Revolusi Industri 1.0 yang ditandai dengan penemuan mesin uap yang digunakan untuk proses produksi barang. Selanjutya, ditemukanlah tenaga listrik pada awal abad ke-20 yang mana hal itu menandakan awal mula Revolusi Industri 2.0 dimulai. Revolusi Industri 1.0 dan 2.0 ini seringkali disebut sebagai abad industri yang mana dengan terus berkembangnya teknologi abad industri secara perlahan berakhir dan digantikan dengan abad informasi yang dipicu oleh mesin yang dapat bergerak secara otomatis yang seringkali disebut sebagai Revolusi Industri 3.0.[2]

Saat ini, kita sedang dihadapkan dengan Revolusi Industri baru yaitu Revolusi Industri 4.0 yang mencakup teknologi Artificial Intelligence (AI), robotic, mobil otonom, 3D printing, nanoteknologi, bioteknologi, teknik material, penyimpanan energi, komputasi kuantum, dan Internet of Things (IoT).[3] Dari berbagai jenis industri yang muncul pada Revolusi Industri 4.0 ini, salah satu yang akan dibahas adalah pemanfaatan industri Internet of Things atau biasa disebut dengan singkatan IoT. IoT pertama kali di perkenalkan pada tahun 1999 oleh salah satu pendiri Massachusetts Institute of Technology yaitu Kevin Ashton.[4]

Internet of Things merupakan pengembangan dari internet konvensional yang merupakan sebuah jaringan yang menghubungkan komputer satu sama lain sehingga penggunanya dapat saling berkomunikasi, berinteraksi, dan bertukar informasi. Namun, IoT dalam pengoperasiannya tidak bergantung pada intervensi manusia untuk bisa berfungsi. Cara kerja perangkat IoT yaitu dengan mengumpulkan sensor dan membagikan data sensor yang mereka kumpulkan dengan menghubungkan ke gateway IoT atau induk data, yang sering kita pahami cloud, kemudian dianalisis di cloud atau dianalisis secara lokal. Terkadang, satu perangkat berkomunikasi dengan perangkat terkait lainnya dan bertindak berdasarkan informasi yang mereka dapatkan dari satu sama lain. Perangkat melakukan sebagian besar pekerjaan tanpa campur tangan manusia dan campur tangan manusia hanya sebatas di pengaturan, memberi instruksi, dan akses data. Output dari produk IoT menjadi menarik karena konsepnya yang menawarkan cara baru bagi bisnis teknologi, media, dan telekomunikasi untuk menciptakan nilai bagi konsumennya.

Gambar 1. Grafik meningkatnya permintaan pasar terhadap teknologi berbasis IoT[5]

Dikutip dari salah satu media teknologi luar negeri bahwa permintaan produk canggih berbasis teknolog IoT dari tahun ke tahun diperdiksikan semakin meningkat. Teknologi IoT ini seringkali kita temukan dalam peralatan elektronik rumah tangga seperti lampu penerangan, kipas angin, Air Conditioner (AC), gagang dan pengunci pintu, dan TV, semua produk tersebut terkategorikan sebagai produk-produk smart home. Kemudahan dalam hidup yang selalu diutamakan oleh banyak orang merupakan salah satu alasan mengapa permintaan smart home dari waktu ke waktu semakin tinggi.[6]

Sebagai mana terlampir dalam buku Business Foundation: A Changing World bahwa tujuan utama dari sebuah bisnis adalah berupa keuntungan / profit yang dihasilkan dari sebuah produk yang berkualitas tanpa mengesampingkan nilai-nilai pertanggung jawaban sosial dari setiap perusahaan. 

Gambar 2. Permintaan smart home akan pesat[7]

Laporan Stevy Widya pada youngster.id bahwa penggunaan produk smart home pada hunian tempat tinggal diseluruh dunia akan meningkat sebanyak 20 persen pada tahun 2025 dan menurut Intelligent IT Hub (IIH) Global pasar yang memiliki potensi dalam melesatnya penggunaan smart adalah pasar di Indonesia. Oleh karna itu, selain menghadirkan produk smart home yang lebih pintar, lebih inofatif, dan lebih menarik lagi salah satu produsen smart home di Indonesia yaitu Bardi Smart Home sempat menggandeng salah satu Marketplace ternama Indonesia (Shopee) pada event Shopee 11.11 BIG SALE untuk meningkatkan penjualan produk smart home nya.[8]

