Krim Pemutih Kulit, Polemik di Balik Cantik Dambaan Wanita

Beberapa produsen kosmetik berkompetisi dalam memproduksi dan memasarkan produk dengan slogan mampu mencerahkan, bahkan memutihkan kulit.


0

Saat ini timbul stereotype, bahwa perempuan yang cantik adalah perempuan yang memiliki kulit berwarna putih. Hal ini diperkuat dengan adanya hasil survei ZAP Beauty Index pada tahun 2018, sebanyak 73,11 % perempuan Indonesia menganggap cantik adalah memiliki kulit yang bersih, cerah, dan glowing. Dengan adanya survei tersebut dapat dilihat bahwa permintaan pasar akan produk kecantikan yang mengandung pemutih cenderung tinggi. Oleh karena itu, beberapa produsen kosmetik berkompetisi dalam memproduksi dan memasarkan produk dengan slogan mampu mencerahkan, bahkan memutihkan kulit. 

Aesthetic consultant dari Ekle’s Clinic, dr. Eklendro Senduk D, AAAM, MKes, mengatakan hasil yang didapatkan bukan hanya putih semata. Hasil dari krim pemutih yang normal, biasanya hanya memaksimalkan atau mencerahkan kulit. Krim pemutih yang sehat biasanya akan terlihat hasilnya setelah 2-4 minggu setelah pemakaian. Alasannya karena kulit membutuhkan waktu 28 hari lebih untuk bisa melakukan regenerasi secara normal. Selain itu, dr. Eklendro menegaskan jika hasil yang didapat putih pucat itu harus diwaspadai. Menurutnya bisa jadi ada bahan berbahaya yang terkandung di dalam krim yang dipakai, salah satunya merkuri. Namun di pasaran saat init telah beredar berbagai krim pemutih yang berbahaya dan illegal. 

Etika Bisnis Dalam Produksi Dan Pemasaran Produk Pemutih Kulit

Tak hanya dalam profesi, namun etika juga terdapat dalam bisnis. Dalam meraih keuntungan, masih banyak produsen nakal yang melakukan pelanggaran moral. Maraknya produsen yang melanggar moral disebabkan oleh minimnya budaya etika bisnis yang diterapkan. Produk krim pemutih wajah misalnya, kebanyakan produsen hanya asal membuat produk tanpa memikirkan faktor keamanan konsumen. Berbagai zat dicampurkan dalam suatu wadah hingga tercipta krim yang diklaim dapat memutihkan wajah dalam waktu sekejap. Komposisi yang terkandung dalam produk pun tidak dicantumkan dalam kemasan. Menurut https://www.maxmanroe.com/, hal ini jelas melanggar prinsip etika bisnis yang berbunyi,” Jujur dalam berkomunikasi dan bersikap”. Berikut ini merupakan prinsip etika bisnis yang lainnya;

•           Memiliki komitmen dan memenuhi janji

•           Memiliki integritas

•           Memiliki loyalitas

Dengan adanya ketentuan mengenai etika bisnis tersebut, didapatkan analisis pro dan kontra penggunaan produk pemutih kulit dari berbagai referensi yaitu sebagai berikut :

Tabel 1. Analisis pro dan kontra produk pemutih kulit

Sektor

Pro

Kontra

Ekonomi

  • Memenuhi permintaan pasar
  • Meningkatkan produktivitas masyarakat dan daya saing pasar
  • Dengan adanya persaingan pasar, oknum produsen tidak mempertimbangkan etika bisnis menjual produk dengan harga yang rendah dan kualitas yang buruk

Kesehatan

  • Mampu mencerahkan kulit dengan komposisi yang sesuai

  • Oknum produsen menjual produk pemutih dengan komposisi yang tidak mengikuti aturan BPOM
  • Produk yang mengandung zat-zat berbahaya dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan

Legalitas

  • BPOM memberikan izin pengedaran produk pemutih kulit dengan  mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No.1175/Men.Kes/Per/VIII/2010 tentang Izin Produksi Kosmetik
  • Oknum produsen dengan sengaja tidak mendaftarkan produk ke BPOM agar tidak mengeluarkan cost yang lebih besar

Sosial

  • Mampu meningkatkan kepercayaan diri bagi konsumen
  • Meningkatkan stigma bahwa perempuan cantik adalah yang berkulit putih

            Dikutip dari halaman web beritasatu.com, terdapat kasus-kasus kosmetik illegal termasuk pemutih kulit yang ditarik peredarannya oleh BPOM karena mengandung komposisi yang berbahaya bagi penggunanya. Di samping itu, beberapa produsen tidak memiliki izin kelayakan edar yang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh BPOM. Berikut adalah data nilai temuan produk kosmetik illegal oleh BPOM dalam tiga tahun terakhir :

Grafik 1. Grafik Nilai Temuan Produk Kosmetik Ilegal oleh BPOM

(Sumber : www.beritasatu.com)

Dari grafik tersebut, dapat dilihat bahwa kenaikan nilai temuan produk kosmetik illegal yang tersebar di pasar meningkat dua kali lipat pada tahun 2019 dibandingkan dengan tahun 2018 dan 2017. Hal tersebut disebabkan karena meningkatnya permintaan pasar terhadap produk kosmetik yang dapat memutihkan dan memuluskan kulit dalam waktu yang relatif cepat. Produk-produk illegal tersebut tentunya akan membahayakan kesehatan kulit penggunanya karena mengandung zat-zat berbahaya yang tidak sesuai dengan ketentuan BPOM. Beberapa zat berbahaya yang terkandung kosmetik illegal tersebut, sebagai contoh krim pemutih, diantaranya merkuri, steroid, dan hydroquinone. Menurut artikel Healthline, berikut ini adalah efek samping yang ditimbulkan dari zat-zat berbahaya tersebut.