Gambar 3. Persaingan usaha produksi Smart Home

Tak hanya pasar domestik saja, pasar international pun ramai berlomba-lomba untuk menghadirkan produk smart home. Seperti dikutip dari kompas.com, salah satu perusahaan yang memproduksi perabotan rumah tangga asal Swedia yaitu IKEA kini siap untuk menggarap pasar perabotan rumah tangga canggih atau masyarakat lebih mengenalnya dengan smart home. Dengan masuknya IKEA kedalam persaingan dalam memproduksi produk-produk smart home tentunya IKEA siap bersaing dengan para competitor yang sudah lebih dulu berlabuh dalam industri ini seperti Google, Apple, Xiaomi, dan Amazon.[9]

Namun, ide Internet of Things yang menarik tersebut banyak menimbulkan diskusi dan perdebatan isu etika dalam industri teknologi karena kaitannya dengan ancaman privasi penggunanya ketika keamanan perangkat tidak mencukupi.Ketika jumlah perangkat IoT yang terhubung meningkat, semakin banyak informasi yang dibagikan antar perangkat.[10] Sebagai contoh, smart home dengan pintu garasi yang otomatis menonaktifkan seluruh alarm rumah saat penghuninya masuk rumah juga terhubung dengan TV, termostat rumah, kunci pintu, hub rumah pintar, dan lain-lain. Hal tersebut menciptakan banyak sekali titik koneksi bagi peretas untuk masuk ke ekosistem smart home IoT dan mengakses informasi penggunanya. Dengan tingkat keamanan yang buruk, perengkat IoT sangat mudah diretas oleh pelaku cyber crime. 

Cyber crime atau kejahatan dunia maya menurut Organization of European Community Development (OECD) adalah semua bentuk akses ilegal terhadap suatu transmisi data.[11] Dengan kata lain, semua bentuk kegiatan yang tidak sah dalam suatu sistem komputer merupakan suatu tindak kejahatan dunia maya. Pelaku cyber crime dapat dengan mudah mengakses perangkat IoT serta meretas ke perangkat lain yang terhubung, mencuri data pribadi, mengirim email yang berisi ancaman atau spam, menghentikan perangkat agar tidak berfungsi hingga uang tebusan dibayarkan, hingga membahayakan keselamatan jiwa.[12]

Gambar 4. Ilustrasi pencurian data (hacking)

Kemungkinan peretasan dan pencurian data melalui perangkat rumah pintar (smart home) yang saling terhubung melalui internet menjadikan Internet of Things dinilai dapat mengacam privasi seseorang. Sebab, ketika privasi seseorang terancam maka bisnis tersebut telah memasuki salah satu area yang telah diidentifikasi secara jelas sebagai praktek unethical behaviour perusahaan dalam penerapan teknologi. Ditambah lagi, masalah lain akan muncul Ketika perangkat yang kita gunakan untuk dengan perangkat rumah pintar kita itu hilang.

Oleh karena itu ada beberapa solusi yang mungkin bisa diterapkan untuk meminimalisir terjadinya peretasan perangkat smart home kita. Solusi untuk mengamankan perangkat Internet of Things (IoT) tersebut antara lain:

Product knowledge

Sebelum membeli sebuah perangkat, terlebih dahulu memikirkan keamanan IoT. Hal ini bertujuan untuk menghindari masalah-masalah yang mungkin bisa terjadi. selalu investigasi atau selidiki keamanan dan reputasi dari sebuah perangkat dan keamanan sistem sebelum membelinya.

Disable UPnP

Menonaktifkan UPnP. UPnP (Universal Plug and Play) memungkinkan penemuan perangkat dengan UPnP aktif pada jaringan WIFI yang sama. UPnP mempunyai kelemahan yaitu bisa mengakibatkan kesalahan pemograman dimana ada kelalaian dalam kode aktual untuk implementasi UPnP yang dapat dimanfaatkan cybercrime yang memungkinkan untuk mengeksekusi kode berbahaya melalui injeksi.  

Isolate device IoT

Simpan perangkat terpisah pada jaringan terpisah, untuk menghindari ancaman dari hacker yang dapat mencuri informasi dari perangkat yang digunakan. Dengan mengatur berbagai jaringan pada banyak router, dan semakin banyak tersegmentasi maka semakin sulit bagi para penjahat cyber mengakses perangkat yang digunakan masyarakat.