Merkuri

Penggunaan merkuri untuk produk pemutih kulit sebenarnya sudah dibatasi yakni di bawah 1 ppm, namun banyak produk pemutih yang mengandung merkuri di atas 100 ppm. Penggunaan produk yang tidak sesuai aturan dapat menyebabkan keracunan merkuri kronis. Gejalanya bisa berupa tremor dan iritasi. Selain itu, ada juga kasus keracunan merkuri yang menyebabkan hilangnya ingatan, pusing, insomnia, edema, mual, hingga sakit perut. 

Hydroquinone

Berdasarkan US Food and Drug Administration, penggunaan hydroquinone yang diizinkan hanya sebesar 2 persen. Sementara itu, apabila digunakan secara berlebihan dapat menyebabkan kulit terbakar, terasa seperti tersengat dan juga kulit kemerahan. 

Steroid

Dilansir dari halaman web Republika, steroid bukan zat berbahaya melainkan penyalahgunaan steroid bisa memunculkan efek samping, pernyataan ini disampaikan oleh dr. Susie Rendra SpKK. dari RS Pondok Indah Jakarta. Salah satu efek samping yang ditimbulkan adalah membuat pembuluh darah lebih menciut sehingga kulit tampak lebih pucat dan lebih putih. Kulit yang tampak putih akibat penyalahgunaan steroid hanya terjadi di awal saja. Penyalahgunaan steroid yang terus-menerus bisa memicu terjadinya striae pada kulit. Striae ini pada dasarnya sama seperti stretch mark.

Gambar 1. Korban Produk Pemutih Kulit Ilegal

(Sumber: www.loop.co.id)

Gambar 2. Korban Produk Pemutih Kulit Ilegal

(Sumber : www.stylo.grid.id)

Kesimpulan Analisa dan Alternatif Solusi atas Etika Bisnis Produk Pemutih Kulit

Dengan beredarnya berbagai produk pemutih kulit, maka produsen, konsumen, maupun pemerintah harus saling bekerja sama agar tidak ada pihak yang dirugikan. Produsen harus memiliki transparansi terkait komposisi yang terkandung dalam produk. Selain itu, untuk menjamin produk yang dipasarkan tidak mengandung zat-zat berbahaya, produsen harus mendaftarkan produk tersebut ke BPOM. Namun, apabila ada keluhan dari konsumen, maka produsen wajib menindaklanjuti keluhan tersebut. 

Konsumen juga harus mampu membedakan produk yang aman dan telah mendapatkan izin dari BPOM untuk menghindari adanya efek samping yang ditimbulkan. Selain itu, untuk menghindari adanya oknum produsen yang tidak bertanggung jawab, maka pemerintah melalui BPOM melakukan pengawasan yang ketat dalam produksi pemutih kulit.

Adapun alternatif solusi untuk mengatasi ketidaketisan bisnis produk-produk pemutih kulit, diantaranya sosialisasi yang dilakukan oleh BPOM atau pihak-pihak terkait mengenai penjelasan bahan-bahan kimia yang aman dan berbahaya sebelum digunakan oleh para konsumen. Selain itu, jika produk pemutih kulit yang mengandung bahan kimia dirasa ragu, ramuan herbal seperti lemon, madu, lidah buaya, dan bengkoang dapat menjadi alternatif yang aman digunakan olrh para konsumen.

Best Practice terhadap Penggunaan Produk Krim Pemutih Kulit

Untuk memastikan produk pemutih kulit tersebut tidak mengandung zat-zat berbahaya, pemerintah melalui BPOM telah memfasilitasi masyarakat untuk dapat melihat apakah produk tersebut telah terdaftar dan mendapat izin edar oleh BPOM. Produk tersebut dapat dicek melalui website BPOM dengan memasukkan nomor registrasi. Berikut adalah salah satu contoh produk pemutih kulit yang terdaftar dan tahap-tahap pengecekan nya di laman website BPOM.

Gambar 3. Menelusuri laman website www.cekbpom.pom.go.id

Gambar 4. Memasukkan nomor registrasi yang tertera pada produk 

di kolom Kata Kunci, dan klik cari

Gambar 5. Hasil penelusuran nomor registrasi produk dan keterangan izin edar

Daftar Referensi :

https://republika.co.id/berita/q80419414/dampak-penggunaan-pemutih-kulit-instan

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4871417/sudah-pakai-krim-pemutih-seperti-apa-sih-hasil-yang-sehat

https://www.gooddoctor.co.id/tips-kesehatan/kulit/waspadai-kandungan-berbahaya-di-dalam-cream-pemutih-wajah/

https://www.its.ac.id/news/2019/10/13/menentang-standar-cantik-perempuan/

https://stikesmukla.ac.id/downloads/materi%20seminar%20nasional%20farmasi/REGULASI%20KOSMETIKA%20DAN%20KOSMETIKA%20OBAT%20%5BCompatibility%20Mode%5D.pdf

https://www.beritasatu.com/feri-awan-hidayat/kesehatan/606211/bpom-nilai-temuan-kosmetik-ilegal-meningkat-drastis

https://www.maxmanroe.com/vid/bisnis/etika-bisnis.html

https://www.cekbpom.pom.go.id

https://www.youtube.com/watch?v=7n4q9QCRsCA

Ditulis oleh Kelompok “Rich Dad Poor Dad” :

  1. Rizky Luthfi Arrizal
  2. Nurhayati Kala’
  3. Ika Puspa Ailsha
  4. Safira Pralampita Larasati

Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format