Security code

Lindungi perangkat dengan password dengan kode yang unik dan kuat, kombinasikan huruf besar, huruf kecil, simbol dan angka agar lebih aman dan tidak menggunakan password sebelumnya yang pernah digunakan. Gunakan password yang berbeda di setiap akun social media  atau email.

Update firmware

Dengan selalu mengecek dan aware terhadap pembaharuan patch yang dirilis oleh pengembang, biasanya perangkat yang digunakan telah  disetting secara atomotis jika terdapat update, jika pembaharuan otomotis tidak tersedia maka kita bisa mengunduh dan menginstal firmware terbaru secara manual, hal ini sangat penting dilakukan.

Physical tampering

Yaitu pembatasan jumlah port usb connector sebagai kontrol sistem maupun data penyimpanan, batasi kemampuan administrasi device dan lakukan enkrispsi penyimpanan data dan pastikan disimpan ditempat yang aman dan bisa diakses oleh orang yang berkepentingan.[13]

BIBLIOGRAPHY

Costumer experience, “hacking the lot celah kemanan dan metode pencegahan” diambil dari https://www.mii.co.id/en/insight/listing/2019/10/22/06/36/hacking-the-iot-celah-keamanan-dan-metode-pencegahan, diakses pada 17 Sept 2020 pukul 11:30 WIB.

Cyber Security, “Danger of the Internet of Things (IoT)”, diambil dari https://www.cybersecuritydegrees.com/features/dangers-of-the-internet-of-things/, diakses pada 17 Sept pukul 23:09 WIB.

Deri Dahuri, “Untuk Dongkrak Penjualan, Bardi Smart Home Gandeng Shopee”, diambil dari https://mediaindonesia.com/read/detail/266757-untuk-dongkrak-penjualan-bardi-smart-home-gandeng-shopee, diakses pada 15 Sept 2020 pukul 23:53 WIB.

Institute of Entrepreneurship Development, “The 4 Industrial Revolutions”, diambil dari https://ied.eu/project-updates/the-4-industrial-revolutions/, diakses pada 15 Sept 2020 pukul 21:14 WIB. 

Internet of Things (IoT) Agenda, “Definition of Internet of Things (IoT)”, diambil dari https://internetofthingsagenda.techtarget.com/definition/Internet-of-Things-IoT, diakses pada 17 Sept 2020 pukul 23:05 WIB. 

Karya System Integration, “Alasan Peminat Teknologi Smarthome Meningkat dari Waktu ke Waktu”, diambil dari https://news.karsyte.com/peminat-teknologi-smarthome/, diakses pada 15 Sept 2020 pukul 23:26 WIB.

Klaus Schwab, “The Fourth Industrial Revolution: what is means, how to respond”, diambil dari https://www.weforum.org/agenda/2016/01/the-fourth-industrial-revolution-what-it-means-and-how-to-respond/, diakses pada 15 Sept 2020 pukul 21:47 WIB.

Ning Rahayu, “Mengenal Revolusi Industri dari 1.0 hingga 4.0”, diambil dari https://www.wartaekonomi.co.id/read226785/mengenal-revolusi-industri-dari-10-hingga-40, diakses pada 15 Sept 2020 pukul 21:27 WIB.

Qword, “Pengertian Cyber Crime”, diambil dari https://qwords.com/blog/pengertian-cyber-crime/, diakses pada 17 Sept 2020 pukul 23:06 WIB.

Ricky Suwarno, “Bapak Pelopor IoT Kevin Ashton”, diambil dari https://artificialintelligenceindonesia.com/bapak-pelopor-iot-kevin-ashton/, diakses pada 15 Sept 2020 pukul 22:22.

Software Testing Help, “18 Most Popular IoT Device in 2020 (Only Notewotrhy IoT Products)”, diambil dari https://www.softwaretestinghelp.com/iot-devices/, diakses pada 17 Sept 2020 pukul 15:16 WIB. 

Stevy Widya, “Pasar Smart Home akan Tumbuh Pesat di Indonesia”, diambil dari https://youngster.id/news/pasar-smart-home-akan-tumbuh-pesat-di-indonesia/, diakses pada 15 Sept 2020 pukul 23:35 WIB.

Yudha Pratomo, “Garap Smart Home, IKEA bersaing dengan Google, Apple, dan Xiaomi”, diambil dari https://amp.kompas.com/tekno/read/2019/08/19/13030097/garap-smart-home-ikea-bersaing-dengan-google-apple-dan-xiaomi, diakses pada 17 Sept 2020 pukul 14:45 WIB.

[1] Institute of Entrepreneurship Development, “The 4 Industrial Revolutions”, diambil dari https://ied.eu/project-updates/the-4-industrial-revolutions/, diakses pada 15 Sept 2020 pukul 21:14 WIB. 

[2]Ning Rahayu, “Mengenal Revolusi Industri dari 1.0 hingga 4.0”, diambil dari https://www.wartaekonomi.co.id/read226785/mengenal-revolusi-industri-dari-10-hingga-40, diakses pada 15 Sept 2020 pukul 21:27 WIB.

[3]Klaus Schwab, “The Fourth Industrial Revolution: what is means, how to respond”, diambil dari https://www.weforum.org/agenda/2016/01/the-fourth-industrial-revolution-what-it-means-and-how-to-respond/, diakses pada 15 Sept 2020 pukul 21:47 WIB.

[4]Ricky Suwarno, “Bapak Pelopor IoT Kevin Ashton”, diambil dari https://artificialintelligenceindonesia.com/bapak-pelopor-iot-kevin-ashton/, diakses pada 15 Sept 2020 pukul 22:22.

[5]Software Testing Help, “18 Most Popular IoT Device in 2020 (Only Notewotrhy IoT Products)”, diambil dari https://www.softwaretestinghelp.com/iot-devices/, diakses pada 17 Sept 2020 pukul 15:16 WIB. 

[6]Karya System Integration, “Alasan Peminat Teknologi Smarthome Meningkat dari Waktu ke Waktu”, diambil dari https://news.karsyte.com/peminat-teknologi-smarthome/, diakses pada 15 Sept 2020 pukul 23:26 WIB.

[7]Stevy Widya, “Pasar Smart Home akan Tumbuh Pesat di Indonesia”, diambil dari https://youngster.id/news/pasar-smart-home-akan-tumbuh-pesat-di-indonesia/, diakses pada 15 Sept 2020 pukul 23:35 WIB.

[8]Deri Dahuri, “Untuk Dongkrak Penjualan, Bardi Smart Home Gandeng Shopee”, diambil dari https://mediaindonesia.com/read/detail/266757-untuk-dongkrak-penjualan-bardi-smart-home-gandeng-shopee, diakses pada 15 Sept 2020 pukul 23:53 WIB.

[9]Yudha Pratomo, “Garap Smart Home, IKEA bersaing dengan Google, Apple, dan Xiaomi”, diambil dari https://amp.kompas.com/tekno/read/2019/08/19/13030097/garap-smart-home-ikea-bersaing-dengan-google-apple-dan-xiaomi, diakses pada 17 Sept 2020 pukul 14:45 WIB.

[10] Internet of Things (IoT) Agenda, “Definition of Internet of Things (IoT)”, diambil dari https://internetofthingsagenda.techtarget.com/definition/Internet-of-Things-IoT, diakses pada 17 Sept 2020 pukul 23:05 WIB. 

[11]Qword, “Pengertian Cyber Crime”, diambil dari https://qwords.com/blog/pengertian-cyber-crime/, diakses pada 17 Sept 2020 pukul 23:06 WIB.

[12]Cyber Security, “Danger of the Internet of Things (IoT)”, diambil dari https://www.cybersecuritydegrees.com/features/dangers-of-the-internet-of-things/, diakses pada 17 Sept pukul 23:09 WIB.

[13]costumer experience, “hacking the lot celah kemanan dan metode pencegahan” diambil dari https://www.mii.co.id/en/insight/listing/2019/10/22/06/36/hacking-the-iot-celah-keamanan-dan-metode-pencegahan, diakses pada 17 Sept 2020 pukul 11:30 WIB.

Kelompok : The Supreme 

Anggota : 1. Mohammad Hari Adipurna

                  2. Redy Sepriyadi

                  3. Reva Alfiana Annisa W

                 4. Riski Anggun Pratika


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
The Supreme

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format